Semangat orang Islam dalam menyambut Natal

Posted on Updated on

Barusan aku browsing di internet. Aku nyari tau gimana sikap saudara2ku sesama muslim dalam “menyambut” Natal. Salah satu kesimpulanku, ternyata ada sekelompok muslim di dunia maya ini yang paling bersemangat dalam menyambut Natal. Tahukah kau?

Mereka yang paling bersemangat itu ialah kaum yang menyebut diri mereka “salafi”. Seperti biasanya, sambutan mereka sangat panas. Mereka tampilkan kembali fatwa ulama panutan mereka yang mengharamkan segala bentuk ucapan selamat hari raya kepada pemeluk agama lain. Sebagian diantara mereka menambahinya dengan keterangan bahwa ulama mereka itulah yang “mumpuni”, yang benar fatwanya. Dengan amat bersemangat, mereka mengatakan bahwa orang yang menghalalkan ucapan selamat natal (dan hariraya nonmuslim lainnya) tidak mengikuti hukum Allah tapi mengikuti hawa nafsu belaka.

Hmmm…. ada banyak ulama di zaman sekarang yang membolehkan pengucapan selamat Natal dan hariraya nonmuslim lainnya. (Sebagian kecil diantara mereka malah menganjurkannya.) Diantara ulama atau tokoh Islam yang membolehkan pengucapan Selamat Natal dan hariraya nonmuslim lainnya adalah Syaikh Yusuf Qardhawi, Dr M Quraish Shihab, Gus Dur, Buya Syafi’i Ma’arif, Amien Rais, Dien Samsuddin…. Apakah mereka mengikuti hawa nafsu belaka?

Ah, aku tidak berani bersangka buruk begitu. Al-Qur’an melarang kita bersangka buruk kepada saudara sesama muslim, ‘kan? Apalagi kita sudah mengakui kebenaran ungkapan “wallaahu a’lam” (dan Allah lah yang lebih tahu).

Gitu aja dulu deh. Gak perlu aku berpanjang-kata kali ini. Aku tak mau “terlalu bersemangat” dalam menyambut Natal. Suasana hati masyarakat sekarang cenderung panas dan gampang mendidih. Padahal, Islam merupakan agama pembawa kedamaian dan cinta-kasih, bukan? (Ingat, sifat Tuhan yang paling sering kita sebut adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang!)

30 thoughts on “Semangat orang Islam dalam menyambut Natal

    lintang said:
    24 Desember 2008 pukul 19:46

    semua di kembalikan pada kita asal ada rujukannya terserah masing-masing dalam mengartikan, kalau aku sendiri lebih memilih mengomentari yang umum aja pd saudara kita yang non muslim.

      M Shodiq Mustika responded:
      24 Desember 2008 pukul 19:56

      @ lintang
      Setuju. Kerukunan tidak harus berupa ucapan selamat. Perhatian kita bisa berujud pertanyaan ringan atau pernyataan “basa-basi”. Namun saudara kita yang menganggapnya bagus tak usahlah kita cela. Kita menghargai perbedaan pendapat.

    ManusiaSuper said:
    24 Desember 2008 pukul 23:04

    Mantab tulisan kali ini ustad.. (Biasanya juga mantab seh, tapi yang ini mantabnya dobel! :mrgreen )

    Kalau saya sederhana saja ucapannya, selamat libur panjang!!

    *Numpang ijin sekalian saya del.icio.us postingan ini*

    M Shodiq Mustika responded:
    25 Desember 2008 pukul 04:46

    @ ManusiaSuper

    Makasih atas pujian dan dukunganmu. Makasih juga atas ucapan selamatmu. Selamat berlibur juga, ya!

    *Aku sendiri merasa tulisanku ini biasa2 aja. Gak tau lah, kenapa kau anggap mantap*

    AMIR MAHMUD said:
    25 Desember 2008 pukul 05:33

    Akang,,,
    Udah hapal Al-Quran berapa Juz???
    Udah hapal berapa ribu hadist???

    ko, bisa bilang begitu??

    hmmmm…..ko ada ya ulama yang membolehkan/menghalalkan ucapan selamat Natal???!!!!
    Kacian tu ulama..

    Makacihh yaa.

    M Shodiq Mustika responded:
    25 Desember 2008 pukul 11:34

    @ Amir Mahmud

    Tiga pertanyaanmu yang pertama kurang relevan. Aku tak perlu menjawabnya. Lagipula, ada yang lebih perlu diprioritaskan daripada hafalan, yakni pemahaman. (Lihat “Prioritas Pemahaman atas Hafalan“.)

    Jawabanku atas pertanyaanmu yang terakhir:
    Ijtihad yang hasilnya benar beroleh pahala dua, yang hasilnya salah beroleh pahala satu. Dengan demikian, kita tidak perlu merasa “kacian”. Apalagi, hanya Allah sajalah yang tahu siapa yang hasil ijtihadnya benar. Mungkin saja justru yang membolehkan itulah yang benar, sehingga beroleh dua pahala, sedangkan yang mengharamkan itu keliru, sehingga beroleh satu pahala saja.

    AMIR MAHMUD said:
    25 Desember 2008 pukul 21:28

    Ommm….

    Bagaimana bisa paham kalo Al-quran dan hadist aja ngga hapal.?? Liat aja Imam-imam terdahulu,mereka udah hafal al-quran sejak kecil..

    Iya Om, kan generasi terbaik itu generasi Rasulullah ma para sahabatnya trus yang sesudahnya (tabi’in) trus yang sesudahnya (tabi’ut tabi’in). Kenapa ga ambil ijtihad mereka aja??Apakah ijtihad mereka kurang cukup??Apakan Om meragukan ijtihad mereka??

    Oh ya Om, makacih yuaa!!!

      M Shodiq Mustika responded:
      26 Desember 2008 pukul 00:06

      @ Amir Mahmud

      Bagaimana bisa paham kalo Al-quran dan hadist aja ngga hapal?

      Barangsiapa dihendaki Allah mendapatkan kebaikan, maka Dia akan memberinya pemahaman tentang agamanya.” (muttafaq ‘alayh) Menghafal seluruh ayat Al-Qur’an dan semua hadits bukanlah prasyarat mutlak untuk memahami Islam. Tidak ada dalil yang menyatakan “Barangsiapa menghafal seluruh ayat Al-Qur’an dan semua hadits, maka Dia akan memberinya pemahaman tentang agamanya.”

      Perbedaan antara hafizh (penghafal) dan faqih (yang memahami) ditegaskan dalam sebuah hadits shahih yang sangat terkenal:

      Semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang mendengarkan perkataanku kemudian dia menghafalnya, lalu menyampaikannya sebagaimana yang dia dengarkan. Bisa jadi [hafizh] yang membawa fiqh bukanlah seorang faqih, dan bisa saja [hafizh] orang yang membawa fiqh ini membawanya kepada orang yang lebih faqih daripada dirinya.

      Hadits tersebut diriwayatkan dalam beberapa redaksi yang berbeda dari Zaid bin Tsabit, Ibn Mas’ud dan lain-lain. Sebagaimana disebutkan di dalam Shahih al-Jami’ ash-Shaghir (6763-6766).) Untuk penjelasan lebih lanjut, lihat link yang aku sertakan pada jawabanku di atas.

      Oh ya, mengenai ijtihad, jawabanku akan kusampaikan di lain kesempatan. Insya’allah.

    agorsiloku said:
    26 Desember 2008 pukul 09:19

    Ketika ucapan disampaikan, apa yang tergores di dalam hati?. Siapa dapat memahami, kecuali satu yang mampu membaca apa yang dalam hati kita…..

      M Shodiq Mustika responded:
      26 Desember 2008 pukul 23:03

      @agorsiloku
      Betul, Pak Agor. Allaahu a’lam.

        batak cinta yesus said:
        25 Desember 2011 pukul 19:45

        jika hanya orang yang kau kenal saja kau kasihi,
        apa kah bedanya kau dari penjahat ?
        mereka juga berbuat demikian,
        dalam konotasi musuh dalam hal ini,
        kasihilah musuhmu…..(pesan yesus )
        aku di ajarkan untuk mengasishi muslim,budha,hindu,kong fu chu.
        dan tiada salahku kalau mengucapkan salam pada mereka waktu
        mereka sedang merayakan hari besar agama mereka,

          mohammad ariff said:
          25 Desember 2011 pukul 19:47

          Memang ajaran kristen ada benarnya,
          tiada salah kita mengucapkan natal bagi mereka,

          selamat natal bagi kalian yg merayakan natal.

    Moddi said:
    27 Desember 2008 pukul 09:58

    Jangan diperpanjanglah debatnya, karena perdebatan yg memanjang biasanya tdk sehat, terlbh kapastas keilmuannya terbatas. Buat saja tulisan yg komprehensif dengan dalil2/hujjah yang akurat agar pembaca memdpt pencerahan sehingga bisa menilai mana yg patut dan tdk patut diacu.

      M Shodiq Mustika responded:
      28 Desember 2008 pukul 01:52

      @ Moddi

      Perdebatan manakah yang kau maksudkan? Apakah antara yang mengharamkan dan membolehkan ucapan selamat Natal? Kalau iya, tulisan yang kita anggap “komprehensif” justru memicu perdebatan. Dalam artikel di atas, aku tidak mengemukakan hujjah masing-masing itu justru karena tidak mau memperpanjang debat. Yang aku tekankan dalam artikel di atas adalah hargailah perbedaan pendapat!

      Ataukah yang kau maksudkan adalah diskusi antara aku dan Amir Mahmud? Apakah menurutmu “perdebatan” kami ini mengarah pada debat-kusir? (Pada bagian/kalimat yang manakah?) Apakah menurut dirimu, pertanyaan-pertanyaan dia tidak usah kujawab saja?

        batak cinta yesus said:
        25 Desember 2011 pukul 19:41

        indonesia sedang mengalami pergolakan iman,
        aku percaya semakin banyak orang yang
        mengakui bahwa yesus adalah juruselamat
        maka pemulihan berkat yang berlimpah akan
        ada bagi bangsa indonesia,
        seperti korea yang dulunnya miskin tapi karena mereka menerima
        yesus sebagai juru selamat maka negara itu semakin berkembang menujuh suatu kemajuan,,buktinya pengkotbah yang datang ke gereja2 sekarang ini sangat banyak datang dari korea, demkikian juga china yang sperti kita ketahui mereka mengalkami pertobatan sebesar 3000 jiwa di selamatkan dan mereka menerima yesus kristus sebagai juruselamat kita,
        dan buat yang mau mendengar bahwa kristen itu hanyalah sebuah nama tetapi yang terpebting kita dapat bertumbuh di dalam kristus,,

    Dady Doa said:
    28 Desember 2008 pukul 07:20

    anda memecah belag ummat…
    dengan mendikotomi salafi…ikhwan al Muslimun..dan gerakan Islam laiinya..

    lagipula urusan natal memang hal yang sdh tidak bisa ditolelir,,
    kalau boleh tau anda lulusan mana sh?

