Benarkah PKS itu bersih, peduli, dan profesional?

Posted on Updated on

halloooooo……. chillll….. every body….. come down……. slow….. tenang….. gak usah pake otot…. (halah gak bisa nulis dong kalo gak pake otot tangan…. he…. he….) nyantai…. hati boleh panas… otak boleh kenceng…. tulisan tetep harus dijaga……

Posting ini kan hanya pendapat saudara M. Shodiq semata…. gak pa’pa dong dia nulis sesuka hati dan sesuai dengan fakta dan pengalaman yg dirasakannya…… kalo ada benturan yah… itu juga masih bisa dikatakan jamak lah…….. karena sebelum ditulis disini saudara M. Shodiq ini dah tau hasilnya akan begitu…..

Buat yg dukung PKS saya harap gak usah terlalu serius menanggapinya… biasa aza….. pendapat satu orang jika dibandingan dengan ribuan orang yg masih harus diyakinkan oleh PKS bahwa anda adalah partai yg bersih, peduli dan profesional adalah jauh lebih penting….. dari pada terkesan membela diri dan berdebat dengan dua sisi pandang yg berbeda…. istilahnya Jaka Sembung Naik Ojek…… Sorry…. Gak Nyambung Jek……

bagimanapun sebuah cerita akan selalu mempunya dua sisi eh… tiga sisi malah…. sisi aku…. sisi kamu dan sisi cerita itu sendiri…. jadi biarkan dia jadi cerita versi siapa…. gak perlu merasa saya paling benar…. atau siapa yg harus disalahkan….. karena cerita tanpa konflik hambar rasanya… seperti cinta tanpa cemburu tak sedap rasanya…..

kayanya saya udah ngaco nih…. ha…. ha…. ha…. sukses buat saudara M. Shodiq….. God Bless U……. Hidup buat temen-temen di PKS… Jadikan Diri Kalian Semua….. Semangat Baru….. buat negeri ini…. buat bangsa ini…. terlebih lagi buat agama Islam ….. ALLAHUAKBAR…. ALLAHUAKBAR….. ALLAHUKBAR….

Hasilnya, aku tahu lebih dulu? Enggak, ah. Paling, cuman dugaan (hipotesis).

Dengan diskusi begini, setidak-tidaknya kita bisa meraba-raba sebersih apa akhlak kader/pendukung PKS. (Bagiku, bersih itu juga meliputi kebersihan hati dari “kebanggaan” terhadap kelompok). Kita juga dapat memperhitungkan apa yang lebih dipedulikan (menyampaikan aspirasi kelompok ataukah mendengar suara calon pemilih). Kita pun bisa menilai se-profesional apa kader/pendukung PKS dalam menyampaikan tanggapan terhadap suara calon pemlih (asal bicara ataukah menggunakan pertimbangan/landasan sekuat-kuatnya), dsb. Bukankah slogan PKS itu bersih, peduli, dan profesional? Biarlah para pembaca menilai sendiri apakah kader/pendukung PKS yang berkomentar terhadap artikelku di situ, di sini, dan di sana memang begitu.

Iklan

57 thoughts on “Benarkah PKS itu bersih, peduli, dan profesional?

    muftialy said:
    26 Maret 2009 pukul 20:31

    Assalamualaikum… Bung Shodiq, bagaimana kabarnya? Postingan di atas kok tidak diberi siapa yang nulis? Nggak biasanya bung Shodiq menyembunyikan identitas si pemosting…
    Kalau aku sih pernah dengar bahwa perolehan suara PKS pemilu kemaren yang katanya sampai 8 % (kalau aku nggak salah lho) itu bersih merupakan omdo (omong kosong doang); tapi, Wallahu a’lam, apakan hal ini bisa dipertanggung jawabkan apa tidak, I don’t know..
    Fitnah nih? Nggak, saya nggak menyebarkan fitnah, tapi ini sekedar pemberian gambaran untuk postingan bung Shodiq di atas, bahwa penilaian apakah benar bahwa partai bernomor 8 ini betul-betul bersih, peduli, dan professional itu terserah kepada masyarakat Indonesia.

      M Shodiq Mustika responded:
      27 Maret 2009 pukul 00:23

      wa’alaykumussalaam…. kabarku: masih membutuhkan asisten pribadi. Tolong ikut carikan, dong!
      Oh ya, postingan tersebut merupakan kutipan dari diskusi di sini. Terkadang identitas itu aku cantumkan, terkadang tidak.

