Harun Yahya: Tokoh muslim yang hebat ataukah tersesat?

Posted on Updated on

Kita yang berminat pada sains islami tentulah mengenal nama Harun Yahya, seorang tokoh terkemuka masa kini dari Turki. Di antara kita, ada yang memuja-muja dia setinggi langit, ada pula yang mencercanya serendah selokan Mataram. Ada pula yang berusaha berdiri di tengah-tengah, berusaha bersikap seobyektif mungkin.

Di antara yang berusaha seobyektif mungkin itu ialah seorang sahabatku di dunia maya, mas Agor namanya. Di blognya, mas Agor menulis Catatan atas “Beberapa Kesalahan Fatal Buku Harun Yahya”:

Pengetahuan dan ilmu kita, apalagi di jaman modern ini yang penuh dengan kemewahan relatif dan pertentangan antar manusia yang tak pernah dan tak akan pernah berakhir. Sisi pandang ini menujukkan perbedaan sisi pandang. Karena saya hanya sekedar copy paste saja, maka sangat disarankan untuk melihat keduanya dalam satu proses berpikir. Antara tesa dan anti tesa, antara logika dan kearifan. Tidak perlu cari menang-menangan. Mudah-mudah yang membaca semakin dapat mengkristalkan pemahamannya, seperti pedang yang digosok, untuk menjadi tajam, tentu saja ada yang yang tersisihkan dari pisah yang sedang diasah. Yang terbuang itu (dari asahan pisau) adalah wahana yang menjadikan pisau semakin tajam.

Menurut Abu Hudzaifah al-Atsari, kesalahan fatal Harun Yahya yang nomor satu adalah bahwa “Harun Yahya memiliki perkataan yang bernuansa shufiyah kental, yakni meyakini pemahaman ‘Allah ada dimana-mana’, bahkan beliau memiliki perkataan yang mengarah kepada konsep Wihdatul Wujud yang kufur”.

Aku pernah menerjemahkan tiga buku karya Harun Yahya ke bahasa Indonesia. Beberapa kali aku berdialog dengannya melalui eMail (dalam bahasa Inggris). Menurutku, dia adalah seorang penulis hebat yang mampu meningkatkan kadar keimanan kaum muslimin.

Tentu saja, tidak ada gading yang tak retak. Namun menurutku, pandangannya yang cenderung sufistik bukanlah kesalahannya. Menurutku, kelemahannya adalah pada kefanatikannya pada suatu perspektif tertentu yang dalam wacana filsafat mungkin tergolong dalam “idealisme Platonian”. Begitu fanatiknya dia dalam sudut pandang ini, sehingga dia secara keras menyerang perspektif “empirisisme Aristotelenian” (diantara penganutnya ialah Charles Darwin). Sekali lagi menurutku, seharusnya kita menghargai sudut pandang orang lain.

Secara demikian, kritikan Abu Hudzaifah al-Atsari terhadap Harun Yahya mengandung kelemahan yang setara dengan kelemahan Harun Yahya tersebut. Hanya saja, al-Atsari berada di pihak yang berlawanan dengannya. Menurutku, al-Atsari terlalu fanatik pada sudut pandangnya yang cenderung dekat dengan “empirisisme Aristotelenian” (walau bukan pendukung Charles Darwin). Begitu fanatiknya dia, sehingga secara keras menyerang perspektif “idealisme Platonian” (atau neo-Platonian) yang dianut oleh Harun Yahya. Sekali lagi menurutku, seharusnya kita menghargai sudut pandang orang lain.

