Demi Istri Muda, Pak Haji Hajar Istri Tua Sampai Kepala Bocor

Posted on Updated on

Kasus kekerasan dalam rumah tangga ini mungkin dapat mencemarkan nama baik para haji, para kepala sekolah, juga para lelaki yang berpoligami. Bagaimana tidak? Pelakunya ialah seorang kepala SMA di Aceh Timur. Dia “bergelar” haji. Dia pun beristri lebih dari satu. Mungkin saja masyarakat akan [semakin] memandang negatif kepada poligami, ibadah haji, dan juga jabatan di dunia pendidikan. Mau tahu bagaimana beritanya?

Ini dia berita yang baru saja dirilis di Serambi Indonesia:

Kepsek Hajar Istri Hingga Diopname

LANGSA, SENIN — Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi. Kali ini menimpa Hj Nurhayati (50), warga Desa Seuriget, Langsa, yang dianiaya suaminya, H Zainal Abidin (55), Rabu (28/1) sekitar pukul 17.00, di Jalan Kuala Paret, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur.

Akibat peristiwa itu, korban yang berprofesi sebagai guru bahasa Inggris di SMA Bayeun, Aceh Timur, langsung diboyong ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa. Keesokan harinya, Zainal Abidin yang menjabat Kepala SMA Sungai Raya dilaporkan oleh adik korban ke Polsek Sungai Raya, atas tindak kekerasan kepada istrinya.

Peristiwa itu, menurut korban, terjadi saat ia hendak menuju rumah istri kedua Zainal di Kuala Paret. Setiba di sebuah jalan, ia mendapati suaminya bersama istri mudanya di dalam mobil. “Saya langsung turun dari becak, kemudian mendekati mobil. Namun, ketika saya berusaha membuka pintu mobil. Dia (suaminya) langsung menampar saya,” kata korban saat ditemui wartawan di RSUD Langsa, Sabtu kemarin.

Saat itu Nurhayati berusaha membalas perlakuan suaminya. Namun, tamparan Zainal yang bertubi-tubi tak mampu ditepis korban. Masih menurut korban, ia juga berusaha mengambil batu untuk memukul balik suaminya sehingga Zainal mencekik korban hingga seorang keponakan korban histeris.

“Saat itu saya langsung dilempar hingga terpelanting beberapa meter. Ketika itulah kepala saya mengenai batus cadas di pinggir jalan sehingga darah muncrat keluar,” kata korban, seraya menambahkan, ia diangkat oleh salah seorang penduduk setempat ke dalam becak.

Dikatakannya, saat itu dia ingin langsung melaporkan hal itu ke Polsek Sungai Raya, tapi karena lukanya cukup parah, ia memutuskan ke rumah sakit. “Padahal saya tidak bermaksud untuk memukul istri mudanya. Tapi ia teganya memukul saya,” terangnya.

Kamis kemarin, oleh adik korban kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Polsek Sungai Raya, Aceh Timur. “Ya, kita sudah terima laporan korban oleh familinya,” kata Kapolsek Sungai Raya yang dihubungi via telepon kemarin. (yuh)

18 respons untuk ‘Demi Istri Muda, Pak Haji Hajar Istri Tua Sampai Kepala Bocor

    naruto said:
    2 Februari 2009 pukul 10:25

    kasus diatas bukan kesalahan atau kurang sempurnanya syariat Islam melainkan kesalahan dari individunya.

    Bandingkan saja kekerasan rumah tangga yang dilakukan oleh masyarakat negara barat yang mengadopsi demokrasi dan ideologi kapitalisme sangat banyak dan lebih sadis.

    Ini cuman pemberitaan media yang memojokkan Islam.

