Dan kepada Allah sajalah aku mohon pertolongan

Posted on Updated on

Sebenarnya dirimu sendirilah [dan bukan Allah] yang memandang baik perbuatan [yang buruk] itu; maka kesabaran yang baik itulah [kesabaranku]. Dan kepada Allah sajalah aku mohon pertolongan terhadap apa yang kalian beritakan.” Demikian pernyataan Nabi Ya’qub a.s. tatkala menghadapi perkataan yang “dibuat-buat” (tanpa bukti) yang menyedihkan beliau. (Lihat QS Yusuf [12]: 18)

Teladan Nabi Ya’qub itu saya lihat sangat tepat untuk nasihat terhadap diri saya sendiri ketika didera masalah fitnah dan gosip di Forum MyQuran.org. Itulah yang segera terlintas di benak saya sewaktu tadi malam membaca dan menanggapi e-mail dari seorang “sesepuh” MyQuran berikut ini. (Saya agak khawatir, jangan-jangan “sesepuh” yang saya hormati itu mempercayai berbagai tudingan negatif terhadap diri saya walau tudingan itu tidak disertai bukti yang kuat selain beberapa kutipan yang diambil secara sepotong-sepotong, lepas dari konteksnya.)

Asssalammualaiku Wr. Wb.

Kalau saya lihat di forumnya sebenarnya hanya dalam bentuk kritik atau protes saja atas buku yang Anda tulis. Hanya saja karena sebagai penulis Anda tidak menanggapi dengan tegas dan langsung jadinya malah timbul kesan menjelek-jelekkan. Originator topik sendiri nampaknya sudah kesal sekali kepada Anda (mungkin komentarnya di situs Anda tidak ditanggapi) dan akhirnya menclok di situs myquran karena kesal tidak ditanggapi.

Ada baiknya, Anda langsung menanggapi pertanyaan teman2 yang ada di forum MyQuran dulu tentang buku Anda itu secara langsung dan lugas (boleh aja di thread baru misalnya klarifikasi).

Disuatu forum diskusi online yang terbuka sebenarnya aturan jelek atau buruk “sangat subyektif” dan sepenuhnya tanggung jawab peserta diskusi masing-masing . Apalagi ini nampaknya diskusi yang dibawa lari dari situs lain ke situs myQuran (Originator oleh Akhina Ifa).

Saya sendiri sudah menghubungi Oryza dan IAF [Vice President dan President MyQuran.org] untuk masalah Anda itu. Namun, saran pribadi saya buat Anda karena Anda terlanjur menjadi seorang penulis buku yang sudah terbit, maka ada baiknya berani berargumentasi dengan baik dengan pihak yang memulai pertanyaan tentang buku Ada itu (boleh melalui posting di MyQuran atau di situs Anda sendiri juga boleh saja).

Tunjukkan kepada mereka bahwa apa yang Anda sudah ditulis di buku tersebut benar adanya dan tidak dibuat-buat, tidak menyesatkan dan tunjukkan kepada mereka juga bagaimana menolak pendapat yang ada dengan argumentasi yang baik.

Sebagai penulis buku, hal ini sekaligus menunjukkan juga kepada masyarakat kalau memang buku yang Anda tulis itu memang dapat dipertanggung jawabkan oleh Anda sendiri. Jangan terlalu sakit hati dengan apa yang diungkapkan orang di forum diskusi dan saran saya tanggapi saja sesuai dengan kapasitas Anda sebagai mubalig dan penulis buku yang handal.

Saran saya itu aja Mas, silahkan dibaca dan teliti dulu thread yang mendiskusikan buku Anda itu, dan jelaskan dengan sejelas-jelasnya supaya tidak mudah salah paham.

Wass.

Terhadap e-mail tersebut, tanggapan saya adalah sebagai berikut:

Asssalamualaikum Wr. Wb.

Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya bahwa Anda telah bersusah-payah memperhatikan kasus ini dan menghubungi Oryza dan IAF untuk itu. Mudah-mudahan dengan begini, kasus ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

Memang benar ada subyektivitas dalam penilaian “baik-buruk”. Namun tentulah ada unsur obyektivitasnya, sehingga perkara “fitnah” (atau “kesan menjelek-jelekkan”) bisa masuk dalam hukum pidana di negara kita.

