Lagi, PKS dibela mati-matian

Posted on Updated on

Tadinya, artikel ini hendak kujuduli “Lagi, Aku Gagal Berdiskusi”. Sebab, kasus ini mengingatkanku pada salah satu pengalaman pahitku, “Kekecewaan Seorang Pembeli Buku“. Namun supaya judulnya lebih menarik, aku ubahlah menjadi “Lagi, PKS dibela mati-matian”.

Kasus ini bermula dengan artikelku terdahulu, “PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya“. Diantara banyak komentator, ada seorang pengunjung yang amat bersemangat dalam membela sang presiden PKS. (Siapa si pembela tersebut? Aku sendiri kurang tahu. Abis, dia pakai nama samaran sih.) Lalu terlibatlah aku dalam sebuah diskusi yang lagi-lagi gagal.

Di sini, aku kutipkan diskusi kami itu supaya kita semua dapat memetik hikmah dari kasus ini. Begini… Diskusi kami itu berjalan sebagai berikut:

Numpang Nimbrung
Saya rasa itu bukan masalah kesombongan tapi kritikan pedas dari PKS untuk para artis yang belum mumpuni pengetahuan pemerintahan dan politiknya, banyak dari kalangan artis yang terjun ke dunia politik tapi baru belajar tentang politik jadi kebanyakan (tidak semua) artis paham tentang politik. Mereka (para artis) tidak sadar kalau mereka hanya dijadikan “alat” oleh parpol untuk menjaring masa. Kalau memang artis mau jadi caleg ya tunjukkan kemampuan mereka dari dulu dengan aktif di parpol bukan baru sekarang udah mau dekat pemilu baru bicara politik. Saya rasa PKS sangat bagus dalam memilih kader yang akan jadi caleg siapa yang punya kemampuan itu yang maju bukan karena masalah ketenaran aja kalau artis tidak memiliki kemampuan tapi dia sangat terkenal ya jangan jadi caleg.

Yang saya persoalkan adalah kesombongan pernyataannya, bukan kesalahan isi pernyataannya. Seandainya benar bahwa para artis tidak mampu menjadi anggota legislatif, maka “fakta” ini pun tidak bisa dijadikan dalih untuk bersikap sombong. (Lihat “Kiat Imam Ghazali agar Tidak Sombong“.)

PKS PKS PKS ada apa dengan partai ini? banyak yang mendukung banyak juga yang membenci. Yang membenci mulai dari isu masalah yasinan, tahlilan, sampai masalah iklan. Pendukung vs pembenci sudah perang terbuka di internet hal ini jarang saya temui di partai2 lain coba saja search PKS di google bandingkan ketika anda search Golkar, PKB, PDIP dll. Saya rasa ini bisa menjadi free marketing bagi PKS dan mungkin saja fenomena PKS tidak akan berhenti di pemilu legislatif 2009. Saya hanya berharap orang2 yang ingin mewakili rakyat (artis maupun non artis) memang memiliki niat membela kepentingan rakyat tapi tentu setelah niat yang ikhlas diikuti dengan ilmu dan kemampuan yg mantap karena orang yg jujur tapi bodoh hanya akan diperalat oleh pembohong tapi pintar. Kenalilah sebuah partai dengan berinteraksi didalamnya lihat perbuatan riil mereka dilapangan jauh sebelum pemilu.

Sebab, dibandingkan partai2 lain, kader2 PKS-lah yang paling banyak menggunakan internet. Sejak dulu aku lihat sudah begitu. Namun walau paling populer di dunia maya ini, belum tentu demikian pula di “dunia nyata”.

Tinggal dilihat saja hasil pemilu april 2009 bagaimana suara PKS, semoga siapapun yg menang tetap membela kepentingan rakyat

………….. [Aku diam saja. Kupikir, diskusi sudah berakhir, tapi ternyata belum.]

Bagaimana tanggapan pak Shodiq tentang komentar dari seorang musisi dibawah ini

YOVIE WIDIANTO

Musisi Yovie Widianto (41) risau melihat semakin banyaknya artis dan selebriti Indonesia yang terjun ke politik praktis dengan menjadi calon anggota legislatif suatu parpol. Itu sebabnya dia mencanangkan kampanye anti-artis bodoh yang menjadi caleg. ”Saya tidak punya agenda politik apa pun dan tidak sedang membela atau memusuhi siapa pun. Namun, lebih baik jangan pilih caleg artis hanya karena popularitasnya,” kata Yovie pekan lalu di Jakarta.

Menurut dia, popularitas seorang selebriti tidak sama dengan kapabilitasnya, terutama di bidang politik. Ia menggunakan istilah ”artis bodoh” karena mereka tidak sadar hanya sekadar dijadikan pengumpul suara (vote getter) oleh parpol yang mengajak mereka.

”Saya yakin tidak akan ada yang marah dengan kampanye pribadi saya ini karena semua merasa pintar. Kalau ada yang marah, ya berarti itu yang bodoh,” tutur motor di balik sukses grup Kahitna dan Yovie & Nuno ini.

Yovie sendiri mengaku mendapat tawaran jadi caleg dari dua parpol. Pemegang gelar sarjana hubungan internasional dengan predikat cum laude dari Universitas Padjadjaran, Bandung, itu menolak.

”Meski dicalonkan dan mencalonkan menjadi caleg hak setiap warga negara, hendaknya artis yang menjadi caleg introspeksi, tanggung jawab moralnya besar sekali,” ujar Yovie. (DHF)

Komentar diatas dimuat di harian kompas saya lupa tanggal berapa, menurut saya isi pesan yang disampaikan mirip dengan komentar pak Tifatul bahkan Yovie menggunakan istilah “artis bodoh” apakah Yovie Widianto dikatakan sombong juga?

Dalam berita tersebut, kita tidak menjumpai kutipan-langsung dari Yovie Widianto dalam penggunaan istilah “artis bodoh”. Dengan demikian, kita belum bisa menilai apakah pernyataannya itu bisa dikatakan sombong juga.

Pernyataan Yovie yang pertama, “… lebih baik jangan pilih caleg artis hanya karena popularitasnya,” itu bagus. Aku setuju. Kalau memilih caleg artis atau siapa pun, hendaklah karena kualitasnya, termasuk kualitas dalam menjaga citra diri sehingga menjadi populer.

Namun pernyataan Yovie yang kedua, “Saya yakin tidak akan ada yang marah dengan kampanye pribadi saya ini karena semua merasa pintar. Kalau ada yang marah, ya berarti itu yang bodoh,” aku tidak menyukainya. Sebab, isinya mengandung prasangka buruk. Akan lebih baik bila dia mengatakan, “Saya yakin tidak akan ada yang marah dengan kampanye pribadi saya ini karena semuanya lebih pintar daripada saya. Kalau ada yang marah, saya minta maaf atas kebodohan saya.”

Penafsiran seseorang bisa berbeda, bagi Pak Shodiq dan sebagian orang pernyataan Presiden PKS dinilai sebuah kesombongan, tapi buat saya n mungkin sebagian orang lagi merupakan kritikan. Saya rasa isi pernyataan Presiden PKS tidak salah, ia mengingatkan kembali kalau kita sebagai pemilih jangan hanya memilih berdasarkan popularitasnya saja tapi berdasarkan kemampuannya dan tentu kejujurannya dan pak Shodiq juga setuju dengan hal ini bukan? yg pak Shodiq permasalahkan adalah pak Shodiq melihat pernyataan presiden PKS tersebut sebagai kesombongan. Menurut saya fenomena artis jadi caleg ini harus ada yg mengkritisi agar pemilih tidak asal coblos karena keartisan seseorang, tapi tentu kalau saya yg bukan aktivis/kader partai politik mengkritisi fenomena artis jadi caleg katakanlah pernyataan saya sama persis dengan pak Tifatul maka mungkin orang2 tidak akan menganggap saya sombong mungkin mereka hanya menganggap pernyataan saya sebagai pendapat rakyat biasa, tapi kalau pendapat ini dikemukakan oleh presiden sebuah parpol maka lain ceritanya toh pendapat Yovie diatas tidak banyak yg mengkritisi koq, apalagi sudah dekat pemilu sebuah pernyataan parpol saja bisa dijadikan black campaign oleh parpol lain. “Katakanlah yang benar walaupun [terasa] pahit.” Bukankah demikian sabda Nabi Muhammad SAW? saya rasa sabda nabi ini juga berlaku bagi Pak Tifatul ia harus mengatakan kebenaran walaupun ia menanggung resiko kalau sebagian orang akan menganggapnya sombong. Sukseskan Pemilu 2009 Golput hanya untuk orang yg putus asa!

Dakwah itu memang dibutuhkan, tetapi seharusnya tidak disertai dengan kesombongan.

Penafsiran itu ada yang sungguh-sungguh, ada pula yang asal-asalan.
Dalam jawabanku itu sudah kujelaskan mengapa aku belum bisa menilai apakah pernyataan Yovie itu tergolong sombong ataukah tidak. Itu karena aku tidak mau melakukan penilaian secara asal-asalan. Bagaimanapun, penilaianku akan kupertanggungjawabkan kelak di Hari Akhir.

