Sudah khitbah, mau nikah, terbentur ridha orangtua

Posted on Updated on

Senang sekali rasanya saya menemukan buku Ustadz [Istikharah Cinta] di tengah2 kegalauan saya saat ini. Saya adalah wanita berumur 24 thn. Akhir Desember 2008 kemarin seharusnya saya dijadwalkan aqad nikah dengan pria yang sudah meminang saya 1 tahun yang lalu. Namun tiba-tiba pada awal Desember 2008, rencana aqad tersebut dibatalkan oleh pihak keluarga laki-laki, dengan alasan jauh. (Pria tersebut dari A, dan saya asli B). Tunangan saya pun juga tiba-tiba berhenti berjuang. Tidak berargumen apa-apa atas pembatalan tersebut. Setelah saya telusur kenapa dia tidak berusaha meluruskan tujuan pernikahan, dia berkata bahwa dia sudah terpentok dengan kata-kata ibunya: “Mama tidak ridho dunia ahirat jika kamu menikah dengan xxxxxx.”

Sungguh pernyataan tersebut membuat keluarga saya terkaget-kaget. Karena pada awalnya semua lurus-lurus saja. Saat ini, jujur saja saya masih berharap keadaan pulih kembali, dan pernikahan dapat dijadwalkan kembali. Namun tunangan saya ketakutan. Dia sudah lepas tangan. Jika saya ingin tetap menikah dengan dia, maka saya harus meluluhkan hati ibunya dulu.

Sedangkan sampai saat ini, saya masih terus berusaha komunikasi lewat telepon dengan ibunya. Walaupun kadang-kadang dijawab dengan tidak enak. Saya bingung, sebenarnya apa yang menjadi masalah. Dikatakan sang ibu bahwa biar anaknya nikah dengan wanita sedaerah saja. Apalagi ibu sudah pernah bermimpi bahwa jika saya menikah dengan anak laki-lakinya, kelak akan cerai.

Ustadz, mohon nasehatnya akan hal ini. Saya masih mencintai bekas tunangan saya. Namun saya juga takut mendikte Allah jika saya terus berdoa agar dijodohkan dengan dia. Saya berusaha untuk legowo, namun bayangan pernikahan yang sudah kami rencanakan selama 1 tahun masih sangat membekas. Di satu sisi, saya juga kasihan melihat orang tua saya. Orang tua saya masih beranggapan bahwa tunangan saya masih punya janji untuk menikahi saya, sesuai lamarannya 1 tahun yang lalu.

1) Mohon dijelaskan: Apakah jika tunangan saya ngeyel tetap menikahi saya (sesuai janjinya waktu melamar saya kepada bapak saya), berarti dia anak durhaka? Saat ini dia pun dalam kondisi bingung, siapa yang harus dia pilih.

2) Pembatalan aqad tersebut dilakukan lewat telepon, dan hanya disampaikan kepada saya agar saya meneruskan kepada orang tua. Hal inilah yang membuat orang tua saya meradang, dan menganggap bekas tunangan saya tersebut masih punya janji kepada kami. Apakah hal ini betul begitu, ustadz?

3) Adakah dzikir yang bisa membuat dia dan keluarganya kembali mencintai saya, dan akhirnya pernikahan kami bisa barakah? Terkadang saya takut jika saya terkesan terlalu memaksakan diri dan mendikte Allah, sehingga tidak barokah.

4). Bagaimanakah niat istikharah saya yang paling sesuai? Apakah sesuai kasus 3 di buku istikharah cinta, ustadz, yaitu diantara 2 cinta?

5). Apakah jika saya tetap berjuang agar dia menikahi saya, artinya saya egois? Karena saya tidak memperhatikan perasaan orang tua saya?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Saat membaca kata-katamu, dadaku bergetar. Aku merasa terharu. Aku memaklumi dan dapat turut merasakan kegalauanmu. Memang, ketika kita sudah yakin “100%” bahwa si dialah jodoh kita yang dengannya kita akan berumahtangga, akan sangat mengagetkan bila tiba-tiba perjodohan ini terputus oleh suatu sebab yang tampaknya bukan dari kesalahan kita.

Namun, walaupun masalah yang kau hadapi ini tergolong relatif berat, kulihat dari kata-katamu bahwa kau mampu bersikap tenang. Diantara semua orang yang pernah berkonsultasi denganku secara tertulis, kulihat kaulah yang paling tenang. Ketenanganmu ini akan menjadi modal berharga dalam menempuh solusi terbaik.

Ketenanganmu itu pun meringkankan tanganku untuk menyampaikan jawaban-jawaban sebagai berikut.

1). Jika tunanganmu menikah denganmu tanpa restu ibunya, maka dia belum tentu tergolong anak durhaka. Durhaka tidaknya itu bergantung pada alasan ibunya mengapa dia tidak meridhoi kamu untuk menjadi menantunya. Seandainya beliau menemukan suatu keburukan pada dirimu, sehingga beliau menganggap bahwa dirimu kurang shalihah untuk menjadi istri bagi anaknya yang shalih, maka sebaiknya dia mengikuti kemauan ibunya ini. Namun kalau alasannya hanya masalah jarak, maka menurutku, alasan ini belum cukup kuat untuk memutuskan tali pertunangan.

Islam mewajibkan kita untuk memenuhi janji kepada orang lain. Islam juga mengajarkan bahwa ketaatan mutlak kita hanyalah kepada Allah. Ketaatan kepada orangtua haruslah berada di bawah ketaatan kepada-Nya. Jadi, apabila tunanganmu menikah denganmu dalam rangka memenuhi kewajiban yang telah dituntunkan oleh Allah, yakni memenuhi janji kepada dirimu dan keluargamu, apalagi bila janji tersebut dulunya sudah disetujui oleh ibunya, maka pernikahannya denganmu bukanlah berarti mendurhakai ibunya. (Lain halnya bila kewajiban itu berupa wajib kifayah, seperti berjihad, maka ketaatan kepada orangtualah yang harus lebih diutamakan daripada memenuhi kewajiban kifayah tersebut.)

2). Apabila pertunangan kalian dibatalkan, hendaknya pembatalan itu dilakukan dengan cara yang setara. Kalau dulu pertunangan itu dilakukan secara tatap muka, sebaiknya pembatalan itu pun dilakukan melalui tatapmuka pula. Jika pihak yang hendak membatalkan itu khawatir akan terjadi pertikaian, pihak ketiga (yang cukup berwibawa bagi kedua pihak) bisa dilibatkan untuk menjadi penengah.

3). Ya, ada dzikir yang bisa membuat dia dan keluarganya kembali mencintaimu. Ada pula dzikir untuk menjadikan pernikahan kalian bisa barakah. Aku telah menyusunnya di buku Doa & Zikir Cinta (Qultum Media, 2008)

4). Ada kemiripan antara kasusmu dan Kasus 3 di buku Istikharah Cinta, tetapi ada pula perbedaannya. Dalam kasus 3 itu, alasan sang ibunda adalah melihat adanya kelemahan fisik pada calon menantunya, sehingga menganggapnya kurang sekufu untuk menjadi istri bagi putranya.

Menurutku, tujuan istikharahmu yang paling sesuai adalah yang paling memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan, yaitu dirimu, dirinya, keluargamu, dan keluarganya. Renungkanlah apa yang pada dasarnya diharapkan oleh semua pihak ini. Apakah yang diharapkan adalah kebahagiaanmu saja? Kebahagiaan kamu dan dirinya saja? Ataukah kebahagiaan semua pihak? Kebahagiaan sesaat ataukah kebahagiaan selama-lamanya?

