10 Perbedaan Ta’aruf dan Pacaran Islami

Posted on Updated on

Konsep Ta’aruf praNikah ada banyak. Begitu pula konsep Pacaran Islami. Begitu banyak kuantitas konsep-konsep itu, sehingga kita tak bisa secara eksak menyimpulkan perbedaan antara ta’aruf dan pacaran islami. Sekalipun demikian, kita dapat menganalisis perbedaan antara konsep seseorang dan konsep seseorang lainnya. Misalnya antara konsep saya mengenai pacaran islami (yang saya tuangkan di blog Pacaran Sehat ini) dan konsep seorang penulis mengenai taaruf (yang dia tuangkan di buku Taaruf, Keren..! Pacaran, Sorry Men!).

Sebetulnya ada banyak kesamaan antara konsep saya dan konsep dia. Diantaranya, sama-sama berusaha untuk tidak mendekati zina. Sungguhpun demikian, saya lihat ada beberapa perbedaan sebagai berikut.

1) Kapan dimulai?
Taaruf (T): ketika kedua pihak sudah benar-benar siap untuk menikah.
Pacaran Islami (PI): ketika kedua pihak sudah bertekad bulat untuk bersama-sama mempersiapkan pernikahan mereka.

2) Berapa lama?
T: maksimal tiga bulan.
PI: sampai tujuan tercapai, yaitu siap menikah.

3) Bagaimana kehalalan/kebenaran prosesnya?
T: yakin “100% halal”, tanpa memperhitungkan kemungkinan bid’ah (atau penyimpangan dari Jalan Ilahi).
PI: yakin bahwa yang 100% benar ialah Allah Sang Mahabenar, sehingga memohon supaya Dia senantiasa menunjukkan Jalan-Nya yang lurus.

4) Bagaimana metode komunikasinya?
T: mengharuskan adanya perantara atau moderator, melarang komunikasi langsung antara kedua pihak.
PI: menganjurkan adanya perantara atau “agen cinta” disamping membolehkan komunikasi langsung antara kedua pihak.

5) Bagaimana metode pemerolehan informasinya?
T: mengharuskan bertanya tentang segala hal yang ingin diketahui tentang sang calon pasangan hidup.
PI: menganjurkan untuk menjadi “pendengar yang baik” terhadap segala yang diungkapkan oleh sang calon pasangan hidup.

6) Apa kriteria kesuksesannya untuk berlanjut ke pernikahan?
T: menetapkan kriteria-kriteria yang agak berat, sehingga cenderung sulit dipenuhi oleh orang awam, seperti “sudah menghapal dan memahami arti dari keseluruhan Al Quran surat Annisa”
PI: menganjurkan pemenuhan sebagian besar kriteria-kriteria yang agak ringan, sehingga cenderung mudah dipenuhi oleh orang awam, seperti diuraikan dalam halaman Siap Menikah.

7) Bagaimana komunikasi dengan keluarga si dia?
T: melarang calon istri untuk mendatangi keluarga calon suami, tetapi membolehkan calon suami untuk mendatangi keluarga calon istri.
PI: membolehkan calon istri untuk mendatangi keluarga calon suami, disamping membolehkan calon suami untuk mendatangi keluarga calon istri.

8) Bagaimana memperkenalkan calon istri kepada keluarga calon suami?
T: calon suami cukup membawa foto keluarga besar calon istri dan menceritakan secara lengkap tentang keadaan dan kondisi keluarga calon istri.
PI: calon suami dan calon istri sebaiknya memfasilitasi terjalinnya hubungan silaturrahim antara keluarga kedua pihak dengan berbagai cara yang makruf, baik melalui media maupun tatapmuka langsung.

9) Bagaimana supaya lebih dikenal oleh si dia?
T: mengharuskan adanya biodata yang disertai foto untuk disampaikan kepada si dia.
PI: menganjurkan adanya interaksi dengan berbagai cara yang makruf, baik melalui media maupun tatapmuka langsung.

10) Bagaimana hubungan kedua pihak bila merasa tidak mantap untuk berlanjut ke proses berikutnya?
T: kalau tidak mantap, ya di-cut (diputus) hubungannya.
PI: kalau memang benar-benar tidak mantap, boleh putus hubungan asmara, tetapi sebaiknya tetap menjalin hubungan persahabatan dalam rangka memelihara tali silaturrahim.