Seandainya pernyataan Yovie (atau siapa pun) itu sama dengan apa yang dinyatakan oleh Presiden PKS, aku pun akan menilainya sombong juga. Demi Allah, aku menilai pernyataan beliau itu sombong bukan karena kedudukan beliau sebagai Presiden PKS.

Dasarku dalam menilai kesombongan Presiden PKS itu sudah kujelaskan di “Kiat Imam Ghazali agar Tidak Sombong“. Aku menilainya sombong bukan berdasarkan pertimbangan subyektif, melainkan berdasarkan dalil. Atas dasar apakah kau menilai bahwa pernyataan Presiden PKS itu tidak tergolong sombong?

Tenang pak Shodiq komentar saya bukan hanya ditujukan kepada pak Shodiq saja tapi juga kepada orang2 yg menanggap pernyataan presiden PKS itu sombong, ketika Yovie mengeluarkan statement diatas dan dimuat di surat kabar terkemuka pula ada g yg menanggapinya sampai seperti ini? (sampai masuk forum diskusi di internet) kalau memang ada monggo informasikan kepada saya. Saya jadi teringat ketika pertama kali di interview oleh perusahaan interviewernya yg merupakan direktur perusahaan tsb menjelaskan tanggung jawab dan pekerjaan yg akan saya lakukan lalu ia bertanya memangnya anda sanggup menangani semua itu? karena saya tidak melihat anda memiliki kompetensi dibidang ini. Apakah saya menilai perkataan direktur itu sebagai sebuah kesombongan? maaf tidak, karena perkataan dia saya bekerja di perusahaan yg sesuai dengan bidang saya, saya melihat itu sebuah kritikan buat saya supaya jangan asal melamar pekerjaan. Saya sependapat dengan sdr Leo ini masalah persepsi dan sudut pandang. Persepsi anda adalah Presiden PKS sombong sesuai dengan artikel “Kiat Imam Ghazali agar Tidak Sombong“ (saya sudah baca pak) sedangkan persepsi saya pernyataan presiden PKS adalah kritik atas dasar apa? ya atas dasar hadis nabi di atas “Katakanlah yang benar walaupun [terasa] pahit.” tentu saya sebagai rakyat pun khawatir apabila ada orang yg tidak kompeten duduk di DPR dimana mereka akan mewakili rakyat harus ada orang yang angkat bicara mengenai hal ini dan Presiden PKS lah yg berinisiatif angkat bicara. Sekarang pertanyaan saya jika pak Shodiq tidak mempermasalahkan maksud dari pernyataan Presiden PKS bagaimana jika seandainya andalah presiden PKS apa yang akan anda katakan ketika anda melihat banyak artis yg belum memiliki kemampuan menjadi caleg? tentu sesuai dengan Kiat Imam Ghazali agar tidak Sombong. (sekalian meralat koment saya sebelumnya bukan asal coblos tapi asal contreng he.he)

Kalo dalilnya itu, berarti dalilnya nggak pas. Nggak ada bagian dari dalil tsb yang menunjukkan bahwa pernyataan Presiden PKS itu tidak sombong. Hadits itu pun bukan bermakna “Katakanlah kebenaran walaupun dengan sombong.” Yang dimaksud adalah kenyataan bahwa kebenaran itu terkadang terasa “pahit”.

Ada perbedaan mendasar antara kasus ini dan kasusmu:
1) Dalam kasus ini, presiden PKS berbicara di depan orang lain, bukan langsung di hadapan sang artis. Dalam kasusmu, direktur itu langsung berbicara kepada dirimu.
2) Dalam kasus presiden PKS ini, beliau yakin akan ketidakmampuan artis untuk menjadi caleg. Dalam kasusmu, direktur itu meragukan kemampuanmu.
3) Dalam kasus presiden PKS ini, beliau langsung menjatuhkan “vonis”. Dalam kasusmu, direktur itu tidak menjatuhkan “vonis”, tetapi memberi kesempatan kepada dirimu untuk mempertimbangkan kembali atau bahkan membela diri.
4) dll.

Ada banyak cara untuk mengkritik ketidakmampuan seseorang tanpa kesombongan. Contohnya sudah diperagakan oleh sang direktur terhadap dirimu itu.

Saya rasa pak Shodiq belum menjawab pertanyaan saya jika seandainya andalah presiden PKS apa yang akan anda katakan ketika anda melihat banyak artis yg belum memiliki kemampuan menjadi caleg? Anda menganggap pernyataan Presiden PKS sombong itu hak anda karena seperti yg saya sebutkan ini masalah persepsi, saya yg “BUKAN” kader/aktivis PKS menganggap itu adalah kritikan nah sekarang kalau anda begitu kekeuh mengatakan itu sombong maka anda pasti punya alternatif pernyataan lain kan mari kita dengar jawaban anda.

Kurasa, jawabanku sudah cukup. Kalau kau belum mampu menangkap poinnya, maafkanlah aku yang kurang mampu menjelaskannya.

Maaf kalau pemahaman saya masih kurang sehingga belum mampu memahami poin yg ingin pak Shodiq sampaikan. Tapi pertanyaan saya simpel saja jika anda menjadi presiden PKS apa yg akan anda katakan menanggapi artis jadi caleg ini? yg saya maksud kalimat apa yg akan anda gunakan? kongkritnya saja redaksinya seperti apa? tapi kalau pak Shodiq tidak berkenan menjawab itu hak anda, anda menganggap Presiden PKS sombong pun itu hak anda, anda juga akan mengatakan pendapat anda berdasarkan dengan hadist dst dst yah debat ini tidak akan berakhir karena masing2 pihak tetap pada pendiriannya. Saya hanya berharap pak Shodiq menjawab pertanyaan saya tadi sehingga saya bisa membandingkannya dengan pernyataan Presiden PKS mana yg sombong mana yg tidak sombong. Maaf pengetahuan saya masih dangkal sehingga memerlukan contoh yg jelas ttg hal ini. Kebenaran datangnya dari Allah kesalahan datang dari diri saya pribadi.

Komentarmu ini membuatku makin yakin bahwa penjelasanku terdahulu sudah cukup. Selanjutnya, aku serahkan sajalah urusan ini kepada Allah Sang Maha Pemberi Hidayah.

Baiklah sebagai tamu disini saya menghormati jawaban anda sebagai tuan rumah walaupun saya sebagai tamu merasa kurang dihormati tapi ya sudahlah. Buat saya ini adalah ajang cari ilmu. Maafkan saya jika komentar2 saya kurang berkenan. Mengutip kata2 dalam artikel anda “Kalau tidak, jangan kaget apabila dalam pemilu mendatang, suara PKS merosot drastis!” kita sama2 wait n see. Sukseskan Pemilu 2009!

Terima kasih atas kritikannya. Semoga niatmu mencari ilmu tercapai walau kurang mendapat penghormatan dariku.
Aku pun sudah menduga bahwa kau merasa kurang aku hormati. Padahal menurutku, aku sudah mengerahkan waktu, tenaga dan pikiran sesuai dengan kemampuanku untuk menanggapi komentarmu, sampai-sampai komentar dari pengunjung lain lebih “terabaikan”. Jadi, mungkin yang terbaik bagiku sekarang adalah bertawakkal saja.

——
Artikel Terkait:
Ketika Presiden PKS digunjingkan orang banyak…
Video PKS Berwajah Baru (Bagai Remaja ABG)

Iklan

61 thoughts on “Lagi, PKS dibela mati-matian

    hmcahyo said:
    23 Maret 2009 pukul 06:51

    pertamax 🙂

    kalo saya sih, jangan membela mati-matian, dan jangan membenci mati-matian… wajar saja 😀

      M Shodiq Mustika responded:
      23 Maret 2009 pukul 11:45

      @ hmcahyo
      Betul, cak. Maksudku emang gitu. Makasih atas penjelasannya.. 🙂

    Billy Koesoemadinata said:
    23 Maret 2009 pukul 08:30

    hehehe..

    saya jadi geli deh, koq ada ya orang yang seperti itu..

    di-buta-kan oleh sebuah partai dan politik..

    huff..

      M Shodiq Mustika responded:
      23 Maret 2009 pukul 11:47

      @ Billy Koesoemadinata
      Wah, kalau aku sih nggak berani sampai bersangka-buruk gitu.

    endang safitri said:
    23 Maret 2009 pukul 08:41

    assalamu`alaikum… bpk, saya heran dengan bapak. kenpa tulisan2 bpk yg berkaitan dg pks selalu memojokkan partai tersebut ya??? sepertinya tidak ada kebaikkan di dalam partai tersebut??? n sepertinya bpk sangat membenci partai tersebut… kenapa pak?? apa partai tersebut pernah melakukan kesalahan kepd bpk??? dan menurut saya koment2 di atas bukanlah maksud membela mati2an tetapi hanya memperjelas kebenaran yg di sampaikan presiden partai ini. karena sepertinya bpk masih belum jelas tentang kebenaran di balik statement ini.

