Tradisi Berduaan dan Bermesraan

Posted on Updated on

Semasa aku masih muda—setidak-tidaknya aku kini sudah dianggap tua di halaman Teman Blog)—aktivitas utama pacaran pada umumnya adalah surat-menyurat dan kunjungan si  cowok ke rumah sang pacar. Dari tradisi begitu, ngetoplah lagu2 “wajib” muda-mudi kayak Surat Cinta-nya Vina Panduwinata dan Wakuncar-nya Camelia Malik. (Wakuncar = WAktu KUNjung paCAR)

Bagi yang pacaran pada masa itu, wakuncar merupakan kesempatan berduaan dengan sang kekasih, sedangkan surat-menyurat dengan si dia merupakan kesempatan untuk bermesraan, saling rayu dengan kata-kata mesra. Meskipun ketika itu ada pula yang bermesraan secara fisik ketika berduaan, biasanya keduanya dijalankan secara terpisah.

Wakuncar pada umumnya dilakukan seminggu sekali, setiap Malam Minggu (Sabtu malam), antara pukul 19-21. Mungkin karena hanya seminggu sekali, pasangan muda-mudi yang wakuncar itu malu-malu kucing saat ketemu. Mungkin pula karena mereka duduk terpisah, dalam jarak sekitar 150-200 cm, mereka jinak-jinak merpati.

Meskipun orangtua si cewek seringkali memberi kesempatan putrinya untuk berduaan dengan sang pacar di ruang tamu, sulit bagi mereka untuk bermesraan. Jangankan kemesraan fisik. Lewat kata-kata dan tatapan mata pun sulit. Pengawasan orangtua cenderung ketat. Jadilah kemesraan mereka tersalurkan melalui surat-menyurat, yang seminggunya bisa 2-3 kali atau lebih. 

stamplove.jpg 

Bagaimanakah tradisi muda-mudi pada zaman sekarang? Apakah untuk bermesraan, surat-menyurat telah digantikan dengan HP? Apakah duduk berduaan di kursi yang terpisah di ruang tamu si cewek setiap Malam Minggu sudah digantikan dengan jalan-jalan berduaan di mal sambil bergandengan tangan setiap hari? Apakah di telinga muda-mudi pada masa kini, lagu-lagu semacam “Surat Cinta” dan “Wakuncar” sudah digantikan dengan lagu-lagu seperti “Teman Tapi Mesra”-nya Ratu dan “SMS”-nya Trio Macan?

Kuharap, dalam rangka islamisasi pacaran, sampaikanlah secara obyektif hasil pengamatanmu mengenai tradisi berduaan dan tradisi bermesraan pada muda-mudi zaman sekarang pada umumnya. Berilah masukan melalui kotak “comment” di bagian bawah halaman ini.

Masukan darimu kubutuhkan untuk menyusun dua artikel mendatang. Pertama, yang menjelaskan mengapa berduaan bukanlah aktivitas utama dalam pacaran islami, sebagaimana yang kujanjikan di postingan terdahulu. Kedua, yang mencarikan solusi bagaimana bermesraan dalam pacaran islami.)

Gambar di atas adalah karya kolaborasi Ethel Kesser [art director] dengan Lisa Catalone [typhographer]

5 thoughts on “Tradisi Berduaan dan Bermesraan

    Wahid said:
    18 April 2007 pukul 13:26

    Saat ini Teknologi semakin mempermudah setiap pasangan dalam bermesraan, bisa lewat sms, Telepon, apalagi skrg dengan hadirnya Video Call.

    Namun Tradisi jalan berduan sambil bermesraan masih banyak dapat kita temui di Mall2, atau di tempat-tempat lainnya. Orang tua saat ini cendrung membebaskan putra-putri mereka untuk jalan berduaan dengan pasangan mereka.

    Rien said:
    18 April 2007 pukul 14:13

    pada jaman sekarang,
    tradisi berduaan : nonton bareng, makan bareng, ngobrol sangat dekat, didalam mobil berdua kemana-mana tanpa ada muhrim lain…

    tradisi bermesraan : pegangan tangan, membelai kepala (meskipun berkerudung), bahkan memeluk tubuh yang bukan halal didepan umum😦

    camagenta said:
    18 April 2007 pukul 17:33

    Hhmm.. saya memang sekarang termasuk orang yang rada risih melihat pemandangan-pemandangan yang terjadi di sekitar saya. Apalagi di kampus. Arghhh… tiap kali saya berjalan ingin pulkam, kana-kiri jalan yang saya tempuh adalah kumpulan muda-mudi yang kadang bermesraan berdua, dan kadang rame-rame dengan satu gank.

    Saya hanya masih bisa mengingkarinya dalam hati.
    Hihih.. gemes aku, tapi masalahnya saya lum dapat usul solusi dalam hal ini. af1

    wirawax said:
    4 Mei 2007 pukul 13:43

    teman saya dengan pacarnya makan malam bersama tiap malam.
    suatu waktu dia (si cewek) berkata pada saya, “Eh, mas, gimana nanti ya kalo aq dah menikah sama dia. Iiiih, gimana tampangnya waktu bangun tidur dan belum mandi?”
    alhamdulillah, sudah sedekat itu, belum pernah liat pacarnya waktu bangun tidur dan blum mandi.
    Ada a’raby pernah datang ke kota saya, dia bilang, “orang indonesia suka berzina ya?” waktu liat banyak cewek cowok boncengan.

    Makasih atas infonya. Kami percaya, masih ada banyak muda-mudi Indonesia yang pacaran tanpa free-sex.

    naishniena said:
    30 Agustus 2007 pukul 10:25

    tradisi berduaan dan bermesraan emang udah kayak hal yang ga tabu lagi. itu yang membuat hati and jiwa ini nangis. apa mungkin mereka uda lupa dimana mereka tinggal?? and apakah norma agama serta susila uda ga ada??
    klo mau mikir c emang ga ada habisnya. klo aku mah, selama aku bisa ngingetin ya aku ingetin, selanjutna terserah mereka. hmmm…..aku ajha juga belum 100% bener

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s