3 Alasan Mengapa Kucintai Orang Miskin

Posted on Updated on

Kalau kau tergolong kaya, kuharap kau tidak cemburu kalau-kalau aku lebih mencintai orang-orang miskin daripada dirimu. (*Heheha… Mode GR: on. Sesekali GR mengenai dirimu, gak pa pa, ya!*) Ada sejumlah alasan yang menurutku masuk akal, juga masuk hati. Yang paling utama mungkin tiga alasan berikut ini.

1) Allah memuliakan orang-orang miskin, sehingga mereka lebih dulu masuk surga daripada orang-orang kaya. Nabi Muhammad saw. bersabda:

Kalian akan berkumpul pada hari kiamat, lalu diseru [oleh Allah], “Manakah orang-orang fakir-miskin dari umat ini?” Lalu mereke berdiri, kemudian ditanyai, “Apa amal kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Tuhan kami, Engkau telah menguji kami, lalu kami bersabar menghadapinya, sedangkan Engkau memberikan harta dan kekuasaan kepada orang-orang selain kami.” Allah SWT berfirman, “Kalian benar.” Maka mereka masuk ke surga lebih dulu daripada orang-orang lainnya, lalu perhitungan yang berat pun ditimpakan atas orang-orang kaya dan penguasa.” (HR Thabrani dan Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar r.a, terdapat dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (3590))

2) Orang-orang miskinlah yang paling mudah aku mintai bantuan ketika aku berada dalam keadaan terpuruk, bahkan seringkali mereka menawarkannya sebelum aku memintanya. Sebaliknya, orang-orang kaya ternyata sulit untuk aku mintai bantuan. Pun diantara mereka belum ada yang menawariku bantuan sebelum aku memintanya. Aku tak tahu mengapa begitu. Apakah dalam hal kepedulian sosial, orang miskin itu lebih peka? Apakah orang-orang kaya itu pelit ataukah aku kurang gaul di lingkungan orang kaya? (Lihat “Penulis Romantis (2): Jalan Sunyi“.)

3) Aku juga ingin menjadi orang miskin di hadapan Allah (walau tampak kaya di hadapan orang lain). Seperti yang sudah kusebutkan di atas, orang miskin itu dimuliakan Tuhan, bukan? Siapa tak mau dimuliakan Tuhan?

Begitulah alasan-alasanku. Apakah kau dapat menerimanya?

5 thoughts on “3 Alasan Mengapa Kucintai Orang Miskin

    silmikaffa said:
    19 Januari 2009 pukul 12:31

    Mirip postinganku kemarin🙂
    Tapi lebih bermutu tulisan kang Shodiq…

    negeripuitis said:
    7 April 2009 pukul 18:36

    Pak mana pengalamannya dalam meniti karir sebagai penulis. Saya ingin belajar dari Anda. Tolong kasih tau saya. Lewat email kalo bisa negeripuitis@yahoo.com

      M Shodiq Mustika responded:
      7 April 2009 pukul 18:58

      @ negeripuitis
      Di postingan di atas sudah kusertakan link-nya (berwarna pink).

    nora said:
    7 Juli 2009 pukul 19:03

    allah dan rasulullah mencintai orang miskin,tp jgn lupa apa yang raulullah ingatkan kemiskinan dekat dengan kekafiran…..kecuali bagi mereka yang sabar.shng allah memuliakan mereka.

    salam kenal ya
    wassalam

    SAUT BOANGMANALU said:
    18 Januari 2010 pukul 02:05

    TERIMKASIH ATAS INFORMASI DAN TULISANYA YANG CUKUP BERMANFAAT. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG DINAMIKA KEHIDUPAN SUKU PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM
    http://boeangsaoet.wordpress.com

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s