      M Shodiq Mustika responded:
      23 Maret 2009 pukul 11:21

      @ endang safitri
      Wa’alaykumussalaam… Ada berapa artikelkukah yang telah kau baca mengenai PKS? Ada berapa komentarkukah yang telah kau baca mengenai PKS? Mengapa kau bersangka buruk kepadaku begitu? Apakah kau belum membaca artikel “Video PKS Berwajah Baru (Bagai Remaja ABG)“? Di situ, aku memuji-muji PKS.
      Mengenai “kebenaran” pernyataan sang presiden PKS, itu hanyalah dugaan subyektif, bukan hasil pengamatan obyektif/ilmiah. Kalau pun itu benar, itu bukan memberi hak bagi siapa pun untuk bersikap sombong.

    taUbat said:
    23 Maret 2009 pukul 10:44

    @ shodiq

    Blog nya tambah keren aja,

    Sekarang jamannya sudah berbeda dahulu yang salah bisa jadi benar dan sebaliknya, namun kini telah berubah karena informasi keluarnya bukan hanya dari satu pintu saja.

    Untuk PKS mesti/wajib dibela dan dilindungi, karena banyaknya upaya agar NKRI tidak stabil dan aman, akan dimanfaatkanlah oleh mafia2 busuk maka kekuatan PKS yang sudah solid itu banyak dirongrong/difitnah agar para mafia dapat leluasa bermain.

    Siapa lagi kalau bukan tangan2 kita semua untuk memperjuangan/membela demi negara tercinta yang kaya raya ini untuk mencegah terus terpuruknya bahkan mendekati kehancurannya.

    Kebetulan ada wadah yang amanah yaitu PKS, untuk itu wajib kita perjuangkan bersama…….

    Percayakanlah perjuangan itu masih ada………………..

      M Shodiq Mustika responded:
      23 Maret 2009 pukul 11:25

      @ taUbat
      Makasih atas pujianmu. Menurutku sih, siapapun perlu dibela bila dizalimi, tetapi perlu dikoreksi bila keliru.

    pemudakeadilan said:
    23 Maret 2009 pukul 11:25

    Sombong atau tidaknya itu adanya di hati dan itu hak Allah untuk menilai bukan manusia, kalau niat Pak Tiff dalam hatinya tidak sombong dan Allah pun tahu, ya Pak Tiff tidak termasuk sombong. Jadi kalau kita memvonis Pak Tiff sombong, berarti kita udah melangkahi hak Allah.

    Artis itu banyak yang mengumbar aurat, glamor, lebih banyak condong ke kebudayaan eropa walaupun tidak semua, jadi apakah layak dijadikan seorang pemimpin. Akan jadi apa negara kita yang moralnya sudah carut-marut ini.

    Sampaikanlah kebenaran walau pahit, saya setuju. Karena dalam menyampaikan kebenaran bukan pujian manusia yang diharapkan tetai ridho Allah.

    PKS hanyalah sebuah wadah, ada atau tidaknya PKS, dakwah ini harus tetap dilanjutkan. Saya yakin semua kader PKS tidak fanatik ke PKS nya tetapi tanggung jawab terhadap dakwah, karena dakwah adalah keharusan bagi seorang muslim.

    Jika saudara yakin terhadap PKS dukung PKS
    Jika saudara simpati terhadap PKS doakan PKS
    Jika anda ragu terhdap PKS pelajari PKS
    Jika anda benci terhadap PKS, berati membenci eksistensi dakwah
    Bagaimanapun PKS akan memperjuangkan aspirasi anda

    Allah akan memenangkan bala tentaranya
    Indonesia Sejahtera bukan hanya mimpi, Harapan Itu Masih Ada !

      M Shodiq Mustika responded:
      23 Maret 2009 pukul 12:09

      @ pemudakeadilan
      Apakah kau berkomentar tanpa membaca isi artikel di atas? Di situ sudah aku ungkapkan: “Dasarku dalam menilai kesombongan Presiden PKS itu sudah kujelaskan di “Kiat Imam Ghazali agar Tidak Sombong“. Aku menilainya sombong bukan berdasarkan pertimbangan subyektif, melainkan berdasarkan dalil.” Salah satu dalilnya adalah hadits yang menceritakan bagaimana Rasulullah saw. menegur seorang shahabat yang bersikap sombong.

    Irawan Danuningrat said:
    23 Maret 2009 pukul 11:45

    Siapapun yg mempublikasikan tulisan ttg pernyataan pendapat/pemikiran atau komentar thd sesuatu, seyogianya membekali diri dengan kesiapan untuk menerima berbagai komentar, tanggapan atau kritikan publik thdp berbagai hal, baik menyangkut materi, substansi, esensi juga sudut pandang yg mungkin berbeda, sangat berbeda atau bahkan bertolak belakang dengan pendapat penulis. Di negara yg merdeka dan demokratis seperti Indonesia, siapapun bebas menyampaikan pendapat pribadinya, dan pendapat pribadi tsb semuanya patut dihormati, apalagi jika didukung oleh argumentasi yg relevan menurut tingkat pengetahuan, pola-pikir, sudut pandang, dan kepentingan masing-masing individu.

    Kebenaran yang diyakini oleh setiap individu sesungguhnya adalah KEBENARAN meski baru bersifat SUBJECTIVE. Namun kebenaran subjective tsb tidak mustahil kelak terbukti menjadi kebenaran objective. Maka dari itu, siapapun seyogianya tidak perlu bersikukuh dengan pendapatnya sendiri, apalagi memaksa pihak lain untuk menerima kebenaran yg diusungnya.

    Apabila saya mengatakan kepada publik bahwa “DUREN rasa dan wanginya sedaaap shg perlu dibudidayakan”, saya tentu harus siap menghadapi berbagai komentar publik yg beraneka ragam thd tulisan saya tsb, misalnya si A mengatakan: “Duren justru sangat tidak enak, baunya aja bikin muntah”; Duren buah yg berbahaya karena mengandung alkohol dan sumber kolesterol tinggi; “Setuju, bagaimana cara paling efektif dan ekonomis membudidayakannya?” dsb dsb…..

    Saya tentu sangat keliru jika mengatakan bhw komentar si A salah, ngawur, tidak proporsional dsb…lha wong bagi si A yg gak suka duren memang begitu adanya koq…..
    Lebih jauh lagi, jika setelah berulang kali saya tekankan kepada si A ttg kelezatan buah duren namun tetap berpendapat bahwa duren tidak enak, dapatkah dikatakan bahwa diskusi yg saya bangun ttg duren tsb gagal? tentu tidak. “Diskusi” justru gagal jika semua pendapat sama yg akhirnya menutup terjadinya diskusi. Diskusi justru sangat dibutuhkan sebagai wacana untuk mengetahui/menyerap berbagai aspirasi, pola pikir, pemahaman dan berbagai aspek lain yg berkembang dalam masyarakat mengenai suatu permasalahan. Diskusi sama sekali bukan ajang adu pendapat guna memaksakan kebenaran siapapun terhadap siapapun, melainkan untuk memperluas cakrawala pengetahuan dan pemahaman masing-masing dengan cara menghormati dan mempertimbangkan secara sungguh-sungguh pemikiran , perasaan dan pendapat lawan berdiskusi.

    Firman Allah swt :
    “Dan Allah telah mengeluarkanmu dari perut ibumu tidak mengetahui apa-apa, kemudian Allah memberi kepadamu pendengaran dan penglihatan serta fikiran (perasaan), supaya kamu bersyukur” (QS. An-Nahl 78)

    Rasulullah juga pernah bersabda bahwa:
    -“Perbedaan pendapat diantara umatku adalah rakhmat”.
    -“Siapa yang merendah diri maka Allah akan memulyakannya, dan siapa yang sombong (besar diri), Allah akan menghinanya”.
    -“Siapa yang mengamalkan (melaksanakan) apa-apa yang telah diketahui, maka Allah akan mewariskan kepadanya pengetahuan apa-apa yang belum ia ketahui”.

    Wallahu’alam bishowab

      M Shodiq Mustika responded:
      23 Maret 2009 pukul 12:03

      @ Irawan Danuningrat

      Diskusi sama sekali bukan ajang adu pendapat guna memaksakan kebenaran siapapun terhadap siapapun, melainkan untuk memperluas cakrawala pengetahuan dan pemahaman masing-masing dengan cara menghormati dan mempertimbangkan secara sungguh-sungguh pemikiran , perasaan dan pendapat lawan berdiskusi.

      Perhatikan kata yang aku cetak tebal: “menghormati”. Di situlah salah satu letak kegagalan diskusi kami tersebut. Di akhir artikel diskusi di atas, aku sudah mengungkapkannya.

    teman mas shodiq yang simpati ama PKS said:
    23 Maret 2009 pukul 14:27

    http://www.simpatisanpks.co.cc/?page_id=43

    Satu lagi yang penting, Saya tidak mengatakan PKS adalah kumpulan malaikat yang tidak pernah salah. Saya hanya mengatakan PKS relatif lebih BERSIH dan lebih PEDULI dibanding parpol lain. Jadi kalo dicari-cari kesalahannya pasti ada juga kesalahan PKS.