5). Aku kurang tertarik untuk menilai apakah perjuanganmu untuk menikah dengannya itu tergolong egois ataukah tidak. Selaras dengan jawabanku barusan (mengenai tujuan istikharah), aku lebih suka memintamu untuk berjuang meminimalkan kekecewaan semua pihak. Apakah sarananya berupa menikah dengannya, ataukah mengikhlaskan dia menikah dengan orang lain yang direstui orangtua, berserah dirilah kepada Sang Mahakuasa melalui istikharah. Biarlah Dia memudahkan jalan ke arah mana pun yang meminimalkan kekecewaan semua pihak.

Demikianlah jawabanku. Akhirul kalam, aku pun turut berdoa semoga Allah memudahkan jalan ke arah mana pun yang meminimalkan kekecewaan semua pihak yang berkepentingan dalam kasus ini. Aamiin.

41 thoughts on “Sudah khitbah, mau nikah, terbentur ridha orangtua

    uki21 said:
    5 Januari 2009 pukul 17:18

    pertama kah?

    uki21 said:
    5 Januari 2009 pukul 17:27

    ustad doakan saya rencana pernikahan saya berjalan lancar…
    saya berdo agar mba yang konsultasi dapat menemui jalan yang terbaik di mata Allah dan mba,,,

      M Shodiq Mustika responded:
      6 Januari 2009 pukul 07:53

      @ uki21
      Aamiin.
      Semoga pernikahan kalian diberkahi Sang Maha Penyayang. Aamiin.

    Rindu said:
    12 Mei 2009 pukul 18:24

    Masalah ini sedang saya hadapi, tapi pak, masalahnya saya ditolak mamahnya karena saat ini saya sedang dititipi ALLAH kanker darah yang sebelum saya sembuh maka putranya dilarang menikahi saya dan mamahnya telah menghadirkan perempuan lain sebagai pengganti cinta saya kepada putranya.

    Pak Shodiq, bantu saya …

    Terima kasih.

      cutcat said:
      7 September 2009 pukul 12:29

      Adakah pribadi setulus anta untuk saya?

    M Shodiq Mustika responded:
    13 Mei 2009 pukul 00:04

    @ Rindu
    Sedang “dititipi ALLAH kanker darah”, tapi masih bersemangat mau nikah. Hebat. Aku salut.
    Menurutku, kuncinya ada pada si dia. Masalah ini aku anggap sebagai “ujian” bagi dia, apakah dia “layak” dianugerahi amanah oleh Allah untuk menjadi suamimu ataukah tidak.
    Bantuan yang dapat kuberikan padamu, selain doa, diantaranya adalah pandangan-pandangan seperti di https://muhshodiq.wordpress.com/2009/05/09/konsultasi-bagaimana-agar-ikhlas-melepas-si-dia/ dan https://muhshodiq.wordpress.com/2009/05/06/kisah-nyata-bahagia-walau-cinta-tak-berbalas/

    farida said:
    6 Juni 2009 pukul 15:26

    aslamkm ustad
    sya trud bersdih atas apa yg menimpa sdra kt. diatas sya hnya bs mendoakan smg bs. cpt slesai&ditunjukkan jln yg terbaik ,amin

    […] Membaca kata-katamu dalam eMail-mu ini, kulihat kamu mampu berpikir dengan jernih. Aku yakin bahwa kamu tidak dipelet. Selama kamu berpikir sejernih itu, aku mendukungmu apa pun keputusanmu mengenai masa depanmu. Dan aku pun yakin bahwa Allah meridhai pula. Aamiin. (Lihat “Sudah khitbah, mau nikah, terbentur ridha orangtua“.) […]

    WIWI said:
    10 Juli 2009 pukul 10:56

    saya juga memiliki masalah yang sama dengan calon suami saya
    kami sudah berpacaran selama 1 thn
    n sebenarnya kami brencana mnikah 2 thn lagi tapi dari keluarga saya terutama dr ibu saya ingin saya menikah dtahun dpan
    karena ibu saya berpikir pacarn terlalu lama tidak baik n yang ibu sya ingin melihat saya berumh tangga
    kalo menunggu 3 thn ibu saya khawatir n berpikir belum tentu nanti ortunya setuju kalo kami menikah
    karena calon suami saya sebelumnya pernah berbicara bahwa dya sudah memiliki pacar n menyinggung ingin melangsung kan pernikahan tetapi orang tua lakinya langsung marah setelah mendengar itu semua
    pada hal calon suami saya sudah menjelaskan dengan baik
    tetapi ortux tetap geram dengan kemauan kami ingin menikah
    pada hal saya n dia sudah siap apabila jadi menikah nanti karna kami juga berfikir pacaran terlalu lama kebanyakan membawa dampak yang tidak bagus dengan menikah apa yang kita lakukan pasti sudah diridhoi Allah ustad.
    tapi dtaon dpan ka2x juga berencana akan menikah
    apa yang harus kami lakukan
    apakah kami harus menunggu ka2x menikah dlu
    n setelah itu kami mengutarakan lagi rencana kami ingin menikah
    saya bingung ustad
    apa lagi yang harus kami katakan pada mereka
    berikan kami solusix ustad

    fatimah yang merindukan ali said:
    23 September 2009 pukul 23:49

    Asw.,2 de poin y ust., mgkn curhatan saya ini sudah banyak yang mengalami, namun saya sendiri belum tau apa solusinya,,saya perempuan yg berumur 20th,semester7 baru akan memulai penelitian untuk skripsi,waktu saya semester1 saya pernah simpati dg asisten dosen saya sebut aj A,,kedekatan saya dengan adiknya mgkn awal dari hubungan saya dg A,,A berniat melamar saya,,A sdh dtg k ayah saya 5x berniat untuk melamar tp ayah saya tidak menyadari bahwa kdatangan A u/ mlamar saya krna pd dasarnya ayah saya menginginkan saya lulus sarjana dulu sblm mnikah,,namun dr diri saya sendiri sudah ingin dan siap untuk menikah dan saya pun tlah mengkomunikasikannya k ortu saya..kondisi keluarga saya punya traumatis trhdp pernikahan dini,,kakak perempuan saya menikah dg kawin lari sekarang sudah dkaruniai 2 anak tapi dia tidak bisa mempertahankan rmh tanggany sehingga bercerai dg alasan yg sepele..kjadian ini yg slalu ayah saya ungkit mnjadi alasan ktika saya ingin segera mnikah jauh sebelum si A dtg k ayah saya,,ayah saya ingin saya punya bekal sarjana mgkn untuk mncari pkerjaan,,tp itu bkn mnjadi alasan yg syar’i untuk mnolak atau mngulur waktu untuk mnikah ktika ada seorang pria sholeh n mapan dtg mlamar,,takdir berkata lain,,A dterima beasiswa S2 kluar ngri,yg saya heran dya mau mnunggu saya,,saya sdh katakan tidak,tp dya sdh mngenalkan saya k kluarganya bhwa saya adlh calon istrinya,,ayah saya stuju tp hanya soal waktu,lain halnya dg ibu saya yang kurang stuju karna suku kami berbeda dan tingkat ekonomi kluarga A di bawah kluarga saya,,akhirnya kami mnjalani hubungan ini,tp saya sendiri tidak tau apa statusny,,karna mnurut ayah,saya blm dlamar,mgkn lamaran dsini maksudnya scara adat,,namun mnurut A saya tlah dlamar karna dia sdh dtg berulang kali k ayah saya dan mnyampaikan keinginannya,,sangat tidak nyaman mmiliki hubungan ini,,walaupun saya tlah mmiliki rasa sblm A mlamar,tetap saja ada yg mengganjal di hati,saya mrasa tlah mnutup jalan si A untuk mnikah krna mnunggu saya,,saya putuskan untuk mengakhiri hubungan ini,,walau A sangat berat mnerimanya dan A berkata bahwa dia tdk akan bercerita kpd ortuny krna dia msh brharap bjodoh dg saya

