Tanazhur PraNikah

Konsultasi: Sudah 6 tahun pacaran masih belum direstui Ibu

Posted on Updated on

konsultasi cinta | pacaran jarak jauh | hubungan pranikah | cinta sejati | restu orangtua | ridha ibu | poligami

Baca entri selengkapnya »

Awas! Penipuan berkedok Ta’aruf

Posted on Updated on

Yth Bapak Muh Shodiq, Saya adalah anggota milis taa’ruf network, saya ingin memberi masukan dan berbagi cerita. Beberapa waktu lalu, saya berkenalan dengan Sdr. HA via milis yang Bapak pimpin, kita melakukan proses ta’aruf pada bulan Juli dan akhirnya memutuskan menikah pada bulan Oktober tanggal 4 2009. Awalnya saya merasa bersyukur dan Alhamdulilah mendapatkan calon suami melalui milis ini, karena saya berharap melalui milis ini saya akan mendapatkan suami yang soleh dan bertanggung jawab. TETAPI tanpa sepengatahuan saya, ternyata suami saya tersebut MENIKAH LAGI dengan calon istri yang berasal dari P pada tanggal 9 Oktober tahun 2009, dan yang membuat saya Hancur serta sakit hati istrinya tersebut pun merupakan anggota milis ini yang bernama L. sungguh saya sangat terpukul Pak. dan merasa di khianati. ternyata istrinya yang di P tersebut pun di bohongi juga karena dia tidak tau ternyata HA telah menikah dengan saya. Satu lagi kebusukan dia Pak, ternyata sebelum menikah dengan saya dan L, HA masih mempunyai istri yang beralamat di C dan masih sah menjadi istrinya.

Untuk informasi Bapak, HA juga aktif mengisi forum-forum keagamaan di milis ini.

Saya berharap dengan kejadian ini, semoga Bapak sebagai Moderator lebih berhati-hati dari ulah lelaki yang tidak bertanggung jawab seperti ini, dan agar tidak ada saya dan L-L lainnya.

Mohon Bapak dapat menjaga kerahasian identitas saya. Demikianlah curahan hati saya, agar semua dapat mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa Saya dan L.

Wassalam,
Akhwat

Semoga ukhti dan L tabah dan mendapat berkah dan hikmah dari peristiwa ini. Aamiin.

Ukhti, terima kasih atas masukannya. Menindaklanjuti laporan tersebut, kami gugurkan keanggotaan HA di Ta’aruf Network. Kami pun menghimbau supaya kita semua lebih berhati-hati.

Konsultasi: Ketika sudah letih untuk mengenal lelaki lain

Posted on Updated on

pak ustad,tlglah sy yg lg bingung ini.sy mempunyai pacar kami berhubungan sktr 1th dan dia tlh mengakhiri hub ini dgn alsn tdk bs melpkn mantan pcrnya.awlnya sy berusaha menerima dgn ikhlas sgl keptsnnya,tp dia kdg2 msh menhubngi sy wl hnya sms menanyakn kbr sy.skpnya itu membuat sy semakin sulit utk melupakannya,sy ingin membencinya tp sy tdk bs krn sy sgt menyayanginya.dlm stp do’a2 sy sllu berhrp bs kembali lg bersamanya.krn sy sdh berusaha melupakannya dgn berbagai cara ttp sj sy blm bs.pak ustad apa sy msh bs diberi kesempatan utk bersatu dgnnya lg?sy letih utk mengenal laki2 lain selain dia,skr usia sy sdh 31th dan sy ingin segera menikah.tlglah sy pak,bgm caranya agr dia bs kembali lg dgn sy? sy mohon jawabannya

Demikian pertanyaan dari seorang pengunjung yang bernama yani. Silakan turut membantu mbak yani dengan menyampaikan masukan/saran di bagian kotak komentar di bawah ini.

