Video Porno Terbaru: Adegan Mesum ABG Pelajar SMP di Sekolah

Posted on Updated on

Beberapa bulan yang lalu, beredar luas “Foto Mesum Pelajar SMP Magetan“. Adegan seksualnya terjadi di hotel. Kali ini, pelakunya masih pelajar SMP Magetan. Kali ini, perbuatan mesum itu tidak lagi dilakukan di hotel, tapi diduga dilakukan di sekolah! Kali ini, perbuatan mereka direkam menjadi video porno, bukan lagi foto porno. Kalau sudah direkam, baik dalam bentuk foto maupun video, tiada jaminan bahwa rekaman itu takkan tersebar luas.

Antara News memberitakan:

Masyarakat Kabupaten Magetan, Jawa Timur, digegerkan oleh beredarnya video porno yang dilakukan oleh pelajar, Rabu.

Tayangan berdurasi tidak lebih dari satu menit itu memperlihatkan adegan sepasang kekasih yang telah melakukan perbuatan di luar batas moral.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun ANTARA News, pemeran adegan menghebohkan yang dibuat dan beredar luas melalui telepon seluler itu, diduga dilakukan T (15) warga Dusun Nglorok, Kelurahan Kraton, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, yang merupakan salah satu Siswi kelas IX SMPN 1 Maospati bersama pacarnya siswa salah satu SMU di Magetan yang belum diketahui identitasnya.

Jika melihat latar belakang lokasi pengambilan gambar, diduga adegan tersebut direkam pada salah satu sekolah SMU di Kota Magetan.

Sementara itu, Kepala SMPN I Maospati, Nurkijat Adi Pramono mengaku pihaknya merasa kaget bahwa salah satu siswa-nya melakukan hal terlarang yang melanggar norma agama tersebut.

“Sebagai seorang pendidik, kami tentu merasa kecewa. Meski begitu, pihak sekolah bukan penentu mutlak anak didik tidak berbuat negatif. Faktor lingkungan juga mempengaruhi perkembangan kepribadian anak didik. Namun, bukan berarti pihak sekolah tidak melakukan upaya pencegahan dini tindakan menyimpang dari anak didiknya,” katanya.

Ia menambahkan, adanya praktek semacam itu merupakan buah dari gaya hidup bebas yang meracuni generasi muda, terutama pelajar.

Tentu saja, akan mudahlah bagi kita untuk menuding sesuatu di luar diri kita sebagai biang kesalahan. Namun akan lebih bijaksana bila kita introspeksi diri: Sudahkah kita melimpahkan kasih-sayang yang lebih dari cukup kepada remaja kita supaya mereka tidak mencari “kasih sayang” lain yang tidak semestinya? Sudahkah kita melakukan pengawasan secukupnya? Sudahkah kita mengefektifkan UU pornografi? …. (Silakan menambah.)

About these ads

371 thoughts on “Video Porno Terbaru: Adegan Mesum ABG Pelajar SMP di Sekolah

    AKBP. dwik said:
    6 Februari 2009 pukul 05:34

    Yup..
    Aku setuju koe cak..
    ini akibat pengaruh yg gak bener, kayak blog ini juga..
    Setuju and jos gandos….

    fatma said:
    6 Februari 2009 pukul 11:27

    video222 ne sangat merusak citra anak indonesia karna anak2 masih sekolah sudah melakukan hall2 yang melanggar norma agama ,,seharudnya orang tua lebih brpran aktif dalm memberikan pendidikn kepada anknya dan perhatian yang lebih

