2 Hadits Palsu tentang Bermain Catur

Posted on Updated on

“Mereka yang mengharamkan [permainan catur] beralasan dengan beberapa hadis Nabi s.a.w. Namun para pengkritik dan penyelidiknya menolak dan membatalkannya. Mereka menegaskan, bahwa permainan catur hanya mulai tumbuh di zaman sahabat. Oleh karena itu, setiap hadis yang menerangkan tentang catur di zaman Nabi adalah hadis-hadis batil (dhaif).” Demikian keterangan dari Yusuf Qardhawi.

Senada dengan itu, bahkan lebih tegas, Muhammad Nashiruddin al-Albani (ulama hadits terkemuka), menyatakan bahwa hadits-hadits mengenai catur di zaman Nabi itul palsu (maudhu’)! Berikut ini penjelasan dari beliau mengenai dua hadits palsu tentang bermain catur.

Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu’

Hadits No. 1145
Hukum Main Catur (1)
Terkutuk orang yang main catur itu.”

Hadits ini maudhu’. Dikeluarkan oleh ad-Dailami (IV/63) dari Ibad bin Abdus Shamad dari Anas yang di-marfu’-kannya. Saya sependapat, sanad ini maudhu’ dan kelemahannya karena adanya Ibad ini, yang oleh Imam Bukhari dinyatakan mungkar periwayatannya. Kemudian, Ibnu Hibban menegaskan, “Telah meriwayatkan dari Anas sekumpulan riwayat yang semuanya maudhu’.”

Al-Hafizh as-Sakhawi mengatakan dalam kitab Umdatul Muhtaj fi Hukmisy-Syathranj(I/9), “Imam an-Nawawi ditanya tentangnya maka ia jawab tidak shahih.” Yang semisalnya apa yang dikemukakan oleh as-Sayuthi dalam kitabnya al-Jami’ dari riwayat Abdan dan Abu Musa serta Ibnu Hazm dari Habbah bin Muslim secara mursal, sambil menambahkan “Dan orang yang melihat kearahnya bagaikan makan daging babi.” Al-Manawi mengatakan, “Habbah adalah seorang tabi’in yang tidak dikenal kecuali dengan periwayatan ini,” dan didalam kitab al-Mizan dinyatakan, “Ini adalah riwayat mungkar.”

Hadits ini, menurut saya, merupakan periwayatan Ibnu Juraij dari Habbah, dikatakan pada salah satu dari kedua jalur sanad yang paling sahih darinya, namun keduanya dhaif. Telah meriwayatkan hadits dari Habbah bin Muslim dan mempunyai dua kelemahan, mursal dan keterputusan sanad.

Hadits No. 1146
Hukum Main Catur (2)
Apabila kalian melewati mereka yang tengah bermain undi nasib seperti catur, dadu, dan apa saja yang termasuk lahwun ‘main-main’ maka janganlah kalian memberi salam kepada mereka. Dan, bila mereka memberi salam kepada kalian, maka janganlah kalian balas salam mereka, karena apabila mereka berkumpul menggelutinya, datanglah iblis –semoga Allah menghinakannya– dengan membawa tentaranya seraya mengerumuni mereka. Dan, setiap ada orang yang meninggalkan tempat catur ia memojokkannya, lalu datanglah malaikat dari belakang seraya melotot terhadap mereka, dan merekapun (yakni iblis) tidak lagi mendekati mereka (orang-orang yang berpaling dari permainan). Dan, para malaikat tidak henti-hentinya mengutuk mereka hingga mereka berpisah dan berpencar bagaikan anjing yang berkumpul berebut bangkai, memakannya hingga kenyang perutnya kemudian mereka berpencar.”

Hadits ini maudhu’. Dikeluarkan oleh al-Ajri dalam kitab Tahrim an-Nard wasy-Syathranj wal-malahi (II/43-Q) dengan jalur sanad dari Sulaiman bin Daud al-Yamami, dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Abu Hurarirah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda …” (hadits di atas). Menurut saya, sanad riwayat ini sangat dhaif dan penyakitnya karena ada Sulaiman bin Daud al-Yamami. Tentangnya, adz-Dzahabi menegaskan dalam kitab al-Mizan, “Ibnu Mu’in mengatakan, ‘Sulaiman bin Daud tidak ada harganya.'”

