<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Suara Mustika &#187; Tuntunan Islam</title>
	<atom:link href="http://muhshodiq.wordpress.com/category/agama-islam/tuntunan-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhshodiq.wordpress.com</link>
	<description>Indonesia, Cinta, dan Islam dalam berita/cerita terheboh, lowongan kerja terbaru, dll.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Jan 2010 17:05:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muhshodiq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f0e359c09c89fd9e1f7456718c5f8519?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Suara Mustika &#187; Tuntunan Islam</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muhshodiq.wordpress.com/osd.xml" title="Suara Mustika" />
		<item>
		<title>Sepeda Motor Diharamkan untuk Pawai Takbir Keliling</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/11/26/sepeda-motor-diharamkan-untuk-pawai-idul-adha/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/11/26/sepeda-motor-diharamkan-untuk-pawai-idul-adha/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 07:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan bermotor]]></category>
		<category><![CDATA[takbir keliling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=6157</guid>
		<description><![CDATA[Di sejumlah daerah di Indonesia, Idul Adha dirayakan dengan lebih meriah daripada Idul Fitri. Kemeriahannya antara lain terlihat dalam pawai takbir keliling dengan menggunakan kendaraan bermotor. Namun tentunya, perayaan itu tidak boleh berlebihan. Sebagaimana pada pawai jalanan seperti pada kampanye pemilu, lalu lintas kita perlu lebih diatur demi keamanan dan ketertiban bersama. Karena itu, aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=6157&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Di sejumlah daerah di Indonesia, Idul Adha dirayakan dengan lebih meriah daripada Idul Fitri. Kemeriahannya antara lain terlihat dalam pawai takbir keliling dengan menggunakan kendaraan bermotor. Namun tentunya, perayaan itu tidak boleh berlebihan. Sebagaimana pada pawai jalanan seperti pada kampanye pemilu, lalu lintas kita perlu lebih diatur demi keamanan dan ketertiban bersama. Karena itu, aku mendukung keputusan Pemerintah Kota Batam yang &#8220;mengharamkan&#8221; alias melarang sepeda motor mengikuti pawai keliling pada malam takbir Idul Adha 1430 H:</p>
<blockquote><p>Sepeda Motor Dilarang Ikut Pawai Idul Adha<br />
By Republika Newsroom<br />
Kamis, 26 November 2009 pukul 10:13:00</p>
<p>BATAM&#8211;Pemerintah Kota Batam melarang pengendara sepeda motor mengikuti pawai keliling pada malam takbir Idul Adha 1430 H, Jumat (27/11). Takbir keliling hanya boleh diikuti kendaraan roda empat.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan rapat koordinasi antara Panitia Hari Besar Islam Kota Batam dengan Sat Lantas Poltabes Barelang, kendaraan roda dua tidak diperbolehkan ikut pawai keliling,&#8221; kata Kabag Humas Pemkot Batam, Yusfa Hendri di Batam, Rabu (25/11).</p>
<p>Menurut Yusfa, larangan tersebut untuk menghindari kecelakaan yang biasa terjadi dalam pawai. &#8220;Selain untuk menghindari kecelakaan lalu lintas dan kemacetan arus lalu lintas di jalan raya, juga agar syiar merayakan Idul Adha diperingati tidak dengan ugal-ugalan oleh pengendara roda dua,&#8221; kata Yusfa.</p>
<p>Ia mengatakan, pawai keliling Idul Adha akan diikuti perwakilan 12 kecamatan yang ada di Batam dan organisasi masyarakat.<br />
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah kota Batam memperlombakan kendaraan yang ikut pawai keliling, kata dia.</p>
<p>Pawai keliling, kata dia, akan melalui rute Masjid Raya melewati Simpang Kabil, Simpang Jam, Simpang Baloi Centre, Tanjung Uma, Nantongga, Polsek Batu Ampar, Seraya Atas, Simpang Ramco, Simpang Kuda Atas, Simpang Sei Panas, Simpang Bundaran Regata dan finish di Masjid Raya.</p>
<p>Sementara itu, Kantor perwakilan Departemen Agama di Batam menetapkan 364 lokasi Shalat Idul Adha 1430H.</p>
<p>Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan direncanakan menunaikan Shalat Idul Adha di Masjid Raya, Batam Centre. Khatib di Masjid Raya adalah Jamaluddin Noor dan imam Muslim Ahmad, serta bilal M Hasyim.</p>
<p>Pemerintah Kota Batam menyumbang 11 ekor sapi dan 15 ekor kambing dalam pelaksanaan idul kurban. Hewan potong disebar di beberapa pusat pemotongan hewan kurban di Kota Batam. &#8220;Kegiatan pemotongan hewan lembu tidak hanya dipusatkan di Masjid Raya Betam Centre, tapi juga ditempat-tempat yang masyarakatnya sangat membutuhkann bantuan daging qurban tersebut,&#8221; kata Yusfa. ant/rin
</p></blockquote>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: Idul Adha, kendaraan bermotor, takbir keliling <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/6157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/6157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/6157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/6157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/6157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/6157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/6157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/6157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/6157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/6157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=6157&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/11/26/sepeda-motor-diharamkan-untuk-pawai-idul-adha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiamat memang sudah dekat</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/11/10/kiamat-memang-sudah-dekat/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/11/10/kiamat-memang-sudah-dekat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 22:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=6094</guid>
		<description><![CDATA[Kata temannya anakku, kiamat sudah dekat. Tahun 2012, katanya. Mungkin dia mendengarnya dari film atau novel yang konon merupakan ramalan dari suku Maya di benua Amerika. Tapi, so what gitu loh?! 
Akan kiamat 2012, 2120, 20-11-2019, atau kiamat hari ini, emangnya perlu kita pikirin? Yang penting &#8216;kan bahwa &#8216;kiamat kecil&#8217; alias el-maut pasti akan terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=6094&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p><img alt="" src="http://im.in.com/connect/images/profile/sep2009/2012_(film)_300.jpg" title="2012" class="alignright" width="300" height="360" />Kata temannya anakku, kiamat sudah dekat. Tahun 2012, katanya. Mungkin dia mendengarnya dari film atau novel yang konon merupakan ramalan dari suku Maya di benua Amerika. Tapi, <em>so what gitu loh</em>?! </p>
<p>Akan kiamat 2012, 2120, 20-11-2019, atau kiamat hari ini, emangnya perlu kita pikirin? Yang penting &#8216;kan bahwa &#8216;kiamat kecil&#8217; alias el-maut pasti akan terjadi dalam waktu dekat pada diri kita masing-masing. Betul, &#8216;bentar lagi kita mati. Ini bukan ramalan, tapi kepastian.</p>
<p>Ngomong-omong, kalau kiamatnya terjadi satu jam lagi, apa yang kau lakukan sekarang? Cepaaat&#8230; waktunya tinggal 60 menit lagi. Segera kerjakan apa yang terpenting SEKARANG!!!</p>
<p>Demi waktu. Sesungguhnya kita manusia pasti rugi, kecuali yang berbuat baik dan saling menerima nasihat dalam kebenaran dan ketabahan.</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: Aqidah, Hari Akhir, kiamat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/6094/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/6094/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/6094/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/6094/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/6094/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/6094/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/6094/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/6094/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/6094/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/6094/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=6094&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/11/10/kiamat-memang-sudah-dekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://im.in.com/connect/images/profile/sep2009/2012_(film)_300.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah kita ini hamba Allah ataukah hamba internet?</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/10/12/apakah-kita-ini-hamba-allah-ataukah-hamba-internet/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/10/12/apakah-kita-ini-hamba-allah-ataukah-hamba-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 20:07:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[hamba Allah]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=6029</guid>
		<description><![CDATA[Dalam daftar penyumbang, misalnya untuk membantu korban gempa atau pun lainnya, tak jarang kita jumpai bahwa penyumbangnya ialah Hamba Allah. Semoga mereka itu benar-benar hamba Allah. Semoga pula kita terdorong untuk juga menjadi Allah.
Aku sendiri takut menjuluki diriku Hamba Allah. Aku malu kepada-Nya. Di benakku seolah-olah terdengar suara-Nya, &#8220;Hai, Shodiq! Benarkah kamu hamba-Ku? Tidakkah kamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=6029&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Dalam daftar penyumbang, misalnya untuk membantu korban gempa atau pun lainnya, tak jarang kita jumpai bahwa penyumbangnya ialah Hamba Allah. Semoga mereka itu benar-benar hamba Allah. Semoga pula kita terdorong untuk juga menjadi Allah.</p>
<p>Aku sendiri takut menjuluki diriku Hamba Allah. Aku malu kepada-Nya. Di benakku seolah-olah terdengar suara-Nya, &#8220;Hai, Shodiq! Benarkah kamu hamba-Ku? Tidakkah kamu adalah hamba internet? Bukankah kamu keasyikan ngakses internet berjam-jam setiap hari? Bukankah untuk menyembah Diriku melalui shalat, kamu melakukannya hanya beberapa menit setiap harinya?&#8221;</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: Aqidah, hamba Allah, renungan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/6029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/6029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/6029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/6029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/6029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/6029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/6029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/6029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/6029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/6029/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=6029&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/10/12/apakah-kita-ini-hamba-allah-ataukah-hamba-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh Syawalan-Silaturahmi Yang Terputus (true story)</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/10/05/oleh-oleh-syawalan/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/10/05/oleh-oleh-syawalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 10:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zelyindahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=5973</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, Ahad 4 Oktober 09, saya ikut serta dalam acara syawalan satu keluarga besar trah Puspodipranan di sebuah kawasan di Bantul. Rasanya senang sekali bisa hadir setelah bertahun-tahu, bahkan belasan tahun saya tidak pernah berkumpul dengan keluarga besar saya. Terakhir ikut kumpulan trah waktu saya masih SD (saya lupa kapan). Waktu yang sangat lama itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5973&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Kemarin, Ahad 4 Oktober 09, saya ikut serta dalam acara syawalan satu keluarga besar trah Puspodipranan di sebuah kawasan di Bantul. Rasanya senang sekali bisa hadir setelah bertahun-tahu, bahkan belasan tahun saya tidak pernah berkumpul dengan keluarga besar saya. Terakhir ikut kumpulan trah waktu saya masih SD (saya lupa kapan). Waktu yang sangat lama itu hanya dibayar dengan pertemuan beberap jam saja.</p>
<p>Lho, terus ngapain cerita seperti ini kepada kita? Mungkin terlintas di pikiran Anda seperti itu. Tetapi ini merupakan hal yang luar biasa bagi saya. Dan sebentar lagi Anda akan tahu sebabnya.</p>
<p>Syawalan/halal bi halal itu konon hanya ada di Indonesia. Ini asli budaya kita. Makanya kekeluargaan, kemasyarakatan, dan gotong royong kita masih kental sampai sekarang.</p>
<p>Ada sedikit penyesalan dalam hati saya, ketika menghadiri acara tersebut. &#8220;Kenapa nggak dari dulu ya?&#8221; Saya pikir, kalau saya dan keluarga (ortu) tidak &#8216;meng eklusifkan&#8217; diri barang kali pada acara kumpulan trah itu saya tidak merasa jadi orang asing.</p>
<p>Sebenarnya apa sih yang mau saya bicarakan? Sebenarnya ini mengenai masalah konflik keluarga. Saya, sebagai generasi ketiga trah tersebut, sebenarnya tidak tahu menahu tentang konflik yang membuat orang tua (generasi kedua) saya memilih mengundurkan diri dari keluarga besar. Sejak belasan tahun terakhir otak saya telah penuh dijejali dengan doktrin-doktrin mengenai segalanya yang buruk tentang benyak orang di dalam keluarga besar tersebut.  Tetapi saya tidak begitu saja percaya. Anda tahu kan hukumnya memutus tali silaturahmi???? Selama helasan tahun itulah, tali silaturahmi saya dan saudara-saudara &#8216;terputus&#8217;. Saya cukup kecewa dengan keputusan ortu karena saya merasa tidak punya masalah, apalagi dengan sepupu-sepupu, om-om, tante-tante, kakek-kakek, dan nenek-nenek  saya. Hubungan kami baik-baik saja kok. Tapi saya tetap mendapat larangan keras untuk tidak ikut dalam kumpulan tersebut. Bahkan sempat mendapat ancama akan diusir dari rumah kalau masih berhubungan dengan mereka? Masya Allah! Namun, saya saat itu mesti nurut. Lha wong masih ikut orang tua. Mau tinggal di mana nanti kalau saya diusir.</p>
<p>Dilema itu terjadi berkepanjangan. Semakin dewasa, saya semakin mencoba mencari tahu sebab musabab bentrokan tersebut. Saya kira saya tahu jawabannya. Ternyata hanya kesalahan paham! Sepele tetapi telah mendarah daging di hati ortu menjadi sebuah dendam kesumat!</p>
<p>Salah satu ortu saya memang tidak mau berdamai selamanya. Astaghfirullah. Tapi saya dari dulu selalu bertekad, &#8220;kalau aku dewasa nanti aku ingin menunjukkan padanya bahwa hubungan keluarga ini masih terjalin baik.&#8221; Saya tahu, itu tidak semudah mengedipkan mata lho. Dilemanya itu yang bikin pusing tujuh keliling. Saya mesti nurut ortu, tapi di sisi lain saya tidak mau cari musuh.</p>
<p>Tetapi&#8230; saya percaya Allah pasti menunjukkan jalan yang baik. Saya pergi ke kumpulan trah itu dengan diam-diam. Alhamdulillah sampai di sana saya mendapat sambutan baik. Kangen-kangenan. Semua berrjalan biasa, tidak ada rasa benci sama sekali. Tanpa ada ortu di sana pastinya. hihihihi&#8230;. Keep SILATURAHMI ya, karena hidup ini untuk dipertanggung jawabkan di akhirat nanti.</p>
Posted in Tuntunan Islam  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/5973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/5973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/5973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/5973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/5973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/5973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/5973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/5973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/5973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/5973/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5973&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/10/05/oleh-oleh-syawalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d4450c7aace1a1e70b2253836eee0a7?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zelyindahan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Layakkah Indonesia menjadi tempat tinggal orang Islam?</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/28/layakkah-indonesia-menjadi-tempat-tinggal-orang-islam/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/28/layakkah-indonesia-menjadi-tempat-tinggal-orang-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 22:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=5664</guid>
		<description><![CDATA[pak shodiq, belakangan ini saya lihat makin marak saja aliran extrimis yang mengatasnamakan agama islam..terlepas dari provokasi oleh pihak manapun dan benar tidaknya berita tersebut, tapi saya sangat prihatin dengan keadaan islam sekarang yang semakin bergolong-golongan untuk menjadi yang paling benar&#8230;.