      M Shodiq Mustika responded:
      6 Februari 2009 pukul 20:02

      @ fatma & siti fatimah pekanbaru
      iya, memang betul orang tua perlu ikut berperan aktif dalam mendidik anak-anak nya
      dengan ada nya video tersebut itu akan merusak citra anak bangsa indonesia.
      ya semoga saja dengan adanya artikel ini bisa menjadi pelajaran untuk anak-anak serta orang tua agar lebih bijak

    siti fatimah pekanbaru said:
    6 Februari 2009 pukul 11:32

    massyaalah,,prilaku itu kan sungguh bejat dan sangat melanggar norma2 agama seharusnya anak sekolah tidak melakukan hal sebejat itu karna itu akan merusak citra anak bangsa dan dirinya sendiri dan mungkin itu jga karena kurangnya perhatian orangtua dalam memberikan pendidikan dan perhatian yang penuh

      ricky said:
      19 Maret 2009 pukul 16:42

      ya.. itu benar sekali, anak jaman sekarang sangat beda jauh dengan anak zama dulu….

        hari setiawan said:
        9 April 2009 pukul 16:41

        hy….? gadis blh knln

        ricko said:
        27 April 2009 pukul 19:50

        memang pelajar sekarang mah bkny ngurusin plajaran sekolah malah ke hotel rabi-rabian/ngantot. orang tua y gmna sich g bsa ngurus ank apa

    endang said:
    6 Februari 2009 pukul 11:36

    sebenarnya see gak masalah. asalkan pandai bertanggung jawab ntarnya.dari itu berfikir pakai O dulu sebelum berbuat jangan pakai D, oky

    jurnalis said:
    6 Februari 2009 pukul 17:33

    kemajuan syahwat membawa mudarat

    doi said:
    7 Februari 2009 pukul 22:13

    menmgapa gambar porno marak? karena dilarang, sehingga semakin penasaran. Tul nggak…………..

    Hesti Susilo(Citra Marga) said:
    13 Februari 2009 pukul 10:57

    Masya Allahurobbi,baru smp selaput darah udah robek,mending kalo si pelaku cowok mau bertanggungjawab ,kalo enggak gimana?.Kan ceweknya yang rugi.Mungkin karena namanya SMP (Sekolah Mencari Pacar) dan SMA ( Sekolah Membuat Anak ) jadi anak2 dan remaja makin berani mengekspresikan sahwatnya.Ini tidak bisa diteruskan.Bubarin tuh sinetron yang mengumbar seks semata.Setuju?????

      M Shodiq Mustika responded:
      13 Februari 2009 pukul 13:17

      @ Hesti Susilo(Citra Marga)
      iya, saya juga mikirnya ngeri banget yah
      anak SMP kok sudah begitu gimana nantinya??jadi tanya besar
      dalam hal ini pengawasan orang tua sangat diperlukan, supaya si anak tidak terjerumus ke hal yang negatif
      setuju lah………………:)

    ebenhaizer said:
    15 Februari 2009 pukul 06:47

    semua ini terjadi karena pergaulan dan lingkungan aja.. hati2 dengan pergaulanmu… ingat bahwa “pergaulan yang buruk, dapat merusak kebiasaan yang baik” ingat pesan ini… stop to drugs! stop to free sex! say NO to them!

    M Shodiq Mustika responded:
    15 Februari 2009 pukul 06:53

    @ ebenhaizer
    “pergaulan yang buruk, dapat merusak kebiasaan yang baik”
    aku setuju dengan mu, memang dampaknya banyak sekali
    orang yang tadi nya baik, kalu sudah mengenal hal yang negatif akan susah menghindarinya lagi
    usahakan kita agar tidak terjerumus ke hal-hak yang negatif………amien

    diazhandsome said:
    15 Februari 2009 pukul 14:31

    udah gak bener aja tuh orang… ckckck…

    semoga gw gak keikut budaya gitu… amin~

    salam kenal… main balik juga boleh… http://diazhandsome.wordpress.com

      M Shodiq Mustika responded:
      15 Februari 2009 pukul 21:52

      @ diazhandsome
      amien…..iya salam kenal kembali yah…:)

