Fatwa MUI: Golput haram, rokok makruh-haram. (Aneh dan kontroversialkah?)

Posted on Updated on

Baru saja MUI keluarkan fatwa yang agak sensitif. Ketua Komisi Fatwa MUI Sumatera Barat Gusrizal Gazahar mengatakan, ulama sepakat memutuskan golput hukumnya haram jika ada pimpinan yang dipilih memenuhi syarat. Sebaliknya, bila ada seseorang yang tepat untuk menjadi pimpinan tetapi pemilih memutuskan Golput hukumnya juga haram. “Dalam Islam, memilih pimpinan itu wajib, asal[kan] pimpinan yang dipilih itu memenuhi persyaratan,” kata Gusrizal. (Sumber: Tempo Interaktif)

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ali Mustafa Ya’qub menjelaskan, ijtimak ulama memutuskan merokok hukumnya ’’dilarang’’, yakni antara haram dan makruh. Maksudnya, hukumnya “makruh” bagi orang-orang pada umumnya, tetapi haram bagi orang tertentu atau dalam keadaan tertentu. Yang diharamkan merokok adalah “ibu-ibu hamil, anak-anak, di tempat umum, dan pengurus MUI,” katanya di aula Perguruan Dinniyah Putri, Jalan Abdul Hamid Hakim, Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), Ahad (25/1). (Sumber: Riau Pos) (Catatan: Makruh itu sendiri terdiri dari dua macam: [1] makruh yang dekat dengan halal dan [2] makruh yang dekat dengan haram. Dalam fatwa MUI ini, hukum rokok adalah makruh yang dekat dengan haram.)

Mungkin ada tidak sedikit diantara kita (termasuk diriku) yang merasa kecewa dengan fatwa-fatwa MUI tersebut. Namun menurutku, kita perlu menghargai ijtihad para ulama kita itu.

Bahwa hasil ijtihad mereka tidak sama dengan hasil ijtihad ulama di negeri-negeri lain, itu wajar saja. Ijtihad memang memungkinkan perbedaan pandangan. (Lihat postingan “Mengapa Ulama Berlainan Pendapat“.)

Seandainya hasil ijtihad mereka itu benar dalam pandangan Allah, pahalanya dua. Kalau salah, pahalanya satu. Nah, kalau Allah saja menghargai hasil ijtihad dengan pahala, tidakkah kita mestinya juga menghargai hasil ijtihad itu?

  • **Untuk penelusuran lebih lanjut di WordPress.com, these are the most relevant links. ( Show the most recent. )

 

27 January 2009 by Yusuf KS on COLORS OF JOHOHOHO…!!!
…  Ijtima Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia 2009 telah menetapkan 24 fatwa baru. Beberapa di …  hukumnya adalah haram! Dalam kalimat lain (detik.com) : Golput haram hukumnya bila masih ada pemimpin yang layak pilih. Bila tidak ada …  memaklumi para ulama zaman dahulu yang memberi fatwa hukum rokok itu makruh karena keterbatasan pengetahuan tentang rokok pada saat itu, …

27 January 2009 by elfatih2007 on Perindu Kebenaran
…  musyawarah ijtima’ fatwa Majelis Ulama Indonesia di Padangpanjang, Sumatera Barat yang berakhir Senin kemarin, MUI akhirnya memfatwa kan haramnya golput . Umat Islam diwajibkan memilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.  …  nyelenehnya Lembaga ini, disamping memfatwa kan haramnya rokok . Maka jauh-jauh sebelumnya Nabi Ibrahim as sebagai uswatun hasanah/suri …

27 January 2009 by Romeltea on ROMELTEA Ideas Center
…  golput haram = golongan hitam wajib/halal? Saat wacana fatwa haram golput menggelinding, saya menulis artikel “Wah, Golput  …  Islam itu fleksibel, luwes, dan luas. Ok deh kalo soal rokok , saya setuju… Tapi soal fatwa haram golput ? Hmm… fatwa yang aneh… …
Tags: Politik, Islam

27 January 2009 by aanpiyut on curat-coret
…  bencana nasional yang ketiga kalinya yaitu keluarnya Fatwa MUI tentang Rokok Haram dan Golput haram. Pada kasus pertama, bancana yg terjadi telah memberikan …

27 January 2009 by koransobek on Koran Sobek
…  telah mengeluarkan Fatwa haram kepada mereka yang  Golput ( golongan putih ) . sebenar nya sikap golput itu adalah bukti bahwa …  yang bertendensi politis karena sudah dipolitisasi. Rokok sudah ada fatwa haram nya lalu sekarang golput juga ada fatwa haram nya …

27 January 2009 by yudhiimam on yudhiimam’s Blog
…  malam kemarin MUI akan mengadakan rapat tentang Fatwa , diantaranya adalah fatwa rokok , yoga dan golput yang diadakan di Padang. Dalam hati saya mengatakan …

…  MUI(Majelis Ulama Indonesia) membuat fatwa baru yang konterversi seperti pelarangan merokok , dilarang GOLPUT (golongan Putih) dalam pemilihan umum dan aborsi di atas 40 …  Terutama Petani Tembakau kalau perusahan dan pencandu rokok   “si ga apa-apa” tapi kalau petani tembakau harus dapet …

…  dan menggugat. Kenapa Forum Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III ini digelar? “Ini berdasarkan ajuan banyak …  ilmuwan, mahasiswa, semua awam? Sementara itu, fatwa rokok . Karena para pembahas yang kebanyakan para ulama perokok , lantas fatwa  …
26 January 2009 by eronian on langgam kinasih mochammad
…  terhangat seputar halal-haram adalah mengenai golput dan rokok . Ada perlakuan berbeda dari MUI dalam penetapan halal-haram kedua hal …  komentar soal yang ini tapi ngomong-ngomong, sudah ada fatwa haram untuk korupsi/suap apa belum ya, he..he.. 3. MUI sangat …

