Ciri-Ciri Islam Ekstrim (1): Fanatik

Posted on Updated on

Tanda sikap ekstrim yang paling mencolok, menurut Dr. Yusuf Qardhawi, adalah fanatik pada suatu pendapat dengan fanatisme yang keterlaluan, sehingga tidak mau mengakui keberadaan pendapat lain. (Islam Ekstrem: Analisis dan Pemecahannya, hlm. 32)

Apa sajakah ciri-ciri orang ekstrim-fanatik yang tidak mau mengakui pendapat lain?

Berikut ini tujuh ciri orang-orang ekstrim yang terlalu fanatik dan tidak mau menerima keberadaan pendapat lain.

1) Mereka mengulang-ulang dalil tertentu saja, yaitu yang menopang pendapat mereka, seraya mengabaikan dalil lain yang menentang pendapat mereka.

Contohnya, mereka gembar-gemborkan hadits yang menyatakan terlarangnya berduaan dengan nonmuhrim, tetapi mereka mengabaikan keberadaan hadits lain yang menyatakan bahwa ada kalanya berduaan itu justru merupakan sunnah Nabi. (Lihat artikel “Berduaan dengan Pacar, Haramkah?“).

2) Mereka menyalahgunakan dalil ‘pemisah antara yang haq dan yang batil’, di antaranya: hadits “Yang halal itu jelas [halal] dan yang haram itu jelas [haram].” (HR Bukhari & Muslim)

Contohnya, karena mengira bahwa pacaran itu jelas-jelas mendekati zina, mereka menganggap bahwa pacaran itu jelas haram. Lalu mereka tidak menerima pendapat lain yang mengatakan bahwa pacaran itu tidak selalu haram.

3) Mereka mengira bahwa mereka tahu pasti mana yang haram dan mana yang halal (dan bahwa orang lain yang tidak sependapat dengan mereka tidak tahu sama sekali mana yang haram dan mana yang halal).

Mereka lupa bahwa hadits tadi ada lanjutannya, yaitu “dan di antara keduanya terdapat musyabbihat [yang tidak jelas apakah halal ataukah haram] yang tidak diketahui oleh sebagian besar orang.” Kalau pun menyadari adanya keterangan lanjutan tersebut, mereka menyangka bahwa mereka pasti bukan tergolong sebagian besar orang yang tidak tahu hal-hal yang musyabbihat itu.

4) Mereka sering menyampaikan fatwa dan hasil ijtihad (dengan menggunakan istilah lain, misalnya: konsultasi, tausiyah, materi tarbiyah, oase iman, dll.) dalam persoalan-persoalan yang bukan spesialisasi mereka, tetapi justru menentang fatwa dan hasil ijtihad ulama spesialis yang berseberangan dengan mereka.

Contohnya, spesialisasi Abu Syuqqah adalah hubungan pria-wanita, tetapi mereka menentang hasil ijtihadnya yang menyarankan adanya hubungan percintaan sebelum peminangan. Padahal, spesialisasi mereka bukanlah hubungan pria-wanita. Contoh lain, spesialisasi Quraish Shihab adalah tafsir Al-Qur’an, tetapi mereka menentang fatwa beliau yang mengatakan bahwa pacaran atau hubungan percintaan sebelum peminangan itu TIDAK selalu mendekati zina, ketika beliau menafsirkan ayat “dan janganlah kau dekati zina. …”. Padahal, mereka bukanlah ahli tafsir. (Lihat artikel “Fatwa Pacaran: Siapa Yang Salah?“).

5) Mereka maunya disimak, tetapi tidak mau menyimak.

Orang-orang yang ekstrim seperti itu seolah-olah berkata kepada kita, “Adalah hakku untuk berbicara dan kewajibanmu untuk mengikuti.” (Islam Ekstrem, hlm. 33) Kalau pun menyimak suara kita, mereka melakukannya secara parsial, tidak seutuhnya, sehingga mereka salah paham.

6) Mereka bersikap keras (dan kasar) bila pendapat mereka tidak kita ikuti.