      @ adit
      terapkan lah kehidupan secara islami agar hal semacam itu tidak terjadi
      generasi muda kan harapan bangsa, kalau sudah begitu apa yang mau di harapkan??
      salam kenal yah…:)

    roberthendrik said:
    15 Februari 2009 pukul 18:53

    gileee, ada2 aja, makin populer, pengen jadi artis ya, ga kesampian, jadinya bikin video porno dhewe, ada2 aja

    adit said:
    15 Februari 2009 pukul 21:30

    Mungkin itu bagian dari kebebasan berekspresi, heh… hee… Kalau dikecam dan dikritik nanti jaringan liberal pada protes lagi. Bisa-bisa kita dinilai lagi tidak demokratis, otoritarian, radikal dan fundamental. Tapi kalau pemikiran liberal mau diikuti, bisa-bisa derajat kemanusiaan kita lebih hina dari binatang. Sebab hanya binatang yang dihalalkan seks bebas, meski tidak dapat aborsi, tidak homo dan tidak lesbi.

    Seks bebas yang melanda generasi muda tidak terlepas dari sistem pendidikan dan pemerintahan yang liberal-sekuler. Untuk megembalikan harkat dan martabat kemanusiaan pada derajat yang lebih tinggi solusinya hanya dengan menerapkan syariah Islam di semua sektor kehidupan. Wallahu a’alam.

    amir said:
    18 Februari 2009 pukul 11:23

    orang tuanya sudah benarkah memberikan pendidikan agama dan akhlak yang baik?
    guru-gurunya sudahkah memberikan pengawasan yang baik ketika diberikan amanah oleh orang tuanya untuk menjaga anak tsb saat di ekolah?
    kalau semua sudah diberikan yang terbaik.. apa mau dikata manusia berusaha, setan menggoda dan iman yang bicara..

    julpan said:
    18 Februari 2009 pukul 16:59

    Massya allah..
    gimana nanti kedepan kalao
    anak didik kita yang masih pentil
    udah tau mesum aduh…
    bagaimana negara kita ini nantinya
    peran orang tua sangat menentukan moral anak dimasa depan

      M Shodiq Mustika responded:
      18 Februari 2009 pukul 19:58

      @ julpan
      aku setuju denganmu
      peran orangtua sangat menentukan masa depan anak2 nantinya
      kalau sudah begini jadinya, bangsa ini mau berharap apa?
      bukannya mereka adalah harapan bangsa nantinya?

    julpan said:
    18 Februari 2009 pukul 17:08

    subhannallah…
    semoga allah mengampuninya…
    wahai saudaraku janganlah kamu lakukan
    perbuatan yang tercela…
    apalagi ni masih smp bukan itu yg harus diketahui…cari ilmu yang utama agar kamu bisa jadi orang berguna

    roberthendrik said:
    18 Februari 2009 pukul 17:39

    ada beberapa hal yang “MENDORONG” terjadinya suatu “PELANGGARAN”

    1. Terlalu banyak faktor pendukung, misal. film2 porno da media yang terlalu bebas
    2. TERLALU DIKEKANG, sehingga rasa ingin tahu YANG BERLEBIHAN muncul

    menurut saya, di Indonesia kedua hal ini terjadi.
    1. Masuk era globalisasi, internet marak…
    2. Budaya timur yang “SOPAN” dan rasnya “TABU” membicarakan SEX..

    Septian Hermawan said:
    20 Februari 2009 pukul 14:05

    Semakin parah saja mutu pendidikan di Indonesia, kita patut prihatin. Masa anak SMP sudah berani kayak gitu?? Bagaimana kalo dah lebih gede lagi. Ya khan?

    wjeki said:
    20 Februari 2009 pukul 14:25

    memanglah dunia memang dah dipenuhi nafsu setan…..hey manusia sadarlah…bertobatlah dan kembalilah ke jalan Tuhan….?