101 thoughts on “Harun Yahya: Tokoh muslim yang hebat ataukah tersesat?

    joko said:
    20 November 2011 pukul 23:34

    aneh sekali jeng mustika iki disatu sisi mendukung teori evolusi pake bawa ayat qur’an lagi tapi sekaligus menentang alqur’an bahwa manusia pertama itu ya nabi adam as yg kedua ya isterinya siti hawa,padahal udah jelas semuanya bahwa teori evolusi ga lebih dari sekedar propaganda (alat pembenaran) orang2 yg rakus sama dunia lalu mereka membuat angan2 “Bahwa Tuhan tidak pernah ada maka jangan salahkan kami kalo kami halal menggunakan segala cara untuk mencapai segala tujuan2 kami karena kami ingin selalu eksis minimal gak berevolusi lagi,karena sejarah membuktikan bahwa hanya ras terkuatlah yg akan eksis huahahahaha..”

    Vera Sugi Lestari said:
    23 Februari 2012 pukul 19:53

    wallahu’alam bishawab..

    edydada said:
    22 Mei 2012 pukul 19:25

    Maaf sata saya sependapat dengan harun yahya…ini lebih detail saya ceritakan…

    Allah adalah Dzat yang maha halus :

    Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu
    yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. ( Ar-Rahmaan (Yang Maha Pemurah) : 26 – 27 )

    Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. ( Al Hajj : 63 )

    Sehingga Allah tidak dapat dilihat oleh mata manusia ( Gaib ) :

    Dia (Allah) tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al an’am,6: 103)

    Dan Allah tidak dibatasi ruang dan waktu :

    Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya . Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan “.(QS. Al-Hadid : 4)

    Kalau kita hubungkan dengan logika manusia DZAT YANG MAHA HALUS ALLAH SWT sama dengan zat yang sangat halus atau yang paling terkecil, tidak dapat dibagi-bagi lagi (tunggal) dan tidak dapat dilihat oleh mata manusia adalah Atom yang merupakan satuan dasar materi yang mengandung inti atom (nucleus) yang terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral dikelilingi oleh awan elektron yang bermuatan negative. Realisasinya bisa dibuktikan dengan metode penerapan energi listrik yang mengalir lewat perantara namun karena listrik terlaksana oleh zat-zat yang sangat halus atau yang paling terkecil yaitu partikel atom maka seberapa jarak dan waktunya sama dengan nol atau JARAK DAN WAKTU = 0, detik itu juga saklar lampu di aktifkan maka detik itu juga lampu akan menyalah. Listrik tidak dapat dilihat tetapi bisa dirasakan dan dinikmati BEGITU JUGA ALLAH SWT TIDAK DAPAT DILIHAT TETAPI KEBERADAAN-NYA BISA DIRASAKAN DAN DIKETAHUI DARI KEBESARAN DAN KEAGUANGANNYA. Listrik dapat mengalir tanpa dibatasi jarak dan waktu asalkan masih melewati perantaranya/pengantarnya BEGITU JUGA DZAT ALLAH KARENA MENGANTARNYA MELIPUTI LANGIT DAN BUMI MAKA DZAT-NYA TAK DIBATASI RUANG DAN WAKTU. Allah SWT bersemayam di Arsy-Nya yang meliputi langit dan bumi adalah Nur-Nya yaitu Radiasi elektromagnetik bersifat infinite (tidak berujung) by Neil Amstrong. Allah SWT dan Nur-Nya merupakah satu wujud DZAT yang sama yaitu DZAT Yang Maha Halus dan Tunggal. Nur Allah/Tali Allah/Wasilah bersumber dari Allah SWT via Baitul Makmur (Kiblat para Malaikat) via Baitul Maqdis Palestina via Baitullah Kabah via rohania Para Nabi dan Rasul serta Auliyah-Auliyah Allah Pilihan atau Wali Allah. Nur Allah bukanlah perantara namun bersifat langsung karena terlaksana oleh Dzat-Dzat yang maha halus maka jarak + waktu = 0 atau tak dibatasi ruang dan waktu. Sama dengan listrik karena terlaksana zat-zat yang sangat halus (Atom) maka jarak + waktu = 0, jika anda memecet saklar maka lampu akan menyalah. Begitu juga Nur Allah/Tali Allah jika anda bermunajat kepada Allah SWT melaluinya maka detik itu juga sampai kepada Allah. Berkiblat ke Kabah sama saja anda telah menghubungkan diri dengan Nur Allah tetapi hal itu harus dijiwai dengan NIAT.