    tidak lama stelah itu ada tman lama yg mngajak saya u/ mnikah,,saya jawab saya tidak d ijinkan mnikah jk blm lulus,,sebut saja si B,,si B mnerima jawaban saya itu dan berkata bahwa dia tidak akan memaksa karna prinsipnya dia akan memulai proses ke arah pernikahan dg perempuan yg memang benar2 tlah siap dan limit waktunya 6bulan sejak proses itu mulai,,saya sebenarnya ingin mnerima tawarannya karna si B yg saya kenal adalah pria sholeh,cerdas,tampan,sekaligus mapan walau perbedaan umur kami hanya 8 bulan,,namun dia sdh bkerja dan insyaAllah 3 bulan lg lulus sarjana,,awalnya saya bercerita dg ibu saya bahwa saya memiliki tman si B hanya sebatas tman,namun ibu saya mengundang dia ke rumah,,dan hasilnya ibu saya sangat mnyukainya,,entah mngapa,,dan tiba2 ibu saya mnyarankan dia untuk mlamar saya pdhl sbelumnya ibu saya sependapat dg ayah bhw saya harus lulus sarjana,,tapi kata ibu,saya di ijinkan mnikah stelah si B lulus sdngkan saya paling lambat 9 bln lg baru lulus,,ayah saya masih dalam tahap dibujuk oleh ibu dan kakak saya,,namun sepertinya peluangnya sangat kecil,,saya sendiri mnghadapi ini merasa lebih santai dibandingkan dg waktu si A,mgkn saya sdh bs sdikit mnerima keinginan ayah saya,tp saya jg bkn brarti brhenti memperjuangkan keinginan untuk sgera mnikah,,

    masih ada si C,,pria yg sangat baik kpd saya,,dia adalah tman kakak saya,,dia mngetahui latarbelakang kluarga saya dari crita2 kakak saya,,sebenarnya ibu saya sedikit mgalami gangguan psikologis akibat dahulu sering ke paranormal,alhamdulillah skarang sdh tdk lg,namun dampaknya ibu suka ngomong sndiri seperti ada jin yang membisiki,,si C sangat mngerti kondisi saya,,entahlah dia bisa mrasakan posisi saya,dia slalu membantu saya mnyelesaikan masalah kluarga dari mulai internal kluarga kakak saya sampai dia mau mncarikan ust yg insyaAllah bisa membantu ibu saya,,namun akhir2 ini kakak saya kurang baik hubungannya dg si C,,mnurut saya ini hanyalah salah paham,,dan ksalahan lebih kpada kakak saya,,hal ini membuat ibu mnjadi tidak lagi simpati dg si C..si C sbenarnya punya keinginan mlamar saya tapi dia faham syarat sarjana saya itu,,jd sampai saaat ini dia belum brani mlamar saya,,ada lagi kendalanya si C hanya lulusan D3 yg membuat ibu saya kurang stuju terlebih lagi umurnya berbeda 12th dg saya,,saya mrasa diantara ketiga pria tersebut si C lebih memahami saya, walau mgkn pmahaman agamanya di bawah si A dan si B…

    yg ingin saya tanyakan:
    –>apa berakhirnya hubungan saya dg si A sudah sah?karna saya menginginkannya scara sepihak,,walau si A sdh mengiyakan tp kluarga si A blm tau
    –>pada kasus ini apakah saya layak memperjuangkan keinginan siB untuk mlamar dan mnikahi saya sbelum saya lulus??jika ayah saya tetap belum mengijinkan apa saran ust??
    –>harus seperti apa sikap saya terhadap si C??saya sayang sama si C karna dia sangat baik,,tp dr ilmu agamany n perbedaan usia kita mbuat saya kurang yakin..

    terima kasih sebelumnya tlah mau membaca curhat saya,,dan saya menunggu balasan saran dr ust..terima kasih

    wassalam

    ayu said:
    21 Desember 2009 pukul 13:45

    ustad,maaf saya mw bercerita, umur saya 21 tahun. saya beragama hindu, pacar saya islam. diantara kita saling mencintai,saya berpacaran sudah 2 tahun. akan tetapi kedua keluarga kami tidak ada yang setuju dengan hubungan kami. akhirnya pacar saya memutuskan untuk menyudahi hubungan ini, dengan alasan dia tau orang tuanya, merka gk akan mungkin setuju dengan hubungan kami. pacar saya pernah berkata apa saya mau masuk islam?saya jawab ya. tapi sekarang dia malah melarang saya untuk belajar agama islam.saya tau dia tidak bisa tanpa saya dan saya juga begitu.
    saya mohon bantuannya bagaimana seharusnya saya bersikap?

    Firdaus said:
    4 Mei 2010 pukul 17:07

    amin

    aya said:
    25 April 2011 pukul 14:53

    pak, mohon dikirimkan via email doa untuk meluluhkan hati kedua orang tua calon suami saya. agar kami bisa menyegerakan menikah. ada gak ya pak???
    trus amalan2 apa saja yang bisa saya dan calon suami saya lakukan buat meluluhkan hati kedua orang tua calon suami saya.

    terimakasih bantuannya.
    Aya^^

    Icha said:
    5 Mei 2011 pukul 10:04

    Aslm pak, Sekarang saya mempunyai masalah yang tak pernah saya alami, saya sudah berpacaran hampir 3 tahun sewaktu dibangku kuliah

    ani said:
    7 Mei 2011 pukul 15:18

    Assalamu’alaikum ustadz, Ana skrg berumur 30 thn, sudah sejak 6 thn yg lalu ana punya keinginan untuk menikah tp selalu terbentur restu ibu.Akhirnya ana selalu mundur dr calon2 ana krn blm mndpt restu ibu. Dan calon ana yg skrg pun tidak direstui ibu. Ibu mengharuskan ana mencari calon yg satu suku,pekerja kantoran dan bukan org miskin.Ana sudah berusaha menjelaskan baik2 tp ibu tetap keras dg pendiriannya.Calon ana orgnya sholeh dan meskipun msh kuliah tp sambil kerja part time ngajar bhs Arab. Keinginan ana untk menikah sgt bsr, ana juga takut jika ana menolak menikah akan terjadi bencana nantinya. Ana sgt ingin menikah tp ibu pernah blng, jika ana tetap memaksa menikah maka orgtua akan menikahkan tp setelah dinikahkan jgn pernah menemui ibu lg seumur hidup. Apa yg hrs ana lakukan? Mohon doanya ya ustadz.. minta doa untuk meluluhkan hati orgtua.