Artikel terkait:
1) Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!
2) Pembatasan Masa Taaruf (yang Bid’ah dan yang Bukan Bid’ah)
3) Curhat: Pilih pacaran atau taaruf?

Wallaahu a’lam.

29 thoughts on “10 Perbedaan Ta’aruf dan Pacaran Islami

    arh.. said:
    6 September 2008 pukul 15:07

    hah.. jatuh hati ama yg bukan muhrim aja udh di bilang ZINA HATI..
    gak mungkin lah ada yg namanya pacaran islami..
    parah..
    nih blog bener2 blog sesat..

    M Shodiq Mustika responded:
    6 September 2008 pukul 15:57

    @ Arh..

    Jatuh hati ama yg bukan muhrim itu BUKAN zina hati. Lihat
    Pengertian zina-hati dan mendekati-zina lainnya.

    Sejumlah ulama, seperti Ibnu Hazm, Ibnu Qayyim, dan Abu Syuqqah menerima keberadaan pacaran dalam Islam. (Lihat Panduan Pacaran.) Apakah mereka itu juga kau golongkan sesat?

    Sementara itu, Muhammadiyah juga menerima keberadaan pacaran dalam Islam. (Lihat Pacaran ala Muhammadiyah.) Apakah menurutmu, ormas Islam ini juga sesat?

    Unknown ID said:
    8 September 2008 pukul 04:51

    Waduh bang Arh… qt manusia biasa yg dikaruniai perasaan ma ALLAH… Cinta merupakan karunia dari ALLAH… tp bukane gmna y pak pnulis… klo aq pribadi… klo suka ma org ckp diungkapin ja.. gk ush gmn2 ntar klo jodoh jga gk kmn… aq gk tau bnyak tntang islam… tpi aq tau ISLAM mengajarkan cara qt berteman dengan lawan jenis..

    iis said:
    8 September 2008 pukul 12:11

    kalo jth cinta ma bkn muhrim dikatakan Zina hati, gmn dengan sebuah hadis aq ga begitu inget diriwayatkan sapa. tp klo ga slh distu dinyatakan spy mengungkapkan isi hati; slh sorang sahabat bilang pd rosulullah klo dia sdg mencintai seseorang, kmudian Rosulullah menyarankan agar mengungkapkan pada wanita itu.

    gimana tuh bang Arh??

    […] 10 Perbedaan Ta’aruf dan Pacaran Islami […]

    ari said:
    18 September 2008 pukul 14:03

    subhanallahhh….
    kenapa harus ada pacaran islami,hal itu hanya akan membuat orang lain terus berpacaran dengan topeng islam padahal ia telah melakukan zina hati,bohong jika orang pacaran tidak melakukan zina hati…
    saya lebih setuju dengan ta’aruf daripada pacaran islami…
    pacaran sudah terlalu dekat dengan pasangan namun ta’aru belum, , ,
    mendekati zina saja tidak boleh,karena mata dan telinga kita ini juga adalah alat zina,jika sudah saling bertemu dan bertatap muka maka sudah dikatakan zina,meskipun zina kecil..

    untuk iis…
    rasulullah tidak mungkin menyuruh sahabatnya langsung mengungkapkan hal itu kepada wanita tersebut…
    tapi tentu ada prosedur dan caranya,,,yaitu ta’aruf,,,
    janganlah kita menilai suatu hadist dengan langsung menerimanya tanpa ditanya dan diteliti makana itu,padahal kita tidak mengerti dan belum tahu benar makna ucapan Rasulullah tersebut..salah berpikir maka itu akan berpengaruh besar buat diri kita….
    wallahu’alam….
    semoga Allah membuka hati kita,,,
    mengapa orang harus memperjuangkan PACARAN?kenapa????

    unknown id…
    kita memang diciptakan dengan cinta, dengan cinta ini sebenranya dunia kita aman dan tentram…
    tapi untuk masaalah cinta kepada lawan jenis itu boleh,dan sangat boleh…tetapi perlu di ingat dalam islam ada aturan dan Allah telah mengaturnya…kita semua sudah ditetapkan jodoh oleh Allah AWT..jadi jaganlah takut kalo tidak dapat pasangan hidup…
    kalau memang kita suka dengan wanita itu lakukanlah ta’aruf supaya menhindarkan fitnah….karena dengan itu kita akan menyelamatkandiri kita dan orang lain,karena fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan…
    SUBHANALLAH….

