Bagaimana sikap suami-istri bila berbeda pandangan

Posted on

Bila pandangan suami-istri berlainan, kedua pihak sebaiknya saling menghargai (dan berusaha menempuh jalan tengah). Misalnya, suami mengikut fatwa salafi yang mengharamkan segala jenis khalwat (berduaan) dengan nonmuhrim, sedangkan istri mengikut fatwa para ulama lain yang menghalalkan khalwat (dalam kondisi terawasi).

Dalam kasus ini, suami yang bijaksana tidak akan secara mutlak melarang istrinya berkhalwat dengan pria lain. Ia akan berusaha memastikan bahwa khalwat istrinya itu akan berlangsung “aman” (takkan mendekati zina, takkan mengundang fitnah, dan sebagainya).

Sementara itu, istri yang bijaksana tidak akan sebebas-bebasnya berkhalwat dengan pria lain. Meskipun dalam kondisi terawasi, ia melakukannya hanya pada urusan yang sungguh-sungguh penting dan tidak menjadikannya sebagai kebiasaan.

Dalam hal ini kita dapat mengambil pelajaran dari hadits berikut:

Asma binti Abu Bakar r.a. berkata: “Pada suatu hari, aku datang [berjalan] dengan biji kurma di atas kepalaku. Lalu aku bertemu dengan Rasulullah saw. yang diiringi beberapa orang sahabat beliau dari kalangan Anshar. Beliau memanggilku lalu mengucapkan ‘Ikh… ikh…. (ucapan untuk membuat onta menderum).’ Beliau bermaksud memboncengkan aku di belakang beliau. Aku merasa malu berjalan bersama kaum laki-laki, dan aku teringat az-Zubair [suamiku] dan sifat cemburunya. Dia adalah orang yang paling cemburu. Rupanya Rasulullah saw. tahu bahwa aku merasa malu, sehingga beliau berlalu meninggalkanku. Lalu aku datang kepada az-Zubair. Aku berkata, ‘Rasulullah saw. menemuiku, sementara di atas kepalaku ada biji kurma. Dan bersama beliau ada beberapa orang sahabatnya. Beliau menderumkan ontanya untuk aku tunggangi, tetapi aku merasa malu kepada beliau dan aku juga tahu sifat cemburumu.’ Mendengar penuturan Asma itu, az-Zubair berkata, ‘Demi Allah, engkau mengangkat biji kurma di atas kepalamu itu lebih berat bagiku daripada kamu menunggang kendaraan bersama beliau.’”  (HR Bukhari & Muslim)

Nah! Perhatikanlah betapa Asma dan Zubair saling menghargai. Asma memperhatikan sifat cemburu sang suami, sehingga tidak berkhalwat (dalam kondisi terawasi) walaupun sudah dipersilakan oleh Rasulullah saw. Zubair pun merasa kasihan kepada sang istri, sehingga (meskipun merasa cemburu) mengizinkan sang istri berkhalwat (dalam kondisi terawasi) dengan pria lain, berupa berboncengan berduaan dalam satu kendaraan. Sungguh teladan yang indah, bukan?
 

Iklan

8 respons untuk ‘Bagaimana sikap suami-istri bila berbeda pandangan

    infogue said:
    31 Mei 2008 pukul 11:11

    Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com

    Nieta said:
    13 Agustus 2008 pukul 18:58

    Alhamdulilah

    unekunekotak said:
    28 Agustus 2008 pukul 16:50

    sungguh sebenar keindahan keluarga..saling mengisi, pecaya, menghargai dalm satu keyakinan yang benar2 indah..

    […] Masalah perbedaan aliran (dan perbedaan semacamnya) tidak tergolong dalam kriteria siap menikah. Yang tergolong kriteria ialah “Kemampuan penyesuaian [atau saling adaptasi]: Secara umum baik“. Dengan demikian, perbedaan aliran itu bukanlah persoalan besar apabila kalian saling menghargai dan menerima perbedaan tersebut. (Lihat artikel “Bagaimana sikap suami-istri bila berbeda pandangan“.) […]

    […] Masalah perbedaan aliran (dan perbedaan semacamnya) tidak tergolong dalam kriteria siap menikah. Yang tergolong kriteria ialah “Kemampuan penyesuaian [atau saling adaptasi]: Secara umum baik“. Dengan demikian, perbedaan aliran itu bukanlah persoalan besar apabila kalian saling menghargai dan menerima perbedaan tersebut. (Lihat artikel “Bagaimana sikap suami-istri bila berbeda pandangan“.) […]

    starlight21 said:
    12 Mei 2009 pukul 18:44

    alhamdulillah
    sungguh pengetahuan yang berharga

    toharah said:
    18 September 2009 pukul 16:22

    assalamu’alaikum,,, jazaklloh ats cnth diats,,,,nmun ana cnth terblik dr kish ana,,, bgmn yg hrus ana jlni,,, sdgkn ikhwan ne klrg torikot cmpur NW sdg ana ikut kjian salaf… jazakalloh

    toharah said:
    18 September 2009 pukul 16:24

    assalamu’alaikum,,, jazaklloh ats cnth diats,,,,nmun ana cnth terblik dr kish ana,,, bgmn yg hrus ana jlni,,, sdgkn ikhwan ne klrg torikot cmpur NW sdg ana ikut kjian salaf… jazakalloh khairan kastiro,,,

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s