27 January 2009 by Hatim Gazali on Hatim Gazali
…  oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI telah mengeluarkan fatwa haram bagi golongan putih, sehingga umat Islam tidak punya pilihan lain …  proses ijtihad tersebut. Seperti halnya fatwa terhadap rokok . Walaupun MUI telah mengeluarkan fatwa haram terhadap rokok dengan …

20 December 2008 by Hatim Gazali on Hatim Gazali
…  hak tidak memilih (Golongan Putih, golput ) ke dalam bahasa fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Adalah Hidayat Nurwahid yang mula-mula …  nanti. Bukankah MUI telah mengeluarkan fatwa haram bagi rokok , tetapi jumlah perokok di Indonesia tak pernah berkurang secara …

26 January 2009 by abuazmar on Basuki Rahmad’s Blog
…  wong parent-nya sudah jelas hukumnya. Itu kalau mengikuti fatwa bahwa demokrasi tak sesuai dengan Islam. Semoga ada debat terbuka …  mengenai hukum Golput haram ini. Kalau isu haramnya rokok sudah lama berhembus, kalau golput kan berhembusnya bbrp bulan terakhir …

27 January 2009 by arieronaldo on Arieronaldo’s Weblog
…  aja MUI ngeluarin Fatwa haram buat Rokok , Yoga (cuma yang ada bau bau agama laen, yang cuma senam boleh), dan Golput (untuk pemilu 2009) buat rokok MUI mespesifikasi buat anak kecil dan …

26 January 2009 by ruparuparumpi on Ruparuparumpi’s Blog
…  MUI mau ngeluarin fatwa haram lagi nih…gawat…jadi tambah dosa lagi dunk saya kalo melanggar …  banyak pihak yang menyarankan untuk tidak mengharamkan golput . Saya sendiri tidak begitu paham kenapa golput bisa dikategorikan …  fatwa haram golput , disamping fatwa haram lainnya tentang rokok (kalau yang ini dia tidak sewot :D ). Dia bilang : “Ngapain sih …

27 January 2009 by akhta on akhta’s Blog
…  lagi fatwa MUI yang menurut saya setengah hati sebab ada pengklasifikasian dalam …  Jadi segera dikeluarkan undang-undang yang melarang rokok dan memberi sangsi bagi yang memproduksi, mengedarkan, mengkonsumsi dan …  salah dibikin bener. Kalo anda jadi begitu lebih baik saya golput nggak memilih anda sebagai ulama saya lagi. …

27 January 2009 by loperkoran on Catatan harian sang Loper Koran,..
…  ini majelis ulama aneh indonesia ini mengeluarkan beberapa fatwa lucu, halam dan haram [sebelumnya sudah sering, yang lucu2]. Ada fatwa  …  dinegeri ini. Lalu yang paling baru adalah fatwa haram rokok , mungkin secara positif thinking kita bakal setuju benar dengan fatwa  …
Tags: mbanyol

27 January 2009 by abisyakir on LANGIT BIRU Articles
…  kemarin, 26 Januari 2007, TVOne memberitakan keluarnya fatwa haram MUI tentang MEROKOK dan GOLPUT . Fatwa ini dirumuskan setelah MUI …  sekitar 70.000 paper/tulisan yang mengupas tentang bahaya rokok /tembakau bagi kesehatan manusia. Dengan dasar itu, sebenarnya MUI bisa …

23 December 2008 by abisyakir on LANGIT BIRU Articles
…  Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, agar MUI mengeluarkan fatwa haram golput . Hal itu ditanggapi secara vis a vis oleh FPI. FPI menyerukan para …  ya?]. Saya setuju jika MUI menerbitkan fatwa haram rokok , demi kebaikan hidup kaum Muslimin. Saya setuju fatwa itu. Tetapi, …
…  – Memilih dalam pemilu adalah hak bukan kewajiban. Fatwa MUI yang mengharamkan golput selama masih ada calon yang bagus dinilai …  golput MUI tidak ragu-ragu sedangkan saat mengharamkan rokok MUI lebih banyak pertimbangannya. Padahal rokok jelas-jelas membahayakan …

27 January 2009 by deddynoer on Deddynoer’s Blog
…  WIB PADANGPANJANG, MINGGU — Forum Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III memutuskan, merokok hukumnya “dilarang”, yakni …  untuk para petani tembakau, sebab yang diharamkan adalah rokok bukan bahan pembuatnya. Keputusan MUI ini disambut positif Ketua …

27 January 2009 by abes08 on Sugeng rawu
…  MUI kita telah mengeluarkan fatwa baru terkait beberapa hal; rokok , golput , aborsi, pernikahan dini, Yoga yang digelar di Padang, yang melibatkan …

25 January 2009 by abes08 on Sugeng rawu
…  mendengarkan ketok palu dari sang “ulama” seputar rokok dan Goput. Haram kah atau apakah, yang tentunya, akan berimplikasi kepada …  dikerjakan oleh saudara-saudar kita, di Jawa Timur, ketika fatwa haramnya rokok dibarengi dengan penutupan pabrik-pabrik rokok . Bukan …

26 January 2009 by Arif Apriyadi on Kerangka Berpikir Arif Apriyadi
…  fatwa terbaru MUI sudah dikeluarkan, yaitu fatwa merokok dan fatwa golput . Walahpun ada kondisi-kondisi yang berlaku terhadap fatwa tersebut, …  pada Qur’an dan Hadis tidak secara gamblang menyebut bahwa rokok adalah haram. sehingga dalam melihat rokok ini harus digunakan ijtihad. …

