12 Perubahan Mengasyikkan Saat Menjadi Ibu

Posted on Updated on

Kompas.com tadi sore menayangkan artikel menarik, “Fakta Mengejutkan Saat Menjadi Ibu“. Di dalamnya dipaparkan selusin perubahan yang “mengejutkan” (menurut si penulis artikel) ketika para wanita menjadi ibu. Aku jadi tertarik membandingkannya dengan perubahan yang terjadi pada istriku ketika dia menjadi ibu bagi anak-anak kami. Menurutku, perubahannya tidak mengejutkan. Sebab, walau bukan tukang ramal, kami sudah sejak lama menduga adanya perubahan seperti itu. Namun, walau tidak mengejutkan, perubahan itu mengasyikkan!

Mau tahu? Ini dia daftar 12 “fakta mengejutkan saat menjadi ibu” (plus keterangan dariku dalam tanda kurung yang mengungkap 12 perubahan mengasyikkan ketika istriku menjadi ibu).

1. Anda jadi lebih banyak tidur. Saat balita Anda mengharuskan Anda ada bersamanya menjelang tidur dan saat bangun, maka Anda terpaksa ikut menemaninya tidur kapan saja. (Saat anak-anak balita, istriku sedikit tidur. Saat anak-anak sudah bersekolah, barulah dia banyak tidur. Ketika anak-anak berada di sekolah, itulah kesempatan emas baginya untuk bersantai tanpa “gangguan” dari anak-anak.)

2. Anda harus mengalihkan sebagian dana untuk membeli CD, dan membeli buku-buku dan video anak-anak sebagai gantinya. (Jelas ada perubahan besar dalam hal alokasi dana. Maklum, penghasilan kami tak tetap. Yang kami prioritaskan adalah pendidikan anak-anak, baik formal maupun tak formal.)

3. Lagu anak-anak klasik menjadi hiburan khas, tak hanya di rumah, tetapi juga di mobil. (Agak mirip gitu. Cuman, anak-anak kami lebih suka “lagu anak-anak masa kini” daripada lagu anak-anak tempo dulu. Justru anak-anaklah yang “mengajari” kami lagu-lagu itu.)

4. Saat berjalan-jalan di mal pada akhir pekan, Anda terpaksa ikut makan ayam goreng atau pizza di restoran cepat saji, padahal Anda tak pernah menyentuhnya sejak dulu. (Tepat sekali. Tiap kali anak-anak tak habiskan makanannya, kamilah yang bertugas menghabiskannya. Berhubung istriku lebih sering bersama anak-anak, dialah yang lebih sering menerima “jatah sisa”. Kalau tak dihabiskan, mubazir, ‘kan? )

5. Di kantor, bahan obrolan menjadi seputar susu bayi atau play group yang bermutu. Dulu, Anda cepat-cepat menyingkir jika rekan-rekan Anda mulai membahas susu bayi. Habis, bosan! (Yang ini, aku nggak tahu pasti. Kayaknya iya, sih.)

6. Anda tak lagi terlalu mempedulikan gaya apa yang sedang tren. Sebaliknya, Anda kalap jika masuk ke toko pakaian anak. (Walau masih peduli akan gaya sedang trend, istriku emang betah banget kalau berada di toko pakaian anak.)

7. Anda lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton film anak-anak, sampai hafal monster-monster dalam film Ben 10. Jika tidak, Anda terancam tak bisa nyambung dengan jagoan Anda. (Emang, istriku jadi sering nonton film anak-anak di tivi bersama anak-anak. Tapi, tetep aja dia ngerasa nggak nyambung dengan selera anak. Saat anak-anak ketawa, dia diam aja. Saat mereka diam, eee… malah dianya yang ketawa sendiri. Asyik, ‘kan?)

8. Anda paling tidak suka saat melihat tetangga yang bergosip di depan rumah. Namun sekarang, Anda harus nimbrung sekali-sekali, bahkan mencatat nomor telepon ibu-ibu sesama orangtua murid di sekolah. (Wah, ini tepat 100%. Begitu jugalah istriku.)

9. Anda punya nama panggilan baru seperti Mamanya Rani, atau Bundanya Deo. (Benar. Di lingkungan kami, anak-anak lebih populer daripada kami. Soalnya, meski orangtuanya kalem, anak-anak kami “banyak tingkah”.)

10. Teman Anda yang lajang menganggap hidup Anda membosankan karena kegiatan Anda hanya seputar memandikan anak, memasak, atau menemani anak tidur. (Aduh, yang ini aku nggak tahulah. Sori, ya!)

11. Anda terkejut kenapa cara bicara anak jadi seperti dialog dalam sinetron. Anda lupa bahwa ketika Anda sedang bekerja, anak lebih banyak menemani Si Mbak nonton sinetron. (Betul. Sindiran sang penulis artikel ini jitu sekali.)

12. Ikut sibuk mencarikan foto atau poster Afgan, harus ikut berdesak-desakan meminta tanda tangannya. (Walau nggak sampai ikut repot carikan tanda tangan, istriku memang ikut sibuk carikan gambar artis kesayangan anak-anak.)

Sebenarnya masih banyak perubahan mengasyikkan lainnya. Kapan-kapan aja deh nambahinya. (Kalo sempet & kalo nggak males.)