Pengajar Mencari Jodoh

Posted on

Assalamualaikum Wr.Wb
Saya adalah anggota baru di taaruf.ning.com.Sayaseorang pengajar di salah satu lembaga pendidikan di Medan.Saya berusia 31 Tahun mencari jodoh muslimah yang berdomisili di Medan usia 27 – 33 Tahun,bekerja,S1 dan bisa menerima saya apa adanya.Saya adalah seorang laki – laki yang selalu berusaha menjalankan ibadah dengan baik untuk meraih ridho ALLAH,pekerja keras dan senang bergaul dan membantu orang lain.Jika ingin tahu lebih lanjut tentang saya silakan kontak saya di fendii@telkom.net

Wassalam
Fendi

Guru Kimia Cari Jodoh Yang Penuh Pengertian

Posted on

assalamualaikum mas…
Sebelumnya saya tertarik dengan rubrik lowongan jodoh yang mas asuh bersama teman-teman, saya berharap di sini akan menjadi jalan agar saya dapat bertemu dengan jodoh saya..
Nama saya Yani Mulyani, umur 36 tahun, saya mengajar Kimia di salah satu sma negri di daerah jakarta timur, saya berdomisili di bogor, status single belum menikah, saya ingin mencari suami yang mengerti akan pekerjaan saya, insya allah bisa membentuk keluarga yang bahagia,
Buat teman-teman yang ingin bertaaruf dapat mengirim email ke email saya dengan alamat: yanichem_42@yahoo.co.id
Buat mas Shodiq dan teman-teman terima kasih banyak dan doakan ya …(oh ya saya juga member di taaruf network: http://taaruf.ning.com/profile/yanimulyani)
wasalam….

Muslimah Mencari Jodoh

Posted on Updated on

Assalamualaikum Wr. Wb

Saya Dwi Muslimah, usia 36 tahun, pekerjaan sebagai karyawan swasta dan berdomisili di Bogor.

Saya ingin mencari suami yang soleh, mapan, sayang pada keluarga, bisa menjadi imam dan anak pertama dalam keluarga.

Jika ikhwan tertarik, dapat menghubungi saya lewat email di: dwi_zabidi@yahoo.com

Terima kasih

Wassalamualaikum Wr. Wb

Lowongan Jodoh: Suami meninggal, ingin segera menikah lagi

Posted on Updated on

Assalamu’alaikum…

Bersama ini saya mohon bantuan Mas Shodiq untuk bisa dimuat pada lowongan menikah…saya ikut member Ta’aruf Network dengan nama yuni. saya janda 29 tahun anak 1 suami meninggal…sangat mengharapkan menikah segera dengan suami yang taat agama, bertanggung jawab, bekerja dan menerima saya dan anak saya.

Alhamdullillah sampe sekarang saya masih diberikan kesabaran, saya minta tolong mas shodiq, saya wanita janda suami meninggal dengan 1 anak yatim, selama 5 tahun saya menjadi single parent… selama 5 tahun itu saya berjuang sendiri menghidupi anak saya dengan penuh kesabaran dan pendidikan yang terbaik, alhamdullillah anak saya bisa sekolah di sekolah yang elit dikota saya, kadang saya kuwalahan dengan rutinitas kerja sampe jam 4 sore, dengan kegiatan masyarakat, mendidik anak semua sendiri, sehingga saya sadar sangat membutuhkan seorang suami juga seorang ayah buat anak saya karena sejak umur 2 tahun sudah tidak ada kasih sayang seorang ayah… saya sudah siap untuk menikah lagi karena dengan banyak pertimbangan bahwa menikah adalah sunah rosul, saya mohon bantuannya untuk bisa mencarikan suami juga ayah yang benar2 serius siap menikah, yang sholeh, bertanggung jawab dan menerima saya dan anak saya.
Demikian terima kasih.

Wassalam

wa’alaykumussalaam…. mudah-mudahan penayangan ini melapangkan jalan bagi mbak Noor Wahyuni untuk mendapatkan jodoh lagi. Aamiin. Kemudian bagi yang berminat, silakan klik mbak Yuni di Ta’aruf Network.

Lowongan Jodoh: Dosen PTS di Medan cari muslimah yang terima apa adanya

Posted on Updated on

update 27 Agustus 2009:

puji syukur sy sampaikan ke hadirat ALLAH karena kini sy sdh menemukan seorang wanita yang bisa menerima saya apa adanya.Terima kasih sy sampaikan kepada Bapak Shodiq atas bantuannya.Oleh karena itu boleh sy minta lowongan jodoh sy di situs Bapak untuk ditutup dengan nick Efendi dan Judul profil Dosen PTS Medan Cari Muslimah Aapa Adanya.Saya mohon hal ini spy tidak menimbulkan fitnah ataupun sakwasangka dari fihak yang lain dan demi eratnya silaturahmi.Semoga Allah merahmati kita semua

Baiklah. Lowongannya kami tutup dengan cara menutup komentar-komentar di bawah postingan ini.