26 January 2009 by nirwan on Tukang Ngarang
…  telah Engkau tuliskan…!”* * * Kudukung sepenuhnya fatwa -fatwa “haram-halal” yang akhir-akhir ini rajin dikeluarkan oleh …  justru karena tarik-menarik kepentingan antara perusahaan rokok dan kelompok yang merasa risih karena rendahnya cukai rokok di negeri …

26 January 2009 by meylya on Meylya’s Weblog
…  Persiapan rakernas PDIP yang mulai ramai, hingga soal fatwa haram rokok . Soal rokok pasti kudukung, semata-mata bukan karena tak merokok . Tapi …
Tags: Opini

24 December 2008 by meylya on Meylya’s Weblog
…  yang seperti itu ‘sudah didaftarkan’. Tinggal menunggu fatwa , maka ‘resmi’ sudah julukan sebagai ‘ahli neraka’. …  jumlahnya ‘naudzubillah’ itu akan diberi sanksi sama. Rokok akan diharamkan, tidak dihitung itu merupakan lahan untuk berburu rezeki …
Tags: Opini

26 January 2009 by snedix on Distorsi Imaji
…  dan peci-nya : “Ah maenya golput wae haram! Rokok mah pek wae lah” (Ah, masa golput haram! Kalau rokok mah silakan saja …  saya dengar. Aneh saya pikir, buat apa MUI mengeluarkan fatwa yang begituan ya?. Ternyata ada syarat golput yang digolongkan haram, …

26 January 2009 by syaifuddin on Syaifuddin Blog
…  Persiapan rakernas PDIP yang mulai ramai, hingga soal fatwa haram rokok . Soal rokok pasti kudukung, semata-mata bukan karena tak merokok . Tapi …
Tags: Opini

60 thoughts on “Fatwa MUI: Golput haram, rokok makruh-haram. (Aneh dan kontroversialkah?)

    quantumeconomics said:
    27 Januari 2009 pukul 08:29

    golput haram? MUI ini lembaga apa sih? agama atau politik praktis pemerintah? mohon penjelasan. terima kasih

      M Shodiq Mustika responded:
      27 Januari 2009 pukul 08:37

      @ quantumeconomics
      MUI adalah lembaga agama. Dalam Islam, agama itu mencakup segala bidang kehidupan, termasuk politik praktis.

    MR. TOM said:
    27 Januari 2009 pukul 08:54

    NU menolak fatwa haram rokok? Ya tidak heran karena beberapa tokoh NU dan santrinya adalah perokok. MUI tidak boleh takut pada tekanan-tekanan dari berbagai pihak. Takutlah hanya kepada ALLAH Yang Maha Agung. Masalah orang-orang yang terancam kehilangan pekerjaan adalah urusan lain. Mereka harus belajar bahwa yang memberi rezeki adalah Allah bukan tauke rokok si Aseng, si Abun, Si Ahong….
    Saya cuma bingung mengapa MUI mengharamkan rokok hanya terbatas kepada anak-anak dan ibu hamil? di negara-negara lain Ulama mengeluarkan fatwa haram rokok berlaku ke semua pihak. Dan fatwa itu sudah lama dikeluarkan. Ulama hanya menjalankan tugas yaitu menyampaikan kebenaran atau memberikan peringatan. Apakah masyarakat tunduk patuh kepada Ulama atau sebaliknya adalah perkara lain. Allah subhanu wata’ala telah memperingatkan: “Berilakanlah peringatan, karena iperingatan itu perlu”. Saya adalah mantan perokok berat. Saya perokok selama kurang lebih 20 tahun. Dulunya saya menghisap rokok sebanyak satu slop untuk empat hari. Alhamdulillah Allah – Ar-rahman dan Ar-Rahiim memberikan hidayahnya kepada saya untuk berhenti merokok. Rokok tidak hanya merusak kesehatan tetapi juga mubazir. Mubazir adalah teman syaithan laknatullah alaih. Kepada saudara-saudaraku yg belum bisa berhenti merokok, berusahalah dan berdoalah secara istiqomah. Yakinlah Allah maha Mendengar dan maha Mengabulkan. Jangan malah mencaci para Ulama.

    putirenobaiak said:
    27 Januari 2009 pukul 10:53

    bukan saja soal menghargai, tapi juga memelihara kesehatan pastinya mas…aku malah senang, *tapi ngaruh gak ya?*
    di negeri kita ini orang jarang menghargai orang lain, paling sering seenaknya merokok didepan umum

    reza said:
    27 Januari 2009 pukul 11:25

    MUI wajib memfatwakan wajib hukumnya menolak pemerintahan sekuler ganti dengan pemerintahan islam bukan haramnya golput.

    teserah said:
    27 Januari 2009 pukul 12:17

    sok pinter semua loe

    M Shodiq Mustika responded:
    27 Januari 2009 pukul 12:22

    @ Mr TOM
    1) Terima kasih atas ulasannya.
    2) Di artikel di atas sudah saya ungkapkan bahwa perbedaan hasil ijtihad itu wajar dan telah saya sertakan taut yang menerangkan mengapa bisa berbeda.

    @ putirenobaiak
    Betul. Kalau mampu menghargai fatwa MUI, lebih mudahlah menghargai orang lain, termasuk untuk tidak merokok di depan umum. Mungkin diperlukan fatwa “wajib menghargai orang lain”, ya?

