Perlukah klarifikasi keperawanan?

Posted on Updated on

Dear Pak Ustad, aq sdg bingung, btw aq pacaran dgn seorang duda, yg sdh punya 2 org anak dewasa. Krn sdg ada masalah (hub aq gak disetujui ortuku), jd aq sering tinggal di rmhnya (sampai menginap) utk menenangkan diri & menghibur hatiku. Dgn kejadian ini, tetangganya jd resah, & sampai tetangganya blg aq & co ku itu kumpul kebo. Tapi Pak Ustad, walau qta tinggal serumah qta gak sampai berhubungan suami-istri, dia sngt menjaga kesucian aq. Dan krn bukan qta berdua yg tinggal di rmh itu, msh ada anaknya aq berpikiran msh save krn msh ada org ketiga yg menghindarkan qta dr fitnah. Tapi anggapan tetangga2 di situ jd heboh, mereka berpikiran “kotor” terhadap qta. Pdhl aq bs buktikan scr medis kalo aq msh virgin sbg bukti bahwa hal kotor itu hanya ada dlm pikiran mereka saja.

Skrg sdh setahun aq gak pernah ke rmh itu lg. Yg meresahkanku adalah masalah itu gak ada penyelesaian. Pernah aq blg pd anaknya perlu gak kalo aq undang tetangga2 itu & menjelaskan kalo aq & ayahnya gak sampai brhubungan suami-istri dgn bukti medis dr dokter. Tapi anaknya blg gak usah nanti jg reda sendiri.

Menurut Pak Ustad, aq hrs bagaimana. Aq ingin nama baik aq & keluarga itu pulih, tp masalah ini sdh lewat satu tahun. Aq ingin bersilaturahmi lg ke rumah itu (tanpa menginap lg tentunya), menurut Pak Ustad bagaimana? Perlu gak aq ksh klarifikasi dgn bukti medis ke tetangga2 yg ada disitu walau mslh ini sdh lewat 1 tahun?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Mendapat sangkaan buruk, apalagi kalau kita sebetulnya tidak melakukannya, memang menyakitkan. Aku dapat memaklumi keresahanmu dalam menghadapi kasus yang belum terselesaikan ini.

Dari sudut pandang keresahan ini, mungkin bisa dikatakan bahwa kau membutuhkan klarifikasi itu. Namun bagaimana dengan efektivitasnya? Apakah bukti medis itu dapat meyakinkan mereka?

Kalau mereka menaruh kepercayaan besar pada apa kata dokter, bisa saja bukti medis itu efektif. Lain halnya bila mereka kurang percaya, apalagi andai mereka pernah menyimak bacaan yang seperti berikut ini.

Di sebuah negara seperti Turki, ada dokter yang bersedia melakukan uji keperawanan atas permintaan pasien, meskipun hal ini ditentang oleh Asosiasi Kedoketaran di sana. Uji keperawanan sebenarnya tidak berarti sama sekali karena selaput dara yang robek atau rusak bukan berarti seorang wanita pernah melakukan hubungan seks.

Hal itu, menurut Wimpie, dapat disebabkan penggunaan tampon (sumbat kapas sebesar jari) atau kebiasaan masturbasi memakai alat yang dimasukkan pada vagina. Di lain pihak, ada pula para wanita yang organ intimnya tidak memiliki selaput dara dengan persentase kurang dari 0,03 persen (Jenry et al 1987).

Sebaliknya, keutuhan selaput dara pun tidak serta merta menunjukkan seorang wanita tak pernah melakukan hubungan seks. Faktanya, selaput dara tidak harus selalu robek setelah berhubungan intim. Hasil pengujian selaput dara pada 1.000 remaja putri yang pernah melakukan seks lewat vagina menunjukkan kebanyakan selaput tampak kacau, tidak menentu, dan mengumpul di bagian pinggir vagina. Jarang terjadi selaput dara terbelah secara komplet atau benar-benar sobek.

Jadi, menurut kutipan (dari harian Kompas) tersebut, tidak ada bukti medis yang bisa menunjukkan apakah seorang wanita pernah berhubungan seksual ataukah belum. Dari sudut pandang ini, kamu tidak perlu membawa bukti medis.

Kemudian, mestikah kau biarkan sangkaan buruk mereka itu begitu saja, dengan harapan bahwa itu akan reda dengan sendirinya? Tidak juga. Bisa saja itu akan reda dengan sendirinya, tetapi bisa pula sebaliknya.

Lantas, tidak adakah solusinya? Ada! Solusinya ada.

Kasusmu merupakan persoalan sosial-kultural, bukan medis. Akan lebih efektif bila penyelesaiannya bersifat sosial-kultural pula.