    zeista said:
    21 Februari 2009 pukul 12:24

    hm….
    perilaku seks, karena hal tersebut tidak diajarkan dan sangat tabu.
    kalo dari kecil sudah diajarkan mengenai seks, dampaknya dan kapan tepatnya untuk melakukan seks tersebut… ini adalah hal yang bijaksana.

    karena anak2 selalu mencari hal2 yang baru, jangan sampai hal-hal yang baru tersebut malah didapat dari temannya yang “rusak” lebih baik kita yang mengajarkannya… sehingga kita bisa mengarahkannya ke arah yang benar.

    just my opinion..

    my blog –> http://zthinkz.info (come n commnet)

      lucky said:
      5 Maret 2009 pukul 00:26

      upz bener bgt kata lho anak sekarang lok dilarang malah menjadi,so kita harus memberi contoh kepada mereka.

    datubolon4d said:
    21 Februari 2009 pukul 19:02

    klo udah melakukan hal yang senono, lebih baik di nikahkan aja ketimbang hamil dini.B-)B-)B-)B-)

    restava said:
    22 Februari 2009 pukul 10:19

    hanya kekurangan kasih sayang…atau kekurangan pengetahuan tentang teknologi? masing-masing dari kita semua tahu jawabnya….

    dicky said:
    22 Februari 2009 pukul 10:38

    menurut saya porno itu enak dilakukan tapi ga enak kalo sdah trjadi TOP MARKOTOP

      monok said:
      22 Februari 2009 pukul 10:46

      makn nya jgn skli brbat keji krn prbtan itu dilarang sama allah swt dan sndri nya akn mnjd org yg ga pny pkrn,,porno itu enak di pandang tapi ga enak dio perang

    Admin said:
    22 Februari 2009 pukul 15:09

    ada aja, mesum lagi – lagi lagi mesum..

    salam,

    http://bursasepatu.wordpress.com

    http://planetshoes.wordpress.com

    Baso Basri said:
    22 Februari 2009 pukul 15:11

    astagfirullah halazim..
    mau jadi apa anak bangsa kita ini

    mardian999 said:
    22 Februari 2009 pukul 17:13

    MANUSIA BANYAK KURANG DIDIK BAGI ORANG TUANYA SENDIRI,DISAAT MALAM MINGGU REMAJAS SESUKS DIA BAWAH DAN MEMULANG KAN KERUMAH SAMPAI JAM 10 MALAM INI LAH YANG MERUSAK GENERASI MUDA MUDI KITA,

    omiyan said:
    23 Februari 2009 pukul 16:45

    hhmm entah siapa yang salah dan benar tapi perannya Agama sangat penting

    iwanmalik said:
    24 Februari 2009 pukul 15:39

    Budaya indonesia adalah budaya latah (gampang meniru-niru/ikut-ikutan) sesuatu kejadian. Kejadian (kasus) mesum, dukun cilik (ponari) dll maka besok-besoknya akan ada kejadian yang serupa, lagi dan lagi…..

    http://iwanmalik.wordpress.com

    Info Pendidikan & Wirausaha

    Salam

    bursabukusolo said:
    24 Februari 2009 pukul 15:59

    Kira-kira, pertanda apa ini ya, kang? Atau, mungkin si perempuan sewaktu kecil nggak di khitan? karena, yg saya baca di buku “Misteri Dibalik Khitan Wanita”, salah fungsinya untuk menstabilkan libido wanita. sayangnya, diindonesi, khitan wanita kurang semarak. sehingga, nafsu sexualnya tidak terkendali.
    mari kita sukseskan “Khitan Anak Perempuan”.
    Sudahkah Putri Anda dikhitan?
    Sudahkan Anda baca buku Mesteri di Balik Khitan Wanita?
    Kunjungi : http://www.bursabukusolo.wordpress.com

