Aktivis dakwah kecanduan VCD porno & onani haruskah segera nikah?

Posted on Updated on

Saya sangat senang sekali dengan adanya situs ini. Semoga amal usaha ustadz mengelola site ini dibalas kebaikan berlipat oleh Allah SWT.

Saya adalah seorang ikhwan, aktivis dakwah kampus. Mungkin banyak orang menlai saya seorang pria yang baik. Padahal saya punya kebiasaan buruk yaitu nonton VCD porno. Selain itu saya sangat sering melakukan onani. Kebiasaan ini sudah saya lakukan sejak SMA tahun 2001 lalu. Saya tau ini salah, tapi saya tak sanggup untuk menghentikannya.

Belakangan ini hasrat seksual itu itu sering meluap-luap. Saya ingin menyegerakan menikah tapi saya belum wisuda dan belum memiliki penghasilan cukup. Saya pernah coba wacana kepada orangtua. Mereka tidak setuju, karena saya masih muda, 23 thn dan belum wisuda.

Terkadang muncul pikiran kotor untuk memacari seorang gadis untuk merayunya dan melampiaskan nafsu seksual saya. Tapi saya takut karena itu dosa. Selain itu juga saya malu jika seandainya aib ini terbongkar.

Kemudian juga sering terlintas untuk mencari pelacur. Hasrat tersalurkan dan privasi terjaga. Tapi lagi-lagi saya takut sehingga saya belum terjerumus ke lembah ini. Pertanyaannya :

  1. Bagaimana menghentikan kebiasaan nonton VCD porno?
  2. Bagaimana menghentikan kebiasaan onani?
  3. Apakah saya harus menyegerakan menikah?
  4. Apa solusi untuk masalah saya diatas?

Tanggapan M Shodiq Mustika:


Sebelum kujawab pertanyaanmu, aku tanggapi dulu ceritamu, ya!

Menyimak tulisanmu di atas, bisa kita saksikan bahwa ternyata pada dirimu ada kemampuan menahan diri pada banyak hal. Walau terkadang muncul pikiran kotor untuk melampiaskan hasrat seksual dengan berzina, baik dengan pacar maupun pelacur, kau tidak melakukannya. Kemampuan menahan diri ini merupakan potensi besar yang dapat kau gunakan untuk menanggulangi kebiasaan onani & nonton video porno. Kau pasti mampu.

Dengan pemahaman begitu, maka jawabanku:

1. Untuk menghentikan kebiasaan nonton video porno, kau dapat memanfaatkan cara-cara untuk mengatasi kecanduan onani.

2. Mengenai cara-cara untuk mengatasi kecanduan onani, aku sudah pernah menyampaikannya di artikel terdahulu. Lihat artikel Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya.

3. Yang diharuskan segera menikah apabila dikhawatirkan akan terjerumus ke perzinaan adalah yang sudah mampu menikah. Bila belum mampu, maka yang diharuskan adalah berusaha mempersiapkan diri supaya mampu untuk segera menikah. (Seraya demikian, puasa sangatlah dianjurkan.)

Walau belum wisuda, kau sudah dapat mencari atau menciptakan pekerjaan. Pengalamanmu selaku aktivis dakwah akan banyak berguna. Keinginan untuk segera menikah pun dapat kau jadikan motivasi untuk lebih serius mencari rezeki.

4. Selain cara-cara tersebut di atas, saranku kepada dirimu adalah lebih menyibukkan diri pada kegiatan yang menguras energi fisik, tetapi menghemat energi mental. Keletihan fisik menurunkan gairah seksual, tetapi keletihan mental justru dapat meningkatkannya.

Untuk menghemat energi mental, silakan pelajari kebiasaan yang efisien. Misalnya, buku Stephen R Covey, Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif.

Demikian saranku. Wallaahu a’lam.

10 thoughts on “Aktivis dakwah kecanduan VCD porno & onani haruskah segera nikah?