15 thoughts on “12 Perubahan Mengasyikkan Saat Menjadi Ibu

    ademaulana said:
    17 Februari 2009 pukul 05:21

    Assalamu_’Alaikum Wr.Wb…

    Mas Shadiq!, saya ada tutorial baru nih….

    Wassalamu_’Alaikum Wr.Wb…

    Billy Koesoemadinata said:
    17 Februari 2009 pukul 07:42

    haha.. kalo saya sih, meski bukan calon ibu dan juga masih single, tapi jagoan2 di ben 10 selalu berusaha buat diikutin..

    maklum, kartun freaks😛

    btw ustad,, tenang dulu ya.. ni lagi screening.. mudah2an dapet sesuai yang diminta

      M Shodiq Mustika responded:
      17 Februari 2009 pukul 12:42

      @ Billy Koesoemadinata
      hehehe….anak-anak ku suka nonton tuh…
      iya,sanyai aja kalem yah…:)

      @ Mang Ajid
      aku kira semua itu wajar, maklum lah sudah menjadi orangtua yah begitu
      ternyata sama yah….

      @ rusdin
      iya, aku do’akan semoga lekas mendapat jodoh…amien…
      ohya silakan dibuktikan dan diperhatikan 12 fakta itu, atau kalau nggak baca punya ” Mang Ajid ” sama kan??

      @ AL
      anak didik nya suka nonton juga yah….:)
      ini lah pahlawan tanpa tanda jasa….:)

    Mang Ajid said:
    17 Februari 2009 pukul 09:34

    He…he…he…
    Koq mirip ya…seperti yang saya alami dengan istri saya.

    rusdin said:
    17 Februari 2009 pukul 11:13

    wah, kalau udah punya isteri, nanti saya coba perhatikan 12 fakta ini. hehe

    AL said:
    17 Februari 2009 pukul 11:31

    Wah, yang nomer 7 itu masuk dalam kategori ‘perubahan-perubahan yang saya rasakan setelah jadi guru SD’
    Heheheh…

    ademaulana said:
    17 Februari 2009 pukul 12:03

    iya mas!, program ini untuk menambah RAM pada komputer kita, agar komputer kita bertambah cepat dengan menambahkan “RAM”. karena kita tahu bahwa harga RAM di pasaran lumayan sangat mahal, lebih baik kita memanfaatkan apa yang ada; seperti flashdisc. insya Allah ada efek sampingnya mas(efek yang positif seperti komputer bertambah cepat, bukan efek yang negatif seperti menyebabkan flashdisc rusak).
    dan masalah wallpaper yang mas tanyakan, kemungkinan pertama masalah layar monitornya(bukan yang highly) dan kemungkinan kedua; mungkin VGA pada komputer mas masih “ON BOARD”(bawaan CPU-nya), mas bisa menambahkan VGA yang ada di pasaran, tentunya dengan merek dan harga yang berbeda(maaf mas saya tidak bisa menyebutkan contohnya; khawatir jadi mempromosikan merek tertentu.hehehe). good luck untuk mas shadiq….^_^

    omiyan said:
    17 Februari 2009 pukul 13:45

    yang jelas perubahan mendasar adalah betapa berartinya sebuah nilai kehidupan serta menjadikan kita mendewasakan pikiran dalam mengambil suatu keputusan

    putirenobaiak said:
    18 Februari 2009 pukul 15:59

    hihi sebagiannya aku rasakan juga, sebagiannya beda, unik utk setiap Ibu kali ya mas…
    nikmati saja

      M Shodiq Mustika responded:
      18 Februari 2009 pukul 19:56

      @ putirenobaiak
      iya, hendaknya memang kita syukuri dan nikmati saja setiap perubahan mengasyikan saat menjadi ibu.
      mungkin kamu pun demikian…

    df ainnurrahma said:
    22 Februari 2009 pukul 06:47

    doakan supaya bisa menjadi ummahat terbaik dalam kehidupan ^_^

      M Shodiq Mustika responded:
      22 Februari 2009 pukul 06:52

      @ df ainnurrahma
      Aamiin….
      mari lah kita sama mendoakan ya🙂

    hidayanti said:
    1 Maret 2009 pukul 18:22

    hehehehe lucu sekali…hidup itu adalah prosess iya g?? jadi nikmati semua proses yanh sedang dan akan kita alami🙂 nice job ustad🙂

    adawiyah said:
    3 Juli 2009 pukul 12:33

    subhanallah …….. senangnya menjadi seorang ibu, walaupun penuh lelah dan masalah ketika di kantor, tapi itu semua sirna ktka sampai rumah mendenganr teriakan sang anak dengan sebutan “mama”. hampir dari selusin perubahan itu telah aku rasakan terkadang lucu walaupun sempat kesal dengan sikap anak yg rewel ketika dia sedang badmood

    YF said:
    28 Oktober 2009 pukul 23:18

    Aku udah pengen menjadi seorang ibu, kelihatannya begitu indah bermain dengan anak kita, mengurus rumah, mengurus suami yang kita cintai. Tapi kenapa niatku ini tak direstui keluarga ku? Apa ada yang salah dengan keinginanku?

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s