Ya, aku juga prihatin. Ada banyak diantara kita yang terlalu bersemangat dalam berislam, sehingga berlebihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5664&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><blockquote><p>pak shodiq, belakangan ini saya lihat makin marak saja aliran extrimis yang mengatasnamakan agama islam..terlepas dari provokasi oleh pihak manapun dan benar tidaknya berita tersebut, tapi saya sangat prihatin dengan keadaan islam sekarang yang semakin bergolong-golongan untuk menjadi yang paling benar&#8230;.</p></blockquote>
<p>Ya, aku juga prihatin. Ada banyak diantara kita yang terlalu bersemangat dalam berislam, sehingga berlebihan dalam melihat &#8216;kesalahan&#8217; orang lain dan kurang melihat kesalahan diri sendiri. Seperti kata peribahasa: &#8220;Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.&#8221; </p>
<blockquote><p>menindaklanjuti fenomena tersebut saya ingin bertanya kepada bapak bagaimana sejarah pemerintahan islam saat Nabi Muhammad SAW menjadi pemimpin umat manusia dan pada masa keemasan islam sampai runtuhnya apakah alamiah atau ada provokasi umat lain yang ingin menghancurkan islam&#8230;.selama saya mencari di semua situs rata2 penafsiran tentang islam hanya dari satu sumber&#8230;saya ingin lebih mengetahui lebih dalam karena saya tidak ingin taqlid..</p></blockquote>
<p>Sejauh pengamatanku terhadap sejarah Islam dari zaman Rasulullah saw. hingga sekarang, &#8220;provokasi umat lain yang ingin menghancurkan islam&#8221; muncul hanya ketika Islam dipandang sebagai ancaman. Namun ketika Islam dipandang sebagai rahmatan lil &#8216;alamin, umat lain menyambut hangat keberadaan Islam. Oleh karena itu, yang perlu senantiasa kita usahakan adalah menjunjung tinggi citra Islam sebagai rahmatan lil &#8216;alamin.</p>
<blockquote><p>Lalu mengenai konsep negara islam apakah harus se-extrim pemikiran beberapa kelompok saja? </p></blockquote>
<p>Tentu tidak harus, tetapi hendaknya justru yang paling lembut/ringan. “Tak pernah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diberikan pilihan di antara dua perkara, kecuali beliau pasti memilih yang paling ringan di antara keduanya selama perkara itu bukan suatu dosa. Apabila perkara itu suatu dosa, maka beliau adalah orang yang paling jauh darinya.” (HR. Al-Bukhari no.3560 dan Muslim no.2327)</p>
<blockquote><p>lalu apakah negara indonesia tidak layak menjadi tempat bagi kaum muslim lagi karena tidak &#8220;nyunnah&#8221; menurut beberapa pandangan?</p></blockquote>
<p><strong>Kita tidak bisa menyatakan bahwa Indonesia tidak layak menjadi tempat bagi kaum muslim.</strong> Dalam bahasa agama, &#8220;tidak nyunnah&#8221; itu berarti fasiq. Seandainya Indonesia benar-benar merupakan negeri fasiq, maka dalam hal ini, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berfatwa: </p>
<p>&#8220;Adapun di negeri fasik, yaitu suatu negeri yang kefasikan dilakukan secara terang-terangan dan dipertontonkan, maka kami katakan kepadanya: apabila seseorang merasa khawatir terhadap keselamatan dirinya dari ikut terjerumus dalam kemaksiatan yang banyak dilakukan oleh penduduk negeri tersebut, maka dalam kondisi ini hukum hijrah adalah wajib baginya. Apabila dia tidak khawatir atas hal itu, maka hukum hijrah tidak sampai derajat wajib baginya. </p>
<p>Bahkan bisa saja kami katakan bahwa apabila dengan keberadaannya di sana memberikan maslahat dan upaya perbaikan, maka hukum tinggal di sana baginya adalah wajib karena kebutuhan penduduk negeri tersebut kepadanya dalam rangka menegakkan perbaikan, menggalakkan amar ma’ruf dan nahi munkar. &#8230;&#8221;</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: hijrah, Indonesia, Politik Islami <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/5664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/5664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/5664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/5664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/5664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/5664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/5664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/5664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/5664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/5664/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5664&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/28/layakkah-indonesia-menjadi-tempat-tinggal-orang-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Berjabat Tangan Seusai Shalat</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/27/hukum-berjabat-tangan-seusai-shalat/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/27/hukum-berjabat-tangan-seusai-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 23:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jabat tangan]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=5640</guid>
		<description><![CDATA[aq 5u nanya nich hukumnya berjabat tangan sesudah salat gmn?mkch
Jawaban M Shodiq Mustika:
Bila jabat tangan seusai shalat berjamaah itu diperlakukan sebagai ritual (dalam rangka penyempurnaan ibadah shalat), maka menurutku itu tergolong bid&#8217;ah yang terlarang. Namun bila jabat tangan tersebut diperlakukan sebagai muamalah (dalam rangka mempererat tali silaturrahim), maka insya&#8217;Allah itu tergolong amal yang berpahala, terutama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5640&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><blockquote><p>aq 5u nanya nich hukumnya berjabat tangan sesudah salat gmn?mkch</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p>Bila jabat tangan seusai shalat berjamaah itu diperlakukan sebagai ritual (dalam rangka penyempurnaan ibadah shalat), maka menurutku itu tergolong bid&#8217;ah yang terlarang. Namun bila jabat tangan tersebut diperlakukan sebagai muamalah (dalam rangka mempererat tali silaturrahim), maka insya&#8217;Allah itu tergolong amal yang berpahala, terutama bila kedua orang yang berjabat tangan itu belum bertemu sebelum shalat.</p>
<p>Untuk lebih memahami persoalan ini, silakan perhatikan dua kutipan berikut ini.</p>
<blockquote><p><a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=9787">Berjabat Tangan Usai Sholat</a></p>
<p>http://www.nu.or.id/</p>
<p>24/07/2007</p>
<p>Sudah berlaku di masyarakat kita, setelah selesai sholat berjama’ah, satu sama lain saling bersalaman. Apakah itu ada dasar hukumnya, lantas apa faedahnya?</p>
<p>Bersalaman antar sesama muslim memang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal itu dimaksudkan agar persaudaraan semakin kuat, persatuan semakin kokoh. Salah satu bentuknya adalah anjuran untuk bersalaman ketika bertemu. Bahkan jika ada saudara muslim yang datang dari bepergian jauh, misalnya habis melaksanakan ibadah haji, maka disunnahkan juga saling berangkulan (mu’anaqah).</p>
<p>Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib, Rasulullah SAW bersabda bahwa dua orang yang bertemu dan bersalaman akan diampuni dosa mereka sebelum berpisah. (HR Ibnu Majah)</p>
<p>Berdasarkan hadits inilah ulama Syafi’iyyah mengatakan bahwa bersalaman setelah sholat hukumnya sunnah. Kalaupun perbuatan itu dikatakan bid’ah (hal baru) karena tidak ada penjelasan mengenai keutamaan bersalaman usai sholat, maka bid’ah yang dimaksud di sini adalah bid’ah mubahah, yang diperbolehkan. </p>
<p>Imam Nawawi menyatakan, bersalaman sangat baik dilakukan. Sempat ditanyakan, bagaimana dengan bersalaman yang dilakukan usai shalat? Menurut Imam Nawawi, salaman usai shalat adalah bid’ah mubahah dengan rincian hukum sebagai berikut: Jika dua orang yang bersalaman sudah bertemu sebelum shalat maka hukum bersalamannya mubah saja, dianjurkan saja, namun jika keduanya berlum bertemu sebelum shalat berjamaah hukum bersalamannya menjadi sunnah, sangat dianjurkan. (Dalam <em>Fatâwî al-Imâm an-Nawâwî</em>)</p>
<p>Bahkan sebagian ulama mengatakan, orang yang sholat itu sama saja dengan orang yang ghaib alias tidak ada di tempat karena bepergian atau lainnya. Setelah sholat, seakan-akan dia baru datang dan bertemu dengan saudaranya. Maka ketika itu dianjurkan untuk berjabat tangan. Keterangan ini diperoleh dari kitab <em>Bughyatul Muytarsyidîn</em>.</p>
<p>Jadi bisa disimpulkan, hukum bersalaman usai shalat adalah mubah atau boleh, bahkan menjadi sunnah jika sebelum shalat kedua orang yang bersalaman belum bertemu.</p>
<p>KH. Muhyiddin Abdusshomad<br />
<em>Ketua PCNU Jember, Jawa Timur</em></p></blockquote>
<blockquote><p> Berjabat Tangan setelah Shalat<br />
<a href="http://bincang.net/forum/archive/index.php/t-53235.html">http://bincang.net/forum/archive/index.php/t-53235.html</a></p>
<p>Tidak diketahui ada seorang shahabat dan satu pun ulama’ salaf Rahimahullah &#8216;Alihim jika seusai shalat, mereka menoleh ke arah kanan dan arah kiri sambil bersalaman dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Seandainya mereka memang melakukan hal itu, pasti kita akan menukil berita tersebut dari mereka sekalipun dengan sanad yang dha’if. Begitu juga dengan para ulama’ yang menyelami lautan ‘ilmu, pasti akan dinukilkan berita itu untuk kita. Jika memang riwayat itu ada, pasti mereka semua akan memunculkan banyak sekali hukum tentang masalah ini. (Tamaam al Kalaam fii Bid’ah al Mushaafahah Ba’d al Salaam hal. 24-25 dan di dalam kitab al Masjiid fii al Islaam hal. 225).</p>
<p>Al Muhaddits Syaikh Muhammad Nashirudiin Al Albani berkata di dalam al Silsilah al Shahihah (I/23) sebagai berikut: “Adapun berjabat tangan selepas shalat maka dianggap sebagai sesuatu bid’ah. Kecuali bagi kedua orang yang sebelumnya sama sekali belum bertemu, maka dianggap sebagai perbuatan sunnah.” Al Kanawi berkata: “Selain itu para ulama’ bermadzhab Hanafi, Syafi’i dan Maliki menganggap berjabat tangan seusai shalat sebagai perbuatan makruh dan sebagai bid’ah. Dikatakan dalam kitab al Multaqath: “Berjabat tangan seusai shalat merupakan sesuatu yang dimakruhkan dalam kondisi apapun. Karena para shabat tidak pernah berjabat tangan setelah shalat. Selain itu berjabat tangan seusai shalat termasuk kebiasaan yang dikerjakan oleh orang-orang Rafidhah (syi’ah –pen.).” Dari kalangan madzhab Syafi’i, al Hafidz Ibn Hajar al Atsqalani berkata: “Berjabat tangan yang dikerjakan orang seusai shalat lima waktu merupakan hal yang dimakruhkan. Karena perbuatan itu tidak memiliki dasar dalam syari’at Islam.” (al Si’aayah fii al Kasyf ‘ammaa fii Syarh al Wiqaayah hal. 264).</p>
<p>Sesuatu yang masih diperselisihkan statusnya antara makruh ataukah sunnah, maka dianggap sebagai sesuatu yang tidak boleh dikerjakan. Karena menolak kemudharatan itu lebih diutamakan ketimbang menarik kemaslahatan.</p>
<p>Padahal berjabat tangan (seusai shalat) disangka oleh orang-orang jaman sekarang sebagai sesuatu yang terpuji. Bahkan mereka akan mencela orang yang mencegah perbuatan tersebut.</p>
<p>Mereka tetap saja melakukan hal itu meskipun diingatkan berkali-kali. Padahal mengerjakan sesuatu yang hukumnya sunah secara kontinu bisa mengakibatkan makruh. Bagaimana jika mengerjakan perbuatan bid’ah dan tidak memiliki dasar dalam syari’at secara kontinu? Jika demikian, maka tidak perlu disangsikan lagi bahwa berjabat tangan seusai shalat hukumnya makruh. Inilah tujuan orang yang memfatwakannya sebagai sebuah perbuatan yang dibenci. Padahal sebenarnya hukum makruh ini telah dinukil dari dari para ulama’ pendahulu.</p>
<p>Syaikh Masyhur bin Hasan Salman berkata: “Yang perlu aku peringatkan bahwa seorang muslim tidak boleh memotong atau menghen-tikan tasbih saudaranya sesama muslim kecuali karena ada sebab syar’i. Pada-hal yang banyak kami saksikan dewasa ini, banyak sekali kaum muslimin yang memutus dzikir-dzikir yang disunahkan dibaca saudaranya setelah shalat dengan cara mengulurkan tangan kepada mereka untuk berjabat tangan. Padahal dengan mengajak mereka berjabat tangan berarti telah memutus hubungan tasbih dan dzikir yang sedang dijalin dengan Allah Ta’aala.</p>
<p>Jika memang seseorang pertama kali berjumpa, maka hendaknya kedua-nya saling berjabat tangan dengan lembut dan penuh kasih. Dengan demi-kian sekarang menjadi jelas mengapa berjabat tangan bisa berubah statusnya menjadi sesuatu yang bid’ah. Berapa banyak orang yang pandai memberikan mau’idzah dan ahli memberikan nasehat, namun dia tetap mengerjakan hal yang melanggar sunah ini. (Tamaam al Kalaam fii Bid’ah al Mushaafahah Ba’d al Salaam hal. 23).</p>
<p>Wallahu A’lam Bishshawab</p>
<p>Rujukan:</p>
<p>   1.      Quthuf minasy Syamailil Muhammadiyati wal Akhlaqin Nabawiyati wal Adabil Islamiyah (terjemahan) Karya Muhammad bin Jamil Zainu.<br />
   2.      Al Qawl al Mubiin fii Akhtaa al Mushalliin (terjemahan) Karya Abu ‘Ubaidah Mashur bin Hasan bin Salman.</p>
<p>(kedua-dua penulis tersebut adlh murid kpd Imam Al-Albani Rahimahullah)</p></blockquote>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: jabat tangan, shalat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/5640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/5640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/5640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/5640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/5640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/5640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/5640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/5640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/5640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/5640/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5640&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/27/hukum-berjabat-tangan-seusai-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amalan yang Dianjurkan Selama Berpuasa</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/22/amalan-yang-dianjurkan-selama-berpuasa/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/22/amalan-yang-dianjurkan-selama-berpuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 17:02:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[panduan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=5538</guid>
		<description><![CDATA[Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Berpuasa:

Mengerjakan Qiyamul-Lail (Shalat Tarawih). [Untuk caranya, lihat "Tuntunan Shalat Tarawih"] Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad saw:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُهُمْ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5538&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Berpuasa:</p>
<ol>
<li><strong>Mengerjakan Qiyamul-Lail</strong> (Shalat Tarawih). [Untuk caranya, lihat "<a href="http://shodiq.com/2009/08/21/tuntunan-shalat-tarawih/">Tuntunan Shalat Tarawih</a>"] Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad saw:</li>
</ol>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُهُمْ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. [رواه الشيخان].</p>
<p>Artinya: <em>“Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw menganjurkan (shalat) qiyami Ramadhan kepada mereka (para shahabat), tanpa perintah wajib. Beliau bersabda: Barangsiapa mengerjakan (shalat) qiyami Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.”</em> [HR. Al-Bukhari dan Muslim].</p>
<ol>
<li><strong>Mengakhirkan makan di waktu sahur</strong>. Dasarnya adalah hadits Nabi saw:</li>
</ol>
<p>عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ كُنْتُ أَتَسَحَّرُ فِيْ أَهْلِيْ ثُمَّ تَكُوْنُ سُرْعَتِيْ أَنْ أُدْرِكَ السُّجُوْدَ مَعَ رَسُوْلِ الله  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ [رواه البخاري ، كتاب الصيام ، باب تأخير السحور] .</p>
<p><strong>Artiunya: </strong><em>Dari Sahl Ibnu Sa‘ad r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya makan sahur di keluarga saya, kemudian saya berangkat terburu-buru sehingga saya mendapatkan sujud (pada shalat subuh) bersama Rasulullah saw </em>[HR al-Bukh±r³, dalam Kitab ash-Shiy±m B±b Ta’kh³r as-Sa¥­r].<strong></strong></p>
<p>عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسٍوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  : لاَ تَزَالُ أُمَّتِيْ بِخَيْرٍ ماَ عَجَّلُوْا اْلإِفْطَارَ وَأَخَّرُوْا السَّحُوْرَ [رواه أحمد]</p>
<p>Artinya: <em>“Dari Abu Dzarr (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Umatku senantiasa dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka dan menta’khirkan sahur” </em>[HR Ahmad]. Menyegerakan berbuka sebelum shalat Maghrib (ta‘jil). Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad saw:</p>
<p>عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ. [متفق عليه].</p>
<p>Artinya: <em>“Dari Sahl bin Sa‘ad (diriwayatkan bahwa) Rasulullah saw bersabda: Orang akan selalu baik (sehat) apabila segera berbuka.”</em> [Muttafaq ‘Alaih].</p>
<ol>
<li><strong>Menyegerakan berbuka sebelum shalat Maghrib</strong> (ta‘jil). Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad saw:</li>
</ol>
<p>عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ. [متفق عليه].</p>
<p>Artinya: <em>“Dari Sahl bin Sa‘ad (diriwayatkan bahwa) Rasulullah saw bersabda: Orang akan selalu baik (sehat) apabila menyegerakan berbuka.”</em> [Muttafaq ‘Alaih].</p>
<ol>
<li><strong>Berdoa ketika berbuka puasa</strong>, dengan doa yang dituntunkan yang menunjukkan kepada rasa syukur kepada Allah SWT. Misalnya do’a <em>Ddzahazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatil ajru insy± Allah, </em>atau <em>All±humma laka shumtu wa ‘al± rizqika afthartu. </em>Hal ini diterangkan dalam hadis-hadis berikut:</li>
</ol>
<p>عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ. [رواه أبو داود].</p>
<p>Artinya: <em>“Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Apabila Rasulullah saw berbuka, beliau berdoa: </em>Ddahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatil ajru insy± Allah <em>[Hilanglah rasa haus dan basahlah urat-urat (badan) dan insya Allah mendapatkan pahala]”</em> [HR. Abu Dawud].</p>
<p>عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِذَا صَامَ أَفْطَرَ قَالَ اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ [رواه ابن أبي شيبة ، وأبو داود والبيهقي في شعب الإيمان] .</p>
<p>Artinya: “<em>Dari abu Hurairah (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Adalah nabi saw apabila berpuasa, beliau berbuka. Beliau mengucapkan </em>All±humma laka shumtu wa ‘al± rizkika afthartu <em>[Ya Allah untukmulah aku berpuasa dan karena rezkimulah aku berbuka] </em>[HR Ibnu Ab³ Syaibah, juga diriwayatkan oleh Abu D±w­d dan al-Baihaq³ dalam <em>Syu‘abul-´m±n</em>].</p>
<ol>
<li><strong>Memperbanyak shadaqah dan mempelajari/membaca Al-Qur&#8217;an</strong>.</li>
</ol>
<p>عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ. [متفق عليه].</p>
<p>Artinya: <em>“Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari Al-Qur&#8217;an. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan.”</em> [Muttafaq ‘Alaih].</p>
<ol>
<li><strong>Mendekatkan diri kepada Allah dengan cara i‘tikaf di masjid</strong>, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah saw.</li>
</ol>
<p>عَنْ بْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. [متفق عليه].</p>
<p>Artinya: <em>“Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadhan.”</em> [Muttafaq ‘Alaih].</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: panduan ramadhan, puasa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/5538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/5538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/5538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/5538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/5538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/5538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/5538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/5538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/5538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/5538/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5538&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/22/amalan-yang-dianjurkan-selama-berpuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Membatalkan Puasa &amp; Sanksinya</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/21/yang-membatalkan-puasa-sanksinya/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/21/yang-membatalkan-puasa-sanksinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 02:40:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[panduan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=5529</guid>
		<description><![CDATA[
A. Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Sanksinya

Makan dan minum di siang hari pada bulan Ramadhan, puasanya batal, dan wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan.



