Konsultasi: Cara “melupakan” si dia

Posted on

Tanya:

Assalamu’alaikum warahmatullah ustadz. Saya mau konsultasi. Saya suka sama seorang ikhwan.tapi…sekitar 2 minggu yang lalu dia meninggal karena kecelakaan.sampai sekarang saya belum bisa melupakan dia.saya masih sering nangis kalau ingat dia.seakan saya nggak rela atas semua yang terjadi.dia adalah seorang ikhwan yang benar-benar baik dan sholeh.saya amat mengaguminya.lalu bagaimana caranya supaya saya bisa lupa dia? dalam hati saya masih sangat rindu padanya.terkadang saya ingin sekali bertemu dengannya walau hanya dalam mimpi.tapi saya tahu…apapun yang masih saya harapkan padanya takkan mungkin terjadi.apa saya belum ikhlas melepasnya?lalu bagaimana caranya supaya saya tidak terlalu memikirkannya? Terima kasih.wassalamu’alaikum warahmatullah.

Jawab:
Waalaikumsalam warahmatullah. Saya bisa merasakan perasaanmu, ketika kehilangan seseorang yang sangat kita cintai, kagumi dan sayangi.

Untuk bisa 100% ikhlas itu, dibutuhkan waktu. Semakin dalam perasaan kita, maka semakin banyak waktu yang kita butuhkan untuk bisa ikhlas sepenuhnya. Jadi, kamu gak perlu terlalu menyalahkan diri apakah sudah ikhlas atau belum. Yang paling penting, kamu terus berusaha meningkatkan keikhlasan.

Untuk “bisa lupa dia” dan “tidak terlalu memikirkannya”, saya sarankan agar kamu menjalankan lima macam langkah berikut:

  1. Akuilah terlukanya perasaan kehilangan
    Sebaiknya kita mengakui dan menerima kenyataan bahwa dia telah tiada. Sebagai manusia biasa harus kita akui bahwa kita bisa terluka oleh rasa kehilangan, termasuk kehilangan si dia. Di samping mengaku langsung kepada Tuhan, kita bisa mengakui terlukanya perasaan kita kepada diri sendiri dan terutama kepada orang yang kita percaya. Curhat atau konsultasi yang telah kau lakukan ini merupakan langkah awal yang tepat untuk mengobati rasa sakitnya kehilangan dia. Tinggal melakukan langkah-langkah berikutnya.
  2. Lepaskanlah emosi negatif secara positif.
    Secara positif itu maksudnya: yang membuat diri tenang, nyaman, sehat, dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Misalnya: [a] menangislah secukupnya untuk redakan perasaan yang sedang berkecamuk di hatimu, [b] bersalatlah atau berdo’alah kepada Allah, [c] di buku harian (diary) tulislah “Dear diary, sejak 2 minggu yang lalu dari kepergiannya, aku merasakan betapa sakitnya hatiku, betapa sedihnya diriku. Aku merasa tak ingin ia pergi jauh dariku. Andainya saja aku bisa memilih, aku ingin ia tak pergi dari hari-hariku.”
  3. Tenangkanlah gejolak jiwa secara sehat
    Melepaskan emosi negatif, secara positif sekalipun, terkadang belum memadai untuk melepaskan jiwa dari belenggu luka hati karena kehilangan dirinya. Sebab itu, kita butuh langkah lain, untuk menenangkan gejolak jiwa ini. Cara yang paling efektif adalah disesuaikan dengan kepribadian masing-masing. Bagi yang religius, berserah diri kepada Allah swt. Bagi yang menginginkan sehat, berolahraga bisa tenangkan gejolak jiwa.
  4. Gairahkanlah diri dengan keceriaan
    Perasaan sedih kala kehilangan dirinya, itu suatu kewajaran. Namun bila kita terus berlarut-larut dalam kesedihan, tentu hal ini tak kan bisa menghapus kesedihan kita. Maka cobalah untuk bersikap ceria. Tersenyumlah untuk menampakkan wajah keceriaan hingga membuatmu merasa benar-benar bisa untuk ceria kembali.
  5. Terimalah kegagalan sebagai peluang belajar
    Terimalah dan akuilah kegagalanmu dalam memiliki dirinya untuk jadi pasanganmu.
    You know, orang yang mengakui kegagalannya dalam bercinta lebih mudah bangkit menuju terjalinnya hubungan cinta lain yang lebih baik. Oleh sebab itu, daripada mengucap kata-kata penyangkal kegagalan, lebih elok kita kemukakan ungkapan-ungkapan yang bernada menerima kegagalan. Umpamanya: “kegagalan adalah pelajaran menuju kesuksesan…” Kita menganggap perginya seorang yang kita cintai di masa lalu sebagai tahapan menuju terjalinnya hubungan cinta lain yang lebih indah.
About these ads

