Kelirukah menyingkat penulisan lafazh salam?

Tak jarang aku mendengar suara beberapa aktivis dakwah yang menyatakan bahwa menyingkat penulisan salam (misalnya: “ass. wr. wb.”) itu keliru. Apakah memang keliru? Aku meragukannnya. Pasalnya, argumentasi mereka tampak kurang meyakinkan. Menurutku, penyingkatan itu bisa keliru, tetapi bisa pula tidak keliru.

Yang keliru adalah apabila tulisan “ass. wr. wb.” (dan sebagainya) itu dibaca oleh pembacanya sebagai “ass we er we be” (dan sebagainya). Namun, apabila tulisan singkat semacam itu dipahami oleh si pembaca sebagai ucapan salam yang utuh, “Assalaamu ‘alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh”, maka penyingkatan semacam itu tidak keliru.

Masalahnya, kita mungkin tidak tahu pasti bagaimana si pembaca tulisan kita itu akan membaca singkatan itu. Jadi, demi kehati-hatian, aku lebih suka tidak menyingkatnya. Kalau pun tak ingin bertele-tele, ungkapan “Assalaamu ‘alaykum” pun sudah cukup singkat. Oke?

—-
Artikel Terkait di WordPress.com:

18 pemikiran pada “Kelirukah menyingkat penulisan lafazh salam?

  1. Menyingkat sebuah kata dapat ajah seenaknya. Yang penting pembaca mengerti singkatan tersebut.
    Ada EYD tapi di lingkungan TNI, banyak singkatan yang tidak sesuai dengan EYD.
    azas keberterimaan lah yang berperan dalam ilmu bahasa.
    tabik.

  2. Bener juga Mas.Terima kasih sudah mengingatkan saya dan juga pembaca yang lainnya:-).Karena saya sendiri sering menyingkat lafadz itu.Tetapi yang tidak boleh kita singkat yaitu lafadz Allah:-)

    • @ Gusti Dana
      iya, sama-sama
      sesama umat kan perlu saling mengingatkan, betul nggak?

      @ Billy Koesoemadinata
      heheheh….singkat banget
      aku nggak mau menyalahkan dan nggak mau membenarkan juga
      yang penting orang mengerti dengan apa yang kita tulis, tapi hendaknya yah ” Assalaamu ‘alaykum ”
      sepertinya lebih pantas dan indah…:)

      @ omiyan
      aku jadi pengen ketawa, bener katamu itu ” ntar orang mengikuti tanpa tahu apa sih kepanjangannya ”
      kadang orang juga nggak ngerti kok gimana tulisan lafazh salam yang sebenernya…
      peace…..:)

      @ Awaluddin
      makasih…:)

      @ xx26
      iya, kira2 lebih baik begitu…terus berkunjung yah…

  3. menurut saya sebaiknya jangan karena nantinya akan mengaburkan kalimat sebenarnya dan ntar orang mengikuti tanpa tahu apa sih kepanjangannya…toh ga makan waktu kenapa musti disingkat

  4. Kalau Umat islam tulen gimanapun singkatnya penulisan salamnya tetap dibaca lafaz benar, kecuali kalau mereka yang nga ngerti agamanya,,, dimalaysia saja salam disingkat Akum… kalau diindonesia Askum.. atau Ass. wr.wb, tapi intinya sama deh

  5. kalau menurut saya ilmu bahasa itu luas cakupan penempatannya….contoh’a kata salam di singkat menjadi (ass….wr.wb.) asalkan pendengarnya mengerti dan jelas…tidak apa – apa
    tapi sebaiknya ungkapan salam itu jangan di singkat karena bisa mengurangi maknanya.

  6. salah kalo kita menyingkat assalamualaikum dengan ass.!!!! karena dalam bahasa inggris artinya adalah pantat

  7. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Terima kasih Pak Sodiq sudah mengingatkan… saya rasa pakai singkatan yang umum saja yang sudah banyak dimengerti orang :)

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb
    Yep

  8. Paling enggak, orang yang suka menyingkat salam itu orang bakhil. Masak menulis salam yang jelas-jelas ada pahalanya aja keberatan…

  9. SIATULAH RANGLING YAGAN LATANMAT…TAHNA UDNYA GINBIH SIEN AUPA… PINGLASNTA…SASIAKIN GUNGKAN JA…
    HAYOOO…. SAPA YANG BISA BACA DAN TAHU MAKSUD DARI SINGKATAN KALIMAT INI?…. GUE AJA BINGUNG….
    SEKALIAN AJA BUAT BAHASA BARU DI INDONESIA INI….

  10. Mungkin lebih baik jangan disingkat. Karena di dalam salam itu ada doa untuk keberkahan kita. Walau kita membacanya mungkin tidak disingkat, akan tetapi tetap saja tidak pantas rasanya jika doa lafal salam itu disingkat

  11. gak pantes aja sih mas, yang jelas yang nulis gak dapet pahala, karena tulisan itu tidak bermakna apa2, tetapi yang baca insya Alloh dapat bila dibaca dengan benar … (maksudnya Assalamu ‘alaikum ….)

  12. waah..saya keduluan temen saya tuh pak si thez al fajr..yang pernah ngocehin saya waktu nyingkat salam.
    he..he..

    sebenernya untuk saya pribadi gak apa – apa selama penerima sms kita faham akan singkatan yang kita maksud. lagian saya juga sms pake salam pastinya ama temen yang saya tau dia muslim dan ngerti singkatan saya. dan kalo ke orang yang lebih tua saya jarang di singkat2 banget. ya.. kalo ASS ya jangan..

    kalo alasannya masuk akal karena kepantasan dan kesopanan sih saya mau setuju..tapi kalo alasannya singkatan2 itu bisa diartikan lain oleh pihak lain..agak2 gak masuk akal..tergantung niat waktu kita nyingkat.

  13. Ping-balik: Haruskah menyebut Nabi Muhammad dengan “Muhammad SAW”? | MS Mustika ™

Sampaikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s