Meski Tak Banyak Kata Mesra

Posted on Updated on

Duhai sayangku, maafkan aku slama ini yang tak pandai merangkai kata karena aku bukanlah pujangga.

Kasihku, berlabuhlah di hatiku bila lelah menghampirimu.

Percayalah, Ka! Meski tak banyak kata mesra yang yang terucap dari bibirku, namun di hati ini kemesraan s’lalu kujaga bersama hatimu…

Manis sekali kata-katamu, De. Kan kutanam dan kusemaikan rangkaian kata-katamu ini sebagai taman surga di hatiku s’lalu. Trimakasih, sayangku.

 dark-red-rose-with-buds.jpg

Adeku, mawar merahku, kekasihku, bidadariku… Kita memang bukan pujangga. Namun keindahan cinta bisa dirasakan oleh siapa saja yang mau membuka hatinya.

Iklan

10 thoughts on “Meski Tak Banyak Kata Mesra

    donny said:
    5 Juni 2007 pukul 22:41

    aih…mesra euy! jadi kabita pengen cepet-cepet nikah…:))

    Rien said:
    6 Juni 2007 pukul 07:52

    ehem…ehem…mesranyaaa…

    subhanallah, kebetulan saya baru posting tema romantis itu spt apa,…tulisan pak shodiq malah jadi acuan apa itu romantis pada persepsi saya 🙂

    M Shodiq Mustika responded:
    6 Juni 2007 pukul 10:11

    @donny
    he he he… tujuanku emang “ngiming-imingi”

    @Rien
    syukron, thanks, matur nuwun… (kataku sambil tutup muka karena malu)

    Iwana Nashaya said:
    6 Juni 2007 pukul 12:07

    Hihihihihihi…. Pak Shodiq lagi puber kedua, nih… 😛 Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy…. Ehem! Ehem!

    Dilla said:
    6 Juni 2007 pukul 13:59

    Haduuuhh.. romantisnaa
    Jadi pengen 😛

    Kyknya kami berdua perlu belajar dari Kang Shodiq n Mbak deh (eh, kang pasangannya apa ya?)

    M Shodiq Mustika responded:
    9 Juni 2007 pukul 07:46

    @ Iwana Nashaya
    iya neh lagi puber kedua….. hehehe… 😀

    @ Dilla
    wah, apa enggak terbalik neh, harusnya kami yang belajar dari mbak dilla dan suami. ( biasanya aku dipanggilnya mas shodiq bukan kang shodiq. ya kalo akang pasangannya teteh atuh )

    suhartini said:
    9 Juni 2007 pukul 08:05

    🙂 Duh, kata-katanya menginspirasiku untuk menjadi seorang yang romantis. mas shodiq aku mau dunk skuntum bunga mawar merahnya…. 🙂

    amin.
    kayaknya udah romantis tuh (walo kadang enggak juga)
    bolehlah kalo mau sekuntum mawar, alamat kirimnya mana? dialamatkan ke lubuk hatimu yg terdalam aja ya!

    ayu dewi said:
    26 Juni 2007 pukul 13:46

    baca puisi diatas, langzung deh aku minta my hubby kirim bunga… ! be romantic baby…! wah, tp itu mah nggak bisa dipaksa…nature aja.. dr sononya..kalau Mas Shodiq…ehm …pasti romantis abissss….. Masya Allah !

    Iwana lagi.. hiks.. hiks.. said:
    28 Juni 2007 pukul 20:20

    waaah.. enggak.. Pak shodiq barusan saja kok Mbak romantisnya. 🙂 pak shodiq itu pemalu. hihihihi.. benar, Pak?

    ya, aku emang pemalu…. dan malu-maluin

    iwana lagi... said:
    3 Juli 2007 pukul 18:24

    Kok malu-maluin? Nggak, lah…. Kok gitu, Pak? 😦
    Btw, mmm… tentang bunga mawar itu… mmm.. apa ya? Nggak jadi lagi deh.. 🙂

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s