Konsultasi: Rumahtangga Tanpa Cinta

Posted on Updated on

Ada hal yg sangat mengganggu saya akhir2 ini. Setelah 4 thn menjalani pernikahan, saya berhasil mengakhirinya karena saya tau saya sudah berbuat kesalahan. Kami sama2 salah mendefinisikan arti cinta.ternyata kami tidak saling mencintai, kami saling mengasihani. Dia sangat menganiaya saya.walaupun sudah saya maafkan, saya sudah tidak bisa lagi menerimanya.saya takut berbuat dosa bila terus saya pertahankan.rumah tangga kami sangat rapuh hingga tak dpt dipertahankan lagi. Dia masih kafir, mungkin tuk slamanya. Sementara saya sudah bertobat.

Lalu saya baru menyadari arti cinta yg sesungguhnya.penghargaan yg setinggi-tingginya. Sudah terlambat. Ketika 5 thn yg lalu ada seseorang yg mencintai saya dlm arti bisa menerima saya apa adanya. Namun waktu itu kami berbeda keyakinan, saya membencinya karena Allah.

Ntah mengapa saya yakin kalau dia juga mencintai saya, masih. Dia juga menikahi wanita yg salah. Dulu saya sangat tidak peduli dgn keadaan sekitar, namun setelah saya belajar curiga, saya baru mengerti apapun yg dia lakukan adalah karena saya. Saya tidak mendoakan kehancuran rumah tangganya.tapi bila saya amati sampai kapan wanita itu bisa bertahan dgn pernikahan yg didalamnya hanya ada cinta yg bertepuk seblah tangan. Saya kasihani wanita itu.semoga dia bertemu dgn laki2 yg bisa mencintainya.

Kini saya mulai merindukan laki2 itu. wallahua’lam, hanya allah yg tau apa kami kan dipertemukannya lagi. Namun di hati saya saya yakin hanya dia laki2 tuk saya. Ampuni aku ya allah jika aku merindukannya. Apa yg harus saya lakukan? Saya sudah kembalikan semuanya kepada allah. Saya tawakkal.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Pertama, aku ucapkan selamat atas keberhasilanmu dalam mengatasi krisis. Kalau dulu kau mampu, insya’Allah sekarang pun kau mampu. Aku yakin itu.

Selanjutnya, boleh-boleh saja kau merindukan dia dalam hatimu, asalkan sebatas itu saja. Selama dia masih menjadi suami orang, tak perlu kau mengekspresikannya kepadanya, walau hanya sekadar sedikit perhatian. Cuek sajalah.

Baguslah kau tidak mendoakan kehancuran rumahtangganya. Akan lebih bagus lagi bila kau doakan kebahagiaan hidupnya, termasuk kebahagiaannya dalam berumahtangga.

Cinta, termasuk dalam rumah tangga, itu bisa naik dan bisa turun. Tidak tetap. Cinta yang semula mekar bisa saja kemudian layu. Sebaliknya, cinta yang semula tiada, dapat saja kemudian tumbuh subur.

Oleh karena itu, apabila saat ini dia belum mencintai istrinya, doakanlah supaya Allah SWT menanamkan rasa cinta dia kepada istrinya itu. Allah itu Mahakuasa, bukan? Apabila Dia menghendaki, tidaklah sulit baginya untuk membolak-balik hati siapa pun, termasuk hati si dia.

Dengan mendoakan kebaikan baginya itu, bertambahlah kebaikan bagi dirimu sendiri [pula]. Lalu dengan bertambah baiknya dirimu, akan semakin baiklah jodoh yang disediakan oleh Allah bagi dirimu.

Demikianlah saranku. Semoga Sang Maha Penyayang senantiasa memberkahimu. Aamiin.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s