Alumni pesantren yang cuma bisa pacaran dan pacaran

Posted on Updated on

saya seorang muslimah alumni pesantren, dulu saya sgt anti sama yang namanya pacaran,tapi sejak keluar saya jadi sgt bebas, saya cuma bisa pacaran dan pacaran, sampai saya pacaran dengan org yg nonmslim,dan kami hampir melakukan dosa besar, yaitu zina, saya sangat merasa berdosa, tapi dalam hati saya pun saya ingin selalu mengulanginya!! apa yang harus saya lakukan..?? tolong saya……..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Menurutku, yang paling perlu kau lakukan adalah mengenali apa yang sesungguhnya kau butuhkan dari “pacaran” ala dirimu itu, lalu mencari dan menempuh jalan terbaik untuk memenuhi kebutuhan itu. Dari kata-katamu itu, belum jelas bagiku apa yang sesungguhnya kau cari. Di sini hendak aku kemukakan beberapa kemungkinannya.

Apakah kau mencari kenikmatan sejati? Kalau iya, carilah di tempatnya, yaitu cinta sejati. Memang, zina dan mendekati zina itu nikmat, tetapi hanya sesaat, sedangkan penderitaannya setelah itu berlipat-lipat. Kau tak mau menderita, bukan?

Apakah kau mencari pacaran yang tidak mendekati zina? Kalau begitu, yang kau butuhkan adalah pacaran islami. Diantaranya adalah pacaran ala Ibnu Qayyim.

Apakah kau mencari kiat ampuh agar tidak mendekati zina? Kalau iya, kerahkanlah jurus-jurus penangkal zina. Ataukah kau sudah mengerahkan jurus-jurus seperti itu, tetapi masih kewalahan untuk menghadapinya? Mintalah bantuan kepada Allah SWT melalui zikir/doa yang relevan, seperti yang kusampaikan di “Konsultasi: Agar tak kecanduan ciuman pacar“.

Ataukah kau memang menginginkan kenikmatan seksual? Kalau begitu, segeralah menikah. Belum siap? Berusahalah supaya dapat segera siap nikah!

Iklan

9 thoughts on “Alumni pesantren yang cuma bisa pacaran dan pacaran

    hmcahyo said:
    27 Maret 2009 pukul 22:24

    wah ingat surban berkalung perempuan :mrgreen: yang dialognya dipaksakan banget 😀

    gak nyambung komennya 😀

    Yosi said:
    30 Maret 2009 pukul 10:22

    kalau merasa sangat berdosa tapi hati masih ingin untuk melakukannya, sebenarnya, rasa berdosa adalah persaanmu yang sebenarnya, sedangkan keinginan untuk mengulangi adalah dari syetan. Bukankah setan mengalir dalam tubuh manusia bersama aliran darah? Agar selamat dari godaan syetan harus perbanyak amalan yang dapat menjauhkan diri dari syetan. Bisa dengan memperbanyak puasa, meningkatkan amal ibadah, baca AL Qur’an dan jauhi faktor pendorong pacaran. Jaga mata, jaga hati, jaga lisan, jaga teliga.
    Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa beramal dengan amalan yang di ridhoiNya. Amin Ya Rabbal Alaminn

    R-Phay said:
    31 Maret 2009 pukul 07:50

    ust klo bleh sy mu mnta saran :-).. sy jg sm alumni psntrn. sy pny tmen ikhwan yg keilmuannya lbih dibanding sy. tp skrg stlh dy kluar dy bubah msk gank mtor,mbuk”an,pcrn jg. ktny se dy frustasi dg kkuarga. trus dy mnta bntuan pd sy bwt mrubah driny sperti smula.
    dy sering tlpn smpe bjam” dan org rmhpun komen tentng it. sy jg tkut klo tlalu sring tlp tkt jtuh ny zina hati.. akhrny sy sarankn dy bwt tmnan dgn yg sm2 ikhwan,tp ust dy mnolak..dan mutusin bwt gk ngobrol lg sm sy. trus trang sy sdih dy bsikap sperti it.. mnurut ust bgm cara yg tpat untk mmbantu dy..apkh sring btlpn it bleh? apkh it tdk mndekati zina..
    atau serahkn ajh sm Allah yg mmbolakblikan hati.. trims jazaakallah