      Dewi said:
      1 April 2009 pukul 15:53

      Yang aku tahu dan menurut orang yg tau bener dgn org2 pks ternyata pks itu hanya terlihat dari luar saja bersih padahal sama saja dgn yang lain tapi biar saja bangkai itu ngak akan lama tertutupi

        Fatkur said:
        1 Desember 2012 pukul 22:26

        kalo pengen tahu bener2 yaa harus masuk ke dalamnya jg,, bukan asal2 tau dari orang… hehe

    akangjana87 said:
    27 Maret 2009 pukul 09:07

    PKS Besih peduli dan profesional…. yah kita do’akan saja semoga partai ini bisa bejaya…. ammin

      Aden Kejawen said:
      27 Maret 2009 pukul 10:55

      Saya sempat simpatik dan kemudian justru ragu dengan PKS karena banyak sekali ketimpangan yang saya rasakan justru ketika saya semakin dekat dengan PKS itu sendiri (*di Jakarta)

      Informasi yang gamblang di Ibukota memberi ruang besar bagi setiap partai untuk promosi atau justru dikuliti dan PKS justru saya rasa menguliti dirinya sendiri dengan sesumbarnya

      Iklan2 PKS kurang bijak, mendidik dan justru tidak terlihat Akhlaqul Karimah sebagaimana Background PKS itu sendiri

      Maaf jika ada yang tersinggung!

    Billy Koesoemadinata said:
    27 Maret 2009 pukul 10:51

    PKS? hmm.. yang pasti sih, saya entah kenapa – lebih sreg sama PKS yang sebelum 2004

    bocahbancar said:
    27 Maret 2009 pukul 17:30

    Hhhhh…Tau ah, saya ga milih…

    Males….
    Titikk….

    Salamhangat Bocahbancar Pak Shodiq…..

    herdian said:
    27 Maret 2009 pukul 20:52

    PKS (Partai Kapitalis Sosialis). kayaknya gak deh…… semua partai yang ada di indonesia semuanya hanya Omdo (Omong Doang). aku lebih abaik gak milih ahh dari pada mendukung partai yang mudorat.

    dobelden said:
    27 Maret 2009 pukul 22:41

    Gerindra…. kekeke

    jiwo said:
    28 Maret 2009 pukul 01:06

    PKS bersih peduli dan profesional…ah partai tetaplah partai,ujung ujungnya adalah kekuasaan

      hehehe said:
      31 Maret 2009 pukul 18:46

      puilih pds aja mas!

      Fatkur said:
      1 Desember 2012 pukul 22:30

      namanya partai yaa kekuasaan yg dicari, mereka (PKS) memang partai politik, yg penting saat berkuasa, bener gak ? amanah gak? profesional gak? peduli sama rakyat? itulah kuncinya,,, smoga pemimpin kita adalah yg amanah, bersih, peduli, dan profesional… amin

    estawar said:
    28 Maret 2009 pukul 11:45

    PKS? 🙂 best partai of other partai… emang pks ga sempura, tapi ga ada yang lebih bersih dan sepeduli pks, itu kenyataan 🙂

      M Shodiq Mustika responded:
      28 Maret 2009 pukul 21:12

      @ estawar
      Kenyataan menurut siapa? Kriterianya apa? Menurutku, ada yang lebih bersih dan lebih peduli, sehingga lebih baik daripada PKS. Tergantung pada kriterianya. Contohnya, jauh dari kesombongan. (Bagiku, ini merupakan bagian dari “bersih”.) Pada kriteria ini, PKS saat ini bukanlah partai terbaik menurutku.
      Sungguhpun demikian, aku takkan pusing-pusing menyimpulkan manakah partai terbaik bila keseluruhan kriteria itu disatukan. Lha wong yang kucontreng nanti adalah nama caleg, bukan nama partai. Bagiku, lebih mudah mengenali caleg terbaik daripada partai terbaik. Sebab, partai merupakan sistem yang jauh lebih rumit daripada individu.

        ariz said:
        31 Maret 2009 pukul 08:24

        lha wong caleg itu kan di usung oleh partai, qta nih harus pinter milih mana yg baik. kalo sj org2 yg ada di dlmnya sj gkbner gk pro rakyat trus nurunin kebijakn yg gk pro rkyat pula apa jadinya Indnesia!! msak kita plih situ, nggak kan??! so, kalo qta pilih caleg, lihat tuh partainy yg ngusung bersihh nggak. MARI KITA SUKSESKAN PEMILU 2009 TUK INDONESIA BERSIH DAN MAJU… )I(

        hehehe said:
        31 Maret 2009 pukul 18:44

        itulah PDS, ya khan mas!

        Fatkur said:
        1 Desember 2012 pukul 22:33

        PKS pernahkah terbukti korupsi??? gak pernah kayaknya deh… kadernya aja diharamkan merokok… dan setahu saya, kenalan2 saya org2 PKS orangnya baik2… itu fakta, coba kenalan sama kader2 PKS deh…

    estawar said:
    28 Maret 2009 pukul 11:48

    mang sodiq blognya pink 🙂 orangnya pasti kalem dan lemah lembut serta welas asih budi pekertinya.. ya kan mang?

