7 Keanehan pada Tragedi Situ Gintung

Posted on Updated on

Sebagaimana pada berbagai malapetaka lainnya, tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung beberapa hari yang lalu mendapat perhatian yang besar dari masyarakat. Apalagi, perhatian terhadap yang aneh-aneh. Perhatiannya bisa melebihi perhatian terhadap penderitaan para korban. Ya, terkadang “perhatian” masyarakat itu sendiri terlihat aneh juga. Apa sajakah keanehan yang terkait dengan tragedi Situ Gintung ini? Berikut ini informasi-informasi paling aneh yang dapat aku himpun sejauh ini.

1. Sejak 2 tahun ini masyarakat sekitar tanggul sudah khawatir, tetapi kekhawatiran itu kurang mendapat respon dari Pemerintah. Padahal pada Nopember 2008 lalu tanggul Situ Gintung pernah jebol walau belum parah. Anehnya, Pemerintah belum berbuat secukupnya untuk mengatasinya. Bahkan early warning system (sistem peringatan dini) pun belum dibuat.

2. Dikabarkan, “Detik-detik jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang, Banten, berhasil direkam”. Perhatikan! Merekam peristiwa yang menyedihkan ini dipandang sebagai prestasi alias kesuksesan alias keberhasilan. Aneh, ‘kan? Seandainya “jebolnya tanggul Situ Gitung berhasil dicegah”, bukankah ini yang lebih layak kita pandang sebagai keberhasilan? Mengapa tidak kita katakan saja, “Detik-detik jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang, Banten, telah direkam”?

3. Situ Gintung merupakan lokasi wisata. Anehnya, “pengunjung” justru membludak setelah tanggul itu rusak total dan tidak indah lagi. Ternyata, Lokasi Jebolnya Tanggul Situ Gintung Jadi Tontonan. Apakah tempat-tempat wisata kita perlu dirusak total supaya pengunjungnya ramai?

4. Pesan-pesan Politik di Situ Gintung. Ini dia beritanya:

“Bagaimana, apa sudah ada wartawan di lokasi? Kalau sudah, sembako kita bagikan saja,” ujar seorang caleg parpol berbicara di telepon seluler.

Setelah menutup telepon, caleg itu kemudian bergegas ke lokasi bencana banjir Situ Gintung dengan dibantu beberapa kader partainya.

Pada masa kampanye seperti ini kader dan partai politik sepertinya tidak mau kehilangan momen tebar pesona, bahkan di tempat bencana sekalipun.

Dengan dalih memberi bantuan untuk korban tragedi Situ Gintung, sejumlah caleg partai politik mau repot-repot memberi langsung bantuan ke keluarga korban bencana. Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan posko bantuan lengkap dengan atribut partai dan nama caleg bersangkutan.

Para caleg parpol tampaknya sudah siap dengan situasi seperti ini. Mereka datang bak pahlawan yang siap menanggung bersama kesusahan orang lain.

Mereka tidak hanya sigap mendatangi korban, tetapi juga cepat mengurusi hal-hal yang kecil. Tidak butuh waktu yang lama, spanduk besar bertulisan ”Posko Bantuan Bencana Banjir Situ Gintung, Caleg Nomor …” sudah terpampang di depan posko.

5. Ikan Patin seberat kurang lebih 45 kg yang ditemukan di dekat tanggul Situ Gintung menjadi primadona dadakan. Ikan raksasa penghuni Situ Gintung itu mungkin akan dimasak dan disantap bersama-sama. Begitulah beritanya. Kemudian, seorang pembaca berkomentar: “itu sebenernya Tim SAR atau Nelayan sih? kok malah pada cari ikan semua… tim SAR yang aneh..

6. Subhanallah “Masjid Utuh berdiri di bencana Jebol tanggul Situ Gintung“. Ini memang bisa dipandang aneh. Namun lebih aneh lagi kalau kejadian ini dipandang sebagai mukjizat dari Tuhan bagi umat Islam. Jika utuhnya itu dianggap lantaran kesucian masjid itu, maka bukankah ada bangunan lain “yang lebih suci” daripada masjid tersebut namun beberapa kali mengalami kerusakan lantaran banjir? (Yang aku maksud dengan “yang lebih suci” ini adalah Kakbah. Lihat “Sejarah Rekonstruksi Kakbah“.)

