Siapa mau hadiah buku?

Posted on Updated on

Terinspirasi oleh artikel sang itikkecil, saya bermaksud memberi hadiah berupa satu eksemplar buku terbaru saya, Raihlah Surgamu: Renungan tentang Cinta dan Kehidupan (Yogyakarta: Qudsi Media, November 2007). Hadiah ini akan saya berikan kepada komentator yang komentarnya di sini saya nilai paling “spiritual”.

raihlah-surgamu.jpg 

Ayo, kita berlomba-lomba dalam kebaikan!

Iklan

35 thoughts on “Siapa mau hadiah buku?

    Sawali Tuhusetya said:
    13 Desember 2007 pukul 19:29

    Wah kepingin banget, Pak. Komennya ntra kalau dah mendekati deadline, yak!

    Blog berhadiah .. « KU LETAK KAN KATA DISINI said:
    13 Desember 2007 pukul 20:00

    […] kemaren. Jadi .. jika kalian ingin mendapatkan hadiah tersebut, tentu harus mengikuti perlombaan disini dan disana. Buruan. Waktunya terbatas. Perlombaan yang diadakan Pak Shodiq itu berhadiah 1 buku […]

    kurtubi said:
    13 Desember 2007 pukul 22:33

    boleh juga nih saya pengen dikasih hadiah apalagi gratis yaa pak..

    hartati Nurwidjaya said:
    14 Desember 2007 pukul 02:06

    Assalamu’alaikum wrwb,

    Saya belum membaca bukunya, hanya berdasarkan perasaan saya buku ini mengacu pada buku karya Aidh al Qarni.
    Buku yang berisi nilai filosofi yang dalam mengenai nilai dasar Mahabbah (Cinta) yang utama adalah pada Sang Khaliq (Pencipta).
    Makna dalam dari konsep Laa Ilaa Ha Illalaah!

    M Shodiq Mustika responded:
    14 Desember 2007 pukul 02:24

    @ Sawali Tuhusetya

    Ya, komen Pak Sawali kita tunggu.

    @ kurtubi

    Ya, hadiah sejati ya gratis dong!

    @ hartati Nurwidjaya

    Buku tsb memang “pembumian” konsep laa ilaaha illallaah. Namun, kami rasa, tulisan kami di buku tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh Emha Ainun Nadjib daripada Aidh al-Qarni.

    wa’alaikum salam wr wb.

    Siu Elha said:
    14 Desember 2007 pukul 09:32

    Dari awal membaca posting ini sebenarnya nggak pengen komen krn justru hadiahnya, maluuu aja… tapi begitu ngeliat buku ini lebih dipengaruhi oleh Emha Ainun Nadjib saya jadi nyenggg..untuk berkomentar. Cak Nun adalah sosok guru jarak jauh saya. Knp “jarak jauh”? krn setiap menelan kalimat-kalimatnya saya harus ke pojok hati saya dulu baru mengunyahnya pelan-pelan dengan hasil kenikmatan yang tak tergambarkan. Cak Nun mengingatkan memory saya ketika sering datang ke Menturo setiap Padhang Mbulan. Lalu berdialog dengannya hingga menjelang Subuh, dan kuteruskan dengan “mengunyahnya” sampai Subuh. Nyentrik memang jadi trade marknya, dan ini yang akan saya jadikan azimah saya dari Cak Nun, bahwa Diatas Hukum ada Moralitas, Diatas Moralitas ada Akhlaq, dan Diatas Akhlaq ada Cinta atau Hubb. Hmhh… Indah dan sejuk…
    Semoga buku ini bisa jadi penawar rindu saya untuk Cak Nun, semoga…(maaf jadi panjang)

    putirenobaiak said:
    14 Desember 2007 pukul 10:36

    terdampar di sini, sepertinya ada kehendak Tuhan memberiku buku nih hehe, salam kenal mas, blognya keren, adem 🙂

    M Shodiq Mustika responded:
    14 Desember 2007 pukul 11:02

    @ Siu Elha

    Alhamdulillah, saya senang bisa bertemu dengan “saudara seperguruan” di sini.

    Hmhh… Indah dan sejuk…
    Semoga buku ini bisa jadi penawar rindu saya untuk Cak Nun, semoga…

    Saya pun berharap demikian.
    Aamiiin.

