Berfilsafat melalui lagu dan karya sastra

Posted on Updated on

saya cukup tertarik dengan filsafat. walaupun tidak begitu faham secara mendalam. by the way pernah dengar band rock progresif ” Dream Theater”?, tuh liriknya bertemakan filosofi gitu. musik rock/metal tapi memiliki nuansa keindahan. mungkin karena pengaruh liriknya yang berusaha mereka sesuaikan.
Saya cuma pengen tau. filsafat cinta ada gak? klo ada jelasin donk. atw kalo ada bukunya kasih infonya .kalau sastra milik kahlil gibran itu apakah mengandung unsur filosofi?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Ya, tidak sedikit musisi internasional yang berfilsafat melalui musik/lagu. Sejumlah musisi Indonesia juga mampu berfilsafat lewat lagu, seperti Ahmad Dhani, Melly, Iwan Fals, dll. Namun kemampuan mereka ini kurang tersalur karena industri musik Indonesia kini mengikuti selera pasar yang cenderung kurang menyukai lagu-lagu berbobot.

Akhir-akhir ini, sejalan dengan pertambahan usia, aku kurang mengikuti perkembangan musik. Aku tak hafal kelompok musik mana saja yang berfilsafat melalui lagunya.

Pertanyaanmu itu mengingatkanku untuk kembali mengikuti perkembangan musik. Bukan demi kenikmatan, melainkan demi pendalaman kehidupan. Terima kasih bahwa dirimu telah mengingatkan diriku akan hal ini.

Oh ya, filsafat cinta itu tentu saja ada, bahkan tergolong tema yang paling dibicarakan oleh para ahli filsafat. Buku-bukunya pun banyak. Dari sejumlah buku filsafat cinta yang pernah kubaca, yang paling bagus menurutku adalah karya Erich Fromm, The Art of Loving, dan karya M. Scott Peck, The Road Less Traveled.

Kahlil Gibran? Ia pun berfilsafat melalui karya sastranya. Namun tentu saja kualitas kefilsafatannya masih berada di bawah Erich Fromm dan ahli-ahli filsafat lainnya. Untuk memancing gairah menekuni filsafat cinta, bolehlah kita “melirik” karya Gibran. Tapi untuk benar-benar mendalami filsafat cinta, karya Erich Fromm-lah yang merupakan “bacaan wajib”.

Menurut pandangan pribadiku, karya Gibran merupakan “bacaan wajib” untuk sastra, tetapi masih kurang filosofis bila dibandingkan dengan karya-karya filsafat “murni” seperti yang sudah kuungkap di atas.

4 thoughts on “Berfilsafat melalui lagu dan karya sastra

    Fathy Farhat khan said:
    21 November 2008 pukul 07:46

    Subhanallah….
    Allah itu indah dan mencintai keindahan….
    yups, berfilsafat tuk pendalaman akan makna kehidupan…..
    thaks ustadz atas pencerahannya…

    M Shodiq Mustika responded:
    1 Desember 2008 pukul 14:30

    @ Fathy Farhat Khan
    You’re welcome

    bima said:
    29 Maret 2009 pukul 15:08

    pak, hukum musik itu bagaimana sih?

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s