38 thoughts on “Konsultasi: Cara “melupakan” si dia

    joe_hanazawa said:
    12 Juli 2007 pukul 19:05

    saya yakin Allah punya rencana atas segalanya ,

    Be Strong ya Mbak….

    ovi said:
    30 Agustus 2007 pukul 13:33

    assalamu”alaikum wr.wb
    saya ingin konsul ttg mantan pacar saya…
    saya pacaran dgn dia baru 3 minggu,, saya putus dg dia krn terpaksa, ortu saya tdk setuju krn hasutan seseorg yg mngkn tdk suka dgn saya..
    sya sudah mencoba menjelaskan kpd org tua saya, namun beliau tdk mempercayai saya, dan tetap melarang saya berhub dg dia,,
    awalnya saya emosi, tapi saya mencoba untuk mengikuti apa yang dinginkan org tua saya,,
    akhirnya kami pun putus,,itu dengan sangat berat hati,krn saya bnr2 sayang dgn dia,,
    3bln berlalu sampai skrg saya sulit sekali melupakan mantan saya itu,klau teringat dg mantan saya,, ingin mengingat2 perbuatan jahatnya kpd saya,tp dia g pernah menyakiti saya,,,hingga saya menjalin hubungan dg seseorg,,namun tetap sulit,,
    kadang saya merasa bersalah dg pacar saya saat ini,saya blm bisa mencintainya,,padahal dia begitu sayang dan perhatin kepada saya…
    apa yang harus saya lakukan???saya bnr2 sangat bingung…..
    terima kasih

    wassalamu”alaikum wr wb

    wa’alaikum salam wr wb
    Untuk kurang kebingungan, silakan simak http://pacaranislami.wordpress.com/2007/07/09/bila-ibu-tak-meridhoi-pilihan-anda/ dan http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/17/cara-%e2%80%9cmelupakan%e2%80%9d-si-dia-2/
    wassalam…

    ian said:
    7 November 2007 pukul 09:17

    assalamu’alaikum wr.wb
    saya ingin berkonsultasi dgn ibu
    Saya hubungan dgn cewek udah 4 tahun,dan selama itu dia pernah mutusin saya dgn alasan yang nggak jelas, dan tahunya dia punyak cowok lagi tapi kalau putus dgn baik-baik nggak apa-apa tapi dia menghinaku karena waktu itu aku masih kuliah dan belum bekerja,dia minta balikan lg karen saya sayang bangt ama dia jadi saya terima dia,tapi tahunya dia melakukan kesalahan yang sama, Ibu saya harus bagaimana saya sangat sayang banget ama dia dan yang paling membuatku salah adalah saya telah melakukan hub dgn dia layaknya suami istri.dan baru satu hari mutusin saya dia udah punyak cowok lagi.

    Tanggapan Admin:
    Tunggu ‘bentar ya! Insya’Allah Pak Shodiq akan jawab tak lama lagi.

    M Shodiq Mustika responded:
    8 November 2007 pukul 19:19

    @ ian

    wa’alaykum salam wr. wb.

    1) Tampaknya kau menyesal “telah melakukan hub dgn dia layaknya suami istri”. Baguslah. Untuk selanjutnya, gunakan jurus-jurus penangkal zina. Lihat http://gaulgayarasul.wordpress.com/2006/12/30/5-jurus-jurus-penangkal-zina/

    2) Jika sudah putus dengannya, maka apakah dia sudah ataukah belum punya pacar lagi, itu bukan urusanmu. Biarkan saja.