Allah SWT berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ &#8230; [البقرة (2): 187].
Artinya: “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar &#8230;” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5529&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><ul>
<li><strong>A. </strong><strong>Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Sanksinya</strong>
<ol>
<li>Makan dan minum di siang hari pada bulan Ramadhan, puasanya batal, dan wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan.</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ &#8230; [البقرة (2): 187].</p>
<p>Artinya: <em>“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar &#8230;”</em> [QS. Al-Baqarah (2): 187].</p>
<ol>
<li>Senggama suami-isteri di siang hari pada bulan Ramadhan; puasanya batal, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan, dan wajib membayar kifarah berupa: memerdekakan seorang budak; kalau tidak mampu harus berpuasa 2 (dua) bulan berturut-turut; kalau tidak mampu harus memberi makan 60 orang miskin, setiap orang 1 mud makanan pokok. Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut:</li>
</ol>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ هَلَكْتُ قَالَ مَا لَكَ قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي وَأَنَا صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا قَالَ لاَ قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لاَ فَقَالَ فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لاَ قَالَ فَمَكَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ وَالْعَرَقُ الْمِكْيَالُ قَالَ أَيْنَ السَّائِلُ فَقَالَ أَنَا قَالَ خُذْهَا فَتَصَدَّقْ بِهِ فَقَالَ الرَّجُلُ أَعَلَى أَفْقَرَ مِنِّي يَا رَسُولَ اللهِ فَوَاللهِ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا يُرِيدُ الْحَرَّتَيْنِ أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ. [رواه البخاري]</p>
<p>Artinya: <em>“Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Ketika kami sedang duduk di hadapan Nabi saw, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki, lalu berkata: Hai Rasulullah, celakah aku. Beliau berkata: Apa yang menimpamu? Ia berkata: Aku mengumpuli isteriku di bulan Ramadhan sedang aku berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw: Apakah engkau dapat menemukan budak yang engkau merdekakan? Ia menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Mampukah engkau memberi makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: Tidak. Abu Hurairah berkata: Orang itu berdiam di hadapan Nabi saw. Ketika kami dalam situasi yang demikian, ada seseorang yang memberikan sekeranjang kurma (keranjang adalah takaran), Nabi saw bertanya: Dimana orang yang bertanya tadi? </em><em>Orang itu menyahut: Aku (di sini). Maka bersabdalah beliau: Ambillah ini dan sedekahkanlah. Ia berkata: Apakah aku sedekahkan kepada orang yang lebih miskin daripada aku, hai Rasulullah. Demi Allah, tidak ada di antara kedua benteng-kedua bukit hitam kota Madinah ini keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku. Maka tertawalah Rasulullah saw hingga nampak gigi taringnya, kemudian bersabda: Berikanlah makanan itu kepada keluargamu.”</em> [HR. Al-Bukhariy].</p>
<ul>
<li><strong>B. </strong><strong>Masalah Orang yang Lupa</strong></li>
</ul>
<p>Orang yang makan atau minum karena lupa di siang hari pada bulan Ramadhan, dalam keadaan berpuasa, tidaklah batal puasanya, dan harus meneruskan puasanya tanpa adanya sanksi apapun. Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut:</p>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ. [رواه الجماعة].</p>
<p>Artinya: <em>“Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa lupa sedang ia berpuasa, lalu makan dan minum, maka sempurnakanlah puasanya, karena sesungguhnya Allahlah yang memberi makan dan minum itu kepadanya.”</em> [HR. Al-Jama‘ah].</p>
<p>======<br />
Sumber: http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_remository&amp;Itemid=394&amp;func=download&amp;id=137&amp;chk=9342f1d14b4575713caa6fdd300eff9c</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: panduan ramadhan, puasa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/5529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/5529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/5529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/5529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/5529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/5529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/5529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/5529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/5529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/5529/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5529&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/21/yang-membatalkan-puasa-sanksinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kondisi Yang Membolehkan Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/20/kondisi-yang-membolehkan-tidak-berpuasa-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/20/kondisi-yang-membolehkan-tidak-berpuasa-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 01:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[panduan ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=5527</guid>
		<description><![CDATA[======
Sumber: http://www.muhammadiyah.or.id/inde
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5527&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><ul>
<li><strong>A. </strong><strong>Orang yang Diwajibkan dan yang Tidak Diwajibkan Berpuasa</strong>
<ol>
<li>Orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p>Orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan adalah semua muslimin dan muslimat yang mukallaf. Dasarnya adalah Hadits:</p>
<p>عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ. [رواه البخاري ومسلم واللفظ له، والترمذي والنسائي وأحمد].</p>
<p>Artinya: “<em>Dari ‘Abdullah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Islam dibangun di atas lima dasar, yakni bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; mengerjakan haji; dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”</em> [HR al-Bukhari, Muslim, at-Turmudzi, an-Nasa’i, dan Ahmad, dan lafal ini adalah lafal Muslim].</p>
<ol>
<li>Orang yang tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan adalah perempuan yang mengalami</li>
</ol>
<p>عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ. [رواه البخاري ومسلم واللفظ له، والترمذي والنسائي وأحمد].</p>
<p>Artinya: “<em>Dari ‘Abdullah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Islam dibangun di atas lima dasar, yakni bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; mengerjakan haji; dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”</em> [HR al-Bukhari, Muslim, at-Turmudzi, an-Nasa’i, dan Ahmad, dan lafal ini adalah lafal Muslim].</p>
<ol>
<li>haidl dan nifas di bulan Ramadlan. Para ulama telah sepakat bahwa hukum nifas dalam hal puasa sama dengan haidl. Dasarnya adalah:
<ol>
<li>Hadits Nabi Muhammad saw:</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَا بَلَى. [رواه البخاري].</p>
<p>Artinya: <em>“Rasulullah saw bersabda: Bukankah wanita itu jika sedang haidl, tidak shalat dan tidak berpuasa? Mereka menjawab: Ya.”</em> [HR. Al-Bukhariy].</p>
<ol>
<li>Hadits Nabi Muhammad saw:</li>
</ol>
<p>عَنْ عَائِشَةَ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ. [رواه مسلم].</p>
<p>Artinya: <em>“‘Aisyah r.a. berkata: Kami pernah kedatangan hal itu [haid], maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat.”</em> [HR. Muslim].<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<ul>
<li><strong>B. </strong><strong>Orang yang Diberi Keringanan dan Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa</strong>
<ol>
<li>Orang yang diberi keringanan (dispensasi) untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadla) puasanya di luar bulan Ramadhan:
<ol>
<li>Orang yang sakit biasa di bulan Ramadhan.</li>
<li>Orang yang sedang bepergian (musafir).</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p>Dasarnya adalah:</p>
<p>1)        Firman Allah SWT:</p>
<p>فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ &#8230; [البقرة (2): 184].</p>
<p>Artinya: <em>“Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain &#8230;”</em> [QS. Al-Baqarah (2): 184].</p>
<p>2)      Sabda Nabi Muhammad saw:</p>
<p>إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ قَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ الصَّوْمَ وَشَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْحَامِلِ أَوِ الْمُرْضِعِ الصَّوْمَ. [رواه الخمسة].</p>
<p>Artinya: <em>“Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sungguh Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia telah membebaskan puasa dan separo shalat bagi orang yang bepergian, dan membebaskan pula dari puasa orang hamil dan orang yang menyusui.”</em> [HR. Al-Khamsah].</p>
<ol>
<li>Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan fidyah 1 mud (0,5 kg) atau lebih makanan pokok, untuk setiap hari.
<ol>
<li>Orang yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena tua dan sebagainya.</li>
<li>Orang yang sakit menahun.</li>
<li>Perempuan hamil.</li>
<li>Perempuan yang menyusui.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Dasarnya adalah:</p>
<p>1)        Firman Allah SWT:</p>
<p>وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ &#8230; [البقرة (2): 184].</p>
<p>Artinya: <em>“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.”</em> [QS. Al-Baqarah (2): 184].</p>
<p>2)      Hadits Nabi Muhammad saw:</p>
<p>إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ قَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ الصَّوْمَ وَشَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْحَامِلِ أَوِ الْمُرْضِعِ الصَّوْمَ. [رواه الخمسة].</p>
<p>Artinya: <em>“Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sungguh Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia telah membebaskan puasa dan separo shalat bagi orang yang bepergian, dan membebaskan pula dari puasa orang hamil dan orang yang menyusui.”</em> [HR. Al-Khamsah].</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Ketika mensyarah hadis ini an-Nawaw³ menjelaskan, “Ungkapan ‘… maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat’ adalah hukum yang telah disepakati. Kaum Muslimin juga telah berijmak bahwa  wanita sedang haid dan nifas tidak wajib shalat dan puasa, dan tidak wajib mengqadla shalat tetapi wajib mengqadla puasa.”</p>
<p>======<br />
Sumber: http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_remository&amp;Itemid=394&amp;func=download&amp;id=137&amp;chk=9342f1d14b4575713caa6fdd300eff9c</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: panduan ramadhan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/5527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/5527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/5527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/5527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/5527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/5527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/5527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/5527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/5527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/5527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5527&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/20/kondisi-yang-membolehkan-tidak-berpuasa-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seberapa Ikhlas Kau Beribadah?</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/10/seberapa-ikhlas-kau-beribadah/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/10/seberapa-ikhlas-kau-beribadah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 01:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bams Winarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bersaing ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas beribadah]]></category>
		<category><![CDATA[makna ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[persaingan ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[riya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=5340</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat-Nya sehingga di kesempatan kali ini aku dan pembaca masih bisa bertemu dalam keadaan sehat walafiat. Meskipun kita bertemu melalui dunia maya, namun silaturahmi secara batin dengan saling mendoakan jauh lebih nikmat, apalagi jika dilakukan dengan Ikhlas. Nah, kali ini aku ingin membahas tentang Ikhlas dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5340&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Assalamualaikum Wr Wb</p>
<div align="justify">Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat-Nya sehingga di kesempatan kali ini aku dan pembaca masih bisa bertemu dalam keadaan sehat walafiat. Meskipun kita bertemu melalui dunia maya, namun silaturahmi secara batin dengan saling mendoakan jauh lebih nikmat, apalagi jika dilakukan dengan Ikhlas. Nah, kali ini aku ingin membahas tentang Ikhlas dan essensinya.</p>
<p>P<strong>engertian Ikhlas dan Essensinya</strong><br />
Menurut bahasa, di dalam kata Ikhlas terkandung beberapa makna yang menggambarkan inti dari Ihklash, yaitu; jernih, bersih, suci dari campuran dan pencemaran, baik berupa materi maupun non materi. Rasulullah saw pernah bersabda tentang sifat yang mulia ini, <em>“Barangsiapa yang tujuan utamanya meraih pahala akhirat, niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya dalam kalbunya, menghimpunkan baginya semua potensi yang dimilikinya, dan dunia akan datang sendiri kepadanya seraya mengejarnya. Sebaliknya, barangsiapa yang tujuan utamanya meraih dunia, niscaya Allah akan menjadikan kemiskinannya berada di depan matanya, membuyarkan semua potensi yang dimilikinya, dan dunia tidak akan datang sendiri kepadanya kecuali menurut apa yang telah ditakdirkan untuknya“.</em> (HR: Tirmidzi).</p>
<p>Ikhlas adalah modal sekaligus bekal dan kemudi ama sholih dalam keadaan apapun, keikhlasan menjadi pintu dari segala amal kebaikan baik berupa pahala dari pemberian materi ataupun non materi seperti ilmu, nasehat dan pikiran. Dengan Ikhlaslah pahala kebaikan itu akan diterima oleh Allah SWT, pilar Ikhlas menjadi sangat penting ketika seseorang menginginkan ridho-Nya atas segala amal perbuatannya di dunia meskipun sedikit. seperti yang ditegaskan dalam sebuah riwayat Ad-Dailami, “Ikhlaslah kamu dalam beramal, maka cukuplah amal yang sedikit yang kamu lakukan”.</p>
<p><strong>Buruknya Riya</strong><br />
Lawan dari Ikhlas adalah Riya. Makna riya dapat diartikan di mana seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat posisi, kedudukan, pujian, dan segala bentuk keduniaan lainnya. Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik. Disebutkan dalam surat An-Nisaa ayat 142, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”</p>
<p>Bahkan Riya disebut oleh Rasulullah saw sebagai bagian dari kemusyrikan. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Riya. Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapatkan balasannya?’” (HR Ahmad).</p>
<p>Dan orang yang berbuat riya pasti mendapat hukuman dari Allah swt. Orang-orang yang telah melakukan amal-amal terbaik, apakah itu mujahid, ustadz, dan orang yang senantiasa berinfak, semuanya diseret ke neraka karena amal mereka tidak ikhlas kepada Allah. Kata Rasulullah saw., “Siapa yang menuntut ilmu, dan tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan perhiasan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan wangi-wangi surga di hari akhir.” (HR Abu Dawud)</p>
<p>Seperti kisah nyata yang aku temui di sebuah desa kecamatan yang makmur dan maju. Di desa tersebut ada tiga orang kaya yang memiliki kekayaan yang luar biasa dalam ukuran penduduk di sana. Sebut saja mereka bertiga Haji Jasman, Haji Pardi dan Haji Tarno. Ketiganya telah menunaikan ibadah haji pada tahun 2004, ketika itu aku masih berada di sana.</p>
<p>Ketiga Haji itu terkenal dermawan kepada masyarakat miskin dan sering menyumbangkan sejumlah uang pada saat hari raya Idul Fitri tiba. Hanya saja ada yang menarik perhatianku atas perilaku ketiganya. Kebetulan di desa itu memiliki kebiasaan menyebutkan nama penyumbang yang memberikan sebagian hartanya baik kepada mesjid, anak yatim maupun madrasah. Tapi ada yang menarik dari ketiga Pak Haji nan kaya tersebut. Ketiganya tampak terlibat dalam persaingan untuk menjadi penyumbang uang terbanyak. Seperti pada hari raya Idul Fitri tahun 2006, Pak Haji Jasman terlihat sangat bangga ketika namanya disebut dengan lantang sebagai penyumbang terbesar tahun ini.</p>