    Wassalamu’alaikum

    lucia said:
    2 Oktober 2011 pukul 15:59

    ass…ustad saya mau bertanya…bln desember 2011 saya dan pacar saya punya rencana menikah. pacar saya sdh bicara ke ortu saya. klu sblm puasa ortux mau dtg melamar. tp ternyata bukannya mau dtg melamar justru mau mundurkan waktu hingga batasan tak ditentukan.pada awalnya ortuku sdhsng bgt bhkan sdh mempersiapkan bahan untuk membuat baju seragam, dan tetangga sdh tw, bhkan smua klwrga sdh tw. karena sdh uang sdh diksh. tp mmg sblmnya kami ad mslh dan aq tdk tau klu ortunya dtg krna dy tinggal dirmh dinas. jujur ustan saya mendengarnya down banget saat dy bilang diundur.apa lagi dia menyampaikan itu melalui telepon klu ortunya blm siap. jd mereka minta di undur sampai mereka siap entah kpan. jd aq bingung ustad sampai kapan aq harus menunggu trus sedangkan umurku skrg sdh hmpir msk 26. sedangkan umur cow ku 24. stlah kejadian itu ortuku sma dy n klwrganya sngat kecewa. jujur ustad aq syg bgt sm dy n aq ingin keadaan bs seperti semula. yg aq ambil bkn dr hartanya karena dy bkn dr ank org punya. dy jd tulang punggung keluarganya. ortunya takut nanti klu sdh meniksh dgn aq tidak bs mengasih full sluruh gaji anak otomatis sdh berbagi. itu ktakutan ortunya. pcarku mau menikah dgnku tp dy mau dpt restu ortunya dlu karena tkt jd ank durhaka sbb ortunya tdk akan mengakui dy ank klu msh menikah dgnku. kami sdh bwt komitmen bersama klu dy msh bs ksh ortux uang klu uangnya ada aq tdk mw demi memenuhi kwbutuhan klwrganya hrs minjam dgn org. akhrnya aq bwt kputusan jika dy tdk ad kptusan hingga bln juni thn dpn aq akan melepas dy. jujur ustad aq senang dr dirinya karena dy orgnya taat agama, sabar, puasa rajin baik puasa wajib atau sunah. itu yg aq sukai dr dy. klu suami kt taat agama otomatis kt akan ikut taat agama jg krna dy akan membimbingku nantinya. bagaimna hukumnya jika dy menikah dgnku jka sdh smpai wktux ternyata ortunya msh blm memberikan restunya. krna skrg ini dy msh membujuk ortunya merestui kami. adakah doa/dzikir untuk meluluhkan hati ortunya agar tidak lg berpikiran jahat dgn aq.

    faizal said:
    24 Oktober 2011 pukul 10:59

    ass…ust
    permasalahan saya kurang lebih sama
    saya pria burumur 24 tahun, saat ini saya adalah tulang punggung keluarga, dan telah siap menikah dengan calon pilihan saya, tujuan saya menikah adl utk menjaga diri saya dan psngan dari yg dilarang agama
    dengan kndisi yang ada saya dan calon saya telah sangat siap berumah tangga, namun orang tua saya tidak meretui
    alasan awal mreka tidak mrestui adalah karena mereka mimpi bruk tntang wanita yg saya pilih, mereka mimpi bhwa wanita itu berselingkuh dengan pria lain, selain itu mnurut mereka saya terkena pelet, belakangan saya buktikan bahwa sy tidak kena pelet

    lebih lanjut mreka kemukakan alasan yg berbeda lagi, yaitu mereka tidak suka tanpa memberi tahu alasannya. dimata mereka calon saya itu kejam, dan selalu salah, bahkan orang tua saya mempertanyakan arti jilbab yg dipakai calon saya

    sungguh saya sedih mendapati kenyataan bahwa orang tua saya menilai seseorang hanya dari luar dan dari mimpi saja

    sudah sekitar sebulan ini saya dan calon saya selalu memhon untuk diberikan jln terbaik utk kami namun belum diberi kemudahan oLeh Allah SWT, disetiap selesai ibadah kami, kami selalu bertambah yakin satu sama lain shingga kamin tetap mempertahankan hubungan kami dan saling setia

    di suatu malam saya pernah di ancam dengan sajam oleh ayah saya, sajam itu sudah didepan saya, saya disuruh memilih orang tua atau calon saya, jika saya memilih calon saya, maka saya akan dibunuh dan ibu saya juga diancam dibunuh (ibu sy jga tidak setuju dgn pilihan saya dgn alasan yg sama) dan saya disuruh bersumpah. namun menurut beberapa teman, sumpah yg di ucpkan dibawah ancaman merupakan sumpah yg tidak berlaku

    sungguh saya bingung, disetiap kali saya menanyakan apa salah calon saya, orang tua saya marah meskipun saya bertanya dengan sangat lembut

    mohon petunjuknya agar hati orang tua saya luluh

    riri said:
    22 November 2012 pukul 11:25

    ass,,,,aq dan pasangan qu pacaran sudah 7 tahun,tapi sampai saat ini orang tuanya tidak merestui kami hanya karena ramalan yang mengatakan “kalau kami bersama,kami akan mengalami kesusahan ”
    mengapa RAMALAN menjadi hal bagi kami???apa jalan u/ kami?apa yang harus kami lkukan?

    tanti said:
    16 Januari 2013 pukul 22:00

    assalamualaikum…ustad
    permslahan saya kurang lebih sama seperti yg dialami yg lainnya terhambat restu orang tua..
    saya berumur 23 th n pasangan saya berumur 29th..hbngn kmi sdah hmpr 8th. dulu ktka hbngn saya msh 3th pasangn saya k rmh utk bersilaturahmi tetapi saat itu orang tua saya tidak suka dan melarang saya berhubngan lagi dengan dia. awalnya saya ikuti kmauan orang tua saya tp berjalan’y waktu saya di pertemukn lgi n sampai akhirnya saya menjalin hbngan secara diam-diam tanpa orang tua ketahui… tetapi awal tahun sekarang saya sudah ju2r dan sudah membawa dia k rmh utk ber silaturahmi lagi dan meminta restu utk melanjutkan hbngan ni ke jenjang pernikahan. disinilah saya mendapat masalah saya di larang keras utk menikah dg pilihan saya sendiri karena beberapa hal
    1. dia tak sederajat
    2. karena perbedaan usia yg menurut orang tua saya dia terlalu dewasa utk saya.
    3. karena dia belum pnya penghasilan tetap
    tetapi saya yakin dia imam yg pntas utk membimbing saya kelak .. saya bingung ustad hrus dg cara apa saya mmbrikan pngrtian kpada kedua orang tua saya utk meyakinkan kalau hati saya sudah mantap utk menikah dengannya??
    sementara dari keluarga pasangan saya sudah setuju dan ingin cepat-cepat melamar saya?? bahkan saya dan pasangan saya merahasiakan mslah ini terhadap keluarganya karena takut akan timbul msalah baru lagi. menurut ustad saya dan pasangan saya harus bgaimana?? apakah saya dan pasangan saya harus jujur terhadap keluarganya?? mohon balasannya..

    wassalam..

    wulan said:
    6 Februari 2013 pukul 05:04

    assalamu alaikum ustadz
    saya gadis berumur 19,pcar saya seorang duda 8 th lebh tua dari saya
    awal.ny memang org tua saya tdak stju dg hub. ini,tpi stlah sya yakin.kan mrka,akhrny pcr sya dpat dtrma dg baik di kluarga sya
    tpi ustadz,skrg org tua pcr sya tdak meridhoi hub kami,ibuny ingn dy kmbli ke mantan istriny
    bhkan mengancam tdak mengakui anak kalu mash b.hbngan dg saya
    saya hrus bgaimana ustadz?smwa yg pcar sya mliki tlah dy brkan kpda org tua.ny sbg bkti prlawana thdp mrka
    sya mrsa bslah krna dy hrus mngrbankan smwa hrtany untk sya
    tlong bntu saya ustadz,bgmaina cra meluluhkan hti ibu.ny,jujur saya tdak tega melhat dy mndrita spti ini.

    laela said:
    11 Mei 2013 pukul 11:31

    Ustadz do’akan saya supaya hubungan saya dengan pria pilihan saya cepat mndapat restu dr kedua orang tua saya,. karna saya yakin dia yang mampu mnyempurnakan agama saya, mampu mnjadi imam yg baik bagi saya dan mampu mnjadi ayah yg sempurna bagi anag2 kami kelak. Amin.