      M Shodiq Mustika responded:
      28 Desember 2008 pukul 08:59

      @ Dady Doa
      Mengakui dan menghargai keberadaan berbagai gerakan Islam, seperti salafi, IM, Muhammadiyah, NU, dll. tidaklah memecah belah umat. Yang memecah belah itu justru yang tidak menghargai perbedaan diantara orang-orang Islam.
      Di zaman Rasulullah pun sudah ada “dikotomi” umat. Diantaranya: muhajirin dan anshar. Nyatanya, dikotomi seperti ini tidak menghalangi umat Islam ketika itu untuk bersatu menghadapi musuh Islam. Rasulullah pun melakukan “dikotomi” seperti itu pula. Lantas, apakah beliau memecah belah umat?
      Mengenai “lulusan mana”, pertanyaan ini tidak relevan. Karena itu, saya tidak menjawabnya di sini. Kalau Anda penasaran, silakan browsing. Saya tidak pernah menyembunyikan latar belakang saya. Anda dapat menemukannya dengan mudah di internet, termasuk di blog ini.

        batak cinta yesus said:
        25 Desember 2011 pukul 19:30

        syalom, , , ,

        kasih natal bersama kita saudaraku,
        apa bilang gtu haram ?
        kasih natal___jadilah terang dunia,
        berikan alasan ny ustad kenapa
        haram ?

    ipan said:
    28 Desember 2008 pukul 22:21

    Ingat, sifat Tuhan yang paling sering kita sebut adalah Maha “Pengasih dan Maha Penyayang”

    betul pak!!

      batak cinta yesus said:
      25 Desember 2011 pukul 19:32

      Yesus adalah jalan kebenaran,
      tidak ada orang yang tiba ke bapa
      kalau tidak melalui dia,,

      selamat natal bagi yang menyambut sang juru selamat,,

    Dolphin said:
    30 Desember 2008 pukul 08:54

    Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi penyayang …

    OPI said:
    3 Januari 2009 pukul 02:29

    UNTUK:
    AMIR MAHMUD & Dady Doa, yang merasa hebat
    Coba pecahkan persoalan ini kalo merasa sok tahu tentang Islam. Ini PR buat kamu berdua.
    Ini aku dapat dari sebuah blog.
    Sekarang aku berusaha keras mencari tahu tulisan ini
    Semoga kita dapat mencari jawabannya. Bukan dijawab dengan caci maki. Itu tidak menyelesaikan persoalan. Kita harus menjawbnya secara ilmiah pula.
    __________________________
    MENYINGKAP KEBOHONGAN SEJARAH ISLAM
    KEBOHONGAN SEJARAH
    DALAM ISLAM


    Selama ini muslim senantiasa mengklaim bahwa kota Mekah beserta Kabah dan mata air zamzam sudah ada sejak jaman Ibrahim. Tulisan berikut akan membahas keabsahan klaim muslim tersebut dengan membandingkan dengan sumber-sumber sejarah lainnya.
    Tulisan berikut dibagi menjadi 8 bagian, yaitu :

    1. Bagian Pertama; Membahas klaim muslim dan apa yang dikatakan oleh sumber-sumber Islam tentang klaim tersebut.

    2. Bagian Kedua : Nabonidus (6 SM). Membahas laporan raja Nabonidus dari Babylon (pertengahan abad 6 SM)

    3. Bagian Ketiga : Herodotus. Membahas laporan sejarawan Yunani yang hidup di abad 5 SM

    4. Bagian Keempat : Strabbo (23/24 SM). Membahas laporan yang dibuat oleh sejarawan Romawi yang bernama Strabbo yang melakukan perjalanan ke jazirah Arab hingga Yaman sekitar tahun 24 – 23 SM.

    5. Bagian Kelima : Diodorus Siculus (abad 1 M). Membahas klaim bohong Islam dengan memanfaatkan tulisan Diodorus Siculus.

    6. Bagian Keenam : Pliny (77 M). Membahas daftar kota-kota di Arab yang dibuat oleh Pliny.

    7. Bagian Ketujuh : Claudius Ptolemy (150 M). Membahas klaim bohong Islam dengan memanfaatkan tulisan Ptolemy

    8. Bagian Kedelapan : Procopius dari Cesarea (abad 6 M). Membahas laporan sejarawan Procipius dari Kaisarea yang hidup sekitar 550 M atau sejaman dengan kakek dan ayah Muhammad SAW hidup.

    BAGIAN PERTAMA : MENURUT SUMBER ISLAM
    Klaim muslim yang mengaitkan Mekah, Kabah dan Zamzam dengan Ibrahim dan Ismail didasarkan atas beberapa sumber berikut :

    Kabah sudah ada dijaman Ibrahim
    Sumber : QS 2 : 125
    Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang ruku` dan yang sujud”.

    Kota Mekah sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail.
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua | Muhammadiyah University Press, Jilid 1, halaman 65 :
    Ketika Ismail, putera dari Ibrahim meninggal, putranya yang bernama Nabit mendapat tugas menjadi pemimpin dan penguasa Kabah, kemudian tugas tersebut dilanjutkan oleh Mudzadz bin Amr al-Jurhumi. Anak keturunan Ismail dan anak keturunan Nabit bersama kakek mereka Mudzadz bin Amr dan paman-paman dari pihak ibu mereka dari Jurhum, dan anak keturunan Qatura, yang merupakan sepupu Jurhum, waktu itu adalah penduduk Mekah. Meraka datang dari negeri Yaman, dan mengadakan perjalanan bersama-sama kenegeri Mekah. …. Kemudian Tuhan melipat gandakan keturunan Ismail di Mekah.

    Mata Air Zam-Zam sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail.
    Sumber : Hadis Sahih Bukhari | Volume 4, buku 55, nomor 583 :
    Ketika air di kantung kulit telah habis, Hagar menjadi haus, begitu pula Ismail. Hagar melihat Ismail yang dalam keadaan menderita kehausan. Hagar meninggalkan Ismail karena tidak tahan melihat penderitaan Ismail. …….. . Hagar terus menurt berlari antara Safa dan Marwa hingga tujuh kali.
    Rasulullah berkata, “Kejadian inilah yang mendasari tradisi jemaah haji berjalan antara Safa dan Marwa”
    Ketika Hagar mencapai bukit Marwa dia mendengar satu suara, Hagar kemudian berkata, “O, siapapun engkau, kamu telah membuatku mendengar suaramu, apakah engkau bisa membantuku? Dan ajaib, Hagar kemudian melihat satu malaikat di lokasi Zam Zam sedang menggali tanah, hingga akhirnya air memancar dari tempat itu….

    Jadi kota Mekah sudah mulai dihuni dari sekitar tahun 2000 SM, dan terus dihuni hingga terjadi pengusiran suku Jurhum oleh suku Kinana dan Khuza’a
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua | Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 67
    Sementara waktu berjalan, suku Jurhum yang menguasai kota Mekah mulai bersikap kurang baik dan sok kuasa. Siapa saja yang memasuki kota Mekah yang bukan dari kerabat mereka diperlakukan dengan buruk……. Bani Bakar bin Abdul Manat bin Kinana dan Bani Ghubsan dari Khuza’a sepakat untuk memerangi suku Jurhum dan bertekat untuk mengusir mereka dari Mekah …. Dan berhasil mengusir suku Jurhum dari Mekah. …. Amir bin Harits bin Mudzadz al Jurhumi membawa dua patung rusa dari Kabah dan batu pojok (harusnya : BATU HITAM) dan menguburnya di sumur Zamzam, dan kemudian pergi meninggalkan Mekah bersama orang-orang Jurhum ke Yaman.

    Kejadian ini terjadi sekitar pertengahan abad ke 2 M.
    Sumber : Sejarah Hidup Muhammad | Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury
    Robbani Press 1998, halaman 18
    Dengan bantuan keturunan Adnan, yakni bani Bakr bin Andi Manaf bin Kinanah, mereka melakukan penyerangan terhadap Jarham sehingga berhasil mengusir mereka dan menguasai Makkah pada pertengahan abad ke 2 M….. Amru bin al-Harits bin Madladl bin al Jarhami mengeluarkan dua patung kijang yang terbuat dari emas milik Kabah dan hajar aswad, lalu disimpan dalam sumur zamzam.

    Patung rusa, BATU HITAM dan sumur Zamzam baru sekitar 300 tahun kemudian ditemukan lagi oleh Abdul Muthalib, kakek Muhammad SAW.
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua | Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 64
    Ketika Abdul Muttalib sedang tertidur disamping Kabah, dia mendapat mimpi yang menyuruhnya untuk menggali Zamzam …… Suku Jurhum telah menguruk tempat tersebut ketika mereka meninggalkan Mekah. Ini adalah sumur Ismail, anak Ibrahim, dimana Tuhan memberinya air ketika dia kehausan pada saat dia masih bayi.

    Sumber : Ibid, jilid 1, halaman 67
    Ketika Abdul Muttalib telah mendapatkan kesimpulan tentang letak dari tempat yang hendak digali, dan ternyata tempatnya sama dengan apa yang disebut dalam mimpinya, dia mengambil sebuah cangkul dan mengajak putra satu-satunya saat itu al-Harits dan mulailah dia menggali. Ketika bagian atas dari sumur itu tampak, dia berseru ‘Allah akbar!’. Orang-orang Quraish yang mendengar teriakan Abdul Muttalib datang … dan berkata, “Ini adalah sumur dari nenek moyang kami Ismail ….”

    Dari sumber Ibn Ishaq diatas terlihat bagaimana kebohongan tradisi Islam dibuat.
    Sulit dibayangkan hal-hal sebagai berikut :

    1. Suku Jurhum yang kalah perang dapat mengambil dua patung rusa dan BATU HITAM dari Kabah.

    2. Suku Jurhum yang kalah perang dapat memasukkannya dalam sumur Zamzam dan menguruknya hingga sumur zam-zam berhenti mengalir.

    3. Bagaimana mungkin suku Kinana dan Khuza’a tidak curiga melihat hilangnya batu hitam dan sumur Zamzam yang tiba-tiba diurug, dan kemudian tidak berusaha mencari batu hitam.

    Jika suku Kinana dan Khuza’a bukan orang gila – melihat sumur Zamzam yang adalah mata air dan sumber kehidupan tiba-tiba saja di-urug suku Jurhum hingga berhenti mengalir – mereka akan langsung menggalinya lagi untuk mendapatkan air.

