Konsultasi: Cara PDKT ama Akhwat Aktivis

Posted on Updated on

Tanya:

Assalamualaikum wr wb

Wah, Pak Shodiq buka konseling…congrats pak, moga2 banyak bawa berkah…aaamiiin

Mau jadi pasien ni pak. Gimana cara PDKT ma akhwat tipe aktivis yg ga mo kenal istilah pacaran dkk? kan rada susah… Kalo pake cara standar kayaknya bakal mentah (belom diuji si, tp gelagat anaknya tipe “sayap kanan: banget pak). Kalo pake cara dia…kayaknya saya yg susah, ga bisa “bebas” (baca: insya Allah masih dalam batas syar’i) Dilepas? waduuh jangan dong, blom usaha ni…kalo dah ditolak ntar baru cari lagi he.. Boleh minta opininya Pak Shodiq?

Wassalam

Jawab:

Wa’alaikum salam wr wb … aaamiiin

Ya, bener. Emang rada susah PDKT ama cewek bertipe gitu. Tapi untungnya, di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Nih, beberapa jalan yang kusarankan untuk kau tempuh:

Pertama, PDKT sedikit demi sedikit. (Dikit-dikit lama-lama jadi bukit.) Biarpun cintamu menggebu-gebu, kendalikan diri! Jangan langsung nunjukin rasa “suka” padanya coz ia bisa langsung menjauh.

Ikut aktif/libatin diri di kegiatannya biar bisa sering komunikasi & jadi lebih deket. (Pepatah Jawa: Witing trisno jalran soko kulino.) Usahakan bahwa pada setiap kegiatan, di mana ada dia, di situ ada kamu (walaupun di mana ada kamu, belum tentu ada dia).

Cari tau dari orang2 yg deket dengannya, apa kesukaannya. Jadikan kesukaannya sebagai kesukaanmu pula. Kalau kau bener2 cinta padanya, tentu kau sukai pula segala yang dia sukai. Komunikasi kalian akan lebih lancar ketika kalian membicarakan hal2 yg sama2 kalian sukai.

Minta tolong dia untuk ikut membantumu menolong orang-orang lain. Misal: katakan padanya, “Aku mau beli buku anak-anak dan menyumbangkannya untuk perpustakaan SD itu. Kuperhatikan, kau tahu banyak tentang anak-anak. Maukah kau menolongku memilihkan buku apa saja yang sebaiknya kubeli?”

Beri perhatian mengenai hal-hal kecil pada dirinya. Contoh: beri dia selembar kertas kecil bertuliskan: “Kayaknya ada dua helai rambut menyembul dari balik jilbabmu. Kau mau merapikan, bukan?”

Sering-seringlah beri dia kejutan berupa “hadiah” yg emang dia butuhin. Umpamanya: bila dia gak masuk kuliah karena sakit, jenguk dia dengan bawakan catatan kuliah yang kau salin dari catatan temannya.

Bila dia sudah terlihat merasakan besarnya perhatianmu padanya dan bertanya-tanya (dalam hati) mengapa kau begitu, maka perlihatkanlah keseriusanmu secara “tak langsung”. Ungkapkanlah terus-terang kepada teman2nya. Contohnya: “Kelak jika Allah sudah membuatku mampu menikah, yang dalam perhitunganku sekitar tiga tahun lagi, si akhwat itulah yang kulamar. Mudah2an saat itu dia berstatus singel.”

Jika setelah mengetahui keseriusanmu itu sikapnya berubah (lebih menjaga jarak), maka tenanglah. Jangan buru2 berkesimpulan bahwa tiada harapan lagi bagimu. Berilah dia waktu selama beberapa minggu (atau beberapa bulan) untuk mempertimbangkannya secara lebih matang. Sementara itu, tetaplah bersikap kepadanya sebagaimana biasanya. Intensitas PDKT-mu tak perlu kau kurangi.

Sesudah itu, bila dia tampak menerima keberadaanmu dengan lapang, ketika itulah kalian bisa berhubungan secara “bebas” (baca: insya Allah masih dalam batas syar’i) walau tidak lewat proses “jadian”. Percayalah, tanpa status “pacar” pun akhwat bisa setia menunggu dilamar pria yang dia kehendaki.

Yg terpenting, makin deketin diri pada Allah dan selalu mohon petunjuk-Nya.

Wassalam.

149 thoughts on “Konsultasi: Cara PDKT ama Akhwat Aktivis

    M Shodiq Mustika responded:
    26 Juni 2008 pukul 01:03

    @ andhi
    Tidaklah benar bahwa “semakin dikejar semakin menjauh”. Itu terjadi hanya jika cara pdkt-nya keliru. Bila menghadapi kendala sulit berjumpa, manfaatkan “agen cinta”. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/11/manfaatkan-agen-cinta/

    @ ikwan
    Komentar Anda menyimpang dari topik pembicaraan.
    Terhadap penanya, saya tidak menganjurkan pacaran.
    Yang dia tanyakan pun adalah cara PDKT, bukan cara taaruf pranikah.

      Yandy said:
      24 Desember 2009 pukul 08:00

      asslmkm…
      akh, jangan saling menjustifikasi. Rasulullah melarang kita memvonis manusia selama dia bersyahadat dengan hatinya. karena hukuman hanya milik Allah SWT.
      begini saja, saya juga faham karena saya termasuk salah satu Aktivis Dakwah di lingkungan kampus saya.

      Untuk akhuna yang bertanya, lebih baik anda urungkan niat PDKT dengan akhwat karena itu sama saja akan mengalihkan perhatian dia. seorang Akhwat yang tidak mengenal pacaran lebih disebabkan karena ada hal2 penting yang dia lakukan. misalnya Agar Shalatnya khusyu’ (fikiran tidak terbagi ketika shalat apalagi kepada seorang ikhwan) atau mungkin sedang melakukan perubahan mendasar kepada moral umat islam yang sudah terdegradasi, itu kan pekerjaan yang lebih mulia dan merupakan perintah Allah dan RasulNya.

      karena ketika anda menyukai seseorang, bukan tidak mungkin bayangan orang tersebut akan menancap ke dalam hati anda dan bayangannya akan selalu muncul setiap saat, termasuk ketika shalat. dan Bahwasanya Allah sangat cemburu(memurkai) seseorang yang dalam hatinya terdapat sesuatu yang pengaruhnya lebih besar daripada keberadaan Tuhan kita, Allah.

      untuk penulis (Sdr. Shodiq), saya lebih menganjurkan anda untuk memposting bahasan2 tentang akhlak, aqidah islamiyah dan sebagainya yang lebih maslahat. karena Ushul Fiqh sifatnya progresif, semakin dibahas akan semakin dalam dan tak jarang menimbulkan pertentangan yang akhirnya bermuara pada berbantah-bantahan dalam agama, dan ini yang diharamkan oleh islam.
      wallahu a’lam!