    Mungkin kamu kagum kepada SBY, JK atau Mega. Tak mengapa karena bahasan kita kali ini bukan mana presiden terbaik tapi mana parpol terbaik. Tapi ini pendapat saya saja, kalau kamu punya pendapat lain ya tidak apa.

    TERBUKTI BERSIH

    1. PKS mengembalikan gratifikasi 1,9 M (beritanya ada di sini)

    Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.

    Nah menurut pasal 12 B ayat (1) UU No. 31 tahun 1999 jo. UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi, penerimaan gratifikasi tersebut harus dilaporkan kepada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi. Nah di bawah ini adalah parpol di DPR yang melaporkan gratifikasi:
    – PKS : 1,9 Milyar
    – Golkar: 15,8 juta
    – PDK : 5 juta
    – PKB : 1 juta
    – PDIP : 0
    – Demokrat : 0
    – PAN : 0
    – PDS : 0

    Sungguh aneh. Jumlah PKS yang tidak sampai 10% bisa mengembalikan 1,9 milyar sedangkan sisanya yang 90% hanya mengembalikan 21,8 juta. Ternyata parpol lain beralasan mereka tidak melaporkan karena mereka tidak menerima gratifikasi, mereka menolak gratifikasi dari awal. Beritanya ada disini. Apa anda percaya? Saya sih tidak.

    Fakta anggota legislatif PKS yang mengembalikan gratifikasi ini sempat menjadi buah bibir di media nasional. Di antaranya Suryama yang dibahas kompas dan Suswono yang dibahas detik.com. Beritanya ada di sini dan sini.

    2. PKS mengembalikan uang suap

    Diantara 50 anggota Komisi IV DPR yang diduga menerima suap terkait alih fungsi hutan di Tanjung Api-Api, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, semua anggota FPKS sudah mengembalikan uang tersebut. Bahkan Uang dikembalikan pada tahun 2006, jauh sebelum kasus tersebut terungkap. Beritanya di sini. Perhatikan bahwa semua fraksi di DPR terlibat kecuali fraksi PKS. Kamu muak? Saya juga.

    3. PKS sering menjadi juru kunci terbongkarnya kasus KORUPSI

    Diantaranya Jalaluddin Asy Syatibi juru kunci kasus suap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan. Beritanya di sini. Dan Ahmad Zarkasih terkait dugaan korupsi walikota Bengkulu. Beritanya di sini. Bahkan Ahmad Zarkasih malah dimasukkan penjara terkait laporannya.

    TERBUKTI PEDULI

    Di bawah ini adalah berita yang saya kumpulkan terkait bukti nyata bahwa anggota DPR dari PKS adalah yang lebih PEDULI dan lebih SENSITIF dengan
    nasib rakyat.

    1. Terkait Gempa di Yogyakarta

    Anggota dewan dari PKS tercatat paling banyak menyumbangkan gajinya kepada korban bencana. FPKS mennyumbang 5 genset untuk korban bencana gempa DIY-Jateng (beritanya di sini) dan anggota DPR PKS menyumbang 100 % gaji buat korban Gempa (beritanya di sini).

    2. PKS sering tidak mengambil uang yang merupakan haknya

    Tercatat anggota DPR PKS menolak dana upah pungut PAD. Beritanya disini. Mereka juga pernah menolak mobil dinas baru. Beritanya di sini. Dan menolak tunjangan BBM 10jt/bulan. Beritanya di sini. Padahal jika diambilpun itu tidak melanggar hukum karena diatur undang-undang namun itulah bukti kalau anggota DPR dari PKS lebih SENSITIF. Hari gini nolak uang?

    Selain anggota DPR PKS yang peduli, kader-kader PKS pun selalu terdepan dalam membantu masyarakat. Baik dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun dalam penanggulangan bencana.
    PHOTO-PHOTO AKSI KEMANUSIAAN PKS KLIK DISINI

    Berita-berita di bawah ini juga menepis anggapan jika PKS hanya peduli masalah Palestina dan tidak peduli masalah bangsa. Karena kenyataannya aksi
    solidaritas Palestina PKS hanya secuil jika di bandingkan aksi solidaritas kepada satu bangsa. Di sini saya berikan faktanya, kamu bisa menilai sendiri.

    1. Terkait banjir seluruh Indonesia
    -PKS Dirikan 152 Posko Banjir di 5 Wilayah DKI Jakarta
    -Cegah Banjir, PKS Jateng Bangun 100 Sumur Resapan
    -1.500 Relawan PKS Bantu Korban Banjir di Wilayah Jatim
    -Tim Relawan P2B PKS Jakarta, Siaga Banjir
    -PKS Dirikan Delapan Posko Bantuan Banjir di Sinjai
    -PKS Jateng Evakuasi Korban Tsunami

    2. Terkait tsunami Aceh

    -PKS Kelola 150 ribu Lebih Pengungsi di Aceh
    -PKS Kirim Relawan ke Aceh
    -PKS Kirim Relawan Perempuan ke NAD
    -PKS Jadi Buah Bibir Masyarakat Medan
    -PKS Aceh Tampung Korban Tsunami
    -PKS Himpun Rp 11 Milyar Untuk Korban Tsunami Aceh
    -The Washington Post : Misi Kemanusiaan PKS Menuai Simpati

    3. Terkait gempa Yogyakarta
    -Relawan PKS Tewas Tenggelam di Kali Opak, Bantul
    -PKS Kirim 1.000 Relawan
    -1.000 Relawan PKS Bersihkan Puing Bangunan di Bantul
    -PKS Bantu 300 Kantong Darah Untuk Yogya
    -Gempa Yogya Sejumlah Parpol Turunkan Relawan
    -PKS Buka Dompet Peduli Yogyakarta di Monas
    -PKS Buka Posko Bantuan Gempa Yogyakarta
    -DPW PKS Jakarta Terapi 150 Anak Korban Gempa Yogya
    -Bersihkan Puing Gempa, PKS Jateng Berangkatkan 1.500 Relawan

    Kalau kamu anggap masih kurang silahkan buka:
    http://adilsejahteradpress.com/category/aktivitas-kemanusiaan. Di sini lebih lengkap beritanya. PKS harus diakui lebih PEDULI dibanding parpol lain.
    PHOTO-PHOTO AKSI KEMANUSIAAN PKS KLIK DISINI

      M Shodiq Mustika responded:
      23 Maret 2009 pukul 15:08

      @ temanku yang simpati ama PKS
      Nah, gitu dong. Ketimbang mati2an menganggap benar kesalahan PKS, mendingan mengakui bahwa PKS bukanlah partai sempurna yang tak pernah salah.

      rony said:
      25 Maret 2009 pukul 21:42

      situsnya kaga bisa dibuka..trus yang photo2 klik dimane?

    rika said:
    23 Maret 2009 pukul 18:53

    Memang PKS bukan partai yang sempurna, tapi apa kita punya pilihan yang lebih baik ??

      M Shodiq Mustika responded:
      23 Maret 2009 pukul 20:35

      @ rika
      Aku pribadi sih tak pusing-pusing memikirkan manakah partai terbaik. Sebab, dalam pemilu nanti aku akan memilih caleg (orangnya), bukan partainya. Pilihanku bisa saja dari PKS, tapi bisa pula dari partai lain. Sebab, bagiku, memilih “caleg terbaik” itu lebih mudah daripada “partai terbaik”.

    pengamat said:
    23 Maret 2009 pukul 23:39

    Yah kita lihat saja nanti hasil pemilu 2009. Semoga yg terbaiklah yang akan diberikan kepada negeri ini. Terserah apa penilaian org, asalkan yang diusung adalah hal yg baik, benar dan mengandung kemaslahatan bersama, maka menurutku itu patut kita dukung.

    AMAR said:
    24 Maret 2009 pukul 17:06

    Inikan masalah aksi dan reaksi…. mungkin Saudara M Shodiq “gak sadar ” bahwa judul dan postingnya bisa memprovokasi orang lain (terutama pendukung PKS) atau Saudara M shodiq justru “sadar sesadar sadarnya” karena beliau tau orang lain (dah pasti pendukung PKS) akan ikut terpancing dan setidak tidak berkomentar di blognya ini…… Wallahu alam……

    Banyak faktor akan reaksi yg bisa timbul…. entah karena pendidikan, kultural, dan hal-hal yg mungkin diluar akal sehat akan tetapi begitulah adanya… dan mungkin itu rahmat kali yah….. he…. he…

    Mengenai PKS saya rasa seperti saya kutip dari Sekjennya ANIS MATTA hanyalah partai kecil…. beliau sadar PKS hanya setitik darah, setetes air mata dan sedikit ide yg ada di lautan yg besar bernama Indonesia, kalau di PKS ada orang hebat begitupun di partai lain, kalo di PKS ada yg reformis ada juga di partai yg lain….
    beliau mengajak marilah kita keluar dari kandang masing-masing turun kelapangan dengan baju yg berbeda tapi tujuannya satu untuk INDONESIA…….

