Harun Yahya: Tokoh muslim yang hebat ataukah tersesat?

Posted on Updated on

Kita yang berminat pada sains islami tentulah mengenal nama Harun Yahya, seorang tokoh terkemuka masa kini dari Turki. Di antara kita, ada yang memuja-muja dia setinggi langit, ada pula yang mencercanya serendah selokan Mataram. Ada pula yang berusaha berdiri di tengah-tengah, berusaha bersikap seobyektif mungkin.

Di antara yang berusaha seobyektif mungkin itu ialah seorang sahabatku di dunia maya, mas Agor namanya. Di blognya, mas Agor menulis Catatan atas “Beberapa Kesalahan Fatal Buku Harun Yahya”:

Pengetahuan dan ilmu kita, apalagi di jaman modern ini yang penuh dengan kemewahan relatif dan pertentangan antar manusia yang tak pernah dan tak akan pernah berakhir. Sisi pandang ini menujukkan perbedaan sisi pandang. Karena saya hanya sekedar copy paste saja, maka sangat disarankan untuk melihat keduanya dalam satu proses berpikir. Antara tesa dan anti tesa, antara logika dan kearifan. Tidak perlu cari menang-menangan. Mudah-mudah yang membaca semakin dapat mengkristalkan pemahamannya, seperti pedang yang digosok, untuk menjadi tajam, tentu saja ada yang yang tersisihkan dari pisah yang sedang diasah. Yang terbuang itu (dari asahan pisau) adalah wahana yang menjadikan pisau semakin tajam.

Menurut Abu Hudzaifah al-Atsari, kesalahan fatal Harun Yahya yang nomor satu adalah bahwa “Harun Yahya memiliki perkataan yang bernuansa shufiyah kental, yakni meyakini pemahaman ‘Allah ada dimana-mana’, bahkan beliau memiliki perkataan yang mengarah kepada konsep Wihdatul Wujud yang kufur”.

Aku pernah menerjemahkan tiga buku karya Harun Yahya ke bahasa Indonesia. Beberapa kali aku berdialog dengannya melalui eMail (dalam bahasa Inggris). Menurutku, dia adalah seorang penulis hebat yang mampu meningkatkan kadar keimanan kaum muslimin.

Tentu saja, tidak ada gading yang tak retak. Namun menurutku, pandangannya yang cenderung sufistik bukanlah kesalahannya. Menurutku, kelemahannya adalah pada kefanatikannya pada suatu perspektif tertentu yang dalam wacana filsafat mungkin tergolong dalam “idealisme Platonian”. Begitu fanatiknya dia dalam sudut pandang ini, sehingga dia secara keras menyerang perspektif “empirisisme Aristotelenian” (diantara penganutnya ialah Charles Darwin). Sekali lagi menurutku, seharusnya kita menghargai sudut pandang orang lain.

Secara demikian, kritikan Abu Hudzaifah al-Atsari terhadap Harun Yahya mengandung kelemahan yang setara dengan kelemahan Harun Yahya tersebut. Hanya saja, al-Atsari berada di pihak yang berlawanan dengannya. Menurutku, al-Atsari terlalu fanatik pada sudut pandangnya yang cenderung dekat dengan “empirisisme Aristotelenian” (walau bukan pendukung Charles Darwin). Begitu fanatiknya dia, sehingga secara keras menyerang perspektif “idealisme Platonian” (atau neo-Platonian) yang dianut oleh Harun Yahya. Sekali lagi menurutku, seharusnya kita menghargai sudut pandang orang lain.

102 respons untuk ‘Harun Yahya: Tokoh muslim yang hebat ataukah tersesat?

    Mang Ajid said:
    1 Maret 2009 pukul 15:54

    Saya setuju sekali dengan mas Shodiq, bahwa kita harus menghargai sudut pandang orang lain.
    Saya sendiri tidak tahu siapa Harun Yahya, tapi sebagian kecil dari karyanya yang sudah saya baca, telah menambah kekayaan hati, bahwa… BETAPA LUAR BIASANYA segala apa yang diciptakan Allah SWT.

    dr49on said:
    1 Maret 2009 pukul 16:19

    Harun Yahya walau bagaimanapun telah mampu mengangkat khasanah keilmuan islam pada tempat yang tinggi..

    agorsiloku said:
    1 Maret 2009 pukul 17:22

    Ass.ww.
    Jujur saja, saya tidak begitu menguasai/memahami filsafat Islam dalam konteks masuknya filsafat Yunani yang mewarnainya. Baik itu Aristoleles maupun Plato. Tentunya keduanya memiliki pembenaran dan kebenaran dan tentunya pula ketika masuk dalam khasanah Islam, maka terjadi pula pertempuran (atau lebih tepat) dialektika kutub pemikiran yang melandasi bertumbuhnya filsafat keislaman.
    Namun, apapun pendekatannya, yang memenangkan sebuah diskusi adalah penalaran logis, usaha untuk memahami. Termasuk di dalamnya, tentunya kritisi dari Atsari mengenai topik yang dianggap kesalahan fatal : Konsepsi mengenai posisi Sang Pencipta dengan mahluknya. Berada pada posisi bersatu (kebersatuan) atau ilmuNya yang meliputi segala sesuatu.
    Kalau kita mau menyeriusi tulisan atau potongan tulisan dari HY maupun penilaian yang dianggap kesalahan fatal dari HY menurut Abu H. al-Atsari tidak ada kok yang cukup serius. Namun, memang ada sedikit komplikasi antara wahdatul wujud dan wahdatul syuhud. Namun, tentu saja pandangan dari sistem berpikir ini tidak untuk saling mengkafirkan atau mengkufurkan. Semua, tergantung niatnya. Dan kita tidak bisa mengetahui pasti, hanya Allah SWT yang mengetahui hati manusia. Karena kita tidak mengetahui pasti atau lebih tepat : — pemahaman kita sebagai mahluk yang diciptakan — tidaklah akan bisa menembus pengetahuan dari yang menciptakan, maka seluruh diskusi seharusnya berakhir dengan saling menghormati dan semakin mendekatkan kepada Sang Mahapencipta.
    tesa dan antitesa berada pada realitas absolut dan nisbi. Beberapa bahan ‘diskusi’ berputar pada :
    – Allah maha menguasai dan maha meliputi.
    – Lebih dekat dengan kerongkongan/leher.
    – Menciptakan.
    – Dunia ini semu.
    – Yang diciptakan sesungguhnya membutuhkan Allah.
    – Allah memiliki Arsy dan ada di atasnya.
    – Arsy Allah yang besar dan agung.
    – Semua akan kembali kepada Allah.
    (semua poin di atas dijelaskan dgn tegas dalam AQ).

    Poin itu, jika kita baca sebagaian atau dipahami sebagian maka akan menarik kesimpulan sebagian pula. Boleh jadi, keluar dari term harapan pendahulu untuk dipahami.
    Namun, pemahaman sebagian ayat dan menarik pemahaman dari sebagian itu akan berbeda dengan penarikan kesimpulan dari pemahaman yang menggabungkan keseluruhan ayat-ayat Allah yang menjelaskan posisi Sang Pencipta kepada yang diciptakan.

    Lalu, kita akan menyimpulkannya dimana?.

    Dan sejarah membuktikan betapa kebenaran dan pembenaran adalah dialektika yang berdarah-darah….
    Padahal jika ditelusuri, masing masing saling melengkapi resultante kebenaran……

    Duh… agor menulis kepanjangan ya Mas… 😀

    Wass, agor.

    M Shodiq Mustika responded:
    1 Maret 2009 pukul 19:59

    @ Mang Ajid
    Begitulah salah satu peran Harun Yahya dalam meningkatkan kadar iman kaum muslimin.

    @ dr49on
    Ya, aku sepakat dengan pendapatmu.

    @ agorsiloku
    Aku sepakat, “masing masing saling melengkapi resultante kebenaran”.
    Terima kasih atas tambahan penjelasan mas Agor. Itu belum terlalu panjang untuk ukuranku.
    Aku pun belum mendalami filsafat. Yang kutahu, eh… yang kuyakini, hanyalah bahwa kita (termasuk Harun Yahya dan pengkritiknya) seringkali berfilsafat tanpa menyadari bahwa kita telah berfilsafat. Dan Allah sajalah yang Mahatahu siapa yang lebih benar dalam pandangan-Nya.

    Billy Koesoemadinata said:
    2 Maret 2009 pukul 12:20

    kalo menurut saya sih, harun yahya itu brilian.. kenapa? karena dia berani mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya

    dia dibilang tersesat, karena ada beberapa orang aja yang iri sama kesuksesan dia

      joesatch yang legendaris said:
      3 Maret 2009 pukul 07:26

      saya pikir nggak segampang itu bilang karena ada yang iri. HY bolehlah dihargai karena usahanya, tapi kalo dibilang sukses, dari segi mananya dia sukses? penulis yang karyanya laku keras? oke, bolehlah. tapi secara keilmuan sendiri, teorinya HY belumlah bisa dibilang sudah berhasil mematahkan teorinya Darwin. metode penelitiannya masih lemah. Sekedar menunjukkan lubang pada teori evolusi tanpa bisa menutup lubang tersebut, belum cukup untuk bagi teori kreasionisme untuk dicap sudah mematahkan teori Darwin 😉

      saya sendiri bukan pendukung fanatik teori evolusi. tapi karena, menurut saya, teori evolusi masih jauh lebih ilmiah ketimbang teorinya HY, jadilah saya masih berpedoman bahwa teori evolusi – kasarannya – adalah pilihan terbaik di antara pilihan-pilihan yang buruk. karenanya saya sama sekali – dalam bidang science – tidak menganggap kalo HY sudah sukses 😀

        Yas said:
        16 Maret 2009 pukul 15:08

        Afwan niy sBelumnY….

        anti bilang “teori evolusi masih jauh lebih ilmiah ketimbang teorinya HY”

        ko’ bisa c??