    @ putrirenobaiak

    Salam kenal kembali.
    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.
    Kalau mau hadiah buku, silakan tulis komentar yang “spiritual” di https://muhshodiq.wordpress.com/2007/12/13/pemilihan-top-indonesian-spiritual-blogs-2007/

    Yaya said:
    14 Desember 2007 pukul 11:51

    Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakatu

    Mas, Yaya sudah ikut memberikan komentar. 🙂

    idiotz said:
    14 Desember 2007 pukul 12:23

    Raihlah Surgamu: Renungan tentang Cinta dan Kehidupan

    sepertinya judul buku yang menarik, tapi karena ilmu saya yang cetek ini, saya khawatir bakal salah arah kalau membacanya. karena dalam buku ini yang direnungkan bukanlah main main, cinta, dan ini dia, kehidupan…

    ameera_ashee said:
    14 Desember 2007 pukul 12:25

    Assalamu’alaykum wr wb,,,

    wah, dimana ada gratisan pasti ada saya dsana,,hihihi,,

    pantang nolak rezeki,apalagi sebuah buku,,yup itulah saya,,Karena menghadiahi seseorang sebuah buku sama saja dengan menghadiahi seseorang dengan ilmu,,,Ilmu kan dibawa kmana-mana,,,sampe ke alam barzah pun dbawa,,,

    Mudah-mudahan bukuny bs menambah ilmuku,,dan bisa bneran ngraih surga (ky judulnya)

    Allahumma Amiin,,,

    hadi arr said:
    14 Desember 2007 pukul 13:52

    Pak M Shodiq, kiranya Bapak pasti tau yang membutuhkan “buku” itu, cinta dan kehidupan sesuatu yang sangat berharga dan berarti sayangnya saya belum begitu banyak menyelami nya dan kayanya saya harus membaca buku itu apalagi kalau penulisnya sendiri yang menghadiahkan.
    BTW terus menulis Pak.

    suci said:
    14 Desember 2007 pukul 15:53

    meraih surga memang tidak selalu harus bersorban tinggi, seharian mendekam di masjid, atau pun hidup super sederhana karena takut laknat Allah.

    meski tidak tahu isi buku ini (tapi penasaran juga), saya yakin ALLAH selalu mempermudah jalan hambanya menuju surga.

    semua itu tinggal pilihan kita, karena hidup memang penuh pilihan. pilihan yang bukan sekedar hitam dan putih, tetapi juga berwarna-warna.

    hanya ALlah yang berhak menilai tiket surga apa yang cocok untuk saya dapatkan.

    tetapi bagaimana jika dengan buku gratis dulu, pak? hehe.

    indracianjur said:
    14 Desember 2007 pukul 16:23

    Assalamu’alaikum ustadz
    Mau dong hadiahnya.
    Orang Indonesia kalau dikasih siapapun ‘gak akan pernah nolak!

    (saya juga ‘kan orang Indonesia)

    julfan said:
    14 Desember 2007 pukul 17:06

    aslm, pak shodiq.
    saya mau buku itu untuk memperbaiki diri saya pak.
    terima kasih sebelumnya.

    za said:
    14 Desember 2007 pukul 17:48

    Apakah spiritual itu bisa diukur oleh orang lain? Oleh diri sendiri saja menurut saya bukan suatu hal yang mudah.

    arromys said:
    14 Desember 2007 pukul 18:19

    aslmkm ya akhi ya ukhti…………………..
    subhanallah…jadi penasaran pengen baca bukunya, rabbi…….meskipun belum baca buku itu, namun betapa hati serasa merindukan surgamu…., surga yang engkau perlihatkan indahnya tanda-tandanya di bumi…., aku merindukan surgamu Rabbi…..,

    acrom-alfakir arromy

    jhellie maestro said:
    14 Desember 2007 pukul 22:58

    Jika ikhlas masih dinilai sebagai spritualitas, tentunya bukunya di bagi2 in dong ma semua orang yang ngisi komentar di blog ini. mereka yang ngisi tentu saja yakin saya ihlas sampai bela-belain nunggu blog ini terbuka pelan sekali…hehe