    AMAR said:
    28 Maret 2009 pukul 17:19

    Terima kasih buat saudara M. Shodiq yg telah memberi judul baru untuk posting saya….. pertanyaan besar yg cukup menggelitik dan patut menjadi otokritik buat PKS……

    Apakah PKS bisa bersih, peduli dan profesional….. jawabnya kenapa tidak…..

    saya termasuk orang yang selalu berharap dan optimis bahwa dibangsa, negara dan tanah air ini masih “ada” dan “banyak” orang-orang yang amanah….. dimanapun mereka berada…. apapun pekerjaan…. gak perduli sukunya, agamanya, dan hal hal kecil lain yg selalu kita besar-besarkan yg terkadang menjadi perpecahan diantara kita…

    jika INDONESIA ini adalah sebuah gedung….. marilah kita memposisikan diri kita sebagai batu bata….. dengan keindividuan, kebanggaan, dan keunikan kita masing-masing….. jika kita tidak mampu menjadi semen perekatnya biarlah kita tersusun dengan rapih tanpa perlu merasa lebih…. cukup tau diri dimana tempat kita masing-masing…. jika dibawah letak anda kokohkan diri anda sebagai pondasi sehingga bangunan itu tidak goyah…. jika ada diletakkan ditengah jadilah tembok yg akan melidungi seluruh isi gedung tersebut….. jika ada diatas…. berlakulah sebagai atap untuk menaungi dan melindungi keseluruhan gedung tersebut…….

    yang menyedihkan terkadang kita dengan sadar mengancurkan atau setidaknya melemahkan bagunan itu sendiri….. he… he…. he… kedengarannya didramatisir banget yah….. ha…. ha… ha…
    jadi malah gak yambung sama judul diatas….

    jadi apalah arti sebuah partai yg bernama PKS…. yg kalo diukur perolehan suaranya cuma 8 % atau yah…. gak jauh dari itu deh….
    tetapi lihat begitu banyak cerita dan kisah yg kita dengar tentang partai ini…. mulai dari mass media sampai didunia maya ini…… sekali lagi kenapa……. coba tanya lagi….. kenapa………. hayo deh…. kenapa…….. ha….. ha…. ha….. tau gak…….. apa karena mereka jago bikin berita….. atau jangan-jangan mereka begitu cerdasnya sehingga apapun yg mereka kerjakan menjadi berita…….. ah…. saya rasa itu terlalu berlebihan…… mereka tetaplah partai kecil…… sekali lagi partai kecil……. atau jangan-jangan kita lah yg terlalu berharap dinegeri ini akan ada partai yg bersih, yg peduli dan yg profesional………..

    untuk saya PKS itu hanya sebuah partai….. sama seperti partai lain yg ada di Indonesia ini…. yg isinya manusia juga……… yg juga punya ide, impian, kebanggaan, nafsu dan hasrat-hasrat manusiawi lainnya selayaknya manusia biasa…… sekali lagi manusia biasa…… jadi kalo ada yg cari cari kesalahan dari partai ini…. yah… pasti ada…… banyak mungkin…….

    saya cuma berpositif thinking aza lah…… bahwa harapan itu masih ada….. entah di PKS….. di diri anda…… di saya….. kita….. semuanya……. OPTIMISME sekali lagi OPTIMISME….. (nyadar gak sih… saya selalu ngulang ngulang kata….. he…. he…. he….. artinya di tekankan gitu loh…….)

    udah ah…. cape serius melulu…. he… he… he….. pernah gak ada yg curiga…. he…. he.. he…. minimal bertanya dalam hati….. (seperti saya gitu…. jujur loh…..) jangan jangan saudara M. Shodiq ini pendukung atau malah kader…..(ha…. ha… ha….) yah minimal simpatisan gitu…… ha…. ha…. ha…… dari PKS…… habis kayanya beliau konsern (kalo gak mau dibilang peduli) banget ama partai ini….. lihat aza dibikin tag khusus bro….. pks….. hi….. hi…. hi…. maaf yah saudar M. Shodiq….. saya suka becanda kok……. sekali lagi sukses buat anda…… hidup buat PKS….. terlebih lagi buat seluruh pembaca blog ini….. tetaplah OPTIMIS……. HARAPAN ITU MASIH ADA……

      M Shodiq Mustika responded:
      28 Maret 2009 pukul 17:49

      @ amar
      1) Mengapa aku menaruh perhatian yang agak besar pada PKS di situs ini? (Dalam buku karyaku, hampir tak pernah aku menyinggung PKS.) Alasanku sudah pernah kusampaikan: “Sebab, dibandingkan partai2 lain, kader2 PKS-lah yang paling banyak menggunakan internet.
      2) Apakah aku kader/pendukung/simpatisan PKS? Kata teman-temanku, aku adalah pendukung partai ini. Aku sendiri lebih suka disebut sebagai simpatisan saja.
      3) Amar menggunakan ungkapan “cari-cari kesalahan”. Bagi banyak orang, ungkapan tersebut berkonotasi negatif. Entahlah kalau bagi Sdr. Amar. Aku sendiri tidak merasa mencari-cari. Lha wong datanya itu muncul begitu saja (tanpa kuminta dan tanpa kucari) dari situs berita yang hampir setiap hari kubaca.

        AMAR said:
        28 Maret 2009 pukul 18:40

        emang muhammadiyah bisa PKS? buat Indonesia lebih baik kenapa tidak….. he…. he…. he…..

        trus masalah cari mencari tadi… makin jelas toh…. wong gak dicari aja muncul sendiri toh….. apalagi dicari…. wiss segudang jadi salahnya….. ha….. ha…. ha….