    Yach…! media massa sekarang jadi antek barat (amerika cs)

    M Shodiq Mustika responded:
    2 Februari 2009 pukul 12:22

    @ naruto
    ya begitu lah kita tidak bisa menyalahkan siapa siapa di sini
    tergantung dari orang nya saja yang menilai,,
    keep smile…:)

    akuiniobenk said:
    2 Februari 2009 pukul 13:42

    saya setuju dengan naruto kalo itu masalahnya ada di individu pak..tapi juga gak terlalu setuju kalo kita terlalu mudah kasih pendapat apa2 itu secara sinis. contoh tentang media massa yang dibilang antek barat.

    kalo saya, daripada apa2 jadi sinis, mending dukung untuk ngebangkitin media yang lahir untuk menyeimbangkan pemberitaan tadi. media yang berpihak pada islam, yang objektif.atau kalo perlu bikin sendiri juga media tandingan yang menurut kita lebih objektif. jadi gak sibuk nyerang pihak lain dengan komentar sinis tanpa ngapa2in. dan sementara berbagi seperti disini juga bisa salah satu usaha menyeimbangkan tadi..

    oya pak..numpang tanya..boleh gak ya kalo kita punya harapan kalo orang2 yang bersengketa di pengadilan atau yang jadi terdakwa, dll gak pake atribut islam dadakan. ya kalo sehari – hari pake peci ama kerudung ya monggo wae, tapi kalo sehari – hari gak pake, tapi dipengadilan mendadak pake..kayak gak adil gitu bawa2 atribut itu..padahal waktu buat kejahatannya dia gak apke, pas disorot pake..

    he..he..gak tau deh pak…bener gak harapan saya 🙂

    budhikw said:
    2 Februari 2009 pukul 21:01

    sorry ya pak Shodiq, blog Anda kok banyak sekali mem-posting berita-berita kekerasan, pornografi, kemesuman. Apa ini cara untuk membuat sensasi agar blog Anda banyak dicari dan dibaca orang? Saya kok seperti baca Pos Kota atau Lampu Hijau.

    http://budhikw.wordpress.com

    M Shodiq Mustika responded:
    2 Februari 2009 pukul 22:40

    @ akuiniobenk

    Boleh-boleh saja berharap begitu. Namun kita tak berhak melarang mereka berpakaian menurut “selera” mereka, bukan?

    @ budhikw

    Terima kasih atas saran mas Budhi.

    Sudut pandang orang memang berlainan. Bagi kalangan “santri” atau pun akademisi, blog kami ini mungkin tampak seperti menerapkan “jurnalisme kuning”. Namun bagi orang-orang awam, yang sudah membaca isi blog ini, pandangannya biasanya berbeda. (Mas Budhoi bisa mengecek sendiri berbagai komentar yang masuk.)

    Memang ketika kita tampil di hadapan publik, sulit bagi kita untuk memenuhi harapan pembaca. Karena itu, kami memilih untuk lebih menyesuaikan diri dengan tipe khalayak utama yang kami bidik. Melalui blog ini, kami terutama berdakwah kepada orang-orang awam. (Tentu saja, kalangan “santri” atau pun akademisi boleh menengok blog ini.) Kami berpikiran, selama ini kebanyakan media dakwah di internet lebih banyak membidik kaum “santri”. Masih sedikit sekali aktivis dakwah di internet yang mau melayani orang-orang awam. Kalau bukan kita yang turun tangan, siapa lagi?

      Hana said:
      27 Maret 2010 pukul 09:39

      Pak Haji banyak yang bajingan…mereka ada yang niatnya baik memenuhi rukun ke 5 dalam agama Islam..tapi BANYAK juga yang jadi haji/hajjah cuma numpang cari gelar doang,kelakuan lebih parah dari bajingan…naik haji “buat pelarian” dari stress saja alias bukan taubat nasuha.
      Sayang sekali,merusak citra para haji/hajjah yang mabrur.TAUBAT dong para haji bajingan.

    masoghudku said:
    3 Februari 2009 pukul 14:11

    Wah wah waaah… buat Bapak haji maupun bapak siapa saja, klw memang Ndak mampu berbuat ”adil” sebaikY jgn pny istri lbh dr satu.

    @ masoghudku
    aku setuju dengan pendapat mu itu kalau merasa ga bisa adil ya jangan punya pikiran ingin punya istri lebih dari satu
    istri satu aja ga habis habis kok,,
    hehehehhe,,,:P

      starlight21 said:
      22 Mei 2009 pukul 23:09

      ‘istri satu aja ga habis habis kok,,’
      yang nggak habis-habis kan orangnya (kalau belum meninggal). Tapi kemesraannya? Lalu kenapa kita beli baju-baju baru kalau baju lama masih bisa dipakai? karena bosan dengan baju lama yang udah gak jaman atau udah mulai kusut? mungkin itu alasan sebagian orang yang berpoligami

    agorsiloku said:
    3 Februari 2009 pukul 14:22

    Hanya menegasi, perangkat yang menempel pada pemahaman ritual manusia tidak sama dengan perilaku takwa. Karena takwa itu ada dalam diri manusia kita tidak bisa mengukur kedalamannya…..