    @ reza
    Bukan hanya ulama-ulama MUI yang berhak berfatwa. Kalau memang memenuhi syarat, silakan berijtihad sendiri.

    parademurka said:
    27 Januari 2009 pukul 12:28

    saya perokok..tapi tidak pernah merokok disekolah(kecuali kampus)..dimasjid..ketika dekat istri..ketika dekat dengan adik or ponakan saya yg masih kecil..tidak pernah merokok di depan orang yg tidak mau saya merokok di depannya…
    bagi saya merokok itu urusan saya..bukan urusan orang lain..

    tentang golput..sebaiknya ga ada fatwa tentang golput..urusan pilihan urusan pribadi masing2..ngapain mui ngeluarin fatwa begituan..mubazir kalo kata komen diatas hwehe..

    annas said:
    27 Januari 2009 pukul 15:34

    duh lagi-lagi duh. saya cuma bersyukur saja, MUI gak browsing internet. Apa jadinya kalo browsing terus pas dibuka liat foto bugilnya sarah-rahma azhari, wah????

    salam dari mansuia anti MUI, http://jejakannas.wordpress.com/

    miko said:
    27 Januari 2009 pukul 17:34

    Kenapa gak dari zaman nenek moyang dulu dilarang merokok….!!!!koq baru sekarang….!!!
    hai MUI, lo fokus aja dulu di agama, jangan mengurus masalah yang lainnya, anda mau mengganti devisa negara triliyunan lebih ….??anda mau memberi makan para pekerja di pabrik rokok….!!!???

    cenya95 said:
    27 Januari 2009 pukul 19:06

    Kasihan yang merokok, harus cari tempat yang bebas dari fatwa MUI.
    Kasihan yang bikin rokok, harus cari pekerjaan baru.
    Hmmm… MUI dapat wangsit dari mana ?
    Meskipun maksud MUI “save our world” atau “save our healt”. Bagaimana dengan agama lain ?
    Jika tidak berlaku bagi agama lain, it’s cool, banyak yang hijrah agama. Bagaimana MUI ?

    Donny Reza said:
    27 Januari 2009 pukul 22:01

    saya kok kecewa ya dengan fatwa MUI yang 2 ini? maunya saya sih … Rokok haram saja, Golput sih pilihan … *padahal udah mau golput* :-(

    irone_s@Yahoo.com said:
    27 Januari 2009 pukul 23:28

    NGROKOK Mti ora ngrokok ya mati………… zo ra………

    irone_s@Yahoo.com said:
    27 Januari 2009 pukul 23:30

    mas MUI mbok yaw…… memaksimalkan barang yang sudah benar2 haram dlu kayak miras dll, ngapa kok repot2 ngaramin rokok ntar piye kalau banyk yg langgar……. opo ra malah ndosani……… yow haram boleh tapi buat kalngan sendiri jgn dipublikasikanlah………

    M Shodiq Mustika responded:
    28 Januari 2009 pukul 00:20

    @ parademurka
    Menghargai orang lain yang tidak merokok seperti itu bagus dan terpuji.

    @ annas
    Wa’alaykumus salam.
    Sebagian ulama MUI tadinya juga merokok dan golput. Tapi keluar juga tuh, fatwanya.

    @ miko
    1) Sebab, baru di zaman sekaranglah berbagai dampak buruk rokok diketahui secara obyektif.
    2) Ya, MUI memang lembaga agama. Namun dalam Islam, agama itu mencakup segala bidang kehidupan, termasuk perkara rokok.

    @ cenya95
    Fatwa MUI itu hasil ijtihad yang merupakan bagian dari hukum Islam. Sasaran seruannya terutama orang Islam itu sendiri.

    @ Donny Reza
    Iya, Don. Aku juga kecewa. Tapi mau bagaimana lagi? Beginilah “risiko” terbukanya pintu ijtihad. Selalu ada kemungkinan muncul fatwa yang kurang sejalan dengan hati nurani kita.

    @ irone_s
    Mengeluarkan fatwa kepada publik merupakan salah satu tugas MUI. Ijtihad dilakukan hanya pada perkara yang belum jelas hukumnya. Kalau sudah jelas, tidak perlu ada fatwa lagi.

    ali said:
    28 Januari 2009 pukul 01:10

    dari dulu saya nggak begitu percaya sama MUI, maaf karena seringnya MUI bersikap kontoversi tanpa mengkaji lebih dalam lagi, padahal masih banyak yang dilakukan MUI demi kemaslahatan umat, demi ukhuwah islamiyah. Kalo merokok haram, maka seluruh pegawai perusahaan, pengecer, dan orang2 yang mendapatkan uang dari hasil berjualan rokok adalah haram dan barangsiapa yang makan dari uang tersebut hukumnya berdosa?????? apapun yang masuk ke dalam perut anak – anak mereka dan istrinya adalah sumber kejelekan (kehancuran)
    GOLPUT kenapa MUI tidak mengeluarkan fatwa bahwa barangsiapa yang belum merasa mampu untuk mendapatkan amanah dari umat sedangkan dia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif maka hukumnya haram dan berdosa besar, tetapi MUI lebih suka mengeluarkan fatwa yang cenderung memihak kelakuan para pejabat kita yang sebagian besar kelakuannya mirip anjing (penjilat) dan anggota DPR/DPRD yang konon katanya terhormat ternyata sebagian besar kelakuannya seperti tikus (pengerat) ataupun para koruptor dengan hukum rajam atau Fatwa yang lebih keras minimal darahnya dihalalkan untuk dihukum mati, tetapi justru mengeluarkan fatwa yang menyakiti rakyat yang selalu diinjak-injak oleh para pemimpinnya.

