Pak Shodiq… Saya sangat senang sekali bisa menemukan website bapak ini.. Saya bisa mendapatkan informasi – informasi yang sangat berharga, yang kebetulan juga saya sedang menghadapi masalah tentang percintaan. Saya harap bapak tidak keberatan untuk menyumbangkan saran bapak..
Begini Pak…
Saya berumur 25 thn, dan saat ini sedang menjalin hubungan dengan seorang pria yang perbedaan usianya 8 taun lebih tua dari saya. Kami telah melakukan pacaran jarak jauh hampir 1 taun, karena saya kerja di Jakarta dan dia kerja di Jogja. Pertemuan kami pun tidak menentu. Kadang 2 bulan sekali ato bahkan lebih. Komunikasi kami (telpon, SMS, dan email), Alhamdulillah lancar. Saya sangat menikmati hubungan ini.. Walo kata orang susah.. namun saya berusaha untuk menikmatinya.. dan Alhamdulillah.. hingga saat ini.. kami belum pernah bertengkar… Dan kami berusaha untuk pacaran yang biasa – biasa saja.. sperti pacaran Islami..
Namun, Pak.. masalah datang dari keluarga saya.. Orang tua saya kurang menyetujui hubungan kami dengan beberapa alasan, yaitu pekerjaan, umur, latar belakang keluarga. Mungkin akan saya jelaskan satu persatu..
- Mengenai pekerjaan
Pacar saya bekerja di perusahaan leasing, sudah hampir 3 taun, dengan penghasilan tetap, dan gaji yang lumayan (menurut saya), karena dia sudah bisa membeli kebutuhannya sendiri. Namun menurut orang tua saya, pacar saya belum mapan. Karena perusahaannya yang kurang bonafid, tidak memberikan kesejahteraan di hari tua nanti sperti tunjangan kesehatan, pensiun, dll. Maklum orang tua saya adalah pensiunan BUMN, dimana sampai saat ini masih mendaptkan pensiun dan dana kesehatan. Dan juga.. terkadang orang tua saya menyinggung soal gaji. Menurut mereka.. gaji pacar saya lebih kecil dari saya.. Dan mereka khawatir, jika suatu saat kami menikah, sayalah yang akan menanggung semua biaya hidup rumah tangga kami.
Saya sudah membicarakan masalah ini kepada pacar saya.. Dan dia akan berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, yang sesuai dengan keinginan orang tua saya. Paling tidak, pacar saya ingin membuktikan kepada kedua orang tua saya, jika dia akan bertanggung jawab atas saya.
Namun.. saat saya mencoba membicarakan hal ini kepada ibu saya.. Ibu saya malah mengatakan “Iya kapan usaha nya.. kapan suksesnya.. Nanti aja kalo uda sukses baru deket – deket lagi. Kalo sekarang ga usah deket deket dulu…”
Pak.. saya harus bagaimana?- Mengenai umur
Orang tua saya mengatakan bahwa pacar saya terlalu tua untuk saya. Bagaimana nanti jika kami punya anak yang masih keci, dan ayahnya sudah berumur banyak. Yah memang sih.. masuk akal.. Tapi.. apakah iya.. itu merupakan patokan?- Mengenai latar belakang keluarga
Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, ayah saya adalah pensiunan BUMN. Dan pernah suatu saat, saya bersitegang dengan kedua org tua saya tentang hal ini… Mereke mengatakan bahwa saya harus dapat jodoh yang setara.. Setara keluarganya dengan kita dan juga setara pekerjaannya. Terus terang.. saya tidak pernah mengorek lebih dalam tentang keluarga pacar saya itu. KArena saya pikir itu privacy keluarga nya dia. Namun secara garis besar saya tau, karena saya sudah dekat dengan keluarganya, terutama ibunya. Alhamdulillah. Mereka adalah keluarga yang utuh, sederhana, dan tidak pernah neko – neko. Memang jika dilihat dari segi materi.. orang tua saya lebih dari orang tua pacar saya… Tapi.. apa iya.. itu yang dijadikan patokan… toh keluarga pacar saya adalah keluarga baik – baik..Pernah suatu hari.. saya mendengar dari sepupu saya.. klo orang tua saya pernah berfikir saya dipelet. Ya Allah.. Pak Shodiq… sedih rasanya..
Begitu juga klo saya pulang ke Jogja, dan pacar saya main ke rumah saya.. Orang tua saya lebih sering mengabaikan dia. Terkadang dicuekin.. Dan pacar saya bilang kalau dia merasa tidak nyaman maen ke rumah saya… Namun dia berusaha positif thinking.. dan ingin pelan – pelan mendekati kedua orang tua saya.. dan itulah yang membuat saya terharu, Pak.
Pak.. saya bingung.. di satu sisi.. saya sayang kepada orang tua saya.. dan saya tidak ingin menjadi anak durhaka. Kalaupun menikah, saya ingin mendapat restu dari keduanya. Namun di sisi lain, Pak.. Saya juga sayang dengan pacar saya.. Karena dia sangat mengerti saya.. saya merasa nyaman saat bersama dia.. Dan dalam diri saya.. ada keyakinan bahwa dia akan menjadi suami yang baik & bertanggung jawab, serta ayah yang baik bagi anak – anak kami kelak. Apakah boleh pak, saya berfikir demikian?
