Hamil Berarti Disayangi Tuhan (2)

Posted on Updated on

Nah, kalau ‘kecelakaan’ itu merupakan rahmat terselubung, bagaimana dengan kehamilan yang ‘normal’ (yang bukan ‘kecelakaan’)? Yeah…. Bisa saja kehamilan yang ‘normal’ merupakan rahmat terselubung.

Bisa saja wanita yang sedang hamil secara normal merasa berat. Berperut buncit, membawa beban puluhan, ratusan, bahkan ribuan gram ke sana kemari selama sekitar sembilan bulan, memang berat. Namun, begitu si janin mencuat keluar dari rahim dan beralih status menjadi bayi mungil yang lucu dan imut-imut, muncullah kebahagiaan menyelimuti sang ibu. Segala beban yang selama itu ditanggungnya lenyap begitu saja. Betapa indah dan bahagianya.

Fa bi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz dzibaan. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS ar-Rahman [55]: 13 dan seterusnya.)

Tidak! Kita tidak mendustakan rahmat Tuhan, termasuk yang berupa kehamilan wanita. Kita justru berupaya lebih memahami dan menghayati, bagaimana kehamilan bisa menjadi rahmat Tuhan Sang Maha Penyayang.

Paling tidak, kehamilan merupakan peluang berharga untuk berpikir dan merenung. Bayangkan! Pada saat hamil, pancaindera Anda lebih sensitif. Begitu pula hati dan otak Anda.

Dalam keadaan begitu, berpikir dan merenung bisa lebih efisien dan lebih efektif daripada di waktu lain. (Kenapa bisa begitu? Sebab, sebagaimana akan diuraikan di bawah, pengalaman hamil itu mengandung banyak “keajaiban” yang tidak Anda alami di waktu lain.) Secara demikian, Anda dapat menyelaraskan diri dengan  kondisi batin anda, lebih menyadari diri anda, bayi anda, dan setiap detik kehidupan anda yang berharga.

Dengan mendengarkan dialog batin Anda, Anda akan terhubung dengan bayi Anda dan dengan tempat-tempat yang lebih dalam di dalam diri Anda. Maka ajaklah batin Anda bicara, Berdialoglah dengannya. Tanyakan apa yang menjadi harapan Anda pada sang bayi dan temukan pula jawaban di dalamnya.

Untuk itu, Deepak Chopra menyarankan:

Luangkan waktu untuk duduk dan mendengarkan dengan saksama, dan samar-samar Anda akan mulai menyadari bagaimana Anda dan bayi Anda bereaksi terhadap pilihan-pilihan Anda. Dengan menyelaraskan diri dengan pengalaman-pengalaman indriawi anda sendiri, anda akan mendapati bahwa diri anda melambat secara alami dan menjadi lebih sadar. Anda akan memperoleh kejernihan dalam hidup anda dan merasakan lebih banyak ketenangan batin. (Magical Beginnings, hlm. 54)

Dengan demikian, selama kehamilan, jiwa dan raga Anda akan semakin sehat. Dan semakin jelaslah bahwa hamil berarti disayangi Tuhan. Bukankah ketenangan batin dan kesehatan merupakan bagian dari rahmat (kasih-sayang)-Nya?

Fa bi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz dzibaan. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS ar-Rahman [55]: 13 dan seterusnya.)

Iklan

One thought on “Hamil Berarti Disayangi Tuhan (2)

    Sawali Tuhusetya said:
    30 November 2007 pukul 23:47

    Ada beberapa rahasia dan “keajaiban” tersembunyi di balik perempuan hamil. Ini menurut penafsiran awam saya lho, Pak Shodiq. 😆 Pertama, mengemban amanah dari Sang Maha Penyayang. Kedua, Tuhan ingin menunjukkan bahwa secara fisik justru kaum perempuan lebih “perkasa” ketimbang kaum lelaki. *Halah*

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s