    My Blog : http://jhelliesite.blogspot.com/

    jumadi said:
    15 Desember 2007 pukul 12:21

    pak sodiq…aku minta bukunya dong…hehehe

    manusiasuper said:
    15 Desember 2007 pukul 13:42

    *Ngirim alamat*

    rusdin said:
    16 Desember 2007 pukul 13:35

    Cinta dan kehidupan dua sejoli yang tak mungkin terpisahkan. Berikan cinta dalah kehidupan, maka hidup kita akan senantiasa bertaburkan cinta. Bahkan, cinta bukan saja menaburkan benih-benih dalam kehidupan dunia, ia pun menyirami taman surga. Maka, sudah saatnya kita saling membagikan cinta. Biarkan, cinta itu tumbuh berkembang dalam setiap jiwa. Mudah-mudahan dengan hadirnya buku: Raihlah Surgamu: Renungan tentang Cinta dan Kehidupan, menumbuhkembangkan benih-benih cinta dalam relung hati terdalam pembaca. Selamat!!!

    Adikmu yang menantikan penantian….

    fathul rahman said:
    17 Desember 2007 pukul 16:31

    Mendengar tentang surga, mungkin hati sebagian kita akan bergetar. Tp apakah hanya itu tujuan hidup kita ?
    Jika kita ditanya tentang cinta sejati, mgkn kita akan menjawab bahwa cinta sejati itu datangnya dari hati. dan ketika kita memutuskan menerima dan menjalani hidup dgn org yg kita cintai, bahagia dan derita hidup terasa sama saja selama dijalani dan saling mendukung satu sama lain.
    Jadi menurut saya, jika kita sdh mengatakan sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untukMu Ya Rabb. Maka surga bukan lagi tujuan akhir hidup, tetapi meraih cinta dan RidhoNya lah yg utama.
    ketika cinta bersemi, surga adalah hadiahnya. Bukan tujuannya.
    Jika Alloh sdh Cinta dan Ridho dgn kita, jgnkan surga dunia, akhirat dan seisinyapun akan dia berikan.
    Raihlah cintaNya, maka surganya kan kau dapatkan 🙂
    Wallahu a’lam bishshawab

    M Shodiq Mustika responded:
    18 Desember 2007 pukul 07:58

    @ fathul rahman

    Anda benar. Hanya saja, Rasulullah mengajarkan kita untuk memohon surga. Salah satu hadisnya: “Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.” ( Lihat http://buntetpesantrencom.wordpress.com/2007/09/11/khutbah-rasulullah-saw-menyambut-ramadhan/ )

    Sementara itu, doa itu perlu kita sertai dengan ikhtiar, bukan?

    hasan junaidi said:
    19 Desember 2007 pukul 11:05

    kiranya saya tak membutuhkan buku itu, tapi saya lebih membutuhkan isi buku itu, saya lebih membutuhkan lai “isi” dari buku itu, saya lebih butuh lagi surga itu, saya sangat membutuhkan pemilik segalanya, ALLAH SWT…

    Amed said:
    21 Desember 2007 pukul 20:00

    *Kesummon melihat barang GRATIS-an*

    ha_nna said:
    24 Desember 2007 pukul 19:09

    surga hanya bisa diraih dengan amal yang disertai keihlasan dan adanya ridho dari Illahi, namun apa salahnya jika meraih surga dengan wasilah pengetahuan berbentuk lampiran-lampiran ilmu yang tersimpan dalam tumpukan buku? semoga apa yang tersimpan dan tertulis diatas kertas karya setiap makhluk-Nya bermanfaat dunia dan akhirat.

    alif jum'an said:
    30 Desember 2007 pukul 06:53

    Sama saja antara gratis dan beli, karena keduanya bisa membuat kita berkurang dan bertambah. Kadang kita sangat antusias untuk mendapatkan barang yang gratis, namun justeru kadang malah memakan biaya yang lebih tinggi, tanpa disadari…

    Kadang dengan biaya setinggi apapun, kalau itu memberi manfaat dan berkah yang banyak, disukuri dengan ikhlas, meski terasa itu terlalu mahal, maka sesungguhnyalah itu teramat murah, andai benar itu semua bisa mengantar ke surga…

    Andai benar anda ingin memberi, maka berikanlah pada orang-orang yang membutuhkan, bisa jadi si penerima buku gratis yang disayembarakan ini, sudah mustaghniyun anha alias tak butuh, karena hatinya sudah kaya dengan renungan cinta dan dekat dengan surga…