          M Shodiq Mustika responded:
          28 Maret 2009 pukul 19:26

          @ amar
          Selain menjadi simpatisan PKS, aku juga menjadi simpatisan PPP, PAN, PKB, PBB, PBR, PMB, dan beberapa partai lainnya. Boleh dong, menaruh simpati pada beberapa partai sekaligus.
          Orang Muhammadiyah itu ada di berbagai partai. Di Golkar, PDIP, dan sejumlah partai nasionalis lain, ada juga orang Muhammadiyah.

          AMAR said:
          31 Maret 2009 pukul 18:29

          weleeh…. weleh…. weleh… kita sama dong saudara M. Shodiq……. saya juga simpatisan kebenaran siapa yg benar….. siapa yg bersih….. pokoknya semua yg baik-baik….. saya simpati….. siapapun orangnya…. siapapun partainya….. siapapun agamanya……. siapapun mahzabnya….. siapapun alirannya……

          saya juga gak suka orang sombong…… sok tau…. sok benar….. dan sok….. sok….. yang lainnya……..

          tapi saya kemudian tersadar….. saya istighfar….. masyaallah….. saya menangis……. siapa saya….. siapa kita….. berani-berani menilai seseorang itu….. baik….. benar…… apalagi berani-berani menilai seseorang itu sombong…. sok tau…. sok benar…….

          apakah kita berhak menilai seseorang karena ucapan yg kita dengar (apalagi yg hanya katanya orang………) apakah karena perbuatannya yg dilakukan….. (sekali lagi atau hanya katanya orang……..) kembali saya istighfar……….

          kalo orang salah bicara satu kali bukan berarti dia akan salah terus menerus….. siapa kita berani menilai orang itu………
          kalau orang salah berbuat satu kali bukan berati dia kan selalu berbuat kesalahan terus menerus….. siapa kita berani menilai orang itu……

          mari kita bertanya siapa kita…… siapa kita….. siapa kita……
          kembali saya istighfar……… kembali saya menangis……….

          saya bukanlah pejuang kebenaran……. saya gak berani mengatakan inilah kebenaran……. karena benar itu bukanlah wewenang manusia….. saya teringat perumpamaan jika kita menunjuk satu jari maka empat jari yg lain mengarah kediri kita…..

          eh…. posting saya kali ini kaya…. puisinya Om Rendra yah….. he…. he…. semangat….. tapi….. saya beneran sedih nih……. ah…. gak tau lah…… mo omong apa lagi….. saya masih menangis nih….. tapi…. apa guna air mata….. gak lah…. cukup…. mari kita berbuat….. jadi solusi…. jadi kebaikan….. jadi apapun yg nilainya akan menjadi amal…….

          Yaaa…. Allah….. tunjukilah kami jalan yg lurus…. (Yaitu) jalan orang-orang yg telah Engkau anugrahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yg dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat…. (Al Fatihah: 6-7)

    green said:
    28 Maret 2009 pukul 23:02

    Aslm..tulisannya amar kocak jugaa…hmmmm…
    kayaknya kebanyakn coment diatas banyak yang g milih ya pas tagl 9 ini…padahal …kejayaan Indonesia ada di tangan kitaa..
    meski 1 suara, itu sangat berarti..
    ada yang ngomongin kader+simpatisan,kalo green apa yaa??? hmmm… biarlah itu jadi konsumsi pribadi sja..
    baru kali ini sy lihat blog yang bahas khusus tentang PKS (walllahu’alam dengan blog yang lain)..
    Terlalu banyk perdebatan, termasuk masalah PKS, partai yang selalu jadi perbincangan,..
    ada bencana , PKS duluan yang maju..diberitakan dimedia, dikomntar ini itu..
    masalah palestina, PKS yang unjuk suara…dikomentari ini itu,…
    yaacchhh …partai yang selalu jadi sensasi (untungnya sensasi yang bgus2, ketimbang partai lain, sekali sensasi langsung heboh–jatuh pamor daahh)
    Banyak yang bilang PKS cma mau cari muka, hari2 menjelang pemilu langsung giat ngelancarkan aksinya…padahal kalo ditelusuri di berbagai daerah PKS selalu cepat tanggap,…misalnya ada bencana, PKS buka posko,,kenpa partai lain malah caci maki??? kenpa mereka g berinisiatif juga buat posko..
    masalah palestina juga misalnya…partai lain bilang kenpa ngurusin negara orang..??
    padahal sebenarnya kan mereka adalah sodara2 kita, g hanya masalah palestina sj,..tapi ambon, aceh, jogya..bahkan Iraq, afganistan dan negara2 yang terluka , juga ‘diangkat’ oleh PKS…
    PKS memang bukan partai yang ‘bener2 bersih’ dalam artian g punya kesalahan..pasti ada kok
    karena yang didalamnya adalah manusia biasa yang pasti punya khilaf…
    dikritik pasti sudah biasa, di caci apalagi…
    tapi partai hanyalah partai…sebuah kendaraan untuk mewujudkan negara yang diharapkan rakyat Indonesia( termasuk sya ini)…negara yang maju, adil, sejatera, damai dll
    kita lihat saja di 2009 ini…siapakah yang maju menjadi wakil rakyat..
    Saya yakin…Indonesia akan lebih baik karena masih ada harapan..

