Hamil Berarti Disayangi Tuhan (1)

Posted on Updated on

Ya, hamil itu mengandung makna “disayangi Tuhan”. Inilah keajaiban yang paling menakjubkan dan paling menyenangkan. Inilah berkah terbesar dari kehamilan. Disayangi Tuhan, oi! Dikasihi sesama manusia aja bahagianya bagai si pungguk meraih bulan (tidak lagi sekedar merindukan bulan), apalagi dikasihi oleh Sang Maha Penyayang. Siapa tak mau dicintai Sang Maha Pencinta?

Rahmat dari Sang Maha Pencinta tentulah sangat indah dan membahagiakan setiap orang yang mendapatkannya. Diantaranya ialah kehamilan. Inilah salah satu wujud kasih sayang-Nya.

Belum yakin? Boleh. Anda boleh ragu. Anda boleh mempertanyakan, “Bagaimana dengan hamil di luar nikah, umpamanya lantaran menjadi korban perkosaan? Apakah ‘kecelakaan’ ini juga merupakan wujud rahmat (kasih sayang)-Nya?”

Ya! Mengapa tidak? Apakah wujud rahmat (kasih-sayang) itu harus berupa yang lembut, manis, menyenangkan, memuaskan, seru, pokoknya keren abis?

Begini, lho…. Rahmat Tuhan itu, sebagaimana diungkap oleh Jansen Sinamo, ada tiga macam: [1] rahmat umum, [2] rahmat khusus, [3] rahmat terselubung.

Segala hal yang membuat manusia dapat hidup dan berkembang secara wajar dapat kita sebut sebagai rahmat. Dengan kata lain, rahmat adalah fasilitas ilahi bagi pertumbuhan dan kemajuan kita menuju kepenuhan potensi manusiawi kita sehingga kita menjadi manusia seutuh-utuhnya.

Jadi, keluarga adalah rahmat; bumi adalah rahmat; hutan, sungai, dan laut adalah rahmat; hujan, awan, dan gerimis adalah rahmat; air, oksigen, dan sinar matahari adalah rahmat. Rahmat jenis inilah yang saya sebut sebagai Santunan kehidupan (Life Endowment), yaitu matahari dengan segenap energinya, bumi beserta segenap sumber daya mineral dan hayatinya, khususnya air, oksigen, ruang, dan waktu kehidupan. (Jansen Sinamo, 8 Etos Kerja Profesional, hlm. 33)

Jadi, rahmat umum itu berlaku bagi semua orang. Dengan demikian, kehamilan bukan tergolong rahmat umum. Tergolong rahmat khusus ‘kali ya? Coba deh kita periksa.

Rahmat jenis kedua saya sebut sebagai rahmat khusus, yaitu rahmat yang secara istimewa hanya diberikan kepada kita sedangkan kepada orang atau kelompok lain tidak. Misalnya, Steven Seagal mendapatkan tubuh gagah tinggi besar, Britney Spears mempunyai suara merdu serta wajah cantik, dan Charles Bronson memiliki kumis yang keren. Contoh lain, orang Batak mempunyai danau Toba, orang Bali mempunyai pulau Dewata, dan orang Minahasa dianugerahi taman laut Bunaken. Jadi, anak adalah rahmat khusus karena tak semua memperolehnya, tanah air dan kemerdekaan adalah rahmat khusus karena tak semua memilikinya, dan pekerjaan adalah rahmat khusus karena tak semua mendapatkannya. (8 Etos Kerja Profesional, hlm. 35)

Jelas, hanya perempuan tertentu yang mengalami kehamilan. Jadi, kehamilan merupakan rahmat khusus. Khusus berarti istimewa. Istimewa berarti spesial. Wow! Orang yang hamil berarti disayang Tuhan secara khusus, istimewa, spesial. (Yang nggak hamil nggak boleh iri, ya! Dia mencurahkan rahmat-Nya sesuai dengan kadar masing-masing.)

Terus, apakah yang hamilnya merupakan ‘kecelakaan’ (di luar nikah) memang masih tergolong rahmat? Silakan simak yang di bawah ini.

Rahmat jenis ketiga saya sebut sebagai rahmat terselubung. Rahmat jenis ini datang dalam berbagai bentuk kecelakaan. Misalnya, dalam The Discovery of The Titanic (Ballard, 1995) dikisahkan satu keluarga di Inggris yang merencanakan liburan ke Amerika dengan menumpang kapal mewah Titanic yang tersohor itu. Namun beberapa hari sebelum berangkat putra bungsu keluarga ini digigit anjing dan positif kena rabies. Dokter tidak mengizinkannya berlayar. Ibunya pun tidak mungkin berangkat. Akhirnya program liburan keluarga itu terpaksa batal.

