PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya

Posted on Updated on

Pemilu makin dekat, suhu politik makin panas. Semua partai, termasuk “parpol islam”, makin aktif berkampanye untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya. Kita berharap, semua partai itu (terutama “parpol islam”) berkampanye dengan cara-cara yang positif. Namun terkadang besarnya semangat berkampanye membuat para aktivis parpol, bahkan juga pemimpin parpol “besar”, “terpeleset” menggunakan cara-cara negatif. Bagaimanapun, hal seperti ini kita sayangkan. Selaku muslim, aku pun sangat menyayangkan ketika menjumpai berita bahwa presiden PKS, “parpol islam” yang tergolong “besar”, ternyata melecehkan sekelompok orang, yang dalam hal ini ialah artis sinetron dan kalangan dari dunia hiburan lainnya. Sungguh aku tidak rela menyaksikan pemimpin “partai islam” ini bersikap sombong begitu.

Berita mengenai sikap sombongnya ini adalah sebagai berikut.

Selasa, 10/02/2009 19:23 WIB

PKS: Caleg dari Dunia Hiburan, Mau Jadi Apa?

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan kemampuan yang dimiliki para calon anggota legislatif (caleg) yang berasal dari latar belakang dunia hiburan. Mau jadi apa?

Pernyataan bernada sangsi itu disampaikan Presiden PKS Tifatul Sembiring saat berdiskusi dengan sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Tjiptono Darmaji Network di Hotel Le Meredien, Jl Jend Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2009).

“Kalau yang masuk di partai itu karena uang atau artis sinetron, mau jadi apa? Partai sinetron ?” ujar Tiffatul Sembiring yang mengenakan jas dan celana hitam.

Menurut pria asal Batak Karo ini, [ia] tidak bisa membayangkan apa yang akan dikerjakan para selebriti ini seandainya mereka bisa duduk sebagai seorang anggota legislatif.

“Mereka akan membahas persoalan legislasi, yudikasi, dan budgeting akan seperti apa?” tanyanya.

Padahal, pria yang juga berasal dari keluarga petani ini, mengganggap bahwa sosok seorang artis tidak lebih hanya karena kedekatan mereka dengan media.

“Seolah-olah mereka dekat dengan orang banyak. Artis sinetron itu hanya sering muncul di iklan,” pungkas dia. ( fiq / nwk )

Berita tersebut telah memicu perdebatan pada beberapa forum diskusi di internet. Sejumlah kader PKS tampak mati-matian membela presiden mereka yang juga merupakan ustad mereka. Intinya, mereka berargumen bahwa presiden PKS itu mengingatkan kita bahwa hendaknya kita memilih caleg berdasarkan kemampuan. Mereka pun menambahkan, “pada kenyataannya, hampir semua caleg yang berasal dari dunia hiburan itu tidak mempunyai kemampuan untuk menjadi anggota legislatif”.

Rupanya, kesombongan presiden PKS dalam berita di atas telah diikuti oleh kader-kadernya. Dengan kata lain, mereka ikut-ikutan sombong!

Tentu saja, kita setuju terhadap niat baik sang presiden, yaitu anjuran memilih caleg berdasarkan kemampuan. Namun, niat baik mestilah dijalankan dengan cara yang baik pula. Tidak perlu kita bersikap tinggi hati seraya melecehkan orang lain, termasuk para artis dan kalangan dari dunia hiburan lainnya.

Lagipula, melecehkan itu takkan efektif sebagai taktik kampanye. Publik justru menjadi menaruh simpati kepada pihak yang dilecehkan. Sebaliknya, publik pun menjadi antipati terhadap pihak yang melecehkan.

Oleh karena itu, aku berharap presiden PKS beserta para kadernya segera mengoreksi kekeliruan fatalnya ini. Hendaknya mereka menunjukkan sikap rendah-hati dengan meminta maaf secara terbuka dan setulus-tulusnya kepada orang-orang yang berkecimpung di dunia hiburan. Kalau tidak, jangan kaget apabila dalam pemilu mendatang, suara PKS merosot drastis!

204 respons untuk ‘PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya

    leo said:
    23 Maret 2009 pukul 16:49

    Sy juga suka membaca karya imam ghazali, ada yang menciptakan adagium (kalo tdk salah R.A Nicholson) bahwa jika ada seorag nabi setelah nabi Muhammad maka ghazalilah orangnya.

    Di kaitkan dengan pernyataan bahwa anda kurang sepaham dengan sesuatu yang terlalu/berlebih-lebihan dalam hal ini terlalu hati2, maka muncul dalam benak sy sbgai org awam “mungkinkah jika pengkaitan pendapat ghazali oleh anda kepada ucapan sosok dlm diskusi ini termasuk terlalu dilebih-lebihkan, terlalu hati-hati, terlalu cermat atau terlu2 lainnya? Sehingga menutup keleluasaan ruang perbedaan bahasa yang mungkin dapat terjadi dikarenakan perbedaan latar belakang setiap suku dan budaya, dgn demikian kita bisa lebih toleransi saling mengenal dan membuka pintu pemakluman? (ah ataukah ini lagi2 hanya ruang persepsi semata?)