    fifa said:
    16 Juli 2013 pukul 10:32

    subhanalloh kasusnya sama dengan yang tejadi pada saya, hanya yang membedakan ibunya tidak setuju dengan alasan sudah ditanyakan ke 3 kyai hasilnya tdak baik jika diteruskan, katanya kesakitan dan kematian yang akan didapat, naudhubillah… cowok saya bingung memilih, ketika dia memilih saya dia takut durhaka pada ibunya, sedangkan ibunya sampai bilang jika dia memilih saya maka dia tdk boleh menginjakkan kaki dirumah ibunya. sebenarnya masalahnya sudah complex, ortu cowokku sudah cerai dan kebetulan saya dikenalkan dr bapaknya, mungkin ada keceburuan sosial disitu karena ibunya juga menawarkan calon tapi ditolak oleh cowok saya. di satu sisi bapaknya melarang kita memutuskan hub ini, disisi laen ibunya menyuruh saya melepaskannya. sedangkan dia bilang kepada sy, dia akan menikah dgn sya jika sy bisa ambil hati ibunya. saya hanya diberi waktu 2bulan dr sekarang karena kita tdk mau terlarut2 dlm masalah ini. apa yang harus sy lakukan ustadz? saya tdk ingin ibunya menganggap saya membuat anaknya durhaka, tapi disisi lain cinta tulus saya membuat hati saya tidak kuasa untuk melepasnya. niat menikah kita sebenarnya tinggal 5-6bulan kedepan, dia sudah meminta dan diterima dgn baik oleh keluarga sya, saya takut mengecewakan keluarga saya.

    sy4efudin said:
    25 Juli 2013 pukul 00:24

    hampir sama di keadaan saya…tapi saya berada dlam posisi sang lelaki…keluara saya tak ada yang mnyetujui hubungan saya dengan orang yang saya cintai selama dua tahun ini…dya sudah meminta sya untuk meminangnya..tetapi setelah saya bilang ke orang tua saya.dua duanya tidak memperbolehkan karena setatus sosial,sifat dan sikap dia,dan dia kurang solihah menurut pandangan saya…saya bingung harus bagaimana lagi..padahal si wanita yang saya cintai sudah berharap banget untuk saya pinang…tapi saya mash ragu untuk kelanjutkanya karena beberapa sebab..di antaranya saya masih ragu dengan sifat sikap dia yang belum bisa berubah.saya takut jika nanti dia meninggalkan aku saat ekonomi saya lagi terpuruk. dan saya kasihan dengan orangtua saya jika nanty mereka di pojokin sama masyarakat sekitar rumah saya.karena karena wanita yang saya cinta di kenal dari keluarga yg kurang baik di mata masyarakat sekitar saya tinggal..maka menurut anda ..apa yang harus saya lakukan????

    silvi said:
    6 Januari 2014 pukul 09:47

    assalamualaikum wr.wb . .

    ustadz . .saya ingin berkonsultasi dan meminta pendapat ustadz tentang masalah saya .

    saya sudah berpacaran lama dengan kekasih saya kira2 2 thun ,selama berpacaran banyak sekali kesamaan antara kami . mulai dari baju yg tidak sengaja sama sampai sifat kami dan hal2 kecil lainnya .

    namun ,hubungan kami tidak direstui oleh orang tuanya karena kepercayaan adat jawa dari orang tuanya tentang arah rumah .
    kekasih saya sudah mencoba berbagai opsi tetapi tetap saja tidak diperbolehkan dan meminta kami untuk berteman saja .
    tapi sangat berat sekali bagi saya harus berpisah karena masalah kepercayaan . kami sudah memulai dari nol dan sama2 berat mengambil keputusan itu .
    pertanyaan saya :

    1. apakah jika saya dan kekasih saya tetap melanjutkan hubungan ,kekasih saya berarti durhaka ?
    2. apakah salah jika kekasih saya berjuang untuk mengubah jalan fikiran kepercayaan orang tuanya ?
    3. apakah ada doa tersendiri untuk melancarkan niat kami saat hendak sholat istikharah ?

    mr.f said:
    12 Mei 2014 pukul 22:26

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Ustad mohon bantuannya..
    Saya lelaki berumur 32 tahun,, telah lama menyendiri dikarenakan pernah ada kegagalan untuk melangsungkan pernikahan sbelumnya beberapa tahun silam & berniat untuk menikah kali dalam ridho Allah..

    Pada tahun kemarin saya telah melaksanakan ibadah haji alhamdulillah,,dan dlm perjalanan tersebut saya bertemu kk dari tunangan saya saat ini,,yang telah mempertemukan kami setelah kami kembali dari tanah suci…

    setelah beberapa lama perkenalan kami,, saya mengetahui bahwa wanita yg diperkenalkan pada saya adalah seorang janda yang dimana dikarenakan jatuhnya fasakh dari mantan suaminya yg tidak bisa saya sebutkan aibnya.. berhubung kk nya adalah orang yg faham menjelaskan kpd saya tentang fasakh,, yang pada akhirnya hati saya telah menyukai adeknya & menerima keadaannya dgn sepenuh hati saya,,, dan pada bulan februari lalu saya telah mengkhitbah tunangan saya..
    kami tidak bisa langsung menyelenggarakan pernikahan,,dikarenakan hukum negara kita yg masih ada masa iddah yg dijalani tunangan saya..

    setelah sebulan setengah berlalu selama menanti masa iddah,,, terjadilah hal yg tidak diinginkan…
    dimana keluarga tunangan saya berubah fikiran dengan alasan-alasan yg tidak mendasar untuk mengakhiri pertunangan kami,,bahkan ibu dari tunangan saya menyampaikannya melalu telfon kpd orangtua saya..
    tapi pada saat itu orang tua saya tidak bisa memutuskan,krn keputusan itu diserahkan kepada saya..

    saat ini sudah bulan ke-3 dimana sebentar lagi iddah nya akan selesai,,
    namun semakin dekat iddah nya selesai semakin besar ujian yg saya dapatkan
    bahkan keluarganya telah menemui saya & sayapun telah melakukan pendekatan berkali-kali..
    yang dimana hasilnya tetap nihil,,keluarganya bersikeras memutuskan pertunangan kami..

    tapi semakin saya merasa didera dengan ujian ini, Allah SWT membuat saya semakin kuat & tabah untuk tetap bertahan,, dan semakin menambah rasa sayang saya & cinta saya kpd tunangan saya..
    dan saya telah memberi keputusan kepada keluarga tunangan saya,, bahwasanya saya “Tidak bisa memutuskan tali pertunangan kami, dan Allah telah menunjukkan saya untuk tetap mempertahankan hubungan kami ke pernikahan, hingga ajal yg memisahkan”

    selidik menyelidiki karna rasa penasaran saya atas apa sebenarnya alasan keluarga tunangan saya bersikeras memutuskan pertungan kami,, ternyata dikarenakan keluarga tunangan saya bermaksud menikahkan tunangan saya dengan orang lain pilihan mereka,, dimana orang tersebut adalah orang alim dalam kategori mereka, juga satu pengajian, berkehidupan yg lebih jauh baik dari pada saya saat ini..

    sejauh yang saya tau, lelaki pilihan keluarganya telah datang bersilaturahmi ke rumah tunangan saya secara pribadi, dan telah mengutarakan niatnya kpd tunangan saya.. namun tunangan saya menjawab di depan keluarganya,, bahwa dia belum bisa memutuskan dikarenakan dia saat ini tengah dihadapkan dalam 2 pilihan oleh Allah SWT..
    lelaki pilihan orang tua tunangan saya juga telah menyampaikan pesan dari gurunya seorang habaib, kpd tunangan saya,,memberikan sebuah buku tentang pertunangan & pembatalan, dan meminta tunangan saya untuk berpuasa serta melakukan istiqoroh…
    bahkan guru si lelaki bertanya,, AQIDAH apa yg saya miliki? seakan saya bukan orang yang pantas untuk menyanding tunangan saya..