Supaya lebih obyektif, berikut ini beberapa klarifikasi dari kami yang mungkin perlu diketahui oleh Anda dan para pengurus MyQ.

1) Komentar mereka bukanlah terhadap buku kami, melainkan tulisan kami di blog kami. Di blog itu jugalah kami menanggapinya.

2) Kalau mereka mengatakan bahwa komentar mereka tidak kami tanggapi, maka itu pun merupakan bagian dari fitnah mereka kepada kami. Apabila Anda dan para pengurus MyQ mempercayainya begitu saja, kami menyayangkannya. Sebab, kami yakin bahwa Anda dan para pengurus MyQ pada dasarnya berwatak adil dan berwawasan luas.

3) Pada kenyataannya, komentar mereka sudah kami tanggapi secara lebih dari cukup. Alasan pengistirahatan diskusi antara kami dengan mereka pun sudah kami ungkapkan dengan amat gamblang, baik dalam bentuk komentar di sejumlah postingan yang relevan maupun postingan tersendiri, seperti di Jajak Pendapat–Perlukah Sensor?

4) Kami sudah membaca secermat-secermat-cermatnya tulisan mereka di thread yang menjelek-jelekkan kami. Justru itulah yang mendorong kami untuk melaporkan kasus ini.

Kini, kalau memang forum MyQ itu cenderung “liberal” (karena tulisan di dalamnya “sepenuhnya tanggung jawab peserta diskusi masing-masing”), maka kami akan semakin enggan untuk mengunjunginya. Sebab, kami berpedoman pada AlQuran (khususnya an-Nahl 125) yang mengajarkan bahwa diskusi kita mestinya dilangsungkan dengan cara yang baik.

Catatan Tambahan:
Dulu sebelum MyQuran berganti wajah, setidak-tidaknya ketika saya diajak untuk turut menjadi moderator di forum MyQ, ukhuwah antar anggota tampak sangat terjaga. Kami tidak mengerti mengapa sekarang keadaannya berbeda jauh.

Wassalam

6 thoughts on “Dan kepada Allah sajalah aku mohon pertolongan

    saifullah said:
    1 Agustus 2008 pukul 22:25

    @muhshodiq

    Sebenarnya yang pendusta adalah anda..!

    saya sendiri mengalami bagaimana proses moderasi blog anda. Dan sekarang, komentar dengan nama saya, saifullah, tidak lagi bisa digunakan di blog anda….

    saya adalah salah seorang moderator myQuran, dan mengalami sendiri bahwa anda sebenarnya tidak lebih sebagai seorang opurtunis dan pembelok manusia dari jalan Allah swt.

    Ersis Warmansyah Abbas said:
    4 Agustus 2008 pukul 10:41

    Ya, Allah SWT penguasa dan empunya segal hal.

    […] Agustus 2008 · Tidak ada Komentar Sebelumnya, saya agak pesimis menghadapi kasus ini, Sekarang, alhamdulillah, seorang sesepuh MyQuran telah mengupayakan ikhtiar […]

    abee said:
    26 Maret 2009 pukul 00:11

    assslamualaikum wr.wb.

    pendapat saya…sesama muslim qt saling mengisi kekurangan dan kelebihan manusia.karna allah s.w.t lah yang mempunyai itu semua amin…ya robalalamin…pikiran manusia memang terbatas…dengan bentuk dunia yang tidak kekal ini…mohon maaf sebelumnya…dan terimakasih….

    abee said:
    26 Maret 2009 pukul 00:14

    arrahman dan arrahim allah s.w.t.,mohon maaf atas tulisan pendapat saya yang hina ini…

    Websites tagged "kritik" on Postsaver said:
    28 Maret 2009 pukul 21:32

    […] Concepts of Divine Love : Technorati Search for: uk politics saved by wordcooper2009-03-21 – Dan kepada Allah sajalah aku mohon pertolongan saved by neosigma2009-03-15 – iPhone-Headset und die neuen MacBooks sind ein Team saved by […]

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s