      M Shodiq Mustika responded:
      24 Februari 2009 pukul 17:49

      @ bursabukusolo
      Pendapat ulama bermacam-macam mengenai khitan wanita. Kami sendiri tidak mengkhitan putri kami karena menghormati haknya terhadap tubuhnya sendiri. (Jangankan khitan, daun telinganya pun tidak kami lubangi (untuk anting-anting) dengan alasan yang sama, yaitu menghormati haknya.) Namun kalau dia sudah dewasa dan berkemauan untuk berkhitan demi kebaikannya, kami takkan melarangnya.

    b4go35 said:
    24 Februari 2009 pukul 16:20

    zaman sudah mendekati kiamat rek…zinah bukan lagi barang tabu tapi sudah menjadi barang obralan…bisa didapatkan dengan mudah oleh masyarakat tentunya dengan media hp, situs porno, vcd porno bajakan dll…mudah2an kita semua diberi kekuatan iman..amien

    bursabukusolo said:
    24 Februari 2009 pukul 19:29

    Khitan adalah syariat Allah dan Rasul-Nya yang telah ditetapkan bagi umat Islam. Syariat khitan berlaku untuk anak laki-laki dan anak perempuan. Soal hukum wajib dan sunnahnya menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Rasulullah n bersabda, “Fitrah itu ada lima, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak” (HR. Bukhari : 6297, dan Muslim : 3/257).

    Syariat Khitan Wanita Digugat!

    Telah terjadi polemik hebat tentang perlukah anak perempuan dikhitan? Para ulama kontemporer dan para ahli medis banyak yang menolak dilaksanakannya khitan pada anak perempuan. Sedangkan para ahli fiqih dari empat imam madzhab bersepakat tentang legalitas khitan wanita dalam syariat Islam. Buktinya, kitab-kitab kalangan ahli fiqih empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) menyebutkan perbedaan pendapat seputar status wajib atau sunnah­nya khitan bagi wanita. Tak satu pun dari mereka yang ber­pendapat haram atau makruh.

    Namun, pada zaman ini banyak kalangan yang menolak disyariatkannya khitan wanita. Khitan pada anak laki-laki disinyalir sangat bermanfaat, sedang khitan pada anak perempuan dianggap tidak bermanfaat, bahkan sangat berbahaya secara medis. Banyak kalangan pula yang menganggap khitan wanita itu melanggar hak asasi manusia (HAM), karena salah satu fungsi khitan wanita adalah untuk mengurangi nafsu seksual pada diri kaum wanita, yakni dengan memotong selaput di ujung klitoris yang bentuknya seperti jengger ayam jantan, sebagai salah satu organ seksual wanita yang sangat sensitif.

    Majalah Ayahbunda edisi no. 18/1-14 September 2005, pernah menurunkan tulisan berjudul “Stop Sunat Anak Perempuan”. Harian Kompas pernah menurunkan tulisan Hj. Tuti Astiyah Gunadi (bekerja di Bandung, Jawa Barat) dengan judul “Khitan Pada Bayi Perempuan, Sangat Berbahaya!” (Compas Cybermedia). Harian Surya juga menurunkan berita bertajuk “PBB Melarang Khitan Wanita” (Februari 2008).

    Pemerintah Mesir pernah melarang pelaksanaan khitan wanita, walaupun disinyalir itu karena tekanan dari pihak luar. Terbukti, ketika larangan itu dicabut, muncul reaksi keras dari pihak luar Mesir. Surat Kabar Al-Ahram, edisi 27/8/1997, menurunkan tulisan bertajuk, “Kementerian Luar Negeri AS Meminta Pemberlakuan Kembali Larangan Khitan bagi Wanita.” Surat Kabar Al-Akhbar, edisi 12/8/1997, terpampang judul, “PBB Menentang Khitan Wanita.” (Dr. Maryam Ibrahim Hindi, Khitanul Inats)

    Mengapa mereka ‘mengharamkan’ khitan wanita? Padahal, banyak hadits dan atsar yang mengisyaratkan legalitas khitan wanita dalam syariat Islam.