Kalau kita tidak mengikuti pendapat mereka, muncullah perilaku mereka yang kekanak-kanakan, yaitu mencari-cari kesalahan kita, bahkan sampai mengintimidasi atau menteror kita dengan berbagai tuduhan seperti “bid’ah, kafir, musuh Islam, jaringan iblis laknat, dsb.”. Mereka tak sadar bahwa pendapat siapa pun (kecuali Nabi) boleh ditinggalkan.

7) Mereka menolak jalan tengah.

Mereka itu menderita penyakit “gampangan dan terlalu berhati-hati”. (Lihat Abu Syuqqah, Kebebasan Wanita, Jilid 3, hlm. 74-75.) Gejala penyakit mental ini terlihat ketika mereka cenderung menganggap bahwa di depan kita hanya ada dua pilihan: (a) tradisi Arab yang mereka klaim sebagai syariat Islam, misalnya “taaruf”, yang gampang mereka jalani, atau (b) budaya Barat yang menurut mereka, demi kehati-hatian, tidak perlu diislamisasi, misalnya “berduaan dengan pacar”. Tentu saja, karena ‘pacaran islami’ merupakan jalan tengah, mereka pun menentang keberadaannya.

About these ads

30 thoughts on “Ciri-Ciri Islam Ekstrim (1): Fanatik

    junthit said:
    28 April 2007 pukul 05:25

    pertamaxx!!
    Kesimpulannya mereka suka “ngeyel!” ya nggak??

    rusdin said:
    29 April 2007 pukul 11:31

    Islam fanatik? benarkah? apakah mereka yg berpegang teguh pada sunnah dan mengatasnamakan “menghidupkan” sunnah nabi dapat kita katakan sebagai islam fanatik? lantas apa sesungguhnya Islam fanatik itu?
    sekarang ini banyak yg mengaku islam tapi kebiasaan mereka jauh dari keislaman, ada pula yang mengaku “fanatik” beragama, tapi kok menjelek-jelekkan orang lain, membidahkan, mengkafirkan, bahkan menghujat orang lain. bingung! aku bingung menyaksikan tumbuh suburya pencaci-makian diantara umat ini.

    islam feminis said:
    29 April 2007 pukul 23:20

    Persatuan Islam dan muslimin harus selalu dikedepankan. Fanatik adalah hasil bisikan setan, musuh manusia.

    M Shodiq Mustika responded:
    30 April 2007 pukul 02:58

    @junthit
    Ya, mereka “ngeyel”. Punya telinga tapi tak mau mendengarkan sepenuhnya, punya otak tapi tak mau berpikir logis, dsb.

    @rusdin
    Yang paling aku herani, mereka itu katanya pengikut Rasulullah saw dan Islamnya kaffah (seutuhnya), tapi sunnah beliau yang tidak mereka setujui (di antaranya: berduaan dengan nonmuhrim) mereka “sembunyikan”.

    @islam feminis
    Selain bisikan iblis, dorongan hawa nafsu diri sendiri berperan pula.

    irdix said:
    30 April 2007 pukul 15:30

    uhmm… logika yang dimaksud itu logika gimana?

    Lihat http://www.hkbu.edu.hk/~ppp/pf/PK04.htm

    seventeenosix said:
    30 April 2007 pukul 20:07

    ” Aku percaya bahwa Allah itu Esa ”
    ” Aku percaya bahwa semua Manusia itu Baik adanya”
    ” Hanya saja , aku tak pernah percaya pada Syetan di dalam diri manusia ” ;)

    taree said:
    2 Mei 2007 pukul 08:37

    Hmm, ini ada postingan bagus yang insya Allah nyambung dengan pembahasan diatas:

    Muhammad Rasulullah SAW kelak akan menjadi saksi terhadap kaum Muslim, karena dari beliaulah mereka memperoleh ajaran-ajaran mulia. Karena itu beliau sendirilah yang kelak akan tampil sebagai saksi di hadapan Allah SWT. Kemudian kaum Muslim akan ditanya: Apakah mereka telah mengajar orang lain sebagaimana mereka diajar oleh Muhammad saw.? Sesungguhnya kaum Muslim itu telah memahami tentang contoh yang diberikan Nabinya dan mereka dapat memetik manfaat dari hal itu. Dan merekalah yang akhirnya menjadi saksi atas umat lainnya, karena merekalah “umat penengah” dan
    pelanjut risalah Nabinya. Inilah makna firman Allah:

    “. . . Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan, agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”
    (Al-Baqarah: 143).

    http://www.alislam.or.id/

    Fanatisme yang baik, menurut kesimpulan saya, adalah yang tetap berjalan dan berlandas pada Al Quran dan hadits Rasullulloh. Fanatisme yang mendekat pada angkuh yang menggaris bawahi pada sikap ‘I’m the best in Islam’ condong kepada syaithan…

    M Shodiq Mustika responded:
    2 Mei 2007 pukul 15:20

    @seventeenosix
    maksudnya, syetan itu ada di luar tubuh manusia?

    @taree
    terima kasih, masukan ukhti bagus sekali

    jhoni said:
    9 Juli 2007 pukul 22:33

    saya kurang senang ama orang yang sok suci alias isla ekstrem red. apa dia udah memang bener suci padahal hati mereka busuk dan mementingkan sebelah pihak saja n tanpa menggunakan logika yang sehat, padahakhan otak dengan wahyu seimbang

    mathematicse said:
    25 Juli 2007 pukul 23:03

    Biasanya orang-orang yang dianggap fanatik di artikel ini adalah mereka-mereka yang baru tumbuh kesadaran belajar tentang Islam (kemudian segala sesuatu yang tampak berseberangan dengan yang baru mereka ketahui dianggap salah, akhirnya ya seperti itulah mereka).

    oWner'cute said:
    30 Juli 2007 pukul 10:51

    owh.. begitu toh ceritanya..

    […] Buruk Sangka dan Menuduh Di antara tanda sikap ekstrim yang tampak jelas, selain bersikap fanatik, adalah bersangka buruk terhadap orang lain, sehingga suka melontarkan fitnah atau menuduh tanpa […]

    goez said:
    13 Agustus 2008 pukul 12:52

    Orang yang menjalankan islam secara “fanatik” itulah mereka yang selamat, dalam artian “fanatik tanda kutip”. saya kurang setuju dengan fanatik yang anda maksud, bagi saya kita akan mendapatkan sesuatu dari apa yang kita tekuni jika kita fanatik terhadap hal itu, contohnya. seorang penyanyi baru akan bisa menikmati hasilnya jika dia bener-bener bisa menyanyi (profesional), jika dia hanya bisa menyanyi sedikit saja, semua orang juga bisa, begitu pun dengan agama, jadi untuk mendapatkan dan mengetahui serta mema’rifatul islam itu kita harus fanatik terhadap islam….

    kerenz said:
    13 Agustus 2008 pukul 13:26

    klo menurut ua aku sih yang namanya fanatik harus karena “fanatik” di sini harus berdasarkan sunah dan quran man. nah yang namanya tidak menerima pendapat orang mungkin harus beralaskan juga. contoh pendapat orang tersebut berdasarkan RA’YU bukan berdasarkan WAHYU. sedangkan argumen tanpa melandaskan al-quran sebagaidasar maka itu bukan orang yang bertauhid. ingat bahwa barang siapa memutuskan perkara tanpa mengunakan al-quran maka dia di sebut orang kafir, fasik, munafik. nah tentang fanatik sebenarnya sih, intinya setiap langkah ,setiap gerak kita harus menggunakan Qur’an.

    kerenz said:
    13 Agustus 2008 pukul 13:32

    maka dari itu. udah lah jangan saling keras kepala. yang fanatik maupun tidak, bahwa semua masalah hanya bisa di jawab dengan Qur’an. klo qta semua mengakui bahwa Qur’an pedoman kita sebagai umat muslim. maka tidak ada pedoman lain selain Qur’an lah yang benar. insya allah semua permasalahan akan terselesaikan tanpa ada rasa membenci. thanks!