    percayakah kalian dengan kata2 Allah…
    bahwa setiap hambanya sudah diciptakan berpasang-pasangan…
    dan Allah juga mengatakan bahwa jodoh kita itu akan kita dapat seperti diri kita,maksudnya sifat pasangan kita akan sama dengan diri kita,,,jika kita penjahat maka pasangan kita juga penjahat,,jika kita alim maka pasangan kita juga alim…
    janganlah kalian mempermasalahkan tentang jodoh,,,kalian pasti kan memilikinya,,,tapi bagaimana anda menyikapinya…dengan akal kah,imankah???atau akal dan imankah?????

      Akhi_Cool said:
      20 Maret 2009 pukul 09:25

      Hmmm… tapi, apa yang iis katakan bener… lebih jelasnya…
      saat itu ada seseorang bertanya kepada rasul tentang apa yang harus ia lakukan terhadap akhwat yang dicintainya… dan rasululullah menyuruhnya untuk menyatakan perasaannya tersebut dan menjawab “bahwa dia cinta orang itu karena Allah” apabila akhwat itu bertanya “Apa yang membuat kamu cinta padaku”

      Afwan ya.. kalo salah…:)

    Unknown ID said:
    20 September 2008 pukul 05:31

    Ari…
    tolong dibaca baik2 comment q diatas… makasih…

    Muda Bentara said:
    22 September 2008 pukul 11:58

    Klo saya lebih setuju kalau langsung nikah aja …

    M Shodiq Mustika responded:
    28 September 2008 pukul 08:37

    @ Unknown ID
    Ya, “ISLAM mengajarkan cara qt berteman dengan lawan jenis..” Lebih dari itu, Islam juga mengajarkan cara mencari jodoh. Lihat konsep mencari jodoh secara islami

    @ Ari
    1) Mengapa Anda menuduh “bohong jika orang pacaran tidak melakukan zina hati”? Ingatlah bahwa menuduh tanpa bukti itu sama saja dengan fitnah! Mengenai pengertian “zina hati”, lihat Pengertian zina-hati dan mendekati-zina lainnya
    2) Apakah untuk pernikahan pranikah, Islam mengajarkan taaruf? TIDAK. Yang diajarkan adalah tanazhur. Lihat Taaruf: Sebuah istilah yang asal keren?
    3) Alasan islamisasi pacaran ini sudah kami terangkan di halaman Ayo Pacaran

    @ Muda Bentara
    Ya, kita boleh langsung nikah. Tidak ada larangan untuk langsung menikah saja. Namun menurut sunnah Nabi, sebelum nikah itu sebaiknya tanazhur lebih dulu. Lihat Taaruf: Sebuah istilah yang asal keren?

    Yang prihatin said:
    3 Oktober 2008 pukul 16:23

    PACARAN ISLAMI???
    AFI.. MENGAPA HARUS SUSAH2 BIKIN KONSEP PACARAN ISLAMI YANG JELAS2 INI BISA JADI AJANG PROVOKASI PERPECAHAN KITA

    KALO MEMANG ANTUM MASIH PERCAYA ALLAH MAHA KUASA.. CUKUPLAH ALLAH MENJAMIN WANITA YANG BAIK TUK LAKI2 YANG BAIK DAN SEBALIKNYA..

    INGAT!… MULAILAH DENGAN YANG BAIK KALO MMG INGINKAN YANG BAIK.

    BAIK CARANYA (GAK BIKIN KONTRAVERSI GINI), BAIK TUJUANNYA, BAIK PENYAMPAINNYA. EN DAHULUKAN IMAN KEMUDIAN BARU AKAL. WHY.. KARENA KLO MENDAHULUKAN AKAL DULU, LOGIKA (TERBALIK) SEDEKAH GAK AKAN ENTE TERIMA (MASAK NGASIH 1 DAPET 10 SIH)

    DI ISLAM ITU HANYA ADA BENAR DAN SALAH, HITAM DAN PUTIH.. GAK TENGAH2 ATAU ABU2 SEPERTI INI!