    albutterfly said:
    29 Juni 2008 pukul 16:46

    ini adalah web yg paling kacau yg pernah ada. mengajak umat untuk melakukan kemaksiatan, jalan menuju perzinahan, dan mengantarkan manusia ke neraka. tidaklah yg membuat web ini melainkan pemuja hawa nafsu. betapa banyak dosa yg akan ditanggung apabila banyak manusia yg terpengaruh setelah mengenal web ini. hanya kepda Allah saja tempat kita memohon pertolongan dari setan dan para tentaranya

    pelaku pacaran… adalah orang-orang yg dikuasai hawa nafsunya. setan telah berkuasa dalam hatinya. semoga Allah memberikan hidayah kepda kita semua.amiin

    ketahuilah wahai hamaba Allah kita semua akan dibangkitkan. pacaran merupakan jalan terbesar yg bisa mengantarkan menuju perzinahan.

    islam tidak mengenal yg namanya pacaran. ini adalah produk barat. pacaran diberi label islami. maka aku khawatir akan ada nantinya zina islami. dan judi islami.na udzu billahi min dzalik

    takutlah engkau kepada Allah!

    anda terlalu memaksakan dalil untuk tunduk kepada hawa nafsu anda

    Tanggapan M Shodiq Mustika:
    Mengapa Anda bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali? Bertaubatlah! Kajilah http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh/
    Anda belum mengenal saya? Silakan simak profil saya di http://duniapenulis.wordpress.com/about/
    Saya ngaji di Muhammadiyah. Kalau mau tahu keislaman saya, silakan lihat http://muslimmoderat.wordpress.com/tentang/

    AGUNG ZEIN said:
    29 Juni 2008 pukul 20:05

    sepertinya anda ini (M Shodiq Mustika) orang JIL ya?
    ( JARINGAN ISLAM LIBERAL)
    atau termasuk kaum liberalisme…?

    saya setuju dengan “albutterfly”
    dan saya sudah baca semua tulisan anda (M Shodiq Mustika) diblog ini..

    isinya “SESAT & MENYESATKAN”

    Tanggapan M Shodiq Mustika:
    Mengapa Anda bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali? Bertaubatlah! Kajilah http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh/
    Anda belum mengenal saya? Silakan simak profil saya di http://duniapenulis.wordpress.com/about/
    Saya ngaji di Muhammadiyah. Kalau mau tahu keislaman saya, silakan lihat http://muslimmoderat.wordpress.com/tentang/

    bani said:
    30 Juni 2008 pukul 09:05

    Mari bersama-sama istighfar

    Astaghfirullahhal’adzim..

    vega said:
    30 Juni 2008 pukul 16:30

    dalih dan percobaan anda sudah cukup keras dan laku…

    Mengapa vega berkata sinis begitu? Begitukah cara berkomunikasi yang dituntunkan oleh agama?

    semoga yang membaca masih dalam hidayah Allah SWT

    Blog ini bukan hanya mempertahankan pembaca supaya tetap berada di jalan-Nya, melainkan juga mengajak pembaca yang tadinya tersesat (baik karena kurang islami maupun karena berlebihan dalam berislam) untuk kembali ke hidayah-Nya. Amin.

    hendri_salafy said:
    1 Juli 2008 pukul 23:51

    MasyaAllah….

    [1] Tidakkah anda ingat hadis Shahih ini ustadz shodiq???
    “Allah telah menetapkan bagi manusia balasan dari zina, dia pasti mendapatkannya. zina mata dengan melihat, zina lisan dengan mengucapkan, zina jiwa dengan mendambakan dan menginginkan, dan zina kemaluan dengan membenarkan atau mendustakannya. (HR Al-Bukhari-Muslim)

    [2] Siapa yang bisa menjamin orang berpacaran secara islami seperti yang anda katakan???

    [3] setan punya segala cara untuk mengelincirkan keturunan Adam….

    [4] Cara yang terbaik adalah “Jauhi Pacaran”

    Jawaban M Shodiq Mustika:

    [1] Ooo, saya sering ingat hadits tersebut. Sudah berulang-kali saya mengungkapkannya. Diantaranya ialah di http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/05/dosa-kecil-perkara-kecil/

    [2] Salah satu ciri khas pacaran islami adalah adanya pengawasan, sehingga pelakunya takkan mendekati zina. Pengawasan merupakan tugas bersama, bukan tugas saya pribadi. (Disamping “pengawasan” dari si pacar, yang paling bertanggung-jawab adalah sang wali atau orangtua, lalu muhrim, kerabat, dan seterusnya.) Tentu saja ada kemungkinan bahwa dalam waktu tertentu dan di tempat tertentu, pelaku pacaran takkan terawasi. Bila pacaran dilakukan dalam keadaan begini, maka pacarannya tidak lagi islami. (Harap bedakan antara “pacaran” dan “pacaran islami”!)

    [3] Benar, syetan itu sangat cerdik. Ia mampu menggelincirkan banyak orang yang “alim”, sehingga mereka berlebihan dalam berislam, sampai-sampai mengharamkan apa yang tidak diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya, misalnya: pacaran. (Bahwa pacaran itu tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, lihat artikel “Halal-Haram Pacaran“.) Padahal, mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasulnya itu berdosa besar.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS al-Maa-idah [5]: 87)

    “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa pun [tuntunan] yang telah diturunkan Allah dalam kitab[-Nya] dan menjualnya dengan harga yang murah, mereka itu sebenarnya tidak memakan ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” (QS al-Baqarah [2]: 174)

    [4] Berdasarkan keterangan di atas, yang terbaik adalah “Berilah Kemudahan Bercinta daripada Mencegah Zina secara Berlebihan“.

    Kaezzar said:
    3 Juli 2008 pukul 22:02

    Susah jg kalo org ud ngerasa bener sendiri hehe
    Saya si g ngejamin perkataan Pak shodiq bener 100%…tapi sapa yg bisa ngejamin perkataan yg menentangny bener 100%

    Pak shodiq punya dasar, anda punya dasar
    Diskusikanlah
    Bukan pake cara caci maki ataw nuduh g keruanan

    Saya kadang heran, ngakunya ikhwan…salafy…muslim….tapi omongan dan kata2nya g jauh dari kata

    Beda pandangan…dicap sesat, kafir, pendangkalan akidah, JIL, dll

    Sama sekali JAAAUUUUUHHHHHH dari kelakuan baginda Rasul…bahkan terhadap mereka yg jelas2 musuh dan kafir

    Bukan masalah siapa yg benar ataw salah
    Tapi…

    Apa g ada kata2 yg lebih baik untuk diucapkan untuk mengungkap ketidaksetujuan???????

    Wassalam

    jundi said:
    5 Juli 2008 pukul 00:56

    Af1 diskusi ini sudah mengarah ke perdebatan yang tidak ada ujungnya, jadi ana usul blog ini di stop saja dulu karena ada hadist Rasulullah tentang berdebat ” Barang siapa yang meninggalkan perdebatan meskipun dia benar maka Allah akan membangunkannya sebuah rumah di surga, dan barang siapa meniggalkan perdebatan sedangkan ia salah maka Allah akan membangunkannya rumah di pinggiran surga”

    untuk referensi baca buku “Konsep Tazkiyatunnafs” karangan Said Hawwa tentang perdebatan.

    Jazakallah Khoir, smoga Allah memaafkan kesalahan kita.