    Yaaa,,,, HARAPAN ITU MASIH ADA…

      M Shodiq Mustika responded:
      28 Maret 2009 pukul 23:27

      @ green

      baru kali ini sy lihat blog yang bahas khusus tentang PKS (walllahu’alam dengan blog yang lain).

      Di luar sana ada banyak blog yang 100% menyuarakan aspirasi warga PKS. Di situs shodiq. com ini, porsi pembahasan tentang PKS hanya 1 (satu) persen.

      hehehe said:
      1 April 2009 pukul 20:05

      yang gitu mah udah biasa mas BARISAN SAKIT HATI…………… gak ikutan masaknya tapi pengen kuenya, pas gak kebagian………. NGOCOL deh di luaran………

    Freebook said:
    29 Maret 2009 pukul 09:25

    PKS…?, whatever about PKS
    I still love PKS

    ayoellg said:
    30 Maret 2009 pukul 10:36

    no comment, buat aku siapa aja yang terpilih nantinya jadikanlah negeri ini damai dan sejahtera.

    ayoellg said:
    30 Maret 2009 pukul 10:39

    oh ya dari pada bingung mikirin partai lebih baik kita bangun dulu diri sendiri agar lebih baik. dan ingat tidak ada manusia yang tak luput dari dosa dan jangan sok bersih, apa sudah yakin pks itu partai yang bersih Wallahu alam. jangan terlalu berlebihan atau lebai ah. semoga pks menjadi partai yang baik

    eBho said:
    30 Maret 2009 pukul 11:09

    Aslm,,,
    forum demokrasi kan? bebas ber comment,,,
    apa iya,,, parpol yang diagung-agungkan tidak ada penyimpangan?
    trus kasus yang di Sumatera (Caleg PKS yang tertangkap di T4 Hiburan Malam) itu apa dong,,,
    so, ga usah terlalu mengumbar-umbar,,,
    sy rasa seluruh parpol mengatakan semua bersih dan bagusssss

    unah said:
    30 Maret 2009 pukul 15:12

    Akar kejahatan adalah merasa paling benar sendiri. Orang yang merasa yang paling benar sudah tercatat dalam sejarah menjadi pribadi yang sangat dibenci. Para musuh Nabi Allah yang zaman sekarang ini sangat kita benci, dulunya adalah orang yang merasa paling benar.
    Begitu pula dengan PKS jika tidak ingin dibenci oleh para keturunan kita dimasa depan jangan lah merasa paling benar sendiri.
    Setiap dari pribadi kita memiliki standar penilaian dan wawasan tentang apa itu kebenaran.
    Jadi, ketika PKS mengklaim sebagai yang paling Bersih, Peduli dan Profesional itu hanya mengikuti standar yang ditetapkan oleh intern PKS saja, sementara diotak orang lain yang non PKS itu bisa ditafsirkan sebagai pernyataan Takabur, sombong, sok suci bahkan mungkin munafik.
    Apa yang diklaim PKS hari ini akan menentukan sejarah untuk masa depan.

      reny said:
      30 Maret 2009 pukul 17:41

      PKS semoga bisa menyelesaikan permasalahan bangsa, jujur aja sejak tahun 1999 saya sudah bersimpati dengan partai ini. dulu dengan nama Partai Keadilan. walaupun saya orang biasa dan ga berjilbab (He..he.. soalnya kebanyakan kader dan simpatisan PKS itu berjilbab dan Yg laki pada berjenggot) tapi saya selalu mendukung PKS. Semoga PKS tetap bersih peduli dan Profesional. insya allah.

    Bahtiar Baihaqi said:
    30 Maret 2009 pukul 18:18

    Sekadar menyimak. Penginnya sih mereviu atau memungut beberapa poin soal pks di sini buat postingan, tapi gak jalan2. Penyakitku yang pemalas mungkin penyebabnya.

    sofwan.kalipaksi said:
    30 Maret 2009 pukul 19:31

    tentang nilai lebih kader PKS di mata kader PDI Perjuangan lihat di sini:

    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/03/30/kisah-kurcaca-moncong-putih-dan-kurcaci-pks/

