Suara Hati Perempuan Indonesia Menanggapi Poligaminya Aa Gym

Posted on Updated on

Apa yang akan Anda lakukan seandainya Anda berada pada posisi Teh Ninih yang  mendapatkan kenyataan suaminya menikah lagi? Mungkin jawaban Anda sana dengan apa yang dilakukan Teh Ninih. Meskipun berat, Anda mengikhlaskan cinta suami terbagi dengan perempuan lain. Bisa juga jawaban Anda sama dengan langkah Dewi Yull yang menggugat cerai kala suaminya menyatakan ingin menikah lagi.

Dalam buku yang baru saja terbit, karya M. Shodiq Mustika, dkk., Seandainya Saya Istri Aa Gym (Jakarta: Hikmah (Kelompok Mizan), Januari 2007), Anda akan menemukan beragam jawaban masyarakat, terutama perempuan, yang diberi pertanyaan seperti di atas. Tepatnya, mereka ditanyai, “Jika Anda istri Aa Gym, menangiskah Anda saat Aa menikah lagi?”

Jawaban mereka ternyata sangat menggelitik, seringkali “mengejutkan”, sebagaimana tergambar dalam judul-judul bab buku ini:

1.  Nangis Ingin Dimengerti, Tapi Aku Akan Tetap Survive

2.  Minta Aa Menikah Lagi, Karena Dua Istri Malah Kurang

3.  Carikan Aa Istri Ketiga & Keempat Melalui Reality Show

4.  Ceramahi Aa Habis-Habisan

5.  Dengarkan Suara Hati Yang Terdalam

6.  Ciptakan Surga Baru untuk Keluarga Baru

7.  Nulis Surat Cinta untuk Siapa Saja Yang Bertelinga

8.  Sembunyikan Kesedihan, Betapapun Sulitnya

9.  Menjadi Sepasang Da’i Sejati

Anda terkejut? Oh, no! Belum saatnya Anda terkejut. Nanti ketika Anda baca buku ini, Anda jumpai rahasia-rahasia hati wanita Indonesia di balik senyum manis mereka bila mendapati sang suami menikah lagi. Itulah saat yang paling tepat bagi Anda untuk terkejut sambil mengangguk-angguk!

37 thoughts on “Suara Hati Perempuan Indonesia Menanggapi Poligaminya Aa Gym

    suhar tini said:
    14 Januari 2007 pukul 15:59

    Aku sudah baca buku “Seandainya Saya Istri Aa Gym”. Kalo boleh aku berkomentar, menurutku buku ini sangat “bagus” karena disajikan dengan bahasa yang bagiku mudah untuk dimengerti.

    Yang menarik bagiku juga, dalam menyampaikan pesan dari buku ini yaitu dengan menuliskan komentar dari berbagai sumber sehingga kita bisa berfikir tidak sempit dan tidak monoton. Juga didalamnya banyak kisah menarik yang berkaitan dengan judul buku ini.

    Tapi sepertinya buku ini adalah bacaan bagi orang dewasa dan mungkin buku dewasa yang pertama yang pernah kubaca. Soale slama ini buku2 yang pernah kubaca berkaitan dengan remaja. Tapi gak apa2 kali ya, soalnya aku emang baru beranjak dewasa.

    M Shodiq Mustika responded:
    15 Januari 2007 pukul 20:10

    Terima kasih. Baru saja kubaca artikel yang ditayangkan di blog ressay itu.

    Dalam penilaianku, isi artikel tersebut kurang sesuai dengan judulnya. Judulnya “antara pro dan kontra”, tetapi isinya tampaknya lebih cenderung ke arah pro.

    Dalam buku *Seandainya Saya Istri Aa Gym*, pandangan-pandangan yang pro poligami semacam itu disebutkan pula. Hanya saja, kami juga memberi kesempatan bagi orang lain yang berpandangan lain. Selain yang pro, yang kontra dan yang netral pun kami beri ruang secukupnya, sehingga lebih seimbang.

    Aku percaya, pembaca buku kami itu adalah orang-orang dewasa yang dapat menggunakan akal sehatnya (sehingga disebut *akil balig*) untuk mencerna berbagai pandangan yang beragam itu.

    Heri Setiawan said:
    16 Januari 2007 pukul 22:30

    Dan tentunya tidak ada pandangan yang lebih baik daripada pandangan Al Khaliq – Allah swt.

    Adi Arifin said:
    17 Januari 2007 pukul 23:23

    saya pernah lihat bukunya di Gramedia dan baca pengantarnya, tapi belum baca isinya🙂

    Arie said:
    18 Januari 2007 pukul 10:34

    Maksud dari tulisan ini apa ? Setuju poligami ? tidak setuju ? atau sekedar mau komentar tentang isi buku ? grey area ? Saya gak mau poligami, karena gak mau suatu saat anak perempuan saya dipoligami.. Tapi bukan berarti saya menentang poligami, karena memang di Al-Quran (yang bukan tulisan manusia) mengatakan kalau kita boleh menikahi lebih dari 1 wanita.

