Cerpen: Cinta dan Persahabatan

Posted on Updated on

cerpen romantis | cerita cinta | cerita persahabatan | cerpen cinta dan persahabatan

Cinta dan Persahabatan

Cerpen oleh Kwek Li Na
Kompas.com — Minggu, 19 Juli 2009 | 03:41 WIB

Acara televisi sore ini tak satupun membuat aku tertarik. Kalau sudah begini aku bingung entah apa yang harus aku lakukan. Tio bersama Sany kekasihnya, sahabatku Ricky entah kemana? Mall, bioskop ataupun perpustakaan, bukan tempat yang aku suka, apalagi mesti pergi sendirian.

mmm…Pantai.

Woman on Beach Looking at Ocean

Ya pantai. kayaknya hanya pantailah, tempat yang mampu membuat aku merasa damai dan tak aneh jika aku pergi sendirian.

Kuambil jaket, lalu kusamber kunci dan pergi menuju garasi. Kukendarai mobil mama yang nganggur di sana. Papa dan mama lagi keluar kota, jadi aku bisa keluar dan mengendari mobilnya dengan leluasa.

Terik panas masih menyengat, walaupun waktu sudah menjelang sore. Namun tak membuat manusia-manusia di Ibukota berhenti beraktivitas meskipun di bawah terik matahari yang mampu membakar kulit. Jalan-jalan macet seperti biasanya. Dipenuhi mobil dari merek ternama ataupun yang sudah tak layak dikendarai.

Lalu di depan kulihat pemandangan lain lagi. Pedagang kaki lima duduk lesu menunggu pelangannya.
Krisis yang melanda membuat banyak orang hati-hati melakukan pengeluaran, bahkan untuk membeli jajan pasar.Walaupun tak seorang yang menghampirinya, namun dia tetap semangat menyapa orang-orang yang lewat dan akhirnya ada juga satu pembeli yang menuju arahnya.

Sekilas kulihat orang itu kok mirip sekali dengan Ricky. Kugosok-gosok mataku, menyakinkan pandanganku. Kutepikan mobilku, lalu aku berhenti di tepi jalan itu. Dengan setengah berlari, aku mengejar sosok itu.

Ah…kendaraan sore ini banyak sekali, sehingga membuat aku kesulitan untuk menyeberang jalan ini. Tapi akhirnya terkejar juga, dengan nafas tersengal-sengal, kujamah bahunya.

“Ky!” seruku tiba-tiba, sehingga membuatnya terkejut.

“Anda siapa?” tanya Ricky pura-pura tak mengenalku.

“Ky. Sekalipun kamu jadi gembel , aku akan tetap menggenalmu.” jelasku mendenggus kesal.

“Sudahlah, Sophia, jangan membuat aku terluka lagi.” tukasnya begitu sinis seraya beranjak pergi.

“Ky…Ky…knapa kamu tak pernah mau mendengarkan penjelasanku!” teriakku sekeras-kerasnya. Namun bayangan Ricky semakin menjauh dan akhirnya tak kelihatan.

***

Ricky, Tio dan aku adalah sahabat karib dari kecil. Setelah tumbuh besar, aku tetap mengganggap Ricky adalah sahabat terbaikku, tapi Ricky punya rasa berbeda dari persahabatan kami. Yang aku cintai adalah Tio. Ini yang membuat Ricky menjauhiku. Tapi yang Tio cintai bukan aku, tapi Sany, teman sekelasnya.

Cinta, sulit di tebak kapan dan di mana berlabuh!

Banyak orang tak bisa terima, jika cintanya ditolak, tapi bukankah cinta tak mungkin dipaksa?

Tak mendapatkan cinta Tio, tak membuatku menjauh darinya, tapi aku akan tetap menjadi sahabat baiknya. Walaupun ada sedikit rasa tidak puas, kadang rasa cemburu menganggu hati kecilku, saat kutahu untuk pertama kali, orang yang Tio cintai adalah orang lain.

Aku harus bisa menerima keputusannya , walaupun terasa berat . Bukankah, kebahagian kita adalah melihat orang yang kita cintai hidup berbahagia, baik bersama kita atau tidak?

Tapi tidak dengan Ricky, dia lebih memilih, meninggalkanku, mengakhiri persahabatan manis kami. Pergi dan aku tak pernah tahu kabarnya. Tapi apapun yang terjadi, aku akan selalu berharap suatu saat kami akan dipertemukan lagi.

Karena bagiku, cinta dan persahabatan adalah dua ikatan yang sama. Ikatan yang tak satupun membuat aku bisa memilih satu diantaranya.

***

Sudah seminggu, setiap hari, aku datang kepersimpangan ini. Berharap bisa melihat sosok Ricky lewat disekitar sini lagi. Tapi, Ricky hilang bagai ditelan bumi. Aku hampir putus asa.

Aku sudah capek menunggu, akhirnya aku bangun dan ingin beranjak pergi. Knapa tiba-tiba, indera keenamku, memberiku insting, kalau Ricky ada di sekitarku.