    setelah menjalani apa yg disarankan guru si lelaki,,pada hari pertama berpuasa tunangan saya telah mendapatkan mimpi,,dimana mimpi itu adalah buruk & petaka bila dia meneruskan pernikahan dengan saya”
    hingga kini sedikit demi sedikit perasaan sayang pada tunangan saya menghilang,, dan dia menyerah bersama saya…
    dikarenakan setiap kali dia memutuskan ingin bersama saya,, keluarga tunangan saya selalu berucap tidak ridho bila dia menikah dengan saya,, meskipun tunangan saya bersikeras memilih bersama saya..

    kini saya sangat dalam dilema yg besar,, saya tetap bermunajat kepada Allah,, meskipun keras ujian saya,, perasaan sayang & bertahan saya terhadap tunangan saya tidak hilang..

    beberapa hari lalu sang ayah tunangan saya mengirimkan sms yang berbunyi ” tidak sah sebuah pertunangan bila seorang wanita dlm masa iddah,jadi anakku bukan milik siapa-siapa”
    dan saya seketikapun membalas, ” maaf ayah, bukankah perceraian anak ayah yg lalu dikarenakan jatuhnya fasakh,dalam hal ini anak ayah sah untuk dilamar kembali,, dan ayah sekeluargapun telah menerima pertunangan saya saat itu,,dan Allah beserta malaikatnNya pun menyaksikan,,maaf ayah,aku sangat menghargai ayah,mohon ayah mengerti dengan niat baik yg ku utarakan”

    saya dan tunangan saya tetap berkomunikasi dengan baik,, namun setiap harinya selalu terjadi hal yang sama… dimana pada siang hari tunangan saya rentan hatinya untuk tetap bersama saya,, dan di malam hari dia yakin untuk melanjutkan bersama saya… Ya Allah yang Maha Membalik-Balikkan Hati Manusia…

    pertanyaan saya ;

    1. apa yg harus saya perbuat? apakah saya harus merelakan & mengikhlaskan tunangan saya & memutuskan apa yg diinginkan keluarganya? sedangkan Allah masih tetap memberikan keyakinan bulat pada saya?

    2. adakah cara baik yang bisa saya jalankan, untuk meluruskan masalah ini,dikarenaka seluruh keluarga tunangan saya seakan membenci saya…

    3. adakah wirid atau bacaan yg bisa saya lakukan untuk memohon pada Allah agar membalikkan keadaan ini,, dan seluruh keluarga tunangan saya bisa menerima saya kembali dgn ikhlas?
    adakah wirid yang bisa saya lakukan agar tungan saya berketetapan hati bersama saya & segera memutuskan untuk menjalani kehidupan bersama saya…??

    Mohon bantuannya,, saya sangat-sangat merasa terzolimi hati saat ini,, saya tidak membenci keluarganya meski apapun maksud mereka dibalik semua ini kepada saya…

    Wassalamualaikum..

    nia said:
    25 Mei 2014 pukul 12:01

    Assalamalaikum wr.wb

    saya(27 th) sudah mau 7 bulan ni kenal seorang laki-lak (30 th), saya di kenalkan oleh Suami sepupu saya yang kerja d salah satu perusahaan BUMN di Jakarta. mereka teman 1 kantor. Kami 1 suku yaitu sunda, namun saya tinggal di sulawesi ikut orng tua yang kerja di Sulawesi. Kami sudah saling kenal satu sama lain, dan bertemu bln maret kemarin di bandung 1 minggu di rumah Tante saya, dan kami memutuskn untuk menikah. Pada awal kenal orang tua laki-laki mengizinkan kami untuk mengenal 1 sama lain, tp ketika kami ingin menikah, malah mendapat penolakan di karenakan saya tinggal d sulawesi. ketika pihak laki-laki meminta izin menikah ke orang tuanya tidak mendapatkan restu di karenakan saya tinggal jauh, orang tua laki-laki takut jika anaknya pergi jauh trutama naik pesawat, orang tua laki-laki takut atau parno klo naik pesawat, karena takut jatuh, liat di berita pesawat jatuh. Dan berandai-andai ketika kami menikah pasti anak laki-laki mereka lebaran pulang k sulawesi k keluarga istrinya. Dan meskipun 1 suku Tp sudah lama tinggal di sulawesi, sifatnya pasti sudah ikut watak orng sulawesi yang keras. Padahal keluarga perempuan sudah merestui, dan mengalah jika menikah di bandung saja. Tp tetap masih mendapat penolakan. Bagaimana hukumnya jika orang tua melarang anaknya menikah meskipun anaknya sudah sangat siap nikah? Bagaimana juga cara meyakinkan orang tua laki-laki dan meminta restunya agar di beri restu untuk menikah?
    Terimakasih.

    cici rahma said:
    21 November 2014 pukul 14:36

    Saya adalah perempuan usia 23 tahun, saat ini memang saya sedang kuliah., tapi jujur,. Saya ingin sekali menikah,. Saat ini saya mempunyai pacar, kami sudah pacaran selama 3 tahun, saya sudah bulak-balik meminta dia agak dia bisa membicarakan niat saya ini kepada orangtuanya,, tapi dia selalu beralasan bahwa dia masih kuliah, orangtua tidak mungkin mendengar hal ini karena mereka sedang alami masalah ekonomi, dan sebagainya., apa yang harus saya lakukan? Saya tidak mau di berikan harapan palsu,dan saya tidak mau menunggu ketidak pastian ini, apakah saya akan menjadi orang yang jahat jika saya meninggalkannya karena dia tidak jelas benar-benar akan menikahi saya atau tidak, tolong bantu saya dalam menyelesaikan masalah ini

    Mel Medina said:
    12 Desember 2014 pukul 09:16

    Assalamalaikum wr.wb

    saya perempuan 20 tahun yg kan segera dilamar kekasih saya .
    sabtu 13 desember 2014 saya akan dilamar oleh kelurga kekasih saya.
    tapi tiba tiba ada yang mengganjal di hubungan ini ustadz, ibu saya mempertanyakan mengenai mahar
    dan membanding-bandinkan pasangan saya dengan orang lain secara materi.
    saya menegerti ustadz alasan orang tua saya karena mau yg terbaik untuk saya dankarena jarak rumah kami yg tdk berjauhan menjadi alasan utama, takut malu-malu in katanya

    tapi saya melihat kesungguhan dari kekasih saya
    dia begitu bertekad menikahi saya , apa yg harus saya lakukan ustadz?

    datang lagi rasa cemburu dari kakak laki laki saya
    dia ingin segera melamar kekasihnya
    tapi dari keluargaku ingin aku duluan yg menikah
    rencana awalnya seperti itu.

    tapi setelah ku jelaskan mengenai mahar
    dan kakak ku tidak setuju aku dilamar/ menikah duluan
    bagaimana yg harus saya lakukan ustadz?
    menolak lamaran kekasih saya demi kakak saya dan orang tua
    atau saya tetap melanjutkan semuanya tanpa restu kakak saya?
    saya sangat bimbang ustadz, kekasih saya pun cepat sekali emosi karena telalu banyak masalah yg timbul
    setelah kami merencanakan niat baik ini.
    mohon pencerahannya ustadz

    Wassalamualaikum..

    rdyzone said:
    19 Januari 2015 pukul 11:29

    Assalamualaikum ustadz
    Saya lelaki berumur 24 tahun, saya bingung dengan keadaan saya saat ini. Saya memiliki rencana untuk menikah pada tahun ini dengan pasangan saya, dan keluarganya juga sudah menyetujui akan rencana kami ini. Sehingga keluarganya sudah hampir menyiapkan semua perlengkapan, nah yang saya bingung bagaimana saya bicara kepada orang tua saya Dan meyakinkan orang tua saya sedangkan saya belum lulus kuliah dan belum mempunyai penghasilan tetap. Berkali – Kali saya bilang saya ingin menikah tapi dijawab pesimis oleh kedua orang tua saya. Di al Quran pada Surat an nuur : 32 disebutkan “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” Saya yakin akan hal itu, bahwasannya Allah maha besar segala puji bagi Allah . jadi ustadz bagaimana Saya berbicara kepada orang tua Saya Dan meyakinkannya ? Wassalamualaikum