    Tapi apa pandangan satu Anis Matta bisa dikatakan mewakili PKS pasti tidak jawabannya….. bagaimana pandangan Pimpinan yg lain… bagaimana pandangan Kadernya….. bagaimana pandangan simpatisannya…… ah…. pasti banyak ragam dan macamnya kan…..

    Marilah kita pakai analogi yg sama terhadap pandangan dari sebagian kawan-kawan di PKS jika ada yg terkesan membela mati-matian partai ini….. karena mereka tidak mewakili PKS mereka adalah ragam yg ada di PKS dan kita harus berfikir cerdas dan mahfum akan keberagaman itu…..

    Mengenai siapa yg paling baik (entah partai atau caleg) sebenarnya mudah sekali….. kalo hanya ditanya pilih siapa ah… itu mah politik jual sapi… semua jualan kecap…. semuanya oke….. tapi pake hati nurani…. lihat disekitar kita…. lingkungan kita….. mari kita lihat track record dan kerjanya dari partai ataupun caleg calegnya……. semudah itu aza……

      M Shodiq Mustika responded:
      24 Maret 2009 pukul 19:16

      @ Amar
      Hehehe… Terima kasih atas masukannya. Sebelum menilai apakah aku “sadar” ataukah “gak sadar” dalam “provokasi” ini (demikianlah istilahmu), mungkin sebaiknya baca lebih dahulu artikel “Kontroversi di masyarakat tidak perlukah?

        AMAR said:
        26 Maret 2009 pukul 13:49

        setelah saya baca ternyata menurut saya anda sadar sesadar sadarnya kalo begitu…….

    thogedhe said:
    24 Maret 2009 pukul 20:58

    Pemilu. Mereka semua mengajak untuk dipilih, padal sebuah hadist nabi yang isinya jangan memilih pemimpin yang meminta dipilih. Itu saja panutan saya. Semua partai intinya gembar-gembor kemana-mana semua nya untuk mencari masa dan ingin dipilih wakilnya.

    Kalau kekayaan alamnya aja dikuasai negara lain, we do ra iso polah we !!! Ki lo seng dadi rakyat mangkel !!!

    thogedhe said:
    24 Maret 2009 pukul 21:00

    Kalau cuma baksos aja ndak usah diomongi, orang juga tahu. Lo kalau ikhlas jangan pakai embel-embel partai. Pakaian biasa aja. Khan malah dapat pahala.

    Al-Amin said:
    24 Maret 2009 pukul 23:28

    Hati-hati jika dianjurkan untuk membaca artikel M Shodiq Mustika!! lebih baik “JANGAN” bisa-bisa kita terpengaruh mengikuti pemahaman dia yang taklid buta.

    Motovasinya hanya untuk mencari dunia salah satunya agar buku-bukunya laku dipasaran. Mudah-mudahan blog ini juga tidak di buat untuk mengadu dombakan umat islam.

      M Shodiq Mustika responded:
      25 Maret 2009 pukul 00:51

      @ Al-Amin
      Taklid buta? Wah, bahaya banget nih. Tolong dong tunjukin kalimatku yang mana sajakah yang taklid buta? Apakah komentarku ini juga taklid buta? Taklid kepada siapa?
      Mengenai motivasi dan adu domba, tenang aja deh. Allah itu Mahatahu dan Mahaadil. Dia lah yang tahu isi hati setiap orang, termasuk dirimu dan diriku. Dia tahu apa motivasimu menulis komentar seperti itu, disamping mengetahui motivasiku dalam ngeBlog. Dia jugalah yang tahu apakah komentarmu seperti itu dan tanggapanku seperti ini tergolong adu domba ataukah tidak. Dialah yang akan membalas amal kita seadil-adilnya.
      Setuju, nggak, kalau perbedaan pendapat kita itu kita serahkan saja kepada Allah?

    rony said:
    25 Maret 2009 pukul 04:30

    ass pak shodiq
    salam kenal buat semua pembaca
    saya salut dengan perkembangan politik di negara kita sekarang,,ternyata ga sia2 demokrasi dijalankan,,banyak sekali perbedaan pendapat justru disitulah indahnya, namun begitu kita musti wajib menghargai semangat kebersamaan walaupun beda dalam berpendapat.
    sedikit komen dari saya mengenai pidato presiden pks ini:
    saya termasuk kader pks yang juga akhir2 ini mulai kecewa dan kesal dengan pks ini..alangkah naifnya seorang presiden pks terang2an menyatakan ingin berkoalisi dengan partai golkar yang sangat begitu nyata merupakan partai yang beda haluan dengan pks ini..apa maksdnya?alasan pak tifatul adalah supaya membentuk suatu pemerintahan yang kuat nantinya, dengan dukungan parlemen yang kuat,,saya rasa bukan itu substansinya, mengenai kuat atau lemahnya kedudukan pemerintah, kan rakyat yang memilih,,,tetap saja pemerintah akan kuat, tanpa didukung sekalipun oleh kekuatan yang katanya terhormat (DPR=Dewan Penindas Rakyat)…
    itu adalah salah satu unek2 saya pak, masih banyak lagi yang lain yang tak akan mungkin saya sampaikan disini..
    yang pasti saya sebagai kader pks telah memutuskan untuk tidak memilih pks dalam pemilu legislatif ini..
    satu hal yang lebih menyakitkan saya, yaitu adanya keinginan pak tifatul untuk berkoalisi dengan PDIP..( sungguh diluar jangkauan pemahaman saya sebagai seorang muslim)

    wasss

    taUbat said:
    25 Maret 2009 pukul 07:29

    @ rony

    YANG GEMBAR-GEMBORKAN KOALISI ITU BUKAN PKS TAPI DARI PARTAI2 BESAR LAINNYA.

    KOALISI STRATEGI UNTUK MENDONGKRAK SUARA PARTAI, PKS BELUM BICARA KOALISI SEBAB HASIL SUARANYA SAJA BELUM ADA DAN JUGA PEMILUNYA BELUM DIMULAI.

      rony said:
      25 Maret 2009 pukul 21:36

      oya…emang lo kaga baca,nonton,brwsing dll…saya ga mungkin nulis gituan klo ga ada fakta sebelumnya

        tomikasep said:
        26 Maret 2009 pukul 10:19

        @rony..
        tenang.. dalam masa2 seperti ini membuka silaturahmi ke partai lain adalah hal yang sangat wajar, lihat aja berita2, pks maen ke pdip, ke golkar, ppp maen ke pdip, golkar maen ke pdip, hanura ama pan bentuk poros.. beberapa hari lalu, pks bilang mau juga ama demokrat..
        ya ini kan taktik aja, toh buktinya sampe detik ini pks blom tanda tangan dengan siapapun.., strategi politik lah. toh semua partai melakukan lobbying2 seperti itu. siapa tau dengan diberitakan pks akan bersama golkar, pendukung golkar akan mulai mencari tau soal pks, dan ternyata setelah tau, tertarik, ya.. bisa aja kan jadi contreng pks pas pemilu ntar. liat deh, yang dibidik kan partai2 besar, yang massanya banyak.

        kita ga bisa menutup mata, untuk bisa memimpin di indonesia tidak hanya butuh visi misi yang bagus. kita harus realistis, pemimpin butuh suara dalam pemilu.
        selama itu tidak melanggar syariat, kenapa tidak.

        apakah pks haus kekuasaan? dengan kekuasaan dakwah menjadi lebih mudah, insyaAllah,

        mas shodiq, numpang nulis yak 😀

    etikush said:
    25 Maret 2009 pukul 08:40

    wow!!!
    its just fuckin’ great blog!!!!

    anyway…
    is it black campaigne versus white campaigne….?!!!

    arya said:
    25 Maret 2009 pukul 15:27

    Assalamua’alaikum Wr Wb.

    Woiiii jangan pada ribut masalah artikelnya Mas Shodiq “PKS Sombong…….” artis-artis aja pada ga komplain pernyataan Pak Tiffatul, ko’ malah antum2 yang repot.

    Untuk Mas Shodiq: Saya pikir PKS ga sesombong yang Mas Shodiq kira.

    Untuk Kader & Simpatisan PKS : Ayo buktikan, PKS Bersih, Peduli & Profesional.

    Untuk Semua : Mari kita pilih caleg2 yang bersih.

    SETUJU gak semua……Oke. Stop PERDEBATAN.

