Jujurkah Buku Terjemahan Gema Insani Press?

Seorang blogger misterius melontarkan sebuah tuduhan serius mengenai adanya terjemahan hadits yang kurang teliti atau tidak jujur. Begini ceritanya:

 

Pada mulanya ia mendapati kutipan terjemahan sebuah hadits sbb:

 “Dari Anas r.a. dikatakan bahwa Ummu Sulaim menggelar tikar [dari kulit] untuk Nabi saw., kemudian beliau tidur [siang] di atasnya. Anas berkata: “Ketika Nabi saw. tidur, Ummu Sulaim mengambil keringat dan rambut beliau, lalu mengumpulkannya dalam suatu bejana, kemudian menghimpunkannya ke dalam wewangian ….” (HR Bukhari dan Muslim) 

Terjemahan Hadits tersebut tercantum di buku Abdul Halim Abu Syuqqah, Kebebasan Wanita (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), Jilid 2, Cetakan Kedua, hlm. 315-316, yang kami jadikan rujukan. Sang blogger misterius menuduh bahwa terjemahan tersebut kurang teliti atau tidak jujur. Alasannya, dia menjumpai terjemahan lain sbb:

 

Hadis Anas r.a: Sesungguhnya Nabi s.a.w pernah datang ke rumah Ummu Sulaim dan ingin beristirahat yaitu tidur siang di rumahnya. Ummu Sulaim lalu meletakkan hamparan dari kulit sebagai alas tidur Nabi. Manakala di saat tidur itulah baginda mengeluarkan banyak keringat. Ummu Sulaim lalu mengumpulkan keringat tersebut kemudian mencampurnya dengan minyak wangi dan memasukkannya ke dalam botol-botol kecil. Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada Ummu Sulaim: Apa ini? Beliau menjawab: Keringat kamu. Aku mencampurnya dengan minyak wangiku.(HR muslim no 4287)  [Saat tuduhan tersebut dia kemukakan, sang blogger misterius tidak menjelaskan terjemahan lain ini dari mana. Apakah terjemahannya sendiri ataukah terjemahan dari buku terbitan mana?]

 

Alasan lainnya, dia menyatakan:

 

Penjelasan terhadap hadits ini dapat kita baca di kisah islam, dimana dikatakan “suatu ketika Rasulullah tidur siang di rumah Ummu Sulaim. Karena Ummu Sulaim adalah wanita yang bersahaja, maka ia hanya punya tikar kulit sebagai alas tidur Rasulullah. Karena hawa yang panas, Rasulullah berkeringat hingga membasahi tikar itu, lalu beliau bangun. Melihat tikar yang penuh keringat tadi, segera Ummu Sulaim mengambil sebuah botol lalu dengan susah payah ia memeras tikarnya dan menampung keringat nabawi itu dalam botolnya. Melihat ulahnya, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasalam bertanya keheranan, “Apa yang sedang engkau lakukan?” “Aku sedang mengambil berkah yang keluar dari tubuhmu,” jawab Ummu Sulaim. Diriwayatkan bahwa Ummu Sulaim kemudian mencampurkan keringat Nabi tersebut dalam wewangiannya.”

 

Jadi, menurut sang blogger misterius, kelirulah terjemahan Gema Insani Press (GIP) yang menyatakan, “Ketika Nabi saw. tidur, Ummu Sulaim mengambil keringat dan rambut beliau,…” Menurut sang blogger, yang benar adalah bahwa seusai Nabi saw. bangun dari tidur, Ummu Sulaim “memeras tikarnya dan menampung keringat nabawi itu….”

 

Pertanyaan kita: Apakah terjemahan GIP di atas tadi keliru (lantaran kurang teliti atau tidak jujur)? Kalau iya, kita mestinya menghubungi penerbit tersebut supaya melakukan revisi. Kalau tidak, mudah-mudahan sang blogger misterius berbesar-hati memohon maaf kepada pihak GIP karena telah melontarkan tuduhan yang keliru.