Caranya, kau dan terutama cowokmu itu perlu lebih mengakrabkan diri kepada mereka. (Karena tempat tinggal dia lebih dekat dengan mereka, dialah yang perlu lebih aktif daripada dirimu.) Sebab, terhadap orang lain yang dianggap masih asing, orang-orang biasanya mudah bersangka buruk; sebaliknya, terhadap orang yang sudah dianggap akrab, orang-orang umumnya mudah bersangka baik.

Jadi, daripada kembali mengunjungi cowokmu (walau tanpa menginap), masih lebih baik mengunjungi mereka (yang bersangka buruk kepadamu). Tentu tak harus semuanya kau kunjungi satu persatu. Kau bisa lebih memprioritaskan orang yang paling berpengaruh di antara mereka.

Untuk lebih melapangkan ikhtiarmu ini, kau dapat menyertainya dengan zikir dan doa yang relevan dengan kasusmu ini. Kepada Allah sajalah kita mohon pertolongan atas apa yang mereka sangka terhadap kita. Untuk itu, silakan baca buku Doa & Zikir Cinta, Bab 10, “Atasi Masalah Gosip & Fitnah”.

Demikian saranku. Semoga Allah Sang Mahaperkasa dan Mahabijaksana senantiasa menyertaimu. (Aamiin.)

4 thoughts on “Perlukah klarifikasi keperawanan?

    Ahmad Yamany Arsyad said:
    16 April 2009 pukul 18:22

    begitulah rumitnay sebuah kehidupan bila kita ingin merumitkannya,,saya setuju sekali dengan ustadz (orang asing akan disangka buruk walo baik, tapi orang yang sudah dikenal akan disangka baik walo buruk) itulah fenomena kehidupan,,

    struktur sosial kita sangat kompleks makanya cara pandang terhadapa sesuatu itu juga sangat kompleks,,

    saya juga menyarankan kepada anda (ekstrim) untuk lebih mensosialisasikan diri kepada tetangga-tetangga cowok anda,,dengan mendatangi para tetangga cwok anda itu 1 per 1 sekaligus menjalin hubungan silaturahmi dengan mereka tetapi jika anda sulit dan malu melakukan hal tersebut, itulah resiko yang harus anda peroleh akibat terlalu mencintai sehingga melupakan pandangan dan pendapat orang lain,,

    kita ini hidup dalam 1 dunia yang sama jadi yang menilai itu bukan diri kita tetapi orang lainlah yang menilai kita.

    mungkin anda merasa nyaman saat menginap di rumah cwok anda tapi sebelumnya anda tidak memikirkan dampak yang akan terjadi setelahnya,,

    sekarang kita hanya bisa berandai-andai,,

    andaikan dulu saya tidak kesana,,andaikan dulu saya ke rumah teman saya yang perempuan,,andaikan dulu saya mendengar perkataan orang tua saya,,andaikan,andaikan,andaikan,,,,,,,,

    saya minta maaf kepada ustadz dan penanya kalo komentar saya menyudutkan penanya karena perasaan pribadi saya yang berbicara,,ini dikarenakan saya sangat tidak suka kepada perempuan yang mendatangi laki-laki karena saya menganggap itu tidak etis sebagai seorang perempuan apalagi sampai bermalam,,

    ada sebuah sajak arab mengatakan bahwa,,”…kecantikan seorang wanita terpancar dari diam dan senyum tipisnya, keanggunan seorang perempuan lahir dari diri yang terkendali…. cintailah cintamu dengan cinta bukan dengan iba….”

    salam, yamany arsyad

    zen said:
    19 Mei 2009 pukul 11:43

    Mungkin lebih baik menghindari fitnah
    wajar saja tetangga pada curiga
    jagalah harkat,martabat sebagai seorang wanita apalagi muslimah
    dengan menjaga diri dari hal-hal yang mendekati kemaksiatan agar tidak timbul fitnah

    Uswatun H. said:
    14 Juni 2009 pukul 20:31

    bnar tu jwbn p.ustad&rekan2 diatas,sy sndri sbgæ wanita jg malu.membc curhatmu.jdi jaga martabat donk.mang ky’ g da tmpt læn aja,slæn rmh cwok lho.ingt fitnah lbh kejam dr pd membunuh.sorry

    tukiyem said:
    22 September 2009 pukul 06:43

    Ah munafik amet commentnya.
    Menurut saya kamu hebat, bisa nginap tanpa melakukan dosa dan tetap suci.
    Jadi wanita yang terpenting bisa jaga kesucian.
    banyak wanita yg ga prnh nginap di rumah co tapi juga uda oernah ngelakui hub sex.
    jadi nga usa munafik deh.
    buat apa kelihatan baik tapi dalamnya jahat.
    fitnah lebih kejam dari pembunuhan???
    bodoh amet yg bilang gitu.
    masa ada orang yg lebih pilih dibunuh daripada di fitnah?
    ada” aja..

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s