    Jadi dari kejanggalan kisah diatas dapat disimpulkan :

    1. Tidak ada sumur Zamzam dijaman Jurhum berkuasa, apalagi dijaman Ismail sekitar 2000 SM.

    2. Sumur Zamzam memang baru ditemukan oleh Abdul Muttalib diawal abad 6 M.

    3. Batu hitampun juga baru ditemukan oleh Abdul Muttalib diawal abad 6 M.

    Itulah sebabnya Umar sama sekali tidak menaruh hormat pada BATU HITAM, karena tampaknya dia tahu bahwa batu hitam memang baru ditemukan oleh Abdul Muthallib.
    Sumber : Sahih Bukhari 2.667
    Dikisahkan oleh Abis bin Rabia : Umar menghampiri lokasi dekat Batu Hitam dan menciumnya dan berkata, “Tidak ada keraguan, aku tahu kamu hanyalah batu yang tidak akan menguntungkan atau merugikan siapapun. Jika saja aku tidak melihat rasulullah menciummu, aku tidak akan menciummu”

    Bahkan sumber Islam sendiri meragukan klaim bahwa Kabah sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail. Kutipan ini mengisahkan raja Abu Karib Tiban As’ad yang berasal dari Yaman yang saat itu melakukan perjalanan ke Yatsrib.
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua | Muhammadiah University Press, Juni 2002, Jilid 1, halaman 15 – 16.
    Halaman 15 : Tubba menulis baris-baris berikut tentang perjalanannya, apa yang dia lakukan terhadap Madinah dan Ka’bah, …….

    Aku tidak tahu tentang adanya kuil yang murni
    Yang dipersembahkan untk tuhan di lembah Mekah, ….

    Menurut sumber berikut Abu Karib Tiban As’ad memerintah di Yaman dari tahun 410 hingga 435 M.
    Sumber : Sabaean Inscriptions from Mahram Bilqis (Ma’rib), Jamme, W.F
    Johns Hopkins Press, Baltimore, 1962, Volume III, halaman 387. link

    …. he reigned in Yemen from 410 to 435 A.D.

    Jadi selambat-lambatnya pada tahun 435 M, Kabah di Mekah tidak diketahui oleh seorang raja dari Yaman. Konsekuensi lebih lanjut adalah tampaknya Mekah dan Kabah pada saat itu bukanlah tempat pemujaan yang utama di Arab melainkan hanyalah salah satu dari sekian banyak tempat pemujaan di tanah Arab. Bahkan tampaknya disetiap kota pasti mempunyai kuil suci yang dipersembahkan pada tuhannya kota yang bersangkutan.
    QS 27 : 91 : Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah)
    Terjemahan Inggris dari Yusuf ali:
    QS 27 : 91 : For me, I have been commanded to serve the Lord of this city

    Itulah sebabnya saat penduduk Taif sebuah kota sekitar 50 km tenggara Mekah diserbu oleh Abrahah dengan pasukan gajahnya, penduduk Taif justru menyarankan mereka untuk memusnahkan kuil yang di Mekah saja bahkan menawarkan diri untuk mengantar Abrahah ke Mekah.
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua | Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 34
    Mereka berkata kepada Abrahah : Wahai sang raja, kami adalah para budakmu yang memperhatikan dan patuh kepadamu. Kami tidak punya perkara apapun denganmu, begitu juga dengan tempat peribadatan kami – maksudnya adalah Al-Lat – tidak termasuk apa yang kamu cari. Kamu hanya menginginkan kuil yang ada di kota Mekah, dan kami menyertakan untukmu seseorang untuk mengantarmu ke sana.

    Sangat unik karena selain tidak tahu lokasi Mekah, ternyata siapa nama pemimpin di Mekahpun tidak diketahui oleh Abrahah.
    Sumber : Ibid, halaman 35
    Abrahah mengirim seorang suku Himyari yang bernama Hunata ke Mekah untuk mengetahui siapa yang menjadi pemimpin tertinggi di Mekah dan untuk menyampaikan kepadanya bahwa maksud kedatangan dia bukanlah untuk berperang melainkan dengan mereka tetapi untuk menghancurkan Kabah …

    Konsekuensi lebih lanjut dari kutipan diatas adalah :

    · Kabah di Mekah tidak dihormati sebagai peninggalan dari Ibrahim dan Ismail.

    · Kota Mekah sama sekali bukan kota yang penting, sangat mungkin hanya merupakan pemukiman kecil.

    · Bahkan sekitar tahun 550-an M, lokasi Kabah dan Mekahpun tidak diketahui oleh raja Abrahah dari Yaman sampai harus di tunjukkan oleh penduduk Taif.

    Bahkan salah satu puisi yang digantung di Kabah pada masa pra Islam-pun memberikan indikasi tentang waktu pembangunan Kabah yang jauh lebih belakang daripada masa Ibrahim dan Ismail yang selama ini diklaim.
    Sumber : The Sacred Books and Early Literature of the East | Charles F. Horne
    Parke, Austin, & Lipscomb, 1917, Vol. V: Ancient Arabia, halaman 19 – 40. link

    The poem of Zuhair ….
    “Then I swear by the temple, round which walk the men | who built it from the tribes of Quraysh and Turhum.

    Kemudian aku bersumpah demi kui, Yang dikelilingi oleh orang-orang yang berjalan
    Mereka yang membangun, dari suku Quraish dan Turhum

    Quraish sendiri adalah moyang Muhammad SAW menurut sumber-sumber Islam berikut.

    00 IBRAHIM
    01 Ismail
    02 Nabit
    03 Yashjub
    04 Tayrah
    05 Nahur
    06 Muqawwam
    07 Udad
    08 ‘Adnan
    09 Mu’ad
    10 Nizar
    11 Mudhar
    12 Ilyas
    13 Mudrika
    14 Khuzayma
    15 Kinana
    16 AL NADR (AL QURAYSH)
    17 Malik
    18 Fihr
    19 Ghalib
    20 Lu’ayy
    21 Ka’ab
    22 Murra
    23 Kilab
    24 Qussayy (Real name: Zayd)
    25 ‘Abdu Manaf (Real name: Al Mughira)
    26 Hashim (Real name: ‘Amr) as Banu Hashim
    27 ‘Abdu Al Mutallib (Real name: Shaiba)
    28 ‘Abdullah
    29 MUHAMMAD saw

    Jadi Quraish hidup 13 generasi sebelum Muhammad SAW.
    Menurut hitungan sederhana: Jika 1 generasi adalah sekitar 30 tahun, beda waktu antara Quraish dan Mahammad SAW adalah 13 x 30 = 390 tahun. Muhammad lahir sekitar 570 M.
    Berarti Quraish hidup sekitar 570 – 390 = tahun 180 M.

    Jadi cocok dengan apa yang ditulis oleh Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury yang menyatakan bahwa keturunan Adnan menyerbu Jurhum sekitar pertengahan abad ke 2 M.
    Jadi tampaknya baru pada akhir abad ke 2 itulah kota Mekah dan Kabah dibangun.

    Makanya sumber Islam-pun kacau balau tentang waktu pembangunan Kabah.
    Sumber : Tafsir Ibn Kathir terhadap QS 3:96 ;
    [96] Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
    Imam Ahmad mencatat bahwa Abu Dharr berkata; “Aku berkata, “O Rasulullah, masjid mana yang pertama dibuat didunia ini?. Dia berkata, “Al-Masjid Al Haram (di Mekah)”. Aku berkata, “Mana yang dibangun setelah itu?”. Dia menjawab, “Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem)”. Aku berkata, “Berapa jangka waktu antara pembangunan kedua bangunan itu?” Dia berkata, “Empat puluh tahun”
    – Dapat diakses disini.

    Menurut perhitungan: Abraham dan Ismail hidup sekitar tahun 1900 SM – 2000 SM.
    Raja Salomo (Sulaiman) yang membangun bait Allah di Yerusalem hidup seitar 1000 SM – 970 SM. Jadi ada beda waktu 1000 tahun antara Ismail (yang membangun Kabah = Masjidil Haram) dengan raja Salomo (yang membangun Bait Allah di Yerusalem). Jadi bagaimana bisa dikatakan beda waktu keduanya hanya 40 tahun?

    BAGIAN KEDUA : NABONIDUS SUMBER BABILON (550 SM)
    Keberadaan Mekah juga luput dari catatan sejarah seorang raja dari Babilonia yaitu Nabonidus yang menguasai wilayah Arab. Raja Nabonidus memindahkan kerajaannya ke Teima, sebuah kota di sisi utara Medinah selama 10 tahun (550 SM – 540 SM) yang tercatat dalam Syair Kisah Nabonidus.
    Sumber : Ancient Records from North Arabia, F.V.Winnett and W.L.Reed, University of Toronto Press, 1970, halaman 89
    Nabonidus killed the prince of Teima and took his residency and built there his palace like his palace in Babylonia.

    Nabonidus membunuh pangeran dari Teima dan mengambil alih kediamannya dan kemudian membangun istananya dilokasi itu seperti istananya di Babylonia.

    Masih menurut sumber diatas, halaman 91, dari inskripsi yang ditemukan di Harran – kota asal Nabonidus – tercatat bahwa dia juga menaklukkan kota-kota di Hijaz, diantaranya adalah Yathrib (Medina) dan Khaybar. Kota Khaybar sendiri terletak di utara Medina sekitar 100 km dalam arah menuju ke Teima. Namun sama sekali tidak ada penyebutan kota Mekah. Ini mengindikasikan bahwa kota Mekah memang belum ada saat itu, makanya tidak muncul dalam panggung sejarah dipertengahan abad ke 6 SM.

    BAGIAN KETIGA : HERODOTUS
    Herodotus adalah sejarawan Yunani yang hidup 484 SM hingga 430 SM/420 SM. Menuliskan sebuah buku berjudul The History yang diterbitkan sekitar tahun 425 SM. Buku ini adalah narasi sejarah tentang perang Greco – Persia.
    Dalam buku 3 nya Herodotus menuliskan Arab Selatan sebagai berikut.
    Sumber, link.

    Arabia is the last of inhabited lands towards the south, and it is the only country which produces frankincense, myrrh, cassia, cinnamon, and laudanum.

    Arabia arah selatan adalah lokasi yang paling akhir dihuni, dan wilayah inilah satu-satunya yang memproduksi kemenyan, mur, kasia, kayu manis dan madat.

    Jadi catatan Herodotus bertentangan dengan sumber Islam yang mengklaim wilayah Mekah sudah dihuni semenjak abad ke 20 SM dan menjadikan wilayah ini yang pertama dihuni dan dari Mekahlah kemudian keturunan Ismail menyebar ke segala penjuru Arab. Catatan sejarah adalah jelas, Arab Selatan adalah wilayah yang paling akhir dihuni. Ini sangat jelas karena migrasi dari Mesopotamia kuno adalah menuju ke wilayah barat daya arah Israel dan ke selatan melalui pantai timur jazirah Arab dari Qatar, Uni Emirat Arab, Oman dan Yaman. Itulah sebabnya wilayah Arab Utara dan Yaman lebih dahulu didiami dibandingkan wilayah Arab Selatan. Jika Khaybar dan Medina baru muncul di sekitar abad 6 SM, ini berarti di abad 6 SM Mekah pasti belum ada karena letaknya lebih selatan lagi dari Medinah. Jadi bagaimana mungkin Mekah sudah ada di abad 20 SM.