    Tanggapan Admin:
    Kita tahu, Said Hawwa suka bersandar kepada Al-Qur’an. Tentu beliau mengerti bahwa kepada kita, Allah telah memerintahkan: “Serulah [manusia] kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang yang mendapat petunjuk.” (QS an-Nahl [16]: 125) Seandainya kami menutup blog ini begitu saja, maka bagaimana kami mempertanggungjawabkan pengamalan ayat tersebut kepada-Nya?

    yahya said:
    7 Juli 2008 pukul 10:42

    blog yang aneh… katanya mubaligh kok kayak gini… :)) dah ah, gak sah diurusin:)) mubaligh yang aneh:))

    Tanggapan Admin:
    Aneh bagaimana? Menurut Anda, apakah menyampaikan kebenaran Islam itu aneh?

    S Fa said:
    14 Juli 2008 pukul 03:35

    Bismillaah, jika kita sepakat bahwa segala hal (baik nomina maupun fenomina) tentu ada awal dan akhirnya (gerak melingkar). Allah yang asmaul husna-Nya maha mengawali dan mengakhiri telah menciptakan laki dan perempuan. Awal keberadaan kita secara dekat berasal dari keluarga (orang tua). Kita yang hendah menikah sebenarnya sedang menuju orang tua (hendak menjadi orang tua). Jadi proses manusia ialah orang tua – anak – orang tua – anak dst. Alangkah anehnya jika orang mau menikah tanpa melibatkan orang tua. Ingat pernikahan Rosul SAW dengan Khodijah RA yang mana perkenalan keduanya melalui hubungan dagang (jadi tidak pacaran). Proses rasa cinta keduanya (Rosul SAW dan Khodijah RA) saling tertarik sebab kualitas pribadi mereka masing – masing. Terus bagaimana dengan pacaran?. menurut saya pacaran itu tidak melibatkan orang tua. mari kita pertegas batas antara pacaran dengan tunangan (masa persiapan menikah). oleh karena itu bagaimana caranya mempersipkan kualitas pribadi dan orang tua kemudian siapkan pernikahan?….. semoga segera bertemu jodoh…aaaamiin yaa Allaah

    Tanggapan Admin:
    Makna asli istilah pacaran adalah aktivitas persiapan menikah. Jadi, tidak bisa kita pertegas batas antara pacaran dan tunangan. Selain itu, pacaran itu sebaiknya melibatkan orangtua.

    mela said:
    14 Juli 2008 pukul 13:27

    BOHONG

    Tanggapan Admin:
    Manakah yang dusta? Mengapa Anda menuduh begitu?

    Akhina Ifa said:
    14 Juli 2008 pukul 14:47

    [1] Kenapa harus PACARAN???? [2] Sedangkan Jodoh itu ditangan Tuhan????
    Apakah Tuhan salah mencarikan JODOH????

    [3] Ok jika anda menyanggah hal tersebut sebagai latihan sebelum menikah, namun BERAPA BANYAK KERUGIAN SELAMA SEBELUM DAN SESUDAH PACARAN????

    [4] You can see it… Karena kami pernah membahas Masalah ini!!!!
    http://forum.dudung.net/index.php/topic,10223.0.html

    DAN JANGAN MALAS MEMBACA!!!!!

    Tanggapan Admin:

    Komentar Anda tampak menyimpang dari pembahasan artikel di atas. Kami tidak mengerti mengapa Anda berkomentar begitu.

    Namun karena menghargai komentar Anda, kami pun menanggapinya berikut ini.

    1) Kami tidak pernah mengharuskan pacaran. Lihat, diantaranya: Curhat: Ketika Harus Pacaran

    2) Karena sudah ditakdirkan, [tidak] perlukah mencari jodoh?

    3) Sebagian orang yang menempuh pranikah secara tidak islami mengalami kerugian. Namun yang mejalankannya secara islami memperoleh manfaat.

    4) Silakan baca halaman Wajib Baca. Banyak hal yang Anda persoalkan ini sudah ada jawabannya di situ.

    Akhina Ifa said:
    16 Juli 2008 pukul 18:12

    🙂

    “…Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati.” (Al Baqoroh: 159)

    Kami tidak merasa kerugian jika 300 hadist itu dikeluarkan, namun kami kecewa jika ada perintah dan larangan yang di sembunyikan
    Seperti yang ada di surah AnNur 21 dan Al Araf:27 (Klo perlu AtTahrim:6)

    “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ” (AtTahrim:6)

    BENNI AR RUHUL said:
    16 Juli 2008 pukul 18:40

    Sucikan Hati Kita Dengan Niat Yang Tulus . . .
    Maka Allah SWT akan memeberikan Jalan Terbaik Untuk Kita . . .
    Terlepas dari Boleh atau Tidaknya Pacaran . . .
    Yang Paling Utama Adalah Niat Kita . . .
    Untuk Mendukung Mana Pendapat yang Benar atau Salah, Yang Jelas hanya satu . . . . .
    KEBENARAN hanyalah Milik Allah SWT.
    Tanyakan Pada Diri Sendiri Bolehkah kita menyentuh lawan jenis yang bukan Muhrim?
    Kita kembalikan ke Niat yang Suci….Tentu Kita akan tahu jawabannya InsyaAllah

    Akhina Ifa said:
    16 Juli 2008 pukul 22:16

    Tanyakan Pada Diri Sendiri Bolehkah kita menyentuh lawan jenis yang bukan Muhrim?

    Jawab:
    jgn tanyakan kepada hadist, namun tanyakanlah kepada dirimu selaku pelakunya🙂

    fahmi_13 said:
    19 Juli 2008 pukul 21:45

    menurut ane sih, jangan terlalu ngikutin tu saran, soalnya ane rasa pdkt ma akhwat dengan cara kaya’ gitu sama aja jadi orang MUNAFIK !!!

    Tanggapan Admin:
    Di manakah letak kemunafikannya? Tidakkah menuduh tanpa bukti sama sekali itu sama saja dengan melancarkan fitnah, yang justru merupakan salah satu kebiasaan orang-orang munafik?

    saifullah said:
    20 Juli 2008 pukul 19:28

    saya pikir aktivitas dakwah itu adalah untuk menjalankan tuntunan Allah swt dan rasul-NYA saw.
    Adapun mereka yang beraktivitas dakwah untuk mencari seorang perempuan, maka keikhlasannya pun menjadi taruhan.

    Nabiyullah SAW bersabda:
    “maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya
    dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”

    Wallahua’lam

    Tanggapan Admin:
    Memang benar, dakwah itu harus ikhlas. Namun, itu bukan berarti bahwa dalam dakwah tidak boleh ada asmara pranikah. Kita bisa menyaksikan contohnya pada pasangan Ummu Sulain dan Abu Thalhah. Keduanya merupakan shahabat terkemuka Rasulullah saw.. Mereka membuktikan bahwa adanya asmara pranikah dalam dakwah itu tidak selalu mencemari, tetapi justru dapat menguatkan dakwah. Lihat artikel “Asmara dalam Dakwah“.