    gusdur said:
    16 September 2012 pukul 10:10

    Saya pernah membaca buku karya harun yahya, judulnya saya lupa. Di dalamnya diterangkan tentang hakikat materi. Anehnya!! Sebagian contoh gambar dalam buku itu DICUPLIK DARI ADEGAN-ADEGAN FILM MATRIX (yg dibintangi keanu revers itu lho!)
    Tahu gak, film matrix itu film cerita tentang apa???? TENTANG MITOLOGI ZIONIS!!!
    Antara lain : Materi itu sebenarnya tidak ada, hanya citra yang muncul dan berlangsung dalam pikiran kita. Dunia ini hanya wujud pemrograman dalam pikiran saja, kaya program komputer aja. Fenomena hantu itu adalah contoh program yang sudah usang yang ‘bergentayangan’, De javu itu contoh program yang konslet, ada tokoh namanya oracle, melambangkan intusi, Negeri impian mereka disebut Sion. Bangsa selain mereka disebut sentinel. Busyeeet!!!! Sesat banget dah pokoknya!! Kalo orang yang ngerti makna film ini berbahaya kalo gak punya dasar ilmu dien yang ampuh. Tapi kalo orang yang nontonnya cuma lihat aksi laganya tapi gak ngerti filosofinya malah aman.
    Nahh.. Lha kok harun yahya ambil contohnya dari adegan film ini gitu lho…
    Apa beliau tidak tahu?
    Mudah2an ini karena ketidaktahuan beliau, dan mudah2an Allah swt senantiasa memberi hidayah kepada beliau… Bagaimanapun beliau ilmuwan Islam yang banyak berjasa di abad ini.

      bagus ireng said:
      14 Juli 2013 pukul 12:50

      hehe bos pernah bc smua artikel hy blm,br satu aja dah disimpulkn…

      Kebanyakan yg menentang da’wah tulisan hy adalah sekte wahabi krn mrk gak suka sufi,aswaja,tassawuf…
      Anehnya lg malah menghubungkan ke widhatul wujud,hehe…sangat serampangan…
      Begitulah gaya takfir sekte wahabi gampang dan mudah memvonis sesuatu…
      Smua artikel hy sangat ilmiah berdasar Qur’an dan Hadits dan membanth teori evolusi Darwin…
      Harun Yahya tentunya jg manusia biasa yg tdk sempurna tp hal itu tidak mengurangi derajat kebenaran dlm setiap artikel dan tulisan2 srta fakta2 yg disajikan,subhanallah…

      zulhilmi said:
      20 Juli 2013 pukul 13:46

      amiin maka dari itu cintai temanmu sekdarnya saja dan bencilah dia sekedarnya saja cause nothing perfect

    Charles Darwin said:
    7 Januari 2013 pukul 20:06

    Yg punya blog ini KM (KeMerooooooooooooooooooooooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)

    zulhilmi said:
    20 Juli 2013 pukul 13:40

    assalamualikum saya kira benar apa yang dikatakan oleh
    sahabat rasul ali bin abi thalib “ahbib habiibaka haunan ma wa abgid bagiidhoka haunan ma”(cintailah temanmu sekedanya saja dan jauhilah/marahlah terhadap musuhmu sekedarnya saja) atau kata2 “man tholaba akhon bilaa ai’bin baqiya bilaa akhin”(barang siapa yang mencari teman yang tidak mempunyai aib maka dia brakhir dengan tidak mempunyai teman) tidak perlu terlalu meninggi ninggi kan harun yahya karena dia tidak ma’sum atau dia bukan tuhan tapi menurutku menghargai pendapat darwin adalah suatu kesalahan karena sebagai muslim kita sepatut nya merenungi menjaga mempercayai dan mengerjakan apa yang diwahyukan kepda muhammad saw(alqur’an) apabila kita sendiri menghargai apalagi percaya terhadap darwin itu sama saja menghina agama kita sendiri bahkan pencipta alam semesta tuhan kita semua saya bukn pro harun yahya tapi hendaknya kita mengambil apa yang sekiranya tertulis dalam qur’andan dijelaskan kembali oleh harun yahya,tanpa menghilangkan kehormatan anda sekalian terimakasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ws.rudi said:
    1 Januari 2014 pukul 16:02