    Mr Roy said:
    31 Maret 2009 pukul 08:30

    Aslm.. yanhhh sekadar urun rembuk bung, emang slogan siapa aza boleh pake bersih peduli dan profesional cuma sebaris kata, yang penting buktinya, kalau gak dibuktiin hanya akan jadi bumerang bahkan DOSA karena seperti SEBUAH JANJI pada semua umat manusia di INDONESIA ini..
    Saya cuma mau kritisi kata profesional.. PKS kadernya jauh dari profesional coba lihat saja di JAWA TENGAH. NYALONIN GUBERNUR KOK SUDAH KENA PERKARA KORUPSI. untung aja gak jadi. DI DKI Nyalonin kok dari … (semua tau) kan tau bagaimana tu cerita baground SI CALON.. UNTUNG AZA GAK JADI JUGA.. dan banyak daerah lain cuma kita gak tau.. KADER PKS TU MASIH PADA AMATIRAN KURANG BELAJAR POLITIK JADI PADA SIDANG DI DEWAN MALAH GAK ADA SUARA.. TAKUT USUL KARENA TAKUT KESANGKUT KORUPSI.. JADINYA DAERAH YANG DIWAKILI GAK PERNAH DIBANGUN KARENA ASPIRASI TIDAK TERSALURKAN..
    OK BERSIH n PEDULI.. TAPI JADI WAKIL RAKYAT YANG KITA BUTUHKAN PEMIKIRAN YANG CEMERLANG BUNG, BUKAN SLOGAN BERSIH PEDULI.. KARENA PENGEN BERSIH N PEDULI JADI GAK BERBUAT APA APA TAKUT KEJERAT KPK. PERCUMA KAYAK GITU DI PILIH…
    OK BUNG SILAHKAN DI KOMENTARI PENDAPAT SAYA..

      M Shodiq Mustika responded:
      31 Maret 2009 pukul 08:38

      @ Mr Roy
      Hmmm… terlalu hati-hati seperti itulah salah satu yang aku khawatirkan dari partai yang berslogan “bersih”.

      footprint1980 said:
      8 April 2009 pukul 08:21

      Pilih yang manis apa yang asem, dua-duanya sama-sama punya rasa, tinggal dipilih, kalo ga ada yang jujur sama cemerlang, pilih yang cemerlang tapi ga jujur atau pilih yang jujur tapi belum cemerlang
      hehe.. tau bedanya kan? (yang satu adalah mental, yang satu adalah skill atau kemampuan, yang mana yang lebih mudah dipelajari yaa?)

      Arif H said:
      12 April 2009 pukul 10:31

      Dalam berbuat selalu ada ketidaksempurnaan. Kami Warga PKS akan selalu melakukan yang terbaik untuk bangsa & negara ini. Maksh atas masukannya

      PKS Family.

    aadim said:
    31 Maret 2009 pukul 08:51

    Aslm…
    disetiap partai yg menjadikan partai itu ber-image bersih, bebas korupsi dsb adlh orang2 yang ada didlmnya & tentunya setiap orang memiliki sifat/karakter yg b’beda. ada yg berniat tulus & ikhlas b’juang utk kemajuan bangsa & negara, ada pula yg berniat mencari popularitas, kekayaan dsb dgn cara2 yg haram. skrg tinggal kita yg m’bandingkan dari sekian byk partai yg ada, partai mana yg kadernya masih konsisten utk membangun bangsa & negara walaupun terkadang ada cacat sedikit, setidaknya masih ada harapan bisa m’berikan perubahan utk bangsa & negara ke arah yg lbh baik krn sebersih & sebaik apapun manusia pasti memiliki kekurangan, dan manusia itu bukanlah malaikat.
    jika bimbang memilih partai/pemimpin/wakil rakyat, maka beristiqorohlah…
    jangan anda menjadi bagian dari orang2 yg GOLPUT = GOLONGAN PUTUS IKHTIAR (na’uzubillaah)

      M Shodiq Mustika responded:
      31 Maret 2009 pukul 08:55

      @ aadim
      Ya, aku setuju. Itulah sebabnya dalam pemilu nanti, aku mencontreng nama caleg (orangnya), bukan partainya.

    Rika said:
    31 Maret 2009 pukul 09:49

    Sejak dari 1999, awal mula mengenal cikal bakal PKS (PK) sampai sekarang, saya masih merasakan PKS yg Besih, peduli, dan Profesional. Sah2 saja orang lain berpendapat seperti apa. Kehidupan tanpa letupan2 memang kurang menggairahkan…
    Semoga PKS tetap istiqomah… BERSIH, PEDULI DAN PROFESSIONAL….

    sejarah2121 said:
    31 Maret 2009 pukul 14:05

    bismillah,…

    boleh ‘ngeriwuin’ gak?
    eh…mau tau cara melihat seberapa ‘keikhlasan’ partai-partai ‘ntu’ yang kata sebagian calegnya: “berjuang untuk rakyat”, “melayani masyarakat”, “amanah”, “jujur”, dan “profesional”, dll buuuaaanyak banget. mau tau…?

    pasti deh… pengen tau kan?

    liat aja ketika ada musibah situ gintung. banyak caleg dari partai, plus partainya pada buka posko. kan kalo niat ngebantu, gak perlu embel-embel spanduk partai toch, anak kecil juga tau kalee. masak dah gede pake cara anak-anak.

    berani gak. ‘kader’ partai yang sdg kita bicarain ini, atau partai lainnya ketika ngadain “baksos” atau ngebangun “posko” bencana, tanpa masang bendera atau pake kaos, atau ngga perlu pake pin partai sekalipun. kan Allah maha melihat perbuatan mereka, dgn begitu jika niatnya baik, tetap tersampainya pahalanya dan terbalaskan niat baiknya. memang kita gak tau kan isi hatinya, tapi dari zohirnya dah “ketebak” dalemnya. hingga dikhawatirkan rusaknya amalbaiknya tersebut. CONTRENG DAKU…CONTRENG DAKU…. BIAR KU JADI PEJAAABAT!

