Murtadkah bila meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut?

Posted on Updated on

Jumat kemaren aku dengerin radio, siang2 gitu jam 11an. Mbak2 penyiarnya blg gini : “Ayo pada siap2 jumat’an… katanya kalo 3x bolos jumat’an itu udah dianggap kafir loh…” jadi penasaran… emg ada yah hadist ato quran yg bilang begini? kalo gitu, sebenernya byk donk umat islam yg udh “gak diakui” oleh Allah? gw jg pegang terus konten hadits ini, tp apakah bener sperti itu p. Ustadz?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Yang menyatakan “kafir” bila meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut itu bukan Rasulullah saw., melainkan salah seorang sahabat dekat beliau, yaitu Ibnu ‘Abbas r.a.: “Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut, sungguh dia telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya (kafir).” (HR Abu Ya’la, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhiib no. 732)

Ibnu Abbas itu adalah seorang sahabat yang terkenal “lunak” dalam berislam. Tidak ada bukti-bukti empiris yang menunjukkan bahwa dia memperlakukan orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut sebagai orang yang telah murtad. Penggunaan kiasan “telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya” (bukan kata-kata qath’i seperti “telah menjadi orang kafir”) pun menunjukkan bahwa “kafir” yang dimaksud itu bukan dalam dataran hukum, melainkan pendidikan. Itu untuk menekankan kerasnya larangan meninggalkan shalat Jumat.

Secara bahasa, “kafir” berasal dari kata “kufur” yang artinya menutupi kebenaran, melanggar kebenaran yang telah diketahui dan tidak berterima kasih. Kata jamak dari “kafir” adalah “kaafiruun” atau “kuffaar”. Kata kafir dan derivasinya (kata turunannya) disebutkan sebanyak 525 kali dalam Al Qur’an. Semuanya mengacu pada perbuatan mengingkari Allah swt., seperti mengingkari nikmat-nikmat Allah (Q.S. An-Nahl 16: 44, Ar-Rum 30: 34), lari dari tanggung jawab (Q.S. Ibrahim 14:22), membangkang hukum-hukum Allah (Q.S. Al Maidah 5: 44), meninggalkan amal shaleh yang diperintahkan Allah swt. (Q.S. Ar-Rum 30: 44), dll. Arti “kafir” yang paling dominan disebutkan dalam Al Qur’an adalah pengingkaran terhadap Allah dan Rasul-Nya, khususnya Muhammad saw. dengan ajaran-ajaran yang dibawanya. Istilah kafir dalam pengertian yang terakhir ini pertama kali digunakan dalam Al Qur’an untuk menyebut para orang kafir Mekah (Q.S. Al-Mudatstsir 74: 10) Jadi, orang kafir adalah mereka yang menolak, menentang, mendustakan, mengingkari, dan bahkan anti kebenaran. Seseorang disebut kafir apabila melihat sinar kebenaran, ia akan memejamkan matanya. Apabila mendengar ajakan kebenaran, ia menutupi telinganya. Ia tidak mau mempertimbangkan dalil apa pun yang disampaikan padanya dan tidak bersedia tunduk pada sebuah argumen meski telah mengusik nuraninya.

Mengenai orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut tanpa alasan yang sah, Rasulullah saw. tidak menyebutnya “kafir”. Sungguhpun demikian, beliau pun menggunakan istilah yang “keras”, yaitu “munafik“.

Dari Usamah bin Zaid r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at tanpa udzur (alasan yang sah), niscaya dia tercatat dalam golongan orang-orang munafik.” (Hadits shahih, termuat dalam Shahihul Jami’us Shaghir no: 6144 dan Thabrani dalam al-Kabir I: 170 no: 422).