    Khitan Wanita Disyariatkan!

    Para ahli fiqih berbeda pendapat perihal hukum khitan. Di antara kalangan yang berpendapat wajibnya khitan bagi laki-laki dan wanita adalah Asy-Sya’bi, Rabi’ah, Al-Auza’i, Yahya bin Sa’id Al-Anshari, madzhab Syafi’iyah dan Hana­bilah. Imam Nawawi mengatakan, “Menurut madzhab kami (Syafi’iyah), khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dan wanita. Pendapat inilah yang dikemukakan oleh mayoritas kalangan salaf” (Al-Majmu’, I : 349). Sedang madzhab Hanafiyah dan Malikiyah berpenda­pat bahwa hukum khitan adalah sunnah. Tapi, pengertian sunnah menurut mereka adalah seseorang berdosa bila tidak mengerjakannya. Sehingga, menurut Ibnul Qayyim, mereka menghukumi khitan pada satu tingkatan antara fardhu (wajib) dan mandub (dianjurkan). (Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud)

    Terlepas adanya perselisihan pendapat para ulama fiqih tentang hukum wajib atau sunnahnya khitan wanita, yang pasti, khitan wanita itu masyru’, disyariatkan! Menolak atau mengharamkan khitan wanita merupakan perbuatan menentang hukum Allah dan Rasul-Nya. Ibnul Qayyim menegaskan, “Tidak ada pertentangan tentang disunnahkannya khitan pada wanita. Tetapi masih diperselisihkan tentang hukum wajibnya khitan wanita”

    Disebutkan dalam sebuah hadits hadits, bahwa Nabi n bersabda kepada Ummu Athiyyah Al-An­shariyah (tukang khitan wanita), “Potonglah sedikit saja dan jangan berlebihan. Sebab, itu lebih membahagiakan wanita dan lebih nikmat bagi suami” (HR. Abu Dawud : 5271). Imam Bu­khari meriwayatkan dalam Al-Adabul Mufrad : 1245-1249, dari Ummu Muhajir, ia ber­kata, “Aku dan beberapa gadis kecil Romawi tertawan. Lalu, Utsman menawarkan Islam kepada kami. Tak ada dari kami yang masuk Islam selain aku dan seorang wanita lain –yakni, hanya dua orang yang masuk Islam–. Maka, Utsman pun berkata, ‘Khitanilah dan sucikanlah keduanya’.” (Silsilatul Ahaditsish Shahihah, karya Al-Albani, II : 349)

    Atsar lainnya, juga diriwayatkan oleh Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad : 1247, dari Ummu Alqamah, ia berkata, “Sesu­ngguhnya putri-putri saudara Aisyah dikhitan. Lalu, ditanya­kan kepada Aisyah, ‘Bolehkah kita mengundang orang yang bisa menghibur mereka?’ ‘Ya,’ jawab ‘Aisyah’.” (Hadits hasan)

    Sudahkah Putri Anda Dikhitan?

    Khitan pada anak perempuan memiliki banyak manfaat. Di samping bernilai ibadah dan untuk menjaga kebersihan, khitan wanita juga memiliki fungsi utama untuk menstabilkan nafsu seksual kaum wanita. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v menegaskan, “Maksud dari khitan wanita adalah untuk menstabilkan syahwatnya, karena kelentitnya lebih dari biasanya, maka ia akan sangat besar syahwatnya terhadap kaum laki-laki. Oleh karena itu, zina sangat banyak pada wanita-wanita Tartar dan Perancis, yang tidak didapati pada wanita-wanita muslimat. Oleh sebab itu, apabila dipotong terlalu banyak akan lemah syahwatnya, dan tidak terpenuhi keinginan suami. Dan, jika dipotong sedikit, maka maksud pun terpenuhi dengan stabilnya syahwat wanita.” (Majmu’ Fatawa, 21 : 114)