        Darimana tuh?

        teori evolusi lebih ilmiah??

        berarti secara nggak langsung anti setuju dUnh kalo manusia itu hasil evolusi monyet??

        Goes said:
        18 Maret 2009 pukul 20:59

        kurang gaul tuh….
        mau di gauli….ha..ha..ha..ha..ha..ha.

        Vera Sugi Lestari said:
        23 Februari 2012 pukul 20:07

        tapi sampai sekarang pun teori evolusi darwin justru membawa pada gerbang yang apabila dikaji semakin membingungkan..
        ssuatu bentuk pemikiran yang kebanyakan menggunakan sistem peluang..
        “seperti peluang keluarnya sebuah bola dari kumpulan bola melalui mulut sebuah botol..”
        oh,, sya rsa kesempurnaan yg ada di alam ini sangat mustahil terbentuk dari sebuah kebetulan atau peluang..
        dalam bkunya ‘the origin of species..”, mengungkapkan bahwa salah satu prinsip evolusi adalah mutasi,,padahal pada kenyataannya sebagian besar mutasi itu mengacu pada kecacatan yang justru menyusahkan, bukan menuju bentuk yang lebih sempurna sebagaimana yg diklaim oleh darwin,,
        toh, sampai sekarang pun para penganut darwinisme masih kebingungan mencari “the missing link..”,,yg memang kenyataany tdk prnah ada..
        wallahu’alam bishawab..

    M Shodiq Mustika responded:
    3 Maret 2009 pukul 09:35

    @ Billy
    Ya, hebatlah keberanian menyampaikan keyakinan yang lain dari yang lain.

    @ Joe
    Ya, aku sepakat denganmu. Metode ilmiah itu bersandar pada “realisme” atau “empirisisme Aristotelean”. Harun Yahya, hingga kini, adalah seorang penentang empirisisme. Jadi, kita sulit mengharap dia untuk lebih ilmiah daripada Charles Darwin yang merupakan penganut empirisisme.

    vatonie said:
    5 Maret 2009 pukul 10:28

    Saya sudah membaca eBook “Beberapa Kesalahan Fatal Harun Yahya” oleh Abu Hudzaidah Al-atsari. Saya dulu dapat di “http://dennies-islamiyyah.blogs.friendster.com/” tapi ndak tau tu link-nya masih ada ato nggak, ato cari ada di http://www.pakdenono.com, ada kok.

    Kalo saya tidak sepakat, karena:

    1. Buku Evolution Deceit (keruntuhan teori evolusi) yang setebal itu hanya beliau kutip 3 PARAGRAPH SAJA (hlm 175, hlm 189, dan hlm 190). Kemudian 3 paragraph yang “hanya secuil” itu beliau uraikan dengan tidak panjang lebar, ambil ayat kiri kanan, kemudian simpulkan. Itu sangat tidak ilmiah….

    2. Dasar HY di klaim sepihak menjadi shufiyah wihdatul wujud/jam’iyyah mu’tazilah adalah satu kalimat ini: “”That there is no US, the WORLD is not REAL, Allah is REAL, so ALLAH is EVERYWHERE and WE ARE an ILLUSION” yang TIDAK ADA dalam buku HY, itu adalah kalimat beliau sendiri yang beliau simpulkan (secara gegabah) dari satu paragraph halaman 193 dengan kutipan beberapa kalimat (ingat: kalimat, bukan paraghrap) dari beberapa halaman sebelumnya. (Silahkan dibaca eBook-nya)

    Kesimpulan saya…Pandangan HY sesat itu sangat tidak ilmiah (secara kelimuan) dan tidak islami (dari sudut agama –> islam). Itu sama saja dengan mengambil kesimpulan dari satu ayat dari Surat Al-Ma’un Ayat 4 (mereka yang mendirikan sholat akan masuk neraka wail) dan berkata bahwa “Jangan sholat, ntar masuk neraka” tanpa (atau tidak mau?) melihat ayat sebelum dan sesudahnya…

    Maaph kalo kepanjangan…

    Nice post mas….

    Salam kenal…

    vatonie said:
    5 Maret 2009 pukul 10:33

    ralat mas…

    Kalo sama postingan mas saya sepakath 😀

    saya ndak sepakatnya sama pandangan Abu Hudzaidah Al-atsari….

    Blognya njenengan bagus lho mas *mohon petunjuk*

    hmcahyo said:
    6 Maret 2009 pukul 16:15

    kalo gak salah saya pernah baca di istus harun yahya tentang bantahan dia tentang wihdatul wujud… jadi sebaiknya harus dicari dari sumber aslinya sebelum memastikan dan menduduh – bukan begitu mas sodiq

    dokter monte said:
    11 Maret 2009 pukul 22:32

    Saya seorang fans Harun Yahya, jujur saja memang banyak yang tidak suka denan beliau. Bukan saja dari kalangan musuh-musuh Isalm namun juga dari kalangan Islam sendiri. Tidak jarang yang kelewatan menyudutkan beliau sebagai sufi dan lain-lain.

    Tapi yang jelas dari jerih payah beliau, kita jadi terbuka lebar bahwa ternyata ilmu pengetahuan sama sekali tidak berlawanan dengan agama Islam, justru semakin maju teknologi semakin membuktikan kebenaran Islam itu sendiri. Dari karya beliau, berapa banyak orang-orang Barat yang menyatakan diri masuk Islam. Bayangkan, berapa banyak dari kita yang sudah berbuat seperti itu.

    Afwan, jika terlalu panjang. Btw sekalian mau titip nebeng blog saya. http://www.meditasimendoan.co.cc

    warna2cinta said:
    13 Maret 2009 pukul 18:17

    Hm harun yahya,saya kira umat islam harus bangga punya tokoh sprt HY.Sebelum ada buku karya HY ttg kebohongan evolusi saya dr dl tdk pèrcaya teory evolusi darwin dan sekarang sudah terbukti bhw teory evolusi cuma bohong belaka dgn dipaparkannya bukti2 fosil yg telah dtemukan tdk ada tanda2 evolusi disana yg ada adl tanda2 penciptaan dan rancangan serta kekuasaan Alloh.Bukankah memang alam semesta ini adl ayat2 Alloh yg tercipta supaya manúsia mengenalNYA?Bahkan sampai skrng blm ada atau bhkan tdk ada bantahan dr pihak pendukung evolusi trhd karya HY yaitù atlas penciptaan.Umat islam harus bangga jadikan ilmu pengetahuan sbg jalan utk mengenal Alloh, Tuhan Pencipta alam semesta krn di dlmnya ada ayat2 Tuhan dan ilmu dr Tuhan.Salam..

    fatwa said:
    14 Maret 2009 pukul 06:31

    mungkin ungkapan harun yahya “ALLAH is EVERYWHERE” bukan berarti wujud/zat Alloh itu bersemayam di mana-mana, karena kita semua tahu bahwa Alloh itu ” ‘Alal ‘arsyistawaa “. Seperti halnya sering kita dengar ungkapan “ma’akallooh (Alloh bersamamu)”, apakah ini bisa di artikan wujud/zat Alloh itu ngikutin kita, atau ada makna lain ???. Atau ungkapan kita terhadap sahabat “Aku bersamamu sahabatku”, inipun tidak berarti kita ngikutin sahabat kita secara wujud/zat/fisik. Daripada kita bersu’udzon terhadap harun yahya atas tulisan2-nya, alangkah baiknya jika langsung bertanya kepada beliau atas maksud yang ditulisnya, ’cause tidak semua orang punya persepsi sama. Wallohu a’laam

    zey said:
    14 Maret 2009 pukul 19:18

    fakta nyata yang di paparkan oleh harun yahya alias Adnan Oktar adalah brilaian, itulah sudut pandang islam yang hakiki,yg disebut kesalahan fatal bukanlah suatu kesalahan,tetapi mamaparkan sudut pandang islam yang sebenar nya..Tuhan ”ada di mana-mana” adalah benar hanya orang2 yang berfikir lah akan menemukan nya, jangan mengunakan iman tapi tidak menggunakan akal maka akan mengakibatkan kehampaan dalam beribadah…

    M Shodiq Mustika responded:
    14 Maret 2009 pukul 20:56

    @ vatonie
    Makasih atas masukan darimu yang informatif gitu. Makasih pula atas pujian dan dukunganmu.