Selain “munafik”, beliau pun menggunakan istilah lain yang juga “keras”, yaitu “Allah menutupi hatinya” dan “lalai“. Dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah r.a. bahwa keduanya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda sedang beliau bersandar pada tongkat di atas mimbarnya, “Hendaklah orang-orang itu benar-benar berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at, atau Allah benar-benar menutup rapat hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang lalai.” (Hadits shahih dalam Shahih Shahihul Jami’us Shaghir hal 142 not 5 no: 548, Muslim II: 591 no: 865, Nasa’i III: 88)

29 thoughts on “Murtadkah bila meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut?

    riauku said:
    18 Februari 2009 pukul 10:19

    sesungguhnya akan bertambah titik-titik hitam(kufur) dihati seseorang yang sering meninggalkan sholat jumat berturut2 tanpa alasan yang jelas( sakit,musyafir)

      cah bagus said:
      20 Oktober 2009 pukul 13:10

      ok

    Herman S.Y said:
    18 Februari 2009 pukul 10:38

    Wah saya baru tahu, selama ini saya hanya mengetahuinya kalau tidak sholat jum’at selama 3kali berturut2 adalah kafir, ternyata yg benar adalah munafik… Makasih Mas atas keterangannya…🙂

    aris said:
    18 Februari 2009 pukul 12:45

    Wah mas begitu ya….

    muslimstory said:
    28 Februari 2009 pukul 19:29

    munafik mendekati kafir…
    syukran atas jawabannya ya mas…
    menambah ilmu banget nih ^^

    NTMAKSIAT said:
    28 Maret 2009 pukul 11:43

    Ah saya setuju dengan artikel anda yg satu ini. Sayangnya banyak yg menyalahgunakan pendapat ini, ketika saya ngobrol dengan satpam sebuah bank saya tanya “kalau sholat jumat apakah bank ini tutup?” Satpam menjawab “tidak pak kami tetap buka, pegawai laki2 yg muslim silahkan sholat nanti yg standby yg wanita dan yg non muslim” Saya tanya lg “berarti kalau bapak sholat siapa yg jaga?” Satpam “biasanya office boy tapi kata pimpinan saya kalau tidak sholat jumat 3x berturut2 itu kafir jadi kalau 2x saja tidak sholat jumat y gpp makanya jumatan yg ketiga baru saya sholat dan OB yg menggantikan saya sementara” ???? pikiran saya “walah koq agama dijadiin mainan sih”

    zonatampan said:
    23 Juni 2009 pukul 22:49

    Assalamu’alaikum…
    semoga bisa jadi bahan renungan agar kita tidak menyepelekan masalah ibadah yang bernama SHOLAT tersebut…amiin…

    joe said:
    24 Juli 2009 pukul 13:57

    thx ats info’y…

    info ni brguna bgt buat smua’y…,,

    khusus’y buat muslim laki”…

    cah bagus said:
    20 Oktober 2009 pukul 13:12

    saya mau tanya : gimana hukum nya sholat jum’at di sekolahan / di tempat l;ain selain di masjid ( tolong beri dasar yang kuat minimal hadist )

    Saladinxc said:
    23 November 2009 pukul 11:49

    AAhh.. jadi munafik atau lalai ya.. bukan kafir..

    sama aja jeleknya.. hehehe..

    dunia said:
    26 November 2009 pukul 18:44

    berturut 2 tidak sholat jumat nih,
    pertama : lagi dines dan tidak bisa ditinggal
    kedua : ketiduran,.. beneran bukan maksud hati mo tidur beneran,. leyeh leyeh githcu
    ketiga : pas dines lagi ,.
    gimana tuh….

      shepty said:
      8 Mei 2011 pukul 10:31

      dinesx masa gda waktu untuk sholat,,

    ana said:
    26 Desember 2009 pukul 12:41

    asw ustad.sy mau tanya kalo kita tidak berani menegur orang yang meninggalkan sholat jumat karena orgnya sombong dan angkuh,sok berkuasa.bgmn hukumnya?apakah kita ikut dosa?