    Ekonikoe AN said:
    4 Februari 2009 pukul 06:52

    Suatu bukti bahwa tak setiap laki-laki “dapat” berpoligami dan tak setiap perempuan “siap/mau” dipoligami.

    Hukum Islam memang sempurna, tapi orang memang tak pernah sempurna.

      M Shodiq Mustika responded:
      4 Februari 2009 pukul 07:01

      @ Ekonikoe AN
      yah, begitu lah
      kalau tidak siap untuk berpoligami, dihindari sajalah
      setuju, agama islam memang sempurna.

    echa said:
    5 Februari 2009 pukul 15:46

    seharusnya bila suami yang berniata berpoligami bisa bijak dan adil terhadap keduanya..bila cuma sepihak yang diperhatikan dan dilayani tentu hanya menimbulkan kecemburuan..yang berakibat fatal..kalau tidak bisa adil jangan berpoligami dong cuma hanya menambah dosa saa.

      M Shodiq Mustika responded:
      5 Februari 2009 pukul 19:39

      @ echa
      iya aku setuju dengan mu
      kalau tidak bisa adil ya jangan berpoligami
      sebab kalau di paksa, itu hanya akan menimbulkan kecemburuan dan memang akibat nya bisa fatal dan dosa juga
      seperti kejadian tersebut bener ga??

    muftialy said:
    17 Februari 2009 pukul 05:33

    Ini namanya pak Haji tersebut hanya titelnya saja yang haji. Sedangkan kelakuannya jauh sekali dari yang dicontohkan Syariat.
    Orang semacam ini sekarang banyak sekali. Gelar Kiai, Haji, Ustadz, dan sejenisnya, tetapi si empunya gelar tidak bisa menanggung beban berat gelar yang disandang.

    Tin_ajah said:
    2 April 2009 pukul 15:12

    “salah isti tuanya juga seeh…”

    “mau ajh dhe poligami…”

    “gitu deh akibatnya…”

    “ada yang muda,, yang tua ditinggalin…”

    hendro said:
    8 April 2009 pukul 12:17

    Itu jalan hidup pak haji. Aa Gym bilang bgm mau comment, kalau tdk pernah menjalani poligami. Pahit sedih pasti ada di poligami. Teman Chinese yang sudah merasakan menikah 5 kali dan teman2 lainnya yang pologami maunya hidup kembali dan tdk mau poligami. Meskipun sdh banyak contoh pengalaman pahit dsb, kenapa masih ada poligami termasuk dari yang anti poligami ? terlepas dari latar belakang baik buruk, itu adalah jalan hidup

    zaidan said:
    10 April 2009 pukul 08:13

    assalamualaikum,

    namanya juga manusia, sejak diciptakan berpotensi untuk berbuat jahat n buas(katanya..). Trus diberilah agama supaya bisa mengendalikan kebuasannya, kenyataannya setelah beragama masih buas juga, jadi tidak ada yang salah disini, apalagi agama tidak sama sekali salah, juga hajinya ga salah, yang salah marahnya…. kenapa ditujukan ke istri, coba marahnya di lampiaskan ke : angkut batu, pecahin batu, angkut pasir, aduk semen, lumayan kan bermanfaat!

    Bintang said:
    31 Januari 2010 pukul 17:43

    Itu TERJADI hal yang SAMA dengan saya,suami saya menyandang Haji,insinyur,tetapi kelakuan [maaf] amat sangat bejat,dan berakhiran di pengadilan-karena kami tinggal di LN dimana hukum di negara tsb sangat strik,wanita dan anak-anak dilindungi ketat pemerintahnya,pemukulan,meninju rahang saya,menduduki perut saya bahkan,membenturkan wajah saya dilantai 5x.Saya kolapse/pingsan tetapi sayup2 saya masih mendengar cacian dimulut saya,bahwa saya wanita yang jelek,kurus,seperti bangkai hidup,jauh lebih enak meniduri pelacur Australia yang montok dan putih daripada kamu.