    BUAT YANG PUNYA BLOG INI… SMOGA ALLAH SWT SEGERA MEMBUKA PINTU HANTINYA, MENUNJUKKAN YANG BENAR ITU BENAR.AMIIN

    WALLAHU’ALAM BISHAWAB

    dajal007 said:
    9 Oktober 2008 pukul 19:45

    hm… sebegitu antipatinya kah dengan sebuah kata “pacaran”?
    mungkin akan banyak juga yang bakalan antipati dengan kata “dajal”😀

    @kang shodiq
    maaf kalo OOT😀
    lam kangen😀
    aku cinta padamu…. (beneran lho…, ada yang mikir aneh2 ga ya… :D)

    bimo said:
    10 Oktober 2008 pukul 23:11

    @dajal007

    jangan ngerusak perdebatan dunk… lagi seru-serunya ni

    bimo said:
    10 Oktober 2008 pukul 23:13

    wah klo pada bertengkar kayak gini malah bikin runyam… mending jalani hidup ini dengan baik. itu aja udah cukup. make it simple

    wahyu said:
    14 Oktober 2008 pukul 07:59

    wah, wah… tampaknya sampe hari kiamat para penyeru syahwat tanpa batas akan selalu berupaya masuk lewat jalan terhalus sekalipun, seperti blog ini…
    dan yang paling parah adalah ketika seseorang itu salah, dan dia tidak merasa salah sama sekali, bahkan dialah yang merasa “paling benar”, dan itu kerugian yang nyata. lihat saja penukilan dan penafsiran “semau gue” yang dibawakannya dengan menisbatkan kepada seorang ulama yang terhormat (contoh: abu syuqqah)
    motivasi apa dibalik blog2 pacaran-nya shodiq mustika ini ya? pendukungnya juga makin banyak pula. terutama mereka yang ingin mendapat pembenaran saat melakukan maksiyat kepada Allah. atau mereka yang sedang mabuk kepayang, tapi masih takut akhirnya mendapat tempat berlabuh yang cocok untuk meneruskan langkahnya… semoga Allah menampakkan yang benar itu benar dan yang bathil itu bathil kepada kita semua…. silahkan dimoderasi saja, m shodiq. itu adalah cara mudah membangun opini publik tanpa capek-capek berdiskusi dengan dampak yang luas, karena orang yang masuk di blog ini semakin mendapat pembenaran dengan banyaknya pendukung tulisa-tulisan shodiq mustika yang aneh…

    ami said:
    14 Oktober 2008 pukul 16:29

    Masyaallah…
    apa sih sebenernya maksud mas shoddiq bikin blog kaya gini?

    buat yg masih ragu dan cari pembenaran mengenai pacaran, sok dicari di Al-Qur’an,
    surat dan ayat berapa yg menganjurkan umat muslim berpacaran dalam hal mencari jodoh?

    setelah saya baca konsep pacaran islaminya mas shoddiq,
    kayanya lebih banyak gak jelasnya dan gak pasti endingnya,
    iya klo orang yg sedang berinteraksi melalui pacaran islami ini beneran pasangan hidup kita?

    kalo bukan?
    kesia-siaan lah yg kita dapat,
    dan akan muncul perasaan atau cap “mantan”
    dalam hati.
    belum lagi beban emosional yang harus ditanggung,
    apalagi dengan tidak adanya anjuran batas waktu,
    semakin lama keterikatan kita dgn seseorang,
    semakin besar beban emosional yang ditanggung

    jika ta’aruf gagal,
    lantas apakah hubungan tali silaturahim putus begitu saja?
    naudzubillah…
    Islam melarang umatnya untuk memutus tali silaturahim,
    jika memang demikian,
    dalam ta’aruf kedua belah pihak insyaallah dapat menerima ketidakberlanjutan proses ini
    dgn cara dan penyikapan yg baik,
    dan lebih jelas bagi keduanya, bahwa hubungan yg terjadi kemudian tidak lagi bertujuan ke pernikahan
    lebih fair bukan?

    Mas shoddiq memunculkan kesan yg berat dan sulit pada proses ta’aruf.
    yang perlu diingat, pernikahan memang bukanlah hal yg mudah,
    ia mengandung konsekuensi dan tanggung jawab yang besar,
    sehingga proses menujunya pun harus dipersiapkan dengan serius.