    @ hmcahyo, warna2cinta & zey
    Masalahnya, sudut-pandang kedua pihak itu bertolak-belakang. Dalam sudut-pandang penentangnya (yakni empirisisme), bantahan Harun Yahya belum cukup untuk mematahkan anggapan bahwa dia menganut wihdatul-wujud.

    @ dokter monte & fatwa
    Ya, aku pun begitu salut kepada Harun Yahya, sampai-sampai aku rela menerjemahkan tiga buah bukunya tanpa dibayar (bahkan kemudian dibajak orang).

    joesatch yang legendaris said:
    16 Maret 2009 pukul 17:16

    @ Yas

    dari fakta bahwa analisanya HY ndak pernah lolos peer-review di kalangan ilmuwan sendiri. di sini kata “ilmiah” ada definisinya sendiri, lho.

    HY cuma bisa menunjukkan lubang pada teori evolusi tapi belum bisa memberikan solusi yang lebih baik.

    ini sama kayak kalo saya bilang mainnya pemain real madrid waktu dibantai liverpool itu jelek. saya cuma bisa bilang permainan mereka jelek tapi belum tentu saya bisa bermain lebih baik dari mereka 😉

    berarti secara nggak langsung anti setuju dUnh kalo manusia itu hasil evolusi monyet??

    pertanyaan khas pendukung teorinya HY. jangan cuma melihat teori evolusi sebatas monyet ke manusia saja, donk :mrgreen: teori evolusi memang ada lubangnya, tapi teorinya HY sendiri tidak bisa menutup lubang itu ketika disodorkan bukti nyata tentang evolusi pada spesies-spesies makhluk hidup lainnya.

    lebih asyiknya mungkin bisa baca di >sini 😀

      Goes said:
      19 Maret 2009 pukul 12:18

      Lubang apa mbak..yang mbak maksudkan adalah lubang reproduksi ya????.. ha..ha..ha..ha..ha..ha..ha..
      bukan lubang evolusi, perasaan gak ada lubang evolusi, yg ada lubang reproduksi…ha..ha..ha..ha..ha..

        joesatch yang legendaris said:
        19 Maret 2009 pukul 12:41

        errr…apa ini perlu saya jawab? kalo saya jawab, takutnya saya nanti dianggap menganggap sampeyan ndak ngerti sama apa yang saya bilang sebelumnya. saya ndak mau, ah, dianggap suka meremehkan orang lain :mrgreen: tapi kok kalo saya ndak jawab, takutnya saya nanti dianggap goblok karena saya ndak bisa njawab pertanyaan sesederhana pertanyaan sampeyan 😉

          Goes said:
          19 Maret 2009 pukul 17:28

          teman teman jangan di kunjungi blog nya cuman mau nyari popularitas….ha…ha..ha..ha..ha.
          tulisan sampah kok bisa jadi science

      Yas said:
      19 Maret 2009 pukul 14:58

      Afwan nihh sBeLumNy…

      Tappi anti tau kan kalo ALLOH itu maha pencipta dan tak ada satupun hal yang sulit bagi Dia??
      cuma dengan ngucap “Kun fayakun” ajj apa yg ALLOH mw langsung jadi,,,

      So,, nGapain lagi pake acara evolusi?
      Toh bikin yang baru dan lebih banyak variasi juga nggak susah untuk ALLoH……,, iya tak?

        joesatch yang legendaris said:
        19 Maret 2009 pukul 23:15

        @ Yas
        sudah ke link yang saya kasih? kita ngobrol di sana aja kalo masih mau menyangkal teori evolusi.

        di sini pada awalnya saya berkomentar tentang kekurang-setujuan saya jika ada yang menganggap harun yahya adalah ilmuwan yang sukses karena teorinya disebut berhasil menjungkalkan teori evolusi.

        pada faktanya, teori HY tidak pernah lolos peer-review di kalangan ilmuwan sendiri. HY juga tidak melakukan metodologi ilmiah terkait dengan teorinya. jadi tidak bisa dibilang teorinya HY sudah menggantikan teori evolusi. ada langkah demi langkah yang harus dipenuhi jika teorinya HY ingin disebut sudah menjungkalkan teori evolusi; yang mana hal ini belum dilakukan oleh HY.

        jadi walopun teori evolusi itu memang ada lubangnya, tapi karena teorinya HY belum bisa tampil sebagai solusi yang lebih baik, yang dipakai sampai saat ini ya teori evolusi. makanya saya bilang kalo secara keilmuan ya saya milih teorinya darwin. sekali lagi, dalam ruang lingkup ilmu pengetahuan, lho

        ketika kita bicara tentang ilmu pengetahuan bicaralah dengan khazanah ilmu pengetahuan; dengan metodologi ilmiah. teori evolusi itu bukan aliran kepercayaan, jadi ya jangan dihantam pakai sudut pandang agama. nggak bakal ketemu. pasti meleset.

        Tappi anti tau kan kalo ALLOH itu maha pencipta dan tak ada satupun hal yang sulit bagi Dia??
        cuma dengan ngucap “Kun fayakun” ajj apa yg ALLOH mw langsung jadi,,,

        So,, nGapain lagi pake acara evolusi?
        Toh bikin yang baru dan lebih banyak variasi juga nggak susah untuk ALLoH……,, iya tak?

        terakhir dari saya, nih…

        dengan analogi yang sama:
        ngapain Allah ketika menciptakan saya mesti repot2 pake proses pembuahan dulu, sel sperma bapak saya ketemu ovum ibu saya dulu? bukankah nggak ada satupun yang sulit bagi dia? cuma dengan mengucap “kun fayakun” aja harusnya Allah sudah bisa menciptakan saya zonder proses yang berbelit2 itu; nggak perlu nunggu 9 bulan segala.

        dapat poinnya, eh? 😉

        @ Goes
        boleh minta argumen anda terkait dengan klaim sepihak tentang tulisan sampah dan perkara nyari popularitas itu?

        teman teman jangan di kunjungi blog nya cuman mau nyari popularitas….ha…ha..ha..ha..ha.
        tulisan sampah kok bisa jadi science

        sepertinya sampeyan harusnya nggak perlu repot2 bikin pernyataan kayak gitu, deh. biarkan pembaca aja yang menilai apa tulisan itu bener2 sampah atau bukan. lagipula, kalopun anda yakin tulisan itu memang sampah yang nggak layak dipercaya, kenapa anda harus khawatir sampai2 mengajak orang lain supaya nggak nengok ke sana? anda khawatir kalo nantinya jumlah pendukung anda kalah banyak gara-gara orang-orang pada baca tulisan itu? 😀

        saya percaya pembaca2 di sini cukup cerdas. tanpa harus diperingati oleh anda dengan cara mengeluarkan klaim yang tanpa dasar seperti itu, pembaca di sini – harusnya – sudah bisa untuk diberi kepercayaan supaya menelaah sendiri. selanjutnya, perkara mana yang sampah mana yang bukan, biar mereka menilainya sendiri.

          Goes said:
          20 Maret 2009 pukul 11:28

          kyk nya sampen ketinggalan dengan karya HY yang satu ini “ATLAS PENCIPTAAN” makanya mati2 an memperjuangkan darwin…

          Vera Sugi Lestari said:
          23 Februari 2012 pukul 20:28

          @ mb joesatch,,
          pada intinya teori darwin itu adalah untuk membuktikan bahwa alam ini tercpta scara sndrinya toh???
          hmm, sbgaimana alexander opharin berusaha membuktikan awal pembentukkan senyawa protein melalui bhan2 (gas2) yg ada di atmosfer purba dengan bantuan halilintar..
          okelah,,terbukti,,bahwa memang protein adalh penyusun utama sel2 makhluk hdup..
          tp,,tp,,tp,,yg jd pertanyaan, bisakah si protein ini bersama2 dengan si asam nukleat purba membentuk dan memprogram pembentukkan mkhluk hdup yang su2nanny bgitu sempurna,,siapakah yang memberikan kehidupan pada si protein,,?benda mati tak berdaya itu??
          lantas siapakah yang kali pertama membuat si asam nukleat bisa menghasilkan protein melalui sintesis protein seluler? yg berlangsung smpai sekarang?? bukankah tanpa ada yg mengatur, tdk mgkin kedua molekul itu(protein dn asm nukleat) dpt bersinergi satu sma lain???
          skrg coba sj Anda membuat protein dgn prosedur harold urey,,murid si opharin,,kemudian anda campurkan keduanya dalam suatu media dgn kondisi seperti pd sel,,mka adakah mereka bsa bersinergi untuk membentuk molekul protein baru melalui sintesis protein???