Pak Shodiq.. menurut pak Shodiq saya harus bagaimana?
Pacar saya slalu kasi support kepada saya untuk selalu tetep berusaha dan bersabar. Juga berdoa kepada Allah untuk minta petunjuk dan dibukakan jalan untuk masalah kami.. Itu lah pak.. kesabaran dan usaha gigih dia yang membuat saya jadi semakin semangat untuk siap mengarungi bahtera rumah tangga bersama dia.
Saya pribadi tidak masalah, Pak, kalau orang tua saya tidak setuju dan menyuruh saya meninggalkan pacar saya. Tapi itu pun jika alasannya jelas. Misalnya pacar saya nakal atau narkoba, dan lain sbg nya. Namun permasalahannya, mereka tidak suka dengan pacar saya karena status sosial.. karena pekerjaan.. yang menurut saya.. semua itu akan bisa didapat jika kita mau berusaha, karena itu kan hanya bersifat duniawi… Toh pacar saya juga sudah pegawai tetap. Tapi mereka tetap tidak bisa terima dengan alasan perusahaannya tidak ada masa depan..
Pak Shodiq.. harap bapak tidak bingung ya membaca curhatan saya yang menggebu gebu ini.. Hehehehehe..
Smoga Bapak tidak keberatan untuk memberikan saran… Terima kasih..
Tanggapan M Shodiq Mustika:
Hal terpenting dalam menghadapi kasus seperti ini adalah menanamkan kesadaran bahwa yang mampu meluluhkan hati orangtua adalah Sang Mahakuasa. Untuk itu, kita perlu berdoa dengan lebih sungguh-sungguh, disertai dengan ikhtiar dan tawakkal.
Ada banyak sebab mengapa orti tidak merestui jodoh pilihan kita. Diantaranya: mereka menyangka bahwa kebahagiaan kita terletak pada harta yang berlimpah. Untuk menepis pemahaman yang keliru itu, perlu kita tunjukkan di depan mata beliau bahwa harta itu tidak mempengaruhi kebahagiaan kita. Perlu kita perlihatkan bahwa kebahagiaan kita ditentukan olah hal-hal lain, misalnya: cinta, keasyikan dalam berjuang, ibadah, dll.
Kemungkinan lainnya, ortu merasa malu bila memiliki menantu yang kurang sederajat. Mungkin mereka malu bahwa anaknya “tidak laku” sampai-sampai memilih jodoh yang “lebih rendah”. Untuk menepisnya, hendaknya kita berusaha menunjukkan bahwa pilihan kita membanggakan, bukan hanya bagi kita, melainkan juga orangtua kita dan orang-orang dekat kita lainnya.
Intinya, kita perlu mencari akar permasalahannya sebelum menentukan solusinya. Akar permasalahan itu biasanya tersembunyi, tidak melalui kata-kata, seperti “merasa malu bila memiliki menantu yang kurang sederajat”. Untuk saran-saran lainnya dalam rangka ikhtiar, lihat “Konsultasi: Restu orangtua dan keluarga“.
Persoalan semacam ini dapat kita pandang sebagai kesempatan yang diberikan kepada kita supaya kita meningkatkan kualitas diri kita dalam banyak hal. Dengan demikian, kita menjadi lebih mampu untuk menghadapi masalah-masalah berat lainnya kelak.
Selain itu, adanya masalah semacam ini berarti bahwa kita diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk lebih banyak beramal. Bagaimanapun, kehidupan kita di dunia hanya selama beberapa puluh tahun. Waktunya teramat singkat bila dibandingkan dengan kehidupan kita kelak di akhirat: selama-lamanya!
Sementara itu, kita tidak perlu “memaksa” Tuhan untuk meluluhkan hati orangtua. Lebih baik kita berserah diri saja kepada-Nya. Biarlah Dia yang menentukan kapan hati orangtua luluh. Bahkan seandainya luluhnya hari orangtua terjadi di akhirat kelak, itu pun tidak mengapa. Tuhanlah yang Mahatahu apa yang baik bagi kita.
Membaca kata-katamu dalam eMail-mu ini, kulihat kamu mampu berpikir dengan jernih. Aku yakin bahwa kamu tidak dipelet. Selama kamu berpikir sejernih itu, aku mendukungmu apa pun keputusanmu mengenai masa depanmu. Dan aku pun yakin bahwa Allah meridhai pula. Aamiin. (Lihat “Sudah khitbah, mau nikah, terbentur ridha orangtua“.)
Turut mendukung. tetap semangat dan terus didoakan lagi.
Kalau memang jodoh tidak akan kemana.