    Dalam buku samudra pemikiran ghazali sy menemukan pernyataan beliau bahwa kebenaran jauh dengan org yang cinta dunia, bergelimang harta, dll (apakah ini pernyataan sombong?) artinya yang cinta dunia tidak layak mendapat kebenaran. Sy beranggapan anda teliti dalam membaca sesuatu yang tersirat. Sy hanya ingin share bagaimana menurut anda, apakah cara sy dalam menganalogikan sudah benar?

    Dalam kisah perjalanan nabi musa dengan seorang hamba Tuhan (sy lupa namanya)..hamba ini melakukan 3 hal.
    1.Melubangi perahu
    2.membunuh seorang anak muda
    3. dan menambal sebuah dinding
    apakah hamba Tuhan tsbut tidak memberi kesempatan kepada raja bahwa raja itu layak diberi kesempatan bertoubat dan memperbaiki dirinya?, demikian juga dengan anak yang di bunuh, apakah tidak layak dia mendapatkan bimbingan dan kesempatan? sekaligus berubah perangainya?
    Mengapa tanah suci tidak layak dimasuki oleh org2 kafir? Apakah ini sebuah kesombongan?
    Ah masih banyak yang ada dalam benak sy. Maafkan sy…

    Sy sebaiknya menghentikan pertanyaan2 sy. Sy jd teringat ayat alquran bahwa “manusia suka berdebat” atau mencari cari dan mengada-ngada.

    Karena disini sy tamu, sy tidak akan menyimpulkan apa-apa. Sy akan simpan buat sy sendiri saja.

    Harapan sy adalah umat islam selalu dalam barisan. Apakah dia seorang politikus,artis,ulama dll.Semua pihak bisa saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dengan cara yang baik, semua pihak bisa membuka pintu maaf seluas-luasnya. Dalam islam banyak ranah2 tentang apa yang menjadi prioritas atau sesuatu itu dilihat berdasarkan paling utama dalam kemanfaatnya. Sy berani mengatakan ini karena mudah2an sy tidak salah kalo diri anda islam jugakan? Artinya kita bersaoudara

    Sy akan hentikan tanggapan dr sy mengenai diskusi dimaksud. Sy persilahkan anda sbgai tuan rumah menutup diskusi ini khusus buat sy saja.

    Terimakasih atas segala perhatiannya

      M Shodiq Mustika responded:
      23 Maret 2009 pukul 17:33

      @ leo
      Aku menghargai niat baikmu yang tidak suka berdebat. Jadi, aku juga takkan bertele-tele.
      1) Aku suka membuka ruang perbedaan pendapat, tetapi bukan pendapat yang asal-asalan, melainkan yang ada alasan/dalil yang sekuat-kuatnya. (Kuharap kau memaklumi sikapku ini, sehingga aku tak perlu menerangkan lagi mengapa aku bersikap begitu.)
      2) Dalam penjelasanku yang lalu, aku katakan, “Apabila kita menganggap seseorang tidak layak menjadi caleg, padahal dia telah memenuhi syarat minimal sebagaimana ditetapkan oleh undang-undang, maka (dalam pemahamanku berdasarkan hadits tersebut) kita sudah tergolong sombong.” Namun dalam komentarmu ini, kulihat kau terlalu terfokus pada kata-kata “menganggap seseorang tidak layak”. Padahal, pada kata-kata berikutnya aku tegaskan, “padahal dia telah memenuhi syarat minimal …”. Seandainya kau lebih memperhatikan kata-kata penjelas ini, aku yakin kau akan dapat lebih memahami apa yang kumaksud dengan “menganggap tidak layak”. Singkatnya, aku berharap kau menyimak kalimat-kalimatku seutuh-utuhnya, bukan sepotong-sepotong.
      Demikianlah tanggapanku. Terima kasih atas segala masukan darimu. Sekian.

        multidata said:
        24 September 2011 pukul 17:13

        bodoh baca dong “Kalau yang masuk di partai itu karena uang atau artis sinetron, mau jadi apa? Partai sinetron ?” ujar Tiffatul Sembiring yang mengenakan jas dan celana hitam.
        karena uang atau popularitas keartisannya. oon nih orang

    akhyari zudhi said:
    27 Maret 2009 pukul 23:34

    kalo menurut saya sih, banyak partai yang mencalonkan artis sebagai caleg tanpa mekanisme kaderisasi sewajarnya merupakan bukti bahwa partai tidak siap dalam melakukan regenerasi dalam tubuhnya.
    yah, semoga PKS tidak terjerumus dalam kesombongan..
    bukankah sesama muslim harus saling mendoakan kebaikan?

    adi said:
    6 April 2009 pukul 16:39

    kalo diperhatikan secara seksama kalimatnya, kayanya gak ada masalah deh sama pernyataan itu.
    Di situ kan jelas tertulis ” kalau karena uang atau artis sinetron”! Artinya memang gak layak dong hanya dengan alasan itu dia jd caleg. Inikan money politik gaya baru. Kecuali klo dia punya uang, artis tapi memiliki kapabilitas, why not?.
    Jadi tolong dong diperhatikan baik2 pernyataan itu. Sayang kan hanya gara2 gak bisa nangkep maksud kalimat bikin diri sendiri dan orang lain ikut-ikutan fitnah.

