Dapatkah menebus dosa zina dengan menikah (tanpa restu orangtua)?

Posted on Updated on

Saya seorang wanita telah menjalin hubungan selama beberapa tahun dengan kekasih saya. Selama itu, hubungan saya dengan dia tidak direstui oleh kedua orang tua saya. Awalnya, ketidak setujuan orang tua saya karena dia tidak satu suku dengan saya. Selain itu, ortu saya juga mempermasalahkan pekerjaan kekasih saya, karena dia hanya wiraswata yang baru memulai usahanya. Selama itu, kami tidak menyerah tuk mempertahankan apa yang menurut kami tidak salah. Kami yakin, kami bisa bertahan bersama.

Suatu hari, kami melakukan kesalahan. Saya dan dia “berhubungan lebih dekat”. Kami melakukannya karena kami ingin mengikat satu sama lain. Kami tak ingin terpisahkan. Kini, kami berdua sadar bahwa yang telah kami lakukan itu salah dan dosa besar. Karena itu, kami ingin menebusnya dengan menikah. Kami ingin kembali bertaubat bersama di jalanNya.

Akan tetapi, upaya perwujudan niat kami itu tidak mulus. Pihak kelurga saya makin keras menentang hubungan kami, sedangkan keluarga pihak kekasih malah yg sangat mendukung untuk kami segera menikah. (Keluarga kami berdua tidak tahu sejauh mana sdh kedekatan kami. Kami tidak ingin mengecewakan mereka dengan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi antara kami berdua.)

Yang ingin aku tanyakan, apa yang harus kami lakukan tuk bisa menggugah hati ortuku dan mereka mengerti keinginan kami tanpa kami harus mengatakan keeratan hubungan kami yang salah?? Dan apabila kami menikah dan bertaubat, mungkinkah ALLAH mengampuni kami??

Jawaban M Shodiq Mustika:

Yang pasti, Allah mengampuni dosa hamba-hamba-Nya yang bertaubat. (Lihat Tuntunan Bertaubat kepada Allah SWT.) Hanya saja, dalam kasusmu ini, bentuk taubatnya tidak harus disertai dengan menikah di antara kalian. Bila kau menikah dengannya, aku tidak tahu pasti apakah pernikahanmu ini dalam rangka taubat ataukah dalam rangka “mengikat satu sama lain” (sebagaimana niat semula).

Untuk mengatasi masalahmu dalam kasus ini, berikut ini beberapa saranku:

1) Lakukan istikharah dan bertawakallah kepada-Nya. (Pengertian istikharah dan tawakkal sudah aku jelaskan di buku Istikharah Cinta.)

2) Mintalah bantuan kepada seseorang yang disegani oleh orangtuamu untuk meminta orangtuamu merestui hubungan kalian.

3) Pahamilah sudut pandang orangtuamu, sebelum mengharap dipahami. Bila mereka menganggap bahwa masa depan pacarmu kurang cerah, tunjukkanlah bukti-bukti (atau kesaksian dari orang yang disegani oleh orangtuamu) bahwa masa depannya cerah.

4) Perlihatkanlah bahwa dirimu siap dan tetap akan berbahagia kalau-kalau hidup serba kekurangan. Terapkanlah pola hidup yang “sangat sederhana”, jauh lebih sederhana daripada yang biasanya kau jalani. Sebagai gantinya, perbanyaklah tabunganmu demi masa depanmu.

5) Lengkapilah ikhtiar-ikhtiarmu itu dengan doa & zikir yang relevan. (Silakan mengambilnya dari buku Doa & Zikir Cinta.)

8 thoughts on “Dapatkah menebus dosa zina dengan menikah (tanpa restu orangtua)?

    riri said:
    31 Maret 2009 pukul 15:14

    mungkin memang hal yang kamu alami adalah suatu kesalahan yang memang sangat besar, tapi apabila niat kita tulus untuk taubat di jalan alloh insya alloh alloh akan mengampuni kesalahan itu.
    teruzz..
    soal zina yang udah kamu lakuin lebih baik kamu jujur za sama orang tua kalian berdua itu lebih baik, karena suatu saat nanti akan ketahuan juga sebisa apaun kamu nyembuyiin itu.

    […] Setiap amal itu ada ganjarannya sendiri-sendiri. Berzina itu berdosa. Mengikuti keinginan yang buruk berdosa, tetapi mengikuti keinginan yang baik berpahala. Menjaga nama baik keluarga berpahala, asalkan dengan cara dan tujuan yang baik. Menikah itu berpahala, asalkan bukan untuk tujuan buruk. (Lihat “Dapatkah menebus dosa zina dengan menikah?“) […]

    DETEKSI said:
    17 Juli 2009 pukul 03:22

    informasi yang sangat menarik dan bermanfaat. terimakasih..

    panca desu said:
    13 Maret 2010 pukul 23:58

    menikah tapi ibu tidak merestui hukumnya bagaimana dan jalan keluar nya bagaimana?trima ksh

    henhen said:
    15 April 2011 pukul 14:57

    saya mau tanya saya mempunyai wanita yang sangat saya sayangi.pasangan saya ini bekerja disalah satu bank swasta yang ada dijakarta selatan karena tuntutan pkerjaan pasangan saya ini meminta ijin dengan keluarganya untuk kos didaerah kantornya kemudian saya temani mencari kosan. pada akhirnya pasangan saya ini takut tinggal sendiri dan akhirnya kita tinggal satu kamar selama 2 bulan pada waktu selama itu kami sering melakukan hubungan badan dan kami lakukan karena suka sama suka…niat saya ingin menikahinya tapi karena saya emosian pasangan saya jadi takut dengan saya dan memutuskan tidak mau menikah dengan saya, lalu apa yang harus lakukan untuk menebus dosa2 saya selain bertobat saya ingin menikahinya dan berjanji tidak kasar lagi?bagaimana hukumnya klo dalam islam menikahi pasangan yg telah berhubungan badan ini keluarga saya dan pasangan saya belum tau akan hal ini.untuk hubungan kita mendapat restu dari kedua keluarga?apa hukumnya bila tidak segera menikah?

    henhen said:
    15 April 2011 pukul 15:04

    bagaimana solusi nya kita berdua sebelum bertengkar sudah rencana menikah kami melalukan hubungan intim sering sebelum kos.sekarang kondisi pasangan saya takut dengan saya padahal saya sudah janji dengan keluarga saya dan keluarganya mau berubah tapi dia tetap yakin klo saya akan selalu melakukan kesalahan yang sama..saya sayang dengan dia bgitu pula dia karena ego dia selalu menghindar…bagaimana hukumnya bila wanitanya tidak mau dinikahi?dan apakah saya harus menikah dengan pasangan saya zina?meksipun dia sudah tidak sayang?

    cris said:
    17 Mei 2012 pukul 00:05

    Allah tetap mengampuni hamba-Nya yang mau bertaubat.
    kalau mau taubat, ya taubatlah.,
    masalah hukuman atas dosa-dosa biarlah Gusti Allah Yang maha Adil yang menentukannya.

    […] Setiap amal itu ada ganjarannya sendiri-sendiri. Berzina itu berdosa. Mengikuti keinginan yang buruk berdosa, tetapi mengikuti keinginan yang baik berpahala. Menjaga nama baik keluarga berpahala, asalkan dengan cara dan tujuan yang baik. Menikah itu berpahala, asalkan bukan untuk tujuan buruk. (Lihat “Dapatkah menebus dosa zina dengan menikah?“) […]

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s