Subhaanallaah…aq jg pnya pnglmn yg sama…Hampir sama persis,cuman bedanya aq sm cowoq berbeda 11 thn.Baca pengalamn km aq terharu banget..Aq nangis x-( Habiznya bnr2 mirip…Tp aq pun tetap berusaha meyakinkan ortu begitupula cowq..Qita t2p sama2 berusaha melakukan yg terbaik y..InsyaAllah ridho ortu dapat kita gapai.Aamiin 1000X…..Wallahu A’lam.. ; )
Subhaanallaah…kisah kurang lebih sama…. hanya klo saya. ortu cwe sya seneng dengan saya, tetapi meragukan keseriusan saya, kedewasaan saya….mungkin krn bawaan pergaulan….
tetep semangat sih salam memperjuangkan, setidaknya saya sudah berjuang, urusan berjodoh /tidak kita serahkan pada Allah swt.
udah2 sukses semua …amin
saya seorang single perent mempunyai 3 anak,saya berhubungan dengan seorang laki-laki tetapi dia mempunyai istri.hubungan kami tidak direstui oleh ibu dengan alasan pacar saya mempunyai istri tetapi saya sudah terlanjur mencintainya.Bagaimana cara meluluhkan hati ibu saya supaya dia merestui hubungan saya itu daripada melakukan yang tidak diperbolehkan oleh agama,saya minta dinikahkan tetapi ibu saya tetap tidak merestuinya malah ibu saya mengusir saya,harus bagaimanakah tindakan saya selanjutnta.mohon saran dan pandangannya untuk saya.saya sudah menerima dimadu walau bagaimanapun juga.
@ hana
Yang terpenting adalah izin dari istri terdahulu. Apakah dia sudah mengizinkan suaminya menikah dengan dirimu?
aslmkm..
menurut saya, restu orang tua itu sangat pntng bgt………
tapi, bagmn klo tidak mndptkn restu sementara kita sdah brsha???
@ mahmud
Pertimbangkanlah mudharatnya antara tidak mendapat restu ortu dan tidak berjodoh dengan si dia. Yang mudharatnya lebih besar perlu dihindari.
pak bagai mana cara kita meluluhkan ortu saya atau ortu dia bila ortu saya atau ortu dia tidak setuju dengan hubungan yang kita jalani. mohon kirim responnya
wah hampir sama kaya saya tuch…
saran saya lebih baik, kamu coba minta bantuan teman/saudara/seseorang yang bisa berbicara dengan baik kepada orang tua.
biasanya yang pernah saya rasakan, karena kurangnya komunikasi dan ego kita yang terlalu besar.
so, jalan terbaik adalah dekatkan diri kamu dimalam hari.
Assalamu’alaikum.
Sepertiny permaslahan restu orang tua itu banyak sekali dialami oleh pasangan yg ingin menikah.
Ustad,ana mau tanya. Kurang lebih masalahnya sama,hanya saja alasan ortu belum mengizinkan ana u mnikah karena kami msh kuliah.
Sekitar 4th yg lalu ana brknalan dg seorang pemuda. Karena dlu dpat dkatakan sbg masa jahiliyah kami,kami pun trjerumus dalam pacaran. Lama kelamaan kami semakin mengerti agama,dan memutuskan u tidak berpacaran. Sdh sekitar 1th yg lalu,dia mengatakan kalau ingin menikahi ana. Ana cb ngmg sm ortu dan sampai sekarang ortu belum mengizinkan dengan alasan kami masih kuliah. Dia smt5 di jogja,ana masih smt3 di solo. Umur kami terpaut 5th.ana 19 dia 25.
Belakangan ini dia mndpat tawaran untuk memilih beberapa akhwat yang siap u menikah. Jika izin dari orang tua ana tak kunjung datang,dia memutuskan u menikah dg yang lain.
Niat kami u menikah adalah u menjaga pndangan kami,dan juga agar orgtua paham agama secara menyeluruh.
Sebaiknya ana gimana ya ustad? Mengingat ortu ana sendiri mgkin tidak siap kalau suatu saat nanti ada ikhwan datang kerumah lgsung melamar.
Syukron atas bantuannya.
Wassalamu’alaikum.
@ aurelia
Perhatikan kriteria siap nikah di http://muhshodiq.wordpress.com/cinta/konsultasi/sukses-pacaran/
Asslamualaikum wb wr Pak Shodiq,
terima kasih sebelum-nya bpk sudah menyediakan forum konsultasi seperti ini yang sangan membantu
Baiklah Pak Sodiq, saya mempunyai masalah tentangan proses pernikahan. dimana saya lajang berusia 29 thn (laki-laki),saya sudah berkerja pada salah satu perusahaan swasta. saya mempunyai pacar berumur 24 Thn dan tidak berkerja. Kami sudah berpacaran 4,5 Thn, dan kami akan melanjutkan ke jenjang pernikahan
Permalahan-nya saat ini dimana kedua orang tua saya tidak menyetujui hubungan kami berdua, dikarenakan derajat pacar saya lebih rendah (Hanya tamat SMA). menurut saya sangatlah tidak wajar, karena rezeki ada ditangan tuhan. berulang kali saya meluluhkan hati kedua orang tua saya, namun mereka tetap pada pendirian-nya. saya merasa sudah matang untuk menikah, tapi belum mendapat izin dari orang tua saya dikarenakan hal diatas.