—-Naskah semula:

Saya adalah anggota baru di Taaruf network dengan nick Efendi. sy tinggal di medan dan bekerja sebagi dosen di salah satu PTS di Medan dan berusia 31. Sy ingin membina keluarga sakinah mawaddah warrahmah bersama seorang muslimah yang bersedia menerima sy apa adanya, bekerja dan kl bisa tinggal di Medan berusia 27 – 31 Tahun. Yg serius bisa menghubungi sy di fendyy78[at]yahoo[dot]co[dot]id

Indahnya pacaran setelah SEBELUM menikah (+ foto pacaran islami ala Kalimantan Selatan)

Posted on Updated on

Setiap kali aku mendengar seruan “indahnya pacaran setelah menikah”, “pacaran dalam Islam adalah setelah menikah”, dan sebagainya, aku merasa geli. Kupikir, mereka yang berseru seperti itu belum mengetahui (atau pura-pura tak tahu) bahwa makna asli kata “pacaran” adalah “persiapan nikah”.

8 pasang calon pengantin dari Polres Tapin, Kalimantan Selatan
Foto 8 pasang calon pengantin dari Polres Tapin, Kalimantan Selatan, 17 Februari 2009
Kata “pacaran” berasal dari kata bahasa Kawi (Jawa Kuno) “pacar” yang bermakna “calon pengantin“. Dengan diimbuhi akhiran “-an”, “pacaran” itu berarti “aktivitas calon pengantin”, yaitu “persiapan nikah”.

Dengan demikian, pacaran setelah menikah itu mustahil. Mustahilnya itu seperti mustahilnya pernyataan “indahnya menjadi janin setelah lahir”. Sebab, setelah lahir, kita tidak lagi menjadi janin (calon manusia) yang hidup di rahim. (Seandainya setelah lahir itu kita masih menjadi janin di luar rahim, hiii…. ngeriiii….) Demikian pula antara pacaran dan menikah. Setelah menikah, kita tidak lagi menjadi calon pengantin. Jadi, mustahil pacaran setelah menikah.

Karena itu, kalau mau membicarakan indahnya pacaran, tentunya SEBELUM menikah. Hanya saja, yang indah ini adalah pacaran yang sehat atau yang islami.

penataran pranikah
Foto penataran pranikah bagi 8 pasang calon pengantin, 17 Februari 2009
Lantas, apa saja keindahannya? Banyak deh, sampai tak terhitung. Di antaranya:

  1. menjadi lebih siap untuk menikah, termasuk karena sudah lebih mengenal pasangan dan untuk menghadapi segala risikonya
  2. menjadi lebih menikmati pernikahan, karena “pohon” percintaannya telah tumbuh subur sewaktu pacaran, tinggal memetik buahnya setelah menikah
  3. lebih merasakan nikmatnya cinta dengan lebih lengkap, yaitu bukan hanya setelah menikah, melainkan juga sebelum menikah
  4. menjadi lebih dewasa karena ditempa berbagai pengalaman, baik yang manis maupun yang pahit, sewaktu pacaran
  5. ……… (silakan tambahkan apa saja keindahan pacaran SEBELUM menikah menurut dirimu)

Bagaimana kalau pacarannya tidak sehat atau kurang islami? Tentu saja keindahannya menjadi berkurang drastis atau bahkan menjadi TIDAK ADA sama sekali, seperti karya lukis yang dinodai kotoran.

Nikah dengan dia yang pernah cerai, salahkah?