    daun said:
    28 Januari 2009 pukul 01:14

    Selama ada pemimpin muslim yang baik atau setidaknya mempu membawa kehidupan ke arah yang lebih baik atau setidaknya mempu mempertahankan agar tidak terjerumus ke arah yang lebih buruk dalam kondisi yang sulit ini maka hukumnya haram untuk tidak menconteng pemimpin tersebut. Pastilah ada diantara pemimpin-pemimpin di pemilu yang masih baik atau lebih baik, di antara yang buruk. Daripada nggak justru lebih besar mudharatnya. Dan apabila tidak ada orang baik yang memilih maka yang memilih adalah orang-orang yang buruk, memimipin pemimpin-pemimpin yang buruk pula sehingga arah kehidupan ini akan semakin buruk.
    Tidak ada manusia yang sempurna. Yang penting mereka adalah orang yang mau belajar, terbuka terhadap kritik, dan telah menunjukkan kinerja yang sungguh-sungguh untuk berbuat kebaikan. Justru di sinilah kita diberi kesempatan untuk memilih. Kalo mau memilih yang benar-benar sempurna gak mungkin lah.
    Disinilah fatwa MUI menemukan relevansinya, karena kalo gak dikasi fatwa gini, ummat suka nggak sadar kalo pemilu itu penting. Memang sepertinya mereka tidak mendapatkan hasil secara langsung tetapi coba deh fikirkan, kalo gak ada para pemimpin atau wakil rakyat, bagaimana bisa planning pembangunan, planning kebutuhan rakyat, pengawasan pemerintah, dsb. Memang lagi-lagi gak ada yang sempurna… tetapi sebagai orang yang berpendidikan dan dewasa kita tahu dong partai mana yang anggotanya selama ini relatif suka korup, kkn, amoral, bodoh sehingga tidak amanah, sukanya jalan2 dan bagi-bagi angpao, dsb dan partai mana yang anggotanya relatif bebas korupsi, serius menjalankan amanah, cerdas, berakhlak mulia, dsb.
    Kalo nggak kita yg memilih mereka terus siapa lagi?

    ali said:
    28 Januari 2009 pukul 01:50

    Ali to daun
    saya memang sadar bahwa bahaya laten musuh2 islam untuk mengajak GOLPUT adalah agar umat islam semakin terpinggirkan sehingga mereka (musuh2 islam) dapat menerapkan ajaran2 yang semakin jauh dari Islam dan menghancurkan Islam secara sistemik, yang saya sesalkan kenapa MUI tidak mengeluarkan fatwa yang mengimbangi terhadap fatwa Golput tersebut!!!!
    bukankah sebagian besar (bahkan > 80 %)pemimpin dan anggota legislatif tersebut adalah seseorang yang mengaku muslim tetapi kenyataan yang ada mereka yang korup dan menyalahgunakan jabatannya sebgian besar (bahkan >90%) mengaku muslim

    koranindependen said:
    28 Januari 2009 pukul 04:22

    Cukuplah apa yang sudah diharamkan oleh Quq’an dan Hadits,tidak perlu cari2 yang lain diluar keduanya.
    Lebih baik memperbaiki moral para Pejabat kita yang sebagian besar masih korup. MUI keluarkan fatwa haram kok dekat2 Pemilu, ada apa ?
    Visite kesini http://koranindependen.wordpress.com

    barack omama said:
    28 Januari 2009 pukul 08:03

    kasih kesempatan pada MUI. Ana boleh mengkritik, tp lihatlah akibat rokok? siapa yg mengambil keuntungan? petani tembakau tetapi miskin. Golput? wah kite tinggal di Indonesia tercinta, tp nggak mau kontribusi. weleh weleh weleh. Waspada virus hate’i

    mamas86 said:
    28 Januari 2009 pukul 08:55

    Segala sesuatu yang tadi nya bukan hal yang haram seharusnya sampai kapanpun tidak akan bisa menjadi haram.

    aluwi said:
    28 Januari 2009 pukul 09:08

    Kenapa ijtihad Mui jadi begitu ramai. Kalau MUI itu betul dia dapat pahala sepuluh kali kalau salah dapat satu kali. Kalau mata hati nggak yakin dengan pendapat MUI silahkan berijtihad dengan hati yang ikhlas mengharap ridho Allah. Kalau semua orang itu golput barangkali akan jadi kekisruhan dan ketidak teraturan. Jadi ada pemimpin itu lebih baik dari tidak ada. Kalau menurut pendapat saya menjadi pemimpin itu fardhu kifayah. Kalau tidak ada yang maju jadi pimpinan berdosalah kita semua. Jadi bersyukurlah kita karena ada yang mau jadi pimpinan sehingga gugurlah dosa kita. Kalau kita ragu memilih pemimpin disunnatkan sholat istikharah. Kalau nantinya pimpinan kita yang terpilih melakukan dosa kita wajib mengingatkannya. Bukankah sulit menjadi manusia yang sempurna. Kewajiban kita adalah mengingatkan pimpinan yang berdosa. Bila diingatkan masih saja durhaka biarlah Allah yang akan membalasnya.

    cahayasura said:
    28 Januari 2009 pukul 09:15

    Tentang GOLPUT: Memilih adalah hak sebagai warga negara, dan tidak melanggar hukum negara, MUI ga usah ngurusin yang ini. Apalagi banyak embel-embelnya. Kriteria “kalau ada pemimpin yang pantas” itu menurut siapa? Bagaimana kalo semua tidak pantas?

    Tentang ROKOK: Setuju haram rokok, ga usah pake makruh atau haram dengan embel-embel untuk kalangan tertentu saja. Soal dampak sosial ekonominya, well, FATWA TIDAK BOLEH MEMPERTIMBANGKAN DAMPAK SOSIAL EKONOMI!
    Sebab, sama saja: bagaimana pendapatan para pelacur bila haram berzina? Bagaimana nasib maling bila mencuri haram?
    Itulah gunanya hukum, membatasi yang boleh dan tidak boleh. Tentang dampak soseknya, inilah peluang untuk berkreasi dan improvisasi.
    * Hihihi…, gampang ya ngomong? * :-)

    M Shodiq Mustika responded:
    28 Januari 2009 pukul 09:33

    @ ali
    Usulan “fatwa bahwa barangsiapa yang belum merasa mampu untuk mendapatkan amanah dari umat sedangkan dia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif maka hukumnya haram dan berdosa besar” sangat bagus. Kami mendukung. Silakan sampaikan usulan itu ke MUI

    @ daun
    Mungkin mereka yang memilih golput itu mengharap reformasi atau bahkan revolusi untuk mengubah sistem pemerintahan kita.

