Manajer Pribadi

Posted on Updated on

Mulai bulan Juni ini, aku selaku penulis buku telah mengangkat seseorang menjadi “manajer-pribadi” bagi diriku. Keren, ‘kan?

Tadinya sih aku mo nyari “asisten-pribadi” atau “sekretaris-pribadi”. Belakangan, kusadari bahwa dua istilah ini terkesan agak gimana gitu loh. Seolah-olah aku menempatkan dia sebagai “bawahan”, padahal “rekan kerja” lah yang lebih aku butuhkan.
Lantas, aku teringat pada artis-artis top yang punya “manajer pribadi” yang ngurusin segala keperluan yang berkaitan dengan profesinya. Maka kutiru aja cara tersebut.

Mungkinkah aku mau berlagak ala artis? Mungkin juga. Penulis buku pop emang mirip seniman (artist).

Tapi bukannya aku tlah jadi “artis top” loh. Ini semata-mata karena aku kewalahan ngurusin pekerjaanku. Kupikir-pikir, enak juga kalo ada seseorang yang ngurusin berbagai keperluanku, sehingga aku lebih terkonsentrasi pada menulis dan menulis dan menulis. Dengan demikian, semoga produktivitas dalam menulis buku semakin meningkat. (Doain ya!)

NB:

  1. Bisakah kau beritahu aku siapakah penulis yang memiliki “manajer pribadi” dan bagaimana mereka bekerjasama?
  2. Bagaimana sih sebaiknya kerjasama berlangsung antara penulis dan “manajer pribadi”?
Iklan

3 respons untuk ‘Manajer Pribadi

    Catshade said:
    17 Juni 2007 pukul 20:28

    Istrinya saja Mas yang dijadikan manajer, banyak artis juga kayak gitu kok 😀

    Tadinya memang begitu. Tapi belakangan ini, dia sibuk jadi “manajer pribadi”-nya anak-anak kami.

    Iwana lagi.. Iwana lagi.. Juga 'rindu' said:
    17 Juni 2007 pukul 20:48

    Hm.. sama dong, Pak.. 🙂 Saya juga sedang mencari MANAJER PRIBADI… tapi… yang bisa memahami saya… 🙂
    Saya orangnya ‘moody’… Berhubung hobi banyak, jadi sering berubah-ubah keinginan. Kadang pingin menggambar, terus kalo sudah jenuh pingin nulis, kalo jenuh lagi pinginnya bikin kerajinan tangan. Jadi.. kadang nggak maksimal ngerjain sesuatu. 😦
    Alhamdulillah.. Bapak memuat tulisan ini. 🙂 Saya juga butuh jawaban dari dua pertanyaan di atas. syukron katsir.. Jazaakumullah khayr. Amiin..

    arul said:
    18 Juni 2007 pukul 21:36

    sejak kecil kita sebenarnya sudah menjadi manajer diri sendiri, tp karena besarnya kita sangat sibuk jadinya butuh orangkan….

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s