7. Menurut PosKota, tragedi Situ Gintung ini terjadi karena “Nyi Mas Melati Minta Tumbal“. Ini dia beritanya:

Di balik tragedi Situ Gintung yang menewaskan puluhan orang, banyak cerita misteri yang mengiringi danau seluas 21 Ha tersebut. Seminggu sebelum tanggul jebol, ada informasi kalau sang penunggu, Nyi Mas Melati menampakkan diri dengan berpakaian serba putih di tengah Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat.

Kejadian ini termasuk langka dan jarang terjadi terlebih setelah adanya ‘Pulau Bergeser’ di Situ Gintung tahun 1986. Saat itu, menurut Abah Nur, 76, tokoh masyarakat yang yang tinggal sejak tahun 1965, ada cerita munculnya ular besar yang berdiameter sebatang pohon kelapa.

“Setelah munculnya ular raksasa di tengah situ, tiba-tiba timbul gundukan tanah atau yang disebut sebagai pulau kecil di dalam Situ Gintung yang bergeser ke tengah-tengah setu. “Pulau itu terlihat saat air setu menyusut atau kering. Tapi kalau meluap tak terlihat sama sekali,” kata Abah Nur, Jumat (27/3).

Aroma mistik tersebut kembali muncul seminggu lalu, saat sejumlah warga yang sedang memancing sekitar Pk. 18:30 melihat munculnya sinar terang di tengah situ. Sinar itu menggambarkan wanita berparas cantik yang lebih dikenal warga sekitar sebagai Nyi Mas Melati, sang penunggu situ yang dibangun pada tahun 1933 oleh Belanda.

Anehnya, kalau memang firasat/ramalan seperti itu sudah ada sebelumnya, mengapa baru disebarluaskan setelah terjadi tragedi? Mengapa itu tidak disebarluaskan sebelumnya supaya tidak ada korban? (Selain itu, mengapa hanya firasat/ramalan yang “benar” saja yang diberitakan? Mengapa firasat/ramalan keliru tidak diberitakan?)

——-
Artikel Terkait:
Dokumentasi Foto & Video Tragedi Jebolnya Tanggul Situ Gintung, Banten

About these ads

276 pemikiran pada “7 Keanehan pada Tragedi Situ Gintung

    andi berkata:
    23 April 2009 pukul 12:54

    klo ingin kaya ikhtiar harta, jangan ikhtiar ke bah dukun. ntar kayanye kemenyan melulu. oke,setuju ga?

    v2love berkata:
    27 April 2009 pukul 08:55

    Assalamualaikum.Aku sendiri juga ikut bersedih atas kejadian situ gintung,setau ku sesuatu yg akan terjadi memang sudah ad tanda tandanya namun terkadang kita tidak sadar atau lupa dengan tanda tanda tsb,namun kita kembalikan lagi “Bikana makana Biyakun Mayakun”kalo ga pahan tanya ama om shodiq oke.

    javanese berkata:
    27 April 2009 pukul 10:50

    sama seperti ini :
    presiden 2004 tepat seperti ramalan saya yaitu SBY – JK
    ramalan untuk presiden berikutnya –> nanti kalau sudah terpilih akan saya sebutkan ramalan saya yang pasti juga tepat.

    Kumpulan Puisi Tragedi Situ Gintung « Tasawuf Cinta berkata:
    30 April 2009 pukul 22:32

    [...] 31 Maret 2009 PUISIKU UNTUK INDONESIA RAYA”KU” [...]

    aang suherlan berkata:
    1 Mei 2009 pukul 08:26

    coba siapa yang menerima naskah skenario karya aku, banyak nie? mengenai imbalan aku tak dipersoalkan dulu, yang penting ditayangkan dulu. Mungkin ada production house yang membaca tulisan ini, mohon memberi tanggapannya donk?

    aang suherlan berkata:
    1 Mei 2009 pukul 08:29

    Teruntuk PH yang berada dimana saja berada, tolong donk saya punya karya membuat naskah sinetron. saya siap bekerjasama setiap saat, kapan pun untuk memajukan bersama.