    gitu kira-kira syairnya….

    maapin yee jika salah kate

      hehehe said:
      1 April 2009 pukul 20:19

      Orang yang kena bencana mah gak pernah mikirin siapa yang buka posko, mau pake bendera apapun juga gak bakalan sempet kep[ikiran. Mikirin kesedihan aja udah repot.
      YANG NGERIBUTIN MAH BIASANYA ORANG YANG NGGAK KENA BENCANA……………. bener khan?
      Daripada ngiri mending niru aja.
      Kalau partai yang lain cuma bisa ngasih makanan, MUNGKIN PARTAI ANDA BISA NGASIH RUMAH-NYA.
      SEMAKIN BANYAK ORANG YANG BANTU MUNGKIN KESEDIHAN MEREKA BISA SEMAKIN BERKURANG.
      heheheh……………

      Fatkur said:
      1 Desember 2012 pukul 22:39

      biasanya nih, kalo saya ke bencana2 gitu, sama yg berwajib (pemerintah) para relawan harus jelas identitasnya, kalo ditanya dari mana? masak mau jawab dari kelompok pengajian gunung kidul, yg jelas kalo memang dari partai tertentu yag wajar aja, identitas harus ada. Kalo elu ditanya dari mana dan siapa namanya?? gmna coba?? realistis aja,,, yg penting saling membantu, masalah niatnya gmana itu urusan Tuhan…

    pro PKS banget!!!! said:
    31 Maret 2009 pukul 16:24

    PKS tetap BERSIH [terus memperbaiki di hadapan Allah]
    PEDULI [dlm lingkup sosial]
    PROFESIONAL [punya lingkup kemampuan yg dibutuhkan]

    maka, benarkah PKS itu BERSIH, PEDULI, DAN PROFESIONAL???

    BENER BANGET…
    Hwahahahaaa…..

    pro PKS banget!!!! said:
    31 Maret 2009 pukul 16:25

    PKS tetap beda dengan partai yang lain.

    semoga tetap terjaga…

    kita berdakwah juga gak bisa dipukul rata sama untuk semua kalangan.

    perlu strategi.
    perlu penyesuaian.

    maka, PKS: partai kita semua

    rasakan indahnya ukhuwah di PKS [peduli kita setiap saat]

    hehehe said:
    31 Maret 2009 pukul 17:51

    SAATNYA ORANG ISLAM PILIH PDS/partai damai sejahtera (biar damai dan sejahtera), DARIPADA RIBUT MULU………….

    starnbluesky said:
    31 Maret 2009 pukul 23:44

    waduh…waduh… rame amat ya…. jangan permasalahkan partainya lah… apapun partainya kita tetap harus satu kan. kalau PKS menyebut dirinya Bersih, Peduli, dan Professional, doakan saja tetep istiqomah. HANURA dengan slogan gunakan hati nurani, doakan tetap mendengarkan hati nuraninya, GOLKAR dengan slogan lebih cepat lebih baik, DEMOKRAT dengan katakan tidak pada korupsinya, dan partai lainnya dengan semua slogannya ya doakan saja tercapai cita2nya untuk membangun negeri ini. setidaknya (menurut pendapatku) dengan pencantuman slogan itu ada keinginan para kadernya untuk lebih baik kan.
    kalau menurutku partai tu tetep harus ada, dan seharusnya partai punya sistem kontrol kader yang bagus, jadi output kadernya terjaga. Soalnya kalau milih nama calegnya langsung lebih rumit, kita harus tau karakter tiap caleg untuk memilih yang terbaik,kan ga fair kalau kita memilih karena kenal dekat dan tau karakternya(subjektif), kita ga liat kemampuan orang lain yang kita ga kenal dan mungkin lebih baik.
    jadi kalau menurutku partai harusnya berperan dalam penyeleksian caleg, tapi jangan dilihat dari besarnya sumbangan yang diberikan.

    TETAP SATU UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK

    jangan perdebatkan tentang kesalahan kader atau partai, ingatkan mereka secara langsung, lebih efektif soalnya. kan sudah tersedia dpp, dpw, dpc, tiap partai, layangkan saja surat2nya. itu salah satu fungsi kantor2 tsb kan?

    nobita said:
    1 April 2009 pukul 15:09

    Assalamualaikum,
    Topik yang di berikan diatas menarik perhatian saya.
    ada beberapa hal yg menjadi pertanyaan dalam pikiran sy tentang pks. diantaranya adalah sebenarnya pks itu apa? apa tujuan pks ? benarkah pks itu pilihan Allah SWT. Atokah pilihan manusia saja ? benarkah pks ingin menegakan perintah2 Allah SWT (Al-Quran). soalnya kalo di kembalikan kepada perjuangan rosul jaman dulu yg menjunjung nilai ketauhidan sangat berbeda sekali. dari teman2 mungkin ada yg bisa menjelaskannya kepada sy yg masih awam, hatur nuhun…