    Asmara dalam Dakwah « Cinta Romantis said:
    20 Juli 2008 pukul 23:05

    […] berkorban di jalan Allah. Demikianlah contoh yang luar biasa mengenai bagaimana asmara pranikah tidak mencemari dakwah, tetapi justru menguatkannya. […]

    faiza said:
    22 Juli 2008 pukul 09:05

    Subhanallah😀
    Tutorialnya bagus banget ne hehe.., Sampe ane Bookmark segala neh di mozilla firefox, tapi ya cuma buat baca2 aja sembari menghayalkan hal yang indah xixi…maklumlah ane mah pecundang, boro2 deketin akhwat, diliatin ma cwe aja dah panik, gimana klo di liatin ma akhwat?? masya Allah dah!! bisa-bisa spot jantung ane…HuFf..Pokoke nice tutorial lah ne! cuman ane gak tau deh mau nyoba tutorialnya kapan, mo ngumpulin power dolo ahhh hehehe…

    CutE_maMPuzz said:
    22 Juli 2008 pukul 10:08

    aduw.. aduw..

    panjang lebar kali tinggI.. meluber kayak lUmPur laPindo…

    hehe.. aDa apa Ini????

    bismillah..

    assalamualaikum wr.wb…

    aKu pengen niMbrUNg.. BerbaGi pengalaman…

    dulu siy.. quw PernaH pacaran… mm.. Mau nya ya secara islami Gt…

    tpna…

    huh.. susah.. percayalah.. !!! yg ada cm NguMpuLIn dosa… … palagi Klo sampai BerkhalWat.. uu Orang ketiganya setan LHuuu…

    Sekarang.. No pacaRan Dalam KAmus HidUPku!!!!(hehe)

    jd Yang mau PDKT2.. Dsb….. ya LangsUng nglamar wae to mas.. sebelUmnya di mantebin dulu hatinya seraHkan Smua Urusan pada RoBb kita…

    lagian harusnya itu kita percaya to sm ALLAH…
    ALLAH kan menciptakan kita berpasang-pasangan…jd.. ya gt intina kudu IKhlas…klo gak dapet yg itu yawis..Percaya Bahwa ALLAH menyimpankan yang lebi indah drpd dya…

    Cinta sejati hnyalah pd Rabbul Izzati.. Cnt yg tkkan b’tepuk sebelah tgn.. Namun ALLAH tdk egois mendominasi cnt hamba-NYA,,Dia brikan cnt kpd anak,istri,sumai,org tua,dan kaum muslimin..yg smuany tdk mlbihi cnt pd ALLAH..

    Wahai anak adam..dimanakah nilai cintamu..adakah sekadar di ats krtas dan di bi2r atau sehebat Shah jihan yg coba melahirkan menifestasi cintany dgn Taj Mahalnya?

    Kemanakah tujuan cntamu?ke jenjng pelaminan,k pintu syurga atau mungkn k ambang neraka?!!

    Rasulullah s.a.w pernah bersabda Akan dtg satu zaman,dimana umatq akan:

    1. Cinta kpd kehidupan lupa kpd kematian

    2.cnta kpd mahligai lupa kpd kubur

    3. Cinta kpd harta lupa kpd hisab..

    4. Cinta kpd dunia lupa kpd akhirat..

    5. Cinta kpd makhluq lupa kpd Khaliq…

    adoh.. Kok NgGLamBYar…

    Cinta i2 fitrah..karunia yg diberi oleh Allah sbg wrn warni dunia namun tak norak,yg merasuk tnp memabukkn..yg hidup tnpa membinasakan…

    IntiNa gini baNg.. abang yang mau PDKT…

    klo Aku bs SAraNkan sey..

    kayak Yang katanya UKhti,, dan aKhi di atas…

    Pecaya ma ALLAH…klo jodo gak kmana…

    pacarannya setelah menikah wae..!!

    gitcu..

    GOD WiLl sHow U d’BesT
    GOD know d’best…

    owya…

    menjaga Cinta itu enak lHooo..
    jd jangn dinoDai dengan yg namanya pacaran.. kan sayang Klo tuh ciNta tdk terbingkai sesuai fitrahnya….

    Tanggapan Admin:
    Langsung lamar tanpa PDKT, kemungkinan gagal lebih besar.
    PDKT dulu sebelum lamar, kemungkinan sukses lebih besar.
    Jadi, pilih PDKT dulu dong!

    si bolang said:
    22 Juli 2008 pukul 21:23

    yap, betul pacaran harus yang baik…..

    Cute_mamPuZz.. said:
    28 Juli 2008 pukul 09:44

    afwan pak ustad…

    aku pernah denger klo kita menghalalkan apa2 yang diharamkan ALLAH bs2 dianggap kafir lhooo…

    Tanggapan Admin:
    Ya, kita tidak boleh menghalalkan apa2 yang diharamkan ALLAH dan juga tidak boleh mengharamkan apa2 yang dihalalkan Allah. Lihat halaman Wajib Baca.

    lelaki_gua said:
    4 Agustus 2008 pukul 23:29

    wah…. blog yang aneh

    Heh, Pakde…. mendingan katan ikhwan akhwat itu ganti cowok cewek aja…. biar nggak rancu mana pengekor hawa nafsu sama pengikut sunnah

    Ni, dalil dari al Qur’an dan Sunnah, dan penjelasan ulama:

    “Yakni yang namanya zina itu tidak hanya diistilahkan dengan apa yang diperbuat oleh kemaluan, bahkan memandang apa yang haram dipandang dan selainnya juga diistilahkan zina.” (Fathul Bari, 11/28 oleh Ibnu Hajar Al Asqolany)

    قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ. وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

    “Katakanlah (wahai Muhammad) kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…’.” (An-Nur: 30-31)

    Saya katakan: Apakah 2 orang yg berpacaran (islami) masih terjaga kemaluannya? Apa yg mereka rasakan dgn kemaluannya ketika mereka berbincang akrab??

    مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

    “Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 6880)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

    لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

    “Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 3259)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

    لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

    “Tidaklah sekali-kali seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita melainkan yang ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi no. 1171, dishahihkan Asy-Syaikh Al- Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai memperingatkan:

    إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلَى النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ

    “Hati-hati kalian masuk ke tempat para wanita!” Berkatalah seseorang dari kalangan Anshar, “Wahai Rasulullah! Apa pendapat anda dengan ipar?” Beliau menjawab, “Ipar adalah maut.” (HR. Al-Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 5638)

    Saya katakan: Ini ipar lho padahal…

    dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu hwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berkata pada seseorang yang akan menikahi wanita : ‘Apakah engkau telah melihatnya ? dia berkata : “Belum”. Beliau bersabda :’Maka pergilah, lalu lihatlah padanya. ”

    Saya katakan: Raslulullah dalam riwayat itu bertanya: Apakah kamu sudah melihatnya? Ini berarti kebiasaan syar’i pada orang yg blm menikah adalah belum saling mengenal atau minimal blm saling mengenal betul, lalu bagaimana halnya dengan pacaran islami ala aktivis dakwah??? Tentu mereka sudah sangat mengenal, tidak cuma wajahnya tapi juga sifat2nya

    “Pasti akan ada dari ummatku suatu kaum yang (berusaha) menghalalkan zina, sutra, khomer (minuman keras), dan alat-alat musik!.” (H.R. Bukhari.)