    Saat saya sadar,saya TIDAK terima itu,saya adukan kepada pihak berwenang,ambulan datang,tim doktor langsung memeriksa saya,dan membuat beberapa photo biru-biru lebam,mata saya tidak bisa dibuka,pipi saya habis berdarah dan menceritakan apa adanya dengan polisi bahwa suami saya juga sering menyiksa anak-anak kami yang baru berusia 5 dan 3 tahun secara sadis,dipukul dengan payung,diseret,bahkan pelipis balita kami juga pernah mengucur darah segar dilempar sang ayah [suami saya] dengan sepatu kerjanya,dan itu berakhir dengan keputusan pengadilan bahwa keputusan berada ditangan istri mau memaafkan/tidak-dan jika terjadi 1x lagi pihak berwenang tidak segan2 menahan si algojo minimum 6 bulan masa tahanan.Diikuti dengan pembinaan mental sang suami mengikuti program “anger management” selama 6bulan,karena umumnya orang yang emosinya tinggi,memukul,memaki itu dinilai SANGAT bahaya-cenderung sakit kejiwaan.Dan itu terbukti memang suami saya pernah sering bercerita bahwa saat dia kecil dia sering disiksa oleh ibu kandungnya dikampung,diseret,di pukul hingga babak belur.Ibu kandung suami saya memang juga orang sadis dan aneh.Jika bicara total tanpa aturan,memaki,memfitnah,dan parahnya bicara kotor dihadapan anak balita kami.

    Suami saya mendapat support dari ayahnya di Indonesia untuk membela/membayar lawyer di LN,agar bebas bersyarat/dan suami saya menangis2 meminta saya untuk memaafkan dia.
    Karena kami mempunyai 2 anak,dipengadilan saya memutuskan untuk memaafkan dia,agar dia tidak terjerat dalam sel masa hukuman 3 bulan dan demi anak kami bersatu walau saya tidak jelas “apa” yang dikerjakan suami saya terhadap perempuan2 Autralia.
    Saya tidak peduli,saya fokus dengan karir saya yang baik dan bertanggung jawab terhadap kedua anak kami.Suami saya tidak pernah menafkahi batin,lahir pun asal-asalan,entah gaji uangnya sebagai “engineer” dikemanakan.

    Jika cerita diatas seorang haji menyiksa istri tua demi istri muda,tetapi saya seorang haji menyiksa istri demi pelacur di Australia dan kecanduan internet porno.
    Haji merupakan ibadah ke5 umat Muslim,bukan berarti haji mereka langsung suci dan mabrur.Bermacam-macam sebab mereka naik haji,karena panggilan hati yang mulia,karena sudah saatnya alias mampu,karena niat besar,atau karena cuma numpang simbol/status doang,seperti halnya suami saya mengakui terus terang [tentunya saat emosi/dan kondisi kami telah menikah saat itu 8tahun] bahwa dia naik haji karena kompensasi/pelarian dari pernah berbuat dosa menggugurkan kandungan Ex-pacarnya yang mereka dahulu sama-sama suka mabuk,free sex bahkan dunia malam(saat masih kuliah di salah 1 universitas negri Bandung).

    Perkawinan TIDAK MUNGKIN akan mulus,lancar bahkan mencintai tulus lagi bagi pihak viktim [yang dianiaya] maupun si algojo.Terutama bagi pihak istri,sudah pasti menyimpan luka,sakit dan ketidak percayaan lagi.Saya MOHON sebagai pihak berwajib di Indonesia agar menangani secara serius pada kekerasan dalam RT-agar para suami yang [pengecut yang hanya berani terhadap wanita dan anak-anak kandungnya saja] ini agar ditindak sangat tegas dan keras,karena kekerasan dalam RT juga merupakan kriminil dan pidana.

    Maka Pak Haji yang dulu saya kagumi tidak lebih seorang sampah kotor,yang tega menyakiti istri dan kedua anak kami dengan tangan algojonya hanya demi pelacur dan internet porno.
    Tetapi semua kembali kepada pribadi masing-masing,juga background keluarga yang menentukan si manusia tersebut dimasa depan akan tumbuh seperti apa.
    Haji cuma simbol percuma jika tidak diniati dengan mulia,jadinya julukan yang cocok Haji Internet Porno atau haji Algojo.

Tinggalkan Balasan ke M Shodiq Mustika Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s