Sedangkan Imam Bukhari menyatakan, “Sulaiman bin Daud mungkar periwayatan haditsnya.” Mengenai hal ini telah berulang kali saya jelaskan bahwa makna penyataan Bukhari “mungkar periwayatan haditsnya” berarti tidak dibenarkan meriwayatkan hadits pemberitaannya.

Adapun Ibnu Hibban hanya mengatakan ia sebagai perawi dhaif, sedangkan para pakar hadits lainnya menyatakan bahwa Sulaiman bin Daud ditinggalkan periwayatannya.

Kemudian, kami dapatkan al-Hafizh Ibnul Muhibb al-Maqdisi dengan tulisan tangannya menulis catatan pinggir kitab al-Ajri, “Ini hadits dhaif.” Menurut saya, bahkan maudhu’. Dan tanda-tanda kepalsuannya sangat nyata karena penyakitnya, yaitu al-Yamami sebagai perawi tertuduh seperti telah kita ketahui dari pernyataan Imam Bukhari.” Wallahu a’lam.

Sumber:
Judul Asli: Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal Maudhu’ah wa Atsaruhas-Sayyi’ fil-Ummah
Judul terjemahan: Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu’
Penulis: Muhammad Nashruddin al-Albani
Penterjemah: A.M. Basamalah, Penyunting: Drs. Imam Sahardjo HM.
Cetakan 1, Jakarta
Gema Insani Press, 1994

29 thoughts on “2 Hadits Palsu tentang Bermain Catur

    nurrahman18 said:
    21 Februari 2009 pukul 22:22

    so..apa hukum yang ebnar bermain catur?

      M Shodiq Mustika responded:
      22 Februari 2009 pukul 09:17

      Menurut Yusuf Qardhawi, seperti tercantum dalam link di atas, hukumnya mubah. Wallaahu a’lam.

      ari said:
      23 Desember 2009 pukul 14:22

      mubah

      apriantono said:
      10 Maret 2010 pukul 11:06

      klu mnrt sy mubah jg

    Deni Triwardana said:
    22 Februari 2009 pukul 08:38

    yang bingung, apa sudah ada catur pada jaman nabi SAW ?

      M Shodiq Mustika responded:
      22 Februari 2009 pukul 09:20

      Pada zaman Nabi sudah ada catur, tetapi saat itu kaum muslimin belum mengenalnya. Mereka baru mengenalnya pada periode khulafaur-rasyidin, ketika wilayah Islam meluas. (Hanya saja, aturan permainan catur pada saat itu tidak sama dengan aturan permainan catur di zaman sekarang.)

    Yep said:
    23 Februari 2009 pukul 11:56

    Wallahu a’lam ya Pak Shodiq ? 🙂

    Herman S.Y said:
    23 Februari 2009 pukul 14:24

    Wallahu ‘alam memang untuk hukumnya, tapi menurut saya pribadi kalau melihat dari sisi positifnya, bermain catur bisa dibilang meningkatkan pola fikir kita (think fast). Hehe itu sih menurut saya, ga tau dech kalau menurut rekan2 yg lain…😆

    Kalau untuk mainnya, disarankan inget waktu aja..😛

      apriantono said:
      10 Maret 2010 pukul 11:12

      jngn anda lpa wktu, krn wktu lksana pdng.

    Billy Koesoemadinata said:
    24 Februari 2009 pukul 08:46

    wah.. padahal saya seneng loh, maen catur..😀

      M Shodiq Mustika responded:
      24 Februari 2009 pukul 18:55

      @ Billy Koesoemadinata
      ya kalau membawa kebaikan, silakanlah main catur

    restava said:
    28 Februari 2009 pukul 23:55

    waduh…mas Shodiq…kalau berguna nggak apa ya main catur? saya nggak pernah (juaraaaaang bangeeet) main catur soalnya logika saya beneran nggak jalan…😀

    bagus deh blognya..kalau saya masih belum 100% fasih beragama..mohon bimbingannya ya?! salam kenal!