    Jadi ingat, pesan salah satu wali songo, kalo nggak salah :
    Wehono panganan marang wong ngelih
    Wehono sandangan marang wong wudo
    Wehono teken marang wong wuto…

    Andai benar ada cinta, maka semua yang berkomentar disini, pastilah berkesempatan membaca buku anda yang satu ini…., karena kita tahu, mereka semua butuh…

    husein said:
    8 Januari 2008 pukul 12:39

    betul bang… setutuzuuu… banget tuh ama mas alif

    […] saya mau berkonsultasi. Saya mengenal Bapak melalui buku Bapak yang terakhir, Raihlah Surgamu: Renungan tentang Cinta dan Kehidupan. Saya percaya Bapak dapat memberikan solusi terhadap masalah […]

    Rama said:
    11 April 2008 pukul 08:58

    Cinta memang indah untuk dirasakan, dia muncul dalam desiran hati menembus jiwa, menciptakan rasa yang begitu sulit untuk digambarkan.
    Sangat indah bila dunia ini diisi dengan cinta, cinta pada Allah pada sesama manusia juga pada alam yang telah menyediakan nikmatnya pada kita semua. Indahnya cinta….
    Tap terkadang cinta dikotori oleh nafsu. Indahnya apabila cinta bersih dan murni.
    Cinta an iman adalah dua hal yang saling berkorelasi. Jika iman adalah ucapan dengan lisan, pembenaran oleh hati dan dicerminkan oleh akhlak maka cinta adalah bagaimana untuk menerapkan iman dalam setiap aspek kehidupan bermasyrakat. Aku rindu Surgaku..

    Dito Anurogo, S.Ked. said:
    27 April 2008 pukul 23:19

    Seseorang yang mendambakan surga terlebih dulu dia haruslah menciptakan surga bagi dirinya sendiri dahulu.

    Hanya mereka yang telah tercerahkanlah yang dapat mencerahkan dunia! Hanya mereka yang berhati surgalah yang pantas memasuki surga abadi!

    Salam,
    Dito Anurogo, S.Ked.
    Penemu konsep “Hematopsikiatri” dan “Psikohematologi”
    Penulis “Pelangi Jiwa”
    Alamat: JL. Cinde Barat No.4 Semarang 50256
    Email: ditoanurogo@gmail.com

    kandagalantes said:
    4 Desember 2008 pukul 12:11

    waduuuuh, sudah mempertuhankan surga y?

    ingat pencipta surga itu siapa? kalau anda saja sudah memiliki isteri lalu istri anda hanya menginginkan uang or harta anda bagaimana perasaaan anda kalau tahu itu?

    Yang jadi masalah ini bukan anda tapi Allah SWT loooh yang anda permainkan…. dengan berfokus pada surga

    kenapa anda ingin surga? pasti karena enaknya khan tapi kita gak mau neraka karena tidak enak khan?

    coba bayangkan kalau neraka didinginkan lalu surga dibakar, pasti pilihan anda akan neraka khan?

    coba bayangkan ketulusan anda apabila surga dan neraka itu gak ada? apa

    gak malu ?????????????

    http://fusion-kandagalante.blogspot.com

      M Shodiq Mustika responded:
      12 Desember 2008 pukul 03:55

      @kandagalantes
      Apakah Anda belum membaca buku tersebut?
      Apakah Anda berkomentar atas dasar judulnya saja?

    irman said:
    11 Maret 2009 pukul 09:05

    Hormat kami tuk semua dalam silaturrahmi ini.
    semoga kerberkatan dan Ridho-Nya menyertai keseharian kita dalam perbuatan amal kebajikan yang tak meninggalkan ibadah.

    Usaha kami tuk mendapatkan keikhlasan dalam pembagian buku tersebut adalah hal yang lumrah dan diinginkan semua orang bahkan kaya sekalipun, tapi sayangnya kemampuan saudara kita M.Shodiq terbataskan oleh rejeki yang diberikan Allah SWT. Yakinlah bila rejeki M.Shodiq meningkat pasti kita semua mendapatkannya, Terima kasih untuk semua, Wassalam

    irwan said:
    11 Oktober 2009 pukul 18:57

    ya sy nd tau mw komentar apa….sy msh sngt awam dlm msalah agama…tp klo dihadiahi buku kepengen sih….he,he…mdah2an bukunya berguna bwt umat….amiennnn….

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s