Bagaimana menjaga anak-anak dari bahaya pornografi?

Mau tahu bagaimana menjaga anak-anak supaya aman dari bahaya pornografi lewat berbagai media massa, termasuk internet? Hmmm… aku belum tahu apakah postingan ini dapat memberikan jawaban yang memuaskan pembaca. Sebab, maksudku yang utama dengan postingan ini adalah mengajukan pertanyaan. Siapa tahu ada banyak pembaca yang bisa menyampaikan masukan-masukan kepada kita semua. Aku merasa, ada banyak orangtua yang merasa cemas akan bahaya pornografi terhadap anak-anak mereka.

Akan tetapi, kami sendiri (aku dan istriku) hingga kini belum (dan mudah2an takkan) mencemaskan keadaan ini. Mungkin karena selama ini, anak-anak kami selalu terpantau. Belum pernah kami jumpai hal-hal yang mencurigakan. Bahkan, hal sebaliknyalah yang terjadi.

Seringkali ketika tiba-tiba muncul gambar wanita berpenampilan sexy di televisi, internet, majalah, dll. anak-anak kami selalu mengingatkan diriku, “Hayooo… Ayah jangan lihat!” Seraya berkata demikian, anak-anak biasanya berusaha menghalangi pandanganku dari gambar-gambar syur tersebut.

Aku tak tahu apakah anak-anak lain juga bersikap begitu terhadap ayah mereka. (Kalau tahu informasinya, kabari kita, ya!)

Aku juga tak tahu mengapa anak-anak kami bersikap “dewasa” begitu. Seingat kami, kami tak pernah memberi contoh begitu. Mungkin mereka mendapatkan contoh dari guru mereka di sekolah. Atau dari teman-teman mereka? Entahlah.

Selama ini, rumus kami untuk menjaga anak-anak dari pornografi dan penyimpangan seksual lainnya sederhana saja: Beri mereka kasih-sayang lebih dari cukup (walau tidak sampai memanjakan), maka mereka takkan mencari yang “aneh-aneh” (yang menyimpang) itu.

Kami belum tahu apakah rumus kami tersebut sudah efektif dalam menjaga anak-anak dari pornografi. Bagaimana menurut sampeyan? Punya rumus lain?

8 thoughts on “Bagaimana menjaga anak-anak dari bahaya pornografi?

  1. Pendidikan bagi manusia baik anak-anak atau remaja dan dewasa yang terbaik seperti yang dicontoh Rasulullah saw, yaitu dengan adanya pemberian pemahaman dengan ilmu dan contoh atau keteladaan.

    Saya juga menulis tentang sinetron yang tidak bermutu di: http://mdin.staff.uad.ac.id.

  2. Pendidikan anak pada usia golden age sangat menentukan kedepannya….berikan pendidikan yg baik, dampingi mereka dalam berinternet, nonton, dsb.

  3. Tidak mudah memang mendidik anak tetapi juga bukan hal yang sulit. Benar bahwa mereka harus diberikan kasih-sayang yg cukup (bukan memanjakan) dan perhatian yang lebih riel. Karena anak selalu melihat tingkahpolah orangtu-nya, jadi jgn katakan sesuatu sementara kita sendiri tidak melakukannya. Satu kata dg perbuatan adalah kunci utama bagi mereka (anak-anak).
    Anak adalah cermin kita (orangtuanya).

  4. terkadang kita hampir lupa bahwa menjadikan anak yang soleh dan solekhah (anak yang di idamkan para semua orangtua) itu dimulai dari pertama (maaf) waktu proses.. dan waktu istri lagi mengandung mulai 1 bulan sampe lahir,kemanakah alur bathin kita,prilaku kita,hubungkan semua untuk dunia dan akhirat,karna dari apa prilaku kita selama itu kebanyakan menjadi sebuah cermin.

  5. kalw menurut saya, sifat ke ingintaun seorang anak itu besar. itu wajar tapi kita sebagai orang tau hanya bisa menuntun, menasehati, dan jangan terlalu melarang anak, biarkan mereka bergaul, dan
    bertemen,…..

  6. memang mendidik anak susah-susah gampang selain pondasi agama yg kuat juga harus diimbangi dengan perkembangan jaman.tanamkan pada anak kejujuran karna kita tidak tahu apa yg ada di pikiran anak kita tentang pornografi,jadikan orang tua menjadi orang pertama tempat bertanya anak dan yg memberi pengertian apa itu porografi jgn sampai kita tabu untuk membahas itu,ya tentunya sesuai dengan usia sang anak.

Sampaikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s