    3) Kalau kau sakit-hati karena merasa dikhianati, percayalah bahwa masih ada banyak cewek lain yang lebih menghargai amanah dan kesetiaan. Perluaslah pergaulan!

    4) Bila dia melakukan “kesalahan yang sama”, maka instrospeksilah juga. Apakah kau tidak pernah melakukan “kesalahan yang sama” kepadanya (dan kepada orang lain)?

    5) Hubungan selama 4 tahun itu tergolong lama. Jadi, wajarlah apabila kau membutuhkan waktu yang lama untuk “melupakan” si dia. Tak perlu cepat-cepat cari pengganti dirinya. Sabar, ya!

    aisizi said:
    11 Februari 2008 pukul 11:35

    Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

    shelly said:
    17 April 2008 pukul 14:23

    assalamualaikum…,,saya merasa sanagat sedih sekali untuk itusaya ingin konsultasi,,sebelimnya saya ingin bertanya bagaimana supaya saya menjadi orang yang ikhlas dalam menerima sesuatu apalagi dalam hal percintaan,,saya menyukai seseorang ,dia adalah kakak kelasku dan sebentar lagi dia akan pelulusan,,aku tidakmau terlarut dalam kesedihan….,,,dan bagaimana supaya hati saya menjadi tenang dan menjalani semuanya dengan ikhlas..,,oh iya sayabelum mengertiapa itu cinta yang sebenarnya.terimakasih

    […] Di bawah ini, silakan sampaikan saran atau jawaban terhadap pertanyaan tersebut. […]

    neeta said:
    9 Mei 2008 pukul 09:16

    Assalamualaikum wrb????

    saya mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di jakarta jurusan manajemen.
    saya sudah 2 tahun di tinggalkan seseorang yang saya cinta.dia telah meniggal dunia pada tahun 2005.
    samapi saat ini saya belum bisa melupakan dia.dan sampai skrg ini saya belum punya percaya diri untuk mendapatkan dan membri cinta pada seorang laki- laki.karena saya trauma dgn masa lalu saya.
    tolong bantu saya untuk menjadi wanita yang bisa menerima kenyataan dan ikhlas menerima coban dan dapat mengembalikan kepercayan diri saya yang hilang.
    terima kasih

    rashel said:
    19 Mei 2008 pukul 15:33

    ass ustad
    saya sudah coba lakukan semua yang tertera diatas
    tapi ga da satupun yang bisa hapuskan rasa sayang saya pada dy
    apakah terlalu naif saya berfikir dya jodoh saya? karena saya pernah mendengar kata2 dari salah seorang ustad “kalo rasa cinta kita begitu dalam kita rasakan pada seseorang dan kita juga telah minta petunjuk pada ALLAH mungkin dya adalah jodoh kita

    ustad tolong bantu saya
    walopun saya tau yang bisa membantu diri saya adalah diri saya sendiri

    Tanggapan Admin:
    Jawabannya di http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/22/konsultasi-masih-mencintai-mantan-pacar/

    DINA said:
    28 Mei 2008 pukul 11:13

    ass ww…
    mba,kita akhwan yang senasib… hanya saja aku kehilangan ikhwanku yang mengajak aku ta’aruf karena beda usia. padahal bulan depan kami berencana tukar cincin dan akan menikah setelah idul fitri 1429H…..
    ALLAH punya rencana yang lain,mba…
    wass ww

    Nita said:
    15 Juni 2008 pukul 20:45

    Assalamu alaikum
    bagaimana jk org itu msh hdp??
    dl aku prnh sk sama tmn SMP aku,, tp udh 2 thn ga ktmu,, nth knp aku msh sk sm dia
    dan skrg aku ingn mnganggp dia sbg tmn aku,,
    krn aku tak mw sk sm dia lg,,
    sprtinya cape sk sm org

    M Shodiq Mustika responded:
    16 Juni 2008 pukul 06:27

    @ Nita

    1) Cara-cara tersebut berlaku pula bila si dia masih hidup.

    2) Supaya tidak capek, jangan pusatkan perhatian pada satu orang saja. Bagikan perhatian kepada yang lain, disamping kepada si dia.

