Konsultasi: “Bila Ibu Tak Meridhoi Pilihan Anda”

Posted on

Tanya:

Assalamu’alaikumWr.Wb. Ustadz.

Sy ingin berbagi cerita ttg pengalaman yg sy hadapi saat ini sekaligus meminta pendapat dari Ustadz.

Sebulan lalu sy mengalami kecelakaan motor lumayan parah sehabis mengantar pulang pacar sy (patah tulang paha, sampe saat ini sy belum pulih), Sy hampir tiap hari mengantar pacar pulang dari kantornya. Sy sdh 6 bulan pacaran. Sblmnya sudah lama sebelum terjadi kecelakaan, sy kasihtau orang tua ttg keadaan pacar sy itu, tp orang tua (ibu) sepertinya tidak setuju dengan pacar pilihan sy itu. Dan blm sempat sy perkenalkan, sy alami kecelakaan seperti yg sy sudah ceritakan diatas.

Hingga akhirnya orang tua sy dari daerah datang ke tempat sy tinggal dan bekerja untuk melihat kondisi sy dan akhirnya bertemu juga dengan pacar sy. Yang jadi masalah adalah skrg ibu sy menganggap bahwa kejadian yg sy alami ini penyebabnya adalah karena sy pacaran dengan dia. Dan ini membuat sy bingung, sy sering bertanya dalam hati sy, apakah kejadian ini teguran buat sy dari Allah agar jangan berpacaran (langsung menikah saja karena masing2 sudah bekerja) ?… apakah memang ridho Allah ridhonya orang tua (ibu) yang melarang sy berpacaran dengan dia ?…

alasan orang tua melarang sy berpacaran dengan dia adalah :

  • keadaan ekonomi keluarga pacar sy kurang mampu dan latar belakang pendidikan pacar sy lebih rendah sehingga orang tua sy takut sy tidak punya masa depan yg baik jika menikah dengannya.
  • orangtua menganggap pacar sy belum dewasa karena umur yang berbeda lumayan jauh dibawah sy (6 thn), karena setelah bertemu dengannya, pacar sy menjadi ketakutan/canggung untuk berbicara dengan orangtua (ibu) karena pacar sy merasa bersalah.
  • sy anak tunggal dari ibu sy, sehingga ibu sy begitu menyayangi sy amat sangat karena sy anak harapannya kelak. Orangtua (ibu) lebih menginginkan sy menikah dengan orang yg mempunyai latar belakang ekonomi dan pendidikan yang lebih tinggi atau sama dengan sy, memang latar belakang sy dan orangtua dari keluarga yg sederhana sehingga orang tua sy menginginkan sy lebih maju dimasa depan.
  • sy belum diijinkan orang tua (ibu) untuk menikah karena masih mengganggap sy belum mampu secara finansial, memang selama ini sy bekerja, setengah gaji sy berikan kepada orang tua saya di daerah untuk hidup disana. Dimana dengan kondisi sperti ini secara logika, hidup sy di kota sy bekerja dengan gaji seadanya (setelah diberikan orang tua setengahnya) tidak bisa untuk menabung untuk menikah.. (mungkin diperlukan waktu yang cukup lama untuk bisa mengumpulkan biaya nikah yg cukup besar)

Ustadz, apa yg sebaiknya yang harus sy lakukan? mengikuti perintah orangtua (meski rela mengorbankan kebahagiaan sy dengan pacar) atau terus berjuang (berdoa dan berusaha) untuk meyakinkan orang tua (ibu) bahwa pacar yang sy pilih itu baik untuk sy ?

Sy menyayangi kedua-duanya (orang tua dan pacar sy) Ustadz..

Ustadz..sy mohon pencerahannya..
Jazakallah…

Wassalamu’alaikumWr.Wb.

Jawab:

Wa’alaikum salaam warahmatullaah wabarakaatuh.

Maaf, saya agak lambat membaca dan menjawab pertanyaan Anda karena saya sedang break (istirahat) dari kegiatan ngeblog. Mudah-mudahan jawaban saya ini masih berguna bagi Anda (dan bagi orang lain yang mengalami kasus serupa).

Ada lima jawaban yang saya kemukakan di sini.

Pertama, mungkin benar bahwa kecelakaan Anda itu merupakan “teguran” dari Allah untuk Anda, tetapi penyebabnya bukanlah karena Anda pacaran dengan si dia. Itu merupakan petunjuk dari Dia supaya Anda melangkah dengan lebih hati-hati, yaitu dengan melalui berbagai pertimbangan yang lebih matang.

Kedua, untuk maju di masa depan, keadaan ekonomi keluarga dan latar belakang pendidikan bukanlah faktor utama. Yang lebih berpengaruh adalah kemauan (dan kemampuan) Anda (dan pacar Anda) untuk maju. Walaupun sudah memiliki pekerjaan tetap, alangkah bagusnya bila kalian mempertimbangkan untuk berkarir ganda. Lebih bagus lagi bila kalian berdua bisa berwiraswasta bersama. (Malah lebih romantis juga, bukan?)

Ketiga, sebaiknya Anda dan pacar Anda menempuh jalan tengah dalam berjuang (berdoa dan berusaha). Untuk itu, kalian berdua perlu menetapkan batas waktu (misalnya setengah tahun atau dua tahun) untuk meyakinkan ibu Anda bahwa kebersamaan kalian akan menjadikan kalian (dan keluarga kalian) maju di masa depan. Untuk meyakinkan itu, “bukti nyata” kemajuan kalian akan lebih efektif daripada kata-kata semata. Untuk mengurangi tekanan dari luar, batas waktu itu sebaiknya hanya diketahui oleh kalian berdua saja. Ibu Anda dan orang-orang lain tak perlu tahu batas waktu itu.

Keempat, setelah kalian berjuang maksimal sampai batas waktu itu, pertimbangkanlah kembali hubungan kalian, apakah akan segera menikah ataukah putus hubungan. Insya’Allah ketika itu, kalian takkan sebingung sekarang dalam mengambil keputusan.

Kelima, baik sebelum maupun sesudah batas waktu itu, tetaplah Anda perlihatkan rasa sayang Anda kepada ibu Anda. Wujud kasih sayang itu tidak harus selalu berujud uang. Kasih sayang yang berujud perhatian yang tulus mungkin akan berpengaruh pula pada kerelaan beliau untuk membiarkan Anda menentukan sendiri pilihan Anda. (Sementara itu, doronglah pacar Anda untuk memperlihatkan kedewasaannya dalam bersikap, terutama terhadap ibu Anda.)

Demikian jawaban-jawaban saya. Selamat berjuang! Semoga Allah meridhoi perjuangan kalian. Sesungguhnya Dia bersama orang-orang yang sabar.

Wassalam,

M Shodiq Mustika

Iklan

2 respons untuk ‘Konsultasi: “Bila Ibu Tak Meridhoi Pilihan Anda”

    udienz said:
    18 Juli 2007 pukul 22:48

    “pertamax”

    anyway aku deg-degan baca tulisan iki…. tapi pertanyaan dan jawaban yang bikin aku tengiang-ngiang….. memang benar kata spiderman “every hero have a choice”

    […] Saya yakin, Anda pernah ditentang untuk lakukan pacaran. Orang yang menentang itu bisa saja orangtua, famili, sahabat, rekan, murobbi, aktivis dakwah, dll. Bentuk penentangannya bisa macam-macam; […]

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s