Konsultasi: Jodoh Si Mahasiswi Malaysia

Posted on Updated on

saya student malaysia yg kuliah di bandung. saya baru selesai membaca buku ustaz,; Doa dan Zikir Cinta. tertarik saya mahu konsultasi. alhamdulillah kuliah udh mau selesai..lg mengerjakan thesis skrg. persoalan saya gini ustaz..saya berteman dgn org indonesia di sini. kami menjalinkan hubungan yg serius ( mau menikah). dia ada telfon orgtua saya di malaysia. ayah saya santai aja jawapnya. maybe menghormati.dia bilang dengan ayah saya, dia mau nikah sama saya..tp bukan skrg.. lagi mau kumpul uang n bantu keluarga. insya’Allah 2tahun. ayah saya cuma mengiyakan.

masalahnya ustaz..org tua saya ga begitu suka..soalanya.. (1) 2tahun tu lama..umur saya udh 26, umurnya br 24. dan (2) dia org indonesia.
ibu saya bilang, dia ga mau berjauh dengan saya. tp saya bilang..dengan sapa saya nikah..saya pasti ikut suami saya. dan ibu bilang lagi, nikah aja sama yg dekat.hahah..soal hati susah ya mau di selesaikan.. ustaz..gmana ya mau bilang ke orgtua saya?. salah ya kalau saya terusin niat saya? walaupun keluarga ga setuju. bukan niat kawin lari. tp bertahan sampai setuju. bisa?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Ya, bisa. Kuncinya setidak-tidaknya ada dua: (1) musyawarah dengan orangtua, (2) cara komunikasi yang efektif dengan orangtua.

Pertama, musyawarah dengan orangtua. Musyawarah itu merupakan bagian dari proses istikharah. Tanpa musyawarah, istikharah belumlah sempurna.

Untuk itu, libatkanlah orangtua untuk juga berperan dalam memberi masukan untuk berbagai pengambilan keputusan kalian, termasuk kapan nikah dan di mana dirimu kelak bertempat tinggal. Jangan sekadar memberi tahu apa putusan kalian. Kalau mau suara kalian didengarkan oleh orangtua, jadilah pendengar yang baik lebih dahulu.

Kedua, cara komunikasi yang efektif dengan orangtua. Kebanyakan permasalahan timbul bukan lantaran perbedaan pendapat, melainkan lantaran cara komunikasi yang kurang efektif. Sebaliknya, perbedaan pandangan yang tajam takkan menghasilkan konflik jika cara komunikasinya efektif.

Di internet, kita dapat dengan mudah menjumpai beragam artikel tentang cara-cara komunikasi yang efektif. Di Google saat ini, ada sekitar 2.150.000 entri. Di antaranya,  “5 HUKUM KOMUNIKASI YANG EFEKTIF“:

Tulisan berikut saya kutip dari Sdr. Bobby Galih, yakni tentang pentingnya kita memiliki fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif. Untuk itu kita perlu memperhatikan 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kami kembangkan dan rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.


Hukum # 1: Respect

Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.

Bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa “Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.” Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), ang harus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.

Charles Schwabb, salah satu orang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang mendapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus. Hal ini pula yang menjadi satu dari tiga rahasia manajer satu menit dalam buku Ken Blanchard dan Spencer Johnson, The One Minute Manager.

Hukum # 2: Empathy

Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand – understand then be understood to build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust). Inilah yang disebutnya dengan Komunikasi Empatik.

Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain.  Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior) merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.

Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.

Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.

Hukum # 3: Audible

Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.

Dari sisi delivery channel, penggunaan teknologi bisa membantu melipatgandakan pancaran sinyal pesan yang ingin disampaikan sehingga bisa diterima oleh jauh lebih banyak orang. Ini yang disebut sebagai kerjacerdas. Misalnya saja, dengan menggunakan media Internet, kita bisa berkomunikasi dengan sangat mudah dan murah kepada banyak orang. Pendeknya High Tech namun tetap High Touch.

Hukum # 4: Clarity

Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di Sekretariat Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkan korespondensi tingkat tinggi. Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.

Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.

Hukum # 5: Humble

Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Sikap Rendah Hati pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.

Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect), karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.

 

Iklan

5 thoughts on “Konsultasi: Jodoh Si Mahasiswi Malaysia

    ahmad said:
    4 Maret 2009 pukul 19:37

    moga situs ini bisa menjadi salah satu penyumbang kebaikan. mengurangi bahkan menghilangkan budaya pacaran yang sudah sangat lekat dengan masyarakat Indonesia saat ini. insya Allah.

    miftah said:
    18 April 2009 pukul 17:09

    Assalamu,alaikum Wr. Wb.

    Saya mahasiswa IAIN Walisongo Semarang, asal Jawa Timur.
    Orang tua dan 4 adik beradik saya tinggal di Johor Malaysia. Saya sendiri 7 kali kemalaysia.
    membaca curhat mahasiswi Bandung asal malaysia saya turut prihatin, karena kasusnya sama dengan adik saya.

    Dalam kesempatan ini saya ingin Mas Shodiq mengirim alamat email mahasiswi tersebut. atau mas sadiq kirim email saya padanya. terima kasih.

    Salam

      M Shodiq Mustika responded:
      18 April 2009 pukul 18:06

      @ miftah
      wa’alaykumussalaam…. tanggapan dan alamat eMail cak miftah sudah kusampaikan ke yang bersangkutan. Kini terserah dia apakah mau menghubungi miftah ataukah tidak.

    mega p said:
    30 Mei 2009 pukul 12:55

    assalamualaikum
    saya adhseorang anak manusia yg mencari cinta sejati.ustad suatu ketika dikala banyak cobaan yg menerpa saya,saya berdoa pada allah agar mengirimkan saya seorang jodoh untuk memperingan saya menghadapi masalah saya.alhamdulillah saya skrang sdah bertemu dia.tapi malah cobaan demi cobaan menghampiri kita.dan sekarang kita terpisah,saya yakin kalau jodoh pasti akan bertemu.tapi masalahnya dia sekarang lagi dijodohkan ma orang lain.rasanya hati saya tak rela.tapi saya tak tahu harus berbuat apa…….

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s