    BAGIAN KEEMPAT : STRABBO SUMBER ROMAWI (23/24 SM)
    Di tahun 30 SM, Mesir takluk dan menjadi salah satu provinsi Romawi. Setelah menaklukkan Mesir, Romawi berusaha meneruskan penaklukkannya ke wilayah jazirah Arab hingga ke Yaman yang pada waktu itu adalah sebuah kerajaan besar .
    Di tahun 23 / 24 SM, pemerintah Romawi mengutus Aelius Gallus, gubernur Mesir untuk memimpin penaklukan tersebut.
    Sumber : History of Rome, Buku LIII.xxix. 3 – 8 | Dio Cassius, 220 M

    For 23 B.C.: While this was going on, another and a new campaign had at once its beginning and its end. It was conducted by Aelius Gallus, the governor of Egypt, against the country called Arabia Felix

    Tahun 23 SM : Sementara semuanya berjalan, satu ekspedisi baru dimulai dan diakhiri. Ekspedisi itu dipimpin oleh Aelius Gallus, gubernur Mesir, terhadap wilayah Arab Felix.

    Dalam ekspedisi ini diikutsertakan seorang sejarawan dan ahli geografi yang bernama Strabo (meninggal 22 M) yang kemudian mencatat peristiwa ini dalam 16 buku karangannya.

    Informasi peta wilayah Arabia dapat diakses disini.

    Sumber kutipan berikut diambil dari: Geography, Buku XVI, Chap. iv, 1-4, 18-19, 21-26

    Dalam buku ini, dikutip kota-kota yang dilalui oleh Gallus dalam perjalanan pergi dan pulangnya. Gallus melewati dua jalur yang berbeda, dimana jalur pergi adalah melalui gurun pasir di bagian timur sisi Laut Merah, sementara jalur pulang adalah melalui jalur tepi laut Merah. Gallus berangkat dari wilayah kanal di sekitar sungai Nile dan ini hanya mungkin dari sekitar wilayah Suez sekarang. Kota pertama yang disinggahi adalah Leuce Come.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.23.
    Gallus, notwithstanding, built not less than eighty biremes and triremes and galleys at Cleopatris near the old canal which leads from the Nile. ….. he constructed a hundred and thirty vessels of burden, in which he embarked with about ten thousand infantry, …… he arrived on the fifteenth day at Leuce-Come, a large mart in the territory of the Nabataeans, ……
    Gallus membuat tidak kurang dari 80 perahu di Cleopatris, dekat dengan kanal tua yang bersumber dari sungai Nil …. Dia membuat 130 kapal, dimana dia berangkat dengan 10.000 pasukan …… dia sampai di Leuce Come dihari ke 15, sebuah tempat perdagangan yang besar di wilayah Nabatean …..

    Wilayah Nabatean sendiri adalah terbentang antara perbatasan Syria dengan Arab dari sungai Eufrat hingga Laut Merah.
    Sumber : Encyclopaedia Britannica, sub topik Nabatean
    member of a people of ancient Arabia whose settlements lay in the borderlands between Syria and Arabia, from the Euphrates River to the Red Sea. ……

    Anggota masyarakat Arab kuno yang mendiami perbatasan antara Syria dan Arab, dari sungai Eufrat hingga Laut Merah ….

    Leuce Come ini masih didaerah kekuasaan Nabatean, jadi lokasinya masih dekat dengan perbatasan Syria. Jadi kemungkinan adalah kota Al-Wajh modern di wilayah Tabuk – Arab Saudi. Perjalanan berlanjut menuju wilayah kekuasaan Aretas.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    … After a march of many days, therefore, he came to the territory of Aretas [modern Medina?], who was related to Obodas. Aretas received him in a friendly manner, and offered presents. But by the treachery of Syllaeus, Gallus was conducted by a difficult road through the country; for he occupied thirty days in passing through it..

    … Setelah berjalan beberapa hari, Gallus mencapai wilayah kekuasaan Aretas, yang beraliansi dengan Obodas. Aretas menerimanya dengan ramah dan memberi hadiah. Tapi karena kebohongan Syllaeus (vivaldi : penunjuk jalan Gallus), Gallus harus melalui jalan yang sangat sulit melalui wilayah tersebut, dimana dia menghabiskan 30 hari melaluinya.

    Sangat mungkin Aretas ini adalah penguasa wilayah Medinah. Sementara Obodas adalah penguasa Khaybar. Kedua kota ini berdekatan sehingga sangat mungkin keduanya beraliansi. Dengan tidak disebutkan nama kotanya menunjukkan bahwa ke 2 kota ini adalah kota yang sudah diketahui oleh umum. Medina dan Khaybar sudah disebutkan dalam jaman Nabonidus (550 SM), jadi diabad ke 1 SM pasti sudah merupakan kota yang dikenal. Dari Al-Wajh ke Medinah berjarak sekitar 380 km dengan melalui bukit-bukit yang cukup sulit tergambar dari kutipan diatas. Secara rata-rata Galus hanya dapat maju sekitar 13 km tiap harinya.

    Kota berikutnya adalah Negrani.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    The next country to which he came belonged to the nomads, and was in great part a complete desert [the Debae]. It was called Ararene. The king of the country was Sabos. Gallus spent fifty days in passing through this territory, for want of roads, and came to a city of the Negrani, and to a fertile country peacefully disposed. The king had fled, and the city was taken at the first onset. After a march of six days from thence, he came to the river [in the land of the Minae].

    Wilayah selanjutnya yang didatanginya adalah kekuasaan suku nomaden, dan hampir seluruhnya adalah padang pasir. Wilayah itu disebut Ararene. Rajanya bernama Sabos. Gallus menghabiskan 50 hari melalui wilayah ini dan mencapai kota Negrani, wilayah subur yang telah ditinggalkan dengan sukarela. Raja telah melarikan diri dan kota diduduki segera. Setelah berjalan 6 hari dari sini, dia mencapai sebuah sungai [di wilayah Minae].

    Perjalanan yang dilakukan adalah sekitar 50 hari melalui gurun pasir sebelum mencapai Negrani. Sangat mungkin Negrani disini adalah kota Taif. Jarak antara Medinah dengan Taif adalah sekitar 500 km,dilewati dalam 50 hari, berarti kecepatan adalah sekitar 10 km / hari. Kecepatan yang rendah ini karena sangat mungkin pada saat terjadi badai mereka harus berhenti berjalan.
    Tiga indikasi lain yang menguatkan Negrani adalah Taif adalah :

    1. Karena dari sini dengan berjalan selama 6 hari kearah selatan mereka menemukan sungai. Sungai ini adalah sebuah sungai yang terletak disebelah utara Al-Qunfudhah. Jarak antara Taif hingga sungai adalah sekitar 150 km, berarti mereka berjalan dengan kecepatan sekitar 25 km / hari.

    2. Kota ini sama seperti Medinah berada disisi timur jajaran pegunungan. Jadi Gallus tampaknya berjalan menyusur tepi pegunungan.

    3. Kota Al-Qunfudhah dengan sungainya relatif sudah dekat Yaman modern, yaitu sekitar 300 km arah utara Yaman. Jadi sangat mungkin kota al-Qunfudhah dan sungainya dijaman Gallus berada dibawah kekuasaan Minae dari Yaman.

    Sumber : Encyclopaedia Britannica, sub topik: Yemen
    The three most famous and largest of these empires were the Minaean, the Sabaean (the Biblical Sheba), and the Himyarite (called Homeritae by the Romans), all of which were known throughout the ancient Mediterranean world; their periods of ascendancy overlap somewhat, extending from roughly 1200 BC to AD 525.

    Tiga kerajaan yang paling terkenal dan terbesar adalah Minaean, Saba dan Himyar, semuanya terkenal dalam sejarah kuno Mediteran, periode kekuasaan mereka berlangsung antara 1200 SM hingga 525 M.

    Perjalanan berlanjut menuju Asca.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    Immediately afterwards he took the city called Asca, which had been abandoned by the king.. Segera setelah itu, dia menaklukkan kota Asca, yang telah ditinggalkan oleh rajanya.

    Jadi setelah menemukan sungai, Galus segera mendapati sebuah kota yaitu Asca yang sangat mungkin adalah Qal’at. Jarak dari sungai ke Qal’at cukup dekat hanya sekitar 150 km. Jadi dapat ditaklukkan dengan segera.

    Kemudian menuju Athrula.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    He thence came to a city Athrula, and took it without resistance; having placed a garrison there, and collected provisions for the march, consisting of grain and dates

    Dia kemudian mencapai kota Athrula, dan menaklukkannya tanpa perlawanan, menempatkan satu garnisun disana, dan mengumpulkan persediaan untuk perjalanan selanjutnya, terdiri dari gandum dan kurma.

    Sangat mungkin Athrula adalah kota Najran karena disinilah mereka menambah perbekalan karena Najran adalah kota yang subur dengan oasis. Sejarah mencatat kota ini dikunjungi Romawi pertama kali ditahun 24 SM yang adalah waktu saat Gallus melakukan ekspedisinya.

    Sumber : Encyclopaedia Britannica, sub topik : Najran
    town, oasis, ….. First visited by the Romans in 24 BC, …. Najran was one of the main centres producing frankincense and myrrh to supply the Mediterranean basin and the Middle East between 1000 BC and AD 600.

    Kota, oasis …. Pertama kali dikunjungi orang Romawi di tahun 24 SM…. Najran adalah kota utama yang menghasilkan kemenyan dan mur yang menyuplai wilayah Mediterania dan Timur tengah antara 1000 SM dan 600 M.

    Kemudian ke Marsiaba.
    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    he proceeded to a city Marsiaba, belonging to the nation of the Rhammanitae, who were subjects of Ilasarus. He assaulted and besieged it for six days, but raised the siege in consequence of a scarcity of water. …

    Dia melanjutkan ke kota Marsiaba, yang dikuasai bangsa Rhammanita, yang takluk dibawah Ilasarus. Gallus menyerang dan mengepung kota selama 6 hari, dan meninggatkan kepungan akibat kekurangan air.

    Sangat mungkin Marsiaba ini adalah Mar’ib sebuah kota yang terkenal dengan bendungannya yang jebol pada tahun 450 / 451 M.

    Jadi dalam perjalanannya hingga mencapai Yaman, tidak ada sebuah kota yang bernama Mekah sama sekali. Jika saat itu Mekah sudah ada dengan mata airnya yaitu Zam Zam yang melimpah, tentu saja kota ini akan disinggahi oleh Gallus.
    Di padang pasir, orang mungkin bisa menyembunyikan laut, TAPI TIDAK BISA MENYEMBUNYIKAN OASIS.
    Setelah kegagalan menaklukkan Marsiaba, Gallus memutuskan untuk kembali ke Mesir. Dalam perjalanan pulang ini Gallus menggunakan jalan lain yang ternyata lebih cepat. Kota pertama adalah Negrana.

    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    he had time to take another route back; for he arrived in nine days at Negrana, where the battle was fought,
    dia memiliki waktu untuk mengambil rute lain untuk kembali, Gallus mencapai Negrana dalam 9 hari, dimana terjadi pertempuran.