    Indra said:
    18 Januari 2007 pukul 20:21

    Saya lebih menghargai orang — lelaki atau perempuan — yang mengatakan “polygami adalah halal tetapi saya pribadi tidak ingin melakukannya” dari pada orang yang terlalu berani mengatakan “polygami itu tidak boleh” atau “polygami itu haram” atau “polygami itu menindas kaum hawa”.

    Tasman said:
    8 Maret 2007 pukul 07:24

    Saya ingin poligami. Ingiiiiiin banget. Langkah pertama saya adalah: MENCARI ISTERI YANG PERTAMA!!!! hehehe

    Ziddhaku said:
    20 Maret 2007 pukul 13:08

    Aku ingin poligami. Surat izin sudah dikantongi sih, cuma tetap saja bahwa perkara jodoh mah memang hanya Allah yang mengatur. Ada anaknya yang siap jadi istri kedua eh ortunya gak setuju, ada ortunya setuju eh anaknya yang gak mau. Atau bahkan tetangganya pada gak mau😦. Gimana seh, susah banget mau poligami di Indonesia. Halal kan? So, why not lah. Kata Nabi SAW juga kalau kita melakukan sesuatu yang haram maka akan berdosa dan sebaliknya jika kita melakukan yang halal itu berarti mendapat pahala. Karena yang halal sangat dicintai Allah.

    abu mush'ab said:
    7 Mei 2007 pukul 18:02

    buh..buh…buh…Pro kontra, mau atau tidak itu biasa. tergantung orang, kondisi dan masih banyak lagi …? yang penting sepakat bahwa poligami hukumnya halal…

    Afif Suhaibi said:
    25 Mei 2007 pukul 13:57

    Hukum islam udah jelas, Monogami/Poligami pada dasarnya adalah Mubah/’Boleh’. Hukum ini bisa berkembang menjadi Sunah-Wajib bahkan bisa Haram Tergantung dari Akibat yg ditimbulkan.

      ade sensei said:
      10 Mei 2009 pukul 18:55

      setuju mas…
      islam adalah jalan hidup kita…
      jangan takut dengan semua ketentuan allah…
      tidak ada yang menjamin hidup kita kecuali allah…
      berjalanlah terus di jalan allah…

    Rusdin S. Rauf said:
    25 Mei 2007 pukul 15:47

    ya benar juga. setuju atau tidaknya saya serahkan pada pembaca untuk membuat keputusan.

    ayahara said:
    28 Mei 2007 pukul 16:32

    hati2 dg kata “seandainya”

    silakan dikoreksi bila memang tidak hati-hati

    ayu dewi said:
    22 Juni 2007 pukul 14:19

    Sungguh, wanita sangat menyukai keindahan dan kebahagiaan bukan ? andai saja wanita mengetahui keindahan surga yang Allah janjikan kepada istri yang sabar saat suaminya mendua…andai saja wanita merasakan kebahagiaan yang Allah janjikan jauuuhhh…lebih menenangkan…. masih adakah wanita yang tidak merelakan suaminya untuk melakukan sesuatu yang Allah ijinkan ? Subhanallah, janji Allah itu pasti…

    Aisyah said:
    6 Desember 2007 pukul 12:51

    Ass,..
    Aa Gym tidak seburuk yang dikira.

      Wahida Alwiza said:
      22 Juli 2010 pukul 12:44

      Betul,Betul,Betul…!!!
      saya fans beratnya “AA Gym” dakwah beliau maksud saya….
      saya yakin AA Gym berpoligami bukan untuk mendzalimi Teh Ninih….
      Media aja yang besar besarin masalah.PengGosip…!!!

    Menggugat Mualaf said:
    7 Desember 2007 pukul 15:28

    Poligami itu, fitrah

    fafa said:
    20 Januari 2008 pukul 15:07

    Harga poligami memang mahal. Saya habis diminta jadi istri kedua seorang ustad tapi saya menolak. saya harus berpikir panjaaang sekali , saya masih muda. Gilanya ustad saya itu dahngomong ke ortu saya, tapi diminta untuk mengurungkan niatnya. Saya pikir konsekuensi sosial begitu besar harus saya tanggung nantinya. sampai sekarang ustad saya itu tetap meminta saya jadi istrinya.
    Saya beri persyaratn yang berat, maksudnya biar saya ada waktu cari suami, cowok yang benar-benar lajang.
    Jadikalopun bikinbuku saya kanmemberi judul seandainya saya istri kedua, wah tapi saya gak berharap deh