<p>Nah, persaingan itu semakin terlihat ketika di tahun berikutnya giliran Pak Haji Tarno yang menyumbangkan uang tertinggi dibandingkan kedua Pak Haji yang lain. Dan hebatnya, pada saat itu juga Haji Jasman yang terkenal tak mau kalah lantas mengeluarkan sejumlah uang yang lebih besar dibandingkan sumbangan Pak Haji Tarno. Kontan saja para jemaah lain tertawa sambil tepuk tangan. Aku bisa melihat betapa bangganya Haji Jasman mendengar sorak sorai yang dianggapnya sebagai pujian (wallau ‘Alam)</p>
<p>Pada hari raya tahun lalu pun ketiga Haji itu masih terlibat persaingan untuk menjadi penyumbang terbanyak. Haji Pardi yang kabarnya baru saja menjual tanahnya senilai setengah Milyar rupiah langsung berdiri dan menyerahkan sejumlah uang yang jujur saja jumlahnya membuat saya tercengang. Jemaah di sampingku waktu itu lantas berbisik, <em>“Pasti Haji Tarno dan Haji Jasman panas.”</em> Lalu aku balas, <em>“Panas kenapa?” </em>Jemaah yang berbisik tadi mendekatkan lagi wajahnya ke arahku, <em>“Soalnya gelar penyumbang terbanyak direbut sama Haji Pardi.”</em></p>
<p>Aku yang semula tidak begitu memahami kata-katanya orang tadi perlahan mulai mengerti setelah mendengar cerita bahwa ketiganya memang sering berkompetisi untuk menjadi penyumbang terbanyak di mesjid itu. Ketiganya sering kali membanggakan predikat penyumbang terbanyak ke tetangga dan kerabat mereka. Bahkan jika gelar itu direbut oleh orang lain, mereka tak segan-segan mengatakan bahwa uang sumbangan orang itu berasal dari hasil yang tidak benar alias haram.</p>
<p>Persaingan dalam beribadah memang disukai Allah SWT, tapi benarkan cara yang mereka pakai dengan tidak mengindahkan nilai keihklasan dalam ibadah mereka.</p>
<p>Gambaran seperti ini telah diceritakan, saat Rasulullah saw meminta dari pada sahabatnya untuk bersedekah. Umar ra berkata, <em>&#8216;Kebetulan aku mempunyai harta, maka aku berkata, &#8216;Pada hari ini aku mendahului (melebihi) Abu Bakar ra, jika aku bisa mendahuluinya pada suatu hari- lalu aku datang dengan setengah hartaku. Rasulullah saw bertanya, &#8216;Apakah yang engkau sisakan untuk keluargamu?&#8217; Aku menjawab, &#8216;Seumpamanya (sama seperti jumlah ini).&#8217; Dan Abu Bakar ra datang dengan semua miliknya, maka beliau bertanya, &#8216;Wahai Abu Bakar, apakah yang engkau sisakan untuk keluargamu? Maka ia menjawab, &#8216;Aku tinggalkan untuk mereka Allah SWT dan Rasul-Nya.&#8217; Saat itulah Umar ra berkata, &#8216;Aku tidak bisa mendahuluinya (melebihinya) untuk selamanya</em>. Shahih Sunan at-Tirmidzi, kitab al-Manaqib, bab ke-41, hadits 2902/3939 (Hasan).</p>
<p>Seperti inilah persaingan di antara sesama teman sejawat dengan rasa cinta dan hormat, bukan dengan rasa dendam dan penghinaan.</p></div>
<p>Demikian, kesempurnaan hanya milik Allah SWT<br />
Wassalam</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: bersaing ikhlas, ikhlas, ikhlas beribadah, makna ikhlas, persaingan ibadah, riya <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/5340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/5340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/5340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/5340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/5340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/5340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/5340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/5340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/5340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/5340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5340&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/10/seberapa-ikhlas-kau-beribadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3be578a9e374a7a259c2bb09970b82d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bams Winarso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bom Bunuh Diri, Jihad atau Jahat?</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/27/bom-bunuh-diri-jihad-atau-jahat/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/27/bom-bunuh-diri-jihad-atau-jahat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 05:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bams Winarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bom bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[jw-marriot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=5264</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Maka berperanglah ( qatil ) kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri . Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)&#8221; [Surat An Nisaa’ - 4:84]
Sungguh mengerikan ketika melihat kejadian yang mencoreng muka Indonesia itu terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5264&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><div align="justify"><em>&#8220;Maka berperanglah ( qatil ) kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri . Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)&#8221; [Surat An Nisaa’ - 4:84]</em></p>
<p>Sungguh mengerikan ketika melihat kejadian yang mencoreng muka Indonesia itu terjadi lagi, dan entah sampai kapan mereka yang menganggap melukai banyak saudara sendiri sebagai Jihad itu menebar ancaman di tanah air yang sejatinya mencintai perdamaian. Dari kejadian bom JW-Marriot dan Rotz Carlton, perdebatan tentang arti Jihad kembali terjadi, bahkan sudah berlangsung sejak bom Bali 1 meledak.</p>
<p>Jihad apabila diartikan secara harfiah berarti <em>&#8220;berusaha keras,&#8221;</em> dalam bahasa Islam berarti <em>&#8220;Berjuang menegakkan syariat Islam&#8221;</em></p>
<p>Di dalam Surat An-Nisaa&#8217; 4:84 terdapat kalimat, <em>&#8220;Mudah-mudahan Allah menolak <strong>serangan</strong> orang-orang yang kafir itu.&#8221;</em> kata &#8220;serangan&#8221; tentu dapat kita artikan sebagai sebentuk aksi penyerangan atau agresi yang dilakukan terhadap umat Islam, barulah Allah menyerukan umat untuk mengobarkan semangat perang untuk membela diri dari serangan orang-orang kafir.</p>
<p>Jihad sejatinya tidak selalu identik dengan peperangan selayaknya perbuatan brutal ala Nurdin M Top dan kawan-kawan, Jihad dapat berbentuk perjuangan dalam diri sendiri untuk menegakkan syariat Islam sebagaimana hakikat dari makna Jihad secara sederhana. Jihad juga dapat dilakukan dengan menuliskan sesuatu untuk menyebarkan kebaikan dan juga melakukan tindakan amaliah yang berpahala dan bermanfaat bagi umat. Islam sendiri sudah dengan tegas mengatakan membenci peperangan, tetapi juga mewajibkan berperang melawan musuh, hanya apabila, kafir <strong>menyerang akidah umat </strong>terlebih dahulu dan disakiti di negerinya sendiri sampai kita kehabisan batas untuk mentoleransi aksi tersebut.</p>
<p>Dijelaskan dalam Qur&#8217;an Surat <strong>Al Muntahanah 60:9</strong><em> &#8220;Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu , dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.&#8221;</em></p>
<p>Jihad melawan orang kafir memang jadi kewajiban, tetapi Jihad menjadi Jahat apabila dilakukan dengan cara yang salah dan menyakiti saudara kita sendiri. Buruknya lagi, apabila dilakukan di negeri sendiri yang tidak tertindas secara agama dan bahkan tidak tertindas secara ekonomi atau diperbudak oleh negara manapun.</p>
<p>Secara pribadi, saya menyimpulkan bahwa bom bunuh diri atas nama siapapun, apabila dilakukan di Indonesia dan menyakiti banyak orang, bukanlah Jihad tetapi sebuah kejahatan yang apabila diperangi justru akan meningkatkan derajat seseorang sebagai pahlawan Jihad yang sesungguhnya.</p></div>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: bom bunuh diri, jihad, jw-marriot <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/5264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/5264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/5264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/5264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/5264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/5264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/5264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/5264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/5264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/5264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=5264&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/27/bom-bunuh-diri-jihad-atau-jahat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3be578a9e374a7a259c2bb09970b82d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bams Winarso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takwil Mimpi: Bertemu &#8220;Rasulullah&#8221; yang sedang menenggelamkan umat yang maksiat</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/11/takwil-mimpi-bertemu-rasulullah-yang-sedang-menenggelamkan-umat-yang-maksiat/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/11/takwil-mimpi-bertemu-rasulullah-yang-sedang-menenggelamkan-umat-yang-maksiat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 22:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bertemu Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[takwil mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=4691</guid>
		<description><![CDATA[Ass,,Ustad saya mau tanya ttg tafsir mimpi saya dulu sya waktu smp pernah mimpi bertemu rosululoh saw disuatu pemerintahan kerajaan di pemerintahan itu ada rakyat yang banyak melakukan maksiat pada saat saya melihat rosullulloh ketika itu rosulluloh memercikan sedikit air pada masyarakat tersebut kemudian terjadilah banjir yg amat besar dan saya memanggil dan berkata pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4691&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><blockquote><p>Ass,,Ustad saya mau tanya ttg tafsir mimpi saya dulu sya waktu smp pernah mimpi bertemu rosululoh saw disuatu pemerintahan kerajaan di pemerintahan itu ada rakyat yang banyak melakukan maksiat pada saat saya melihat rosullulloh ketika itu rosulluloh memercikan sedikit air pada masyarakat tersebut kemudian terjadilah banjir yg amat besar dan saya memanggil dan berkata pada rosul sebelum memercikkan air tersebut ”jangan ya rosullulloh” tetapi rosullulloh tetap memercikkan air tersebut kemudian terjadilah banjir yang banyak menenggelamkan rakyat tersebut, kemudian rosull berlahan lahan menjauh dan hilang sambil saya terus memanggil rosulluloh rosululoh.. ustad mohon ditafsirkan mimpi sya karena sya pensran ktnya yng mimpi bertemu rosull itu emang benar……..</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-4691"></span></p>
<p>Ada banyak orang yang salah sangka bahwa bila mimpi bertemu Nabi Muhammad saw maka pastilah &#8220;itu emang benar&#8221;. Mereka menggunakan dalil:</p>
<p>”Barangsiapa yang melihatku di saat tidur maka seakan-akan dia melihatku pada saat terjaga; dan setan tidaklah dapat menyerupaiku.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Masalahnya: Benarkah dalam mimpimu itu dirimu bertemu dengan Rasulullah saw? Bagaimana bisa yakin bahwa itulah Rasulullah sedangkan kita tidak mengenal wajah Rasulullah?</p>
<p>Kita bisa mengeveluasinya dengan sifat-sifat Rasulullah saw sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadits. Apabila sifat &#8220;rasulullah&#8221; di dalam mimpi itu sesuai dengan sifat Rasulullah saw sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadits, maka mungkin saja dirimu memang bertemu Rasulullah saw dalam mimpi tersebut. Namun kalau sifat &#8220;rasulullah&#8221; di dalam mimpi itu tidak sesuai dengan sifat Rasulullah saw sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadits, maka mungkin itu adalah setan yang mengaku-aku sebagai beliau.</p>
<p>Karena itu, marilah sekarang kita kaji apakah Rasulullah saw. suka membasmi umat yang maksiat. Mari kita perhatikan hadits-hadits shahih berikut ini.</p>
<blockquote><p>Dari Ummu Habibah r.a. berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, &#8220;Telah ditunjukkan kepadaku apa-apa yang akan terjadi pada umatku. Mereka saling membunuh, sehingga aku bersedih karenanya; dan begitu jugalah umat-umat sebelum mereka. Maka aku memohon kepada Allah agar memberikan hak syafa&#8217;at kepada umatku pada hari kiamat, dan Allah mengabulkannya.&#8221; (HR Baihaqi, Hakim, Ibnu Abi &#8216;Ashim dan yang lainnya. Lihat <em>ash-Shahihah</em> 1440.)</p></blockquote>
<blockquote><p>Dari &#8216;Abdurrahman bin &#8216;Uqail r.a. berkata, &#8220;&#8230; Seorang diantara kami berkata, &#8216;Wahai Rasulullah! Mengapa engkau tidak meminta kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman?&#8217; Beliau tertawa seraya bersabda, &#8216;Mungkin sahabatmu ini [yaitu Nabi Muhammad] mempunyai sesuatu yang lebih baik daripada kerajaan Nabi Sulaiman a.s.. Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang Nabi, kecuali pasti Allah memberinya satu doa mustajab. Diantara mereka ada yang meminta kenikmatan dunia, mereka pun mendapatkannya. Ada yang meminta pembasmian umatnya [yang membangkang], maka umat itu pun binasa karenanya. Begitu pula, sesungguhnya Allah telah memberiku [kesempatan untuk] satu doa [yang pasti mustajab], tetapi aku menyimpannya di sisi Allah sebagai syafaat untuk umatku pada hari kiamat nanti.&#8217;&#8221; (HR Thabrani, Bazzar, dengan sanad bagus. Syaikh al-albani menshahihkannya. Lihat <em>Takhrij as-Sunnah</em> 724)</p></blockquote>
<blockquote><p>Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Ada sebagian dari umat ini yang akan masuk neraka dan tidak ada yang tahu berapa jumlahnya selain Allah, hal itu dikarenakan oleh kemaksiatan mereka kepada Allah, keberanian mereka untuk berbuat maksiat kepada Allah dan keluarnya mereka dari ketaatan kepada-Nya, tetapi kemudian aku diberi izin untuk memberi syafaat, maka aku segera memuji-Nya sambil berdiri, kemudian dikatakan kepadaku, &#8216;Angkatlah kepalamu. Mintalah, engkau akan diberi. Dan berilah syafaat, engkau akan diberi [hak] syafa&#8217;at.&#8217;&#8221; (HR Ahmad. Syaikh al-Albani menshahihkannya dalam <em>Shahih at-Targhib wa at-Tarhib</em> 3639.)</p></blockquote>
<p>Hadits-hadits shahih tersebut menunjukkan bahwa membinasakan umat yang maksiat bukanlah sifat Nabi Muhammad saw. Jadi, di mimpi tersebut kamu tidak benar-benar berjumpa dengan beliau. Aku menduga, itu adalah setan yang mengaku-aku sebagai beliau dan hendak menjerumuskan dirimu. Mungkin saja setan menampilkan diri dalam sosok yang begitu agung, sehingga kau menyangka dia Rasulullah. Karena itu, berlindunglah kepada Allah dari segala godaan setan.</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: bertemu Rasulullah, takwil mimpi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/4691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/4691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/4691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/4691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/4691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/4691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/4691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/4691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/4691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/4691/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4691&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/11/takwil-mimpi-bertemu-rasulullah-yang-sedang-menenggelamkan-umat-yang-maksiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Foto-foto sensual Sandra Dewi (khusus untuk pria dewasa yang normal)</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/10/andaikan-bidadari-di-surga-secantik-sandra-dewi-maka/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/10/andaikan-bidadari-di-surga-secantik-sandra-dewi-maka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 01:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bidadari surga]]></category>
		<category><![CDATA[foto cantik]]></category>
		<category><![CDATA[Sandra Dewi]]></category>
		<category><![CDATA[selebritis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=4665</guid>
		<description><![CDATA[Andaikan bidadari di surga secantik Sandra Dewi, maka cukuplah alasan bagi kita kaum pria, terutama diriku sendiri, untuk berburu pahala. (Lihat &#8220;Konsultasi: Menikahi Mantan Pelacur&#8220;.) Padahal, bidadari di surga lebih cantik daripada wanita tercantik sedunia. 