      M Shodiq Mustika responded:
      24 April 2009 pukul 21:39

      @ R-Phay
      Sekadar sering bertelepon itu tidak tergolong mendekati zina. (Lihat “Pengertian Zina Hati dan Mendekati Zina Lainnya”.) Namun, segala yang berlebihan itu kurang baik. Jadi, kalau telponan nggak perlu sering-sering dan nggak perlu berlama-lama.
      Sungguhpun demikian, tidak perlu pula menyarankan dia untuk mencari orang lain untuk menggantikan dirimu. Cukuplah kau membatasi diri dengan alasan ada urusan lain yang juga perlu mendapat perhatian darimu. Kalau memang dia sangat membutuhkan bantuan seseorang, tentu dia akan mencarinya sendiri tanpa disuruh siapa pun.
      Untuk membantu dia, mungkin sebaiknya kau lebih berfokus pada “menjadi pendengar yang baik”. (Lihat “Cara Ngobrol Pria-Wanita Yang Mengasyikkan“.) Dengan demikian, dia akan merasa tenang. Dalam keadaan tenang, dia akan lebih mudah menerima hidayah Allah untuk kembali ke jalan yang benar.
      Wallaahu a’lam.

    ninaluvchoco said:
    16 April 2009 pukul 12:14

    Alumni pesantren bukan parameter keshalihan…

    Lagian, sistem pendidikan pesantren juga masih harus banyak dikoreksi.

    Yaa… cuman dari masalah taklif atas keilmuan mereka mungkin memang gedean alumni pesantren. Toh belajarnya al quran dan sunnah semua…

    🙂

    Maaf ga nyambung.

    azan said:
    3 Mei 2009 pukul 17:22

    mas shodiq,

    blog anda ini seperti blog filsafat liberal,

    saya fikir saya tidak suka cara anda menyampakan islam dgn cara spt ini. Apa2 yg anda sampaikan akan ngambang.

    Kenapa nggak ambil jalur yg lebih berhati-hati??

      M Shodiq Mustika responded:
      3 Mei 2009 pukul 17:43

      @ azan
      Terima kasih atas komentar dan sarannya.
      Aku tak mengerti mengapa kau berkomentar begitu. Aku yakin, jalan yang kutempuh beginilah yang paling berhati-hati. (Lihat halaman Agamaku.) Kalau menurut dirimu ada jalan lain yang lebih berhati-hati, silakan tempuh jalan lain itu. Aku menghargainya. Aku takkan menyebut bahwa aku tidak menyukai jalanmu.
      Benarkah segala yang kusampaikan di sini akan ngambang? Yang mana sajakah? Apakah yang ngambang itu selalu salah? Kalau memang salah, aku tak segan-segan untuk mengoreksinya. Silakan tunjukkan.

    Uswatun H. said:
    14 Juni 2009 pukul 05:00

    mang bnyk se x alumni psantren yg tdk kuat iman nya itu smua krna pergaulan bebs/bs diblg mnuruti ap kt teman dlingkungn shingga akn lp pd iman&diri sndiri.it namany ilmu yg didpt g brmanfa’t/g brokh.q jg bnyk mnemui alumni psantren yg mbuk2kn/judi.dsb,tp klo q yg pny knalan spert alumni psantren yg ky’gitu.q tanyain dr psantren mana,llu q pnt pertanggung jwbn ny.&jg waliny.krn prbuatn spert it bs mencemarkn nm bæk psantren/guru.
    Mf sdikt sharing.sukron,

    jamil said:
    3 April 2012 pukul 15:12

    nikahlah wahai saudaraku………………………..

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s