    Agung said:
    29 Juni 2008 pukul 20:52

    allow,,,nie aq Agung,,aq udah pcrn slma 1bln,awaly sie asyk2 ja,,,tp stlah 2mggu hbngn’aq s5 dy jd ruyam,,,,aq sndri jg g tau knpa dy bs brubh s5 aq,dy sllu cuek s5 aq,pdhal appun yg dy mnta sllu aq pnuhi,,,skrng aq lg ptah hati bwnget…………gmna sie cra nglupain dy……………

    putra said:
    31 Juli 2008 pukul 19:48

    Assl. saya mahasiswa perguruan tinggi di jember. saya menjalin hubungan selama kurang lebih setahun ini dengan seorang cewk yang juga adek kelas saya. selama setahun ini hubungan kami hanya manis awalnya aja, tapi ketika dipertengahan jalan hubungan kami udah mulai banyak yang negganggu mulai dari orang yang meneror dia sampek masalah keluarganya sendiri yang terkadang hanya mslh kecil tapi dia udah anggep mslh yg bsr bgt, bhkn sampai imbasnya saya dicuekin selama hmpr 2 bln n akhrnya diputusin sm dia, dengan alasan dia pengen sendiri dan pgn konsentrasi kuliah demi orangtuanya.
    saya bnr2 frustasi waktu itu, kok tega2nya dia kyk gt, pdhl saya gak kurang2nya kasih perhatian sm dia, tp dia kok g pnh ngerti saya sama skl.
    tp untungya krn saya sayang dia bgt sl 2 bln saya brthn menunggu n ksh di \a perhatian trs mnrs n akhrny blkn lagi.
    nah skrg mlh diputusin lagi sm dia dgn alsn yg sama jg. pusing aku?????????????????

    selama ini ktk saya frustasi, saya selalu mcb mndktkn diri sama Allah SWT , juga mnt pndpt orng lain, saya bnr2 fresh lg, tp knp cm smntr aja ya saya merasa spt itu, pdhl saya pgn bnr2 tenag entah itu dengan saya bertahan dengan dia atau saya konsentrasi aja sm pekerjaan saya skrg dan menanti jodoh lain yg lebih baik dan pastinya lebih saling mengerti ??????????
    saya bnr2 pusing n bingung belakangan ini, karena benar2 mengganggu pekerjaan saya

    agoes said:
    18 Agustus 2008 pukul 13:24

    ass, aq pnya msalah ni tlong donk kasih solusi nya. gni lo aq tu sulit bnget nglupain dy pdhal dah sngat jlas dy dah g suka ma q, critany dlu tu kami bhagia bnget sling mmbutuh kan saling mngucap janji nmun pda akhir ny dy hrus pndah rumah k lain kota, nah tlah bbrpa mnggu dy tu msih sring komunikasi ma aq tp tlah bbrpa bulan dy dah g hub aq lg n klu aq hub dy dy pasti cuek ma aq, trus pda akhrnya dy blang ma aq klu dy dah g syang ma aq lg, tlah tu aq ptus asa n sulit bnget nglupain dy, knnga2 yg indah tu slalu ja tringat, gmn ya cra nglupain dy tlong donk

    M Shodiq Mustika responded:
    24 Agustus 2008 pukul 02:45

    @ Agung, putra, agoes

    Bukankah artikel di atas sudah menerangkan cara “melupakan” si dia?
    Bagian manakah yang kurang jelas?

    casro said:
    19 Februari 2009 pukul 19:06

    mas Sodiq, tentang cewek 15tahun yang aku sukai itu… jujur aku masih ingin selalu dekat dengan dia, aku nasih sering gelisah memikirkannya. aku hanya bisa dekat dengan keluarganya, dan dia sendiri masih menganggap aku saudara..
    apakah aku harus bilabg terus terang dengan ibunya? kalau aku serius… aku kerja sbgaaiguru wiyata SD, andai saja aku kemarin diterima cpns aku pasti akan ngajak dia tunangan… tolong jawab ya mas

    M Shodiq Mustika responded:
    19 Februari 2009 pukul 22:35

    @ casro
    Baguslah kau sudah akrab dengan keluarganya. Kau bisa tanya, mereka ingin si dia menikah pada usia berapa. Menurutku, usia 15 pada zaman sekarang ini terlalu muda untuk memikirkan pernikahan.

    avriel said:
    15 April 2009 pukul 16:49

    kok g lngkap gt che tipsnx?

      avriel said:
      15 April 2009 pukul 16:50

      em
      g ad lgsng tnya jwb yacdh
      tipsnx krng ocy
      ]

      M Shodiq Mustika responded:
      15 April 2009 pukul 18:08

      @ avriel
      Silakan sampaikan masukan atau pun pertanyaan supaya lebih lengkap.