      ade sensei said:
      10 Mei 2009 pukul 18:53

      harga poligami sangat mahal… kenapa anda tidak mau mengambil yang mahal??? yang mahal tentunya memiliki kualitas yang baik…
      kualitas keikhlasan, keimanan, tawakkal, dan keta’atan anda akan di uji d sini… anda tidak berani???
      yang menjamin kehidupan adalah allah… yang lajang tidak berarti lebih baik sodariku…
      konsultasilah dengan tuhanmu sodariku…
      istikharah…

    anisa said:
    7 Juli 2008 pukul 10:19

    Bravo buat fafa…..
    Mencari suami emg harus dipikirkan bagaimana konsekuensi jauh di belakangnya…..
    Kalau cuma pertimbangan agama tanpa rasio dan cinta si….sama aja boong. Manusia jg berhak u/memilih yang terbaik buat dirinya!!!

    reruncooge said:
    3 Agustus 2008 pukul 05:47

    Thanks for the post

    farieh said:
    9 Agustus 2008 pukul 00:28

    ngaca, ngaca, ngaca….

    moga yang poligami g asal poligami, yg gw kwatirin kalo nanti poligami dijadikan alasan karena napsu. hanya Allah yang tau isi hati orang..

    DeZiGH said:
    9 Oktober 2008 pukul 11:22

    Saya ingin bertanya kepada orang-orang yang anti kepada poligami (terutama wanita), dengan berpegang pada informasi bahwa sebagai manusia kita tidak akan mungkin bisa adil dan yang mampu benar-benar adil hanyalah Allah SWT.

    Apakah menurut Anda memiliki anak lebih dari satu adalah wajar walaupun ada aturan bahwa kita harus adil terhadap setiap anak yang dimiliki? Jika Anda sebagai pasangan tidak sudi dipoligami Anda bisa minta cerai. Namun, jika anak saat telah mampu berpikir mandiri dan merasa tidak ingin memiliki saudara kandung, apa yang harus dia lakukan?

    Apakah jika Anda atau pasangan Anda diminta atau mencalonkan diri sendiri untuk menjadi presiden, gubernur, bupati, lurah atau sejenis nya (yang berbau-bau menjadi pemimpin) Anda akan menolak atau meminta pasangan Anda untuk menolak jabatan tersebut karena Anda tahu bahwa Anda atau pasangan Anda hanyalah manusia biasa yang pasti tidak mungkin bisa adil?

    Mungkin ada baiknya untuk tidak menggunakan ayat yang menyingggung-nyinggung keadilan dalam menolak poligami saat pengejawantahan keadilan sendiri tidak dapat dilakukan secara konsisten ke bidang lainnya.

    Perasaan wanita yang menjadi ‘korban’ poligami pun sering diumbar oleh orang-orang yang anti poligami dalam mencari pembenaran atas sikap mereka yang anti poligami, tapi apakah mereka pernah berpikir mengenai perasaan anak-anak yang lebih suka menjadi anak tunggal, terlebih orang tua mereka ternyata tidak adil dalam melimpahkan kasih sayang? Pernahkah terpikir perasaan rakyat yang merasa ditidakadili oleh pasangan Anda atau mungkin Anda sendiri saat menjadi pemimpin?

    Saya seorang laki-laki yang tidak anti poligami, namun per saat ini tidak berminat berpoligami dan semoga saja tidak ada suatu kondisi yang akan menyebabkan saya wajib berpoligami.

      perempuan juga said:
      15 April 2009 pukul 14:53

      to deZigh:

      menurut penelitian mana dibilang “anak-anak yang lebih suka menjadi anak tunggal, terlebih orang tua mereka ternyata tidak adil dalam melimpahkan kasih sayang?” haha.. ada2 aja.. jangan sok tau juga deh..

    miok said:
    22 April 2009 pukul 14:55

    KOWE2 ORANG BOLE MEMBOEKA KOWE POENYA MOELOET EN BEKOAR-KOAR SESOEKA HATI.TAPI INGET BAHWASANJA APA-APA JANG KOWE ORANG OETJAPKEN DI DEPAN ORANG BANJAK HAROESLAH KOWE ORANG BERANI MEMPERTANGGUNGDJAWABKANNJA DI HADAPAN ALLAH SWT POELA.BAIK JANG SETOEDJOE MAOEPOEN JANG TIDAK SETOEDJOE.BRANI?