Mohon masukan dari Shodiq, semoga bermanfaat. Terima Kasih
pak ustad saya mao tnya gmn carnya,meluluhkan hati org tua pcr saya?ortu pcr saya ga ksh saya pcrn sm dia karna dia pernah pts sm mantan dia,sekarang kita ketahuan pcaran dan pacar saya di tampar sampe 2x,dia anak tiri mrk dan ibu kandung dia tante dia,pa karna dia anak tiri mknya di di gituin?saya pgn luluh in hati ortu dia gmn cr nya yha pak ustad thx
ustad,….
ustad,
sya remaja umur 20 thn,saya mengenal laki2 yang umurnya 13thn lebih tua dari saya. dan dia seorang duda 2x. kami sudah menjalin hubungan selama 2thn dam kami sudah terlampau jauh melakukan dosa, kami berdua sudah sering mencoba memberi pengertian kepada orang tua saya, sebab orang tua saya tidak setuju dengan hub.kami. kami ingin sekali segera menikah dan segera menebus dosa2 kami. saya sudah sering dipinang lelaki dan ibu saya selalu kurang setuju. padahal saya selalu berusaha menjaga perasaan ibu saya tapi, ibu tetep tidak merestui kami, bagaimana ustad…kami berdua tidak mau terjerumus pada dosa yang semakin besar. trima kasih asslammualaikum.wr.wb
Pengalaman mba sm dengan pengalaman saya, sampai ada kecurigaan saya di pelet dan diguna2 saya sempat disuruh ke suatu tempat yg ktnya bs mengatasi hal2 semacam itu tp sy tidak mempercayai hal2 semacam itu, sempat ortu sy jg menuduh pacar saya sudah memiliki keluarga(sudah menikah) tapi saya tidak percaya karena mereka mengetahui hal tersebut dari orang2 yang katanya bisa melihat hal2 gaib, sampai saat ini saya msh backstreet dgn ortu ttg hubungan saya dan saya dikurung di rumah tidak boleh keluar selama hampir 1 setengah bulan dan hingga kini saya masih dikurung di rumah. Mohon saran yg terbaik buat saya apa yg harus saya lakukan, Apakah saya trmsk anak durhaka apabila saya menentang mereka?tp saya jg ttp harus mendengarkan kata ortu saya karena saya tidak ingin dianggap sebagai anak durhaka, tolong bantuannya.
assalamualaikum,,,
cerita saya mirip dengan cerita yang di atas,,,
masalah umur dan pekerjaan,,,cuma yang beda,,,cowok saya tidak punya gelar atau tidak sarjana,,,itu yang buat ortu dan keluarga saya tidak setuju,,,
menurut saya cowok saya sudah mapan dan punya usaha sendiri,,,tapi orang tua saya tidak setuju,,,alasannya karena tidak punya gelar,,
kalau saya tetep sama dia…saya akan di usir sama orang tua saya,,,sedangkan saya sudah terlanjur sayang sama dia dan saya juga sayang sama orang tua saya,,,karena saya anak satu2nya,,,
saya harus gmna pak!!!!!!!!!!apa saya hrus ninggalin dia dan nuruti kemauan orang tua dan berhubungan sama orang pilihan orang tua dan saya tidak mencintainya???dan apakah saya tetep pada pilihan saya,,,
saya bingung sekali hrus gmna?????????tolong bantuannya ya pak!!!!terima kasih….
assalamualaikum wr.wb
assallammualaikum.
crt nya ngk jau beda sm yg aq alami..di sini mgkn krn kmi sm2 egois n dia sdkt tempramental yg mmbt orang tua saya tidak menyetujui hubungan kami.
jjr q sayang bgt bgt m dia n q udh pcrn dr saya kls satu sma sampai skrg saya kuliah smstr 5 tp knp orang tua saya hanya melihat seseorang hanya dari luar nya tp tau dia lebih jauh..q bngung dgn skrg ini q sayang m org tua n pcr q.bntu aq.
wasallam
assalamu’alaikum,,, ak jgx mmliki ksddihan yg sama dengan mu,,, aku gx tau mau buat apa,, air mata terus mengalir,, knpa skt cnta sgt pedih kita rasakan,,
ak mau mngis ddpan calen oranmg tua ku,,ak gx bs mngglkan dia,, tak ad lghrpan bgi ku,, ak sllu b’doa pd allah,, spy kmi bs mnkah dgn bhgiua,,
sm sprti kisahq. sy tdk disukai oleh org tua pcr sy krn mslh pkrjaan. sy seorg sound engineer di 2 t4 studio recording dan disbuah t4 wisata permandian dikota palu. kami sdh hmpr 5 thn pcrn. dan org tuaq sgt mnyukai pcr sy. tp bru2 ini pcr sy dipaksa menikah dgn laki2 plhn org tuax yg ktx seorg pgwai ngri. awalx dia tdk mau tp akhrx mnrut jg krn di ancam org tuax akn bnuh dri. sy skt hati skli. sy sgt syg sm pcr sy. mohon bntuanx agr sy bs menikah dgn pcr sy..