    […] 1) Tak perlu bersusah-payah untuk melupakan dia. Berserah-dirilah kepada Allah SWT. Biarlah Dia yang menentukan apakah dia akan terlupakan olehmu ataukan tidak. (Untuk memulihkan hati yang terluka, silakan simak “Konsultasi: Cara “melupakan” si dia“.) […]

    […] 4. Kau tidak perlu berusaha melupakan dia. Berserah dirilah kepada Tuhan. Biarlah Dia yang menentukan apakah dia sebaiknya terlupakan olehmu ataukah tidak. Sementara itu, sertailah sikap tawakkal ini dengan ikhtiar-ikhtiar seperti yang kupaparkan di postingan “Konsultasi: Cara ‘Melupakan’ Si Dia“. […]

    […] 4. Kau tidak perlu berusaha melupakan dia. Berserah dirilah kepada Tuhan. Biarlah Dia yang menentukan apakah dia sebaiknya terlupakan olehmu ataukah tidak. Sementara itu, sertailah sikap tawakkal ini dengan ikhtiar-ikhtiar seperti yang kupaparkan di postingan “Konsultasi: Cara ‘Melupakan’ Si Dia“. […]

    […] 5. Mengenai cara yang ampuh dalam keadaan “darurat” begitu, silakan simak saran-saran di “Konsultasi: Cara “melupakan” si dia“ […]

    Ardiyansyah said:
    4 Juni 2009 pukul 10:11

    hudhud berkata,
    “ketahuilah, kecintaan mu terhadp mawar adalah kecintaan yg palsu, janganlah engkau terpesona akan keindahan lahiriyah, mawar hanya merekah pada musim semi, begitu tiba musim gugur mawar akan menggugurkan kelopaknnya, ia akan mentertawakan cintamu”

    jika target kita dalam hidup adalah memperoleh kecintaan manusia, kita akan memperoleh kekecewaan… hal ini seperti yg krn kecintaan mahluk bersifat sementara dan temporer.. eric Froom menulis “MUNGKIN SUDAH WAKTUNYA KITA BERI TAHU MEREKA BELAJAR MENCINTAI”

    ukhti..belajarlah mencintai ALLAH sepenuhnya, mencintai segala keputusanNYA, mencintai Segala KetetapanNYA,..
    sebagaimana ALLAH telah mencintaimu dengan mengurus segala kebutuhanmu, memberikan makan kamu, memberikan apa yang baik untukmu…karena kecintaan ALLAH kekal apabila kita mencintainnya dan berusaha menjaga cinta kita padanya dengan perbuatan kita

    dalam hal memberikan yang terbaik ALLAH memberikan tidak secara cuma2 dan diberikan atas dasar kehendakNYA,
    layaknya membuat pedang yang tajam harus diolah oleh api yang panas dan ditempah oleh penempah yang ulung….ukhti…. engkaulah pedang itu….jangan keraskan dirimu padahal ALLAH ingin melembutkanmu melebihi helaian kapas dengan rahasia2NYA
    dan berprasangka baik kepadaNYA karena DIA mengikuti Prasangka hambanya…
    dan sesungguhnya segala kebaikan terhimpun ada padaNYA
    LAILAHAILLALLAH SUBHANAL QADIRIL MUQTADIR
    LAILAHAILLALLAH SUBHANAL QARIBIL HASANAT
    LAILAHAILLALLAH SUBHANAL WALIYYIL HASANAT
    LAILAHAILLALLAH SUBHANA RABBIL MALAIKATI WARRUH