    Wassalam,
    Arya

      M Shodiq Mustika responded:
      25 Maret 2009 pukul 17:15

      @ arya
      Wa’alaykumussalaam war.wab…
      Apakah kau belum membaca dalil landasanku yang kusebut di “Kiat Imam Ghazali agar Tidak Sombong“? Di situ kusebutkan hadits bagaimana Rasulullah SAW menegur seorang shahabat yang memandang rendah seorang anak berkulit hitam walaupun anak tersebut “ga komplain”.
      Pandangan subyektif orang bisa berlainan. Wajarlah bila ada yang menganggap pernyataan sang presiden PKS itu gak sombong. Namun, marilah kita bersikap obyektif. Untuk itu, aku sudah menunjukkan dalil yang menjadi landasanku. Manakah dalil landasanmu?
      Maaf, aku tidak mengajak berdebat. Aku hanya ingin kita bersikap berdasarkan landasan yang sekuat-kuatnya. Kalau memang landasanmu cukup kuat, tentu aku takkan mendebat argumentasimu.

    AMAR said:
    26 Maret 2009 pukul 14:21

    halloooooo……. chillll….. every body….. come down……. slow….. tenang….. gak usah pake otot…. halah gak bisa nulis dong kalo gak pake otot tangan…. he…. he…. nyantai…. hati boleh panas… otak boleh kenceng…. tulisan tetep harus dijaga……

    Posting inikan hanya pendapat saudara M. Shodiq semata…. gak pa’pa dong dia nulis sesuka hati dan sesuai dengan fakta dan pengalaman yg dirasakannya…… kalo ada benturan yah… itu juga masih bisa dikatakan jamak lah…….. karena sebelum ditulis disini saudara M. Shodiq ini dah tau hasilnya akan begitu…..

    Buat yg dukung PKS saya harap gak usah terlalu serius menanggapinya… biasa aza….. pendapat satu orang jika dibandingan dengan ribuan orang yg masih harus diyakinkan oleh PKS bahwa anda adalah partai yg bersih, peduli dan profesional adalah jauh lebih penting….. dari pada terkesan membela diri dan berdebat dengan dua sisi pandang yg berbeda…. istilahnya Jaka Sembung Naik Ojek…… Sorry…. Gak Nyambung Jek……

    bagimanapun sebuah cerita akan selalu mempunya dua sisi eh… tiga sisi malah…. sisi aku…. sisi kamu dan sisi cerita itu sendiri…. jadi biarkan dia jadi cerita versi siapa…. gak perlu merasa saya paling benar…. atau siapa yg harus disalahkan….. karena cerita tanpa konflik hambar rasanya… seperti cinta tanpa cemburu tak sedap rasanya…..

    kayanya saya udah ngaco nih…. ha…. ha…. ha…. sukses buat saudara M. Shodiq….. God Bless U……. Hidup buat temen-temen di PKS… Jadikan Diri Kalian Semua….. Semangat Baru….. buat negeri ini…. buat bangsa ini…. terlebih lagi buat agama Islam ….. ALLAHUAKBAR…. ALLAHUAKBAR….. ALLAHUKBAR….

      M Shodiq Mustika responded:
      26 Maret 2009 pukul 14:45

      @ Amar
      Hasilnya, aku tahu lebih dulu? Enggak, ah. Paling, cuman dugaan (hipotesis).
      Dengan diskusi begini, setidak-tidaknya kita bisa meraba-raba sebersih apa akhlak kader/pendukung PKS (bersih itu juga meliputi kebersihan hati dari “kebanggaan” terhadap kelompok), apa yang lebih dipedulikan (menyampaikan aspirasi kelompok ataukah mendengar suara calon pemilih), se-profesional apa dalam menyampaikan tanggapan (asal bicara ataukah menggunakan pertimbangan/landasan sekuat-kuatnya), dsb. Bukankah slogan PKS itu bersih, peduli, dan profesional? Biarlah para pembaca menilai sendiri apakah kader/pendukung PKS yang berbicara di sini memang begitu.

    kahimdipak said:
    26 Maret 2009 pukul 20:24

    cacat satu… di publish abis2an

    kebaikan segudang… lupa…

    ah.. its indonesian

      M Shodiq Mustika responded:
      26 Maret 2009 pukul 23:53

      @ kahimdipak
      “di publish abis2an”? Ngukurnya pakai apa? Dibanding topik lain yang aku tulis, topik PKS ini sedikit sekali. Kira-kira cuma satu persen saja. Itu pun tidak semuanya berisi kritikan terhadap PKS. Yang 99% adalah topik lain. Bagaimana bisa bilang bahwa yang kurang dari satu persen itu “abis2an”?
      “kebaikan segudang lupa?’ Atas dasar apakah kau menuduh aku begitu? Apakah untuk menunjukkan bahwa PKS itu bersih, peduli, dan profesional? Apakah kau belum menyimak postinganku lainnya mengenai PKS, seperti “Video PKS Berwajah Baru” dan “Perang PKS vs Ahmadiyah“? Apakah di situ aku melupakan kebaikan PKS?

    NTMAKSIAT said:
    28 Maret 2009 pukul 11:34

    Wah saya baru sempet online lg ternyata hasil diskusi saya dengan pak Shodiq dimuat dalam artikel tersendiri, ah saya tarik kembali kata2 saya kalau saya merasa kurang dihormati saya jadi ingin minta maaf kalau saya yg tidak menghormati pak Shodiq (pak Shodiq menggunakan kata kasus membuat saya jadi merinding he.he). Sebenarnya saya bukanlah pendukung PKS atau partai manapun saya hanya orang yg akan menggunakan hak pilih saya kalau partai mana yg saya pilih itu kan rahasia belum tentu saya milih PKS dan sampai saat ini saya belum pernah ikut kampanye partai manapun (ups lupa saya ikut kampanye PPP ketika saya masih SD). Saya hanya sedih ketika ada sekelompok orang yang ingin membangun negeri ini habis2an dijegal oleh kelompok lain yg hanya memikirkan keuntungan sendiri (bukan pak Shodiq yg saya maksud) Saya teringat ketika pemilihan Gubernur DKI Fauzi Bowo VS Adang di TPS saya sempat berdiskusi dengan salah seorang tetangga saya dia berkata “wah kalau Adang n PKS menang habislah kita, nggak akan ada tahlilan atau yasinan lagi disini” kemudian saya berkata “Yah pak mana mungkin Gubernur ngurusin masalah tahlilan atau yasinan masih banyak masalah penting lainnya yg harus diurusi Gubernur tapi ya dia tetep keukeuh dengan pendapatnya, parahnya bahkan orang tua saya sendiri pun berkata seperti itu. Saya tidak tahu siapa yang menyebarkan isu tersebut mengapa saya katakan isu karena setelah saya konfirmasi ke teman saya seorang kader PKS, PKS tidak pernah mengatakan akan melarang tahlilan dan yasinan. Ah it hanya contoh kecil dari contoh2 lain bagaimana PKS benar2 disudutkan dan itulah yg menggugah saya untuk membela PKS dalam diskusi manapun yg saya temui (spt yg sudah saya katakan sebelumnya jarang ada diskusi seperti ini di Partai lain) . Saya berkhusnudzon saja semoga niat pak Shodiq menulis artikel sebelumnya hanya untuk mengingatkan saudara kita di PKS toh PKS bukan partai Malaikat koq. Hanya saja saya orang yg menyukai diskusi dengan orang yg tinggi ilmu dan pemahamannya seperti pak Shodiq karena saya bisa kebagian ilmunya. Walaupun pak Shodiq mengatakan diskusi kita gagal buat saya itu adalah diskusi yg menarik. Diskusi tentu lebih seru kalau ada yg pro dan kontra bukan? tapi yah berbeda pendapat boleh tapi ukhuwah tetap kita jaga bukan begitu Pak Shodiq? Partai manapun yg membela kepentingan rakyat akan saya dukung tapi sayang saya hanya boleh mencontreng satu saja

    green said:
    28 Maret 2009 pukul 22:30

    Aslm..
    luar biasa ..blog ini penuh dengan kontroversii…
    ada yang menghujat, ada yang membela, ada yang biasa saja..
    PKS = Partai Kita Semua…
    setuju dengan coment seblumnya..
    kita buktikan kalau PKS masih menjadi Partai yang peduli…
    jika kalian para pembaca sudah tau track record PKS dengan baik…yang terbukti, jujur , bersih, peduli dan profesional…kini saatnya kalian benar2 memilih pemimpin yang terbukti kualitasnya…
    Ingat mereka 2 yang dicalonkan sbg anggota Dewaan, adlah orang2 yang terpilih , tidak sembarangn, dan pastinya butuh pertimbangan…

    Semua dikembalikan kpda para pembaca saja…

    iqbal hakeem said:
    29 Maret 2009 pukul 21:13

    PKS lah.. daripada yang lain..hihihi….
    saya bukan kader ato anggota PKS lho,sumpah,demi ALLAH (rasanya saya begitu berdosa mengucapkan sumpah hanya untuk meyakinkan anda).
    Saya fikir sampai saat ini kader PKS yang ada di pemerintahan cukup bersih, masih aman dari KPK.
    Sampai saat ini track record PKS masih bersih dan profesional. Kepedulian mereka malah sudah nampak ketika partai ini masih hijau beberapa tahun lalu. Kampanye mereka rapih, bersih, nggak macem-macem.
    Kalau di fitnah sana-sini iya. Malah banyak tuh penyelinap yang masuk ke kampanye PKS hanya pengen bikin huru-hara,pakai kaos PKS dan bikin kampanye rusuh.
    Sekali lagi, saya bukan apa-apanya PKS. Tapi sampai saat ini pilihan saya masih PKS.
    Tapi jujur aja, kalau jadi presiden, pak Hidayat memang saya pandang kurang pas. Gaya bicaranya nggak negarawan banget. Tampangnya (maaf) juga kurang kalo di kasih kupluk item and jas. Melas gitu lho wajahnya, hehehe 🙂
    Ngapunten pak Dayat..