    @ koranindependen
    Fatwa itu merupakan hasil ijtihad yang merupakan bagian dari pengamalan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Kalau kita memang benar-benar berpegang pada Al-Qur’an dan as-Sunnah, maka kita pun perlu menerima keberadaan ijtihad.

    @ barack omama
    Ya, sudut pandang orang berlainan. Mudah-mudahan kita tergolong orang yang berpandangan luas.

    @ mamas86
    Hasil ijtihad itu memang dapat berubah ketika ada perubahan tempat atau pun perubahan waktu. Untuk kasus rokok, dulu orang-orang menganggap bahwa keburukannya hanyalah bau yang tak sedap. Kini telah ada banyak penelitian yang obyektif yang menunjukkan banyaknya dampak buruk dari rokok.

    @ aluwi
    Disamping menghargai fatwa MUI, marilah kita juga menghargai hasil ijtihad ulama lain yang berbeda dengan fatwa MUI.

    @ cahayasura
    1) Dalam Islam, politik praktis pun merupakan bagian dari “agama”. Jadi, sudah sewajarnya bila MUI mengeluarkan fatwa tentang hal ini.
    2) Kriteria “kalau ada pemimpin yang pantas” itu menurut siapa? Mestinya, ini juga berada di ranah ijtihad. Mungkin nanti akan ada fatwa baru atau setidak-tidaknya penjelasan dari MUI mengenai kriteria tersebut.
    3) Benarkah FATWA TIDAK BOLEH MEMPERTIMBANGKAN DAMPAK SOSIAL EKONOMI? Dalam ijtihad, segala kemungkinan kemudharatan diperhitungkan.

    Opo jare said:
    28 Januari 2009 pukul 09:35

    Buat bapak-bapak yang terhormat MUI jangan bikin Fatwa yang bikin masyarakat pusing, sebab effek dari fatwa rokok haram adalah buruh rokok…apa bapak-bapak para pembuat fatwa mau ikut tanggung jawab buat ngempani para buruh yang kena phk, sekalian aja itu pabrik yang bikin bir…anggur di tutup sebab sebab itu ngandung alkohol.. mana pernah di senggol ?dan maaf apa bapak-bapak pembuat fatwa udah siap untuk menjalankannya jangan hanya jarkon alias bisa ngomong ndak bisa jalani.

    Salam
    OPO JARE

    marketivatutorial said:
    28 Januari 2009 pukul 09:36

    saya seorang perokok, jujur saja saya juga agak berat menerima fatwa ini. tapi ya sudahlah, saya coba menerima nya dengan ikhlas dan kedepannya akan berusaha untuk mengurangi merokok atau berhenti sama sekali ( walau agak berat juga :( ).

    heri said:
    28 Januari 2009 pukul 11:02

    sempat-sempatnyanya ngumpulin pendapat blogger :mrgreen:

    badmunir said:
    28 Januari 2009 pukul 11:24

    KEPANTASAN TENTUNYA BERDASAR PENILAIAN KITA…
    KALAU KITA ANGGAP TIDAK ADA YANG PANTAS, YA MONGGO TOH UNTUK GOLPUT.
    KALAU KITA ANGGAP MASIH ADA YANG BAIK, YA SILAHKAN PILIH CALON KITA YANG KITA ANGGAP AMANAH TERSEBUT.
    JUSTRU KALAU KITA TAHU BAHWA MASIH ADA CALON YANG PATUT KITA DUKUNG TERNYATA KITA TIDAK DUKUNG, ITULAH YANG NANTI AKAN DIPERTANYAKAN KEPADA KITA (DIAKHERAT).
    KETIKA ADA PERTARUNGAN ANTARA HAQ DAN BATIL, DAN KITA TIDAK MAU IKUT SERTA DALAM MEMBELA YANG HAQ, MAKA JANGAN HARAP YANG HAQ AKAN MENANG, JUSTRU AKAN SEBALIKNYA.
    PENERAPAN HUKUM DI AL QUR’AN JUGA TIDAK SERTA MERTA, ADA BEBERAPA TAHAPAN YANG HARUS DILALUI.
    AMBIL KHUSNUDHON DARI KASUS INI.
    BAHWA MUI DALAM MENGELUARKAN FATWA KARENA KEBUTUHAN. FENOMENA YANG TERJADI DARI BEBERAPA PILKADA, SANGAT BANYAK MASYARAKAT YANG ANTIPATI.

    danang said:
    28 Januari 2009 pukul 11:42

    rokok haram, ya karena faktanya rokok memang berbahaya, sudah banyak korbanya. seharusnya semua pihak berusaha meninggalkan segala hal tentang rokok secara sungguh2 walaupun bertahap. demi kebaikan.

    memilih pemimpin. ya kalau emang tau benar jelas dan yakin ya memilih, tapi kenyataanya tak semua orang tau dan mampu untuk tau calon2 pemimpin itu. jadi daripada salah pilih.

    M Shodiq Mustika responded:
    28 Januari 2009 pukul 12:08

    @ all
    Wah, makin seru nih diskusinya. Silakan dilanjutkan.
    (Maaf, kali ini saya tak sempat menanggapi komentar satu demi satu.)

    Heri Cahyono said:
    28 Januari 2009 pukul 16:27

    Kebetulan saya tinggal di Mesir, disini rokok diharamkan, tapi masih ada juga pabrik rokok dan orang-orang yang merokok. pabrik rokok tetap jalan, cuma mungkin sanksi moral terhadap orang-orang yang merokok saja. Jika MUI mengeluarkan fatwa haram rokok, saya yakin tidak serta merta semua pabrik rokok akan segera ditutup, perlu waktu untuk perubahan, dan itu dari masing-masing individu.