    Negrana sangat mungkin adalah Sa’dah modern di Yaman. Jarak Mar’ib ke Sa’dah adalah sekitar 240 km, ditempuh dalam 9 hari. Berarti mereka berjalan rata-rata 27 km / hari. Kemudian Seven Wells.

    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    and thence in eleven days he came to the “Seven Wells” [modern Al-Qunfudhah], as the place is called from the fact of their existing there. Thence he marched through a desert country, and came to Chaalla a village,

    dan kemudian dalam 11 hari mencapat “Tujuh Sumur”, tempat yang dinamakan menurut keberadaan sumur-sumur tersebut. Kemudian mereka berjalan melalui gurun pasir dan tiba di sebuah pemukiman bernama Chaala.

    Para ahli menyatakan bahwa Tujuh Sumur ini adalah Al-Qunfudhah. Jarak Sa’dah ke Al-Qunfudhah adalah sekitar 370 km,ditempuh dalam 11 hari. Berarti mereka berjalan rata-rata 34 km / hari. Sementara Chaala kemungkinan adalah Al-Lith modern.
    Kemudian menuju Malothas.

    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    and then to another called Malothas [perhaps modern Jeddah], situated on a river.
    Dan kemudian menuju Malothas, yang terletak disebuah sungai.

    Kota ini terletak ditepi sebuah sungai dan sangat mungkin adalah kota Jedah modern karena ada sebuah sungai disana.

    Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
    This road then lay through a desert country, which had only a few watering-places, as far as Egra [modern Yanbu] a village. It belongs to the territory of Obodus, and is situated upon the sea.
    Jalan ini kemudian melalui padang pasir, yang hanya memiliki sangat sedikit tempat berair, hingga mencapai Egra. Kota ini masuk wilayah Obodus dan terletak ditepi pantai.

    Setelah Jeddah, mereka mendapati Egra yang sangat mungkin adalah Yanbu modern karena terletak ditepi Laut Merah.
    Lagi-lagi dalam perjalanan balik ini tidak ada kota dengan ciri-ciri Mekah disebutkan.

    Kesimpulan :
    Dalam perjalanan menuju Yaman, setelah mendarat di Al-Wajh, Gallus dan pasukannya bergerak kearah tenggara menuju jalur padang pasir dengan melewati kota Medinah – Taif – Qal’at – Najran dan berusaha menaklukkan Mar’ib. Sementara perjalanan pulang melewati jalur Mar’ib – Sa’dah – al-Qunfudhah – Al-Lith – Jedah dan Yanbu.

    Tidak ada sama sekali penyebutkan kota seperti Mekah yang memiliki mata air Zam-Zamnya.
    Jika saja Mekah dengan mata air zam-zamnya sudah ada sejak jaman Abraham (2000 SM), sudah barang tentu kota ini akan dilewati oleh Gallus karena di padang pasir, MATA AIR LEBIH BERHARGA DARIPADA EMAS BERLIAN.

    BAGIAN KELIMA : DIODORUS SICULUS (ABAD 1 SM)
    Kutipan berikut diterjemahkan secara bebas dari tulisan Islamic Awareness yang dapat diakses disini.

    Diodorus Siculus adalah seorang sejarawan Yunani di abad 1 SM yang menuliskan Bibliotheca Historica, sebuah buku yang menggambarkan beberapa bagian dunia. Kutipan berikut adalah dari terjemahan Inggris yang dikutip oleh Gibbon dari buku Diodorus Siculus yang menggambarkan sebuah kuil yang dipandang sebagai kuil yang paling suci di Arab.
    And a temple has been set-up there, which is very holy and exceedingly revered by all Arabians.
    Dan sebuah kuil telah dibangun disana, yang sangat suci dan dihormati oleh semua orang Arab.

    Komentar : Dalam usahanya untuk mencari pembenaran klaim bohong tersebut, tim dari Islamic Awareness harus membuat kebohongan lainnya.
    Kutipan yang lebih lengkap adalah sbb :
    The people who inhabit the country beside the gulf ,who are named the Banizomenes, support themselves by hunting and eating the flesh of land animals. A very sacred temple has been established there which is highly revered by all the Arabs.
    Orang yang menghuni wilayah disebelah teluk, dinamakan Banizomenes, yang hidup dari berburu dan memakan daging binatang darat, Dan sebuah kuil telah dibangun disana, yang sangat suci dan dihormati oleh semua orang Arab.

    Jadi kuil ini adalah kuilnya orang Banizomenes, bukan kuilnya orang Quraish.
    Terus dimana letak pemukiman Banizomenes itu. Dijelaskan oleh seorang sejarawan Agatharchides yang menulis buku berjudul On the Erythraean Sea ditahun 145 – 132 SM. Link
    One encounters the Laeanites Gulf around which there are many villages of the so-called Nabataean Arabs….. Next after this section of the coast is a bay which extends into the interior of the country for a distance of not less than five hundreds stades. Those who inhabit the territory within the gulf are called Batmizomaneis and are hunters of land animals.
    Seseorang menemukan sekeliling Teluk Laeanites dimana ada banyak pemukiman dari orang-orang Arab Nabatean….. Setelah wilayah ini yang masih dipinggir pantai adalah teluk yang menjorok masuk kedalam sekitar tidak kurang dari 500 stadia. Mereka yang mendiami wilayah ini dalam area teluk dinamakan Batmizomaneis yang adalah pemburu binatang darat.

    Jadi kuil yang disebutkan berada di sekitar teluk Akaba yang terletak antara jazirah Sinai dengan Arab, sangat jauh dari Mekah. Itulah sebabnya tim Islamic Awareness sengaja memotong sebagian kalimat saja karena kalau dikutip semuanya maka kebohongan mereka akan langsung terlihat.

    BAGIAN KEENAM : MENURUT PLINY (ABAD 1 M)
    Setelah Mekah tidak tercatat dalam sejarah abad 6 SM, abad ke 5 SM dan abad 1 SM, kita coba lihat apa catatan sejarah pada abad ke-1 Masehi. Sumber adalah dari seorang penulis sekaligus seorang pemimpin skuadron prajurit Romawi yaitu Pliny. Pliny lahir di Como, Italia di tahun 23 M dan meninggal ditahun 79 M. Dia menyelesaikan bukunya yang berjudul “Natural History” ditahun 77 M. Dalam menyusun bukunya, Pliny mendasarkan pada perpustakaan Romawi. Di buku 6, bab 32 dan 33 Pliny mendaftarkan 92 suku dan 62 kota di Arab, namun tidak sekalipun menyebut suku Jurhum dan Adnan maupun kota Mekah. Tulisan Pliny ini memperkuat apa yang dilaporkan Strabbo sekitar 100 tahun sebelumnya dimana kota Mekah tidak dikenal.

    BAGIAN KETUJUH : MENURUT CLAUDIUS PTOLEMY (ABAD 2 M)
    Kutipan berikut diterjemahkan secara bebas dari tulisan Islamic Awareness yang dapat diakses disini.

    Menarik mengetahui bahwa Claudius Ptolemy dari Alexandria, ahli matematika dan astronomi, terkenal sekitar 1 abad setelah Pliny, membuat peta dunia. Dia bukanlah ahli geografi sehingga bukunya hanya dimaksudkan untuk menjelaskan peta yang dia buat. Dia menyebutkan sekitar 114 kota dan pemukiman di Arab Felix.
    Sebagai contoh, Dumaetha, dijelaskan berada di perbatasan utara Arab Felix adalah kota Daumet diabad pertengahan, dan sekarang adalah oasis besar yang bernama Jauf. Hejr, yang terkenal di jaman jahiliyah, sekarang dikenal sebagai Medayin Salih, adalah kota Egra menurut Ptolemy. Kota Thaim adalah Teima, yang terkenal karena inskripsinya tentang keberadaan kuil-kuil dan penduduk diabad 5 SM. Inilah Tema kota Ayub. Sementara Lathrippa, yang berlokasi disebelah dalam Iambia (Yambo), dikenal juga IAthrippa menurut Stephan dari Byzantium, Yathrib menurut tradisi Arab mula-mula, sekarang adalah El Medina.
    Selain itu disebutkan juga tempat bernama Macoraba yang diidentifikasikan sebagai Mekah. Menurut GE von Grunebaum : Mecca is mentioned by Ptolemy, and the name he gives it allows us to identify it as a South Arabian foundation created around a sanctuary.
    Mekah disebutkan oleh Ptolemy, dan nama yang diberikan oleh Ptolemy memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan lokasi itu di Arab Selatan yang dibangun disekitar tempat pemukiman.

    Komentar :
    Ahli Geografi Yunani, Claudius Ptolemy dari Alexandria, Mesir, lahir ditahun 90 M dan meninggal 168 M. Sekitar tahun 150 M dia mulai menaruh perhatian kepada masalah geografi. Dalam bukunya Geography, buku VI, bab 7, Ptolemy mendokumentasikan beberapa lokasi utama di Arab lengkap dengan koordinat bujur dan lintangnya.
    Macoraba yang dilaporkan oleh Ptolemy tidaklah mungkin adalah Mekah dengan 3 alasan sbb.:

    1. Dari struktur konsonan-nya, Macoraba (MCRB) berbeda dengan Mecca (MCC) yang mengindikasikan kota ini bukanlah Mekah. Yaqut al Hamawi seorang ahli geografi Arab (1179 M – 1229 M) pernah menyebutkan keberadaan sebuah kota yang bernama Maqarib (sumber : Mujam al-Buldan, iv, 587) Dari struktur konsonannya Maqarib (MQRB) lebih mendekati MCRB (Macoraba). Patricia Crone dalam bukunya Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, halaman, 136 menyarankan lokasi Macoraba atau Maqarib ini dekat dengan Yathrib (Medinah).

    2. Dari posisi bujur Strabo menuliskan bahwa Latriba (Yathrib atau Medinah) berada di 71 derajat. Sementara Macoraba berada di lokasi 73 derajat 20 menit. Ini berarti Macoraba berada disebelah timur Latriba (Medinah) 2 derajad 20 menit.. Sementara Mekah berada di bujur yang hampir sama dengan Medinah.

    3. Dari posisi lintang Ptolemy menyebutkan Macoraba adalah kota ke 6 setelah Lathrippa (Medinah). Kota pertama yang disebutkan setelah Lathrippa adalah Carna. Kota Carna sendiri menurut Strabo masuk dalam kekuasaan Minaea diwilayah Yaman. Jadi Macoraba tidak mungkin Mekah karena tidak terletak di Yaman.

    Sumber : The Geogrophy of Strabo | Buku 16, chapter iv, 2 | The Geogrophy of Strabo, volume vii, translated by Horace L. Jones , 1966, page 311). Link.
    Bagian penting dari wilayah ini dikuasai oleh 4 suku besar, oleh Minaea … yang kota utamanya adalah Carna, setelah itu adalah Sabaeans, yang kota utamanya adalah Mariaba, setelah itu adalah Cattabanians, yang kota utamanya adalah Tamna, dan diujung timur, Chatramotitae, yang berarti Hadramout, yang kotanya adalah Sabata.