    ade sensei said:
    10 Mei 2009 pukul 18:46

    pro dan kontra adalah pandangan manusia…
    agama islam tentunya rahmat bagi alam, segala hukum yang diterapkan allah melalui kitab al-qur’an adalah yang terbaik bagi ummat-nya…
    jangan jadikan ayat-ayat sebagai alasan berbuat yang hanya menyenangkan
    dan jangan pula ingkari ayat-ayat karena alasabn sosial dan adat kebiasaan… masuklah dalam agama islam seutuhnya…jangan sepotong memahami ayat ini, ada kata kunci yang harus juga dipahami di akhir ayat ini ‘adil’, jangan pula takut menerima ayat ini karena alasan perasaan wanita/istri pertama…
    percayalah pada al_qodr (rukun iman yg terakhir), qodr berarti menerima segala ketentuan allah…menjalankan semua ketentuan allah…
    pro dan kontra baik…tapi lebih baik menjalankan semua ajaran agama…

    AGUNG said:
    19 Juni 2009 pukul 14:19

    Allah SWT melalui al quranul karim yang suci dan wajib kita diimani seluruh umat islam membolehkan poligami dan aa gym adalah pribadi yang insya allah jauh lebih baik dan bijaksana daripada kita semua. Jadi, jangan menghakimi, namun berbaik sangkalah kepada beliau karena hanya Allah SWT yang paling mengetahui isi hati manusia.

    Pak De said:
    11 Juli 2009 pukul 05:46

    Seandainya saya istri aa gym, tentu jadi heboh, karena saya LAKI-LAKI.

    Irawan Danuningrat said:
    11 Juli 2009 pukul 07:49

    Assalamualaikum wr.wb.

    Demi Allah, saya terlahir dari seorang Ayah yang memiliki 3 orang isteri yang hidup dibawah satu atap.

    Alhamdulillah, kami sekeluarga merasa bahagia dan bersyukur hidup dibawah bimbingan kasih sayang 3 (tiga) orang ibu yang ketiga-tiganya menyayangi, melindungi dan membimbing kami anak-anaknya dengan lembut penuh kasih sayang.

    Hubungan antara anak-anak dari 3 ibu, demi Allah, sangat erat, saling peduli, saling menyayangi dan saling merasa bangga atas keberhasilan sesama saudara, hingga saat ini.

    Hari Jum’at tanggal 10 Juli 2009 ini, saya kembali memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt, atas segala rakhmat-Nya, khususnya karena saya telah diberi-Nya seorang ayah dan 3 ibu terbaik di dunia, semoga Allah memaafkan segala dosa dan menganugrahi mereka surga, dan bersyukur untuk kesempatan melaksanakan shalat Jum’at di mesjid “Casa de los Arabes” bersama saudara-saudara kaum muslimin di Havana – Cuba.

    Maha benar Allah dengan segala firman-Nya, Dia maha tahu dan Dia maha menepati janji.

    Wassalamualaikum wr.wb.

    Irawan Danuningrat

    amey said:
    30 Agustus 2009 pukul 09:11

    perlu di ingat bhw rasul baru berpoligami stlh istri pertamanya meninggal..

    klo sy sih,
    silahkan berpoligami, asal sy udah mati. atw tdk mampu merawat suamiku lagi.

    lgan, poligam sbnrnya program KB alami.
    coba, klo udah bxk istri, paling2 dari satu istri cm lahir 1 anak..
    yah,,itung2 mngurangi jmlah manusia di muka bumi ini kan?

    tp ttp sih, lbh baik jd istri pertama dan terakhir deh!
    hehehe…

    adrianto said:
    5 Oktober 2009 pukul 06:53

    tidak usah usil ikut membicarakan RT orang lain. usil RTnya aa gym = ghibah = dosa besar. masih banyak hal lain yg perlu dibahas dr pada poligaminya aa gym….

      Wahida Alwiza said:
      22 Juli 2010 pukul 12:35

      Tepat!!!!

    puhas said:
    3 November 2009 pukul 16:32

    Mau poligami atau gak’ terserah yang ngejalanin…, orang lain gak boleh ikut campur…..

    Wahida Alwiza said:
    22 Juli 2010 pukul 12:32

    Poligami mah tergantung pelakunya yach? tujuannya apa?Kalau niatnya demi sesuatu yang maslahat,dapatnya pasti maslahat juga.kalau tujuannya nafsu,dapatnya nafsu doang!!!Jangan menghakimilah…AA Gym Insya Allah punya tujuan demi kemaslahatan.Santai aja….Teh Ninih saja tegar,menandakan beliau mencintai AA karena Allah.kok orang diluar sono pada kasak kusuk..! penyakit acara gosip nich…mau tahu aja urusan orang.

    dianRa said:
    29 Januari 2011 pukul 04:45

    ehm.. poligami… sya yakin jarang orang yg berniat untuk berpoligami, tapi jangan pernal lupa… ketika Allah yang berkehendak, siapa yang bisa mencegahnya?
    betuL? :))

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s