 

Sekarang, marilah kita periksa. Ketika kita menjumpai dua terjemahan yang berbeda (misalnya antara versi GIP dan versi sang blogger misterius) dari hadits yang sama, apa yang sebaiknya kita lakukan? Sekurang-kurangnya ada dua pilihan: [1] mencari penjelasannya dalam ‘dongeng’ yang mudah kita jumpai (misalnya di kisah islam) atau [2] merujuk kepada teks aslinya (dalam kitab hadits berbahasa Arab).

 

Langkah mana yang sebaiknya kita pilih? Sang blogger misterius memilih menempuh pilihan pertama, sedangkan kami memilih yang kedua.

 

Di kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, kami menjumpai hadits yang bunyinya:

 

‘An Anasin anna Umma Sulaymin kâna tab-su-thu lin Nabiyyi (saw) nith-‘an fayaqîlu ‘indahâ ‘alâ dzâlikan nith-‘i. Qâla: fa-idzâ nâman Nabiyyu (saw) a-kha-dzat min ‘araqihi wa sya‘rihi fajama‘at-hu fî qârûratin tsumma jama‘at-hu fî sukkin wa huwa nâ-imun. (Shahih Bukhari, Kitab: Memohon izin, Bab: Orang yang mengunjungi suatu kaum, lalu tidur di tempat mereka, jilid 13, hlm. 312. Shahih Muslim, Kitab: Keutamaan-keutamaan, Bab: Harumnya keringat Nabi saw, jilid 7, hlm. 82.)

 

Di situ tertulis “fa-idzâ nâman Nabiyyu (saw) … wa huwa nâ-imun.” Artinya, “Ketika Nabi saw. tidur … dan beliau [masih] tidur.” Tertulis pula, “a-kha-dzat min ‘araqihi wa sya‘rihi”. Artinya, “mengambil keringat dan rambut beliau”.

 

Jadi, terjemahan Gema Insani Press terhadap hadits tersebut sudah cukup teliti dan jujur. Adapun terjemahan dari sang blogger misterius dan ‘penjelasannya’ di kisah islam ternyata kurang teliti (apabila memang merupakan terjemahan dari hadits yang sama, sebagaimana menurut sang blogger), sehingga perlu direvisi.

 

Wallaahu a’lam.

14 pemikiran pada “Jujurkah Buku Terjemahan Gema Insani Press?

  1. Tentunya tidak ada terjemahan yang sempurna. Namun menuduh terjemahan sebagai “kurang teliti” tanpa pemeriksaan terhadap teks aslinya (dlm bhs Arab) justru menunjukkan kurang jujurnya sang penuduh.

  2. Sebaiknya tampilkan tuh teks arabnya!! biar kita2 yang meluruskan..!! hehe…., masa kasih komentar dan menyalahkan tanpa menunjukan teks aslinya… apa kurang pede! pake dong nahwu sorof balahgohnyeee….

  3. Pak Shodiq, tetaplah rendah hati. Tak perlu ikut-ikutan sombong seperti Jazariyah itu. Kalau dia tidak mau bertobat, biar saja dia rasakan azab Allah Yang Mahaagung.

    Transliterasi teks Arab dalam huruf Latin di blog yang berformat Indonesia seperti ini sudah memadai dan mudah dipahami. Apalagi oleh orang yang memang mengerti bahasa Arab.

    Pak Shodiq tak perlu bersusah-payah lagi menampilkan teks Arabnya. Pembaca yang penasaran dengan teks Arabnya bisa menelusuri sendiri rujukan yang telah disebutkan.

  4. Alangkah baiknya bila Jazariyah lah yang menayangkan teks Arabnya di blognya sendiri. Setelah itu, kita usulkan supaya Ustadz Shodiq membuat link-nya ke situ, sehingga kita semua bisa mengaksesnya dengan mudah.