Dengan lebih cantiknya bidadari di surga daripada wanita tercantik sedunia, maka perlu diiming-imingi apa lagikah diri kita supaya kita lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4665&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><h4>Andaikan bidadari di surga secantik Sandra Dewi, maka cukuplah alasan bagi kita kaum pria, terutama diriku sendiri, untuk berburu pahala. (Lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/08/konsultasi-menikahi-mantan-pelacur/">Konsultasi: Menikahi Mantan Pelacur</a>&#8220;.) Padahal, bidadari di surga lebih cantik daripada wanita tercantik sedunia. </h4>
<p><img alt="Sandra Dewi" src="http://images.shareapic.net/images2/006047606.jpg" title="Sandra Dewi" class="alignnone" width="600" height="450" /></p>
<h4>Dengan lebih cantiknya bidadari di surga daripada wanita tercantik sedunia, maka perlu diiming-imingi apa lagikah diri kita supaya kita lebih bersemangat mengejar surga akhirat dan tidak terbuai dalam kenikmatan dunia?</h4>
<p><b>&#8220;&#8230; dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap [dipandang] mata dan kamu kekal di dalamnya&#8221;. (QS 43:71) </b></p>
<p><img alt="Sandra Dewi" src="http://blogkage.files.wordpress.com/2008/04/sandra-4.jpg?w=400&#038;h=558" title="Sandra Dewi" class="aligncenter" width="400" height="558" /></p>
<p><b>“Demikianlah, dan Kami nikahkan mereka dengan bidadari” (Q.S. Ad-Dukhan 54)</p>
<p>“Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci, dan mereka kekal di dalamnya”. (Q.S. Al-Baqarah 25)</p>
<p>“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) itu secara khusus, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.” (Q.S. Al-Waqi’ah 35–36)</p>
<p>”Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar-Rahman 70–71)</b></p>
<p><img alt="Sandra Dewi" src="http://septarius.files.wordpress.com/2008/10/007035584.jpg?w=600&#038;h=817" title="Sandra Dewi" class="aligncenter" width="600" height="817" /></p>
<h4>Bagaimana dengan kaum wanita? Kalau pria mendapat bidadari cantik, wanita memperoleh apa? Tentunya <strong>yang setara</strong>!</h4>
<p><b>“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka <em>tidak dizalimi</em> walau sedikit pun” (QS An-Nisa’ 124)</b></p>
<p>&#8220;<em>Tidak dizalimi</em>&#8221; itu berarti mendapat keadilan. Nah! Itulah dalil yang menunjukkan bahwa perempuan di surga pasti akan mendapat sesuatu yang kenikmatannya setara dengan kenikmatan lelaki yang memperoleh bidadari cantik.</p>
<p><b>&#8220;&#8230; dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap [dipandang] mata dan kamu kekal di dalamnya&#8221;. (QS 43:71) </b></p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: bidadari surga, foto cantik, Sandra Dewi, selebritis <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/4665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/4665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/4665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/4665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/4665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/4665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/4665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/4665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/4665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/4665/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4665&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/10/andaikan-bidadari-di-surga-secantik-sandra-dewi-maka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>89</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.shareapic.net/images2/006047606.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sandra Dewi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogkage.files.wordpress.com/2008/04/sandra-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sandra Dewi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://septarius.files.wordpress.com/2008/10/007035584.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sandra Dewi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Umat Islam Indonesia diam saja saat 600 muslim Uighur tewas dibantai di Xinjiang, China?</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/07/ratusan-umat-islam-terbunuh-di-xinjiang-china-tapi-umat-islam-indonesia-diam-saja/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/07/ratusan-umat-islam-terbunuh-di-xinjiang-china-tapi-umat-islam-indonesia-diam-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 09:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kerusuhan etnis]]></category>
		<category><![CDATA[Uighur]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=4496</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, umat Islam dari etnis Uighur di Xinjiang, China, sedang berjihad melalui demonstrasi melawan kezaliman pemerintah komunis China. Pemerintah China menghadapi demonstrasi tersebut dengan kekerasan, hingga menewaskan ratusan orang. Namun, sejauh ini aku belum mendengar suara dari umat Islam Indonesia. Akankah kita diam saja? Lupakah kita akan ukhuwah Islamiyah?
Sudah lama sekali etnis Uighur mengalami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4496&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Saat ini, umat Islam dari etnis Uighur di Xinjiang, China, sedang berjihad melalui demonstrasi melawan kezaliman pemerintah komunis China. Pemerintah China menghadapi demonstrasi tersebut dengan kekerasan, hingga menewaskan ratusan orang. Namun, sejauh ini aku belum mendengar suara dari umat Islam Indonesia. Akankah kita diam saja? Lupakah kita akan ukhuwah Islamiyah?</p>
<p>Sudah lama sekali etnis Uighur mengalami kezaliman dari pemerintah China. Sudah saatnya para pembela keadilan (apalagi yang menjadi saudara seagama) menyuarakannya pula.</p>
<p>Kami menyatakan ada orang Islam yang dibantai itu bukan berarti bahwa tidak ada orang Islam yang membunuhi orang lain. Mereka yang dibantai oleh beberapa orang Islam itu sudah dibela oleh banyak orang. Apakah salah bila kami turut membela saudara-saudara seagama yang dizalimi?</p>
<p>Bagaimanapun, keadilan harus ditegakkan bagi setiap orang. Jangan sampai ketika orang Islam melakukan kejahatan, hukum ditegakkan; tapi ketika orang Islam yang dijahati, malah tidak ada penegakan keadilan.</p>
<p>Berikut ini kutipan beritanya:</p>
<blockquote><p><a href="http://www.antaranews.com/view/?i=1247107239&amp;c=INT&amp;s=ASP">Kelompok Uighur Perkirakan Korban Jiwa Mencapai 800</a><br />
Kamis, 9 Juli 2009 09:40 WIB</p>
<p>Berlin (ANTARA News) &#8211; Kelompok Uighur di pengasingan memperkirakan korban jiwa dalam kerusuhan di kota Urumqi, China, antara orang Uighur Muslim dengan Han China mencapai 600 hingga 800 orang tewa, kata Wakil Presiden Kongres Uighur Dunia, Asgar Can, Rabu.</p>
<p>Asgar Can, yang tinggal di pengasingan di Jerman &#8211;tempat organisasi itu berpusat, mengatakan, &#8220;<strong>Sebagian orang telah memberi tahu kami 600 (orang tewas), yang lain telah mengatakan 800. Kami memperkirakan bahwa jumlah itu adalah antara 600 dan 800</strong>&#8220;.</p>
<p>Ia menyatakan perkiraan tersebut dilandasi atas perhitungan saksi mata mengenai kerusuhan itu.</p>
<p>China telah menyatakan bahwa 156 orang tewas dalam bentrokan di Urumqi, Ahad. Lebih dari seribu orang cedera.</p>
<p>Pemerintah, Rabu, menyatakan situasi sekarang &#8220;dapat dikendalikan&#8221; setelah ribuan prajurit memasuki kota tersebut dalam upaya mencegah kerusuhan lebih lanjut.</p>
<p>Beijing telah menyalahkan pemimpin Uighur, Rebiya Kadeer, menghasut kerusuhan itu, tuduhan yang dibantah keras.</p>
<p>Rebiya, Rabu, malah menuduh kebijakan China sebagai pangkal kerusuhan di Xinjiang, dan menyatakan korban jiwa akibat kerusuhan tersebut &#8220;jauh lebih banyak&#8221; dibandingkan dengan 156 yang dinyatakan oleh Beijing.</p>
<p>Dalam wawancara dengan radio BBC, Rebiya &#8211;Presiden Kongres Uighur Dunia&#8211; membantah tuduhan resmi China bahwa dialah dalang kerusuhan itu, dan mengatakan tampaknya <strong>lebih banyak orang Uighur yang gugur dibandingkan dengan Han China</strong>.</p>
<p>&#8220;Orang yang bertanggung jawab atas serangan ini adalah Wang Leguan, Kepala Partai Komunis Xinjiang, dan juga kebijakan pemerintah,&#8221; katanya.</p>
<p>Delapan juta orang Uighur di Xinjiang merupakan separuh penduduk di wilayah tersebut, daerah pegunungan dan gurun luas yang kaya akan sumber alam dan berbatasan dengan Asia Tengah.</p>
<p>Masyarakat yang berbicara bahasa Turki itu telah lama mengeluh mengenai penindasan dan diskriminasi di bawah kekuasaan China, tapi Beijing berkeras pemerintah telah menyalurkan kemakmuran ekonomi ke wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Dalam delapan tahun belakangan, orang Uighur dicap sebagai separatis, teroris dan ekstremis. Akibat propaganda dari pemerintah China ini, rakyat China mulai percaya bahwa orang Uighur adalah musuh dan mereka mulai membenci orang Uighur,&#8221; kata Rebiya. (*)</p>
<p>COPYRIGHT © 2009</p></blockquote>
<blockquote><p><a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/07/07/05022955/Xinjiang.Makin.Berdarah..yang.Tewas.Bertambah">Xinjiang Makin Berdarah, yang Tewas Bertambah</a><br />
Selasa, 7 Juli 2009 | 05:02 WIB</p>
<p>BEIJING, KOMPAS.com &#8211; Jumlah kematian akibat kekerasan etnik di daerah Xinjiang, China barat laut, naik menjadi 156 orang. Kerusuhan meluas ke kota Kashgar, tempat polisi membubarkan sekitar 200 orang yang berusaha berkumpul, kata media pemerintah, Selasa (7/7).</p>
<p>Pemrotes yang marah dari minoritas Uighur turun ke jalan-jalan di ibu kota wilayah itu, Urumqi, Minggu, dengan membakar dan menghancurkan kendaraan serta pertokoan, dan bentrok dengan polisi antihuru-hara.</p>
<p>Lebih dari 700 orang ditangkap karena dituduh berperan dalam kekerasan itu, kata kantor berita resmi Xinhua. Namun, penduduk setempat mengatakan kepada Reuters bahwa polsi melakukan operasi membabi-buta di daerah-daerah Uighur.</p>
<p>Lebih dari 20.000 polisi khusus dan bersenjata, pasukan dan pemadam kebakaran dikerahkan dalam penumpasan kekerasan di Urumqi. Meski pengamanan diperketat, kerusuhan tampaknya meluas di wilayah bergolak itu.</p>
<p>Sekitar 200 orang yang &#8220;berusaha berkumpul&#8221; di masjid Id Kah di pusat kota Silk Road Kashgar dibubarkan oleh polisi pada Senin petang, kata Xinhua.</p>
<p>Polisi juga memperoleh &#8220;petunjuk&#8221; mengenai upaya-upaya untuk mengatur lagi kerusuhan di kota Aksu dan prefektur Yili, sebuah daerah perbatasan yang  dilanda kerusuhan etnik pada akhir 1990-an.</p>
<p>Bersama-sama Tibet, Xinjiang merupakan salah satu kawasan paling rawan politik dan di kedua wilayah itu, pemerintah China berusaha mengendalikan kehidupan beragama dan kebudayaan sambil menjanjikan petumbuhan ekonomi dan kemakmuran.</p>
<p>Namun, penduduk minoritas telah lama mengeluhkan bahwa orang China Han mengeruk sebagian besar keuntungan dari subsidi pemerintah, sambil membuat warga setempat merasa seperti orang luar di negeri mereka sendiri.</p>
<p>Beijing mengatakan bahwa kerusuhan itu, yang paling buruk di kawasan tersebut dalam beberapa tahun ini, merupakan pekerjaan dari kelompok-kelompok separatis di luar negeri, yang ingin menciptakan wilayah merdeka bagi minoritas muslim Uighur.</p>
<p>Kelompok-kelompok itu membantah mengatur kekerasan tersebut dan mengatakan, kerusuhan itu merupakan hasil dari amarah yang menumpuk terhadap kebijakan pemerintah dan dominasi ekonomi China Han.</p>
<p>XVD<br />
Sumber : Ant</p></blockquote>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: kerusuhan etnis, Uighur, ukhuwah islamiyah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/4496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/4496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/4496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/4496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/4496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/4496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/4496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/4496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/4496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/4496/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4496&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/07/ratusan-umat-islam-terbunuh-di-xinjiang-china-tapi-umat-islam-indonesia-diam-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>124</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takwil Mimpi Bertemu Wanita Cantik Berjilbab</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/04/takwil-mimpi-bertemu-wanita-cantik-berjilbab/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/04/takwil-mimpi-bertemu-wanita-cantik-berjilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 21:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[takwil mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=4296</guid>
		<description><![CDATA[Pak Shodiq, sebelumnya saya mau berterimakasih pada bapak karena sudah banyak memberikan jalan keluar pada saya atas masalah2 saya sebelumnya. Pak Shodiq minggu lalu saya pernah bermimpi kalau saya melihat seorang wanita berjilbab berjualan dengan usia sekitar 30 – 40 tahun, saya membeli sesuatu darinya tapi subhanallah wajahnya sangat mirip sekali dengan saya, bhkan saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4296&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><blockquote><p>Pak Shodiq, sebelumnya saya mau berterimakasih pada bapak karena sudah banyak memberikan jalan keluar pada saya atas masalah2 saya sebelumnya. Pak Shodiq minggu lalu saya pernah bermimpi kalau saya melihat seorang wanita berjilbab berjualan dengan usia sekitar 30 – 40 tahun, saya membeli sesuatu darinya tapi subhanallah wajahnya sangat mirip sekali dengan saya, bhkan saya sempat berpikir dalam mimpi saya kalau saya mungkin akan seperti wanita tersebut ketika saya sudah seumur itu. Wanita itu tersenyum melihat saya karena saya sangat kaget saat melihat kemiripan kami,tapi subhanallah pak ada yang sangat jauh berbeda di antara kami. Wanita tersebut adalah wanita yang tersenyum pada saya dengan begitu indahnya,saya seolah melihat ketulusan,keikhlasan &amp; kesabaran di dalam dirinya, saya seolah melihat kemuliaan akhlak wanita itu. Saya bahkan sempat seperti mendengar ada seorang laki2 yg memanggilnya dari dalam rumahnya, sepertinya laki2 itu sedang sakit tapi saya tdk tau apakah laki2 itu bapaknya atau suaminya, dan saya terbangun pukul 2.30 pagi hati saya merasa sangat sedih sekali karena seolah saya rindu melihat wajah yg indah itu, saya sangat ingin sekali punya kesempatan untuk bertemu lagi dengannya. Sampai sekarang wajah wanita itu masih mengganggu pikiran saya karena begitu indahnya Allah menciptakan dia, jika mengingat hal itu hati saya selalu merasa gemetar dalam kesedihan &amp; kegelisahan. Saya sudah berusaha menceritakan hal ini pada teman2 saya tp tanggapan mereka tetap belum bisa menenangkan hati saya jika mengingatnya lagi. Untuk itu saya sangat berharap agar pak Shodiq mau membantu saya untuk mengartikan mimpi saya tersebut, karena mimpi tersebut seperti menyimpan sesuatu yang sangat berarti bagi saya.</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-4296"></span></p>
<p>Subhaanallaah&#8230; Aku merasa iri mengetahui kamu bermimpi sebagus itu. </p>
<p>Aku yakin, gambaran &#8220;wanita berjilbab&#8221; tersebut merupakan perlambang buah dari amal shalihmu. Insya&#8217;Allah dia akan kau jumpai kelak di akhirat sebagai pelayan atau sahabatmu. Untuk itu, kau perlu &#8220;menjual&#8221; dirimu kepada Allah SWT dengan tulus-ikhlas dan penuh kesabaran. </p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu&#8217;min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. Janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur&#8217;an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.&#8221; (QS at-Tawbah [9]: 111)</p>
<p>Selain itu, mimpi tersebut merupakan petunjuk agar kau bertaubat sepenuhnya, bukan setengah-setengah. Dengan kata lain, berserah-dirilah kepada-Nya seutuhnya.</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi, jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.&#8221; (QS al-Baqarah [2]: 208-209)</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: takwil mimpi, taubat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/4296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/4296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/4296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/4296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/4296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/4296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/4296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/4296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/4296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/4296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4296&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/04/takwil-mimpi-bertemu-wanita-cantik-berjilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amien Rais: Saat ini warga Muhammadiyah mulai agak &#8220;melempem&#8221;</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/28/amien-rais-saat-ini-warga-muhammadiyah-mulai-agak-melempem/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/28/amien-rais-saat-ini-warga-muhammadiyah-mulai-agak-melempem/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 09:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Amien Rais]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=4100</guid>
		<description><![CDATA[Amien Rais: Muhammadiyah Perlu Direkonstruksi
Minggu, 28 Juni 2009 14:25 WIB
Malang (ANTARA News) &#8211; Dewan Pembina Muhammadiyah, Prof Dr Amien Rais, menyatakan pemikiran Muhammadiyah saat ini sudah waktunya untuk direkonstruksi terutama yang berkaitan dengan &#8220;Rohul Jihad&#8221;.