assalamualaikum pak ..
nama saya manda,,, sekarang saya berusia 17 tahun ,,, sekarang saya pacaran dengan seorang pria ,, perangai nya pendiam, bersikap santai , tekun dan juga dia sangat menghargai saya sebagai layak nya seorang wanita. hubungan kami baru jalam 3 bulan, tapi terhalang oleh restu orang tua saya ,,, padahal kalau pacar…an kami tidak banyak bertemu, dia juga sering membantu saya dalam belajar ,,, ataukah ada tugas yang saya tidak mengerti ,, tapi kenapa restu itu tidak ada ? apa saya salah pacaran ? seperti layak nya teman sebaya saya ? saya harap bapak bisa memberi saran pada saya untuk menghadapi ini semua .. terimakasih assalamualaikum ,,
kalau saran saya sih. kalau anda mau …!!!
berikan yg terbaik untuk oarang tuanya pacar kamu….
samapai di mana marahnya orang tua pacaramu itu..
bisa kamu hadapi dengan senyuman yg ria….
semua itu adalah kunci dari restu orang tuanya pacar kamu……
maaf ini juga hanya saran s’moga anda bisa mengambil semua ini dengan sabar…..
bye erman
saya mau homeschooling tapi orng tua kurang setuju,bagaima meluluhka fforn hati mereka saya tertekan dengan sekolah formal saya lebih konsen tanpa seorang teman
Subhanallah,,kisah ny hmpir sm dgn saya..
Beda ny,,pcr sya yg skrg adlh seorg duda yg dtnggalkn istriny krn faktor ekonomi n faktor org tua jg..
Mnurut bpk,,gmn solusi agr ortu saya stuju dgn pcr sya ini??krn pcr sya ini sdh serius mngajk sya menikah dan mnrt sya pcr sya org yg brtggung jwb..bktiny aj ank ny pcr sya msh dbiayai mskipn mntan istriny sdh mnikah lg dgn pria yg bs dblg org yg lbh drpd ckup kndisi ekonominya..
nama saya adel,umur saya 14 tahun,saya mempunyai pacar yg lbih tua dri saya,dia sudah kuliah,perbedaan umur kita 6tahun, aku sgt sayang sama dia,dia ingin mngjak saya untk brhubungan yg lbih serius,tp orang tua saya tdk setuju dgn pcr saya,di karenakan perbedaan usia,,dan ortu saya berfikiran kalo dia hanya mempermainkan saya sja,, Bagaimana saran yg tepat untuk saya.??.?
Nama q zye,q punya pcar tp dia iparnya ma2h aku,tp skrng q sdang mngndung bgaimana cra mlu2h kan hti orng tua ku n kluarga dia..supya kami bisa brstu,,..
Namaku Sahat, umurku 15 lebih. Aku punya ortu, tapi mereka gak pernah ngizinin saya berpergian. Padahal saya udah ngasih penjelasan dan udah ngelaksanain apa yg mereka mau. Bahkan saya sampai ngerelain apa2.. Tapi tetap aja gak dibolehin. Dan ini baru yg pertama kalinya saya berpergian. Gimana ya, cara meluluhkan hati ortu biar saya bisa ngerasain yg namanya bebas..??
ASS pk sodiq sy ana umr 24thn….saat ini sya sdang mnjlin hub.sma pria umr 26th…sbnrnya hub.qta baik2 saja…tp bru kmrin sya dpt kbr kalau pacar saya itu mlksnakan tunangan sama wanita pilihan ortu nya.dia bilang ke sya smua itu dia lakukan karna desakan ibu nya…dia udah menolak tp ibunya trus memaksa….dan dia takut kenapa2 dengan ibu nya makanya dia mlkkannya itu soalnnya ibu pnya pnykit asma…tkut jikalau gara2 dia menolak itu akan jdi beban dan mmbuatnya kambuh.
tapi disisi laen……qta sling menyayangi dan gak mau pisah…..persoalnnya sekarang apa yang harus qita lakukan …biar tax ada yg tersakiti dan dikorbankan perasaannya.qt udah bingung mau dengan cara apa mnyakinkan ibu nya…..kalau cwokku itu gak suka ma cwek plihannya itu
dan apa yang harus saya lakukan……harus kah saya menerima keputusan ini yang sangat tidak mungkin untuk saya terma…..mhon solusi nya.
terima kasih sbelumnya
yang punya solusi share donk………
mbaa yg sbar ya ,,
sya cman kasih saran aja sebaiknya mba kerumahx pcar mba yakinin ibux klo mba nda klah baik sma plihan ibu pcar mba ,,
mba buktikan klo mba sma pcar mba bnar” serius dn hubungan yg djlani tnpa rsa suka itu tdak baik ,,,,
assalamu’alaikum…
maaf pak,,sebelumnya saya bertrima kasih atas waktu dan jawaban bapak atas persoalan yg saya hadapi sekarang..