    Suseno said:
    30 Maret 2009 pukul 16:39

    Untuk akh Shodiq. Sebaiknya kritik antum lebih bermanfaat dan bermartabat disampaikan langsung ke pelakunya or ke pihak2 yang akan menyampaikan pesan antum. Rasul pun menyampaikan nasihat tentang orang yang sombong langsung kepada orangnya.

    Ini penting Akh…
    Antum kan bukan anggota PKS…antum nggak merasakan beratnya dakwah di PKS, beratnya mereka meyakinkan masyarakat…Bukan sekedar mereka mengeluarkan tenaga, harta dsb2, banyaknya fitnah yang dialami kader dakwah…

    Yang antum lakukan benar…antum berusaha mengingatkan Saudara Antum…Hanya…cara antum salah. Antum ngomong di ranah publik (internet/blog), yang siapapun bisa mbaca…yang siapapun bisa menyalahgunakan artikel antum…yang siapapun bisa tersinggung. Apalagi urusan politik kayak gini…Musuh2 Islam dan orang2 yang berkepentingan menjatuhkan martabat PKS jelas terbahak2 melihat hal ini.

    Untuk kader yang lain…salam perjuangan..Jalan dakwah masih terjal dan berdebu…saatnya kita singsingkan lengan lebih tinggi.

    Wallahu a’lam.

    ————
    Tanggapan M Shodiq Mustika:
    0) Terima kasih atas nasihat akhi Suseno. Ana simak dan inya’Allah ana jalankan sesuai dengan kemampuan dan pemahaman ana.
    1) Kami sudah menyampaikan pesan mengenai kasus presiden PKS ini kepada pengurus-pengurus PKS.
    2) Mengapa kami juga menyampaikannya secara publik? Alasan kami sudah kami paparkan di https://muhshodiq.wordpress.com/2009/02/15/ketika-presiden-pks-digunjingkan-orang-banyak/
    3) Kami sendiri juga merasakan terjalnya jalan dakwah. Memang tidak mudah meyakinkan umat, apalagi meyakinkan pemimpin umat.
    4) Kami memaklumi ketersinggungan saudara-saudara kami di PKS atas kritikan kami itu, tetapi kami juga memaklumi ketersinggungan para artis yang merasa dilecehkan oleh presiden PKS dalam peristiwa itu.
    5) Terus terang, kami merasa sedih menyaksikan sejumlah artis, yang tadinya bersimpati kepada PKS, belakangan menjadi antipati terhadap PKS, antara lain disebabkan oleh peristiwa tersebut. Menurut kami, sebenarnya kasus ini merupakan momentum emas bagi PKS untuk meraih simpati yang lebih besar dari para artis, yaitu dengan cara meminta maaf secara terbuka. Sayang sekali, momentum emas ini masih disia-siakan. (Ana heran sekali, mengapa PKS enggan meminta maaf. Apakah di PKS tidak ada ahli yang memahami kecerdasan sosial, psikologi massa, komunikasi politik, opini publik, dsb? Ana yakin ada dan tidak sedikit, cuma barangkali suaranya masih kalah “vokal” bila dibandingkan dengan yang bukan ahli.)
    6) Momentum yang agak mirip dengan kasus tersebut pernah terjadi pada Prabowo Subianto, tokoh Gerindra. Bedanya, beliau berkenan meminta maaf secara terbuka, sehingga mendapat simpati dari publik, termasuk dari para artis.
    Wallaahu a’kam.

      Adil said:
      24 April 2009 pukul 09:15

      aduh aduh pak Shodiq,mengapa antum begitu menggebu nggebu memaparkan “kesombongan PKS” versi antum tersebut?
      memaparkan PKS yang penuh kontroversial dan kesalahan PKS yang ndak mau minta ngapunten tersebut?
      apakah anda ada bukti nyata tentang “kesombongan PKS versi antum tersebut?” di perkataan yang mana “sombongnya”?dan apa antum tidak menyadari kalau blog antum ini juga selalu memicu kontroversial?dan antum juga ndak pernah tuh minta maaf kepada pihak2 yang ndak berkenan dengan perkataan antum.

      afwan kalau perkataan ana tidak mengenakkan antum.

        M Shodiq Mustika responded:
        24 April 2009 pukul 09:48

        @ Adil
        Mengenai maaf, oke deh sekarang aku minta maaf kepadamu atas segala kata-kataku yang tidak mengenakkan dirimu. Terima kasih atas sarannya.
        Mengenai bukti, di postingan di atas aku sudah menjelaskannya. Silakan baca kembali dengan lebih cermat.
        Mengenai kontroversi di blog ini, aku sudah menjelaskannya di “Kontroversi di masyarakat tidak perlukah?

    idwik said:
    30 Maret 2009 pukul 21:07

    Aku Mau Buat PKS “Parte Kedok Syariat” bisa ndak ya?

    idwik said:
    30 Maret 2009 pukul 21:10

    Hidup PKS …PKS TEGAK PANCASILA TEGAK…..

    Rudy said:
    30 Maret 2009 pukul 22:25

    Orang sombong tidak sadar bahwa dia sedang melakukan kesombongan karena terhijab oleh “ilmunya” sendiri.
    Orang yang hatinya bersih selalu istighfar, karena sedikit saja hatinya ternoda dia akan merasakannya.

    Semoga Allah mengampuni kita semua….amiieenn….

    masih baikkah namaku disebut? said:
    31 Maret 2009 pukul 09:49

    Assalamu’alaikum WR Wb…
    di dunia ini, tidak ada yang lebih baik (termasuk saya), selain Allah Ta’ala…
    di dunia ini, tidak ada yang berhak untuk menyombongkan diri (termasuk saya), selain Allah Ta’ala…
    di dunia ini, tidak ada yang lebih suci (termasuk saya), selain Allah Ta’ala…
    maka, janganlah sekali2 mengklaim diri sendiri sebagai orang yang paling bersih, suci dan peduli…
    karena semua itu akan sirna, seiring berakhirnya usia…
    apakah rekan2 sekalian hidup hanya untuk menyombongkan diri saja?
    hidup ini sungguh sangaaaaat terlalu indah untuk suatu hal yang namanya sombong…
    entah itu PKS, KSP, SPK, KPS, atau apalah…
    entah karena saya yang memang tidak update atau OOT, tapi dari masa ke masa, PKS justru malah semakin berorientasi untuk duniawi…
    contohnya saja :
    – Memilih SBY sbg Capres tahun 2004, padahal secara nyata kader2 PKS(dulunya PK) sangat tidak menyukai figur ABRI.

    – kalo mau dibilang bersih, coba di cek, ada seorang Walikota di bilangan Selatan Jakarta yang kepleset suatu kasus (tahunnya lupa)

    – kenapa hampir sebagian kader2 PKS di dunia kemasyarakatan tidak mau membaur dengan warga sekitar?
    alias ANE PUNYA DUNIA+TEMEN2 SENDIRI, NGAPAIN ANE GABUNG SAMA ENTE2?
    apa karena saking suci, bersih, dan tidak punya dosa?

    – PKS paling rajin nempelin poster/stiker/slogan2nya di area Kampus2 Islam, jauh sebelum masa kampanye…
    apakah itu sebagai program POSITIONING?