      Yasmin Jauza berkata:
      18 Juni 2009 pukul 14:05

      HALAH AANG…GA NYAMBUNG DEH..WONG LAGI NGEBAHAS SITU GINTUNG..KOK MALAH NYARI PH….GUBRAK !!!

    gunawan berkata:
    5 Mei 2009 pukul 11:33

    merdeka, hidup merdeka jangan terlena dengan kebebasan tapi berpestasi untuk dirinya, keluarga, lingkungan dan bangsa.

    denny berkata:
    24 Mei 2009 pukul 12:39

    malam sebelum terjadi jebolnya tanggul kan warga sekitar tanggul sudah mengungsi karena sudah tau bakalan jebol,
    yang mengherankan, kenapa gak ngasih tau warga yang lain, yang berada di bawah…
    kalo seandainya dikasih peringatan, korban kan bisa diminimalkan…
    terutama kalo kasih kabar ke warga kampung poncol, yang paling banyak korbannya…

    barusan di Situ Gintung ada acara tanam pohon,
    nah di sana saya bertemu oleh seorang sesepuh, yang menceritakan asal mula Situ Gintung ini,
    menurut beliau Situ Gintung ini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum 1930an. mungkin saja sekitar tahun 1800an,

    terima kasih

      Tommy berkata:
      7 September 2009 pukul 12:37

      informasi tanggul akan jebol sudah diberithukn,namun ditanggapi acuh oleh korban!hal ini dikarenakan tidak adanya pihak yang mempunyai otoritas penuh dalam hal menentukan situasi dan kodisi kritis tanggul!walaupun 4 jam sebeleumnya sudah datang pihak KORAMIL dan POLSEK.

      gw sepkata bencana atau musibah ini rencana ALLAH SWT, namun hanya pada tahap RIDHO (izin).klo bicara tempat maksiat hampir semua tempat wisata adalah maksiat.so jgn kaitan antara maksiat dengan musibah situ gintung.yang pasti tanggil situ gintung adalah aset pemerintah (2007 merupakan aset provinsi BANTEN, mereka mendirikan papan besar bahwa situ gintung adalah milik mereka) tapi mereka tidak melakukan perawatan sesuai dengan prosedur yang ada. mereka lebih memilih dan memutuskan pembangunan jogging track selebar 2 m sepanjang 500 m (rencananya sekeliling situ gintung untuk menjaga okupasi dari warga yang akan mengalihfungsikan pinggir danau). gw pikir itu keputusan terbodoh yang mereka buat!padahal spill way sebagai pelimpas ketika air meluap dari situ gintung sudah terjadi kerusakan sekitar 1/4 nya pada ahun 2007, sudah dilaporkan. yang terjadi bukan perbaikan,namun pembangunan jogging track.saya yakin klo seandainya perbaikan spill way yang diprioritaskan insya allah tidak ada korban jiwa.
      selain itu sampai saat ini (6 bulan pasca bencana) distribusi bantuan berupa dana yang dikumpulkan di POSKO PUSAT TERPADU KORBAN SITU GINTUNG belum terealisasi.padahal data korban sudah diberikan kepada pihak yang berwenang!menurut info ada sekitar 6,7 miliar dana yang terkumpul yang ijabnya adalah untuk korban situ gintung.kenapa mereka menahan amanah para penyumbang?

    capcus berkata:
    25 Mei 2009 pukul 13:28

    calegnya kan pake ahli nujum tuh… jadi mereka pada tahu… (kali…)

    ato mungkin mereka yang menyabotase jebolnya situ gintung?

      NDUT CITEUPUS berkata:
      16 Juni 2009 pukul 14:03

      jangan-jangann yang ngomong ahli nujum he…he..he…

    yuwinda berkata:
    27 Mei 2009 pukul 12:48

    kalo bisa,,
    buat bpk Bupati Tangerang,, tlong lbih d’perhatikan lagi donk,,
    masalah tentang situ gintung..