    Zey said:
    18 Maret 2009 pukul 22:06

    ma’af mas saya sedikit menambahkan semoga kita semua diberi jalan yg benar oleh Nya…amin…sedikit mungkin saya uraikan kepada sahabat-sahabat yang ada di blog ini, Tuhan itu bukan lah sesuatu, bukanlah nama akan tetapi Gelar, gelar yang sanagat tinggi, gelar yang sangat agung, bagi kita muslim menyebutnya atau kata lain mengakhlaki dengan ” Allah ” sebenar nya kita kalau mau belajar atau menggunakan akal dan ke imanan kita akan menemukan Nya didalam Al-Qur’an telah di terangkan pada surat Al-Fatihah ayat 2 dan kesimpulan nya semua yang ada di langit dan di bumi adalah bagian dari Allah…bukan wujud/zat Allah dan bukan Allah, itu sudah jelas secara ilmiah dan akidah nya..dengan ada nya teory evolusi dan darwinisme maka terjadi banyak kerusakan di bumi ini,saya setuju dengan memerangi teory darwin karena dengan adanya teory darwin ini timbul nya kapitalis, komunis, matrialis,termasuk terorris dan hal2 yg tidak baik. Allah tidak pernah dan tidak akan menciptakan sesuatu yang tidak baik dan takbermanfa’at kesimpulan terakhir saya gunakanlah akal kita, karena kita manusia diciptakan dengan sempurna karena satu kelebihan dari mahkluk cipta’an Allah yang lain adalah ” Akal ” karena malaikan dan setan tidak mempunyai akal untuk berfikir..
    semoga bermanfa’at…

    arif said:
    19 Maret 2009 pukul 03:41

    Masya Allah..
    saya memang bukan seorang ahli dalam bidang science atau apapun..tapi sebagai seorang muslim saya percaya bahwa Alquran adalah kebenaran dan jelas sekali bahwa teori darwin bertentangan dengan islam..
    maaf buat mbak yang legendaris…anda kok muter2 bilangnya..
    jika saya tanya anda pilih mana antara teori darwin dan teori penciptaan? ingat setiap perkatan dan keyakinan kita akan diminta pertanggung-jawaban di akherat nanti..
    TAKUTLAH KEPADA ALLAH SWT.
    semakin banyak kita menelaah alam semesta seharusnya kita akan sadar betapa maha besarnya ALLAH..PENCIPTA ALAM SEMESTA DAN SEGALA ISINYA…

      Zey said:
      19 Maret 2009 pukul 11:50

      Saya setuju apa yang dikatakan mas Arif, kalau kita mau belajar, belajarlah dari Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah sumber (inti) dari semua ilmu yang ada di langit dan di bumi,isi Al-Qur’an adalah semua pengakuan alam semesta, boleh kita buktikan sendiri, jangan mengikuti pengakuan yang dibuat oleh seorang darwin, karena pengakuan yg semacam itu adalah pengakuan yg sesat…seperti yg telah saya ulas di atas “iman tapi tidak menggunakan akal adalah hampa (tidak timbul kepastian)” tidak ada keraguan dengan isi Al-Qur’an karena semua sudah pasti terjadi dan akan terjadi..dengan teory HY tidak menjelaskan secara rinci dan secara keras karena itulah salah satu ahklak muslim sejati. salah satu bencana kerusakan pencitpaan dengan ada nya teory evolusi,yaitu menggunakan radio aktive dan kebocoran nya, fatal akibat nya terjadi kehidupan yang tidak seimbang dan cacat..ini bukan keinginan sang pencipta tetapi ini ulah manusia yg mencoba membuat suatu experimen membuktikan kebenaran teory evolusi, semoga semua sahabat yang ada diblog bisa memahami dan mengerti ulasan saya dan menggunakan akal untuk berfikir..kesimpulan nya penggunaan science dan akal yang bukan pada tempatnya sudah pasti akan mencelakakan manusia itu sendiri.

    joesatch yang legendaris said:
    19 Maret 2009 pukul 12:35

    bapak-bapak yang sedang membicarakan saya, apakah bapak-bapak sudah yakin menempatkan teori evolusi ala darwin sebagai suatu hal yang berbeda dengan teori abiogenesis? kalo belum, mungkin perlu saya beritahukan bahwa evolusi dan abiogenesis itu 2 hal yang berbeda. soalnya di sini saya ngerasa bahwa evolusi yang diperdebatkan kok kayaknya lebih mengarah ke abiogenesis, ya? 😀

    @ arif

    kapan saya muter2? :mrgreen:

    saya memang bukan seorang ahli dalam bidang science atau apapun..tapi sebagai seorang muslim saya percaya bahwa Alquran adalah kebenaran dan jelas sekali bahwa teori darwin bertentangan dengan islam..

    sebentar…bagian mana dari islam yang ditentang darwin?

    link yang saya kasih sudah dibaca belum?
    kalo saya muter2, muter2nya di mana? bisa dijelaskan, ndak? soale saya ndak merasa muter2.
    kalo masalah teori mana yang saya pilih atas dasar keilmuan, saya sudah menjawabnya di atas pada kesempatan pertama saya berkomentar: darwin. jadi, masih dianggap muter2? 😉

    @ Zey

    salah satu bencana kerusakan pencitpaan dengan ada nya teory evolusi,yaitu menggunakan radio aktive dan kebocoran nya, fatal akibat nya terjadi kehidupan yang tidak seimbang dan cacat..ini bukan keinginan sang pencipta tetapi ini ulah manusia yg mencoba membuat suatu experimen membuktikan kebenaran teory evolusi

    nggak nyambung, ah, menurut saya :mrgreen:

    saya sendiri belum pernah membaca literatur tentang apa yang sampeyan kemukakan, tentang evolusi dan radio aktif plus korelasi di antaranya.

    tapi yang bisa saya bilang, teori dan implementasi teori itu beda. hasil negatif dari sebuah implementasi tidak bisa dijadikan dasar untuk menyalahkan isi teorinya. pisau itu teorinya bisa dipakai buat memotong. tapi kalo kemudian ada yang memakainya untuk memotong urat leher orang lain, siapa yang salah dalam hal ini? pencipta pisau atau pengguna pisau?

    lagipula, kalopun ada kecelakaan kebocoran, itu namanya musibah. masih banyak hal lain yang bagus yang bisa diambil dari teori evolusi, misalnya pelajaran tentang virus avian influenza.

    btw, di sini bukan tempat membahas darwinisme atau kreasionisme, rasanya. kayaknya lebih enak kalo kita membahasnya di link yang saya kasih di atas itu. nggak enak sama pak shodiq kalo kita OOT di sini :mrgreen:

      Goes said:
      19 Maret 2009 pukul 16:31

      Hua…ha…ha..ha.. sampean juga ngapain ngajak ngotot….klu menurut sampean nggak enak sama pak shodiq kalo kita OOT di sini :mrgreen: Hua…ha…ha..ha..ha..justru sampean gak nyambung dengan apa yg dikatakan pak Zey, klu pisaukan jelas benda berwujud,nah klu radio aktive itu bisa bahaya mbak, klu kena radiasi ibu hamil yg mengandung bisa cacat tuh anak nya…hua…ha..ha..ha..
      sampean mau disebut puinter….yg gak ngerti bukan pak Zey dan Pak Arief,…beliau berdua mengatakan malapetaka itu dari teori darwin mbek…

        joesatch yang legendaris said:
        19 Maret 2009 pukul 22:50

        pernah tau apa itu fallacy? 😉

          Goes said:
          20 Maret 2009 pukul 09:24

          mbek..eh..mbak yg buat semua ini jadi fallacy itu sp?? klu teory yg mbak sodorkan gak sama dengan teory darwin, jangan kaitkan dengan teory nya HY,anda gak bisa mengaikat dengan teory nya HY, yg HY ditentang adalah teory nya darwin,jangan menambah state man penyesata,klu mau cari popularitas bukan begitu caranya,supaya blog anda banyak dikunjungi ada cara lain…nah yang anda lakukan adalah fallacy secara pandangan umum adalah penyesatan….atau menyesatkan orang lain…

          Goes said:
          20 Maret 2009 pukul 11:17

          jangan lupa baca lg buku ATLAS PENCIPTAAN 😉

      Zey said:
      19 Maret 2009 pukul 16:56

      Masya Allah…..
      kenapa ibu mengatakan ” bapak-bapak yang sedang membicarakan saya ” saya tidak membicarakan ibu..yang saya bahas adalah setuju dengan memerangi teory darwin, karena dengan adanya teory darwin,
      salah satu penyebab hancurnya peradaban manusia, kenapa ibu merasa di bicarakan.?? masalah teory ibu dan teory darwin gak sama ya terserah ibu, yang jelas jangan di kaitkan dengan apa yg sudah di perjuangkan HY..

        joesatch yang legendaris said:
        19 Maret 2009 pukul 22:52

        nggak personal mengarah ke anda, kok. ada yang lain yang lagi ngomongin saya juga di sini. maaf kalo jadi salah paham. tentang teori darwin adalah penyebab kehancuran peradaban manusia, saya nggak setuju. mau ngasih argumennya tapi nggak enak kalo kelamaan OOT di sini. kalo masih berkenan, sih, silakan ke link yang saya kasih aja. di situ memang membahas tentang teori evolusi 😀

          Zey said:
          20 Maret 2009 pukul 09:36

          gpp ibu disini saja saya jelas kan sedikit karena saya melihat apa yg dituliskan oleh pa Goes saya ndak usah ke blog ibu..ada kutipan dari kata2 ibu “kalopun ada kecelakaan kebocoran, itu namanya musibah”
          nah ini sama yg terjadi dengan LAPINDO mereka mebuat suatu evolusi yg tadinya dari gas berevolusi jadi duit dan ternyata gagal, nah musibah yg terjadi itu bagaimana?? apa itu bukan penyebab kehancuran peradaban manusia?? coba ibu jawab??makanya saya menegaskan kembali penggunaan science dan akal yang bukan pada tempatnya sudah pasti akan mencelakakan manusia itu sendiri.