    “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra 32)

    Saya katakan: Secara asal dari kaidah ushul fiqh, kalimat larangan dalam Qur’an dan Sunnah menyatakan haramnya sesuatu yg dilarang, maka mendekati zina itu haram…

    “Maka janganlah kalian tunduk (lemah) dalam pembicaraan sehingga menimbulkan keinginan pada orang-orang yang dihatinya ada penyakit…” Q.S. Al Ahzab 32.

    “Kalau kamu meminta kepada mereka sesuatu kebutuhan, mintalah dari balik hijab (tabir), yang demikian lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” Q.S. Al Ahzab 53.

    Saya katakan: Bagaimana halnya dgn berbincang secara langsung???

    “Janganlah sekali-kali seorang (diantara kalian) berduaan dengan wanita, kecuali dengan mahramnya (H.R Bukhari dan Muslim).

    “Janganlah sekali-kali kalian masuk ke (tempat) wanita.” Maka berkatalah seorang dari kalangan Anshor : Bagaimana pendapatmu kalau wanita tersebut adalah ipar (saudara istri)? Maka Beliau Shalallahu alaihi wassalam. menjawab : “Ipar adalah maut.” (H. R. Bukhari dan Muslim.)

    Dari Abi Hurairah Radiyallahu anhu dari Nabi Shalallahu alaihi wassalam. bahwa Beliau bersabda: “Telah ditulis atas anak adam nasibnya (bagiannya) dari zina, maka dia pasti menemuinya, zina kedua matanya adalah memandang, zina kakinya adalah melangkah, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan, dan dibenarkan yang demikian oleh farjinya atau didustakan,” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau:

    مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

    “Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 6880)

    نْظُرْ اِلَيْهَا فَاِنَّهُ اَحْرٰى اَنْ يُؤْدِمَ بَيْنَكُمَا .

    “Lihatlah dulu wanita itu, sebab akan lebih menjamin kelanggengan kalian berdua.” An-Nasa’i (2/73), At-Tirmidzi (1/202), Ad-Darimi (2/134), Ibnu Majah (1866), Ath-Thahawi (2/8), Ibnu Al-Jarud di dalam Al-Muntaqa (hal. 313), Ad-Daruquthni (hal.395), Al-Baihaqi (7/84), Imam Ahmad (4/144-245/246) dan Ibnu Asakir (17/44/2),

    Saya katakan: Ini berarti sebelum menikah dan maminang antara kedua belah pihak tidak saling mengenal apalagi pacaran.

    Rasulllah bersabda
    لأَنْ يُطْعِنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطِ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنَْ يَمُسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

    “Seseorang ditusuk kepalanya dengan jarum besi lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (diriwayatkan oleh Ar-Ruyani di dalam kitab Musnad-nya (227/2))

    Hadits itu juga diriwayatkan secara mursal. dari hadits Abdullah bin Abi Zakaria Al-Khaza’i. Dia menuturkan: “Rasulullah r bersabda:
    َلاَنْيَقْرَعَ الرَّجُلُ قَرْعًا يُخْلِصُ اِلٰى عَظْمِرَ أْسِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ اَنْ تَضَعَ امْرَاَةٌ يَدَهَا عَلٰى رَأْسِهِ لاَتَحِلُّ لَهُ، وَِلاَنْ يَبْرُصَ الرَّجُلُ بَرَصًا حَتّٰى يُخْلِصَ الْبَرَصُ اِلٰى عَظْمِ سَاعِدِهِ لاَتَحِلُّ لَهُ

    “Sungguh, jika seseorang dipukul sampai menembus tulang kepalanya adalah lebih baik daripada kepalanya disentuh oleh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya. Dan sungguh, seandainya seseorang menderita lepra yang parah hingga menembus tulang lengannya adalah juga lebih baik baginya, daripada ia membiarkan seorang wanita meletakkan langannya ke alas lengannya, padahal wanita itu tidak halal baginya. ” (diriwayatkan Abu Na’im di dalam kitabnya Ath-Thib (2/33-34))

    Saya katakan: Ini peringatan keras dari Rasul

    “Suatu ketika Rasulullah r duduk bersama para sahabat, lalu beliau masuk dan keluar dalam keadaan sehabis mandi. Kami pun bertanya: Wahai Rasul, adakah sesuatu? Beliau menjawab: “Tentu, ada seorang wanita melewatiku, …”
    Lalu beliau bersabda:
    “Sesungguhmya seorang wanita menghadap dengan bentuk syaitan dan mundur dengan bentuk syaitan pula. Jika ada di antara kalian melihat seorang wanita, lalu merasa bergairah. maka datangilah istrinya (salurkan kepadanya). Sebab hal itu dapat menolak penyakit yang ada dalam hatinya. ” (Muslim (6/129-130). Abu Dawud (2151). Al-Baihaqi (7/90) dan Imam Ahmad (3/330. 341. 348. 395))

    Saya katakan: Lihatlah.. pemisalan bahaya fitnah wanita bagi laki2 sampai diibaratkan bahaya syaithon. Lalu apakah masih aman untuk berbincang-bincang dgn wanita??

    Juga sabda Nabi Ig kepada Ali, “Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan pertamamu dengan pandangan berikutnya. Sesungguh-nya hak kamu adalah pandangan pertama itu saja. Pandangan kedua dan seterusnya sudah bukan hakmu.” (Abu Dawud (1:335), At-Tirmidzi (IV:14))

    Dari Jarir bin Abdullah, katanya, “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan sekilas. Beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku. ” (oleh Muslim (Vl:182), Abu Dawud (1:335), At-Tirmidzi (IV:14), Ad-Darimi (ll:278), dll)

    Saya katakan: Ini pandangan seklilas. Bagamaimana dgn pandangn terus-menerus??? Jawablah kalian para pengekor nafsu..

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِذَا أَلْقَى اللهُ فيِ قَلْبِ امْرِئٍ خِطْبَةَ امْرَأَةٍ، فَلاَ بَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا

    “Apabila Allah melemparkan di hati seorang lelaki (niat) untuk meminang seorang wanita maka tidak apa-apa baginya melihat wanita tersebut.” (HR. Ibnu Majah no. 1864, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Ibni Majah dan Ash-Shahihah no. 98)

    Saya katakan: Kata rasulullah “tidak apa-apa” dalam matan hadits ini, berarti untuk selain itu, yakni (dgn sengaja) memandangi wajah wanita adalah terlarang.

    Dari Asma’ binti Abu Bakar, katanya,
    “Kami biasa menutup wajah kami dari pandangan laki-laki dan se-belum itu kami juga biasa menyisir rambut ketika
    ihram.”(Al-Hakim (1:545).)

    Bersabda juga: “Saya khawatir melihat seorang pemuda dan seorang pemudi kalau-kalau keduanya digoda oleh setan.”

