… jika anda sangat mencintai Allah SWT dan beliau SAW, anda tidak akan menulis seperti ini, tapi anda akan menulis yang isinya sangat menganjurkan menuliskan SWT dan SAW, bahkan menuliskan dengan lengkap tanpa menyingkat. jika anda seorang yang dalam ilmu tentang Islam, kenapa tidak memunculkan mahabbah dan ta’dziman kepada Allah SWT dan Muhammad SAW?? … jika anda memang ‘ulama dari barisan Islam yang lurus, ajarkan kami untuk mencintai dan ta’dziman kepada Allah SWT dan Muhammad SAW, bukan malah mendangkalkan.
Tanggapan M Shodiq Mustika:
Ada banyak cara untuk menunjukkan cinta kita kepada Allah SWT dan rasul-Nya. Ada kalanya kita perlu menyebut “SAW” (atau pun SWT) secara lengkap, ada kalanya perlu menyingkat, dan ada kalanya pula tidak mencantumkannya diperlukan, tergantung pada situasi (atau konteks) yang kita hadapi. Untuk pertimbangan, aku biasanya berpedoman pada Fiqh Prioritas.
Situasi yang sedang kuhadapi ketika menulis artikel “Haruskah menyebut Nabi Muhammad dengan “Muhammad SAW”?” adalah adanya sejumlah orang yang mewajibkan penulisan “SWT” dan “SAW”. Kalau sebatas menganjurkan, tentunya aku sangat mendukungnya. Tapi karena mereka sudah berlebihan, yakni mewajibkan suatu amal yang tidak diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka aku merasa berkewajiban mengingatkan mereka. (Alhamdulillah, sebagian besar dari mereka bersedia menerima dakwahku ini. Semoga demikian pula Anda.)
Dan Allah sajalah yang Mahatahu.
jadi bingung nih…
Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku :
http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx
Tapi saya sering mebAcA anda menyingkat salam menjadi ass? Bukankah itU berarti pantat?
Terimakasih masukkannya gan… semoga bermanfaat khususnya buat aku sendiri..
Sebuah tulisan mas shodiq yang sangat menarik untuk direspon. kalau kita telaah arti dari subhanahu wa tangala atau SWT kurang lebih Dia Yang Maha suci dan Maha Tinggi. Dan Shollallohu alaihi wa salam atau SAW berarti semoga kesejahteraan dan keselamatan secara terus menerus kepadanya. kalau menilik dari makna ini maka yang terpenting adalah mengakuì sedalam dalamya ke hati kita baik saat menuliskan ataupun saat mengucapkan. Jika hanya untuk sekedar menyingkat tulisan atau hanya untuk mengikuti kebiasaan tanpa tahu apa tujuanya maka ya kurang sempurna. salam dan sukses untuk mas shodiq. Kalau ada yang kurang tepat mohon dikoreksi.ini murni pendapat pribadi. terima kasih ya mas
makin sukses mas shodiq,
yg dimaksut dgn islam itu apa danbagai mana yg sholat itu
ibadah
klo mnurut saya relatif mas,….
INI DURI DALAM DAGING …..ini yang merusak Islam …..Islam menghargai sekulerisme..Liberalisme tapi Islam PASTI MENOLAK sekulerisme.liberalisme dalam beragama ….ini produk Musuh Islam….. HATI-HATI …banyak doktrinisasi disini …..” tiada illah selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah dan tiada Nabi sesudahnya ,..berpegang teguh lah pada AL-Qur’an dan Assunnah.
Setahu saya, tak ada pengharusan menuliskan SWT, ataau kepanjangannya, usai tulisan Lafaz Jalalah ,”ALLAH”, Nabi juga sering menyebut lafadz “Allah” tanpa menambahi salah satu dari sifat-sifatNya. adapun tentang membacakan shalawat jika disebut nama Nabi Muhammad saw, hendaknya kita lakukan. karena beliau bersabda, “Kebangeten.., alias keblinger… orang yang mendengar namaku disebut lantas ia tiada bershalawat untukku.” , “Orang yang bakhil adalah orang yang apabila disebutkan namaku disisinya, lantas ia tiada bershalawat untukku.” walau ditulis “SAW”, seyogyanya tatkala kita membacanyakita ucapkan “shallallahu ‘alaihi wasallam.” bukan kita baca “es a we”!! karena “es a we” bukan shalawat. wallahu a’alam
Semua berbalik kpd individu masing” seberapa dalam Ikita mengkaji sesuatu dan seberapa dalam ilmu dan wawasan kita terutama babakan Hakekat , bukan hanya sekedar hurup dan tulisan ada dan tidaknya SWT atau SAW , buka itu yg terpenting ITU HANYA TULISAN . karena yg terpenting bagi kita adalah seberapa banyak HATI INI MENGINGAT ALLOH WAROSULLIHI SHOLOLLOHU ‘ALAIHI WASSALAM ….. karena hati yg selalu ingatlah yg akan membawa kebaikan , siapa saya … dari mana saya … dan akan ke mana saya …
i like gan…
mari kembali ke Al qur’an dan Assunnah..
kalo denger pendapat orang… yah,, perlu di kaji lagi….
jangan langsung di percaya…
tidak ada di al qur’an + assunnah + pendapat ulama = tolak
Terima kasih buat informasi yang satu ini
Semoga artikelnya bermanfaat bagi blogger lainnya.
http://www.disave.blogspot.com
Sekalian Tukaran Link ya
Salam Persahabatan.
kasian yang buta huruf. yang bisa baca so pemikir hebat..
apapun tulisannya yang penting maknanya sama…
mantaaap gan atas infonya
islam itu mudah asal jangan dmudah-mudahkan
tulisan hanya simbol sekaligus dakwah agar orang yg membacanya secara lengkap dg lisan dan hatinya sehingga mendapat pahala, tdk masalah mau disingkat seperti apapun (pendapat pribadi)