    joesatch yang legendaris said:
    20 Maret 2009 pukul 18:05

    @ Zey

    gpp ibu disini saja saya jelas kan sedikit karena saya melihat apa yg dituliskan oleh pa Goes saya ndak usah ke blog ibu

    nggak usah ke blog saya juga nggak pa-pa. tapi kalo masih mau membahas teori evolusi silakan ke link yang saya kasih di atas. jangan khawatir, demi Allah itu bukan blog saya, kok. itu blognya sora9n 🙂

    nah ini sama yg terjadi dengan LAPINDO mereka mebuat suatu evolusi yg tadinya dari gas berevolusi jadi duit dan ternyata gagal, nah musibah yg terjadi itu bagaimana?? apa itu bukan penyebab kehancuran peradaban manusia?? coba ibu jawab??makanya saya menegaskan kembali penggunaan science dan akal yang bukan pada tempatnya sudah pasti akan mencelakakan manusia itu sendiri.

    di luar konteks, ah.

    kita tadi bicara tentang apa, sih? tentang biologi atau perusahaannya bakrie? darwin nggak pernah membahas evolusi gas ke duit, lho. teori evolusi yang dimaksud sama darwin nggak mencakup tentang hal itu, kok. itu di luar bahasan kita yang seputaran Harun Yahya dan Charles Darwin :mrgreen:

    teori evolusi yang saya bicarakan di sini ini masih dalam ruang lingkup biologi, kok. ga enak rasanya kalo logikanya jadi loncat-loncat gitu. fallacy, mah, ini namanya 😆

    sejauh ini sendiri, kapan teori evolusinya darwin bener2 mencelakakan umat manusia? eh, kita ngobrol tentang teori evolusi di blognya sora9n yang saya kasih itu aja, deh, ya. maaf saya khilaf berpanjang2 lagi di sini 😀

    joesatch yang legendaris said:
    20 Maret 2009 pukul 18:23

    @ Goes

    mbek..eh..mbak yg buat semua ini jadi fallacy itu sp??

    bukannya anda sendiri? lha kan anda yang ber-fallacy duluan. coba aja liat komentar anda yang penuh ad-hominem. apa ad-hominem itu bukan salah satu jenis fallacy? 😉

    makanya kemarin saya nanya, anda tau nggak yang dimaksud fallacy itu apa? pertanyaan anda yang saya quote di atas itu kok ya malah mengesankan bahkan definisi kata “fallacy” itu sendiri anda nggak tau :mrgreen:

    klu teory yg mbak sodorkan gak sama dengan teory darwin, jangan kaitkan dengan teory nya HY,anda gak bisa mengaikat dengan teory nya HY, yg HY ditentang adalah teory nya darwin,jangan menambah state man penyesata

    saya kok kurang paham dengan tata-bahasa anda, ya? kayaknya ada tanda baca dan ejaan yang tidak tepat sehingga hasilnya malah membingungkan saya. kapan saya mengajukan teori sendiri? bisa diulangi lagi penjelasan anda? kalo bisa, coba lebih pelan-pelan lagi ya ketika menjelaskan. perhatikan juga ejaan dan tanda baca yang anda pilih.

    klu mau cari popularitas bukan begitu caranya,supaya blog anda banyak dikunjungi ada cara lain…nah yang anda lakukan adalah fallacy secara pandangan umum adalah penyesatan….atau menyesatkan orang lain…

    bukannya anda yang menyesatkan orang lain? kok bilang saya nyari popularitas supaya orang lain berkunjung ke blog saya? kapan saya melakukan hal yang anda bilang itu?

    ah, gara-gara link yang saya ajukan di awal? 😆

    maaf, mas… link yang pertama saya kasih itu dari wikipedia. terus yang kedua, itu bukan blog saya. itu blognya sora9n. apa nggak bisa dibedakan? klik aja link yang saya kasih, klik juga nickname saya di kolom komentar ini, lalu perhatikan apa url addressnya sama atau beda?

    jangan lupa baca lg buku ATLAS PENCIPTAAN 😉

    seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, buku (ataupun pemikiran HY) itu tidak diterima oleh kalangan ilmuwan sebagai teori yang sudah menjungkalkan teorinya Darwin. apa pasal? pasalnya adalah tulisan HY itu tidak pernah lolos peer-review dan tidak memenuhi metodologi ilmiah. alasan inilah yang membuat saya – dalam lingkup ilmu pengetahuan – masih memegang teorinya Darwin.

    jadi kayaknya malah andalah yang ketinggalan berita kalo karya HY yang satu itu (atlas penciptaan) sudah ditolak oleh ilmuwan2 karena tidak memenuhi standar metodologi ilmiah :mrgreen:

    jangan kuatir, mas. nanti kalo teorinya HY sudah lolos peer-review, saya pasti juga berpegangan sama teorinya HY, kok. sementara ini, selama teorinya HY belum diakui, ya saya nggak bisa berpegangan pada teorinya HY. saya harus patuh pada kode etik yang ada, donk. nggak bisa waton main hantam-kromo kayak mereka2 yang bukan orang terpelajar yang nggak pernah mempedulikan apa itu metodologi ilmiah dalam penyusunan suatu karya.

    M Shodiq Mustika responded:
    20 Maret 2009 pukul 18:45

    Artikel sora9n itu lumayan panjang. Mungkin karena itulah zey/goes/yas keberatan membacanya. Jadi, selaku “moderator” di sini, aku kutipkan sebagian diantaranya. Kalau yang relatif singkat ini pun dipandang belum memadai, ya sudahlah. Mungkin aku memang kurang lihai dalam merangkum suatu artikel yang panjang:

    4. Benarkah Teori Evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta by chance?

    Tidak. Pendapat tersebut adalah klaim abiogenesis, dan tidak berkaitan dengan Teori Evolusi.

    Abiogenesis adalah cabang ilmu yang khusus membahas kemungkinan asal mula organisme di muka bumi. Sedangkan Evolusi membahas bagaimana keragaman makhluk hidup tercipta dari makhluk awal yang muncul di muka bumi. Awal mula kehidupan bukan fokus yang dibicarakan dalam Teori Evolusi.

    6. Menurut Teori Evolusi, nenek moyang manusia adalah monyet. Benarkah?

    Salah. Teori Evolusi tidak menyatakan monyet sebagai nenek moyang manusia. Yang dinyatakan oleh Teori Evolusi adalah bahwa “manusia, monyet, dan primata lainnya diturunkan dari nenek moyang yang sama”. Spesies nenek moyang ini dihipotesiskan sebagai sebentuk primata purba (Great Apes).

    14. Konon Teori Evolusi menafikan keberadaan Tuhan. Benarkah ini?

    Tidak mesti begitu. Sebab:

    # Yang menafikan keberadaan Tuhan adalah prinsip abiogenesis. Silakan lihat pertanyaan no. 4.
    # Evolusi tidak membahas bagaimana makhluk hidup tercipta, melainkan bagaimana makhluk hidup menyesuaikan diri untuk bisa survive di lingkungan alam.

    Bagaimanapun makhluk hidup tercipta, evolusi akan jalan terus. Tak peduli apakah makhluk hidup pertama diciptakan oleh Tuhan, atau secara by chance, atau malah diletakkan bibitnya oleh alien dari planet X. Evolusi mencoba menjabarkan bagaimana kehidupan berkembang setelah makhluk pertama muncul.

    15. Bagaimana dengan pandangan berikut: bahwasanya Teori Evolusi menanamkan pandangan materialisme dan menjauhkan dari Tuhan/Agama?

    Ini mah kata Harun Yahya. :mrgreen: Meskipun begitu, jawabannya bisa dijabarkan sebagai berikut:

    Beliau masih salah membedakan antara Teori Evolusi dan abiogenesis…

    Kalau abiogenesis, memang berkaitan dengan kemunculan makhluk hidup dari benda mati. Tapi, evolusi? Lha, wong membahas adaptasi makhluk hidup kok dikait-kaitkan dengan materialisme, Tuhan, dan agama.

    Kurang nyambung toh Pak… 🙄

    19. Saya sudah membaca mengenai kelebihan dan kekurangan Teori Evolusi. Meskipun begitu, saya masih merasa ragu untuk [meyakini/tidak meyakini] bahwa Teori Evolusi itu benar?

    Untuk ini, saya hendak mengutip kata-kata bijak milik Pak Dhe Rovicky; seorang ahli geologi yang beberapa kali membahas soal evolusi di blog beliau.

    evolusi JANGAN DIPERCAYA. Tetapi dipelajari , diteliti, dan dimengerti apakah benar-benar terjadi, dan bagaimana terjadinya. Kemudian ambil manfaatnya kalau masih ada yg bisa dimanfaatkan.
    Evolusi juga bukan aliran kepercayaan, kok. Jangan dihantem pakai keyakinan … mesti mleset !!