      M Shodiq Mustika responded:
      26 Desember 2009 pukul 13:46

      @ ana
      Kita diperintahkan nahi munkar sesuai dengan kemampuan kita. Kalau mampu pakai ‘tangan’ (kekuatan), pakailah. Kalau tidak mampu, pakailah dengan ‘lisan’ (teguran). Kalau ini juga tidak mampu, pakailah ‘hati’ (doa).

        shepty said:
        8 Mei 2011 pukul 10:34

        sepakaaaaatttt

    habell said:
    18 Januari 2010 pukul 09:48

    Dalil Al-qur’an Surah Al Jum’ah ayat 9 :

    ” Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

    Mari kita cerdasi Ayat Al-qur’an diatas, benarkah Shalat jum’at itu Wajib bagi orang laki2 saja?? padahal ayat itu diserukan kepada Orang2 yang beriman, apakah wanita tidak termasuk orang beriman??? berarti Ibu2 yang melahirkan kita kafir semua donk ( tidak beriman ). jadi bingung nih… Apa ulama yang gak benar atau Ayat Al-qur,an???? jelasin donk….!!!

      nirwan said:
      18 Januari 2010 pukul 10:08

      Menurut gw,Ulama yang G bener, Al-Qur,an kan Wahyu Allah yang duturunkan sebagai petunjuk bagi manusia sesuai dgn QS:2/185,Ulama sekarang dihidupi oleh Dakwhn bukan menghidupkan dakwah, buktinya kalo kita ngundang tuk ceramah, yang ditanya berapa bayarannya, gila gak ? inikan menjual murah ayat2 Allah.. naaa kalo asyik dengan materi akibatnya ya begitu, masa shalat jum’at wajib bagi laki2 aja, wanita jaga termasuk, karena Allah memerintahkan kepada orang2 beriman. bukan menyerukan kepada orang laki2 yang beriman. saya heran juga setelah membaca ayat itu, truss saya mikir kok ulama2 gak paham ayat2 Allah, apa ulama tidak beriman kepada kitab2 allah….???

        Syarif Hidayatulloh said:
        29 Januari 2010 pukul 21:13

        Assalamu’alaikum…
        @ Mas Habell dan Nirwan.
        Apa yang ada dalam Al-qur’an itu nggak ada yang salah. Semua benar. Jangan Pernah meragukan kebenaran Al-qur’an. Tapi sebagai Umat Nabi Muhammad ada beberapa pedoman lain yang harus kita pegang yaitu Hadist Rasulullah dan As-sunah. walaupun pada kenyataannya baik hadist maupun Sunnah Rasul itu berpedoman pada Al-qur’an. Hukum Shalat Jum’at itu Wajib bagi lelaki yang berakal, baligh dan merdeka. dan tidak mewajibkan bagi perempuan untuk shalat Jum’at. Untuk Hadist atau dalil yang menguatkan kenapa shalat jum’at hanya wajib bagi lellaki saja ini dia Hadist-nya ( langsung dari Rasulullah ). Dari Thariq bin Syihab ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Shalat Jumat itu adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan berjamaah, kecuali (tidak diwajibkan) atas 4 orang. [1] Budak, [2] Wanita, [3] Anak kecil dan [4] Orang sakit.” (HR Abu Daud).
        Satu lagi : Jangan pernah melecehkan Ulama hanya karena segelintir orang yang tidak pernah menghargai dan mengetahui tanggung jawab, apa itu tugas seorang Ulama. Kita itu manusia Dhaif (lemah) baik dalam agama maupun ibadah, maka untuk itu alangkah bijaknya kalau kita menjaga tingkah laku kita (bicara, bertindak dll) sebelum kita melakukannya. Dan kalau kita merasa tidak mengerti tentang Agama tanyalah pada yang mengerti soal Agama (Ulama, Ustadz ataupun Ustadzah ).
        Saya minta maaf kalau komentar saya menyinggung anda. Wassalamualikum..