    Ahmed said:
    22 Maret 2009 pukul 04:41

    Klo menurut ana, aktifis dakwah dan nonton bokep ga ada hubungannya, ulama aja berbeda pendapat tentang onani, ada yg mengharamkan sampe yg menghalalkan, klo antm sering onani, wajar krn antm msh muda, mudah terangsang, walaupun antm ga nonton bokep pun pasti onani jg, ana pernah baca, suatu hari ibnu abbas ra pernah ditanya oleh seorang pemuda namanya fulan bin fulan, cerita bhw dia melihat seorang cewek cantik, lalu si fulan ini horny alias terangsang, lalu dia mulai ngocok penisnya membayangkan tu cewek ampe keluar maninya, lalu jwb ibnu abbas ra, itu lbh baik drpd zinah. Jd si fulan menjadikan cewek itu sebagai objek onani, sm aja dg klo antm ato ana nonton bokep, jd ada objek, menurut ana ga masalah, c’est la vie.

      akbar said:
      15 Mei 2009 pukul 11:55

      Assalamu’alaikum
      jgn menjadikan yg sesuatu hal yang tdk baik menjadi sebuah kemakluman…apakah baik, jk seorang muslim apalagi aktifis dakwah kampus begitu tdk berdaya menhadapi nafdu dyahwatnya???.. Na’uzubillah…

    Imas sumarni said:
    16 April 2009 pukul 12:44

    Menurut sy,anda membuthkan seorang teman yg bisa mengajak anda byk melakukan aktifitas..hemat saya..perglah ke gymastion or swiming,panjat tebing..gairah anda akan low..dicoba ya..lakukan olahraga extreem..tanpa onano tbh anda akan lebh sehat..good luck…

    akbar said:
    15 Mei 2009 pukul 11:51

    Assalamu’alaikum
    ingatlah, bahwa Rasulullah pernah bersabda, “tdk sempurna iman seseorng dari kalian sehingga hawa nafsunya tunduk mengikuti apa yang telah aku bawa” (H.R Abu Alfath Ibnu Ibrahim Al- Maqdisy)… lebih dekatlah kpd Allah..

      asteria jingga said:
      23 Mei 2009 pukul 20:21

      Shubhanallah..sesungguhnya yang benar datang dari Alah, dan yang salah datang dari saya pribadi..Memang ada beberapa pendapat yang berbeda tentang hal itu, namun dari segi medis terlalu sering onani juga dikhawatirkan akan membawa dampak yang kurang baik bagi tubuh. Saya pernah baca artikel tentang itu di slah satu web site. dari situ saya tau bahwa segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik dan Allah pun tidak menyukainya..apalagi hal tersebut masih jadi bahan perdebatan diantara para ulama ataw msh bersifat subhat/meragukan, jadi lebih baik ditinggalkan saja,sedikit demi sedikit. Sesungguhnya Allah lebih melihat pada proses/ikhtiar, bukan hasil..

    masudy said:
    25 November 2009 pukul 00:20

    menurut ana. ente kawin aja, karna Allah menjanjikan rizki yang banyak bagi istri-istrimu, jangan takut gak makan, karna yang kasi rizki adalah allah, kita manusia cuman usaha yang menentukan segalanya adalah Allah SWT

    okelah said:
    10 Februari 2010 pukul 21:43

    okedeh

    abdul jabar said:
    12 Oktober 2010 pukul 10:47

    kalo ada yang mau ya mending kawin aja. masalah utamanya tuh, ada gak yang mau sama pemuda yang belum mapan… kalau ada yang mau ya alhamdulilah banget. soal rejeki jangan kawatir, cicak yang merayap aja rejekinya nyamuk yang terbang, toh gak mati kelaparan. so, mulai sekarang, disamping banyak doa, dekatilah wanita dan keluarga untuk mau dinikahi..

    uwong cilik said:
    12 Oktober 2010 pukul 11:20

    yuk kawiiiiiin… betul tuh si dul. pendidikan sekarang kurang diset supaya pemuda bisa dapet kawin “muda”, sedang libido ada sjak kita usia dini, fisik siap tapi mental dan material lom siap gitu maksudnya… gimana nahan libido gitu lama doooong… hehehe….mungkin yang punya “iman tebal” bisa “selamat” tapi yang pas2an…

    blajar mulu kapan kerja and kawinnya… sjak smu kelas satu tuh baiknya ada pelajaran tentang persiapan kawin jd lulus smu bisa kawin getoooo….

    bagi orang tua, janganlah dipersulit anaknya baik yag laki maupun perempuan yang mau nikah ya… kasian… dari pada pada nglampiasin di kos, hotel bahkan di taman, hayooo… smua ada solusinya bro! kalau mau belajar sok belajar ajah… biaya ya dbiyayain dulu tho.. sambil dilatih mandiri…

    hasan said:
    12 Desember 2010 pukul 01:31

    Ayo Kawin….jangan tak kawin

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s