    Thabayun dulu mas baru nulis(ngedar) tulisan.. karena yang baca bisa narik kesimpulan macem2. Nah klo udah gitu yang salah siapa??

    “Ambillah yang mudharatnya lebih kecil Saudara..

    —————
    Tanggapan Admin:
    Semua yang dipersoalkan oleh Sdr. Adi tersebut sudah dibahas di https://muhshodiq.wordpress.com/2009/02/14/kiat-imam-ghazali-agar-tidak-sombong/ dan https://muhshodiq.wordpress.com/2009/02/15/ketika-presiden-pks-digunjingkan-orang-banyak/

    Kiat Imam Ghazali agar Tidak Sombong « Gaul Islami said:
    30 April 2009 pukul 23:33

    […] Februari 2009 · Tidak ada Komentar Dari beraneka-ragam komentar terhadap artikel “PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya“, sekurang-kurangnya ada 2 pandangan mengenai kesombongan yang perlu kita kritisi: (1) […]

    sudden death said:
    24 Mei 2009 pukul 11:30

    ketika banyak orang berbicara tentang PKS, sebenarnya saya sndri g prnah mau ikut2an untuk mengomentari
    Tetapi semakin nglunjaknya anak2 PKS yg lbih dkenal ikhwan/akhwat..dari dulu sebenarnya saya sendri selalu tertawa melihat kelakuan2 aneh mereka,yg mana bisa saya artikan kemunafikan terselubung.Mereka selalu berteriak memurnikan ajaran Islam, kalaupun disini ada kader PKS yg mau mengomentari,apa sebenarnya islam yg murni itu?? mngkin mreka menjawab hidup yang Qur’ani dan sesuai hadist (ajaran Rosul), …bagus itu!!! saya sendiri setuju, yg saya tidak saya setujui kelakuan anak2 PKS yg sok suci sok bersih..emang syapa kalian itu?? Tuhan??Allah??Rabb?? dan perlu anak2 PKS tau hidup kalian terlalu dbuat2, jadilah diri kalian sebenarnya.. Sombong??? biarlah apa kata orang menyebut para ikhwan/akhwat… tp itu pendapat publik, dan saya sendiri sangat setuju..

      NTMAKSIAT said:
      1 September 2009 pukul 05:47

      tidak ada manusia yg suci sekarang ini termasuk kader2 PKS, kalau memang mereka berusaha menjalani kehidupan ini sesuai dengan tuntunan Quran dan hadis kenapa anda sewot?

        PKS BULLSHIT said:
        26 Maret 2013 pukul 16:24

        eh lu buka mata,,, kita ga sewot. trima aja. ga usah munafik. akhwat pks kalo d dpan orang sok alim, coba lo liat d univ2… sesama kader pks mreka juga berkhalwat, smsan, chattingan dengan dalih syuro!!! INI FAKTA DEMI ALLAH!!! LO JANGAN NUTUP MATA!!! TAIK LO PKS!!!

          NTMAKSIAT said:
          27 Maret 2013 pukul 22:38

          iya kan dibilang tuh ga ada manusia yang suci termasuk kader PKS, ada saja akhwat yang seperti itu tapi kan ga semua mungkin masih ada akhwat yang belum paham khalwat didunia maya. Kalau melihat ya monggo diingatkan bukan dimaki2 dengan bahasa kasar ya toh

    Muzakir AN said:
    31 Agustus 2009 pukul 02:42

    wahai para pengikut WAHABI yang tidak ingin di bilang WAHABI sudah sejauh mana anda melecehkan ulama salafi di negeri tercinta ini ?
    sampai kapanpun ente punya upaya untuk merusak bangsa ini ane selalu hadapi dengan akhlaq Nabi Muhammad !

      NTMAKSIAT said:
      1 September 2009 pukul 05:43

      Masih ada aja yang kemakan isu kaya beginian

    SARIEF HADI said:
    24 Oktober 2009 pukul 10:57

    kita harus punya sifat kehati2an,baik ucapan maupun perilaku, semoga kritikan ini sifatnya membangun dan bisa diterima yang bersangkutan,dan semoga elit2 politik lebih menjaga perilakunya,dan bagi kader2nya harus bisa mengakui kesalahan walaupun kesalahan tersebut dilakukan oleh pemimpin kita sendiri.

    hormat saya
    Syarief hadi
    kader pks gorontalo

    […] rendah hati dan tidak sombong akan menuai banyak simpati dari para wanita. Sebaliknya, “capres lain yang tampak sombong” akan kurang mendapat dukungan dari para perempuan, kecuali dari komunitasnya […]

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s