    Evolusi itu memang bukan untuk dipercaya! :mrgreen: Melainkan untuk dipelajari, diuji, dan diambil manfaatnya kalau ada.

    Justru dengan tidak percaya itulah kita mengembangkan ilmu pengetahuan. Copernicus tak percaya bumi itu pusat semesta, dan ia mengembangkan teori heliosentris. Demikian pula Einstein tak memercayai ruang waktu absolut, dan ia merumuskan Teori Relativitas Khususnya yang terkenal.

    Teori Evolusi pun bukan untuk dipercaya, melainkan untuk terus diuji. Dipastikan benar dan salahnya terus-menerus. Bahkan, kalau perlu, diganti dengan teori yang baru di masa depan. Dengan cara itulah kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih sempurna mengenai alam ini. 😉

    Darkmoon said:
    21 Maret 2009 pukul 14:32

    harun yahya… is a joke. gak jelas gitu bukunya. itu buku ilmiah apa buku agama?

    mana sampulnya super megah gitu lagi. self righteous ah.

    warna2cinta said:
    23 Maret 2009 pukul 12:48

    Teory darwin menjelaskan bahwa nenek moyang manusia berasal dr kera melalui evolusi ttp ilmu pengetahuan membantahnya dr pengujian fosil, dr pengujian DNA ternyata tdk terbukti manusia itu hasil evolusi dr kera.Dan juga dr hasil temuan fosil tidak ditemukannya species perantara antara monyet dan manusia bgt juga pada kerajaan hewan dan tumbuhan,nah jadi menurut penelitian ternyata teorynya darwin terbantahkan jd jika ada “ilmuwan” yg menganut teory darwin berarti ia menganut teory yg tlah terbantahkan oleh ilmu pengetahuan itu sendiri melalui bukti2 penelitian fosil dan penelitian struktur DNA. Jd karya2 HY telah didasarkan pd penelitian2 ilmiah oleh para ilmuwan.Walaupun dia sendiri bukan yg terjun langsung tp dia mendapatkannya dr penelitian2 dan pemaparan hasil penelitian yg tlah dilakukan slama ini oleh para ilmuwan yg berkompeten di bidangnya malah sbagian dari ilmuwan pendukung teory darwin itu sendiri.
    @joysatch
    karya HY blm mendapat peer-revew dr ilmuwan.

    Ilmuwan yg mana mbak ilmuwan pendukung teory darwin saya kira tk akan pernah mendapatkannya.Mereka saja tdk bisa membantah karya HY atlas penciptaan bgm mau memberi revew.
    @joesatch
    Alloh berkuasa menciptakan manusia dgn seketika ttp Alloh jg mampu menciptakan manusia melalui proses sbgmana manusia skrg ini melalu sel sperma yg brkmbang menjadi embrio dan akhrnya manusia yg smpurna.Ini adl sunatulloh =hukum Alloh dan juga untuk menunjukkan kpd manusia tandä Alloh dan ilmu Alloh dan untuk mengajarkan manusia ttg ilmu biologi ilmu reproduksi ilmu kedokteran .Tanpa proses sprt itu manusia tdk akan bisa belajar justru dgn Alloh membikin proses reproduksi supaya manusia belajar berfikir dan menggunakan akal yg tlah diberikan oleh Alloh dan tentu saja agar manusia bersyukur kpd penciptanya.

      joesatch yang legendaris said:
      23 Maret 2009 pukul 22:04

      @ warna2cinta

      Ilmuwan yg mana mbak ilmuwan pendukung teory darwin saya kira tk akan pernah mendapatkannya.Mereka saja tdk bisa membantah karya HY atlas penciptaan bgm mau memberi revew.

      di atas itu, sebenernya sudah saya kasih link yang mengarah ke scientific consensus. silakan dicek 😀

      Alloh berkuasa menciptakan manusia dgn seketika ttp Alloh jg mampu menciptakan manusia melalui proses sbgmana manusia skrg ini melalu sel sperma yg brkmbang menjadi embrio dan akhrnya manusia yg smpurna.Ini adl sunatulloh =hukum Alloh dan juga untuk menunjukkan kpd manusia tandä Alloh dan ilmu Alloh dan untuk mengajarkan manusia ttg ilmu biologi ilmu reproduksi ilmu kedokteran .Tanpa proses sprt itu manusia tdk akan bisa belajar justru dgn Alloh membikin proses reproduksi supaya manusia belajar berfikir dan menggunakan akal yg tlah diberikan oleh Alloh dan tentu saja agar manusia bersyukur kpd penciptanya.

      bagus! memang itu, kok, maksud saya. maka bisa jadi kan kalo teori evolusi adalah salah satu hukum Allah yang bekerja dengan suatu algoritma tertentu yang tidak “tau-tau jadi”

      ah ya, kalo ada pertanyaan lagi, kita ke blognya sora aja, ya? di situ lebih enak mbahasnya. literaturnya juga lebih komplit 😀

        warna2cinta said:
        24 Maret 2009 pukul 13:01

        @joesatch

        ya seandainya teory evolusi tidak dibangun dgn kebohongan ttp dibangun diatas bukti2 ilmiah tentu hal itu akan menambah khasanah ilmu kita.

        @joesatch

        saya lebih enak disini .Disini lebih netral.

        warna2cinta said:
        24 Maret 2009 pukul 17:30

        @joesatch

        kalo ilmuwan dlm konsensus ilmiah adalh penganut teory darwin ya percuma gk akan dpt pree revew,sama aja memberikan “senjata” pada “musuhnya”

    warna2cinta said:
    23 Maret 2009 pukul 14:26

    @joesatch

    apa anda tidak membaca bukùnya charles darwin?‘The origin of species’=asal usul makhlùk hidup.Disitu jelas-jelas judulnya asal usul (origin).Dlm kamus origin=asal;asal-usul;pangkal,asal mula;sumber.Jadi jelas dlm teory ini menjelaskan atau memaparkan teory ttg asal mula kejadian makhluk hidup atau menurut istilah anda ” abiogenesis “.Jadi jangan mengalih alihkan perhatian gitu dong.

      M Shodiq Mustika responded:
      23 Maret 2009 pukul 15:39

      @ warna2cinta
      Suka buka kamus, ya? Kalo gitu, aku mau tanya: Bagaimana dengan makna “species” menurut kamus? Apakah artinya identik dengan “makhluk hidup”?
      Oh ya, apakah kau sendiri sudah baca “The Origin of Species”? Kalau sudah, aku mau tanya: Di kalimat mana sajakah di buku tersebut yang menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan “species” itu adalah “makhluk hidup”?

      joesatch yang legendaris said:
      23 Maret 2009 pukul 22:07

      @ warna2cinta
      baca buku atau baca judul? 😆
      lha, anda sendiri sudah baca isi (isi, lho… saya bilangnya “isi”) buku itu belum?
      jangan cuma liat judulnya aja, donk. apalagi terjemahan judul anda saja sudah salah 😀

      tenang saja. jangan kuatir… ini bukan red herring, kok :mrgreen:

        warna2cinta said:
        23 Maret 2009 pukul 23:37

        @joesatch

        jùdul buku mencerminkan isi yg dikandungnya,tidak mungkin seorang charles darwin mèmberikan judul yg tidak ada korelasi dgn isi bukunya.

    warna2cinta said:
    23 Maret 2009 pukul 15:13

    @artikel seor9n

    Evolusi tidak membahas bagaimana makhluk hidup tercipta, melainkan bagaimana makhluk hidup menyesùaikan diri untuk bisa survive di lingkungan alam.

    penyataan di atas dalam ilmu biologi dinamakan adaptasi lingkungan =kemampuan makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan.Adaptasi bukanlah evolùsi tetapi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungannya.Dalam teory evolusi adaptasi dijadikan dalil sarana untuk terciptanya proses evolusi namun penelitian membantahnya adaptasi tidak dapat mengubah makhluk hidup sampai tingkat species ttp hanya merubah pola atau tingkah lakunya dan sifat2nya tidak sampai ke tingkat species.Maksudnya,misal kera yang beradaptasi ya tetep jadi kera tidak sampai berubah menjadi manusia.

    warna2cinta said:
    23 Maret 2009 pukul 23:13

    @pk sodiq

    thank pak sodiq,dlm kamus species=1.Jenis s.Of dog jenis anjing 2.Macam the s. Rumpun manusia, spècies = makhluk hidup hanyalah terjemahan bebasnya walaupun kurang tepat diterapkan dlm hal ini.Jadi saya kembalikan aja ke kata species atau spesies .The origin of species = asal usul spesies .Oke thank buat pk sodiq.Lanjut…

      joesatch yang legendaris said:
      23 Maret 2009 pukul 23:54

      tuh kan…salah…

      Jadi jelas dlm teory ini menjelaskan atau memaparkan teory ttg asal mula kejadian makhluk hidup

      jadi yang bener harusnya “Jadi jelas dlm teory ini tidak menjelaskan atau memaparkan teory ttg asal mula kejadian makhluk hidup, melainkan spesies”

    warna2cinta said:
    24 Maret 2009 pukul 09:21

    @joesatch

    tuh kan… salah…

    bukan salah cuma saya menggunakan kata yg lebih umum makhluk hidup.Kan dah tak benahin menjadi asal-usul spesies.