    Golput Haram jika ada calon pemimpin yang memenuhi syarat. memenuhi syarat menurut kriteria siapa ? apakah masing2 pemilih ?

    imoe said:
    28 Januari 2009 pukul 20:24

    iya pak, fatwanya kompromis…nuasa politisnya besar karena kami hadir dalam sidang itu hehehehe

    Pahli said:
    29 Januari 2009 pukul 19:19

    Seharusnya kaum muslimin bersyukur krn MUI sdh memberikan kejelasan ttg hukum merokok, yg dari aspek kesehatan “lebih banyak buruk” daripada baiknya. Ulama bagi kaum muslimin adalah pewaris para Nabi dan kesepakatannya (Ijma’) merupakan salah satu rujukan hukum, selain yg sudah tertera dlm Alqur’an atau Hadits. Oleh krn itu, bagi kita kaum muslimin yg awam dlm hukum Islam, mari kita ikuti sesuatu yang sdh difatwakan Ulama. Jangan terpengaruh oleh suara-2 sumbang yg mendiskreditkan ulama atas keluarnya fatwa haram merokok. Kredibilitas MUI tdk akan berkurang, seandainya fatwanya tdk diikuti ummat. Wong Sabda Allah SWT dalam Alqur’an yang sdh sangat jelas mengharamkan perbuatan seperti mencuri, berjudi, berzinah, minum khamar, suap menyuap, dsb masih banyak dilanggar manusia kok, apalagi fatwa MUI yg tdk ada sanksi dan denda apa-apa. Go MUI go….Yo wis, mau ikut fatwa monggo, gak ikut juga ora opo-opo, is up 2 u, take it easy man……

    [...] Fatwa MUI Terbaru: Golput haram, rokok makruh-haram. (Aneh dan kontroversialkah?) [...]

    Suci Sy said:
    30 Januari 2009 pukul 09:35

    FATWA MUI UNTUK MASALAH GOLPUT DAN ROKOK HARAM,,sebaiknya ditinjau ulang lagi.. yang pertama, masalah “GOLPUT”.. banyak pakar yang memprediksikan bahwa pada tahun 2009, jumlah golput makin meningkat.. pada tahun 2004 saja, golput mencapai 30%..hal ini kenapa???? banyak alasaan yang sebenarnya mesti dikaji lagi.. KENAPA GOLPUT MAKIN MENINGKAT?? KENAPA RAKYAT INDONESIA TIDAK MAU MEMILIH??? apakah karena pada hari itu mereka sibuk kerja??? jawabanya : tidak.. karena kalau mereka peduli siapa pemimpin mereka.. mereka pasti memilih.. mereka akan mengorbankan beberapa menit saja buat memilih.. Lagian toh hari pemilu juga diliburkan..APA ALASAN MEREKA GOLPUT??
    KARENA MEREKA SUDAH TIDAK PERCAYA DENGAN PEMERINTAH,.. MEREKA PERCAYA DENGAN DEMOKRASI TETAPI SUARA MEREKA TIDAK PERNAH DIPERHATIKAN.. MEREKA INGIN HARGA SEMBAKO MURAH?? TAPI MANA?? MEREKA INGIN KESEHATAN GRATIS?? TAPI MANA??? JANJI PEMIMPIN SELAMA INI HANYA TINGGAL JANJI…MANA DEMOKRASI ITU???????????
    KRITERI PEMIMPIN SEPERTI APA YANG MEREKA INGINKAN???????
    JADI SEBAIKNYA MUI MENGKAJI KENAPA BANYAK ORANG LEBIH MEMILIH GOLPUT,,, KARENA MEREKA BOSAN DENGAN SEMUA INI.. BOSAN DENGAN KEJADIAN TERUS BERULANG.. RAKYAT MAYORITAS KITA ADALAH MISKIN… BOSAN DENGAN KEMISKINAN…
    NO BODY PERFECT MAKA BUTUH SISTEM YANG PERFECT

    anak_cerdas... said:
    30 Januari 2009 pukul 21:21

    hayah…jangan aneh2…banyak kq seorang kyai merokok..memang merugikan tapi itu pilihan mereka…pemikiran itu hrs realistis jangan egois..pendapat itu banyak yang nentang…untuk anak muda ga ngefek…mw dosa ato apalah..tergantung bagaimana orang menanggapi…memang mengganggu tapi bwt sebagaian orang itu wajar…trs tentang golput…mereka yang mw milih itu terserah mereka..mungkin utk orang yang kritis akan jawab:1.milih kandidat utk menjadi pemimpin,2.milih ga milih itu hak.karena takut salah mereka ga milih…itu lbh bgs bwt negara dari pada kita milih tapi hasilnya berbeda malah kita menyesal knapa dulu milih…itu semua tergantung HAK..yang HAM…bebas,rahasia,demokrasi…masa reformasi untuk unjuk siapa yang benar…tp jg bisa kalah masa

    [...] Fatwa MUI: Golput haram, rokok makruh-haram. (Aneh dan kontroversialkah?) [...]

    sriyanta said:
    31 Januari 2009 pukul 16:10

    lha kalau mengikuti syariat Islam, sistem demokrasi itu malah haram. Karena tidak memperhitungkan tingkat keilmuan dan pemahaman seseorang, namun hanya mencari yang didukung mayoritas. Apakah mayoritas itu selalu benar?

    arieronaldo said:
    31 Januari 2009 pukul 20:20

    golput itu pilihan… karena wakil yang maju mungkin ga sejalan dengan pikiran pikiran mreka.. jadi mereka memilih untuk tidak memilih… negara tidak bisa melarang seseorang untuk golput.. golput itu adalah proses demokrasi… akan lebih baik seseorang yakin dia abstain (golput) daripada dia asal pilih…

    tisna said:
    31 Januari 2009 pukul 23:43

    merokok yang di haram kan yang seperti apa pengertian dari MUI
    bagi para peroko hendaknya harus memiliki etika tentang bagaimana seharusnya mereka menempatkan diri untuk menghisap sebatang rokok
    seperti: tidak di tempat umum

    marly said:
    1 Februari 2009 pukul 01:32

    Aduhhhhhh melihat MUI sekarang kok kayaknaya jadi pimpal y??

