Cinta Sejati ala Anis Matta dan Scott Peck

Posted on Updated on

Artikel M Anis Matta, “Pekerjaan Orang Kuat”, telah banyak dikutip di internet. Mengingat bagusnya isi di dalamnya, aku turut senang atas tersebarnya tausiyah tersebut. Hanya saja, aku agak kecewa ketika mendapati kutipan yang tidak lengkap, sehingga maknanya menjadi menyimpang. Diantaranya, ada kutipan: “Cinta dan perasaan dalam mencintai hanya akan melahirkan para pembual yang menguasai hanya satu keterampilan: menebar janji.” Padahal, yang lengkap: “Cinta dan kepribadian adalah dua kata yang tumbuh bersama dan sejajar. Makin kuat kepribadian kita, makin mampu kita mencintai dengan kuat. Mengandalkan perasaan saja dalam mencintai hanya akan melahirkan para pembual yang menguasai hanya satu keterampilan: menebar janji.” (Nah, perhatikanlah perbedaannya!)

Sungguhpun demikian, aku tidak hendak memperpanjang masalah tidak lengkapnya kutipan itu. Di sini aku hendak mengajakmu untuk memperhatikan betapa selarasnya tausiyah Anis Matta tersebut (2004) dengan filsafat cintanya M Scott Peck dalam buku The Road Less Traveled (1985). (Anis Matta ialah seorang muslim Indonesia, politisi muda, lebih muda setahun dariku. Sedangkan M Scott Peck itu nonmuslim dari Amerika Serikat, seorang psikiater kawakan.)

Anis Matta menulis:

Cinta adalah kata yang mewakili seperangkat kepribadian yang utuh: gagasan, emosi, dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya. Ia juga emosi yang peuh kehangatan dan gelora karena seluruh isinya adalah semata-mata keinginan baik. Tapi ia harus mengejawantah dalam tindakan nyata. Sebab gagasan dan emosi tidak merubah apa pun dalam kehidupan kita kecuali setelah ia menjelma jadi aksi.

Scott Peck telah menulis:

Bila kita mencintai seseorang, cinta kita dapat dibuktikan atau diwujudkan hanya dengan cara pengerahan tenaga kita sendiri–yakni dengan kenyataan bahwa demi seseorang tersebut (atau demi diri kita sendiri) kita melakukan suatu langkah ekstra atau berjalan ber-mil-mil. Cinta bukan tanpa usaha. Sebaliknya, cinta itu penuh dengan usaha.

Anis Matta berkata, sebagaimana telah kukutip tadi: “Cinta dan kepribadian adalah dua kata yang tumbuh bersama dan sejajar. Makin kuat kepribadian kita, makin mampu kita mencintai dengan kuat.”

Sebelum Anis Matta mengatakan itu, Scott Peck sudah berkata:

Diantara sekian banyak perasaan yang harus didisiplinkan adalah perasaan cinta. Seperti yang telah saya katakan, perasaan ini tidak dengan sendirinya menjadi cinta sejati, tetapi masih berupa perasaan yang berkatian dengan kataksis [yakni pelepasan hal-hal negatif]. Perasaan ini haruslah dihargai dan dikembangkan agar daya kreatif yang dimilikinya dapat dipergunakan dengan baik. Tetapi bila perasaan ini dibiarkan merajalela, hasilnya bukanlah cinta sejati, melainkan kekacauan, sehingga menjadi tidak produktif. Karena cinta sejati meliputi pengembangan diri, tentu saja dibutuhkan tenaga [atau kekuatan] yang besar…

Anis Matta menyatakan:

Mencintai -dengan begitu- adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kepribadian. Maka para pecinta sejati selalu mengembangkan kepribadian mereka secara terus menerus. … Mereka yang ingin menjadi pecinta sejati harus terlebih dahulu membenahi dan mengembangkan kepribadiannya.

Scott Peck pun telah menyatakan:

Sesungguhnya, seperti yang telah dijelaskan, kita tidak akan mampu mencintai orang lain, kecuali jika kita mampu mencintai diri kita sendiri. Demikian juga, kita tidak dapat mengajar anak-anak kita berdisiplin, kecuali kalau kita telah berdisiplin diri. Sebenarnya, kita tidak mungkin mengabaikan perkembangan jiwa kita sendiri demi perkembangan jiwa orang lain. Kita tidak bisa mengabaikan disiplin diri sendiri ketika berdisiplin dalam menaruh perhatian kepada orang lain. Diri kita tidak mungkin menjadi sumber tenaga [untuk mencintai], kecuali jika kita memelihara kekuatan kita sendiri.

Demikianlah pengamatanku terhadap tausiyah Anis Matta dan filsafat cintanya Scott Peck. Selaras, ‘kan?