    Wallahualam bishawwab

    Kaezzar said:
    15 Oktober 2008 pukul 09:26

    @Ami

    Kayanya anda menilai dengan berat sebelah deh…
    Saya si ga peduli dengan istilah pacaran, taaruf jodohan whatever
    Yang penting ga melanggar syariat…

    >>>buat yg masih ragu dan cari pembenaran mengenai pacaran, sok dicari di Al-Qur’an,
    surat dan ayat berapa yg menganjurkan umat muslim berpacaran dalam hal mencari jodoh?>>>

    Then, di Quran pun sampai saat ini saya belom menemukan kalo mau mencari jodoh diharuskan lewat taaruf, perjodohan or apapun…coba kita teliti lagi…bener ga🙂

    >>>jika ta’aruf gagal,
    lantas apakah hubungan tali silaturahim putus begitu saja?
    naudzubillah…
    Islam melarang umatnya untuk memutus tali silaturahim,
    jika memang demikian,
    dalam ta’aruf kedua belah pihak insyaallah dapat menerima ketidakberlanjutan proses ini>>>

    Jika taaruf gagal, anda langsung menjudge bahwa tali silaturahmi tidak putus, sementara jika pacaran…maka setelah gagal langsung putus silaturahmi…

    Buat saya, itu bukan hal yg objektif
    Yang sakit hati dan putus silaturahmi gara2 taaruf juga ada ko…siapa blg sakit hati+putus silaturahmi cuma milik pacaran
    Mo sakit hati ataw ga…
    Mo putus silaturahmi ataw ga…
    Ga ada hubungannya ma taaruf or pacaran, tapi tergantung dari kedewasaan sikap kedua orang pelakunya…
    Bener ga…🙂

    Wassalam

    Lex dePraxis said:
    13 November 2008 pukul 19:19

    Salah seorang sahabat kami baru saja menulis sesuatu tentang Taaruf dan Pacaran, silakan di cek.

    nazif said:
    20 Februari 2009 pukul 18:10

    Nabi Muhammad SAW tak pernah bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrimnya. jadi jangan mengada-ngada saudara buat artikel. tak ada yang namanya pacaran islami. yang ada ta’aruf, khitbah, nikah dan walimah. itulah syariat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. jangan membuat kerusakan terhadap ajaran islam. sebaiknya anda tutup blog anda ini sebelum saya tuntut anda secara perdata dan saya minta saudara meminta maaf kepada semua kaum muslimin diseluruh dunia. saya beri waktu 2X24 jam.

    Umm Khalifa said:
    10 Maret 2009 pukul 15:26

    Udah jelas2 wa laa taqrobuzzina, Innahu kaana faahisyataw wa saa-a sabiilaa.. Pacaran dimana2 mau ga mau ya pasti ada keterlibatan ‘fisik’ [meskipun cuma telpon/SMS/sejenisnya, tapi semua media itu bisa menimbulkan syahwat kalo dipake sama yang lagi berdemenan] Jadi jelas banget kan: MENDEKATI ZINA aja udah kaga boleh Pak,apalagi menindaklanjuti dengan melabelkan pacaran dgn nama2 lain yang SEOLAH2 ISLAMI.. Masya Allah.. Istighfar Pak.. Semoga ngga bikin kekecohan di antara umat..

      INZ said:
      16 Juli 2009 pukul 12:25

      @ nazif n Umm Khalifa,, Masya ALLAH ente berdua sebelum beri komentar pa ente sudah merasa benar??ga sah munafik dah..
      baca dolo artikelnya baek2, cermati, pelajari, n yg terpenting POSITIF THINKING…

    M Shodiq Mustika responded:
    10 Maret 2009 pukul 16:15

    @ nazif
    Penyelesaian secara hukum negara itu bagus, jauh lebih bagus daripada main hakim sendiri. Nah, sekarang waktunya sudah lebih dari 2×24 jam. Apakah kau membatalkan tuntutan perdata terhadap diriku? Syukurlah kalau begitu. Sebab, tidak ada satu pun pasal-pasal dalam Undang-Undang Hukum Perdata yang aku langgar.

    @ Umm Khalifa & nazif
    Apakah kalian berkomentar tanpa membaca isi artikel di atas beserta link-link terkaitnya?

