Kriteria masuk surga

Posted on Updated on

Apa yang membuat pendeta di postingan ini bisa bersumpah demi Allah. Seorang Kristen tidak boleh memakai nama Tuhan dengan sembarangan apalagi bersumpah. Apa kriteria manusia bisa masuk surga menurut Anda? Dengan mengamalkan roti seperti dalam cerita ini? Apa yang membuat orang ini bisa diterima di kehidupan kekal? Anda pintar sekali mengarang cerita. Anda buat cerita tentang seseorang yang tidak pernah berbuat dosa, at least cuma beberapa kali. Toh juga ga ada yang bisa seperti itu. Manusia bahkan tidak menyadari seberapa jauh dia telah berdosa, meskipun manusia tidak menyadarinya. Manusia akan selalu berdosa, seberapa intens pun dia berbuat baik. Bukan amal baik yang menyelamatkan manusia. Tapi pengakuan akan ketidakberdayaan diri. Jadi maksud Anda penjahat-penjahat tidak akan masuk surga. Anda tidak bisa menebak Allah. Jangan pernah menghakimi orang jahat. Kalau menurut Anda masuk surga bisa dengan cara dari cerita di atas tersebut, Anda harusnya cuma sholat, makan, dan tidur. Jangan2 kalau anda melakukan kegiatan lain, anda telah berbuat dosa.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Anda salah paham. Kesalahpahaman ini terjadi mungkin karena Anda membaca cerita di postingan Berkat Sedekah Sepotong Roti, lalu mengambil kesimpulan sendiri tanpa menyimak keterangan saya di bawah cerita tersebut pada postingan itu sendiri.

Anda berkata, “Anda pintar sekali mengarang cerita.” Padahal, saya TIDAK mengarang cerita tersebut. Di bawah cerita tersebut sudah langsung saya cantumkan keterangan:

Demikianlah kisah dan wasiat yang dituturkan oleh Abu Musa al-Asy’ari r.a. menjelang wafatnya. Sumber cerita: Ibnu Jauzi, Shifatush Shafwah, I/560-561.

Anda menyangka, “Kalau menurut Anda masuk surga bisa dengan cara dari cerita di atas tersebut, Anda harusnya cuma sholat, makan, dan tidur.” Persangkaan Anda ini bertolak-belakang dengan keterangan saya di akhir postingan tersebut:

… Jangan pula terlalu mengandalkan amal yang kita pandang besar, karena barangkali justru bernilai kecil dalam pandangan Allah.

Menurut Anda, “Bukan amal baik yang menyelamatkan manusia. Tapi pengakuan akan ketidakberdayaan diri.” Namun menurut firman Allah, kriteria masuk surga bukan begitu. Kriterianya adalah beriman dan beramal baik. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal baik … di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.” (QS Yunus [10]: 9)

Anda mengatakan, “Anda tidak bisa menebak Allah.” Ya, benar begitu. Karena itulah saya tidak menebak-nebak kriteria untuk masuk surga. Kriteria itu kita dapatkan dari penjelasan Allah sendiri yang menyebutkannya dalam firman-Nya seperti pada ayat di atas dan sejumlah ayat lainnya.

Anda mengatakan, “Manusia akan selalu berdosa, seberapa intens pun dia berbuat baik.” Memang demikian. Kelak akan ditimbang, mana yang lebih berat antara dosa kita dan amal baik kita. Pada akhir cerita yang kita bicarakan ini pun sudah disebutkan:

Amal ibadahnya selama tujuhpuluh tahun kalah berat terhadap timbangan dosanya yang dilakukan tujuh hari tujuh malam. Adapun pahala yang didapat karena memberikan sepotong roti itu ternyata lebih berat daripada timbangan dosanya yang dilakukan tujuh hari tujuh malam itu.