    Mawar said:
    25 September 2015 pukul 12:24

    assalamualaikum ustadz
    Saya wanita berumur 22 tahun, bahagia sekali rasanya menemukan blog ustadz sehingga saya bisa menanyakan hal apa yg menjadikan saya resah.
    Ustadz, sebelumnya saya menjalankan hubungan dengan seorang duda beranak 2 sebut saja laki” itu si A. Dia bercerai dengan istrinya karna mantan istrinya tidak bisa mematuhi dan melayani A layaknya suami. Tetapi keluarga saya belum mengetahuinya, selama proses perjalanan hubungan kami, kedua org tua ku sangat suka sama A karna menurut mereka A itu seorang laki” yg sangat baik, bertanggung jwb. Terutama Mamah saya dengan mengatakan ” Mamah sayang sekali sama A dia baik sekali, dia sudah seperti anak Mamah sendiri”. Memang kenyataannya si A sangat baik dengan saya terutama Dg keluarga saya, dia sangat mencintai keluarga saya terutama Mamah saya karna Mamah si A sendiri sudah meninggal jd sudah menganggap mama seperti mamahnya sendiri pula. Perhatian” kecil yg A berikan sama keluarga saya dan saya sangat merasakan ketulusannya. hal ini yg membuat saya yakin dengan A. sampai akhirnya kedua org tua ku juga ingin cepat” bertemu dengan keluarga A untuk silaturahmi, agar bisa lebih kenal dekat Dg keluarganya A ( yg menurut saya ini artinya kedua org tua saya memang menginginkan hubungan saya dan A bisa lebih serius ) . singkat cerita, keluarga A mengadakan silaturahmi kerumah saya dan menceritakan semuanya bahwa dia sudah pernah menikah sebelumnya dan punya anak 2, hal ini yg sekiranya mungkin menjadi cambuk bagi org tua dan keluarga saya, sikap mereka pun terhadap hubungan kami berubah 180 derajat. Org tua saya langsung menentang hubungan kami, sampai Mamah saya bilang bahwa beliau tidak ridho jika saya menikah dengan A dan ayah saya dia hanya berkata ” Papah memiliki tanggung jawab untuk menikahkan kamu, sebenarnya Papah berat melepas kamu. Tetapi jika kamu tetap kekeh memilih A sebagai pasanganmu . Papa akan selesaikan kewajiban papa yaitu menikahkan kamu tp dengan catatan, pernikahan tidak akan dirayakan (hanya di KUA) dan setelah itu kamu pergi dengan suami mu jgn melihat ke belakang lg ( keluarga) Jalanin hidupmu kedepan dengan suamimu hadapi sendiri.” Alasan mereka menentang hanya karna malu dengan keluarga besar kami dan takut dengan omongan orang, sehingga semua kebaikan yg waktu itu mereka rasakan semua tertutup hanya karna malu dengan omongan orang nanti jika saya anaknya yg mereka sekolahkan sampai sarjana harus menikah dengan seorang duda anak 2. Dan org tua saya takut saya tidak bahagia dan takut saya gagal , karna menurut pandangan mereka org yg sudah pernah menikah dan bercerai akan lebih mudah bercerai lagi untuk kedua kalinya.

    Yang saya tanyakan ustadz
    1. Apakah berdosa menikah dengan seorang duda anak 2 ?

    2. Apakah berdosa jika saya tetap mengikuti kata hati saya dan tetap memutuskan menikah dengan A walau tidak dapat restu org tua ?

    3. Apakah saya anak durhaka jika tetap memaksakan ingin tetap menikah walau tidak ada ridho Dr org tua ?

    4. Bagaimana pandangan ustadz jika tidak merestui karna alasan malu dengan omongan org?

    5 Apa yg harus saya lakukan, disatu sisi saya sangat menyayangi org tua dan keluarga saya, saya tidak ingin mengecewakan mereka dan ingin sekali mereka juga ikut bahagia ketika saya bahagia. Tetapi di sisi lain saya juga sangat mencintai A dan ingin membangun kebahagiaan bersama, dan sama” ingin menikah karna Allah dan sudah sama” yakin.

    nurul azizah said:
    27 November 2015 pukul 15:00

    Assalamu’alaikum…
    ustadz, qoblahu afwan saya ingin mengutarakan tentang apa yang saat ini sya rasakan..
    sekarang saya usia 21 tahun, akan tetapi saya memiliki niat untuk menikah sangat kuat..
    jujur saya sangat sangat ingin menikah segera mungkin, karena saya sudah tidak ingin lagi berzina..mengapa zina ? karena bagi saya menatap laki-laki yang bukan mahram saja itu sudah termasuk dosa, apalagi berdekatan.
    dari sana saya pun tidak terlepas seperti wanita lain yaitu “pacaran”.
    berpacaran membuat saya setiap harinya selalu terfikirkan untuk menyudahinya dan melanjutkannya ke jenjang pernikahan.
    namun niat saya ini membuat saya menangis setiap hari..
    beginilah kronologinya..
    pada tanggal 21 januari 2015, alhamdulillah saya diperkenalkan dengan seorang laki-laki, yang mana dia adalah seorang pemuka agama akan tetapi usia kami terpaut sangat jauh yaitu 15 tahun..
    ketika awal perkenalan jujur sya tidak menganngap dia dan saya merasa risih karena statusnya “duda” dan usianya yang sangat jauh dengan saya.
    akan tetapi setelah beberapa hari kemudian saya mencoba untuk membuka diri dengannya. hari demi hari aku dan dia saling mengenal dan jujur saya senang bisa kenal dengan dia karena selama ini aku menginginkan calon suami seperti dia..
    yaa, dia adalah tokoh agama yang mana sebelumnya dia menimba ilmu diponpes selama 12 tahun lamanya, aku percaya itu karena aku sudah pernah diperkenalkan dengan kiai nya.
    semakin lama diantara kami timbul rasa sayang, begitupun aku karena dia sejauh ini selalu membimbing sya mengarahkan saya juga mengajarkan tntang ilmu agama yg belum saya ketahui. jujur saya banyak belajar dari dia.
    lama kemudian kami berdua memutuskan untuk ke jenjang serius yaitu pernikahan, krna memang aku menginginkan itu.
    seiring berjalannya waktu sya menginginkan hubungan kami untuk diketahui orang tua, dan pada akhirnya dia datang kerumah saya untuk bersilaturahim sekaligus meminta restu.
    kami berharap respon positif dari ortu saya, akan tetapi jawaban yang didapat adalah ortu saya menganggap saya masih kecil untuk menikah, to the point ortu saya tidak merestui hubungan kami.
    tapi kami tidak menyerah begitu saja, saya semakin bulat untuk menikah dengan dia. sya tidak melihat dari harta tahta ataupun fisik tapi krna agamanya lah sehingga saya yakin dngn dia
    mereka selalu saja curiga dengan calon saya dan tidak percaya dgn keberadaan dia. saya kekeuh untuk menikah dengan karena saya sudah yakin dan sudah bulat, tetapi ibu saya malah menghina calon saya.
    saya bingung ustadz, setiap hari nya saya membatin terus sementara saya sudah sangat ingin menikah. dan saya pernah disarankan untuk menikah dengan wali hakim krna ortu saya enggan menikahkan sya.
    pertanyaannya : bagaimanakah solusinya atas kasus saya ini ? dan apabila saya menikah dgn wali hakim apakah sah ? lalu apakah orang tua saya termasuk wali adhol ?
    mohon jawabannya ustadz..