    Sedangkan, tentang waktu pelaksanaan khitan wanita, Al-Mawardi mengatakan, “Khitan mempunyai dua waktu, yaitu waktu wajib dan waktu sunnah. Waktu wajib adalah ketika baligh, dan waktu sunnah adalah sebelumnya. Dan, waktu ikhtiar (pilihan) adalah pada hari ketujuh dari kelahiran. Disunnahkan untuk tidak menunda melewati waktu yang disunnahkan” (Al-Fath : 10/342). Adapun pelaksanaan khitan hendaknya ditangani oleh dokter, bidan atau perawat yang berpengalaman, karena merekalah yang lebih berkompeten dalam masalah ini. Wallahu a’lam. Ikhwah fillah, sudahkah putri Anda dikhitan? (Muhammad Albani)http://akhialbani.wordpress.com/2009/02/08/khitanlah-putri-anda

      M Shodiq Mustika responded:
      24 Februari 2009 pukul 22:54

      Para ulama kontemporer dan para ahli medis banyak yang menolak dilaksanakannya khitan pada anak perempuan.

      Terima kasih atas informasinya.

    bursabukusolo said:
    25 Februari 2009 pukul 11:17

    Agar generasi kita tidak terjerumus ke dalam pergaulan menyimpang, silahkan baca artikel kami terbari seputar Manfaat Khitan Wanita. Dalam pandangan saya, salah satunya faktor generasi perempuan kita mengumbar nafsu sexnya adalah karena tidak dikhitan sembari kecil. Kenyataannya, dan ini dibuktikan secara medis, khitan wanita memiliki manfaat menstabilkan libido seksual wanita. Lebih lengkapnya, baca di : http://www.bursabukusolo,wordpress.com
    Semoga bermanfaat.

      M Shodiq Mustika responded:
      25 Februari 2009 pukul 13:46

      @ bursabukusolo
      Kalo untuk menstabilkan libido seksual lelaki, apa ya?

    roberthendrik said:
    25 Februari 2009 pukul 13:58

    kayaknya daripada potong2an, khitan2an, mending orang tua makin mendidik anaknya dengan baik deh…soale gak jamin juga… dan dari beberapa ahli bilang itu berbahaya…

    anak yang dididik dengan baik tentu akan jadi anak yang baik pula…

      M Shodiq Mustika responded:
      25 Februari 2009 pukul 15:19

      @ roberthendrik
      Ya, manajemen qalbu lebih ampuh. Apabila hatinya bersih, maka baiklah orangnya. Bila hatinya kotor, maka buruklah orangnya.

    love sarah said:
    25 Februari 2009 pukul 14:26

    yach namanya juga masih hidup,,,
    pasti punya nafsu
    apalagi anak smp,,,masih kenceng 2 nya ,,,
    wajar aja,,, yang gak wajar mainnya di sekolah,,,

    hmcahyo said:
    25 Februari 2009 pukul 15:43

    ckcckck mau jadi apa ya pelajar kita?

    MAKSIAT BIKIN HIDUP JADI SESAT said:
    25 Februari 2009 pukul 16:00

    KEPERAWANAN ANAK SMP HILANG TANPA DI ENTOT ALIAS PAKE JARI TELUNJUK…

    SUNGGUH MALANG NASIB GADIS INI, KEPERAWANAN YANG SANGAT BERHARGA HARUS SAMPAI DISINI, NAMUN YANG SANGAT MENYEDIHKAN, KEPERAWANAN ITU BUKAN KARNA DI ENTOT TAPI KARENA DIKOREK-KOREK DENGAN JARI TELUNJUK, BERIKUT VIDEONYA.