    Kalo ini dalil dari hawa nafsu (syahwat):

    Mmmmmm… menurut hawa nafsu saya pacaran itu boleh asal Islami, Ni dalil2nya …..(bla3…sambil nunjukkin dalil yang samar-samar, trus nglolah-olah kata, biar pembaca manthuk-manthuk, oiya..ya..)

    Pakde… campur-baur (ikhthilath) aja nggak boleh apalagi pacaran…

    Rasulullah bersabda:
    اِنَّاَوَّلَ مَايُكْفِﺉُ – يَعْنِ اْلاِسْلاَمَ – كَمَايَكْفَأُ اْلاِنَاءَ – يَعْنِ الْخَمْرَ – فَقِيْلَ : كَيْفَ يَا رَصُوْلَ اللهِ وَقَدْ بَيْنَ اللهُ فِيهَا مَابَيْنَ ؟ قَالَ رَصُوْلُ اللهِ صَلىٰ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يُسَمُّوْنَهَا بِغَيْرِ اسْمَهَا .

    “Mula-mula yang menyimpangkan Islam (dari tujuan mereka) adalah minuman yang dipaksakan. Kemudian ada yang bertanya. “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasul?” Beliau menjawab, “Mereka memberi nama yang tidak sebenarnya.” (HR. Ad-Darimi (2/114))

    Apa beda pihak yag menentang pacaran dan yg membolehkannya??
    Bedanya adalah kalau yg menentang melihat dalil dulu baru menetapkan hukum. Kalau yg membolehkan, menetapkan hukum dulu (yg sesuai hawa nafsu), baru cari dalilnya untuk di pas-paskan. Kalau ada hadits yg bertentangan dgn pendapatnya, diselewengkan maknanya agar sesuai…

    Wallahul musta’an

    Hamba Allah said:
    14 Agustus 2008 pukul 20:29

    assalamu’alaikum………
    Afwan sebelumnya ana kurang setuju dengan cara yang antum berikan…….tlong direnungkan lagi. jika cara seperti itu ana rasa g ada bedanya ama pacaran . jika kita sudah ada rasa dengan ahwat ato ihwan, ukur diri dulu siap g kita menikah klo g siap alihkan energi cinta itu untuk hal2 yang positif dan terus mendekatkan diri pada Allah bukankan Allah telah menjanjikan bahwa laki2 yang baik untuk perempuan yang baik. dan insyaAllah ketika kita baik maka jodoh kitapun demikian. dalam islam tidak istilah tunggu menunggu bahkan masa ta’arufpun jika ihwan dan akhwat serius tidak boleh lebih dari 2 bulan apalagi 3 tahun aturan dr mana tuh.
    makanya g sulapan donk muncul2 fenomena-fenomena ihwan dan akhwat sling telp2nan ato smsan cm sekedar tanya uhk dah makan belum…….pertanyaan yang g penting nahhhhhhhhhhh yooooooooooooooo…………………….

    aldo al fakhr said:
    29 Agustus 2008 pukul 15:10

    melakukan sesuatu yang tidak didasari oleh Allah adalah riya’
    hindarilah dirimu dari perbuatan riya’
    karena riya’ itu lebih halus daripada angin

    selalu beristiqomahlah dalam jalan dakwah ini.
    mohon kepada Allah agar senantiasa diberikan keikhlasan hati.

    bener kata ikhwan diatas

    menjadi ikhwan karena wanita, tahta, harta adalah MMUUNNAAFFIIK]
    na’udzubillah
    afwan

    agus3anto said:
    30 Agustus 2008 pukul 06:31

    berkunjung

    Unknown ID said:
    8 September 2008 pukul 04:39

    kok pada ribut….
    dari pada diributin teyus.. mending qt kembali pada keyakinan masing2…. toh semua tergantung pada niat masing2… bagi yang “gk setuju” tolong dibaca baik2, dipahami n dicermati… (yang kalian ributin hanyalah masalah presepsi setelah kalian membaca)… ambil sisi positif yang menurut qt benar…. bisa jadi maksut penulis tidak yg sperti qt pikirkan… So mari qt Husnudzon ja… semoga ALLAH selalu menunjukan jalan yang benar pada qt…
    Perlu diingat “Cinta datangnya dari ALLAH…. Hanya kepadanyalah cinta dan harap layak bersandar… qt hanyalah makhluk yg lemah yang tidak mengerti arti cinta… hanya karena kemurahan raabmu lah qt mampu berbicara cinta….” Insya ALLAH qt tdk akan tersesat…..
    Intinya Islam memperbolehkan qt mencintai seseorang TAPI tidak boleh melebihi cintanya kepada ALLAH… jika qt ada “care” ma orng cukuplah qt ungkapkan… jika jodoh gk kan kemana… “PACARAN” cuma istilah… ISLAM MENGAJARKAN QT UNTUK SALING MENCINTAI🙂 gk usah diributin….. SO I LOVE U ALL, N tanks for All…

    Alfaqiir Ilallah said:
    29 September 2008 pukul 20:32

    Bismillah… belajar lagi…belajar lagi… terlalu banyak hakim jalanan disini… begitulah ilmu sejengkal..baru dapat ilmu sejengkal.. semua orang dinasehati, diberi hujjah… awas lho.. orang yang berdakwah itu termasuk yg paling duluan dihisab.. he…he… takut

    ane said:
    5 Oktober 2008 pukul 20:46

    Barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-nya, maka dia mendapatkan pahala hijrah karena Allah dan Rasul Nya, dan barangsiapa hijrahnya karena untuk dunia yang hendak diraihnya atau karena seorang wanita, maka dia mendapatkan pahala sesuai niatnya.

    ane said:
    5 Oktober 2008 pukul 20:57

    ( Syarah Bukhari Muslim halaman 3 )

    ane said:
    5 Oktober 2008 pukul 21:05

    Kalau takut dihisab kita semua akan dihisab. Masing-masing kita juga menyampaikan kebenaran. Kebenaran dari siapa?tentu dari Allah Dan Rasul Nya. Yang Paling ditakuti itu bukan berasal dari Allah dan Rasul Nya. Apalagi yang disampaikan itu berasal dari agama lain. Addinun nashehah. Agama itu nasehat, Bukan tambah disesatkan dan diolok-olokkan.
    Bukan beriman orang yang mulut nya sibuk mencaci dan mengolok-ngolok.
    Didalam Alqur`an. sudah banyak keterangan dari Allah azza wa jalla, betapa terkunci rapatnya hati orang -orang yang tidak menerima kebenaran..Bahkan pada masA Rasulullah shalallahu `Alaihiwassalam ,nabi kita di caci dan dihina, sahabat-sahabat yang mulia juga diberlakukan hal yang sama. Mari kita istiqomah dengan Alqur`an dan sunnah.Bukan malah keenakan bicara tapi yang disampaikan itu apaaa?
    Wa laa taqrabuziina innahu kaanafahisyatawwaa sa a sabila..Mendekati zina sudah dilarang, apalaghi melakukannnya.Itu seburuk-buruk perbuatan..