    kerenz said:
    13 Agustus 2008 pukul 13:55

    oh iya ada stu lagih nih. klo qta mau menyelesaikan permasalahan umat muslim di negara tercinta ini. qta semua harus tau dulu apa yang menjadi pokok permasalahan di dunia ini. sempat ada pertanyaan seperti berikut. (islam kenapa zaman sekarang banyak golongan sedangkan nabi muhammad hanya satu!, qur’an hanya1, dan rosul pun mengajarkan islam hanya1). terus klo mengingat sejarah rosul. bahwa rosul pernah berkata bahwa suatu saat nanti islam akan menjadi 27 golongan. klo kita telaah lagi, bukanlah keinginan rosul islam menjadi berpecah dan berbeda golonga. gitu kan? sebenernya ada hal yang membuat kita semua menjadi berpecah belah menjadi 72 golongan. jangan lupa bahwa sampai kapanpun yang namanya islam itu akan selalu memiliki musuh. bahkan sampai pengadilan yang seadilnya nanti islam dan musuhnya akan terus bermusuhan. nah klo qta sadari lagi bahwa musuh islamlah yang sedang menghancurkan islam menjadi berpecah agar islam tidak memiliki kekuatan, danyang tersisa islam hanya saling menjatuhkan sesama islam. jadi musuh islam sekarang tinggal menikmati hasilnya. dari situ qta akan mendapatkan kesimpulan. dan insya allah akan menemukan jalan keluar permasalahan qta bersama. jangan lupakan Qur’an saudaraku. bahwa semua permasalahan ada jawaban di dalam al-qur’an bagi orang yang berfikir.

    […] Alhamdulillaah…. saya bersyukur menjumpai penyimak ilmu agama Islam yang bersikap dengan begitu tepat: memperhatikan pola pikir atau pola pemahaman ulama/mubalig yang menyampaikan pesan dakwah kepada kita. Memang begitulah seharusnya kita dalam mengkaji Islam. Bukan membiarkan diri dalam kebingungan, bukan pula cari mudahnya saja dengan bersikap fanatik terhadap satu pola pikir tertentu. […]

    wil said:
    5 Desember 2008 pukul 00:01

    contoh islam fanatik i2 d kmps kuuuuuuuuuuuuu
    tmnku yg beragama kristen nilainya dpt D…pdhal anknya pintr n rajin….udh gt udh sp berulang2 tp tetap saja….
    udh gt tgl 25 desember,,,,,,masuk kulia boooooooooooooooooooo

      M Shodiq Mustika responded:
      12 Desember 2008 pukul 03:57

      @ will
      25 desember masuk kuliah? di kampus mana? siapa dosennya?

    Dudi Musalima said:
    13 Mei 2009 pukul 13:27

    Islam itu unique, satu dan satu-satunya yakni yang diturunkan Allah dari sejak nabi Adam AS hingga (terus diperbarui kemurniannya) zaman Rasulullah SAW.
    Yang macem-macem itu penganut (ummat)nya, ada yang meringan-ringankan (sangat menyederhanakan dan cenderung meremehkan urusan) ajaran/syariat Islam, seperti yang diyakini oleh sebagian besar pemberi comment disini. Ada yang bersangat-sangat (seperti khowarij dan jama’ah tabligh). Dan yang benar adalah yang moderat (yang hanya mencukupkan diri dari apasaja yang didatangkan dari rasulullah SAW, tidak kurang tidak lebih).
    Jadi sebagai ajaran dan pegangan hidup (diin) Islam adalah mutlak kebenarannya, dan tidak ada label ini itu. Titik selesai

    Bima said:
    30 Mei 2009 pukul 17:22

    kenapa ya banyak orang seperti itu pak??

    padahal kita ini bukan makhluk yang sempurna….
    Qur’an Sunnah memang wajib…
    tapi terlalu banyak orang2 yang bersikap berlebihan thdp agama…

    saya sampai merasa sedih kehilangan teman yang tidak terima keberadaan pacaran…
    saya sudah menjelaskan secara baik…
    namun, dya tetap tak ingin jadi sahabat saya….
    hanya karna dia tahu sekarang saya sudah punya pacar…
    (T-T)