      M Shodiq Mustika responded:
      1 Maret 2009 pukul 00:52

      @ restava
      Salam kenal kembali. Kita bisa belajar bersama di dunia maya ini. Terima kasih.

    refrizal said:
    17 April 2009 pukul 17:26

    makasih mas, atas infonya yang sangat bermanfaat tentang hukumnya bermain catur, sebab selama ini masyalahnya masih samar..

    salam

    refrizal
    belajarcatur.blogspot.com

    stonemaster said:
    26 April 2009 pukul 20:35

    main biar berpada-pada,asal tidak melalaikan

    hobicatur said:
    27 April 2009 pukul 19:15

    Sudah banyak tulisan yang mengharamkan catur namun menurut saya semuanya lemah, apalagi catur tidak ada pada zaman nabi. Oleh karena itu hukum catur kembali lagi ke sesuatu yang umum: mubah selama tidak melalaikan dan tidak disertai dengan sesuatu yang haram seperti judi.

    fia said:
    13 Juni 2009 pukul 18:37

    menurut saya tergantung pada bagaimana kita menempatkannya, asal dimainkan untuk niat memberi manfaat bagi menurut saya syah-syah saja. segala jenis permainan ataupun pertandingan bisa menjadi haram apabila dilakukan dengan cara seperti bermain judi. jadi sekarang tinggal kembali pada diri kita masing-masing bagaimana menjadikan permainan catur itu menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kita karena permainan catur bagi saya adalah permainan paling bagus. selain harus mengolah otak kita juga bisa berlatih lebih jeli.

    546546846 said:
    28 Juli 2009 pukul 11:19

    hhhaa??
    apaan c??

    joe said:
    22 Agustus 2009 pukul 01:13

    walah aku juga termasuk hobby main catur….tp fatwa syaikh yusuf al qardhawi dapat diterima

    sany said:
    14 Oktober 2009 pukul 11:26

    saya sendiri suka catur…
    tapi menurut saya bisa saja haram bila permainan catur di salah gunakan.kata permainan berarti hidup kita hanya main2.padahal kita di hidupkan di dunia ini hanyalah untuk beribadah….saya harap bapak memberi penjelasan,,,,ketika ingin mendhoifkan hadist,

    cipluk said:
    22 November 2009 pukul 17:41

    lucu……jadi ketawa dulu ahhh.ha………10.000X…menurut hemat saya orang main catur adalah orang yang kurang kerjaan, cuma bisa menghayal gimana caranya bisa ngalahin raja lawan mainnya, sebentar-bentar scack….scack…

    Agung F said:
    22 November 2009 pukul 18:01

    dulu di inggris, jepang, dan negara lainnya menjadikan catur sebagai ilmu strategi perang. Orang yang mahir bermain catur pada saat itu dijadikan panglima ahli strategi perang.
    Kalau menurut saya, kalau tujuannya seperti itu nggak apa-apa. Mubah, seperti yang Yusuf Qardhawi bilang..

      apriantono said:
      10 Maret 2010 pukul 11:14

      klu trbkti bgimn, mkny jngn anda sk maen hkm.

    hajar said:
    27 Desember 2009 pukul 09:53

    antum main vonis terhadap perawi hadist, emang antum ahli hadist!!!!!!!!!!

    ramarairiankikiwahyu said:
    20 Maret 2010 pukul 10:12

    MAN CATUR ITU HALAL,ASAL PADA BATASNYA!!!

      ramarairiankikiwahyu said:
      20 Maret 2010 pukul 10:12

      MAIN, BUKAN “MAN”. SIAPA SICH YANG KOMEN

      ramarairiankikiwahyu said:
      20 Maret 2010 pukul 10:15

      GAMBAR, GA BOLEH, MAIN MUSIK, GA BOLEH, MAIN CATUR, JUGA GA BOLEH, BAGAIMANA NASIBKU NTAR??? KETIGA2NYA ITU KUSUKAI

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s