    @joesatch

    jadi yg bener harusnya”jadi dlm teory ini tidakmenjelaskan atau memaparkan teory ttg asal mula kejadian makhluk hidup,melainkan spesies.

    Mbak/mas lha yg dibicarakan di bukunya charles darwin ttg spesies kera,spesies primata,spesies manusia,spesies jerapah dll menurut anda itu semua makhluk hidup atau bukan mba/mas.?Mba atau mas ya ini…

      joesatch yang legendaris said:
      24 Maret 2009 pukul 10:28

      Mbak/mas lha yg dibicarakan di bukunya charles darwin ttg spesies kera,spesies primata,spesies manusia,spesies jerapah dll menurut anda itu semua makhluk hidup atau bukan mba/mas.?

      lha, simpel, kan? tadinya anda menganggap teori evolusi adalah tentang asal-usul makhluk hidup yang mengarah ke abiogenesis. itu salah, karena teori evolusi dan bukunya darwin adalah “origin of species”: yang dibahas adalah asal-usul keragamannya.

      abiogenesis adalah cabang ilmu yang khusus membahas kemungkinan asal mula organisme di muka bumi. sedangkan evolusi membahas bagaimana keragaman makhluk hidup tercipta dari makhluk awal yang muncul di muka bumi.

      membahas asal-usul kendaraan dan asal-usul mobil ya jelas berbeda, meskipun kalo anda nanya ke saya, “apa mobil itu bukan kendaraan?” maka jawabannya sudah barang tentu mobil itu termasuk kendaraan.

      mau yang lain lagi? membahas asal-usul sepakbola dan asal-usul catenaccio pun juga berbeda, meskipun catenaccio adalah bagian dari sepakbola.

      mudah-mudahan bisa dipahami. dan kalo masih ada pertanyaan lanjutan, ke blognya Sora aja ya? komentar ini saya jadikan komentar jawaban terakhir untuk anda

      Mba atau mas ya ini…

      gampang, kok. klik aja nickname saya itu. dari situ bakal keliatan saya ini jenis kelaminnya apa :mrgreen:

        Yas said:
        24 Maret 2009 pukul 19:59

        Afwan y….

        Sejauh ini seperti yang kita tahu bersama, HY itu seorang ilmuwan muslim yang mengaitkan segala teori yang dia keluarkan dengan apa yang ALLOH firmankan, sedangkan ilmuwan-ilmuwan lain ( yang sering mbak “joesatch yang legendaris” sebutkan)adalah ilmuwan-ilmuwan yang non-I,, otomatis mereka juga kan nggak mau dUnh di-klaim kalah pinter dan sebagainya dibanding HY,, maybe sebenerny mreka tuh tau kalo teori-teori yang HY ungkapkan itu bNer(kan sesuai sama firman ALLOH),, cuma mreka nggak mau ajj ngakuin, cZ kalo mereka ngakuin teori-teori HY itu bNr atau bahkan sampe biLang teori-teori HY itu sudah lolos peer-review,dengan kata lain mereka uwd mengakui bahwa AL-QUR’AN itu lengkapp banged dan merupakan kitab yang sempurna,,

          joesatch yang legendaris said:
          25 Maret 2009 pukul 20:45

          HY ilmuwan? itu hoax, kok :mrgreen:
          jadi karena dia itu muslim dan kebetulan banyak disalahkaprahi orang sampai dapet julukan ilmuwan, maka dia selalu lebih benar daripada ilmuwan yang bukan islam?

          this.

    warna2cinta said:
    24 Maret 2009 pukul 12:51

    @joesatch

    ah tidak saya memilih di sini aja , disini saya rasa lebih netral.

    Oke jadi kesimpulannya teory evolusi membahas ttg asal-asul spesies2 makhluk hidup di muka bumi ttp teorynya tidak didasarkan bukti2 yang ilmiah.

    warna2cinta said:
    24 Maret 2009 pukul 17:20

    @joesatch

    jelas2 the original of species=asal usul spesies.Jd tidak hanya keragamannya tp juga asal usulnya apa juldulnya mesti diganti?Keragaman spesies misalnya gk usah pake origin=asal-usul?Dlm gambar bukunya saja ada hirearki monyet ke manusia kok mau disangkal.

    @joesatch

    boleh tahu makhluk awalyg anda maksudkan?

    joesatch yang legendaris said:
    25 Maret 2009 pukul 16:30

    @ Yas
    teori konspirasi?

    @ warna2cinta
    mempermasalahkan judul dan bukannya fakta tentang isi sentral buku itu sendiri? bukunya sendiri sudah dibaca belum? kalo sudah dibaca, pertanyaan anda akan terjawab sendirinya tanpa perlu mencari jawabannya via saya, kok :mrgreen:

    dan saya memilih hanya akan menjawab di sana. di sini topik sentral awalnya sebenarnya bukan evolusi vs kreasion, tapi HY vs Abu Hudzaifah al-Atsari. jadi akan semakin OOT kalo saya menanggapi di sini 🙂

    silakan ke link yang saya ajukan di atas kalo kepengen mendapatkan tanggapan dari saya

      M Shodiq Mustika responded:
      25 Maret 2009 pukul 18:07

      @ joesatch, warna2cinta, Yas, …
      Seingatku, warna2cinta lebih suka berdiskusi di sini karena menganggap lebih netral. Supaya tidak OOT, aku sudah membuatkan postingan lain yang lebih relevan, yaitu “Jangan percayai teori evolusi, tapi…“. Silakan pindah ke situ.

    Yas said:
    30 Maret 2009 pukul 21:43

    Mbak joesatch “yang legendaris”…

    Tolong d jLasin secara sistematis dan terarah dUnh (tpiyy ana g mw dipakein artikel yang panjang-panjang banget y,, cukup singkat ajj yang penting bisa dimengerti, g usah pake kalimat yang formal-formal banget,,pake kalimat sehari-hari z) gmNa c peristiwa evolusi yang slama ini diyakini “ada” oleh para “ilmuwan” dan mBak bela mati-matian itu?

    Makhluk apa ajj yang mengalami evolusi,,bagaimana dst..

    cZ jujur z niy y (terlepas dari judge mBak bahwa ana ini pendukung setianya HY) menurut ana, evolusi itu hal yang masih amat sulit untuk dipercaya apalagi sampai diyakini..

    sYukRoN sBlumNyaaaaaa….

      joesatch yang legendaris said:
      31 Maret 2009 pukul 23:03

      @ Yas
      dilematis, nih 😉 anda minta dijelasin dengan sistematis tapi nggak mau artikel yang panjang? susah. variabel yang anda tanyakan saja masing-masing ada penjelasannya sendiri-sendiri. kalo masih berminat silakan dolan ke artikel yang dirujuk sama pak shodiq di tanggapan komentar beliau.

      tapi kalo dari saya sendiri, mungkin komentar saya yang ini boleh dijadikan pertimbangan.

      dan, di sebelah sini saya juga sudah menjelaskan tentang manipulasi2 yang dilakukan HY terkait dengan teorinya 😀

      eh iya…menurut saya pribadi, artikelnya Sora yang dirujuk pak shodiq dan saya itu sudah cukup gamblang, lho. bahasanya juga ga ilmiah2 banget. jangan khawatir, Sora make bahasa sehari2, kok. dibaca aja dulu. kalo keliatan panjang, itu cuma karena komentar yang bejibun di situ. maklumlah, namanya juga artikel bagus. jadi jangan apriori duluan karena khawatir bahasanya bakal ilmiah banget 😉

      dan, eee… kapan saya ngejudge? bisa diquotekan kalimat saya yang mana yang menunjukkan kalo saya ngejudge? sepertinya ada salah paham aja di sini.

      terakhir, saya nggak membela teori evolusi mati2an. yang saya hormati di sini adalah konsensus ilmiah. kalo memang suatu saat nanti teorinya HY sudah lolos peer review, ya saya bakal berpedoman pada teorinya HY. jangan cemas tentang hal itu, hehehe. evolusi jangan diyakini, tapi dipelajari. jangan keburu menolak duluan sebelum mempelajari isinya dengan serius dan memperdalam faktanya, lalu jangan terlalu kemakan juga dengan teori konspirasi :mrgreen:

        Yas said:
        9 April 2009 pukul 14:49

        “berarti secara nggak langsung anti setuju dUnh kalo manusia itu hasil evolusi monyet??”