    N jangan lpa dari tanggung jawab’a gtho donk,,

    amar20 berkata:
    11 Juni 2009 pukul 20:18

    semuanya telah terjadi,,,kita hrs berfikir pengungsi

    yenie cute berkata:
    13 Juni 2009 pukul 14:18

    mang kasihan bget tuh
    ne smua salah sapa????
    manusia juga, mereka cuma ambisius n rakus
    hehehee
    termasuk yang ngmong ini

      ariezz wb berkata:
      8 Agustus 2009 pukul 22:20

      mmbeee…………………sok teu lo!!!! ni mah dah rencanca tuhan!!!

      zeny cute,,kykny kinl ni!!!!!!!!!hehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehe

    fitri berkata:
    15 Juni 2009 pukul 13:40

    aQ terharu

    NDUT CITEUPUS berkata:
    16 Juni 2009 pukul 14:00

    Allah memberikan yang terbaik untuk hambanya seandainya situ gintung tidak jebol mungkin situ gintung dipake tempat ma’siat terus

      ria berkata:
      23 Juni 2009 pukul 09:53

      ya. . ,q setuju ma kamu mungkin
      dari kejadian situ gintung tersebut
      bisa diambil hikmahnya. . . ,

        ariezz wb berkata:
        8 Agustus 2009 pukul 22:26

        yuazt!!!!!!btul bgt……

      Kobayakawa Cena berkata:
      4 Juli 2009 pukul 09:25

      sadis , emangny situ gintung tempat maksiat apa parah juga sih yg komen” d sini pd suka ngawur” ada yg ngomong alih nujum lah percaya aja ama yg kaya gitu , ini juga lagi fitna aja bisany tmpt maksiat emangny kamu tgl d situ apa ? ~_~ kn kshan org” yg g bedosa tau” mati keselek air situ gintung

    Arie berkata:
    20 Juni 2009 pukul 15:06

    Ya pasti males menginfokan firasat atau ramalan atuh kang…
    Tanggulnya yg hambir bocor aja g digubris sm pemdanya, apalagi ramal meralamal…

    ria berkata:
    23 Juni 2009 pukul 10:03

    bukan hanya situ gintung saja yang harus
    diperhatikan oleh pemerintah, , , ,
    banyak musibah-musibah lain ,yaitu
    dipedesaan terpencil yang perlu tinjauan
    oleh pemerintah. . , , ,

    Landhep Wahjoeni berkata:
    24 Juni 2009 pukul 19:49

    SAmpai saat ini masih banyak korban yang belum tersentuh bantuan, janji akan dibangun rusun (?) belom ada, bantuan bea siswa tidak terkoordinir. yah masih banyak lah yg kurang dan sekarang sudah mulai sepi bantuan karena sibuk PEMILU….?
    Padahal kasur saja masih ada yg belum punya…….

    Agus Mike Hinganaday"s berkata:
    29 Juni 2009 pukul 16:38

    Saya sebagai relawan dari Mahasiswa UPN Veteran Jakarta,ketika memberikan bantuan baik Medis,Tenaga dan Sembako merasa sedih,karena musibah yang terjadi dan penderitaan masyarakat Situ Gintung malah ini dijadikan Bencana Untuk Kepentingan para Elit Politik,liat Pemuda Pancasila area seberang danau tepatnya dijalan yang masuk Kiri sesudah dari Ahmad Dahlan seolah-olah itu areanya mereka dan tidak boleh dimasukin oleh ormas2,maupun Ornop lainya,padadal yg ditunjuk sebagai pemegang kendali disitu adalah Kodim Tengerang atas nama Kodam Jaya yg dipimpin oleh Komandan Kodim Tangerang Bpak Jhony.

    fia berkata:
    10 Juli 2009 pukul 12:42

    untuk bpk presiden yang sekarang harap perhatiannya pada alam yang ada di indonesia ini agar lebih diperhatikan lagi keindahan, kebersihan dan keelokannya.

      engkuz berkata:
      25 Agustus 2009 pukul 19:11

      aku mendukung kamu fia

    dhe berkata:
    15 Juli 2009 pukul 09:17

    subhananallah…smoga semua korban menerima cobaan ini dengan lapang n pemerintah yang punya power….lebih memperhatikan lagi jeritan rakyatnya..

    suyatmin waskito adi berkata:
    15 Juli 2009 pukul 12:10

    Tragedi situ gintung mudah-mudahan menjadi perhatian dan pelajaran umat manusia untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhannya (Alloh SWT). Amin. Umat manusia sadar akan tugas dan kewajibannya yakni beribadah kepada Alloh SWT semata.