&#8220;Kita harus terus melakukan perbaikan melalui revisi dan rekonstruksi pemikiran sebagai antisipasi perkembangan dan tantangan-tantangan dunia ke depan termasuk jiwa `rohul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4100&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><h1><a href="http://www.antaranews.com/view/?i=1246173936&amp;c=NAS&amp;s=POL">Amien Rais: Muhammadiyah Perlu Direkonstruksi</a></h1>
<p>Minggu, 28 Juni 2009 14:25 WIB</p>
<p><img class="alignleft" title="Amien Rais: Muhammadiyah Perlu Direkonstruksi" src="http://img.antara.co.id/stockphotos/tokoh/amien-rais-150609.jpg" alt="Amien Rais: Muhammadiyah Perlu Direkonstruksi" width="90" height="109" />Malang (ANTARA News) &#8211; Dewan Pembina Muhammadiyah, Prof Dr Amien Rais, menyatakan pemikiran Muhammadiyah saat ini sudah waktunya untuk direkonstruksi terutama yang berkaitan dengan &#8220;Rohul Jihad&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kita harus terus melakukan perbaikan melalui revisi dan rekonstruksi pemikiran sebagai antisipasi perkembangan dan tantangan-tantangan dunia ke depan termasuk jiwa `rohul jihad`-nya,&#8221; kata Amien setelah memberikan ceramah Tabligh Akbar Muhammadiyah di gedung UMM Dome Malang, Minggu.</p>
<p>Tantangan dunia ke depan yang harus dihadapi, kata Amien, berbeda dari beberapa tahun lalu. Sekarang lebih berat terutama yang berkaitan dengan ekologi dan ketersediaan pangan dunia dengan jumlah penduduk sekitar tujuh miliar jiwa.</p>
<p>Karena itu, katanya, divisi penelitian dan pengembangan (litbang) yang ada di seluruh Universitas Muhammadiyah harus melakukan kajian sedini mungkin dan hasilnya nanti bisa dipaparkan sebagai masukan dalam Muktamar Muhammadiyah tahun 2010 di Yogyakarta.</p>
<p>Mantan Ketua MPR RI itu mengakui, saat ini warga Muhammadiyah mulai agak &#8220;melempem&#8221; dalam hal berkorban dalam bentuk sedekah, infak dan bentuk-bentuk amal lainnya sehingga berdampak pada kelangsungan perguruan Muhammadiyah terutama Taman Siswa-nya.</p>
<p>Mungkin saja, katanya, kondisi tersebut merupakan dampak dari &#8220;rembesan&#8221; dari sikap global masyarakat yang cenderung mengarah pada hal-hal yang berbau materialistis sehingga amal jariah, sedekah dan infak untuk meningkatkan kualitas generasi muda Muhammadiyah tidak lagi menjadi prioritas.</p>
<p>Sampai saat ini, kata Amien, Muhammadiyah masih tetap kokoh, dinamis dan berkembang pesat, namun sikap warganya sudah tidak seperti dulu. Keikhlasan untuk berkorban demi kemajuan dan kemandirian Muhaamadiyah melalui amal jariah atau infak sudah cukup sulit.</p>
<p>Ia menegaskan, bagaimana dunia Islam bisa berkembang pesat dan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia bisa melenggang dengan santai menuju arah kedamaian dan kemakmuran, kalau sikap masyarakat sendiri sudah menjauh dari sifat keikhlasan dan kerelaan untuk ber-infak.</p>
<p>&#8220;Bagaimana Muhammadiyah khususnya dan bangsa Indonesia umumnya bisa melangkah maju, kalau sifat ikhlas dan rela sudah menjauh dari kita. Padahal ada beberapa kalangan yang sengaja dipasang pihak luar untuk meredam kekuatan Islam agar tidak sampai berkembang pesat dan maju,&#8221; katanya.(*)</p>
<p>COPYRIGHT © 2009</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: Amien Rais, jihad, Muhammadiyah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/4100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/4100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/4100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/4100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/4100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/4100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/4100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/4100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/4100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/4100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4100&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/28/amien-rais-saat-ini-warga-muhammadiyah-mulai-agak-melempem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.antara.co.id/stockphotos/tokoh/amien-rais-150609.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Amien Rais: Muhammadiyah Perlu Direkonstruksi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudahkah kita mendalami Islam, khususnya mengenai pra-nikah?</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/27/sudahkah-kita-mendalami-islam-khususnya-mengenai-pra-nikah/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/27/sudahkah-kita-mendalami-islam-khususnya-mengenai-pra-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 07:31:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[studi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=4095</guid>
		<description><![CDATA[Saya mau tanya bagaimana cara mencari seorang pendamping hidup yang soleh? dulu saya pernah punya pacar, tapi setelah saya lebih mendalami tentang Islam saya jadi tau bahwa di Islam itu tidak ada yang namanya pacaran, dan sudah 4 tahun saya tidak punya pacar dan usia saya sudah 21 tahun. ibu saya selalu bertanya mana pacarnya? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4095&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><blockquote><p>Saya mau tanya bagaimana cara mencari seorang pendamping hidup yang soleh? dulu saya pernah punya pacar, tapi setelah saya lebih mendalami tentang Islam saya jadi tau bahwa di Islam itu tidak ada yang namanya pacaran, dan sudah 4 tahun saya tidak punya pacar dan usia saya sudah 21 tahun. ibu saya selalu bertanya mana pacarnya? terkadang saya sedih kalau ditanya seperti itu, dan kalaupun saya punya pacar saya takut akan berbuat zina. bagaimana solusinya?</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p>Benarkah kamu &#8220;<strong>lebih</strong> mendalami tentang Islam&#8221;? Maaf, aku meragukan pernyataanmu. Sebab, orang yang benar-benar sudah mendalami Islam tentu akan menyadari betapa dia belum banyak tahu tentang Islam. Lain halnya dengan orang yang baru mempelajari Islam sebatas &#8220;kulit&#8221;-nya saja. Ia mengira sudah tahu, padahal banyak hal yang belum diketahuinya.</p>
<p>Pernyataanmu bahwa kamu &#8220;jadi tau bahwa di Islam itu tidak ada yang namanya pacaran&#8221; itu menunjukkan bahwa kamu belum memahami ilmu ushul fiqih. Kamu tampaknya belum tahu bahwa menurut kaidah dari ushul fiqih, semua hubungan antarmanusia (termasuk pacaran) itu boleh, kecuali yang terlarang secara qath&#8217;i. (Dalam kaitannya dengan pacaran, yang terlarang secara qath&#8217;i adalah mendekati zina. Jadi, selama tidak mendekati zina, pacaran itu tidak terlarang.)</p>
<p>Kalau sekarang kamu mau mengakui bahwa kamu belum begitu mendalami ajaran Islam tentang pranikah, sehingga mau mempelajarinya lagi dan lagi, aku persilakan dirimu menyimak &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/03/01/konsep-mencari-jodoh-secara-islami/">konsep mencari jodoh secara islami</a>&#8221; dan postingan-postingan di sini yang ber-tag &#8220;pacaran islami&#8221;: <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/tag/pacaran-islami/">http://shodiq.com/tag/pacaran-islami/</a></p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: pacaran dalam islam, pranikah, studi Islam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/4095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/4095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/4095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/4095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/4095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/4095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/4095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/4095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/4095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/4095/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4095&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/27/sudahkah-kita-mendalami-islam-khususnya-mengenai-pra-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalam menjalani Islam, utamakanlah yang mudah/ringan!</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/26/dalam-menjalani-islam-utamakanlah-yang-mudahringan/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/26/dalam-menjalani-islam-utamakanlah-yang-mudahringan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 22:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa ulama]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih prioritas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=4083</guid>
		<description><![CDATA[MEMPRIORITASKAN PERSOALAN YANG RINGAN DAN MUDAH
ATAS PERSOALAN YANG BERAT DAN SULIT
DI ANTARA prioritas yang sangat dianjurkan di sini,  khususnya
dalam  bidang  pemberian  fatwa  dan  da&#8217;wah  ialah  prioritas
terhadap persoalan yang ringan dan mudah atas  persoalan  yang
berat dan sulit.
Berbagai  nash yang ada di dalam al-Qur&#8217;an dan Sunnah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4083&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>MEMPRIORITASKAN PERSOALAN YANG RINGAN DAN MUDAH<br />
ATAS PERSOALAN YANG BERAT DAN SULIT</p>
<p>DI ANTARA prioritas yang sangat dianjurkan di sini,  khususnya<br />
dalam  bidang  pemberian  fatwa  dan  da&#8217;wah  ialah  prioritas<br />
terhadap persoalan yang ringan dan mudah atas  persoalan  yang<br />
berat dan sulit.</p>
<p>Berbagai  nash yang ada di dalam al-Qur&#8217;an dan Sunnah Nabi saw<br />
menunjukkan bahwa yang mudah dan  ringan  itu  lebih  dicintai<br />
oleh Allah dan rasul-Nya.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>   &#8220;&#8230; Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak<br />
   menghendaki kesukaran bagimu&#8230;&#8221; (al-Baqarah: 185)</p>
<p>   &#8220;Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan<br />
   manusia dijadikan bersifat lemah.&#8221; (an-Nisa&#8217;: 28)</p>
<p>   &#8220;&#8230; Allah tidak hendak menyulitkan kamu&#8230;&#8221;<br />
   (al-Maidah: 6)</p>
<p>Rasulullah saw yang mulia bersabda,</p>
<p>   &#8220;Sebaik-baik agamamu ialah yang paling mudah<br />
   darinya.&#8221;1</p>
<p>   &#8220;Agama yang paling dicintai oleh Allah ialah yang<br />
   benar dan toleran.&#8221;2</p>
<p>&#8216;Aisyah berkata,</p>
<p>   &#8220;Rasulullah saw tidak diberi pilihan terkadap dua<br />
   perkara kecuali dia mengambil yang paling mudah di<br />
   antara keduanya selama hal itu tidak berdosa. Jika hal<br />
   itu termasuk dosa maka ia adalah orang yang paling<br />
   awal menjauhinya.&#8221;3</p>
<p>Nabi saw bersabda,</p>
<p>   &#8220;Sesungguhnya Allah menyukai bila keringanan yang<br />
   diberikan oleh-Nya dilaksanakan, sebagaimana Dia<br />
   membenci kemaksiatan kepada-Nya.&#8221;4</p>
<p>Keringanan (rukhshah) itu mesti dilakukan, dan kemudahan  yang<br />
diberikan  oleh  Allah  SWT harus dipilih, apabila ada kondisi<br />
yang memungkinkannya  untuk  melakukan  itu;  misalnya  karena<br />
tubuh  yang  sangat  lemah, sakit, tua, atau ketika menghadapi<br />
kesulitan, dan lain-lain alasan yang dapat diterima.</p>
<p>Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa dia  melihat  Rasulullah<br />
saw sedang dalam suatu perjalanan, kemudian beliau menyaksikan<br />
orang  ramai  mengerumuni  seorang  lelaki   yang   dipayungi,<br />
kemudian  beliau  bersabda,  &#8220;Apa  ini?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Dia<br />
berpuasa.&#8221; Beliau kemudian bersabda,</p>
<p>   &#8220;Tidak baik berpuasa dalam perjalanan.&#8221;5</p>
<p>Yakni di dalam perjalanan yang amat menyulitkan ini.</p>
<p>Dan jika perjalanan itu  tidak  menyulitkan,  maka  dia  boleh<br />
melakukan  puasa;  berdasarkan  dalil  yang  diriwayatkan oleh<br />
&#8216;Aisyah bahwa Hamzah bin Amr al-Aslami pernah  berkata  kepada<br />
Nabi  saw:  &#8220;Apakah  aku boleh puasa dalam perjalanan?&#8221; Hamzah<br />
adalah orang yang sering melaksanakan  puasa.  Karenanya  Nabi<br />
saw  bersabda, &#8220;Jika kamu mau, maka berpuasalah, dan jika kamu<br />
mau berbukalah.&#8221;6</p>
<p>Khalifah Umar bin Abd al-Aziz pernah  berkata  mengenai  puasa<br />
dan  berbuka  di  dalam  perjalanan,  juga  tentang  perbedaan<br />
pendapat yang terjadi di kalangan fuqaha,  manakah  di  antara<br />
kedua hal itu yang paling baik. Dia berkata, &#8220;Yang paling baik<br />
ialah yang paling mudah di antara keduanya.&#8221; Hal ini merupakan<br />
pendapat  yang  boleh  diterima.  Di  antara  manusia ada yang<br />
melaksanakan puasa itu lebih mudah daripada dia harus membayar<br />
hutang  puasa  itu  ketika  orang-orang  sedang tidak berpuasa<br />
semua. Tetapi ada  orang  yang  berlawanan  dengan  itu.  Oleh<br />
karena  itu,  yang  paling  mudah  adalah menjadi sesuatu yang<br />
paling baik.</p>
<p>Nabi saw menganjurkan umatnya untuk bersegera  melakukan  buka<br />
puasa  dan  mengakhirkan  sahur,  dengan  tujuan untuk memberi<br />
kemudahan kepada orang yang melaksanakan puasa.</p>
<p>Kita juga banyak menemukan fuqaha yang memutuskan  hukum  yang<br />
paling  mudah  untuk  dilakukan oleh manusia terhadap sebagian<br />
hukum  yang  memiliki  berbagai  pandangan;   khususnya   yang<br />
berkaitan  dengan  masalah  muamalah. Ada ungkapan yang sangat<br />
terkenal dari mereka: &#8220;Keputusan  hukum  ini  lebih  mengasihi<br />
manusia.&#8221;</p>
<p>Saya bersyukur kepada Allah karena saya dapat menerapkan jalan<br />
kemudahan dalam memberikan  fatwa,  dan  menyampaikan  sesuatu<br />
yang  menggembirakan  dalam  melakukan  da&#8217;wah,  sebagai upaya<br />
meniti jalan yang  pernah  dilakukan  oleh  Nabi  saw.  Beliau<br />
pernah mengutus Abu Musa dan Mu&#8217;adz ke Yaman sambil memberikan<br />
wasiat kepada mereka,</p>
<p>   &#8220;Permudahlah dan jangan mempersulit; berilah sesuatu<br />
   yang menggembirakan dan jangan membuat mereka lari;<br />
   berbuatlah sesuatu yang baik.&#8221;7</p>
<p>Diriwayatkan dari Anas bahwasanya Rasulullah saw bersabda,</p>
<p>   &#8220;Permudahlah dan jangan mempersulit; berilah sesuatu<br />
   yang menggembirakan dan jangan membuat mereka lari.&#8221;8</p>
<p>Pada suatu kesempatan saya pernah menjawab berbagai pertanyaan<br />
setelah saya menyampaikan satu kuliah: &#8220;Apabila saya mendapati<br />
dua pendapat yang sama-sama baik atau hampir sama  dalam  satu<br />
masalah    agama;   yang   pertama   lebih   mengarah   kepada<br />
kehati-hatian dan yang  kedua  lebih  mudah,  maka  saya  akan<br />
memberikan  fatwa kepada orang awam dengan pendapat yang lebih<br />
mudah,  yang  lebih  saya  utamakan  daripada  pendapat   yang<br />
pertama.&#8221;</p>
<p>Sebagian kawan yang hadir dalam kuliah itu berkata, &#8220;Apa dalil<br />
anda untuk lebih mengemukakan pendapat yang paling mudah  atas<br />