Kubalikan kepala, kulihat sosok Ricky setengah berlari menyeberang jalan di belakang posisiku. Aku berlari menggejar sosok itu. Kuikuti dia dari belakang. Aku pingin tahu dimana dia berada sekarang.

Akhirnya kulihat Ricky, masuk ke sebuah gang kecil, kuikuti terus , sampai akhirnya dia masuk ke sebuah rumah yang sangat sederhana.

“Knapa Ricky lebih memilih hidup disini, daripada di rumah megah orangtuanya?”

”Knapa dia, tinggalkan kehidupannya, yang didambakan banyak orang?”

”Knapa semua ini dia lakukan?”

“Knapa?”

Banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepalaku.

Setelah dia masuk kurang lebih 10 menit, aku masih berdiri terpaku dalam lamunanku, dengan pertanyaan-pertanyan yang jawabanya ada pada Ricky. Aku dikejutkan suara seekor anak anjing jalanan, yang tiba-tiba menggonggong.

Aku memberanikan diri memencet bel di depan rumahnya itu.

“Siapa?” terdengar suara dari balik pintu.

Aku diam, tak memberi jawaban. Setelah beberapa saat aku lihat Ricky pelan-pelan membuka pintu. Nampak keterkejutannya saat melihatku, berada di depannya.

“Ky…boleh aku masuk?” tanyaku hati-hati.

“Maukah kamu memberikan sahabatmu ini, segelas air putih.” ujarku lagi.

Tanpa bicara, Ricky mengisyaratkan tangannya mempersilahkan aku masuk. Aku masuk keruangan tamu. Aku terpana, kulihat rumah yang tertata rapi. Rumah kecil dan sederhana ini ditatanya begitu rapi, begitu nyaman. Kulihat serangkai bunga matahari plastik terpajang di sudut ruangan itu.

“Ricky, kamu tak pernah lupa, aku adalah penggagum bunga -bunga matahari.” gumanku.

Dan sebuah akuarium yang di penuhi ikan berwarna-warni, rumput-rumput dari plastik dan karang-karang di dalamnya. Ricky tahu betul aku penggagum keindahan pantai dan laut. Walaupun hal-hal ini dulunya, setahuku, kamu tak menyukainya. Kulihat juga banyak foto persahabatan kami yang di bingkainya dalam bingkai kayu yang sangat indah, terpajang di dinding ruang tamu ini.

Bulir-bulir air mataku, perlahan-lahan mulai tak mampu aku bendung. Aku benar-benar terharu dengan semua yang Ricky lakukan. Begitu besar cinta Ricky buatku. Kupeluk dia, yang aku sendiri tak tahu, apakah pelukan ini adalah pelukkan seorang sahabat ataupun sudah berubah menjadi pelukan yang berbeda?

Ricky kaget, namun akhirnya dia membalas pelukanku, dan memelukku lebih erat lagi , seakan-akan ingin menumpahkan segala rindu yang sudah hampir tak terbendung dalam hatinya.

Kami menghabiskan sore ini dengan berbagi cerita, pengalaman kami masing-masing selama perpisahan yang hampir 2 tahun lamanya dan akhirnya Ricky mengajakku makan, ke sebuah restoran kecil yang sering dikunjunginya seorang diri, di dekat rumahnya. Terdengar alunan tembang-tembang romatis , suasana hening, membuat kami terbuai dalam hangatnya suasana malam itu.

***

Sekarang Ricky sudah tahu, Tio sudah bersama Sany. Kami sekarang menjadi 4 sekawan. Sany juga telah menjadi anggota genk kami.

Ternyata setelah aku mengenalnya lebih lama, Sany adalah sosok yang sangat baik hati, menyenangkan, ramah dan peduli dengan sahabat. Ah…menyesal aku tak mengenalinya lebih dalam sejak dulu.

“Ky , biarlah semua berjalan apa adanya, mungkin cinta akan pelan-pelan muncul dari hatiku.” ujarku suatu hari, saat Ricky mengungkit masalah ini lagi.

“Oke, aku akan selalu menunggumu. Sampai kapapun. Karena tak akan ada seorangpun yang mampu membuatku jatuh cinta . Hanya kamu yang mampu membuat aku damai, tenang dan bahagia.” jelasnya panjang lebar

Sekarang aku memiliki tiga orang sahabat baik. Tak akan ada lagi hari-hariku yang kulalui dengan kesendirian, kesepian dan kerinduan.

Hampir setiap akhir pekan, kami menghabiskan waktu bersama, ke pantai, ke puncak ataupun hanya sekedar berkaroke di rumah sederhana Ricky. Hidup dengan tali persahabatan yang hangat, membuat hidup semakin berarti dan lebih bahagia.

***

Waktu berjalan begitu cepat. Tiga tahun sudah berlalu. Kebaikan-kebaikan Ricky mampu membuat aku merasa butuh dan suka akan keberadaannya di sampingku. Rasa itu pelan-pelan tumbuh tanpa kusadari dalam hatiku.