    heri setiawan berkata:
    16 Juli 2009 pukul 14:25

    seluruh umat muslim se-indonesia turut berduka cita atas musibahnya situ gintung semoga keluarga dan kerabat di berikan kekuatan lahir dan batin,”kulu am wa antum bi khoir,allahu yaa robbik fik”Amin yaa robbal allamin.

    engkuz berkata:
    25 Agustus 2009 pukul 19:06

    Indonesia mah emang kaya gitu klo dah terjadi baru bangun
    tanpa ada pemikiran terlebih dulu apa akiat yang di timbulkan
    tapi yang jelas itu semua di sebabkan oleh tangan manusia sendiri

    ardi cogaul berkata:
    10 September 2009 pukul 07:06

    Manusia di hidupkan untuk mati….
    tetapi cara kematian itu rahasia Allah….
    dan bagi para korban yang masih hidup kita harus
    tetap bersukur, kita masih diberi waktu untuk membenahi diri sebelum kita di pangil oleh Nya, coba intropeksi diri kita, apa salah kita sehingga tuhan memeberi cobaan bencana seperti itu….
    tuhan gak mungkin memberi cobaan kepada umatnya di luar kemampuanya, dan ini bukan hanya cobaan bagi korban saja pi kita semua sebelum musibah itu terjadi kepada kita….
    teman saya terjatuh dari ketinggian 55 meter, tidak meeninggal n tidak terluka… tetapi ada saudara teman saya sedang berjalan kesandung batu jatuh trus meninggal…..
    itulah kuasa Nya,

    hamba allah berkata:
    18 September 2009 pukul 01:51

    itu lah indonesia klo dah terjadi baru dah pd sibuk….

    mujilah berkata:
    9 Desember 2009 pukul 12:02

    Bagaimana kabar Situgintung sekarang, apakad sudah ada rehabilitasi, karena dulu belanda saja bisa membuat situ yang artinya danau

    baizal akhmad berkata:
    13 Desember 2009 pukul 13:09

    yah tulah yang dsebut takdir…sekuat apapun kta berusaha klo tkdir sudh berbicara ga akan da yang bs mnghndar tkdir tu sndiri…….tp buat buat sluruh masyarakat situ gintung mdh2n dberi ksbaran atas musibah yang mnimpa mreka..karena dbalik tu smua pasti da hikmah yang tersirat tuk kta smua,…………..

    bejotampan berkata:
    11 Januari 2010 pukul 09:07

    ya berhasil direkam ikan juga bagus, jadi tahu apa penyebabnya dan bisa digunakan untuk mencegah situ2 lain atau bangunan air lain jebol dengan pola yang sama. kalo berhasil dicegah, itu terlalu muluk-muluk. memangnya proses jebolnya tanggul ini berlangsung bertahap ya? kalo nggak tujuh ya nggak usah digenenp2in jadi tujuh lah bung…

    fadli berkata:
    23 Februari 2010 pukul 21:00

    semoga yang terkena musibah akan ditabahkan oleh Allah SWT ambil aja hikamahnya. yang hidup pasti akan mati dan yang mati akan merasakan baunya surga kecuali orang2 kafir dan juga setiap yang hidup juga akan terkena musibah.

    Jokolelo berkata:
    14 Maret 2010 pukul 21:15

    MENGAPA….MENGAPA…. (lagunya koes ploes )
    iya iu
    tu tadi…. mengapa aku terlambat buka situs ini.. mengapa aku ga liat sendiri penampakan2 itu…mengapa aku ga bisa ngomentari artikel ini ?

    mistertrasmianto berkata:
    15 April 2010 pukul 17:24

    berkunjung…..

    ape berkata:
    20 Agustus 2010 pukul 15:36

    sudah nasib manusia,,,
    maha kuasa berkehendak… para dewi menampakan diri..
    wahai manusia yang baca tobat lah!!!!

    ape berkata:
    20 Agustus 2010 pukul 15:37

    apa,,,apa…apa nyaaya

    vitri berkata:
    26 September 2012 pukul 20:36

    subahanallah , masjid memang tempat allah

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s