Apakah kita ini hamba Allah ataukah hamba internet?
Dalam daftar penyumbang, misalnya untuk membantu korban gempa atau pun lainnya, tak jarang kita jumpai bahwa penyumbangnya ialah Hamba Allah. Semoga mereka itu benar-benar hamba Allah. Semoga pula kita terdorong untuk juga menjadi Allah.
Aku sendiri takut menjuluki diriku Hamba Allah. Aku malu kepada-Nya. Di benakku seolah-olah terdengar suara-Nya, “Hai, Shodiq! Benarkah kamu hamba-Ku? Tidakkah kamu adalah hamba internet? Bukankah kamu keasyikan ngakses internet berjam-jam setiap hari? Bukankah untuk menyembah Diriku melalui shalat, kamu melakukannya hanya beberapa menit setiap harinya?”
pertamaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxzzzzzz
KangBoed
12 Oktober 2009
Bagaimana jika lahir bermain internet tetapi bathin tetap zikrullah.. mengingat ALLAH.. HATI ingat tida lupa seiring sejalan tarikan nafas berkata ALLAH… tanpa huruf tanpa kata..
KangBoed
12 Oktober 2009
hehehhehehe.. memang sesungguhnya tiada satupun manusia mau jika dikatakan hamba yang lainnya.. padahal ketika ditanyakannya kepada Hati Nuraninya siapakah yang utama dan terutama dalam hidupnya.. entahlah ALLAH menjadi nomer berapa
KangBoed
12 Oktober 2009
kapan yaaa.. nyang namanya Pak Shodiq sekali kali main ke tempat saya hehehehe..
KangBoed
12 Oktober 2009
kangboed dan pak shodiq juga kapan maen ke tempat saya?
creativesimo
12 Oktober 2009
ada kalanya bentuk penghambaan itu dinilai dengan kualitas kekhusyukannya. Dan kualitas yang baik seringkali tidak bisa dihitung dengan hitungan detik atau jam
iip albanjary
12 Oktober 2009
kang sodik, ada kalanya bentuk penghambaan itu dinilai dengan kualitas kekhusyukannya. Dan kualitas yang baik seringkali tidak bisa dihitung dengan hitungan detik atau jam
iip albanjary
12 Oktober 2009
ya.. itu hanya lah persepsi dalam mengartikan sebuah gabungan kata… untuk hal ini kita harus lebih bijak.
jagoane
12 Oktober 2009
Menarik Tajuknya…”hamba Allah atau hamba Internet”
Setuju dengan pendapat (iip albanjary) namun berapa ramaikah tergolong dalam kumpulan ini? Internet ‘mengasyikkan’ membuat kita terlupa siapa diri kita!!
http://jutawanklik.com/?a_aid=f7ff7bd5
sesamaislam
12 Oktober 2009
Pak Shodiq, tak sll org yg mengakses intrnt 1 jam 2 jam tiap hari bs dsbt sbg hamba intrnt…bhkn mungkin dia adl hamba Allah yg sbnrx. Jd untuk menilai kita lht sj apa aktivitasx dlm mengakses intrnt itu. Apakah mbawa kemudharatan ataukah kbaikan. Apakah menjauhkanx dr keimanan ataukah mdekatkan kpdNya. Apakah menghambur2x uang ataukah sbg sumber penghdpn. Btlkah bgt?
tsania
12 Oktober 2009
etuju
bisa saja khan hamba allah yang kerjaannya ngenet., hahah
selama kegiatan ngnetnya tidak melupakan kewajiban kepada allah sah-sah saja kan?
barok
14 Oktober 2009
betul juga tuh… di internet seharian juga kuat tapi pas baca Al-quran 5 menit ajah udah mabok…
torik
12 Oktober 2009
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
KangBoed
13 Oktober 2009
KangBoed
13 Oktober 2009
KangBoed
13 Oktober 2009
Manstaaaaaaaaaaaaaaaaaabbbbsss.. SUDAHKAH ALLAH MENJADI NOMER SATU dalam HIDUP..
KangBoed
13 Oktober 2009
memang kadang kita ketika asyik internetan suka lalai terhadap kewajiban allah seperti mengakhirkan waktu sholat.. heheh
sebuah pengakuan
el
14 Oktober 2009
benar pak….saya jadi malu ^_^
nurrahman18
14 Oktober 2009
sEMUAx KITA KEMBALIKAN KEPADA nIAT DARI APA YANG KITA LAKUKAN
tero
14 Oktober 2009
. . . . . . aKu JaDi mALu nEcH . . . . . .
, , , , HE. ., hE. ., He. .,
cHiMoUtS
20 Oktober 2009
Internet kan hanya media aja Om…
mbok ya jangan dibikin pengkotak-kotakan, nanti ada hamba fesbuk, hamba PS3, hamba BB
Lha mo ngaku or nggak ngaku, dari sononya kita kan dah dilantik jd hamba Allah, malahan kita njawab ‘Ya. Engkau Tuhanku’. Kitanya aja yang pura-pura gak inget
Salam,
Akmal
akmalhasan
21 Oktober 2009
Subhanallah….mungkin orang2 seperti itu ber keinginan menjadi Hamba Allah, namun masih berat hatinya untuk melakukan sesuatu agar mendapat julukan Hamba Allah dengan tepat….semoga kita semua termasuk orang2 yang benar2 merupakan Hamba Allah yg sesungguhnya…amin…
http://zonacellular.co.cc/
http://zonatampan.blogspot.com/
dwiky Arizona
21 Oktober 2009
Ya.. yang sering kita lihat, pada saat kondisi terjepit,
katakan sedang kesulitan ekonomi, atau kesulitan lainnya,
manusia mengaku “hamba Allah”, namun begitu kesulitan berlalu,
ekonominya mapan, kembali menghambakan diri pada “harta dan kemewahan lainnya”.
Astaghfirullah , semoga kita tetap konsisten menghambakan diri padaNya.
heryn
23 Oktober 2009
wahh ini salah satu pstingan yang menyindir saya juga
erfiz
13 November 2009
Menurut hemat saya, benar sekali jika seorang muslim menyebut dan mengaku dirinya sebagai “Hamba Allah”. Selain kenyataannya (diakui ataupun tidak) kita semua adalah hamba Allah, kita juga memang seyogianya selalu ingat dan sadar atau setidaknya ingatkan diri sendiri bahwa kita adalah hamba Allah (meski mungkin terkadang lupa dan lebih ingat bahwa kita adalah “pejabat”, “dosen”, “ustad”, “mahasiswa” dll). Saya kira salah satu sebab mengapa umat islam diwajibkan mengucap dan mendengar Syahadat berulang-ulang lebih dari 19 x dalam sehari (dlm shalat, adzan, qomat dll) antara lain agar kaum muslimin bener-bener sadar bahwa dirinya adalah Hamba Allah dan bangga mengaku dirinya sebagai hamba Allah. Dalam kesempatan ini selaku pribadi saya juga heran pd umat Islam cenderung gunakan kata “yang diatas” dibanding kata “Allah” padahal kata “yg diatas” bukan salah satu asmaul husna dan Allahpun menyebut diri-Nya Allah…. Saya pribadi “angkat topi” kpd mereka yg menyebut dirinya “Hamba Allah” saat beramal jariah karena dia jelas tidak menonjolkan sosok diri dan identitas dirinya sbg penyumbang, melainkan semata Hamba Allah yg tidak perlu dipublikasikan.
Irawan Danuningrat
30 Desember 2009