pendapat yang lebih hati-hati?&#8221;</p>
<p>Saya  jawab,  &#8220;Dalil  saya  ialah  petunjuk  Nabi  saw,  yaitu<br />
manakala beliau dihadapkan kepada  dua  pilihan,  maka  beliau<br />
tidak  akan  memilih  kecuali  pendapat yang paling mudah; dan<br />
perintahnya kepada para imam shalat jamaah  untuk  meringankan<br />
ma&#8217;mumnya, karena di antara mereka ada orang yang lemah, orang<br />
tua, dan orang yang  hendak  melaksanakan  kepentingan  mereka<br />
setelah itu.&#8221;</p>
<p>Kadangkala  seorang ulama memberikan fatwa dengan sesuatu yang<br />
lebih hati-hati kepada sebagian orang yang  mempunyai  kemauan<br />
keras, dan orang-orang wara&#8217; yang dapat menjauhkan diri mereka<br />
dari kemaksiatan. Adapun untuk  orang-orang  awam,  maka  yang<br />
lebih utama adalah pendapat yang paling mudah.</p>
<p>Zaman   kita  sekarang  ini  lebih  banyak  memerlukan  kepada<br />
penyebaran hal yang lebih mudah daripada hal yang sukar, lebih<br />
senang  menerima berita gembira daripada ditakut-takuti hingga<br />
lari. Apalagi bagi orang yang baru  masuk  Islam,  atau  untuk<br />
orang yang baru bertobat.</p>
<p>Persoalan  ini sangat jelas dalam petunjuk yang diberikan oleh<br />
Nabi saw ketika mengajarkan Islam kepada orang-orang yang baru<br />
memasukinya. Beliau tidak memperbanyak kewajiban atas dirinya,<br />
dan tidak memberikan beban perintah  dan  larangan.  Jika  ada<br />
orang  yang bertanya kepadanya mengenai Islam, maka dia merasa<br />
cukup  untuk  memberikan  definisi   yang   berkaitan   dengan<br />
fardhu-fardhu   yang   utama,   dan  tidak  mengemukakan  yang<br />
sunat-sunat. Dan apabila ada  orang  yang  berkata  kepadanya:<br />
&#8220;Aku  tidak  menambah dan mengurangi kewajiban itu.&#8221; Maka Nabi<br />
saw bersabda, &#8220;Dia akan mendapatkan  keberuntungan  kalau  apa<br />
yang  dia katakan itu benar.&#8221; Atau, &#8220;Dia akan masuk surga bila<br />
apa yang dia katakan benar.&#8221;</p>
<p>Bahkan kita melihat Rasulullah saw sangat mengecam orang  yang<br />
memberatkan kepada manusia, tidak memperhatikan kondisi mereka<br />
yang berbeda-beda; sebagaimana dilakukan oleh sebagian sahabat<br />
yang   menjadi   imam   shalat   jamaah  orang  ramai.  Mereka<br />
memanjangkan bacaan di dalam shalat, sehingga sebagian  ma&#8217;mum<br />
mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw.</p>
<p>Nabi saw berpesan kepada Mu&#8217;adz bahwa beliau sangat tidak suka<br />
bila Mu&#8217;adz memanjangkan bacaan itu sambil berkata  kepadanya:<br />
&#8220;Apakah engkau ingin menjadi tumpuan fitnah hai Mu&#8217;adz? Apakah<br />
engkau ingin menjadi tumpuan fitnah hai Mu&#8217;adz? Apakah  engkau<br />
ingin menjadi tumpuan fitnah hai Mu&#8217;adz?&#8221; 9</p>
<p>Diriwayatkan  dari  Abu  Mas&#8217;ud  al-Anshari,  ia berkata, &#8220;Ada<br />
seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw:  &#8216;Demi  Allah<br />
wahai  Rasulullah,  sesungguhnya aku selalu memperlambat untuk<br />
melakukan shalat Subuh dengan  berjamaah  karena  Fulan,  yang<br />
selalu  memanjangkan  bacaannya  untuk kami.&#8217; Aku tidak pernah<br />
melihat Rasulullah saw memberikan nasihat dengan sangat  marah<br />
kecuali  pada  hari  itu.  Kemudian  Rasulullah  saw bersabda,<br />
&#8216;Sesungguhnya ada di  antara  kamu  yang  membuat  orang-orang<br />
lain.  Siapapun  di antara kamu yang menjadi imam orang ramai,<br />
maka hendaklah dia meringankan  bacaannya,  karena  di  antara<br />
mereka  ada  orang  yang lemah, tua, dan mempunyai kepentingan<br />
yang hendak dikerjakan.&#8221; 10</p>
<p>Saya juga pernah menyebutkan  bahwa  orang  yang  memanjangkan<br />
bacaan  shalat  jamaah dengan orang banyak ini adalah Ubai bin<br />
Ka&#8217;ab, yang memiliki ilmu dan keutamaan, serta  menjadi  salah<br />
seorang   yang   mengumpulkan   al-Qur&#8217;an   .   Akan   tetapi,<br />
bagaimanapun kedudukannya tidak berarti bahwa  Rasulullah  saw<br />
tidak   memungkirinya,   sebagaimana   dia  memberikan  wasiat<br />
mengenai hal inl kepada Mu&#8217;adz, walaupun dia  merupakan  orang<br />
yang sangat dicintai dan dipuji oleh Nabi saw.</p>
<p>Sahabat  sekaligus  pembantu  beliau, Anas r.a., berkata, &#8220;Aku<br />
tidak pernah shalat di belakang imam satu kalipun  yang  lebih<br />
ringan,  dan lebih sempurna shalatnya dibandingkan dengan Nabi<br />
saw. Jika  beliau  mendengarkan  suara  tangisan  anak  kecil,<br />
beliau  meringankan  shalat  itu, karena khawatir ibu anak itu<br />
akan terkena fitnah.&#8221; 11</p>
<p>Diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,</p>
<p>   &#8220;Sesungguhnya ketika aku sudah memulai shalat, aku<br />
   ingin memanjangkan bacannnya, kemudian aku<br />
   mendengarkan suara tangisan anak kecil, maka aku<br />
   percepat shalatku, karena aku mengetahui susahnya sang<br />
   ibu bila anaknya menangis.&#8221; 12</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw bersabda,</p>
<p>   &#8220;Apabila salah seorang di antara kamu menjadi imam<br />
   shalat maka hendaklah ia memperingan bacaan shalatnya,<br />
   karena di antara mereka ada orang yang sakit, lemah,<br />
   dan tua. Namun bila dia shalat sendirian, maka<br />
   hendaklah dia memperpanjang shalatnya sesuai dengan<br />
   kemauannya.&#8221; 13</p>
<p>Nabi saw sangat mengecam  terhadap  hal-hal  yang  memberatkan<br />
apabila  hal itu dianggap mengganggu kepentingan orang banyak,<br />
dan bukan sekadar untuk kepentingan pribadi satu  orang  saja.<br />
Begitulah yang kita perhatikan dalam tindakan beliau ketika ia<br />
mengetahui  tiga  orang  sahabatnya  yang  mengambil   langkah<br />
beribadah yang tidak selayaknya dilakukan, walaupun sebenarnya<br />
mereka tidak menginginkan kecuali kebaikan dan pendekatan diri<br />
kepada Allah SWT.</p>
<p>Diriwayatkan  dari  Anas  r.a.  berkata,  &#8220;Ada tiga orang yang<br />
mendatangi rumah tiga orang istri Nabi saw  menanyakan  ibadah<br />
yang  dilakukan  oleh  Nabi  saw.  Ketika mereka diberitahukan<br />
mengenai hal itu, seakan-akan mereka  menganggap  sedikit  apa<br />
yang  telah  mereka  lakukan,  sambil berkata, &#8216;Di mana posisi<br />
kita dari Nabi saw, padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya<br />
yang  terdahulu dan yang akan datang?&#8217; Salah seorang di antara<br />
mereka juga berkata, &#8216;Oleh  karena  itu  saya  akan  melakukan<br />
shalat  malam  selamanya.&#8217;  Orang yang kedua pun berkata, &#8216;Aku<br />
akan berpuasa selamanya dan tidak akan meninggalkannya.&#8217; Orang<br />
yang ketiga berkata, &#8216;Sedanglan aku akan mengucilkan diri dari<br />
wanita  dan  tidak  akan   kawin   selama-lamanya.&#8217;   Kemudian<br />
Rasulullah  saw  datang  kepada  mereka  sambil berkata, &#8216;Kamu<br />
semua telah mengatakan begini  dan  begitu.  Demi  Allah,  aku<br />
adalah  orang  yang  paling  takut  kepada  Allah  dan  paling<br />
bertakwa kepada-Nya, akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku<br />
shalat  dan  aku  juga  tidur,  aku  mengawini perempuan. Maka<br />
barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahhu,  maka  dia  tidak<br />
termasuk golonganku.&#8221; 14</p>
<p>Diriwayatkan   dari   Ibn  Mas&#8217;ud  r.a.  bahwasanya  Nabi  saw<br />
bersabda, &#8220;Celakalah  orang-orang  yang  berlebih-lebihan  itu<br />
(al-mutanaththi&#8217;un).&#8221;   Beliau  mengucapkannya  sebanyak  tiga<br />
kali.</p>
<p>Yang  dimaksudkan  dengan  orang-orang  yang  berlebih-lebihan<br />
(al-mutanaththi&#8217;un) ialah &#8220;orang-orang yang mengambil tindakan<br />
keras dan berat, tetapi tidak pada tempatnya.&#8221;</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw bersabda,</p>
<p>   &#8220;Sesungguhnya agama ini mudah, dan orang yang<br />
   mengambil yang berat- berat dari agama ini pasti akan<br />
   dikalahkan olehnya. Ambillah tindakan yang benar,<br />
   dekatkan diri kepada Allah, berilah kabar gembira, dan<br />
   mohonlah pertolongan kepada-Nya pada pagi dan petang<br />
   hari, dan juga pada akhir malam.&#8221; 15</p>
<p>Maksud perkataan Rasulullah saw &#8220;kecuali dia  akan  dikalahkan<br />
olehnya&#8221;  ialah bahwa orang itu akan dikalahkan oleh agama dan<br />
orang yang mengambil hal-hal yang berat itu tidak  akan  mampu<br />
melaksanakan  semua  yang  ada  pada  agama ini karena terlalu<br />
banyak jalan yang harus dilaluinya.</p>
<p>Apa  yang  disampaikan  oleh  Rasulullah  saw  ini  sebenarnya<br />
merupakan  kiasan  yang  artinya: &#8220;Mohonlah pertolongan kepada<br />
Allah  untuk  taat  kepada-Nya,  melakukan  amal  kebaikan  di<br />
tengah-tengah  kegiatanmu  dan  ketika hatimu lapang, sehingga<br />
kamu  merasa  senang  melakukan   ibadah   dan   tidak   bosan<br />
melakukannya;  dan  dengan demikian kamu dapat mencapai maksud<br />
dan tujuan kamu.&#8221; Sebagaimana yang dilakukan oleh musafir yang<br />
pintar,  dia  berjalan pada waktu-waktu tertentu, kemudian dia<br />
dan kendaraannya beristirahat pada saat  yang  lain,  sehingga<br />
dia  sampai kepada tujuannya dan tidak mengalami kepenatan dan<br />
kejenuhan. Wallah a&#8217;lam.</p>
<p>Saya sangat terkejut kala  saya  membaca  berita  dalam  surat<br />
kabar:</p>
<p>   &#8220;Sesungguhnya pihak berwenang yang mengurus jamaah<br />
   haji di kerajaan Arab Saudi mengumumkan kematian dua<br />
   ratus tujuh puluh orang jamaah haji ketika melempar<br />
   jumrah. Mereka meninggal karena terinjak kaki orang<br />
   ramai yang berdesak-desakan untuk melakukan lemparan<br />
   selepas tergelincirnya matahari.&#8221;</p>
<p>Walaupun telah ada korban  yang  begitu  banyak,  tetapi  para<br />
ulama  masih  saja  memberikan  fatwa  ketidakbolehan melempar<br />
jumrah  sebelum  tergelincirnya  matahari,  padahal  Nabi  saw<br />
memudahkan  urusan  dalam melaksanakan ibadah haji; dan ketika<br />
beliau  ditanya  tentang  amalan  yang  boleh  dimajukan   dan<br />
diakhirkan,  beliau  menjawabnya,  &#8220;Lakukan  saja,  dan  tidak<br />
mengapa.&#8221; Para fuqaha  sendiri  mempermudah  cara  pelaksanaan<br />
pelemparan jumrah sehingga mereka memperbolehkan kepada jamaah<br />
haji untuk melakukan lemparan pada  hari  terakhir,  dan  juga<br />
boleh  mewakilkan kepada orang lain ketika seseorang mempunyai<br />
uzur; yang boleh dilakukan setelah melakukan tahallul terakhir<br />
dari ihram.</p>
<p>Pelemparan  jumrah  itu,  menurut tiga orang imam besar, boleh<br />
dilakukan sebelum tergelincirnya matahari; yaitu oleh  seorang<br />
ahli   fiqh   manasik   (&#8216;Atha,),  ahli  fiqh  Yaman  (Thawus)<br />
&#8211;keduanya  merupakan  sahabat  Ibn  Abbas&#8211;  dan  Abu  Ja&#8217;far<br />
al-Baqir,  Muhammad  bin Ali bin al-Husain, salah seorang ahli<br />
fiqh Ahl al-Bait.</p>
<p>Jika para ahli fiqh tidak membenarkan  lemparan  seperti  itu,<br />
maka  kita  dapat  memberlakukan  fiqh darurat yang mewajibkan<br />
kepada  kita  untuk  mempermudah  ibadah  kepada  Allah,  yang<br />
membolehkan  kepada  kita  untuk melakukan lemparan selama dua<br />
puluh  empat  jam,  sehingga  kita  tidak  menjerumuskan  kaum<br />
Muslimin kepada kehancuran.</p>
<p>Semoga Allah memberikan pahala kepada Syaikh Abdullah bin Zaid<br />
al-Mahmud, yang telah memberikan fatwa lebih  dari  tiga  abad<br />
yang  lalu,  yang  membolehkan lemparan sebelum tergelincirnya<br />
matahari, yang termuat di dalam bukunya, Yusr al-Islam  (Islam<br />
yang Mudah).</p>
<p>Catatan Kaki:</p>
<p> 1 Diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari dalam al-Adab<br />
   al-Mufrad; dan Thabrani dari Mahjan bin al-Adra&#8217;; dan juga<br />
   diriwayatkan oleh Thabrani dari Imran bin Hushain dalam<br />
   al-Awsath; dan Ibn Adiy dan al-Dhiya&#8217; dari Anash (Lihat<br />
   al-Jami&#8217; as-Shaghir, 3309)</p>
<p> 2 Diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari dalam al-Adab<br />
   al-Mufrad; dan Thabrani dari Ibn Abbas. (Ibid., h. 160)</p>
<p> 3 Muttafaq &#8216;Alaih, sebagaimana yang dimuat dalam al-Lu&#8217;lu&#8217; wa<br />
   al-Marjan (1502).</p>
<p> 4 Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibn Hibban, dan Baihaqi di dalam<br />
   as-Syu&#8217;ab dari Ibn Umar (Shahih al-Jami&#8217; as-Shaghir, 1886)</p>
<p> 5 Muttafaq &#8216;Alaih, al-Lu&#8217;lu&#8217; wa al-Marjan (681).</p>
<p> 6 Muttafaq Alaih, ibid . 684</p>
<p> 7 Muttafaq Alaih dari Abu Burdah, ibid 1130</p>
<p> 8 Muttafaq Alaih ibid., 1131</p>
<p> 9 Diriwayatkan oleh Bukhari.</p>
<p>10 Muttafaq &#8216;Alaih lihat al-Lu&#8217;lu&#8217; wal-Marjan, 267.</p>
<p>11 Muttafaq &#8216;Alaih, lihat al-Lu&#8217;lu&#8217; wal-Marjan, 270.</p>
<p>12 Muttafaq &#8216;Alaih, lihat al-Lu&#8217;lu&#8217; wal-Marjan, 168.</p>
<p>15 Diriwayatkan oleh Bukhari dan Nashai (Shahih al-Jami&#8217;<br />
   as-Shaghir, 1611)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
FIQH PRIORITAS<br />
Sebuah Kajian Baru Berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah<br />
Dr. Yusuf Al Qardhawy<br />
Robbani Press, Jakarta<br />
Cetakan pertama, Rajab 1416H/Desember 1996M</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: fatwa ulama, fiqih prioritas <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/4083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/4083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/4083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/4083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/4083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/4083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/4083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/4083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/4083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/4083/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=4083&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/26/dalam-menjalani-islam-utamakanlah-yang-mudahringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Adam-Hawa diusir dari surga? Benarkah penyebabnya ialah Hawa?</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/19/benarkah-adam-hawa-diusir-dari-surga-benarkah-penyebabnya-ialah-hawa/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/19/benarkah-adam-hawa-diusir-dari-surga-benarkah-penyebabnya-ialah-hawa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 05:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Adam]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=3861</guid>
		<description><![CDATA[PERANAN HAWA DALAM PENGUSIRAN ADAM DARI SURGA
Dr. Yusuf Qardhawi
PERTANYAAN
Ada pendapat yang mengatakan bahwa ibu kita, Hawa, merupakan
penyebab diusirnya bapak kita, Adam, dari surga. Dialah yang
mendorong Adam untuk memakan buah terlarang, sehingga mereka
terusir  dari  surga  dan  menyebabkan penderitaan bagi kita
(anak cucunya) di dunia.