    ……

    bajaringankenaro said:
    25 Februari 2009 pukul 16:13

    waduh bagaimana nasib bangsa ini

    maxy said:
    26 Februari 2009 pukul 00:17

    mna..??/ video nya dah g sabar pengen liat!!!

    semproniac said:
    26 Februari 2009 pukul 09:13

    wah semakin banyak juga video mesum di kalangan pelajar saat ini…
    masak pngen kok jadi artis bokep???

    tuker link mas:
    Semproniac

    wiwit r fatkhurrahman said:
    26 Februari 2009 pukul 15:22

    hmm… sebuah teror moralitas

    Om Shani said:
    26 Februari 2009 pukul 16:43

    Assalamu’alaikum……………salam kenal……

    mampir ke tempat saya ya!

    yoga said:
    26 Februari 2009 pukul 16:53

    gila gilaan . .

    pokoke gila dah . . .

    omeng said:
    27 Februari 2009 pukul 09:48

    Kasihan yah..

    mrpams212 said:
    27 Februari 2009 pukul 09:49

    Maksiat bikin sesat dan membawa nikmat sesaat, bagi yang imannya kuat ingat akan akhirat.
    Memang sek itu godaan sawat yang paling dasat, sekali coba ingin terus melakukan ketagihan sawat seperti orang ketagihan

    madat selalu rasanya nikmat, dan tidak akan ingat akhirat, meski kiamat mungkin semakin dekat.

      M Shodiq Mustika responded:
      27 Februari 2009 pukul 10:15

      @ mrpams212
      Amboi! Kata-katanya puitis banget….

    Yep said:
    27 Februari 2009 pukul 09:59

    Wuah…banyak banget pengunjungnya Pak Shodiq, memang masih banyak saja ya Pak yang begini-begini ? :)

      M Shodiq Mustika responded:
      27 Februari 2009 pukul 11:18

      @ Yep
      Ya, peminat berita ini sangat banyak. Beginilah salah satu wajah Indonesia di zaman sekarang.

    Ph!duT said:
    27 Februari 2009 pukul 10:09

    jaman makin edan aja sekarang……..gimana mau maju Indonesiaku tercita ini….

      abray said:
      27 Februari 2009 pukul 11:15

      klo mw maju tinggal di dorong aj say:Dagagagagaga

      theofirman said:
      12 Maret 2009 pukul 00:59

      mau maju…. gampang…ditarik aja pake buldozer…

      niky said:
      10 April 2009 pukul 23:35

      ya gimana ya kalau menurut gw sih emang jaman sekarang sudah edan

    putri said:
    27 Februari 2009 pukul 12:47

    truz gmana jaganya??????

      M Shodiq Mustika responded:
      27 Februari 2009 pukul 13:32

      @ putri
      Jalin hubungan yang akrab dengan anak-anak kita, menjadi pendengar yang baik bagi mereka, sehingga mereka menjadi terbuka kepada kita. Dengan demikian, akan lebih mudahlah pengawasan terhadap mereka.

    sanjisan said:
    27 Februari 2009 pukul 16:16

    Kesimpulannya adalah:

    “Berita mesum membuat blog rame pengunjung”.

    http://annaufal.co.cc

    danisw said:
    27 Februari 2009 pukul 18:19

    Sabaar, kita tidak bisa menggeneralisir terhadap semua remaja. Masih banyak remaja Indonesia yang memiliki moral. Solusinya, jaga dan perhatikan perkembangan anak. Jangan sam[pai anak merasa tidak diperhatikan yang akhirnya lari ke dunia seperti itu. Solat, solat dan solatlah…….

    tendin said:
    7 Maret 2009 pukul 23:55

    akhir2 ini berita seperti ini kebanyakan sering terjadi di daerah pulau jawa decH.

    roberthendrik said:
    17 Maret 2009 pukul 15:45

    @tendin, yup, di daerah2.. kalau di kota besar gak kedengeran. kayaknya sih masyarakat KEGET Teknologi sehingga gak siap.akibatnya ya penyalahgunaan teknologi.

    http://kerzt.com

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s