  5. Terkadang kita diperkenankan sombong, karena ada kata-kata bijak sombong pada orang yang sombong adalah sodaqoh, tapi bukannya aku menuduh ada yang sombong di blog ini, kayaknya semuanya orang-orang yang sholeh, atau setidaknya bercita-cita masuk surga….
    Ngomong2 sudah pada punya maktabah asy-syamilah atau shamela belum ? seharusnya para penulis buku2 islami punya dan menjadkannya referensi dalam mentahqiq dan menelusuri kebenaran sebuah teks atau manuskript yang bersangkutan dengan buku yang ia karang.
    Berisi 2500-an judul atau sekitar 12.000 jilid, gratis dan mudah digunakan, kitab2 kuno maupun kontemporer tersedia dengan searching engine yang cepat dan copy paste yang enak.
    Ayo pada lomba, cepat2an menampilkan teks arabnya….
    heheeee…(lagi kena sawan malas….) paling seminggu lagi kalo masih diberi panjang umur….
    Sekalian lair batin mohon maaf bagi yang merasa tersinggung dengan “kesombongan saya”….. (..kan 10 hari lagi lebarannn…., tolong yaaa.. dimaaafin… :-)

    Jazariyah

  6. Aku pikir hadis itu mungkin hanya sebagian redaksinya saja yang diambil, para penulis Timur Tengah sudah terbiasa melakukan hal seperti itu. Penulis asli mungkin memang hanya menulis sebagian dan tidak menulis sepenuhnya.
    Aku justru hal lain dari buku-buku terjemahan secara umum, banyak terjemahan yang NGAWUR. Aku juga tahu siapa penerjemah buku-buku Gema Insani, Pustaka Al-Kautsar, dan Penerbit-penerbit Islam di Indonesia lainnya. Mereka banyak memakai penerjemah dari mahasiswa-mahasiswa yang lagi kuliah di univ-univ timur tengah, seperti al-Azhar, dan lain-lainnya. Secara akademis memang mereka punya prestise akademis tersendiri, tapi secara kualitas terjemahan 200% mereka tidak bisa dijamin bagus dalam hal ketatabahasaan Indonesia, bahkan dalam kualitas bahasa Arab juga. Ini sudah menjadi rahasia umum di dunia penerbitan Islam.
    Hal lain yang aku ingin kritik adalah, PENERBIT BUKU-BUKU ISLAM INDONESIA KEBANYAKAN MEREKA ADALAH MALING HAK CIPTA ULAMA-ULAMA TIMUR TENGAH. Gema Insani adalah salah satu penerbit besar, namun kebesaran itu banyak dibangun dari TRADISI MALING HAK CIPTA. Sehingga penerbit-penerbit Timur Tengah yang membeli Hak Cipta itu dari penulis aslinya banyak yang sedih melihat kondisi penerbitan Islam di Indonesia.
    JADI, APA YANG DIBANGGAKAN DARI SEBUAH NAMA BESAR YANG DIBANGUN DARI BARANG CURIAN???

    Ditunggu tanggapannya boss…

  7. @ Jazariyah
    maktabah gratis, mau dong! bagaimana cara mendapatkannya?

    @ Taufik
    slam kenal kembali

    @ Juzur
    Ana juga sedih sedih melihat kondisi penerbitan Islam di Indonesia pada umumnya.

  8. pada dasarnya saya nggak setuju ada hak cipta segala……
    tapi saya juga paling benci orang yang mengkomersialkan karangan orang lain…..
    walau demikian saya suka orang2 yang dengan rela membiarkan hasil karyanya tersebar dengan gratis dan membiarkannya mampu mengenyangkan perut2 orang lainnnn….

    barokalloohu liman shonafa wa rodhiya bin nasyri majaanan…..

  9. yang mau maktabah syamilah bisa kirim alamat lewat sms ke 085215695370, insya alloh cd/dvd akan segera dikirim dalam waktu tidak genap seminggu….
    hanya dibebani ongkos ganti cd/dvd dan ongkos kirim setelah barang tiba dan dicoba, lewat tansfer…. swerrrrrlah.

    1 dvd = 2000-an
    bea pos kilat khusus = 5000-10000 seindonesia…

    jadi, pingin pintar, nggak perlulah….komentar yang enngggak enggak….

Sampaikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s