    – tapi yang saya salut, PKS pasti lebih dulu cepat tanggap kalo ada bencana/musibah kemanusiaan (4 jempol deh…), tapi disayangkan kena pake atribut2 PKS, bendera, stiker, sampai baju segala (dikurangi 2jempol)…
    alangkah baiknya, jika kader PKS menyumbang tidak dengan atribut tersebut (dengan busana muslim/mah yang serba rapet pun juga sudah menunjukkan identitas PKS koq…)

    jujur saja, saya lebih suka dengan PK daripada PKS…
    maukah anda2 sebagai pemegang tampuk pimpinan PKS mengembalikan niat tulus PK sebagai partai yang benar2 berorientasi kepada kemaslahatan dunia dan akhirat?
    maaf, saya hanya menyampaikan kritik, kalo ada yang dirasa kurang berkenan, tokong dimaafkan…

      FKS said:
      2 April 2009 pukul 23:08

      sepakat…..
      memang sudah berubah…mungkin juga akan terus berubah..
      PKS tidak seperti PK di era 90-an di awal pergerakannya.
      Sekarang sudah sangat tampak semangat mencari “suara”nya. Semua pihak dirangkul…yang penting bergabung…lalu dimana prinsip dakwahnya?jangan sampai akhirnya menjadi besar tapi isinya hanya “buih-buih”.
      Kerja kader sekarang bukan hanya belajar dan dakwah tetapi harus mencari pendukung dan suara…..
      bahkan pakaian akhwatnya juga sudah berubah…tidak seperti dulu…

    sejarah2121 said:
    31 Maret 2009 pukul 14:51

    Bismillah,

    saya setuju dgn sebagian apa yang rekan “masih baikkah namaku disebut?” katakan….
    membantu korban tidak harus pake atribut atau pin atau identitas kepartaian tertentu, jika memang ikhlas membantu. sayang kan, niat tulus terkotori membela ‘ashobiah’ golongan atau kepartaian, dan yang digolkan orang lain menuju parlemen (loh kog gak nyambung)….ya maksudnya itu deh. Bantu ya bantu saja… kan amal baik dicatat dengan kebaikan juga kan? so what gitu pake atribut, pa lagi pas baksos, duh… spanduk lagi…atribut lagi…pa lagi deket pemilu…duh jalan2 aja pake atribut.

    pokoke gitu deh…

    ternyata ada yang berfikiran sama dengan Aye….hik…hik…

    hmcahyo said:
    31 Maret 2009 pukul 19:27

    wah masih rame neh 😀

    ivanbatara said:
    1 April 2009 pukul 08:25

    hihihi…* comment di sini aja deh.
    baca beberapa tulisan Pak M Shodiq *cuma dua ding.
    dan ngeliat comment2 debat, defense al ilm, counter attack *kek men bola aja.
    asli dah, kl yang gini2 pasti bakal rame. hehehe

    ati2 lo semua “pernyataan” di tanggung di akhirat! ^_^

    aryu said:
    1 April 2009 pukul 10:04

    Yang umat Islam dambakan ya kejayaan Islam,kebangkitan Islam coz itu uda janji Alloh. Yang berjuang di dalam sistem tidak selalu lebih baik dengan yang di luar sistem(coz di dalam sistem itu banyak godaan). Yang di luar sistem juga tidak selalu lebih baik dari yg di dalam. Hanya Alloh yang tahu dan pantas menilai. Kalo emg kita ga ikut berjuang di dalam sistem, doakan buat saudara2 kita yang berjuang di dalam sistem.
    Yang pasti umat Islam bersaudara, so jangan saling menjelek-jelekkan. Menasehati boleh, tp kan juga ada adabnya..

    Allahuakbar!!

    ABU ZAYDAN said:
    4 April 2009 pukul 21:57

    Gerakan dakwah = Merangkul. Dakwah Politik = Memukul. Saya rasa tujuan mas shodiq menasehati itu “Dakwah=Merangkul”. Mas Shodiq sudah berusaha. Yang ga terima itu yang ngeyel aja…

    Bravo mas Shodiq. mari kita terus kritisi PKS!!!

      Anak rantaww said:
      14 April 2009 pukul 19:29

      Betul skali mas abu zaydan, dgn tetap mngkritisi PKS, artinya anda punya perhatian trhadap PKS dan masih punya secercah harapan bahwa akan ada partai yg betul2 membawa kemaslahatan bg masyarakat qt…aminn
      Bravo mgkritisi PKS… tp Mengkritisi yg membangun tentunya..hehe

    NTMAKSIAT said:
    5 April 2009 pukul 10:04

    Gerakan dakwah = merangkul, merangkul semua bidang kehidupan ya ekonomi, politik, budaya, sosial, hukum dll. Tdk ada yg salah dakwah di bidang politik begitu juga di bidang lainnya karena Islam adalah agama yg lengkap, universal dan rahmat bagi semesta alam jadi tidak boleh ada satu bidang pun yang lepas dari dakwah. Mari kita terus kritisi PKS? wah bagus kalau memang kritik yg membangun toh isinya PKS adalah manusia yg bisa salah tapi luruskan niat kalau mengkritik hanya untuk mengingatkan sesama muslim bukan karena benci, tapi g adil kalau hanya PKS saja yg dikritik masih banyak partai2 lain yg perlu dikritik ayo kita mengkritik untuk Indonesia lebih baik. Sukseskan Pemilu 2009! Golput hanya untuk orang yang putus asa! (tuan rumahnya kemana ya?)

    Anak rantaww said:
    14 April 2009 pukul 19:19

    Aq liat blog-nya mas Shodiq ini sarat muatan politis bgt y, …ya mgk perasaanqu aja kali..maklum terlahir sensitip..hehehe, ada comment dari mas shodiq yg krg lebih kayak gini “blog ini cuma memberitakan 1% aja ttg PKS dari keselurahan isi blog”…kayanya nda deh…wong aq liat bnyk koq posting dari m’ shodiq yg mnyoroti PKS…ono opo iki mas? tercium spt ada udang dibalik dibatu neh…skli lagi..apa ini perasaanqu aja…hihihi

      M Shodiq Mustika responded:
      14 April 2009 pukul 19:41

      @ Anak rantaww
      Ya, itu cuma perasaan Anak rantaww aja.
      Perhatikan sidebar. Di situ tertulis “fokus kita pekan ini”. Kalau fokus yang sedang dibicarakan adalah masalah politik, maka partai politik akan sering disoroti.
      Di sidebar pula, tersedia arsip (Gudang Info). Dari situ, siapa pun bisa menelusuri semua isi situs ini sejak awal berdirinya. Dari situ, silakan hitung berapa persen postingan mengenai PKS.

    Anak Rantaww said:
    16 April 2009 pukul 03:58

    ooo, beratri ini emang perasaanq aja ya..hehe
    semoga memang begitu adanya…tpi boleh usul dak mas, mbok ya menampilkan beritanya lebih berimbang, ndak melulu ngjeleki PKS. coba dikritisi partai2 islam dan sekuler lainnya(yg ini aq belum liat nih tulisannya, cuma nemu goyang sexy parpol, yg ujungnya tetep aja ngjeleki PKS, apa ini cuma perasaanq aja..)…jadi tdk seperti blog yg memplot opini public untuk ndak suka sama PKS..wallopun pemilu parpolnya wis rampung tapi ya ndak ada salahnya untuk pembelajaran buat kami2 pembaca setia blog mas shodiq yg masih blm ngerti politik.
    aq bukan kader PKS loh mas, cuma sedih aja kalo blog yg indah ini dikotori dgn hasad & dengki (bukan dari mas shod loh ya…) dari org2 yg memang ndak suka dgn islam dan partai islam- bisa diliat dari comment2 nya…org yg ndak tau apa ttg PKS, setelah liat blog ini eh malah jadi benci tanpa cek dan ricek.

    untuk sodara seimanku di pks, tetep perjuangkan dienul islam, jgn terjebak dgn politik instan yg penuh intrik dan cuma haus akan kekuasaan.

    sedikit nasehat sesama muslim mas…sedikit aq ambil kutipan Firman Allah surat (Al-hujurat: 11-12)

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan) , karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat:11- 12]

    cayo mas shodiq, terus berkarya dan berdakwah sebagai ladang amal anda.

      M Shodiq Mustika responded:
      16 April 2009 pukul 06:27

      @ Anak Rantaww
      1) Oke. Silakan sampaikan usul berita yang manakah yang perlu kami tampilkan di sini supaya “lebih berimbang”.
      2) Di “7 Video Goyang Sexy…” justru partai-partai lainlah yang lebih tampak jelas “keburukannya”.

    mahfudz said:
    21 April 2009 pukul 21:56

    Saya memberanikan diri untuk nimbrung, walaupun masalah politik bukanlah hal yang menarik bagi saya, saya terbiasa dengan pekerjaan teknis…yang simpel dan praktis saja.
    Ada baiknya semua yang merasa cinta PKS mereview kembali perjalanan PKS dari keikutsertaan pertama kali dalam pemilu pada tahun 1999, menjadi “rookie of the year” pada pemilu 2004, dan terakhir”kampanye wajah baru” pada pemilu 2009. Dengan begitu akan diketahui sisi putih dan kelam partai yang dicintai ini. Sehingga pembelaan yang dikemukakan adalah pembelaan yang mempunyai landasan berfikir, bukan hanya hanya pembelaan atas dasar”cinta buta”.
    Saya sendiri adalah pemilih PKS pada tiga periode pemilu,meskipun saya datang dari background komunitas yang oleh sebagian kader-kader militan PKS dipandang sebagai pengamal ajaran bid’ah.
    Saya merasa PKS tahun 2004… lebih banyak memberikan kesan pedulinya kepada bangsa ini. Benar gak ya…?

    dir88gun2 said:
    2 Juni 2009 pukul 16:16

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas? 😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

    Penginapan di jakarta said:
    27 Februari 2011 pukul 12:28

    mampir nich dari jakarta selatan…
    also visit jasa pengamanan

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s