    ane said:
    5 Oktober 2008 pukul 21:07

    Yang paling ditakuti kan berasal dari Allah dan RasulNya…ya kann

    rahma said:
    6 Oktober 2008 pukul 14:21

    assalamulaikum
    af1 sebelumnya, saya benar2 tidak mengerti maksud cara pdkt terhadap akhwat.
    manusia memang harus memilih dua kemungkinan
    1. menjadi muslim yang benar2 mengikuti ajaran agama secara penuh
    atau
    2. menjadi muslim yang KTP
    manusia di dunia ni tidak seorang pun bisa hidup sendiri, ingin di sayang, ingin dikasihi, dan ingin dicintai.
    tapi sebagai muslim yang benar2 mengikuti ajaran islam mengenai jodoh semua harus diserahkan kepada allah.
    memang kita harus berusaha dan berdoa, tapi kalau udah kelewatan bukan nya hal tersebut sudah menjurus zina,
    saran saya cuma satu bagi ikhwan2 yang dicintai oleh allah cari lah akhwat2 dari golongan majelis taklim atau paling sedikit dia mengerti ajaran agama itu seperti apa.
    kami para2 akhwat hanya mengejar ikhwan2 yang soleh, yang takut pada allah, dan bertanggung jawab.
    jadi mau PDKT atau apalah bentuknya hati2 menjurus dengan zina.
    af1 kalau udah menyinggung, tapi di dalam ajaran agama islam tidak ada istilah pacaran yang ada ta’aruf dan kalau saling cocok menikah………….
    walaikumssalam

    sulaiman said:
    7 Oktober 2008 pukul 15:27

    Kalau anda merasa jatuh cinta sama seorang akhwat (apapun tipenya tidak masalah), maka jangan pergi ke dukun dan sejenisnya, tapi anda sendiri harus melaksanakan mendekatkan diri pada tuhan lalu mendekatkan diri pada akhwat yang diincar, caranya :
    1) Berdoalah setiap selesai sholat lima waktu – Allahumma Zawwijni Zaujatan shoolihatan = Ya tuhanku jodohkanlah aku dengan seorang wanita yang sholihah – doa ini dilanjutkan setelah sholat tahajud dan sholat hajat, 2) Sholat istikhoroh minta pilihan pada tuhan – apakah dia jodoh terbaik bagiku kalau terbaik jadikanlah dia jodohku – 3) kalau sulit khusu’ sholat istikhoroh, minta tolong ustad, kiayi, ajengan, atau orang alim siapa aja, siapa tahu Allah menolong anda melalui ustad tsb. 4) Kenalkan diri secara langsung pada yang bersangkutan dan melakukan PDKT sedikit demi sedikit dst. seperti diatas, (jangan langsung mengejar terus, ayam aja diuber-uber lari apa lagi orang – becanda) 5) Diam-diam kenali dan pelajari pribadinya secara matang , rahasiakan dulu niat anda, karena anda harus hati-hati akan godaan syetan dan isu-isu negatif tentang dirinya (istilahnya, anda bukan seperti membeli kucing dalam karung). 6) lakukan pendekatan lebih mendalam, melalui bibi, ibu, adik/kakak perempuan, apakah ada bisulnya,kutilnya, bekas kurapnya, bekas boroknya, atau ada belangnya, biar bibi anda yang bercerita kepada anda (kalau anda melihat sendiri secara langsung hukumnya haram) 7) Setelah anda mengenal semuanya dan anda yakin akan keputusan anda ajak dia berumah tangga (ingat dia akan menjadi tanggungan anda dunia akhirat). 8) kalau anda yakin untuk menikahinya, tapi masih kurang PD atau minder, minta bantuan tokoh agama/ustad setempat untuk melamarkannya untuk anda (Insya Allah mereka akan menolong anda). Semoga anda berhasil membina rumah tangga yang bahagia dunia akhirat.

    wahyu said:
    14 Oktober 2008 pukul 12:49

    shodiq mustika itu maunya apa ya? katanya ingin pacaran islami, tapi gaya dia menjawab nyaris gk ada bedanya dengan pdkt ala mall, hanya diembel-embeli kata-kata islam. contoh tanya jawab ini paling telanjang.
    benar banyak orang mengatakan bahwa ini lebih kepada pemakaian kegiatan maksiyat yang jahili agar lebih menarik dan menawan… sehingga orang tertipu pun merasa senang

    wahyu said:
    14 Oktober 2008 pukul 12:53

    Tanggapan Admin:
    Langsung lamar tanpa PDKT, kemungkinan gagal lebih besar.
    PDKT dulu sebelum lamar, kemungkinan sukses lebih besar.
    Jadi, pilih PDKT dulu dong!

    hmmm…??

    INI ADALAH BUKTI JELAS ORANG INI PROPAGANDIS PACARAN APA ADANYA. JADI KATA ‘ISLAMI” YANG DIUSUNGNYA HANYA TIPUAN… INI DISAMPING TAMPAK BLOG (konsultasi???) ASBUN (ASAL BUNYI), ASBED (ASAL BEDA) JUGA CENDERUNG CARI POPULARITAS AGAR BUKU-BUKUNYA SEMAKIN BANYAK YANG BELI. :))

    wahyu said:
    14 Oktober 2008 pukul 12:59

    maaf sdr shodiq mustika, saya mohon maaf atas tulisan2/komentar2 saya di blog ini yang mungkin tidak sejalan dengan Anda.
    kata imam syahid Hasan AlBanna, seseorang yang tampak hanya ingin cari sensasi lebih baik tidak ditanggapi dengan logika dan perdebatan dalil, karena disamping akan semakin populer juga akan membuat itu bisa jadi menutup seseorang dari pintu hidayah (sesuai Hukum Newton III: Aksi-Reaksi).
    maka saya mohon maaf kepada Anda dan semua yang pernah saya kritisi. wassalam
    semoga Allah Tunjukkan Hidayah-Nya kepada Kita semua. Amin

    Kaezzar said:
    15 Oktober 2008 pukul 09:14

    @Wahyu

    Keliatan…
    Belom baca semua, tapi udah banyak komen ini itu…
    Tabayyun akhi…tabayyun…
    Semoga Allah merahmati kita dan memaafkan segala kesalahan
    Aaamiin

    Wassalam

    kahimdipak said:
    26 Maret 2009 pukul 20:11

    @ ikwan

    mantab…

    @ all

    saya sebenarnya lupa kalo pernah ngasi comment disini.. tp ya.. sudah lah…

    btw ada yang mau gak…
    ini rekaman kajian UAKI n FSLDK di Universitas Brawijaya.
    judulnya: fiqh hubungan ikhwan – akhwat
    pemateri ust. Jalalludin

    mau??

    langsung pesen, ntar tak kirim via email
    kahimdipak@yahoo.co.id

    Gratis…

    ntar abis denger bisa dibandingin ma blog ust. shodiq ini

    afwan

    Nb: ust. nya juga boleh pesen… hehehe

      M Shodiq Mustika responded:
      27 Maret 2009 pukul 00:06

      @ kahimdipak
      Rekaman kajian ust. Jalalludin mau dibandingin ama blogku? Wow! Sungguh kehormatan besar bagiku. Lha wong medianya lain, metodenya lain, khalayak yang dibidik pun lain pula. Terima kasih. Hanya saja, menurutku akan lebih baik bila kajian tersebut dibandingkan dengan kajian Ibnu Qayyim, Ibnu Hazm, Abu Syuqqah, M Quraish Shihab, Muhammadiyah, dan kajian-kajian lain yang lebih berbobot daripada blogku yang ala kadarnya ini.

