Mengatasi Penyebaran Virus Merah Jambu

Posted on Updated on

Di kampus kami ada suatu trend baru diantara aktifis dakwah, yakni hubungan ikhwan dan akhwat yang melewati batas, masalah ini meresahkan sesama aktifis dakwah lain, bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini ?

Terhadap pertanyaan tersebut, Ridwansyah menjawab:

Metode pendekatan solusi yang dilakukan pada dasarnya ada 5 hal, yakni dengan ;

1. Diskusi rutin ( tidak terjadwal, tapi memiliki alur, untuk menyadarkan tanpa menghakimi )

2. Pembebanan amanah lebih agar ia lebih fokus pada kegiatan ketimbang urusan hatinya dengan lawan jenis

3. Menegaskan regulasi atau tata nilai

4. Mengingatkan melalui mentor yang bersangkutan

5. Membiarkan saja, akan tetapi tetap pastikan ia dalam lingkungan dakwah, selama ia masih dalam lingkungan dakwah ia akan lebih terjaga, dan mendoakan agar suatu hari sadar

Kesemua pendekatan solusi ini sebisa mungkin dilalukan oleh satu orang saja tidak perlu beramai-ramai, jika perlu virus ini tidak disebarluaskan untuk kepentingan menjaga perasaan saudara kita.

Tanggapan saya:

Virus itu tidak terlalu berbahaya apabila (1) dayatahan orangnya kuat dan (2) virusnya dilemahkan, sehingga menjadi vaksin yang justru berguna.

Jadi, kita dapat menerapkan dua macam strategi untuk menanggulangi merebaknya VMJ: (1) memperkuat dayatahan orangnya melalui penyediaan Panduan Pacaran Islami, dan (2) melemahkan virusnya dengan jalan pengawasan yang sebijak-bijaknya, sehingga Panduan Pacaran Islami itu berlaku sebagaimana mestinya.

6 thoughts on “Mengatasi Penyebaran Virus Merah Jambu

    muftialy said:
    10 Januari 2009 pukul 06:56

    Bung Shodiq.. panduan pacaran islami itu ada ya…
    kok rasanya belum pernah dengar ada pacaran Islami

    ihsan said:
    7 Juli 2009 pukul 17:50

    aslmkm akhi. pa mmg bner ada pacaran yg islami? klw gak salah yg ada dalam islam tu adalah pergaulan yg islami, ya termasuk d dalamnya bgaimana adab2 pergaulan pria n wanita yg islami. trmasuk prgaulan dlam hal prsiapan nikah antara seorg pria n wanita, dlam hal taaruf, melihat2 calon, mengkhitbah, dll, dst. ya tertarik dgn lawan jenis itu kan fitrah manusia, krena menikah itu kn sunah rosul jg. tapi ttap hrus ada hijab juga selagi blum ada akad yg mnghalalkan kduanya utk brhubungn n brgaul lebih jauh, spt yg telah d contohkan oleh rosulukah, tp jgan d namakan itu pacaran lah, pa lg smpai d namakan pacaran islami segala. mengenai itu smua udah d atur dalam tuntunan alias adab2 pergaulan antra pria n wanita dalam islam. gk enak klw d bilang tuntunan pcaran yg islami akhi, mendingan tuntunan pergaulan antara pria n wanita pra nikah saja.

    awie said:
    9 Juli 2009 pukul 09:41

    aslmkm akhi, ane bingung neh ngadepin mutarobi yg pacaran mau dunks tips2 yach, biar ga menyinggung dan berkesan di hati
    syukron

      M Shodiq Mustika responded:
      9 Juli 2009 pukul 10:20

      @ awie
      Kita tidak berhak melarang mutarabi melakukan sesuatu yang tidak dilarang oleh Allah dan rasul-Nya. Tidak ada satu pun ayat atau pun hadits yang melarang pacaran. Yang terlarang adalah mendekati zina. Karena itu, yang kita perlukan adalah turut mengawasi mereka supaya mereka tidak mendekati zina dalam pacaran.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s