Timbangan amal baik sebagai kriteria untuk masuk surga seperti itu tak jarang disebutkan dalam firman Tuhan. Di antaranya: “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika [amalnya] itu hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami mendatangkan [pahala]-nya. Dan cukuplah Kami menjadi Penghitung [amal].” (QS al-Anbiya’ [21]: 47)

Oh ya, Anda mengatakan, “Seorang Kristen tidak boleh memakai nama Tuhan dengan sembarangan apalagi bersumpah.” Ya, orang Islam pun begitu. Namun dalam cerita yang kita bicarakan ini, sang pendeta menyebut nama Tuhan TIDAK secara sembarangan. Begitu pula sumpahnya. Ia melakukannya karena berada dalam keadaan terancam fitnah. Dalam keadaan darurat seperti ini, mengucap sumpah dengan menyebut nama Tuhan tidaklah salah.

Demikianlah penjelasan saya. Semoga Anda tidak lagi salah-paham. Aamiin.

7 thoughts on “Kriteria masuk surga

    Andy MSE said:
    21 September 2008 pukul 03:14

    Waduh… jadi deg-degan, masih jauh dari kriteria, makasih ya sudah mengingatkan…

    erander said:
    21 September 2008 pukul 12:37

    Pak .. kalo ga salah, ada kisah tentang seorang pelacur yang memberi minum pada seekor anjing .. apa kira² kisah tersebut sama dengan tukang roti tersebut?

    Maaf ya pak .. saya sudah lamaaaaaa banget ga blogwalking dan target yang bapak berikan kepada saya belum dapat saya rampungkan. Mohon maaf.

    rivafauziah said:
    28 September 2008 pukul 23:00

    ‡ñdåh måñµ$îå kå®èñå åkhlåk, ‡ñdåh bµlåñ kå®èñå ¢åhåýå, ‡ñdåh Þè®$åhåbå†åñ kå®èñå

    kèjµjµ®åñ, ‡ñdåh ¢îñ†å kå®èñå kå$îh $åýåñg dåñ ‡ñdåhñýå ‡ÐÚ£ F‡TR‡ $ålîñg bè®mååƒåñ.

    Tåqºbålållåhµ Mîññå Wå Mîñkµm, $hîýåmåñå wå $hîýåmåkµm

    Ðèñgåñ $ègålå kè®èñdåhåñ hå†î, Rîvå Fåµzîåh bè$讆å Kèlµå®gå mèmºhºñ mååƒ låhî® dåñ

    bå†îñ µñ†µk $ègålå Kèkhîlåƒåñ & Kè$ålåhåñ, µñ†µk £î$åñ ¥åñg Tåk Tè®jågå, Hå†î ýåñg

    Tè®åbåîkåñ, §îkåÞ ¥åñg ¶è®ñåh Mèñýåkî†kåñ. §Ê£ÁMÁT ‡ÐÚ£ F‡TR‡ 1 §ýåwål 14²9 H

    §µk$è$ $èlålµ dåñ $ålåm då®î ߣØGGÊR Çîåñjµ®

    sandy said:
    11 Oktober 2008 pukul 08:21

    Subahanallah…anda begitu bijaksana dalam menanggapi, tanpa ada unsur subyektivitas. semua punya dasar yang jelas dan bisa dipertangungjawabkan..
    Jazakallah Khairon….

    Gerry Reynaldi said:
    22 Juni 2009 pukul 23:25

    “Flame” dalam Thread atau dalam ‘Blog’ memang sering terjadi..

    Itu disebabkan karena perbedaan sudut pandang/persepsi dari apa yg telah dibaca/disampaikan oleh penulis.

    Hati-hati Untuk orang2 yg sering ‘beranggapan’ sendiri atau menarik Konklusi sendiri tanpa di sadari adanya penjelasan2 lain yg belum diketahui oleh anda.

    Jangan Mudah mengambil kesimpulan Negatif dari apa yg anda baca,karena di dalam kisah2 teladan seperti ini, banyak pesan2 moril yg tersembunyi,yg tidak dapat di Nilai dari Sudut Pandang Suatu Individu Tertentu.

    Lebih Baik kita memahaminya dengan bijaksana dan cermati dari 2 Sudut pandang yg Berbeda..

    Muhamad Faris said:
    1 November 2010 pukul 19:50

    berarti, percuma dong kita rajin solat…?
    Tapi ngga pernah beramal….

      hasirama said:
      15 November 2016 pukul 12:07

      tidak ada yang percuma, itu termasuk Kebaikan karena solat juga termasuk Amal Ibadah!

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s