Posted on Updated on

pak shodiq, senang rasanya bisa menemukan blog bapak, terutama yang membahas hal2 pra nikah.
saya ingin sekali dengar pendapat bapak soal masalah saya ini.
sekarang saya menjalani suatu hubungan serius dan ingin segera menikah dengan seorang duda (inisial D), 1 anak (perempuan, umurnya 5 tahun). dia duda karena cerai pak. saya diceritakan olehnya kenapa dia bercerai. tapi menurut saya, dari cerita dia, dia berhak untuk menceraikan istrinya. tapi saya belum tau bagaimana cerita versi dari istrinya. tapi wallahua’lam, saya percaya dengannya pak.

saya menceritakan kepada orang tua saya, dengan siapa saya menjalin hubungan. mendengar cerita saya, kedua orang tua saya langsung bilang tidak setuju. bagi mereka, laki-laki yang bercerai itu, pasti ada masalah. dan orang tua saya sudah men-cap bahwa laki-laki itu yang salah, yg tidak bisa membimbing mantan istrinya. orang tua saya mengkhawatirkan itu pak, hal itu akan terjadi kembali sama saya. selain itu orang tua saya mengkhawatirkan kehidupan ekonomi saya nantinya, karena pria pilihan saya seorang pengusaha pelebur logam. kalopun saya jadi menikah dengannya, orang tua saya langsung memberi ultimatum, kalo pas akad nikah nanti, ayah saya tidak bersedia menjadi wali. saya sedih sekali pak

saya dan D sudah bertekad ingin menikah, terutama D, dia gak ingin kejadian yang dulu terulang lagi dan dia sudah percaya dengan saya. kami bertekad, ingin menunjukkan hasil kerja keras kami selama ini, kepada orang tua saya, dan meyakinkan mereka kalo saya insyaAllah akan baik-baik saja.

sangat dilema buat saya pak.disatu sisi saya ingin sekali bisa menikah dengannya. karena setelah istikharah, meminta ketetapan hati, subhanallah, hati ini rasanya ringan sekali. tapi sisi lain, ada masalah di orang tua. beliau bersedia wali nya digantikan oleh saudara lain. pak, kalo pun saya tetap menikah dengan D, apakah saya termasuk orang yang tidak berterima kasih? hanya memperturutkan egoisme?
saya hanya ingin menjalankan sunnah Rasul pak, dan kami berdua hanya ingin memiliki keluarga yg sakinah, bahagia dunia akhirat.
apakah bapak setuju dengan pernyataan ini, jika wanita dan laki-laki tetap melangsungkan pernikahan tanpa persetujuan orang tua tidak bisa dikatakan keduanya sudah durhaka malah orang tuanya lah yang sudah tidak mentaati apa yang diperintahkan Allah agar tidak menghalangi-halangi anak-anaknya untuk menikah. Allah berfirman dalam Al Quran yang artinya: “…maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya apabila telah terdapat kerelaan di antara keduanya dengan cara yang ma’ruf” QS. Al Baqarah: 232.
terima kasih sebelumnya pak Shodiq

Jawaban M Shodiq Mustika:

Benar, pada dasarnya, orangtua/wali tidak berhak menghalang-halangi anaknya untuk menikah. (Lihat “Walau Bukan Siti Nurbaya“.) Namun, itu berlaku bila si anak sudah “dewasa”.

Dalam ceritamu itu, umurmu belum kau sebutkan. Karenanya, aku belum tahu apakah kau sudah bisa menikah dengan wali hakim. Di Indonesia, perempuan yang sudah “dewasa” (dalam arti bisa menikah dengan wali hakim) ialah yang telah berusia 21 tahun. (Begitulah seingatku. Untuk konfirmasi, silakan hubungi KUA terdekat.)

Mengenai ketidaksetujuan orangtuamu, aku kurang sepakat bila kau katakan bahwa beliau menghalang-halangi dirimu untuk menikah. Beliau sudah bersedia walinya digantikan oleh saudara lain. Secara demikian, beliau tidak menghalang-halangi pernikahanmu.

Mengenai tekad kalian untuk menunjukkan kerja keras kalian, bagus itu. Aku mendukung tekad kalian ini. Akan lebih bagus lagi bila kalian mampu menunjukkan bukti-bukti (atau kesaksian orang-orang terpercaya) kepada orangtuamu bahwa perceraian si dia itu bukanlah lantaran kesalahan dia. Untuk itu, kamu bisa mengutus 1-2 orang saudaramu untuk menggali informasi mengenai sebab-musabab perceraian tersebut, termasuk informasi dari mantan istrinya. Dengan adanya bukti-bukti begitu, besar kemungkinan bahwa orangtuamu akan merestui pernikahan kalian.

Demikianlah saranku, wallaau a’lam.