Kakak-kakaknya sangat kesal dan marah pada adik mereka yang telah merusak mimpi indah yang dirancang berbulan-bulan. Tetapi ketika kabar tenggelamnya kapal pecah beberapa hari kemudian, mereka segera memeluk adiknya dengan rasa sesal, haru, dan malu, lalu mensyukuri kecelakaan si bungsu yang telah menyelamatkan mereka sekeluarga. Inilah rahmat terselubung. (8 Etos Kerja Profesional, hlm. 38)

Bagaimana? Sudah mengerti, ‘kan, bahwa yang hamilnya merupakan ‘kecelakaan’ pun masih tergolong rahmat, tepatnya rahmat terselubung. Dengan kata lain, tentu ada hikmah (yang pada mulanya tidak kita sadari) di balik ‘kecelakaan’ ini. Bahkan, mungkin saja hikmahnya lebih besar daripada hikmah di balik kecelakaan lalulintas. (Hikmah itu di antaranya, terbukalah peluang yang tak disangka-sangka untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan melalui taubat, di samping peluang untuk lebih memperindah kecantikan batiniah.)

Bandingkan! Pada kecelakaan lalulintas, orang kehilangan sesuatu dari tubuhnya yang terluka. Dari kehilangan secuil kulit yang tergores pada kecelakaan ringan hingga kehilangan tangan atau kaki yang diamputasi pada kecelakaan berat. Adapun pada ‘kecelakaan’ hamil di luar nikah (lantaran zina atau pun perkosaan), orang tidak kehilangan apa pun dari tubuhnya. Tubuhnya tidak saja utuh, tetapi juga tumbuh dan menumbuhkan manusia baru.

Memang, bila ‘kecelakaan’ itu terjadi di luar nikah (lantaran zina atau pun perkosaan), maka perbuatan zinanya itu bukanlah rahmat. Namun, kehamilan yang ditimbulkannya tetaplah rahmat, tepatnya rahmat terselubung. (Anak yang kemudian dilahirkannya pun ‘anak halal’ pula, bukan ‘anak haram’!)

Iklan

4 thoughts on “Hamil Berarti Disayangi Tuhan (1)

    rusdin said:
    25 November 2007 pukul 14:20

    Yang patut kita pikirkan adalah bagaimana mengubah rahmat terselubung itu menjadi rahmat khusus. Bahkan, menjadi rahmat spiritual yang dahsyat.
    memang sudah banyak orang yang tahu, kalau dibalik musibah itu ada seribu satu hikmah/rahmat.

    Permasalahannya sekarang adalah bagaimanakah mempercepat transformasi rahmat itu? adakah cara efektit untuk mengubahnya? Tentu ada? Mau tahu? saya sedang menuliskan sebuah buku mengenai transformasi rahmat. Yaitu mengubah rahmat buruk menjadi rahmat yang penuh keberartian. Pada, akhirnya kita akan secepatnya sadar bahwa Allah selalu saja memberikan kebaikan kepada manusia. Hanya saja manusia belum secepatnya dapat merasakannya.

    Buku yang saya tulis, Insya Allah, memberikan Anda pemahaman akan rahmat Allah, Takdir Allah, dan seluk beluk kebahagiaan dan kesuksesan hidup Anda. Anda mau tahu lebih lanjut? Doakan saya ya Mas Shodiq, biar terus diberikan rahmat oleh-Nya.

    “Ya, Allah seandainya Engaku memberikan rahmat buruk pada diri ini, maka secepatnyalah Engkau tunjukkan rahmat baik dibalik keburkkan itu”

    “Ya, Allah, Seandainya Engkau memberikan saya rahmat baik, maka tambahkan terus rahmat itu. jangan pernah Engkau putuskan aku dengan rahmat itu.”

    Junarto Imam Prakoso said:
    27 November 2007 pukul 12:39

    Selain blessing yaitu kelahiran anak sebagai akibat pemerkosaan menurut Anda, jangan lupa ada disguise, yaitu penyakit kelamin yang disebarkan oleh pemerkosa.

    rahmat said:
    28 November 2007 pukul 02:20

    mana yang bobotnya lebih besar:
    blessing berupa kelahiran anak
    ataukah
    disguise berupa penyakit kelamin pemerkosa?

    Dicky said:
    1 Oktober 2009 pukul 16:09

    Menurut Islam, hukumnya zina itu apa?
    Sanksinya orang yang berbuat zina itu apa?
    Sanksinya orang yang memperkosa dan diperkosa itu apa?
    Mohon lebih diperjelas ya, jangan potong logika gitu!
    Bisa-bisa disalah artikan zina = disayang tuhan gitu?

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s