        YanZ said:
        24 Desember 2009 pukul 08:32

        salah satu ciri muslim yang berukhuwah adalah saling mendengarkan (pasti semua udah pada tau).
        Mas Shodiq jangan berkeras hati, dengarkan dahulu apa2 yang jadi masukan buat mas, lalu kita bandingkan..Abu bakar r.a dan Umar bin Khaththab r.a juga pernah berbeda pendapat tentang tawanan perang. tapi mereka mengembalikan urusan ini kepada Allah dan Rasul-Nya.
        kalo boleh, saya pengen bertemu langsung dengan mas Shodiq untuk berdiskusi.

    oki said:
    9 Agustus 2009 pukul 21:00

    Afwan ya cmn numpang komentar aj!!!!
    kalo ane seh mending pdkt dulu aj(tapi masih dlm batas syar’i lho!)
    dari pada ntar tanpa pdkt trus langsung nikah kemudian tiba2 akhwat yang kita pilih tu klakuane aneh2..
    mending kita sudah tapi sifat2nya luar dalam melalui pdkt tersebut drpd ntar nyesel 7 turunan gara2 salah milih pasaangan..
    bener gak seeeeh???!!!

    Yandy said:
    24 Desember 2009 pukul 08:07

    afwan 2x ngepost-nya.

    akh, jangan saling menjustifikasi. Rasulullah melarang kita memvonis manusia selama dia bersyahadat dengan hatinya. karena hukuman hanya milik Allah SWT.
    begini saja, saya juga faham karena saya termasuk salah satu Aktivis Dakwah di lingkungan kampus saya.

    Untuk akhuna yang bertanya, lebih baik anda urungkan niat PDKT dengan akhwat karena itu sama saja akan mengalihkan perhatian dia. seorang Akhwat yang tidak mengenal pacaran lebih disebabkan karena ada hal2 penting yang dia lakukan. misalnya Agar Shalatnya khusyu’ (fikiran tidak terbagi ketika shalat apalagi kepada seorang ikhwan) atau mungkin sedang melakukan perubahan mendasar kepada moral umat islam yang sudah terdegradasi, itu kan pekerjaan yang lebih mulia dan merupakan perintah Allah dan RasulNya.

    karena ketika anda menyukai seseorang, bukan tidak mungkin bayangan orang tersebut akan menancap ke dalam hati anda dan bayangannya akan selalu muncul setiap saat, termasuk ketika shalat. dan Bahwasanya Allah sangat cemburu(memurkai) seseorang yang dalam hatinya terdapat sesuatu yang pengaruhnya lebih besar daripada keberadaan Tuhan kita, Allah.

    untuk penulis (Sdr. Shodiq), saya lebih menganjurkan anda untuk memposting bahasan2 tentang akhlak, aqidah islamiyah dan sebagainya yang lebih maslahat. karena Ushul Fiqh sifatnya progresif, semakin dibahas akan semakin dalam dan tak jarang menimbulkan pertentangan yang akhirnya bermuara pada berbantah-bantahan dalam agama, dan ini yang diharamkan oleh islam.
    wallahu a’lam!
    Balas

    Irdiyan Syah said:
    23 Januari 2011 pukul 11:38

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

    Saya juga sedang jatuh cinta, kacau lah pikiran ni.
    tp juga bingung cara merebut hati ni cewe, karena tidak bisa mengendalikan hati,
    tp saya rasa tau sedikit ilmunya utk pdkt, sesuai syariat:

    0. Niat kita harus lurus terlebih dahulu
    1. yakinkan diri bahwa jodoh sudah diatur oleh Allah SWT Kalau memang jodoh gak ada yang bisa misahin, kalau gak jodoh cara apapun gak balkal ada yang mempan (cari sendiri dalilnya). Jadi kita cukup jalani saja dan memang harus berusaha. Sebab ada pepatah arab tidak ada kelezatan sebelum bersusah payah (makin susah makin nikmat). :))
    2. Meminta hanya pada Allah bukan pada si dia, karena hati juga Allah yang punya kuasa, bahkan kita sendiri tidak bisa menentukan siapa yang kita cintai, begitu juga si dia. (PDKT pada Allah, banyak caranya)
    3. Tebarkan salam (cari sendiri dalilnya)
    4. Beri hadiah, akan menumbuhkan rasa cinta (cari sendiri dalilnya)
    5.Bersilaturahmi, (gua belum dapat hadis yang eksplisit, tolong dibantu)
    6.Bertawakal (waidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah)

    Selanjutnya kalo pacaran kita semua tahu “lebih baik dihindari”.
    hadisnya kalo gak salah isinya: jika ada seorang pemuda yang sudah punya kemampuan maka menikahlah, jika tidak berpuasa adalah jalan terbaik.

    semoga bermanfaat bagi semua dan bagi diri saya pribadi khususnya

    kalbu said:
    23 Januari 2011 pukul 12:27

    wah-wah seru nich… kalo boleh komen tanya2 dikit…
    kalo emang kite orang muslim tuntunannye nabi muhammad
    apa pernah nabi pacaran, seperti pacaran anak skrag???, setau ane dr ustad2 yang ane dengerin. BAHAYAnye kalo orang berbicara tanpa ILMU n kalo tuh ucapan ato perkataan kite ato pendapt kite yang kagak bedasar pade ILMU ALLOH n ILMU HADITS diikuti ama orang2 yang pade ngikutin HAWA NAFSUNYE pasti tuh orang nyari2 pendapat yang bise buat die jadiin PANDUAN n ngegampangin urusannye.

    nah kbetulan nyang punya blog dah commen kalo blog die kagak ada ilmunye alias ala kadarnye “blogku yang ala kadarnya ini.”(sorry Copas aj dri nyang punye).
    so….bagi sobat2 nyang mau cari ILMU bukan di BLOG ini tapi di Sarana nyang paling tepat(pengajian2 ILMU, Majlis2 ILMU, Kajian yang bedasar Pada Qur’an dan Sunnah)
    tapi kalo mau cuap2 cari pelampiasan kebenaran, membenarkan yang masih wilayah abu2(syubhat), ato mencari Ilmu2 Syubhat boleh juga di blog ini, ato skedar biar ada yang betanggung jawab Alloh n kite belepas tangan (boleh juga tuh)….

    so .. TANYA AMA HATI NURANI MASING2 MAUNYE NYANG MANE he..he..he
    Tul kagak….

    Irdiyan Syah said:
    28 Januari 2011 pukul 11:40

    nb:
    1. memberi hadiahnya ikhlaskan saja pada Allah, tak perlu ditanya bagaimana pendapat atau perasaannya, (nanti dikira pamrih)

    sholihah said:
    4 April 2011 pukul 00:20

    astagfirulloh… web apaan nih? sesat dunia akhirat…
    pak admin, semoga diberi hidayah sama Allah ya🙂

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s