    titi said:
    20 Juni 2009 pukul 20:08

    maaf jika saya konsultasi disini…
    assalamualaikum wr. wb….. slam tuk semua..
    saya pernah berpacaran lewat telpon. selama 1 tahun lebih hingga sekrg saya masih ragu apakah dia masih cinta tau tidak,… tapi, jujur walau saya belum pernah bertemu tapi sya sayanggggg kali ma dia…..
    akhirnya terjadilah hal seperti sekrg ini. sekrg dia jarang menghubungi saya,. kadang sya tanya ma dia. dia bilang tidak cinta lagi. akhirnya saya iklas dan sabar, saya tidak da hubungi dia lagi. akhirnya 3 minggu kemudiaan dia menghubungi sya…. dia bilang masih sayang sama sayang, tapi hubungan itu cuma berlalu dua hari, akhirnya dia bilang g suka lagi sma sya. hingga waktu berlalu 3 minggu, sya hubungi dia. sya tanya knpa begini. akhinya dia bilang , saya tentu tau jawabannya krna saya dah dewsa…. akhirnya sya iklas lagi. tanpa saya hubungi dia lagi… akhirnya dah tiga minggu dia ngubungi saya lagi…… dia bilang masih sayang.. tapi saya dengar dari kwan nya dia dah punya pacar lagi….
    skrg sya ragu apakah dia cinta tau tidak… saya bingung….. kalo saya pergi saya takut dia akan terluka kalo dia masih cinta… tapi kalo sya tunggu. sya jg ragu kalo dia g cinta….

    saya mintak tolong agar hati yang galau ini bisa ceria kembali. maksih seblumnya.

    maaf jika kata2 nya kurang enak di baca :) wa’alaikumsalam wr. wb..

      M Shodiq Mustika responded:
      27 Juni 2009 pukul 16:42

      @ titi
      Wa’alaykumussalaam.. Dalam komunikasi bermedia, kemungkinan terjadinya salah-paham sangatlah besar. Saranku, perbanyaklah komunikasi tatap-muka.

    Endrikho said:
    13 Agustus 2009 pukul 13:03

    Assalamu’alaikum warahmatullah ustadz
    saya juga mau konsultasi
    saya saati ini sedang mempunyai inceran seorang cewe
    nah ampe sekarang dia seperti udah ngasih sinyal tapi setelah beberapa minggu kita saling sapa2 an
    ga taunya dia malah deketin seorang cowo yg itu temenb gwe sendiri

    saya mau tanya gimana ya supaya dia cinta sama saya
    dan melupakan pacar dan mantan2nya yg ,lain
    terimakasih

      Bams Winarso said:
      13 Agustus 2009 pukul 16:18

      Endrikho
      apakah kau yakin dia telah benar2 memberi sinyal?
      ini dialami oleh banyak orang, ketika seorang cewek tersenyum dan memandang kita, lantas kita berkesimpulan dia suka dan menaruh hati sama kita.
      Hati-hati, ini bisa membuat kita tertipu oleh anggapan kita sendiri.
      Shodiq.com’s Public Relation

    Devi Novida said:
    12 November 2009 pukul 08:56

    klo kita sayang sama seseorang . tapi masih ada yg sayang lagi sama dia yaitu Allah SWT .

    sabarr iaa mba’ .

    awal said:
    13 November 2009 pukul 18:41

    smgoga Allah memberikan yang terbaik kpdQ……………………,Dia maha mengetahui…..segalanya

    Takwil Mimpi Yang Tak Seindah Impian « Suara Mustika said:
    9 Desember 2009 pukul 20:16

    […] 5. Mengenai cara yang ampuh dalam keadaan “darurat” begitu, silakan simak saran-saran di “Konsultasi: Cara “melupakan” si dia“ […]

    jodie said:
    23 September 2010 pukul 12:05

    asslmkm,
    emang butuh waktu untuk melupakan seseorang yg pernah benar2 kita cintai apalagi sudah berhubungan terlalu jauh (hubungan suami istri) di tambah lagi bila si dia masih berstatus istri/suami orang lain, yang sedang menunggu proses untuk cerai, apalagi bila kita yang di putuskan secara sepihak, karena alasan yang tidak jelas, tetapi itulah jalan cerita yang tak akan kita ketahui akhirnya bila kita tidak mengalaminya.
    Kecewa, sakit hati, sedih, dan terluka dalam satu kata tak bisa terungkapkan.
    Bagaimana kita bisa mengucap ikhlas dengan ikhlas????
    Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan kita, dan memberi petunuk taubat pada kita agar kita bisa bahagia dunia dan di akhirat nantinya….
    waalaikumslm