    Humam said:
    7 April 2009 pukul 14:26

    Sebagai sesama muslim dan kenal dekat dengan tokoh PKS di Jawatimur, saya hanya mengingatkan untuk menghidari saja slogan Bersih, Peduli dan Professional, karena akan terkesan merasa paling ter…., khawatir saya di masa-masa yg akan datang ada banyak kasus yang tidak selaras dengan slogannya, kan sekarang saja di beberapa tempat saja ada kader2 PKS yang terindikasi berbuat tercela, bahkan kasus terakhir dengan mas Rama Pratama, mbok jangan dibela-bela terus, malah akan sangat elegan kalau disilakan KPK memeriksa Rama dan kalau tak terbukti akan semakin membesarkan PKS.
    Saya sendiri adalah simpatisan salah satu partai Islam yang terus berusaha dan berjuang agar syari’at Islam ditegakkan negara ini. Semoga saudara-saudara saya di PKS bisa bersinergi dengan partai2 yang mengusung syari’at Islam, bukan malah meninggalkannya.

    fajarudin Sidiq said:
    7 April 2009 pukul 17:57

    PKS……..Pasti Komitmen Sekali. saya orang Flores NTT, heran ama masyarakat yang ada di Pulau jawa atau daerah yang boleh dikatakan sebagai masyarakat yang pola pikirnya sudah sedemikian bagusnya. ketika ada kelompok atau orang yang menginginkan kebaikan, malah di tantang dengan hal yang tidak semestinya di koar-koarkan. mau dibawah kemana negara ini ketika orang-orang tersebut masih berkeliaran bebas dengan komentar-komentarnya. kertas yang putih tidak dilihat tetapi satu titik hitam yang ada di kertas itu yang senantiasa diingat. malah yang tidak ada dicari-cari. KEBENARAN PASTI AKAN MENANG

    yudhi banget said:
    11 April 2009 pukul 17:29

    pks tetap terbaik ketika kader2nya yang menjalankan pks selalu komitmen dengan pks…
    hidup pks, tidak hanya HARAPAN ITU MASIH ADA Tapi HARAPAN ITU AKAN SELALU ADA….
    biar lah orang bilang apa tentang pks, yang penting pks tetap berusaha untuk bersi,pedulu, dan profesional. bukan klaim semata.
    mas shodiq juga kader pks kan tapi malu2 tu bilanginnya.
    hidup pks bergerak bukan saat kampanye saja…

    De Rossi said:
    20 April 2009 pukul 15:07

    Ya, mengenai Partai Pojok Kanan Atas ini saya memiliki sedikit pandangan.
    Saya melihat beberapa hal yg membuat saya kecewa, padahal sebelumnya saya kagum dg partai berazas islam ini.
    Beberapa hal tersebut yakni:
    1. PKS mengusulkan Soeharto sbg guru bangsa
    2. Ada 2 caleg dr PKS yg berprofesi sbg pendeta (tempointeraktif.com)
    3. Iklan PKS mengelu-elukan sumbangan pd Palestina (kesannya riya)
    4. Ada pembagian uang dr atas helikopter di daerah Bekasi Timur (brdasar penuturan teman).

    Partai yg mengaku berazas islam tp kok mencalonkan 2 orang caleg bragama non islam?
    PKS menguasai mesjid sbg basis massa. Mesjid dijadikan sarana kampanye politik tersembunyi.
    Semoga pandangan saya di atas hanyalah salah paham belaka. Amin

    Rony said:
    16 Agustus 2009 pukul 12:47

    Partai islam (kalau
    memang betul-betul memperjuangkan islam) cukup satu partai saja tidak
    terpecah-pecah menjadi beberapa partai seperti sekarang ini sebab umat
    islam (khususnya yg awam dan memang mayoritas masih awam) akan merasa
    bingung harus memilih partai islam yg mana. Bahkan ada beberapa
    kalangan dr umat islam yg menyatakan bahwa mereka tidak akan memilih
    partai islam selama mereka (partai islam) belum bersatu. Di samping
    itu, umat islam pun merasa muak dan jengkel dg sikap beberapa
    partai/politikus islam yg dalam realitanya bertentangan dg ajaran
    islam. Sebagai contoh, partai PKS yg katanya partai da’wah/islam tapi
    ternyata dilapangan jauh sekali/bertentangan dg ajaran islam. Ini
    terbukti dalam kampanye pemilu/caleg 2009, ada beberapa kader/caleg
    PKS yg menghalalkan berbagai cara padahal masih sesama caleg PKS.
    Wow… Sesama caleg PKS saja sudah kaya begitu apalagi… ???…
    Apakah ini yg disebut PARTAI ISLAM? Sungguh memalukan. Pantas umat
    islam muak dan jengkel. Masih ingat pernyataan Alm. Nurkhalis Majid:
    ISLAM YES, PARTAI ISLAM NO. Mudah-mudahan ini jadi i’tibar/pelajaran
    bagi partai/politikus yg mengatasnamakan islam supaya tidak menjual
    agama dg harga yg murah (tidak punya harga diri) yg akibatnya bisa
    menjatuhkan islam. Kembalilah pada AL-QUR’AN & AL-HADITS, insyaALLAH
    umat islam tidak akan tersesat…

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s