Pendapat ini dijadikan sandaran untuk merendahkan  kedudukan
kaum  wanita. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=3861&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>PERANAN HAWA DALAM PENGUSIRAN ADAM DARI SURGA<br />
Dr. Yusuf Qardhawi</p>
<p>PERTANYAAN</p>
<p>Ada pendapat yang mengatakan bahwa ibu kita, Hawa, merupakan<br />
penyebab diusirnya bapak kita, Adam, dari surga. Dialah yang<br />
mendorong Adam untuk memakan buah terlarang, sehingga mereka<br />
terusir  dari  surga  dan  menyebabkan penderitaan bagi kita<br />
(anak cucunya) di dunia.</p>
<p>Pendapat ini dijadikan sandaran untuk merendahkan  kedudukan<br />
kaum  wanita. Berlandaskan peristiwa tersebut, wanita sering<br />
dituding sebagai cikal bakal datangnya segala  musibah  yang<br />
terjadi  di  dunia,  baik  pada  orang-orang  dahulu  maupun<br />
sekarang.</p>
<p>Pertanyaan saya, apakah benar semua pendapat di atas? Adakah<br />
dalam   Islam   dalil   yang   menunjukkan   hal  itu,  atau<br />
kebalikannya?</p>
<p>Kami harap  Ustadz  berkenan  menjelaskannya.  Semoga  Allah<br />
memberikan pahala kepada Ustadz dan menolong Ustadz.</p>
<p>JAWABAN</p>
<p>Pendapat  yang  ditanyakan  saudara  penanya,  tentang  kaum<br />
wanita -seperti ibu kita Hawa &#8211; yang harus bertanggung jawab<br />
atas  kesengsaraan  hidup  manusia,  dengan mengatakan bahwa<br />
Hawa yang menjerurnuskan Adam untuk memakan  buah  terlarang<br />
&#8230;  dan  seterusnya,  tidak  diragukan lagi adalah pendapat<br />
yang tidak islami.</p>
<p>Sumber pendapat ini ialah Kitabb Taurat dengan segala bagian<br />
dan  tambahannya.  Ini  merupakan pendapat yang diimani oleh<br />
kaum  Yahudi  dan  Nasrani,  serta  sering   menjadi   bahan<br />
referensi  bagi  para  pemikir, penyair, dan penulis mereka.<br />
Bahkan tidak sedikit (dan ini  sangat  disayangkan)  penulis<br />
muslim yang bertaklid buta dengan pendapat tersebut.</p>
<p>Namun,  bagi  orang  yang membaca kisah Adam dalam Al-Qur&#8217;an<br />
yang ayat-ayatnya (mengenai kisah tersebut) terhimpun  dalam<br />
beberapa  surat,  tidak  akan bertaklid buta seperti itu. Ia<br />
akan menangkap secara jelas fakta-fakta seperti berikut ini.</p>
<p>1. Taklif ilahi untuk tidak memakan buah terlarang itu<br />
   ditujukan kepada Adam dan Hawa (bukan Adam saja). Allah<br />
   berfirman:</p>
<p>   &#8220;Dan Kami berfirman, &#8216;Hai Adam, diamilah oleh kamu dan<br />
   istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang<br />
   banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah<br />
   kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk<br />
   orang-orang zalim.&#8217;&#8221; (al-Baqarah: 35)</p>
<p>2. Bahwa <strong>yang mendorong keduanya dan menyesatkan keduanya<br />
   dengan tipu daya, bujuk rayu, dan sumpah palsu ialah setan</strong>,<br />
   sebagaimana difirmankan Allah:</p>
<p>   &#8220;Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan<br />
   dikeluarkan dari keadaan semula &#8230;&#8221; (al-Baqarah: 36)</p>
<p>   Dalam surat lain terdapat keterangan yang rinci mengenai<br />
   tipu daya dan bujuk rayu setan:</p>
<p>   &#8220;Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk<br />
   menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup bagi mereka<br />
   yaitu auratnya, dan setan berkata, Tuhan kamu tidak<br />
   melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu<br />
   berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orangyang<br />
   kekal (dalam surga).&#8217; Dan dia (setan) bersumpah kepada<br />
   keduanya, &#8216;Sesungguhnya saya termasuk orangyang memberi<br />
   nasihat kepada kamu berdua.&#8217; Maka setan membujuk keduanya<br />
   (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya<br />
   telah merasakan buah kayu itu, tampaklah bagi keduanya<br />
   aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan<br />
   daun-daun surga. Kemudian Tuhan rnereka menyeru mereka,<br />
   &#8216;Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu<br />
   berdua?&#8217; Keduanya berkata, &#8216;Ya Tuhan kami, kami telah<br />
   menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak<br />
   mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami<br />
   termasuk orang-orangyang merugi.&#8217;&#8221; (al-A&#8217;raf: 20-23)</p>
<p>   Dalam surat Thaha diceritakan bahwa Adam a.s. yang pertama<br />
   kali diminta pertanggungjawaban tentang pelanggaran itu,<br />
   bukan Hawa. Karena itu, peringatan dari Allah tersebut<br />
   ditujukan kepada Adam, sebagai prinsip dan secara khusus.<br />
   Kekurangan itu dinisbatkan kepada Adam, dan yang<br />
   dipersalahkan &#8211; karena pelanggaran itu &#8211; pun adalah Adam.<br />
   Meskipun istrinya bersama-sama dengannya ikut melakukan<br />
   pelanggaran, namun petunjuk ayat-ayat itu mengatakan bahwa<br />
   peranan Hawa tidak seperti peranan Adam, dan seakan-akan<br />
   Hawa makan dan melanggar itu karena mengikuti Adam.</p>
<p>   Allah berfirman:</p>
<p>   &#8220;Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu,<br />
   maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati<br />
   padanya kemauan yang kuat. Dan (ingatlah) ketika Kami<br />
   berkata kepada malaikat, &#8216;Sujudlah kamu kepada Adam,&#8217; maka<br />
   mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. Maka kami<br />
   berkata, &#8216;Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh<br />
   bagimu dan bagõ istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai<br />
   ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan<br />
   kamu menjadi celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan<br />
   didalamnya dan tidak akan telanjang, dan sesungguhnya kamu<br />
   tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas<br />
   matahari didalamnya. &#8216;Kemudian setan membisikkan pikiran<br />
   jahat kepadanya (Adam) dengan berkata, &#8216;Hai Adam, maukah<br />
   saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak<br />
   akan binasa?&#8217; Maka keduanya memakan dari buah pohon itu,<br />
   lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah<br />
   keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga,<br />
   dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesalah ia. Kemudian<br />
   Tuhannya memilihnya. Maka dia menerima tobatnya dan<br />
   memberinya petunjuk.&#8221; (Thaha: 115-122)</p>
<p>3. Al-Qur&#8217;an telah menegaskan bahwa <strong>Adam diciptakan oleh<br />
   Allah untuk suatu tugas yang sudah ditentukan sebelum<br />
   diciptakannya</strong>. Para malaikat pada waktu itu sangat ingin<br />
   mengetahui tugas tersebut, bahkan mereka mengira bahwa<br />
   mereka lebih layak mengemban itu daripada Adam. Hal ini<br />
   telah disebutkan dalam beberapa ayat surat al-Baqarah yang<br />
   disebutkan Allah SWT sebelum menyebutkan ayat-ayat yang<br />
   membicarakan bertempat tinggalnya Adam dalam surga dan<br />
   memakan buah terlarang.</p>
<p>   Firman Allah:</p>
<p>   &#8220;Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,<br />
   &#8216;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka<br />
   bumi.&#8217; Mereka berkata, &#8216;Mengapa Engkau hendak menjadikan<br />
   (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan<br />
   padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa<br />
   bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&#8217; Tuhan<br />
   befirman, &#8216;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu<br />
   ketahui.&#8217; Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda)<br />
   seluruhnya kemudian mengemukakannya kepada para malaikat<br />
   lalu berfirman, &#8216;Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu<br />
   jika kamu memang orang-orang yang benar?&#8217; Mereka menjawab,<br />
   &#8216;Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari<br />
   apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya<br />
   Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&#8217; Allah<br />
   berfirman, &#8216;Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama<br />
   benda ini.&#8217; Maka setelah diberitahukannya kepada mereka<br />
   nama-nama benda itu, Allah berfirman, &#8216;Bukankah sudah<br />
   Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia<br />
   langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan<br />
   apa yang kamu sembunyikan?&#8217;&#8221; (al-Baqarah: 30-33)</p>
<p>   Disebutkan pula dalam hadits sahih bahwa Adam dan Musa a.s.<br />
   bertemu di alam gaib. Musa hendak menimpakan kesalahan<br />
   kepada Adam berkenaan dengan beban yang ditanggung manusia<br />
   karena kesalahan Adam yang memakan buah terlarang itu<br />
   (lantas dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi<br />
   sehingga menanggung beban kehidupan seperti yang mereka<br />
   alami; penj.) . Kemudian Adam membantah Musa dan mematahkan<br />
   argumentasinya dengan mengatakan bahwa apa yang terjadi itu<br />
   sudah merupakan ketentuan ilahi sebelum ia diciptakan, untuk<br />
   memakmurkan bumi, dan bahwa Musa juga mendapati ketentuan<br />
   ini tercantum dalam Taurat.</p>
<p>   Hadits ini memberikan dua pengertian kepada kita. Pertama,<br />
   bahwa Musa menghadapkan celaan itu kepada Adam, bukan kepada<br />
   Hawa. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang disebutkan dalam<br />
   Taurat (sekarang) bahwa Hawa yang merayu Adam untuk memakan<br />
   buah terlarang itu tidak benar. Itu adalah perubahan yang<br />
   dimasukkan orang ke dalam Taurat.</p>
<p>   Kedua, bahwa diturunkannya Adam dan anak cucunya ke bumi<br />
   sudah merupakan ketentuan ilahi dalam takdir-Nya yang luhur<br />
   dan telah ditulis oleh kalam ilahi dalam Ummul Kitab (Lauh<br />
   al-Mahfuzh), untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan<br />
   melalui risalah-Nya di atas planet ini, sebagaimana yang<br />
   dikehendaki Allah, sedangkan apa yang dikehendaki Allah<br />
   pasti terjadi.</p>
<p>4. Bahwa surga (jannah), tempat Adam diperintahkan untuk<br />
   berdiam di dalamnya dan memakan buah-buahannya, kecuali satu<br />
   pohon, dan disuruh hengkang dari sana karena melanggar<br />
   larangan (memakan buah tersebut), tidak dapat dipastikan<br />
   bahwa surga tersebut adalah surga yang disediakan Allah<br />
   untuk orang-orang muttaqin di akhirat kelak. Surga yang<br />
   dimaksud belum tentu surga yang di dalamnya Allah<br />
   menciptakan sesuatu (kenikmatan-kenikmatan) yang belum<br />
   pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan<br />
   tidak seperti yang terlintas dalam hati manusia.</p>
<p>   Para ulama berbeda pendapat mengenai &#8220;surga&#8221; Adam ini,<br />
   apakah merupakan surga yang dijanjikan kepada orang-orang<br />
   mukmin sebagai pahala mereka, ataukah sebuah &#8220;jannah&#8221;<br />
   (taman/kebun) dari kebun-kebun dunia, seperti firman Allah:</p>
<p>   &#8220;Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah)<br />
   sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun<br />
   (jannah), ketika mereka bersumpah bahwa mereka<br />
   sungguh-sungguh akan memetik (hasil)-nya di pagi hari.&#8221;<br />
   (al-Qalam: 17)</p>
<p>   Dalam surat lain Allah berfirman:</p>
<p>   &#8220;Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang<br />
   laki-laki. Kami jadikan bagi seorang diantara keduanya (yang<br />
   kafir) dua buah kebun (jannatain) anggur dan Kami kelilingi<br />
   kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan diantara kedua<br />
   kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu<br />
   menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya<br />
   sedikit pun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua<br />
   kebun itu.&#8221; (al-Kahfi: 32-33)</p>
<p>   Ibnul Qayyim menyebutkan kedua pendapat tersebut dengan<br />
   dalil-dalilnya masing-masing dalam kitabnya Miftahu Daaris<br />
   Sa&#8217;adah. Silakan membacanya siapa yang ingin mengetahui<br />
   lebih jauh masalah ini. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Fatwa-fatwa Kontemporer<br />
Dr. Yusuf Qardhawi<br />
Gema Insani Press<br />
Jln. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740<br />
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593<br />
Fax. (021) 7984388<br />
ISBN 979-561-276-X</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: Adam, Hawa, surga <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/3861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/3861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/3861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/3861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/3861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/3861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/3861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/3861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/3861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/3861/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=3861&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/19/benarkah-adam-hawa-diusir-dari-surga-benarkah-penyebabnya-ialah-hawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aneh! PKS melarang presiden/wapres menyerahkan gaji ke fakir-miskin</title>
		<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/18/aneh-pks-melarang-presidenwapres-menyerahkan-gaji-ke-fakir-miskin/</link>
		<comments>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/18/aneh-pks-melarang-presidenwapres-menyerahkan-gaji-ke-fakir-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 09:28:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[aneh bin ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[PilPres 2009]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shodiq.com/?p=3846</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi PKS bersikap aneh. Sebelumnya, PKS melarang Bu Ani berjilbab. (Lihat &#8220;Aneh, PKS Melarang Istri SBY Pakai Jilbab&#8220;.) Kini, PKS pun menentang rencana Megawati-Prabowo yang bila terpilih hendak menyerahkan seluruh gaji dan tunjangan mereka selaku presiden &#38; wakil presiden kepada fakir-miskin. Alasan yang dikemukakan oleh PKS kali ini pun sejenis dengan alasan terdahulu, yaitu menganggapnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=3846&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Lagi-lagi PKS bersikap aneh. Sebelumnya, PKS melarang Bu Ani berjilbab. (Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/05/30/aneh-pks-melarang-istri-sby-pakai-jilbab/">Aneh, PKS Melarang Istri SBY Pakai Jilbab</a>&#8220;.) Kini, PKS pun menentang rencana Megawati-Prabowo yang bila terpilih hendak menyerahkan seluruh gaji dan tunjangan mereka selaku presiden &amp; wakil presiden kepada fakir-miskin. Alasan yang dikemukakan oleh PKS kali ini pun sejenis dengan alasan terdahulu, yaitu menganggapnya sebagai <em>riya&#8217;</em> (pamer). (Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/rss-2/pks-rp-100-juta-kalau-dibagikan-kepada-fakir-miskin-tidak-ada-apa-apanya/">PKS: Rp 100 juta kalau dibagikan kepada fakir miskin tidak ada apa-apanya</a>&#8220;.)</p>
<p>Sebenarnya, khususnya berkenaan dengan isu-isu religius, aku biasanya sangat sepakat dengan sikap PKS. Namun dalam soal sedekah (dan jilbab) ini, aku kurang sependapat. Alasanku antara lain:</p>
<p>1. <strong>Kalau mengkampanyekan kebaikan dipandang riya&#8217;, bagaimana mungkin kita bisa berkampanye?</strong> Apakah kampanyenya harus selalu seperti PKS saat ini yang mengkiritik capres-cawapres yang tidak didukung oleh PKS? Bukankah PKS sendiri dalam kampanye-kampanyenya yang lalu pun juga mengkampanyekan kebaikan? (Lihat, misalnya, &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/03/05/video-pks-berwajah-baru-bagai-remaja-abg/">Video PKS Berwajah Baru (Bagai Remaja ABG)</a>&#8220;.) Apakah kalau yang mengkampanyekan kebaikan itu PKS maka disebut dakwah, sedangkan bila dilakukan oleh orang lain maka disebut riya&#8217;?</p>
<p>2. <strong>Betapa pun kecilnya nilainya, memberi uang kepada fakir miskin dari kekayaan pribadi lebih bagus daripada memberinya dari hasil utang luar negeri pemerintah yang pelunasannya masih lama.</strong> Utang tersebut bisa membebani rakyat dan pemerintahan mendatang. (Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/06/13/infid-mengenai-blt-sby-jk-bohongi-rakyat/">SBY-JK Bohongi Rakyat Mengenai BLT (menurut penelitian INFID)</a>&#8220;.) Bila pemberian itu berasal dari kekayaan pribadi, tidak ada yang dirugikan, bukan?</p>
<p>3. <strong>Tidak ada orang yang tahu pasti apakah orang lain bersikap <em>riya&#8217;</em> ataukah tidak.</strong> Isi hati orang itu hanya diketahui oleh Sang Mahatahu. (Perhatikan mengapa Nabi saw. mengecam Usamah dalam sebuah hadits populer sebagaimana terpapar dalam &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh/">Ciri-Ciri Islam Ekstrim (2): Buruk Sangka dan Menuduh</a>&#8220;.) Jadi, praduga atau prasangka riya&#8217; bukanlah alasan yang memadai untuk mencegah orang lain berbuat baik (<em>ma&#8217;ruf</em>).</p>
<p>Demikianlah beberapa alasanku dalam menanggapi sikap PKS tersebut. Selanjutnya, selaku simpatisan PKS, aku berharap PKS lebih kental dalam bersikap <em>amar ma&#8217;ruf</em> (mendorong kebaikan), bukannya malah <em>nahi ma&#8217;ruf</em> (mencegah kebaikan)!</p>
Posted in Agama Islam, Tuntunan Islam Tagged: aneh bin ajaib, PilPres 2009, PKS, Politik Islami <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhshodiq.wordpress.com/3846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhshodiq.wordpress.com/3846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhshodiq.wordpress.com/3846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhshodiq.wordpress.com/3846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhshodiq.wordpress.com/3846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhshodiq.wordpress.com/3846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhshodiq.wordpress.com/3846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhshodiq.wordpress.com/3846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhshodiq.wordpress.com/3846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhshodiq.wordpress.com/3846/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhshodiq.wordpress.com&blog=637669&post=3846&subd=muhshodiq&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/06/18/aneh-pks-melarang-presidenwapres-menyerahkan-gaji-ke-fakir-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>