    Juwono adyo susmito said:
    5 Juli 2010 pukul 09:46

    MEREKA MENGHANCURKAN IMAGE BAIK ISLAM!!!! GARA2 MEREKA ISLAM DIANGGAP AGAMA YG BODOH!? (Contoh:Neil armstrong mendengar adzan d bulan) Dunia baran tertawa terbahak2 mendengarnya…SIAPA LAGI PENGARANG CERITANYA SELAIN ISLAM FANATIK!!

    indah decky said:
    21 Juli 2010 pukul 20:08

    q bngug ne law pljran agama……

    ridwan said:
    12 September 2010 pukul 08:19

    Assalamualaikum.. Saya pernah merasakan itu:-) dihujat setelah keluar dari perkumpulan mereka. Begitu jg teman2 saya yang keluar dari organisasi yang ilegal di sekolah saya. Kami di SMS hujatan. Dan kami lapor pada wakasek di sekolah kami. Dan mereka terkejut. Subhanallah… Semoga saudara kita ini dibukakan hatinya untuk mendalami nash – nash dalam kehidupan ini. Agar selalu bersatu dan memahami antara muslim dan non muslim!! Berusaha yang terbaek adalah hidup seorang muslim sejati. Wassalam

    ridwan said:
    12 September 2010 pukul 08:26

    senyum

    ridwan said:
    12 September 2010 pukul 08:28

    keegoisan akan membawa hal2 yang tak diinginkan. Baik di dunia maupun di akhirat

    Heru Tokek said:
    28 Desember 2010 pukul 23:21

    Islam itu baik…hanya saja oknum oknum nya yg brengsek…aku pernah dihujad sebgai individu tidak bermoral..di lingkungan tempat kerja karena sholatnya blum lempeng….fanatik plus munafik..ini yg bikin negara ini rusak..semakin taat ibadah..seharusnya dapat memberi teladan dan berkah buat lingkungan sekitar….

    khelelebz said:
    12 Februari 2011 pukul 16:34

    no comeng ah daripada salah2 kata :P

    MURYANTO said:
    7 Juni 2012 pukul 09:15

    Yang jelas Tampil Beda and ke Arab Araban biar diliat Orang Paling TAKWA..

    guardianrenz said:
    15 Maret 2013 pukul 02:08

    izin menambahkan gan… biasanya gol2 itu terbentuk juga karna bid’ah yg terlalu ekstrim.

    namun Bid’ah yang didiamkan oleh rasul itu bukankah tidak apa2.. misal : pemushafan al-quran

    ya klo mnurut saya banyak berbagai perkembangan di dunia ini yang Bid’ah… dari perkembangan teknologi, informasi dan lain sebagainya,, klo islam menganggap semua itu bid’ah, maka akan semakin banyak orang yang tidak mau masuk islam,, karna di anggap islam tidak toleransi dan tdak menghargai sesuatu yang ada…

    sebenarnya,, ini ujian buat umat islam,,, harusnya umat islam itu bisa bersatu, jgn terpecah belah…. perang pemikiran / gzul fikri ini memang sgt pelik buat kita semua…

    smg para Ulama Indonesia,, tetap pada ajaran As-sunah wal jama’ah,, karna itulah yg di inginkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.Bid’ah yang didiamkan oleh rasul itu bukankah tidak apa2..

    ya klo mnurut saya banyak berbagai perkembangan di dunia ini yang Bid’ah… dari perkembangan teknologi, informasi dan lain sebagainya,, klo islam menganggap semua itu bid’ah, maka akan semakin banyak orang yang tidak mau masuk islam,, karna di anggap islam tidak toleransi dan tdak menghargai sesuatu yang ada…

    sebenarnya,, ini ujian buat umat islam,,, harusnya umat islam itu bisa bersatu, jgn terpecah belah…. perang pemikiran / gzul fikri ini memang sgt pelik buat kita semua…

    smg para Ulama Indonesia,, tetap pada ajaran As-sunah wal jama’ah,, karna itulah yg di inginkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s