    maaf sebelumnya, klo boleh saya bertutur, banyak orang yang tampil gemilang dalam bidang ilmu yang dipelajarinya dan karyanya memberikan manfaat kepada orang/manusia lain ..

    namun lebih banyak lagi orang yg membantu ‘pihak lain’ yang menaburkan ‘kebencian halus’ dg selalu meng-kritik orang” yg telah berkarya diatas.

    pilihannya saat ini bagi kita sbg pembaca:
    – menjadi seorang yg bermanfaat bagi orang lain dg ilmu. harta, atau upaya yg kita miliki.
    – menjadi seorang yg membiasakan meng-kritisi / penimbul keraguan hati semua orang
    – atau hanya menjadi pembaca saja.

    oia, setahu saya bentuk nasehat itu jauh bermanfaat (seperti apa yg diajarkan nabi) ketimbang krtitikan yg mungkin hanya menguntungkan bagi Abu Muroh (Laknatullah)

    oia tentang nasehat dan kritikan, dan bila ingin tau siapa abu muroh itu bisa agan” baca di personal blog saya.

    oia agan admin ,, terima kasih ya🙂

    mbakje said:
    23 Januari 2014 pukul 18:25

    Saya termasuk orang yang kagum dg tulisan2 & karya2 Harun Yahya (Adnan Oktar)… tapi saya jadi bertanya-tanya ketika menyaksikan acara2 talkshow-nya di youtube yang ditayangkan live oleh TV A9 Turki (http://en.a9.com.tr/). Mengapa ia selalu dikelilingi perempuan2 seksi berbaju mini & ketat dengan make up super menor??? Sekarang saya jadi mulai berpikir bahwa dia seorang munafik… Wallahua’lam

    Listian Achmad said:
    1 Juni 2014 pukul 08:20

    Pelajaran bagi kita semua bahwa hanya ada satu manusia sempurna yang harus kita jadikan rujukan dan contoh, yaitu Rasulullah SAW. Manusia yang lain, hanyalah makhluk biasa yang sarat kelebihan dan kekurangan. Kaum muslimin harus berhati-hati dengan apa yang ada di sekitarnya, bacalah.. dan bacalah juga diri kita sendiri apakah kita ini munafiqin atau bukan. naudzubillah.

    AganNcop said:
    1 Februari 2015 pukul 08:32

    Saya jujur turut bersedih atas perubahan yang terjadi pada Harun Yahya, saya selalu berfikir, dia itu sudah dicuci otaknya oleh Freemansory. karna dulu dia sangat keras sekali melawan mereka.

    Lalu kapan dicuci otaknya? menurut saya itu dilakukan ketika dia beberapa kali difitnah dan dipenjara. di sanalah kemungkinannya. dan karena pegangan Tauhid Harun Yahya adalah Sufi, maka apa yang terjadi di TV A9 adalah “suatu cara untuk menguji diri atas pengendalian Nafsu” (hasil pencucian otak).
    Karena jika dilihat hingga Sekarang, tahun 2015, Harun Yahya tak pernah “terlibat kasus” lagi hingga dipenjara. Ini adalah pandangan positif saya, semoga Beliau diberi Hidayah oleh Allah swt.
    Wallahu a’lam bishowab.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s