    isti said:
    17 Maret 2012 pukul 19:33

    assalamualaikum

    saya ingin curhat dan meminta saran. awalnya hubungan kami hanya berteman, karena digoda oleh teman2 satu jurusan… lama kelamaan kami menjadi dekat (*tapi tidak pernah terucap kami berpacaran, krn dia tidak pernah meminta saya menjadi pacarnya). dia sangat serius dengan saya, bahkan ingin melamar saya. saya pun juga sebenarnya begitu. jika dia benar2 serius dengan saya, saya bersedia menikah dengannya, walaupun kami belum lulus kuliah. namun, setelah 1 semester dia mendekati saya, tiba-tiba saja perhatiannya dia menghilang. saya baru menyadari klo saya sangaat mencintai dia. akhirnya saya memberanikan diri untuk mengatakan bahwa saya menyukainya. namun dia mengatakan “maaf, untuk saat ini, dia tidak bisa”. dia bilang, dia capek krn tdk pernah mendapat perhatian dari saya. saya tidak bisa memberi perhatian lebih kepadanya krn tidak adanya status tersebut. walaupun sebenarnya dia tahu, saya juga mencintainya. padahal…dia sangaat sekali mendapat perhatian dari saya

    dia merasa capek, karena dia sangat berharap saya orang yg tepat buat dia, namun saya tidak pernah memberikan perhatian padanya. apalagi, baru saya ketahui klo dia punya masalah dgn keluarganya. dia ingin punya sandaran hidup selain dari keluarganya, yaitu dari saya.. tapi saya tidak bisa memenuhi harapannya. itulah alasan dia capek, sangat kecewa

    dan dia bisa mengatasi rasa kekecewaannya terhadap saya dengan melakukan kegiatan yg disukainya, sehingga dia meminta saya untuk menjadi temannya saja. saya hanya bisa pasrah dan ingin memenuhi permintaannya. tapi sudah 2 bulan kejadian “penolakan”nya itu… masih blm ikhlas juga hati ini. setiap hari masih selalu teringat dia, masih selalu menangis. krn ini adalah pengalaman cinta pertama saya merasa dicintai-mencintai (*saya berumur 25th, perempuan) dan saya sangat yakin dengannya

    bagaimana caranya supaya saya bisa ikhlas menerima ini, dan rela melepas dia?
    terimakasih

    Wassalamualaikum

    widya said:
    9 Oktober 2012 pukul 12:45

    hubungan kami sudah gak jelas.saya satu kantor dengan dia
    saya ingin menjauh dari dia,,dia memang baik tp cara berteman dia dgn teman2 perempuannya,,lah kelewat batas bagi saya…saya sangat sulit menjauh dari dia
    keluarganya juga tidak suka dengan saya,,krn fisik saya tidak selevel dengan mereka

    Zoey Fajar said:
    11 November 2014 pukul 01:47

    asslmkm,

    emang butuh waktu untuk melupakan seseorang yg pernah benar2 kita cintai apalagi sudah berhubungan terlalu jauh (hubungan suami istri) di tambah lagi bila si dia masih berstatus istri/suami orang lain, yang sedang menunggu proses untuk cerai, apalagi bila kita yang di putuskan secara sepihak, karena alasan yang tidak jelas, tetapi itulah jalan cerita yang tak akan kita ketahui akhirnya bila kita tidak mengalaminya.
    Kecewa, sakit hati, sedih, dan terluka dalam satu kata tak bisa terungkapkan.
    Bagaimana kita bisa mengucap ikhlas dengan ikhlas????
    Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan kita, dan memberi petunuk taubat pada kita agar kita bisa bahagia dunia dan di akhirat nantinya….
    Ni pertanyaan mas jodi. sama percis dengan yg saya alami skarang,
    tapi saya sudah siap lahir batin buat nerimain smuanya..
    dia mutusin tanpa sebab yg jelas, tp saya msh mencintai nya.
    yg harus saya lakukan skrang bagaiamana? sayah bingung .
    waalaikumslm

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s