saya mau tanya tentang omongan orang tua saya yg plin plan pada pihak orang tua pasangan saya…
singkat cerita saja,,dulu waktu lamaran tanggal 05-01-2012 orang tua saya bilang pada pihak pasangan saya kalo soal hari nikahan terserah mreka,,tapi knapa waktu pihak pasangan saya memberi balasan omongan tanggal 17-15-2012 dan menetapkan tanggal pernikahan kami,,tiba2 ortu saya mrubah janjinya dulu,,dan yg lebih parahnya omongan ortu saya gak bisa ditawar…
jadi pihak pasangan saya sangat kecewa dengan saya dan keluarga saya…
padahal saya sempat mohon2 sama ortu saya agar mau nepati janjinya dulu kpada pihak pasangan saya,,tapi ortu saya gak mau tau dan bilang kalo gak mau tanggal yg ibu tetapkan,maka perkawinan kami diancam dibubarkan…
pdahal waktu lamaran dan balasan omongan yg nentukan dari pihak saya smuanya..
bagaimana cara meluluhkan kekakuan hati ibu saya..
jadi saya mohon sarannya pak..
sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih.
Assalamu’alaikum wr.wb
pak saya ayu tiara butuh masukan an solusi untuk masalah pribadi saya ini. saya berumur 19 th. saya punya pacar 1 th di atas saya. kami sudah menjalani hubungan selama 4 th. tapi saya belum mendapat restu dari orang tua saya.
di tahun pertama,memang orang tua saya setuju dengan hubungan yg kami jalani. tapi setelah itu di tahun ke 2 kami pun terlibat dalam masalah.
saya di ajak oleh teman saya yg baru saya kenal belibur ke luar kota selama 3 hari, teman saya itu ngotot pak,dan meminta saya untuk mengajak pacar saya,kemudian saya bilang ke pacar saya dan pacar saya marah” gak setuju. terus temen saya maksa pak, hingga akhirnya temen saya datang ke rumah dan meminta ijin ke orang tua saya langsung. saya kaget pak. dan dia berbohong kalau kita pergi bersama keluarga temen saya, padahal kita pegi bersama pacar kita masing” akhirnya kita pergi selama 3 hari. dan akhirnya kami pun ketauan kalau kami bohong.. saya sadar tindakan saya itu salah. karena menuruti perintah temen saya itu. sya menyesal pak.
akhirnya setelah kejadian itu oran tua saya pun tidk menyetujui sya jika sya pacaran lagi dengan pacar sya itu. sampai” ppah saya bilang “lupain dia,hapus nomernya jangan pernah ngehubungin dia lagi” padahal ini berawal dari temen saya pak. dan akhirnya kami pun backstreet hingga skrng.
skrng saya ingin sekali memperbaik keadaan menjalin silaturrahmi kembali. sya ingin mendekatkan pacar say ke orang tua sya pak. saya ingin di restui,karena orang tua dari pacar sya sudah tau saya,sudah mengenal sya lama. tapi orang tua saya ttep gk boleh. jadi bagaimana caranya saya untuk meminta ijin. baiknya sya yg bicara duluan ke orang tua sya atau pacar sya yg langsung izin ke orang tua sya pak? mohon solusinya pak. terima kasih
wassalamu’alaikum wr.wb
Assalamualaikum WR.WB
ada satu hal yg ingin saya tanyakan . . .
bagaimana caranya agar menyakinkan orang tua kita agar dia menerima calon pasangan kita ???
karna masalah yg sedang saya alami adalah,
saya berkenalan dengan seorang gadis yg apabila di lihat dari fisik luar sangatlah banyak kekurangannya,
awalnya saya berkenalan dengannya melalui situs jejaring sosial,
tanpa pertemuaan sebelumnya saya putuskan untuk menjadikan dia sebagai pacar,
namun setelah berjalan beberapa bulan akhirnya kita berdua bertemu untuk yang pertama kalinya,
memang pada saat pertama kali melihat dia saya sangat kaget,
karna apa yang terlihat di foto dan aslinya sangat jauh berbeda,
dia jauh lebih pendek dari saya bahkan sangat pendek, kira-kira tinggi badannya hanya sekitar 143 cm,
dan dia juga memiliki fisik yang sangat lemah,
semakin hari saya semakin mengenal siapa dia sebenarnya,
rasa sayang saya kepadanya sebenar’a adalah rasa kasihan saya terhadapnya,
karna banyak lelaki yang selalu mengecilkannya,
bahkan pernah suatu ketika saya mencoba untuk memutuskan dia,
namun semakin saya ingin berusaha melepasnya, maka semakin tak sanggup pula rasanya, karna saya merasa kasihan terhadapnya
billa allah menakdirkan dia menjadi jodoh saya, saya akan terima dengan senang hati,
namun saya takut apabila orang tua saya tidak menyetujiu hubungan saya,
pertanyaan saya adalah :
1. Bagaimana bila orang tua saya tidak merestui hubungan kami ?
2. tindakan apa yang harus saya ambil agar saya tidak membuat kecewe orang tua saya atau pacar saya ?