    Setiono said:
    5 Maret 2010 pukul 09:38

    mohon maaf nih mau nanya bagaimana kalau pelaksanaan sholat Jum’at nya sudah tidak sesuai hukum dan syratnya contoh tidak ada hadist yg menyatakan Imam dan Khotib berlainan tapi kenyataannya banyak melaksanakannya Imam dan Khotib Masing2 orang, Kutbah lebih panjang waktunya dari sholat terimakasih mohon penjelasan yang sejelas-jelasnya.

    lie said:
    30 Mei 2010 pukul 14:10

    kalo di mazhab syiah gak ada yg namax sholat jumat…..

    arif rahman said:
    28 September 2010 pukul 14:00

    apakah masih ada ampunan bagi orang orang yang tidak shalat jum at sampai 3 kali ………. jika berkenan tolong d jawab ya? ? ?

      shepty said:
      8 Mei 2011 pukul 10:41

      mnrut saya,, mzi ada ampunan bwt org yg mz meningglkan sholat jum’at selama 3x,, sampai ia bener2 toubat,,

    dosakah aku said:
    26 November 2010 pukul 12:38

    apa yg udah w perbuat,.,
    semata-mata bukan karna sengaja atau atas kemau’an w sndri,.,
    karna w udah meninggalkan shalat 3kali berturut-turut,.,
    apa yg haruz w perbuat to menghapus dosa yg udah w perbuat,.,

    andri said:
    12 Desember 2012 pukul 16:49

    Assalamu’alaikum… pak ustadz stiap hari jum’at sya dines siang jam 11.. jenis kerjaan sya tdk bisa ditinggal dlm waktu yg cukup lama, sya bertugas sbg petugas informasi kereta listrik distasiun, sya dines berdua, kadang qt gantian untuk shalat jum’at, misalkan minggu ckrng sya, minggu depan teman saya.. dan klo ada gangguan perjalanan sya benar2 tdk bz shalat jum’at baik teman atwpun saya harus slalu stay ditempat, pernah sya 2x berturut2 tdk shalat,
    yg ingin sya tanyakan apakah alasan sya tdk shalat jum’at merupakan alasan yg sah???

    mohon jawabannya, syukran…
    klo bz lewat hp, nie no sy.. 089654074039

    oga said:
    13 Januari 2013 pukul 21:33

    makasih banyakk ……

    hendi said:
    11 Juli 2014 pukul 13:23

    pak ust.saya mau tanya saya sdah sering meninggalkan sholat jum’at trus saya mejalankan sholat jum’at lg apakah msih di sbut kafir(murtad)

    hendi said:
    11 Juli 2014 pukul 13:38

    Assalammualaikum pak ust.saya mau bertanya saya sudah sering meninggalkan sholat jum’at saya sadah niat ingin menjalankan sholat jum’at lg apakah msih di bilang kafir(murtad) tlong bls’a kenmr ni 08998310650 terimakasih

    Irul Jam'back said:
    11 Desember 2014 pukul 20:48

    assalamualaikum.. maaf pak cuma bertanya, katanya kalau kita tidak sholat jumat 3x berturut2 kita termasuk kafir atau murtad yya pak ? terkadang saya sholat jumat minggu ini, minggu depan tidak, begitu seterusnya karena alasan pekerjaan, apakah saya termasuk orang munafik yg mempermainkan perintah allah swt..?? saya jadi takut karena hal ini.. mohon di jawab yya pak..

    Uciel said:
    26 Februari 2016 pukul 05:49

    Mohon maaf ni saya mau tanya bagaimana hukumnya
    kan kalau sholat jum,at kan
    tidak boleh tidak dilakukan3x
    berturu-turut kalau 2x sholat jum’at ia lalaikan kalau yang terakhir tidak dilakulan karena
    sakit. Itu hukumnya gimana?

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s