    Yang ga ada di AL_QUR’AN jangan Dan hadis jangan ditambah2 dong?

    INi masalah rokok lah masalah giolput lah?

    Coba MUI LIat dulu Sekarang, Perasaan aku Dari Dulu ROSULULLAH Mengatakan perempuan tidak boleh menjadi pemimpin kok ga ada tanggapan dari MUI y?

    Padahal ROSULULLAH adalah Kekasih ALLAH,

    Padahal sudah jelas hadis nabi

    Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan.”

    Ada lg yang harus MUI Ingat.

    bangsa yang menyerahkan masalah-masalah (kenegaraan dan kemasyarakatan) kepada perempuan tidak akan
    sejahtera/sukses.

    Hadis tersebut dipahami sebagai isyarat bahwa perempuan tidak boleh dijadikan pemimpin dalam urusan pemerintahan atau politik

    Hadis yang dijadikan landasan bagi ketidakbolehan
    kepemimpinan politik perempuan dipandang sudah tidak relevan lagi Oleh MUI.

    Tolong dong MUI dipertegas yang itu?

    Masalah ini yang harus dibahas sekarang oleh MUI.

    Jangan roko dan golput doang yang dibahas.

    M Shodiq Mustika responded:
    1 Februari 2009 pukul 06:19

    @all
    kita tunggu saja hasil nya dari MUI mau bagaimana,,,

    Rahman said:
    5 Februari 2009 pukul 14:14

    Assalamualaikum Wr Wb,

    Mari kita hargai & hormati MUI yang telah berupaya keras untuk membuat/mengeluarkan fatwa untuk umat islam di Indonesia menjadi baik.

    Janganlah berprasangka buruk terhadap MUI kalau mau protes/tidak setuju ya tidak perlu diikuti fatwanya (dosa tanggung sendiri).

    Wassalam.

      M Shodiq Mustika responded:
      5 Februari 2009 pukul 19:31

      @ Rahman
      kita ambil saja hikmah nya dari fatwa yang dikeluarkan MUI
      mungkin memang itu tujuan MUI yang belum kita ketahui
      ingin membuat bangsa kita menjadi bangsa yang sehat
      tapi kembali lagi ke diri kita masing masing ya,,

    steven said:
    6 Februari 2009 pukul 08:45

    bagus sih haram dong

    perry_uwo said:
    7 Februari 2009 pukul 18:44

    kurang kerjaan

    ani said:
    14 Februari 2009 pukul 16:07

    oke memang haram golput kok mau wong diajak golput mau yo jangan hidup di suatu negara hidup sana di bulan apa di mars

    ani said:
    14 Februari 2009 pukul 16:14

    rokok emang harus harammmmm apa sih untungnya?????golput juga emang harus harus haram apasih enaknya jd golput? mentang2 sok bener? apa sok mau jadi pemimpin hahaha golput? hari gini golput? gak jaman kita butuh pemimpin yg merubah wajah Indonesia kita harapan itu msh ada teman mari jgn golput pilih sesuai hati nurani… emang enak jd penduduk ilegal emang sih gak ada yg thu minimal tuhan tahu kita tak berpendirian hehehe

      akbar said:
      12 Mei 2009 pukul 09:49

      baca dulu donk fatwa ulama Asy-Syakh Muhammad Nasharuddin Al Bani tentang PEMILU…disitu ada beberapa point kenapa beliau mengharamkan pemilu….
      Wallahu A’lam

    warna said:
    17 Februari 2009 pukul 19:44

    menurut sy yg bisa mengharamkan kan cuma alloh semata jd tentang GOLPUT haram sy rasa tdak pantas wong di al-qur’an aja ada “barang siapa memilh pemimpin yang salah maka mereka masuk kedlm golongan nya”trus ada lagi hadist rosul”apabila seseorang minta dipilih maka jangan dipilih”

    dir88gun said:
    28 Maret 2009 pukul 09:45

    assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang…
    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    monod said:
    15 April 2009 pukul 13:26

    Kenapa MUI bisanya cuma memperdebatkan masalah – masalahsepele yang sifatnya bersifat sentimen pribadi karena ( lake or dislake ). bisa ngak klo MUI mengeluarkan FATWA yang isinya ” Bagi pejabat negara yang beragama Islam terbukti telah melakukan KORUPSI, WAJIB Hukumnya dihukum dengan hukuman PANCUNG ” itu baru MUI, yes

    akbar said:
    12 Mei 2009 pukul 09:39

    fatwa haramnya rokok itu saya sangat setuju…..deallll….
    fatwa haramnya golput saya sangat tidak setuju karena bertentangan fatwa-fatwa ulama-ulama besar di Saudi….
    dalih MUI juga sangat lemah…..
    bertentangan dengan prinsip demokrasi itu sendiri….katanya bebas..lah koq dipaksa…
    intinya adalah bahwa DEMOKRASI ADALAH SUNNAHNYA ORANG KAFIR…tentunya bahwa sunnah-sunnah orang kuffar sangat tidak pantas untuk diamalkan….
    wallahu A’lam..

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s