(karna sampai saat ini saya masih belum berani untuk mengenalkan dia kepada orang tua saya)
3. adakah jalan keluarnya yang lebih baik untuk saya, pacar saya, orang tua saya, dan orang tuanya ?
agar tali silaturahmi tetap terjaga dengan baik
Saya maw minta sarannya dong. saya sudah menikah. tapi papa saya tidak merestui saya menikah dengan istri saya dkarenakan beda suku. padahal yang saya tau semua agama tidak mengajarkan kita untug bs menerima sak membedakan orang menurut suku. saya sudah menjelasakan segala sesuatu yang berkaitan dengan isrti saya. tapi tetap saja papa saya keras kepala dan tidak maw menerima saya menikah dengan istri saya. karena hal tersebut saya sampai bertengkar dengan papa saya. tapi tidak sampai mukul. cuma beradu mulut saja. karena saya berpikir takut nanti saya bisa gelap mata nantinya saya memutuskan untuk kluar dari rumah saya. dan orang rumah yang merestui mama saya dan kakak saya. saya bingung sekarang harus bagaimana lagi. sekarang saya tinggal ngekost. dan hidup sederhana. walaupun begt saya sangat bersykur masih ad tempat tinggal walaupun ngekost dan makan apa adanya. saya saya tuh bingung bagaimana caranya biar papa saya bisa menerima saya menikah ma istri saya? istri saya bener2 cewe yang baik hati. cewe yg bs menerima saya apa adanya. dan yang ga pernah menuntut lebih dari saya. dan istri saya pun selalu mensuport saya dsaat saya sedang jatuh dan sedang terpuruk. istriku tidak pernah maw liat saya terpuruk.istriku lah yg selalu memberi saya semangat untuk hidup. saya sangat menyayangi istri saya. karena dari dulu sebelum menikah dengan istri saya saya berpacaran dengan mantan saya tidak pernah ad yang seperti istri saya ini. maka itu saya bener2 sayang ma istri saya. dy sangat bertanggung jawab.
tolong sarannya y:
1. apa yang harus saya lakukan?
2. apa saya harus tetap begini?
3. gmn cara biar papa saya maw menerima istri saya. dengan tulus?
sudah begt saja. tolong sarannya y. makasih. God bless you.
Ternyata banyak yg masalahnya sama..saya punya masalah yg hampir sama…saya pun mau nangis baca postingan ini..Saya pikir solusinya pun sama..saya terus mncoba brsabar, krena saya sudah gak sanggup beradu argumen terus dngan ortu saya..hanya Do’a yg mampu saya panjatkan di sepanjang hari2 saya..smoga ada “Kemudahan sesudah Kesulitan”..inna ma’al ‘usri yusro (QS alam nasyroh)…Allah Yang Maha Kuasa membolak-balikkan hati setiap insan..keyakinan inilah yg mmbuat saya terus tegar hingga saat ini..
assalamualaikum..
saya mohon solusi nya..
saya punya pacar yg baik tp keluarga saya sepertinya melarang saya..
mungkin karna status pacar saya janda yg tak patuh..
jd pacar saya di nikah kan secara paksa oleh keluarganya..
karna mungkin keluarga nya mungkin kena pelet mantan pacar saya…
karna keluarga pacar saya terbelakang..
dari segi finansial keluarga pacar saya di bawah keluarga saya..
saya ingin orang tua saya memberikan restu, meskipun pacar saya seorang janda…????
saya pun telah siap dengan resiko apapun kalo suatu saat semua orang membicara kan status pacar saya..
begini pak,saya ingin tahu bagaimana cara meluluhkan hati bapak saya?
hubungan saya tidak disetujui,karena saya anak pertama dan pacar saya anak ketiga.menurut adat jawa hubungan saya ini tidak diperbolehkan.kalo seseorang menentang,pasti bakalan celaka hidup dan rumah tangganya kelak.maka dari itu,bapak saya sangat-sangat melarang saya untuk melanjutkan hubungan ini.menurut bapak,apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan restu dari bapak saya???
BALAZ
Assalamu’alaikum pak,, ibu saya selalu memaksa saya untuk menikah dengan laki-laki kaya dan orang tua nya terpandang tapi saya sedikitpun tidak mencuikainya. saya sudah punya pacar 5thn berhubungan dan hampir d khitbah tapi ibu saya tetap bersikeras tidak merestui karena ibu saya lebih memilih laki-laki kaya tersebut. saya memutuskan untuk berpisah dengan pacar saya tersebut walaupun terasa berat sekali tapi saya tetap tdk memilik laki2 pilihan mamah saya itu. beberpa bln kmudian saya mempunyai pacar lagi, awalnya mamah saya setuju dan sangat bagus respon nya tapi beberapa minggu kemudian beliau kembali bersikap seperti dlu lagi. saya bingung pak..
assalamualaikum.. pak sama seperti yang lain, seperti ibu saya ucapkan gpp kan yang mau menjalani rumah tangga saya , jadi semuanya terserah kamu orang tua hanya bisa mendoakan saja..
tapi saya tau jauh dilubuk hatinya dia ragu.. lain dimulut lain dihati..
saya sangat bingung… mohon penjelasan apa yang harus saya lakukan ??