Aku jatuh hati padanya setelah melalui banyak peristiwa. Cinta datang, dalam dan dengan kebersamaan.

Apalagi dengan sikap dan perbuatan yang ditunjukannya. Membuat aku merasa, tak akan ada cinta laki-laki lain yang sedalam cinta Riky.

Sekarang Ricky bukan hanya kekasih yang paling aku cintai tapi juga seorang sahabat sejati dalam hidupku.

Taiwan, 11 Oktober 2008

About these ads

141 thoughts on “Cerpen: Cinta dan Persahabatan

    monica fredella ullani said:
    25 Oktober 2010 pukul 14:31

    bagus bgt dan seru abbis

    monica fredella ullani said:
    25 Oktober 2010 pukul 15:00

    cerpennya bagus bgt bgt :)
    mengharukkan dan akhirnya happy ending

    febry said:
    26 Oktober 2010 pukul 12:55

    ceru_ceruw_ceru…..

    may cuwekss said:
    26 Oktober 2010 pukul 13:01

    ya ampun cerpennya top bgts……………. romantis bgt jadi terharu dech…. hampir sama ma pengalaman pribadi ku…. Q tunggu cerpen2 yang lainnya ya… yang g kalah seru tentunya…….

    cd said:
    2 November 2010 pukul 11:09

    luthunaaaaaaa cerpen ntu, v cyanx quwh lond bca,,, v lgsg ngsh koment.. dha dlu akh mwoo dbca x njza ntar cerpen.a jd bnyak yg bca,, ahihi.. ckckckck ^_~
    Cool yaw?

    wina said:
    4 November 2010 pukul 19:41

    hemnzzzzzzzz……asik,,,,75% menyangkut diriku,,,,sebagai seorang kekasih yang kemudian menjadi sahabat dalam lingkungan pacarku,,,,so….. adakah cerpen yang lebih menarik lagi,,,,dari ini!!!!!!saya tunggu. ^_^

    niken said:
    9 November 2010 pukul 16:04

    cerpennya sangat bangus95,95%

    faisal said:
    10 November 2010 pukul 16:19

    yg romantis nian

    ninik said:
    12 November 2010 pukul 15:56

    “cerpenya yuuuuuuuuuuuuuuuuuunik banget”

    andytha meyanawaty said:
    15 November 2010 pukul 13:40

    wiiiiizzzz…….cerita’ya keren buangeeeeeetttzzzzz dech…..top abizzzz,,,,,,,

    jenny said:
    11 Desember 2010 pukul 10:40

    bguz bgt. . . . . .
    95% mirip kisah q

    chams n jams said:
    21 Desember 2010 pukul 11:15

    waduuuucchh,,, jdi terharu nech,,,,
    kyak terbwa suasana,,,,,

    Nitha said:
    5 Januari 2011 pukul 14:16

    sOo.. sWEetzZ.. :))

    T.O.P B.G.T

    tata said:
    29 Januari 2011 pukul 12:08

    aduhhhhhhh,,,,,,
    mnyentuh bngettttt,,,,,
    andai q mliki prsahabatan yak gtu,,,
    yg stia tpi shbat q cma yak pnghianat

      tantya said:
      15 Maret 2012 pukul 18:25

      emang skrg tu gcx da shbat yng cetia!!!!!!!

    dhani said:
    14 Februari 2011 pukul 15:05

    critanya kerennn banget….
    ^_^

    Atix said:
    24 Februari 2011 pukul 20:46

    Seruuuu abiiizzz! Q suka B G T ama critanya. Romantis n tru luv banget ;)

    Ayu said:
    20 Maret 2011 pukul 20:55

    cerita yg membwt aqw mengerti apa arti CINTA ataupu SAHABAT

    septi said:
    24 Maret 2011 pukul 10:55

    hmmm,,,
    novel.a bguuusss….
    miriip bgetttt
    hehehehehehe:-)

    ientan said:
    26 Maret 2011 pukul 20:37

    aku suka banget ma cerpen nya ….^_^

    totie said:
    14 April 2011 pukul 19:52

    seruu .. .
    would like a real friend in the story I love you so much. . I forgive all the mistakes .. . I really miss you

    Riris Chueck'z said:
    13 Mei 2011 pukul 12:22

    Weizzz…..
    ksem-sem wq bca ny ..
    Crita ny bguzzzzzzz sngat…..

    mei said:
    24 Agustus 2011 pukul 12:25

    wouwww, ceritany bagus bgt..
    nd mnyentuh qalbu..

    linda said:
    6 Oktober 2011 pukul 15:37

    cerpen ini sangat mengagumkan?sangat menyentuh hatii

    tantya said:
    15 Maret 2012 pukul 18:23

    cuakep buangetz ni cerpen bikin hti qu terzentuch dech,,,tpi klo crita cerpen nie gini tpi knp bnyak cewek yng nangizt krna d ptz.in n d khianat.tin????????

    dimassku said:
    5 Agustus 2013 pukul 06:57

    ah, konfliknya kurang nendang!!

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s