    Carna dikenal sebagai kota terbesar di Yaman yang menjadi ibu kota kerajaan Minaea.

    Seorang sejarawan lainnya yaitu Pliny dalam bukunya Natural history of Pliny; Book VI, chapter 32, menyebutkan sebuah kota dengan nama Mochorba, yang dikatakan adalah pelabuhan Oman di pantai Hadramout di Arab Selatan.
    Hadramout sendiri adalah Oman modern.

    Sumber : Encyclopaedia Britannica edisi 2003 | Topik : Hadramawt
    ancient South Arabian kingdom that occupied what are now southern and southeastern Yemen and the present-day Sultanate of Oman (Muscat and Oman).
    Kerajaan Arab kuno yang menguasai wilayah selatan dan tenggara Yaman dan sekarang adalah kesultanan Oman.

    Karena Macoraba ini tidak muncul dalam catatan sejarah manapun selain tulisan Ptolemy, tampaknya Macoraba ini hanyalah pemukiman kecil yang eksis di abad 2 M pada masa Ptolemy dan kemudian ditinggalkan. Sangat mungkin sejumlah suku Oman dari Mochorba beremigrasi ke utara mendekati kota Carna dan pemukiman mereka dinamakan Macoraba dengan mengikuti nama kota asal mereka yaitu Mochorba.

    BAGIAN KEDELAPAN : MENURUT PROCOPIUS DARI CAESAREA (ABAD 6 M)
    Procopius hidup sekitar tahun 550 M. Dalam bukunya terdapat beberapa kesamaan dengan sumber dari Ibn Ishaq diatas.
    Dimulai dengan penganiayaan orang-orang Kristen di Himyar (Yaman)
    Sumber : History of the Wars, Procopius of Caesarea | Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13 :
    At about the time of this war Ellesthaeus, the king of the Ethiopians, who was a Christian and a most devoted adherent of this faith, discovered that a number of the Omeritae on the opposite mainland [modern Yemen] were oppressing the Christians there outrageously;
    Pada waktu sekitar perang ini, Elesthaeus, raja dari Ethiopia, yang adalah seorang Kristen yang saleh, mendengar bahwa sejumlah orang himyar di wilayah Yaman menganiaya orang Kristen dengan kejam

    Kisah penganiayaan ini terdapat dalam buku Ibn Ishaq.
    Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua | Muhammadiyah University Press, Jilid 1, halaman 25.
    Dhu Nawas datang menyerang mereka dengan tentaranya dan memaksa penduduk untuk memeluk agama Yahudi, memberi pilihan kepada mereka antara hidup dan mati, mereka memilih mati. Maka kemudian Dhu Nawas menggali parit untuk mengubur mereka, membakar sebagian dari mereka dengan api, membunuh yang lain dengan pedang, sampai kemudian dia telah membunuh hamper dua puluh ribu penduduk …

    Kisah berlanjut dimana raja Himyar kemudian dikalahkan, digantikan oleh raja yang lain dan kemudian naiklah raja Abramus (Abrahah)
    Sumber : Procopius, Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13 :
    He therefore collected a fleet of ships and an army and came against them, and he conquered them in battle and slew both the king and many of the Omeritae. He then set up in his stead a Christian king, an Omeritae by birth, by name Esimiphaeus, ….
    Sang raja kemudian mengirimkan kapal dan pasukan untuk menyerbu Himyar, dan berhasil menaklukkan mereka dan membunuh raja himyar dan banyak penduduknya. Dia kemudian menobatkan seorang keturunan Himyar menjadi raja, yaitu Esimiphaeus, ….

    These fellows at a time not long after this, in company with certain others, rose against the king Esimiphaeus and put him in confinement in one of the fortresses there, and established another king over the Omeritae, Abramus by name. Now this Abramus was a Christian, ……
    Pengikut-pengikut Esimiphaeus, dengan dibantu beberapa pihak, memberontak terhadap sang raja dan menahannya dalam salah satu bentengnya, dan menobatkan raja baru terhadap Himyar, yaitu Abramus. Abramus adalah seorang Kristen …

    Kisah ini terdapat juga dalam buku Ibn Ishaq.
    Sumber : Ibn Ishaq, halaman 26 – 29
    Daus berngkat ke Abissinia dengan membawa surat sang raja, dan kemudian raja Abissinia mengirimkan tujuh puluh ribu tentara ……… Aryat memegang kendali kekuasaan di Yaman selama beberapa tahun , tetapi kemudian Abrahah orang Abissinia memecah kekuasaannya …. Dan orang-orang Abissinia di Yaman menerima Abrahah sebagai pemimpin mereka …

    Kisah berlanjut dimana Abramus mengalami 2 kali penyerbuan oleh pasukan raja Ethiopia, namun berhasil mengalahkan mereka.
    Sumber : Procopius, Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13 :
    When Ellesthaeus learned this, he was eager to punish Abramus together with those who had revolted with him for their injustice to Esimiphaeus, and he sent against them an army of three thousand men with one of his relatives as commander. This army, once there, was no longer willing to return home, but they wished to remain where they were in a goodly land, and so without the knowledge of their commander they opened negotiations with Abramus; then when they came to an engagement with their opponents, just as the fighting began, they killed their commander and joined the ranks of the enemy, and so remained there.
    Ketika Ellesthaeus mendengar hal ini, dia hendak menghukum Abramus dan pengikutnya yang telah menurunkan raja Esimiphaeus, dan dia mengirimkan 3000 pasukan dengan seorang kerabatnya sebagai komandan. Namun pasukannya, saat berada di Himyar, tidak lagi ingin pulang, mereka ingin menetap di Himyar yang subur, dan tanpa sepengetahuan sang komandan, mereka bernegosiasi dengan Abramus dan mencapai kata sepakat saat pertempuran akan dimulai. Mereka membunuh sang komandan dan justru bergabung dengan pihak Abramus dan menetap disana.

    But Ellesthaeus was greatly moved with anger and sent still another army against them; this force engaged with Abramus and his men, and, after suffering a severe defeat in the battle, straightway returned home.
    Namun Ellesthaeus sangat marah dan mengirimkan lagi pasukan untuk menyerbu Himyar, dan terjadi pertempuran dengan pasukan Abramus. Setelah mengalami kekalahan parah, mereka kembali lagi ke Ethiophia.

    Kisah kemudian berlanjut dimana Abramus berjanji untuk menyerbu Persia namun kemudian ditengah jalan membatalkan penyerbuannya ke Persia.
    Sumber : History of the Wars, Procopius of Caesarea | Buku I.xix.1 – 16, 23-26; xx.1–13 :
    Later on Abramus too, when at length he had established his power most securely, promised the Emperor Justinian many times to invade the land of Persia, but only once began the journey and then straightway turned back.
    Dikemudian hari setelah kekuasaannya mantap, Abramus berjanji kepada Kaisar Justinian beberapa kali untuk menyerbu Persia, namun hanya sekali melakukan perjalanan dan kemudian langsung kembali lagi.

    Uniknya kisah ini muncul dalam buku Ibn Ishaq namun dengan versi yang berbeda dimana dikisahkan Abrahah hendak menyerbu ke Mekah, tempat yang dia sendiri tidak tahu dimana dan siapa pemimpinnya (lihat kembali bagian kesatu). Namun dengan ajaib gajah-gajah mereka tidak mau berjalan menyerbu Mekah, bahkan pasukan Abrahah dijatuhi batu-batu oleh burung-burung.

    Sumber : Ibn Ishaq, halaman 38
    Tiba-tiba gajah tersebut berlututut, dan Nufail segera melompat dan berlari kearah puncak gunung. Pasukan Abrahah mencoba untuk membangkitkan gajah tersebut tetapi gagal …… ketika mereka mengarahkan sang gajah ke Yaman maka serta merta gajah tersebut berdiri, tetapi ketika mereka memutar arahnya ke kota Mekah gajah itu kembali mogok. Kemudian tuhan mengirimkan kepada mereka sekawanan burung …. Tiap-tiap burung membawa tiga buah kerikil, seperti buah kacang, satu di paruh dan dua di cakar. Semua yang terkena lemparannya mati …..

    Bahkan kisah ini masuk dalam Al-Qur’an.
    QS 105 : 1 – 5
    Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah [1602]?
    Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?, dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,
    yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
    lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

    Terlihat bagaimana Ibn Ishaq telah memelintir sejarah Abrahah demi kepentingan muslim dan Arab :

    · Pasukan yang hendak menyerbu ke Persia, diplintir katanya hendak menyerbu ke Mekah, dengan alasan mau balas dendam karena ada orang Quraish yang merusak katerdral milik Abrahah di Yaman.

    · Pasukan yang membatalkan niat menyerbu, diplintir katanya sang gajahlah yang tidak mau jalan

    · Tidak ada sama sekali korban jiwa dipasukan Abrahah, diplintir katanya banyak yang mati karena dijatuhi kerikil sebesar kacang oleh burung.

    · Bahkan Al-qur’an sendiri harus menambahkan kalimat dalam tanda kurung untuk mengaitkan dengan Ka’bah.

    · Bagaimanapun usaha sejarawan muslim dan Ibn Ishaq mendistorsi kisah ini tetap menimbulkan keganjilan, yaitu :

    · Abrahah tidak tahu dimana kota Mekah sampai harus diantar oleh orang Thaif

    · Abrahah tidak tahu siapa pemimpin kota Mekah sampai harus bertanya-tanya.

    ORANG MAU BERPERANG KOK TIDAK TAHU SIAPA YANG MAU DISERBU DAN DIMANA HARUS DISERBU ?!? Piye to iki mas???

    KESIMPULAN.
    Dari uraian diatas yang membahas catatan sejarah dalam rentang waktu 550 SM hingga 550 M jelas tidak ada laporan tentang keberadaan kota Mekah ataupun kota dengan ciri-ciri Mekah. Konsekuensinya adalah klaim Mekah, Kabah dan Zamzam sudah ada dijaman Abraham adalah klaim bohong belaka.

    Beberapa pakar muslim mengakui hal ini, berikut kutipannya :
    1) Dr. Taha Hussein, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 170 :
    “Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah cukup jelas, cerita ini MUNCUL BELAKANGAN disaat Islam mulai berkembang. Islam mengeploitasi kisah ini untuk kepentingan agama”

    Siapa DR. Taha Husayn.
    Dikutip dari : Encyclopaedia Britannica edisi 2003 | Sub Topik : Taha Hussein

    Lahir Nov. 14, 1889, Maghaghah, Mesir | Meninggal Oct. 28, 1973, Kairo.
    Figur yang menonjol dalam khasanah Mesir modern …..Ditahun 1902 dia belajar di Al-Azhar, Kairo …… Ditahun 1908 dia masuk Universitas Kairo dan di tahun 1914 menjadi orang pertama yang meraih gelar doktor …… Taha menjadi professor Kebudayaan Arab di Universitas Kairo, karirnya dipenuhi dengan gejolak karena pandangan-pandangan kritisnya yang sering membuat marah kaum Islam ortodoks. ….Tahun 1926 dia menerbitkan buku On Pre-Islamic Poetry, dalam buku ini dia menyimpulkan beberapa syair-syair yang dinyatakan pra Islam sebetulnya adalah pemalsuan oleh muslim kemudian karena beberapa alasan, salah satunya adalah untuk memberikan otoritas kepada Al-Qur’an. Karena buku ini, dia dinyatakan kafir. ….. Taha kemudian menjabat sebagai Menteri Pendidikan ditahun 1950 – 1952 …..