    ani said:
    9 Desember 2015 pukul 01:19

    Asslamkm,,,, saya seorang wanita 24 thun ,,, saya dan pasangan saya ingin menikh,,,
    bgmn caranya agar orang tua kita bisa menerima pasangan saya,, Karena alasan mereka tidak setuju
    laki2nya tidak sederajat…padahal laki2nya sudah mau datang ke rumah u/ melamar tapi org tua saya menolak bertemu dgn laki2 pilihan saya ,, bgmn cara saya dan pasangan saya meyakinkan orang tua saya,, sedangkan mereka tidak mau sama sekali bertemu dgn laki2 pilihan saya,, sedih rasa nyaaa,,, org tua saya hanya mau menerima laki2 yg seprofesi dgn saya atau klo bisa lebih dari saya,, mohon pencerahannya
    ,,,,

    Rizky said:
    28 Januari 2016 pukul 21:19

    Assalamkum…umur saya 23 thun dan laki2…sya sdah bkrja dan sya nlai sdah mmpu mnikah…sdkit brksah k blkang, wktu dlu sya blum bkerja sya dan psngan sya d restui sja hub kmi oleh ayah sya..ttpi stlah sya sdh bkrja dan mnjdi pgwai Ngri
    Serta sya rsa mmpu, ayah sya mlah brbah pkiran dan tdk merestui hub kmi…dg alsan wanita blum bkrja dan apbla dia msih tdk mnjdi pgwai dia tdk akn mau ridho dan tdk akn dtng k prnkahan kmi apbla kmi mnikah…sdngkan ayah sya sngat mnginkan s org menantu yg bkrja min sbgai Pns dg alsan skrang hdup smkin slit dan krja sndiri sja tdk akn ckup mnurut ayah sya…mnurut ustadz
    1. apkah sya ttap m mkskan mnkah dg clon sya sya trglong anak yg drhka?
    2. Bgaimna cara sya myakinkan ayah sya untuk mrestui hub kami?

    yasak said:
    15 Februari 2016 pukul 11:51

    Assalamualaikum.. mohon bantuannya. saya seorang wanita 24 tahun dan berkeinginan untuk menikah dengan laki2 yg saya cintai..dia adalah laki2 yg baik akhlak dan agamanya.. kami sepakat taaruf,ia pun sudah mengkhitbah saya.tapi niat kami terganjal restu orang tua saya hanya karena hitungan tanggal lahir/weton yg tidak baik,karena berasal dari jawa maka orang tua saya sangat mempercayai hal2 tersebut..padahal kami tidak percaya dan menganggap bahwa pemahaman orang tua kami termasuk bentuk syirik kecil.. mohon bantuannya, bagaimana cara kami meyakinkan orang tua agar tidak percaya hal2 yg demikian…??
    wassalamualaikum

    al ifni said:
    26 Februari 2016 pukul 10:18

    Assalamualikum
    Saya mau minta pendapat ustad
    Saya sudah bertuangan hampir 1 tahun.
    Tapi sejak bertunangan saya sering sekali berdebat dengan dia,,,
    Hanya karena masalah sepele, yg terus dia debatkan,

    Saya mau bertanya.
    1. Apakah ketika kita bertunangan wajib bagi kita untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah di rumah dia, termasuk membersihkan kamarnya dan membantunya mencuci baju?
    2. Dia bilang kepada ayah saya, kalo saya tidak bisa menempatkan diri saya di rumahnya, karena saya tidak mau membantu menyapu rumahnya, padahal saya sudah berusaha agar tidak ada omgan seperti itu saya habis makan juga sudah saya cuci. Apakah pantas dia bilang seperti itu kepada ayah saya?
    3. Apakah menyapu dan melakukan pekerjaan rumah lainnya hanya tugas seorang wanita?
    4. Bagaimana cra memberi pemahaman pada dia?
    Terima kasih mhon jwbnx🙂

    Novia said:
    8 Maret 2016 pukul 20:07

    Assalammualaikum ,pak ustad saya ingin sdkt bercerita ,saya sudah 24 tahun ,saya seorang sarjana pendidikan dan skrg mnjdi guru di sekolah dasar,.akhir2 sktr 8 bulan saya dEkat dengan seseorang,saya menilai dia bAik, sholeh ,dan sabar,.saya merasa nyaman dgn dia,.namun ketika saya mengenalkan pada orang tua saya,orang tua langsung menentang kami, dgn alasan bahwa dia hanyalah lulusan SMA berbeda dgn saya..,saya selalu berdoa ma Allah mohon yg trbaik,.bagaimanakn menurut pak ustad mengenai orang tUa saya ygjmtjwj menentang hanya karena perbedaan km pendidikan?dan apa yg harus saya lakukan? ,

    linda said:
    10 April 2016 pukul 21:35

    Assalamualaikum wr. Wb. Saya mau bercerita dan mohon untuk memberikan saran .
    Pak ustad Saya sudah 23 tahun, saya slm 2 tahun sudah menjalin kasih dgn seorang pria. Dr awal saya sudah berkomitmen dgn diri saya sendiri utk menjalin hubungan serius smpai ke pelaminan, dan saya sudah melontarkan itu ke dia.
    Tp seiring berjalannya waktu ortu.nya dia melarang hubungan kami, dan tidak merestui dikarenakan dia dr keluarga yg lebih sdgkan sy hanya dr keluarga yg sederhna, sy hy seorang anak yatim dan ibu sy janda, dn krn pkerjaan sy,
    Pkrjaan sy kontrak di suatu dinas.
    Dan banyak lagi yg dipermslhkan. Sdgkan dia yg dulu.nya sll meyakinkan sy utk sll bersbar.
    Utk mndptkan ridho ortu nya.
    Skrg dia stp ak bertanya sll bilang jalanin sj.
    Prnh disuatu hari dia ditanya ortu sy ttg kedepan.nya hub.an ini dia menjwb utk bersbr krn dia brusha utk meyakinkan ortu.nya.
    Pak ustad apa tidak pantas seorang ank yatim utk dinakhi?
    Bagaimana meluluhkan hati kedua orang tuanya, sdgkan sy sndri tdk prnh berhdpan lgsg dgn beliau krn disaat putra.nya ingin memperkenalkan sy mrk sdh menolak.nya.

    mia sarasawati said:
    2 Mei 2016 pukul 11:03

    Pak gini a kan sedang jalani pcaran memang pacaran dalam islam nggak boleh tp mas dia nya ngajak untuk serius bertunangan tp bapak menentang d karenakan aku anak tunggal dan tak mau punya menantu jauh dan dia juga melihat dari fisik

    Ifah said:
    7 Mei 2016 pukul 15:22

    Assalamualaikum pak..
    Boleh saya bertanya. Saat ini saya sedang dekat dengan seorang pria. Kita sudah dekat hampir 4 bulan dan dia berniat serius dengan saya.
    Tapi saya bingung bagaimana cara menyampaikan maksud keseriusan dia ke orang tua saya. Saya takut orang tua saya tidak ingin buru buru. Mohon bantuannya Pak ustadz, apa yang harus saya lakukan?

    bayu ardinsyah said:
    7 Agustus 2016 pukul 14:17

    Assalamu’alaikum wr wb
    Saya mau bercerita tentang hubungan saya dengan pacar saya yang tidak direstui calon mertua.
    Menurut anda saya harus bagaimana jika sebelumnya hub. Saya dengan calon mertua baik baik saja.
    Waktu saya berkunjung kerumahnya Tiba tiba saja tanpa sebab yang jelas saya diusir dari rumahnya dengan mengacungkan sebilah sabit kearah saya.
    Mohon pencerahannya dan apa yang meski saya lakukan agar saya bisa direstui dan menikah dengan pacar saya. Terima kasih

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s