    Akhi_Cool said:
    20 Maret 2009 pukul 09:29

    Hmmm… menarik… tiba2 terjadi konflik di blog pa ustadz yang saya baca saat ini…
    Mmm…
    Semoga apa yang dilakukan kita semua adalah yang terbaik…
    “amin”

    wiki said:
    2 April 2009 pukul 11:52

    wah menarik sekali..diskusinya,..di salah satu group dalam FB juga sama… kayak gini..pro-kontra….

    MUngkin begini maksudnya pacaran islami tu yah sebenranya untuk menjembatani saja dari budaya yang benar2 haram ke yang lebih baik. Kita tahu sendirilah Budaya yang dianut remaja sekarang. Mungkin maksud penulis ingin merubah budaya tersebut secara halus, bukan asal ini, haram..itu haram.tanpa pandang bulu tanpa melihat kenyataan sosial. Bukankah membenturkan barang dengan keras malah jadinya pecah. Mari kita ingat juga bagaimana wali songo memasukan unsur islam ke dalam kepercayaan bangsa ini dulunya. ungkin tanpa metode yang diterapkan wali songo Islam tak seperti sekarang atau malah sudah habis dari dulu. Kita pahami juga bagaimana proses pengharaman Khomr, nikah mut’ah. Bukankah Rasul tidak langsung mengahramkannya. Ada proses yang harus dilalui, apalagi menyangkut merubah budaya.

    wallahu A’lam bi showab..

    lingga88 said:
    12 April 2009 pukul 12:47

    saya yakin tujuan anda mengemukakan topik ini adalah lillahi ta’ala..
    tapi di jaman sekarang ini mampukah anda untuk terus istiqomah dan berdakwah bil hikmah wal mau ‘izotil hasanah ?

    Denaya Lesa said:
    5 Mei 2009 pukul 09:20

    Pacaran cara Islami?. Denaya Lesa siy belum kepikiran karena masih belia. Tapi menurut Pak Rohedi papanya Denaya niy, pacaran cara islami itu selain diawali say hello Assalamu’alaikum juga jangan lupa sampaikan salam pi(Phi) buat si do’i, kayak yang diposting dialamat ini niy….

    http://eqworld.ipmnet.ru/forum/viewtopic.php?f=2&t=157.

    Oh, ya jangan lupa salam hormat selalu buat ortu pi(phi) yang ada dialamat Denaya Lesa yach……

    dhita said:
    20 Juni 2009 pukul 13:17

    bpk M. Musodiq Mustika
    sy brumur 21,smasa dl sy sdh srng brpcaran dan brganti2 pacar yg brbeda…
    sy prnh mmpunyai rasa trauma dgn masa pcaran sy wktu dl,hngga skrg stiap sy mmpunyai pcar sy sllu bathin..sy mrsa ap slah sy shgga sy sllu dbuat skit hti oleh lelaki,krn klrga mrsa sy tdk prnh bnar mndptkan pcar mka slh stu klrga sy mngenalkan sy kpd rekanny..awalny bru prkrnlan lwt tlpon,stlah qt brtemu drumah tante sy..qta brkenalan sngt akrab slyakny sprti kaka-adik yg sdh lama slg knal pdhl qta bru ktemuan 1 hari,qta maen bareng slg crita bnyk hal..stlh it trnyata cwo in mngajak ta’aruf..????
    sy bgng,ap it ta’aruf..???stlh sy cb cri tau ap it ta’aruf,trnyata brat skali utk cb mmahami aplgi mnjalaniX..gmna sbaiknya sy mnghadapi ini..??smntara sy hny seorang prempuan bysa yg tdk bgitu mngenal jauh agama,sy malu utk cb mnjlniny krn sy tkt lelaki it tdk mau mnerima sy ap adany..tp sy sgt nyman dgn lelaki in dy pun sblikny,dy blg dy nyman knal dgn sy..gmna donk pak..???

    Pramudya Rinaldi said:
    9 Mei 2015 pukul 22:02

    Assalamualaikum wr wb. Untuk bapak pemilik blog ini tolong anda pelajari lebih lanjut dulu jangan anda langsung tulis, ini bisa membuat perpecahan umat muslim dan saya tegaskan yang anda tulis ini jelas salah.
    Wassalam wr wb

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s