    2) W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert Morey’s Islamic Invasion, halaman 3–4: “Pada masa sebelum Islam, Ismail TIDAK PERNAH DISEBUTKAN sebagai Bapa Bangsa Arab”

    3) Muhammad Husain Haekal, Dalam bukuna : Sejarah Hidup Muhammad | BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA’BAH DAN QURAISY.
    ….. Untuk mengetahui sejarah dibangunnya kota ini SUNGGUH SUKAR SEKALI. MUNGKIN sekali ia bertolak ke masa ribuan tahun yang lalu. ……. MUNGKIN sekali Ismail anak Ibrahim itu orang pertama yang menjadikannya sebagai tempat tinggal, …. Kalau Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Mekah sebagai tempat tinggal, maka sejarah tempat ini sebelum itu GELAP SEKALI.

    Tentu saja sejarah Mekah Pra Islam GELAP SEKALI karena memang belum ada dijaman Abraham dan Ismail

    4) Martin Lings
    Dalam bukunya : Muhammad – Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik,
    Serambi Ilmu Semesta, 2002, halaman 10.
    … Ada 2 pusat suci yang melingkupi Ibrahim : satu didaerahnya, dan satu lagi MUNGKIN BELUM DIKETAHUI, dan MUNGKIN KESANALAH Hajar dan Ismail dituntun, kesuatu lembah tandus di Arabia ……. Lembah itu bernama Bakah.

    Tentu saja sejarah Mekah Pra Islam BELUM DIKETAHUI, karena memang belum ada dijaman Abraham dan Ismail

    Jadi, kapan kota Mekah dan Kabah didirikan? :

    · Dengan mengacu pada puisi pra Islam yang digantung di Kabah jelas mengindikasikan pembangun kuil adalah Quraish. Pembangunan kuil biasanya bersamaan dengan pem-bangunan kota. Quraish sendiri kemungkinan besar hidup di akhir abad ke 2 M.

    · Dengan berandai-andai bahwa Macoraba memang adalah Mekah tetap saja kota ini baru muncul di panggung sejarah sekitar pertengahan abad 2 M.

    Dapat dinyatakn bahwa kota Mekah dan Kabah baru ada paling cepat di abad ke 2 M.

    Jadi kapan mata air Zamzam dan Batu hitam ditemukan :
    Sumur Zamzam dan batu hitam baru ditemukan pertama kali oleh Abdul Muthallib sang kakek Muhammad SAWdi awal tahun 500-an M.

    —Sekian—

    7 Myths About Islam

    .7 Kebohongan ttg Islam.
    By Timothy R. Furnish*

    *Mr. Furnish, Ph.D (Islamic History), adalah Asisten Professor, Sejarah, Georgia Perimeter College, Dunwoody, GA 30338. Mr. Furnish adalah penulis “Holiest Wars: Islamic Mahdis, their Jihads and Osama bin Laden” (Praeger, 2005).

    Paling tidak akibat 9/11, AS semakin mempertajam pengetahuannya ttg Islam dan Timur Tengah. Sayangnya, informasi yg dilancarkan media ttg kedua topik ini sering salah. Inilah ketujuh mitos ttg Islam dan Sejarah Islam yg berulang-ulang disampaikan media.

    Pertama, bahwa Islam adalah agama yg paling pesat pertumbuhannya didunia.
    Mormonisme dan Scientology juga menganggap diri tumbuh pesat, tetapi tidak banyak orang diluar Salt Lake City dan Hollywood percaya.

    Spt dipaparkan Philip Jenkins dari Penn State University dalam tulisannya ttg Agama Kristen—khususnya Gerakan Pantekosta – adalah kepercayaan yg paling cepat pertumbuhannya. Saat ini ada 2 milyar Kristen dan 1.3 milyar Muslim (dari total penduduk dunia 6 milyar), dan dalam abad ke 21, Agama Kristen akan meningkatkan posisinya akibat pertumbuhan di sub-Sahara Afrika dan Cina.

    Kedua, bahwa Islam adalah agama damai.
    Memang ada ayat-ayat Quran yg menunjukkan toleransi :
    Surah al-Baqarah:256 says “there shall be no compulsion in religion;” Surah al-Furqan:65ff says that Allah will be merciful to those who repent and do good works; and Sura al-Nisa’:19ff enjoins Muslim men to provide financially for wives and ex-wives.

    Namun ayat-ayat itu tenggelam dgn adanya :
    Surah Anfal:12ff dan Surah Muhammad:3ff command the beheading of unbelievers; Sura al-Nisa’:34ff allows for beating of one’s wives and in verses 74ff and 94ff, promises great reward for those who die fighting for Allah; Sura al-Ma’idah:51 says “Believers, take neither Jews nor Christians for your friends.”

    Memang ada bagian kekerasan dalam Injil atau dalam Buku Perjanjian Lamanya Yahudi (Joshua dan David merupakan pemimpin militer dan agama sekaligus). Tapi baik Muslim maupun non-Muslim tidak membantah adanya ayat-ayat kekerasan dan misoginistik dlm Qur’an ini. Banyak alasan membenarkan ayat-ayat tsb, misalnya: tergantung konteks, artinya cuma metaforis dsb dsb. Tetapi orang tidak dapat mengatakan bahwa ayat-ayat ini tidak eksis. Jadi orang yg mengatakan bahwa Islam mengajarkan perdamaian jelas belum pernah membaca Quran.

    Memang kebanyakan Muslim jaman sekarang tidak memberlakukan ayat-ayat ttg pemenggalan kepala. Tetapi tetap saja ada Muslim yg mengartikannya secara harafiah.

    Ketiga, bahwa Jihad bukan berarti perang suci.
    Kebohongan ini sering muncul dalam buku referensi dan media yg berulang-ulang menekankan bahwa jihad sebenarnya berarti “upaya menjadi Muslim yg baik.”

    Namun sejarah Islam menunjukkan bahwa JIHAD berarti ; BERTEMPUR MELAWAN NON-MUSLIM GUNA MELUASKAN WILAYAH DIBAWAH PENGUASAAN MUSLIM. Al-Bukhari hidup dlm abad 9M dan merupakan biographer Muhamad yg paling berotoritas mengatakan dgn tegas dan berkali-kali bahwa jihad berarti “perang suci.” Jihad sbg “Muslim piety” hanyalah milik kaum Sufi, cabang ajaran mistik Islam, dan sekarang merupakan pandangan yg sangat minoritas.

    Sejarah Islam juga penuh dgn pemimpin yg menyatakan jihad melawan musuh mereka – bahkan Kerajaan Ottoman yg lumayan moderat-pun menyatakan jihad melawan Perancis, Inggris dan Rusia dalam Perang Dunia I !

    Keempat, adalah kebohongan terbesar bahwa Islam disebarkan secara damai dari jazirah Arab, seakan-akan pengikut Muhamad mengetuk dari pintu ke pintu sambil membagi-bagi brosur. Dari permulaan abad ke 7, Muslim secara militer menaklukkan wilayah-wilayah dan memaksa orang utk memeluk Islam. Memang, beberapa kerajaan Kristen pernah melakukannya pula, TETAPI MEREKA TIDAK PERNAH MEMBANTAHNYA!

    Tentara Arab Muslim menghancurkan Kerajaan Persia dan mengganti agama penduduk asli, Zoroastria; mereka menginvasi satu-satunya kerajaan Kristen Bizantin yg masih tersisa dan dalam beberapa abad mencaplok sebagian wilayahnya. Pd thn 732M, dari Maroko, tentara Muslim masuk ke Perancis! Th 750M, wawasan Muslim (Darul islam) menguasai wilayah dari jazirah Iberia sampai ke India. Dan dalam abad berikutnya, Muslim tetap mengadakan serangan-serangan ofensif, dgn hanya dua pengecualian: aksi “Reconquista” di Iberia dan the Crusades (Perang Salib).

    Kelima, mitos membosankan bahwa pihak Crusader Katolik Eropa-lah yg memulai perang dgn Islam dan selama 8 abad Muslim menangisi ketidakadilan yg mereka alami 8 abad sebelumnya. Sebenarnya, the Crusades (Perang Salib), 1095-1291, merupakan upaya kaum Kristen utk merebut kembali wilayah-wilayahnya yg dicaplok Islam.

    Dongeng berikutnya adalah bahwa kemiskinan menghasilkan teroris.
    Kebanyakan teroris 9/11 dan London adalah didikan Universitas dan kelas menengah. Sama dgn para suicide bomber (pem-bom bunuh diri) Palestina dan Iraq. Seorang pakar masalah teroris asal Inggris mengatakan bahwa “latar belakang socio-ekonomi ternyata tidak memainkan peranan.” Kemiskinan bisa dijadikan faktor, tetapi tidak cukup utk menjelaskan terorisme Islam

    Dongeng terakhir bahwa Islam telah “di-sandera” teroris.
    Kalau begitu, Bin Laden, para ayatollah di Iran, Taliban, Wahabisme di Saudi, kesemuanya telah memanfaatkan agama yg “moderat” bagi tujuan mereka. Tapi tidak ada yg bisa mengatakan bahwa kelakuan para teroris itu tidak direstui Quran.

    Ibn Taymiyah, pakar Islam yg paling terkenal yg hidup 700 tahun lalu, membagi dunia kedalam DARUL ISLAM dan DARUL HARB. Satu-satunya penguasa yg baik adalah yg beragama Muslim, demikian Ibn Taymiyah. Dgn ini ia maksudkan penguasa Muslim yg memberlakukan shariah. Banyak muslim yg tidak setuju tapi banyak juga yg setuju sekali (10 % dari 1.3 milyar Muslim = 130 million. Cukup banyak bukan?)

    Islam sekarang adalah sama dgn agama Kristen sebelum “Perang Tiga Puluh Tahun” (1618-1648) yg mengakibatkan Barat memisahkan agama dari urusan kenegaraan, dan dgn demikian menghapus segala ancaman perang agama.

    Kita sekarang perlu membuka mata atas realitas pahit ttg Islam ini. Kalau tidak, ini sama saja dgn membohongi diri sendiri dan akibatnya adalah fatal.