Terima kasih ..
assalamualaikum saya sudah lelah dikekang oleh orang tua saya dari saya kecil hingga satnya saya menemukan jodoh orangtua dan kAka sayaa tidak menyetujui, karna dulu saat saya mondok pria ini pernah ajak saya main sampai malam. sejak saat itu kaka dan ortu saya membencinya, tapi berkali2 dy minta maaf dan mengatakan ingin serius sama saya, begitu kerasnya hati mereka, saat ini saya sedang berdoa dan menjalankan amalan2 agar dibuka pintu hati kedua ortu saya dan kaka saya, mohon doa dan amalan apa yg harus saya lakukan ? terimakasi
ki
Pak alamat emailnya ada dimana yaa… Aku pengin konsultasi juga
Assalamualaikum wr.wb
Saya nul usia saya 25 tahun, pak saya mau bertanya mengenai cara meluluhkan hati ibu saya agar mau lebih mengerti kemauan saya. Saat ini banyak sekali hal yang saya tidak boleh lakukan kecuali melakukan yang diinginkan ibu saya. Pertama saya tidak boleh bekerja pns, bekerja diluar kota selain jakarta ( dengan alasan hanya di jakarta tempat dimana kakak sayabtinggal, karena semua saudara saya di jawa), dan saya harus meneruskan usaha keluarga saya untuk berdagang, saya harus merawat orang tua saya karena saya anak terakhir, dan yang paling menyakitkan adalah saya harus menikah dengan orang yang akan dicarikan ibu saya, padahal saya sudah hampir empat tahun pacaran dengan pacar saya, dan pacaran kami pun diketahui kedua belah pihak. Namun setahun terakhir ini orang tua saya mulai melarang saya bertemu dengan pacar saya karena alasan weton kami tidak cocok. Saya jujur aja benar- benar tidak tahu harus bagaimana, karena saya sendiri tidak faham apa itu weton. Seiring berjalanya waktu kami pacaran diam2 dari ibu saya, namun kakak2 dan bapak saya tidak masalah dengan hubungan saya. Orang tua pacar saya tidak mengetahui permasalahan kami, sampai pada akhirny kemaren orang tua pacar saya meminta pacar saya untuk bertemu keluarga saya sebelum orang tua pacar saya berangkat haji, akhirnya pacar sayapun menceritakan permasalahan kami, sehingga orang tua pacar saya pun tidak bisa bebuat apa2. Bagi orang tua pacar saya yang terpenting kelak kalo menikah dengan saya, saya yang harus ikut suami, sedangkan orang tua saya ingin saya merawat dia.
Alhasil mengenai hubungan kami ada dua permasalahan, weton yang dipermasalahkan ibu saya, dan mengenai kelak mau tinggala dimana yg dprmsalahkan ke dua nya. Sedangkan saya dan pacar sama2 mau tinggal dimanapun. Setelah kejadian pacar saya menceritakan permasalahanya ke orang tuanya, pacar saya mulai merasa sudah tidak tau harus berbuat apalagi. Dia hanya meminta saya jangan sampai mencintainya melebihi cintaku pada ibuku, dan apapun yang terjadi saya tidak diperbolehkan menentang ibu saya karena takut itu menyebabkan permsalahan di rumah tangga kita kelak. Saya semakin bingung harus berbuat apa.. Sedangkan moment dilamar dia adalah moment yang paling saya tunggu, tp keadaanya masih begini.. Kira kira apakah saya ini anak yang durhaka jika saya lebih baik berikir untuk kehidupan saya sendiri daripada merawat orangvtua saya tapi dirumah pasti akan sangat tertekan? Dan apakah dalam hal ini hanya saya yang bersalah dan orang tua saya yang benar? Mohon bantuan masukanya ya pak… Terimakasih dan Wassalamualaikum. Wr.wb
Terima kasih atas nasihat yang bapak berikan. Saya berdoa semoga kita yang mengalami hal demikian dapat diberi kekuatan dan petunjuk untuk menjalani hidup.
asalamualaikum pak, pak sya juga ingn curhat tntang mslah hub.sya, kemaren sya mndpat sms tdk enak dri ayah pcr sya, mreka kira sya meminta uang pda pcr sya, krna mreka mnmukan bukti transferan uang pcar sya, pdhal itu bkn untk sya, stlh pcr sya pulng kerja, sya sms ke pcr sya, trnyta itu slah pham, pcr sya mengrim uang untk dipinjamkn pda tman’y yg mmbtuhkan, namun hati sya terus berfkir bhwa orangtua pcr sya tidak suka pd sya,pdhal sblum’y mreka mrestui,namun stlah kejadian kemarin jdi kepikiran,entah knp sya mrsa malu dn brfkir ortu pcar sya tdk menyukai sya lg, tpi pcr sya bicra ” shrus’y mreka yg malu, udah diemin ajah” tpi hati sya ttap takut pak :’( sya ingn meminta saran bgaimana sikap yang hrs sya lakukan sekarang?