        (pertanyaan khas pendukung teorinya HY.)

        mch inget?

          joesatch yang legendaris said:
          13 April 2009 pukul 23:31

          masih, kok. dan apa saya ngejudge kalo sampeyan itu pendukungnya HY? saya cuma bilang kalo pertanyaan yang senada kayak gitu itu khas sekali dilontarkan sama pendukungnya HY. ada statement yang mengarah ke sampeyan secara personalkah? 😈

          dan tentang jawabannya sendiri, berarti sampeyan nggak baca link yang saya ajukan kalo sampeyan masih juga nanya kayak gitu 😆

          dibaca dulu, deh. setidaknya biar saya nggak njelasin bolak-balik. payah juga kalo tiap individu harus saya terangkan tentang hal yang sama semua secara satu-persatu :mrgreen:

    denise said:
    5 April 2009 pukul 12:22

    imanku bertambah dengan penjelasan harun yahya tentang penciptaan

    666 of satanis 13 said:
    18 April 2009 pukul 21:06

    prasaan tuhan ini ada didiri manusia yaitu kalbu mukmin baitullah=hati orang mukmin ini rumah allah .harun yahya sendiri tak menyadari bahwa tuhan ini pada dasarnya adalah manusia sendiri yg brarti siapa mukmin adalah tuhan untuk dirinya sendiri.tuhan banyak ini memang benar ;tuhan jesus ,tuhan bhudda,tuhan atman,dan tuhan2n lainya.jd ini adalah hal yg benar dan tak bisa diungkit oleh manusia yg sok pinter.

    666 of satanis 13 said:
    18 April 2009 pukul 21:19

    tolong hei kau yg islam brantaxan;ku ada pertanyaan
    1.manakah lebih dahulu awalludin ma’rifatullah dari pada sholat yg nomor dua ini?
    2.apakah tuhan ini dapat dilihat apa ndax?
    3.manakah yg paling benar orang sholat yg mengharapkan surga dan orang yg kerja yg berdasarkan lillah hi ta’ala?
    4.napa benar pa’ai nama tuwallu pasamma wajhullah=dimana muka kamu menghadap di situ wajah allah?brarti wajah kita wajah allah dong?
    5.kenapa manusia suka mencri tuhan ,padahal tuhan dekat sekali?
    6.manakah arti dirikan sholat sebenarnya secara hakiki dalam ayat qur’an sholtull da’im=sholat tax berkeputusan?
    7.manakah islam yg paling benar dan ahlusunnah wal jama’ah sebenarnya?
    8.bagaimana NABI MUHAMMAD wafat dan kenapa beliau harus wafat ,kenapa kewafatan beliau ini menjadi rahasia yg tax umum?

    bunga lili said:
    13 Mei 2009 pukul 08:14

    saya pernah kuliyah teori evolusi, dan menurut saya begitu tidak masuk akal
    apa yang dinyatakan oleh Darwin, seperti jerapah dulu berleher pendek, karena adapatasi dengan lingkungan maka berevolusi menjadi jerapah yang berleher panjang seperti sekarang,dan satu lagi yang sangat penting yang terus saya garis bawahi tidak pernah di temukannya missing link, meskipun penipuan penipuan fosil telah dilakukan tetap tidak berhasil.saya lebih setuju dengan Lamarc yang menyatakan jerapah dulu ada yang berleher pendek dan berleher panjang, namun yang berleher pendek punah karena tidak bisa beradaptasi, sedangkan yang berleher panjang survive karena bisa beradaptasi. tanpa sengaja teori Lamarc saja mendukung teori penciptaan.
    usul untuk pengasuh blog, jika ada kommen kommen yang menjatuhkan islam agar di sensor saja. trimakasih

      M Shodiq Mustika responded:
      13 Mei 2009 pukul 08:18

      @ bunga lili
      Komen yang menjatuhkan Islam itu yang mana, ya? Tolong tunjukkan.

    Abu Farras Mujahid said:
    13 Mei 2009 pukul 14:03

    mungkin ada yg mau baca tulisan saya ttg teori evolusi? klik http://abufarras.blogspot.com/2009/05/melihat-keagungan-allah-melalui-alam.html

    Suranto said:
    3 Juli 2009 pukul 01:02

    Ingat asal usul Ya’juj dan Ma’juj, bukan berarti aku memfitnah beliau

    ahmad fadli said:
    10 Juli 2009 pukul 22:58

    harun yahya merupakan tokoh ilmuan yang mengharumkan islam dalam ilmu pengetahuan.

    pebri said:
    22 Juli 2009 pukul 14:59

    Teori evolusi merupakan hasil pemikiran dan rekayasa manusia semata yang tidak mau mengakui adanya Allah SWT sebagai pencipta langit dan bumi beserta apa yang ada di dalamnya. melalui Harun Yahya ilmuan islam masa kini telah membukakan mata dan pikiran kita bahwa teori evolusi adalah nol……….salut buat harun yahya semoga banyak regenerasi baru Harun yahya

    legenda 2 said:
    4 Agustus 2009 pukul 01:38

    gini aj deh, percaya syukur, gk percaya ya sudah. udah dikasih tanda2nya masih aj ngeyel, kita harus objektif, gk usah bawa2 aliran, agama dsb. hidayah hanya akan datang ketika sudah diberi oleh-Nya, kun fayakun, kalo belum, segera bertobat supaya dikasih hidayah. gue mungkin bego dalam hal beginian, yanb bau2 ilmiah, tapi bagi gue dengan menjalankan kewajiban dan sunnah-Nya, serta menjauhi larangannya, itu sudah cukup. kenapa gue berpikir seperti itu ??? karena akal manusia penuh keterbatasan, sedangkan keberadaan Allah SWT penuh dengan maha ketidakterbatasan..karena Allah SWT lebih dekat daripada urat nadi…dasyat men

    agus syahrun said:
    9 Oktober 2009 pukul 10:47

    saya setuju dengan HY karena beliau banyak menyumbangkan pemikiran dan pengetahuan secara ilmiah, dengan kebenaran yang bersumber dari Al-Quran.

    kangsalim said:
    1 September 2010 pukul 16:03

    a h atsari itu mungkin iri pada orang sufi yang ternyata lebih dulu menentang teori evolusi,tapi para sufi teryata lebih maju dlm ilmu pengetahuan modern

    H.DDS said:
    29 Agustus 2011 pukul 13:54

    Nimrung niiih.. Saya Yakin HY adalah Tokoh Muslim yang hebat dan tidak tersesat.
    Akang mah sangat kagum pada HY teh krn mampu membuktikan karyanya yang begitu monumental, berarti telah melaksankan perintah Allah Swt ” Litakunuu syuhada-a alan nas”.
    Kalau sekedar pendapat tanpa karya nyata mah Omdo, Bahkan Karya Ilmiah yang tidak bisa di buktikan seperti halnya Teori Mas Darwin juga bisa dianggap Pengetahuan tentang kebohongan.

    hasan said:
    9 Oktober 2011 pukul 17:45

    udah jelas jelas teori evolusi itu teori setan kok masih ada yang bela. buat bapak sodik ganti aja nama bapak jadi kadzib sebab bapak udah tersesat.segeralah bertobat mumpung belum mati

    aku.... said:
    17 Oktober 2011 pukul 23:34

    Apa lah kau cakap macam orang tak berpengetahuan langsung..kalau nak komen kaji halus halus..carik fakta yang tepat.bukan guna otak sendiri..tuhan bagi akal kita mampu mengkaji je bukan menetapkan yang mana betul atau salah.tapi kaji mesti guna fakta yang tepat.jangan main tabor macam tahi lembu

    rahasia said:
    18 Oktober 2011 pukul 10:59

    Hahahahaha…. Numpang ketawa aja lah

    kiki isnandar said:
    26 Oktober 2011 pukul 18:20

    assalamualaikum semua sodaraku. saya sangat suka dengan ust. Harun Yahya,,tapi mank yg disampaikan Abu Hudzaifah al-Atsari juga benar coz beliau bicara berdasarkan hadits. sebenarnya ukuran benar apa salah itu bukan pada PENDAPAT si fulan maupun siapa2. ukuran benar dan salah itu sudah jelas yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.Imam Ahmad berkata : Kita boleh menolak pendapat siapapun, kecuali pendapat Rasulullah SAW. dan Sabda Rasulullah adalah : Allah ada di atas (Langit). dan maksud Allah ada di mana2 adalah IlmuNya yang ada di mana2. tetapi Dzatnya bersemayam di atas Arsy.
    Maha Suci Allah dari apa yang mereka pikirkan dan apa yg mereka sekutukan.

    mungkin ne bisa jadi referensi bt kita sama2 belajar:
    http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Shaleh%20Hadrami/Keagungan%20Allah
    http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Taslim/Ma%27rifatullah%20%28Mengenal%20Allah%29

    maaf kalo salah, semoga bermanfaat buat kita dan Allah sllu memberi kita petunjuk jalan yg benar. barokallahu fiikum

    ardy said:
    30 Oktober 2011 pukul 10:37

    dasar manusia,baru tau ilmu sedikit aj sombongnya minta ampun…kita tuh cmn disuruh meyakini apa yg ada di alquran,ilmu lo tuh gak bakalan menolong di akharat nanti,krna kesesatan anda

    annisa said:
    10 November 2011 pukul 15:50

    seorang harun yahya membuat saya sadar besarnya kekuasaan Allah s.w.t

    mueeza said:
    20 November 2011 pukul 16:31

    Ilmu bukanlah untuk membuat kita saling tidak percaya satu dengan yang lainnya, ilmu seharusnya bisa membuat kita semakin bahagia, sejahtera dan tentunya semakin beriman & bersyukur thdp ALLAH SWT. Semoga ini bisa menjadi pertimbangan kita semua,..amin.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s