    ====

    More myths on Islam:
    Table of Contents
    Introductory Comments
    The Qur’an
    Chapter 1 – The Qur’an is Preserved and Unchanged Revelation from Allah
    Chapter 2 – The Qur’an is Allah’s Perfect and Complete Word Theology
    Chapter 3 – Allah is the Same as the God of the Bible
    Chapter 4 – Muslims Reverence Jesus Christ Mohammed
    Chapter 5 – Mohammed was a Prophet of Allah
    Chapter 6 – Mohammed was the Fulfillment of Biblical Prophecies Social Impact
    Chapter 7 – Islam is a Peaceful Religion
    Chapter 8 – Islam is a Tolerant Religion
    Chapter 9 – Women are Respected and Equal in Islam Eternal Efficacy
    Chapter 10 – Islam is a Religion Which Can Offer Eternal Salvation

    KEBOHONGAN:
    MENGEJAR ILMU SAMPAI KE NEGERI CHINA

    link

    Kebohongan Quran yang paling menyolok dan yang banyak dipercayai umat Islam adalah tentang “MENGEJAR ILMU PENGETAHUAN SAMPAI KE NEGERI CINA”.

    Mana mungkin dalam AlQuran Muhammad yang hidupnya antara 570 – 632 itu tahu ada kerajaan Cina waktu itu? Kenyataannya bahwa kerajaan Cina belum ada dizaman hidupnya Muhammad, wilayah Cina justru masih terdiri dari banyak kerajaan-kerajaan kecil seperti Cou, Tang, Khitan, Uighur dsb. Tak satupun kerajaan yang bisa direpresentasikan sebagai kerajaan Cina.

    Jadi mana mungkin Muhammad bisa menganjurkan umatnya untuk belajar ke negeri Cina yang belum pernah ada waktu itu?!?

    Andaikan anda mau berpikir hal yang tak masuk akal ini menjadi kepercayaan anda, tentunya akan konflik dengan ajaran Islam sendiri. Apa yang mau dipelajari dari negeri Cina diwaktu itu?!? Belajar agama Budha pun bukan tempat yang istimewa karena juga ada di India. Kalau dizaman dulu anda pergi ke negara lain tak mungkin belajar bikin mobil melainkan hanya sekolah-sekolah agama yang ada. Sedangkan di Cina agama yang populer waktu itu adalah agama Konfusius, Tao, dan lainnya yang banyak macamnya yang jelas-jelas dilarang oleh ajaran agama Islam. Jadi ilmu apa yang ingin dikejar ke negeri Cina itu?!? Bikin sutera pun bukanlah kerajaan Cina yang menjadi motivatornya ataupun produsennya, semua itu adalah inovasi masyarakatnya saja yang kebetulan berlokasi di Cina dan semua itu merupakan rahasia keluarga dalam cara-cara pembuatannya bukan rahasia kerajaan.

    Atau ilmu “Kungfu” yang mau dikejar umat Islam sesuai anjuran Al Quran? itupun tidak mungkin, karena Kungfu sekalipun di Cina itu bukan milik kerajaan tapi merupakan rahasia keluarga-keluarga kecil bahkan organisasi yang mengajarkan Kungfu secara masal pun diharuskan menjadi murid agama kepercayaan mereka seperti “Kungfu Siao Lim Shi” yang merupakan bagian dari ibadah agama Budha, yang tentunya tidak mungkin ini yang dimaksud dalam Al Quran, karena Islam sendiri menentang ajaran Budha yang menyembah patung Budha, bahkan umat Islam diwajibkan untuk menghancurkan semua bentuk patung termasuk patung-patung Budha, dan itulah yang dikerjakan umat Islam di Afghanistan sebagai ibadah agamanya.

    Kesimpulannya, tak ada satupun dari ajaran Islam sesungguhnya yang bisa membuktikan bahwa ajaran tersebut memang ajaran Muhammad, termasuk Poligami, rajam dll-nya yang memang sudah ada sejak jauh sebelum Muhammad sendiri dilahirkan. Bahkan Musa, dan Ibrahim yang disebut di Al Quran sebagai muslim ternyata juga bukan beragama Islam tapi dijelaskan sebagai agama yang berserah diri kepada Tuhan yang dalam hal ini dimaksudkan Tuhannya bangsa Yahudi bukan auwloh-nya Islam.
    Sudah selayaknya karena Musa dan Ibrahim itu bukan orang Arab tentu tak pada tempatnya untuk kita gunakan referensi Arab sebagai yang paling benar mengenai agama kepercayaan Musa & Ibrahim ini. Yang pasti baik Musa maupun Ibrahim tak mungkin beragama Islam yang diturunkan melalui Muhammad jauh sebelum Muhammad sendiri dilahirkan, karena yang disebut agama Islam adalah agama yang diturunkan Tuhan kepada Muhammad melalui wahyunya oleh malaikan Jibril.

    Dari fakta-fakta ini, jelas Agama atau Ajaran islam memang melalui proses panjang dalam menuliskan/menciptakan kitab suci AlQuran-nya. Terbukti kerajaan Cina baru muncul maupun dikenal dunia dizaman Jenghiz Khan sekitar 1200-an. Jelasnya, AlQuran itu dikenal umatnya pada tahun-tahun diatas 1200 an dan berarti bukan ajaran ‘Nabi’ Muhammad.

    Semoga anda bisa belajar dari kejadian ini!

    Sumber: http://www.indonesia.faithfreedom.org/

    okta said:
    18 Februari 2009 pukul 20:07

    Penulis ini benar-benar orang tidak berilmu tetapi sombong sekali. Benar-benar bodoh

    okta said:
    18 Februari 2009 pukul 20:08

    semoga M Shodiq Mustika dihancurkan berkeping-keping diakhirat nanti. amin

    Irawan Danuningrat said:
    25 Februari 2009 pukul 14:17

    Assalamu’alaykum wr.wb.

    Saya tidak kaget membaca postingan OPI yg hujatan thdp Islamnya “seolah-olah ilmiah dan benar” karena merujuk “tulisan2 ilmiah” kuno. Bagi saya, tulisan tersebut hanyalah PENGULANGAN sia-sia pihak penentang Islam yg dari jaman baheula sampai sekarang terus berupaya menghancurkan Islam, mengingkari eksistensi al-Qur’an sebagai Kitabullah dan Kerasulan Muhammad SAW.

    Mengapa saya katakan PENGULANGAN ? karena penyangkalan terhadap al-Qur’an tsb sesungguhnya sama sekali bukan baru dilakukan sekarang saja dgn argumentasi yg diambil dari beberapa manuscript “kuno” ttg geografi, sejarah, budaya, agama dsb, karena penghujatan thd Islam tsb sudah berlangsung sejak dulu, sejak awal kenabian Muhammad SAW oleh berbagai pihak dan kepercayaan yg ada saat itu.

    Fakta-fakta sejarah yg tidak terlalu jauh membuktikan bahwa usaha penolakan, pendiskreditan dan penentangan thdp Islam, kebenaran al-Qur’an dan kerasulan Muhammad saw terus dilakukan secara serius, sistematis dan intens dengan berbagai cara, disiplin ilmu dan logika oleh PAKAR2 THEOLOGI, PAKAR2 SEJARAH, PAKAR2 SASTRA, PAKAR2 SAINS, bahkan diikuti pula dgn penggunaan kekuatan politik, ekonomi dan senjata berbagai pihak (Quraiys, Yahudi, Nasrani, Romawi dll,) khususnya di awal2 kebangkitan Islam.

    Logika2, argumentasi2, bukti2 ilmiah dan fakta2 sejarah yg ada dan dipergunakan sejak dahulu, terbukti tidak mampu mengingkari kebenaran yg disampaikan Nabi Muhammad SAW sehingga alih2 ditinggalkan, dari waktu ke-waktu agama Islam justru semakin diminati, mendunia dan diyakini oleh mereka yg cerdas dan menggunakan akalnya secara logis dan proporsional untuk mencari kemaslahatan hidup dunia-akhirat.

    Jawaban2 logis dan ilmiah atas tuduhan2 dan klaim2 pihak yg menentang Islam sejak masa lalu hingga abad 20 dapat ditemukan a.l. dlm buku “SEJARAH HIDUP MUHAMMAD” yg disusun oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah Penerbit PUSTAKA JAYA Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat Cetakan Kelima, 1980 Seri PUSTAKA ISLAM No.1 atau pd: http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad.html

    Wassalamu’alaykum wr.wb.

      M Shodiq Mustika responded:
      25 Februari 2009 pukul 15:09

      @ Irawan Danuningrat
      Good argumentation. Thank you.

    M. Aqsah said:
    22 Oktober 2009 pukul 10:54

    assalamualaikum wwbr….
    inti dari kehidupan beragama adalah spy kita bisa MENCINTAI Allah dengan setulus hati dan jiwa kita (bukan membela sebab Allah tidak perlu dibela, dibela dari siapa? siapa yg “berani” melawan Allah? memangnya ada manusia yg sungguh hebat melebihi Allah sehingga merasa mampu jadi pembela Allah? Allah dapat menghancurkan alam semesta ini tmsk manusia didalamnya dalam sekejap mata dan membangunnya kembali dlm waktu sekejap pula!).
    dan lagi supaya kita mau mencintai sesama kita MANUSIA (semua manusia tanpa pandang bulu) dengan ikhlas dan tulus sebagaimana kita mencintai diri kita, keluarga kita, anak2 kita.
    coba kita bayangkan, bagaimana indahnya dunia ini dengan cinta dimana2, tdk ada caci maki karena beda agama-keyakinan dan warna kulit, tdk ada perang karena rebutan tanah dan batas2nya, tdk ada orang kaya yg sombong dan tak ada orang miskin yang terhina, tidak ada orang yg senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang, tidak ada orang yg begitu gampangnya melaknat sesamanya hanya karena tidak sekata seolah2 dia sendiri sudah benar; yang ada hanya damai..dan damai..dan damai….
    coba jg kita renungkan, kalaulah memang Allah “membenci” orang2 yg tidak seagama dgn kita dan kita menganggap agama kita yg paling benar, mengapa mereka tetap ada di dunia? mengapa tidak dihancurkan/dimusnahkan saja orang2 itu? Allah tidak melakukan itu karena ALLAH mencintai semua ciptaanNYA. kalau begitu mengapa ada diantara kita yg merasa “wajib” membinasakan manusia yg lain padahal ALLAH saja tidak mau melakukannya?
    ALLAH MAHA BESAR ALLAH MAHA BESAR….
    wassalamulaikum….

    wsw said:
    28 Februari 2010 pukul 05:38

    lebih baik klo dicantumkan “komentar” ato fatwa bhw ulama2 td membolehkan. biar yang jarang baca kyk aq ni tau,,,

    […] ini sebuah artikel pendek mengenai menjelang hari natal[no jebakan betmen] https://muhshodiq.wordpress.com/2008/…nyambut-natal/ […]

    Hafal Quran+Hadits = memahami Islam? « Indonesia Hot said:
    20 Januari 2014 pukul 18:05

    […] ini aku tulis sebagai tanggapan terhadap komentar seorang saudara kita yang tampaknya bermazhab “salafi”. Ia berpandangan bahwa untuk […]

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s