—Artikelku lainnya mengenai cinta sejati ala Scott Peck:

  • 20 thoughts on “Cinta Sejati ala Anis Matta dan Scott Peck

      cenya95 said:
      21 Januari 2009 pukul 16:43

      Cinta sangat susah diucapkan tapi mudah untuk dilakukan.
      Cinta… cukup tingkah laku… mungkinkah ?

      jiwakelana said:
      22 Januari 2009 pukul 01:13

      Akan tetapi terkadang kepribadian lebih tua dari pada cinta, karena kerap cinta itu lahir dari sebuah kepribadian.

        M Shodiq Mustika responded:
        22 Januari 2009 pukul 05:46

        @ jiwa kelana
        Oh, gitu ya, cinta sejati ala jiwakelana? Boleh juga tuh!🙂

      hmcahyo said:
      4 Maret 2009 pukul 10:14

      aduh jadi ingat buku ku roadless travelled… hilang siapa ya dulu yang minjam😦

      […] kau mencari kenikmatan sejati? Kalau iya, carilah di tempatnya, yaitu cinta sejati. Memang, zina dan mendekati zina itu nikmat, tetapi hanya sesaat, sedangkan penderitaannya setelah […]

      […] 1. Sikap dan perilakunya kepada dirimu bukan menunjukkan cinta, melainkan nafsu birahi dan nafsu untuk berkuasa. Dia tidak berusaha mengembangkan kalian ke arah yang lebih baik. Padahal, cinta yang sebenarnya itu menghendaki perkembangan diri dan perkembangan orang yang dicintai. (Lihat “Cinta Sejati ala Anis Matta dan Scott Peck“.) […]

      febri said:
      23 Mei 2009 pukul 14:17

      mmmmmmmm

      SunSave said:
      29 Juli 2009 pukul 00:20

      M Scott Peck dalam The Road Less Travelled. Ia mendefinisikan cinta sebagai “kemauan untuk mengembangkan diri sendiri dengan maksud memelihara pertumbuhan spiritual diri sendiri atau perkembangan spiritual orang lain”.

      Saya juga setuju dg pendapat di atas, namun akan lebih baik itu dikaitkan dg nilai kecintaan yg lebih tinggi yakni kecintaan kepada Allah. Berdasarkan kecintaan kepada Allah-lah kita mencintai yg lain.Karena dengan adanya KECINTAAN YANG UTAMA maka jika terjadi “ketidak-puasan” pada KECINTAAN YANG LAIN tidak akan menghilangkan “KETULUSAN” pada obyek KECINTAAN YANG LAIN.

      Tambahan bacaan serdehana ttg cinta, dapat dibaca pada : kaskus.us/showthread.php?t=1437658

      cheepan said:
      11 Agustus 2009 pukul 14:14

      TFS…mohon ijin utk di share boleh kah? thanks sebelumnya..:)

      ismuha said:
      13 Oktober 2009 pukul 15:10

      walah…walah… cinta memang hidup dan pengorbanan

      nurhanifah said:
      3 November 2009 pukul 22:14

      ana cuma ingin mengatakan semua tulisan ust.annis menggugah jiwa dan ana suka itu subhanalloh

      Haru said:
      3 Desember 2009 pukul 08:32

      Mencintai krn Allah, krn mencintai Allah, brusaha melaksanakan sluruh perintahNya & menjauhi laranganNya..
      Melakukan hal2x yg baik krn Allah..
      Menjauhi hal2x yg buruk krn Allah..
      Itulah cinta sejati yg ga akan pernah pudar, krn dari Allah lah sejatinya cinta itu..

      […] lainnya, kita akan menjumpai definisi cinta yang lebih banyak lagi. (Untuk contoh, lihat “Cinta Sejati ala Anis Matta dan Scott Peck“.) Dari begitu banyak definisi cinta, manakah yang benar? Manakah arti kata […]

      dewi said:
      22 Maret 2010 pukul 18:22

      Bagus.

      farid Prabowo said:
      10 Juni 2010 pukul 19:25

      cinta adalah pengorbanan…hanya yang merasakan lah yang paham…

      Filosofi Cinta | Forteens, Fresh and Inspiring said:
      29 Januari 2012 pukul 07:43

      […] di sini  Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post. By forteens • […]

      forteens said:
      29 Januari 2012 pukul 08:17

      mohon ijin copas. terima kasih

      zetti said:
      4 November 2014 pukul 12:13

      cinta akan terasa lebih bermakna dikala kita masih merasakan indahnya kehadirannya dalam hati kita justru disaat kita kehilangan kekuatannya

      zetti said:
      4 November 2014 pukul 12:38

      Cinta berarti membantu pasangan memeprbaiki diri bukan meninggalkan dikala dia berbuat kekeliruan. Maknailah cinta sebagai suatu konsep seberapa banyak kita sudah memberi daripada hanya berapa yang kta terima.

    Silakan sampaikan pemikiran Anda

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s