SBY & Menag Menolak Pembubaran Ahmadiyah

Posted on Updated on

Suasana kampanye menjelang pemilu tahun ini rupanya menguak perbincangan tentang masalah-masalah yang dinilai kontroversial. Salah satunya adalah keberadaan jamaah Ahmadiyah. Di situs ini pun, perbincangan ini telah menghasilkan diskusi yang agak panas. (Lihat “Perang PKS vs Ahmadiyah“.) Itulah sebabnya, ketika tadi pagi aku jumpai berita mengenai mengapa Presiden SBY dan Menteri Agama (Menag) belum dapat menerima seruan pembubaran Ahmadiyah, aku langsung tertarik untuk menayangkannya di sini supaya kita semua lebih mengetahui duduk perkaranya. Ini dia beritanya:

Menag: KH Nur Iskandar Tak Punya Otoritas Bicara atas Nama Kyai

Rabu, 1 April 2009 | 20:01 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Imam Prihadiyoko

JAKARTA, KOMPAS.com — Kyai Nur Iskandar SQ tidak punya otoritas berbicara atas nama para kyai dan mengatasnamakan kepentingan umat Islam karena tak semua kyai dapat menerima dan sepaham dengan pemikiran Nur Iskandar yang menjadi pimpinan Pondok Pesantren Assidiqiyah Jakarta itu.

Demikian pandangan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dalam siaran pers Departemen Agama yang diterima Kompas di Jakarta, Rabu (1/4) malam. Sebelumnya, Kyai Nur melalui sebuah media di Jakarta menyebut bahwa Presiden tak bisa membubarkan dan atau menyatakan bahwa Ahmadiyah bukan Islam maka para kyai se-Indonesa akan menyerukan pada umat Islam untuk tidak memilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pilpres 2009.

Maftuh menyatakan, klaim Kyai Nur mengatasnamakan umat Islam adalah sebagai suatu tindakan pembohongan karena hanya mewakili sekelompok kepentingan politik tertentu. Langkah ini dapat dikategorikan sebagai pembohongan publik.

Menag juga meminta agar para kyai yang selama ini dijadikan sebagai panutan masyarakat hendaknya dapat menjaga diri untuk tidak terpengaruh oleh tarikan-tarikan politik yang saat ini sedang memanas.

Maftuh juga menasihati Kyai Nur untuk mawas diri, sesuaikan perkataan dan perbuatan sebelum mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan kekacauan di masyarakat.

Terkait dengan unjuk rasa tentang pembubaran Ahmadiyah, Maftuh mengatakan bahwa tuntutan pembubaran Ahmadiyah yang dilakukan oleh FPI dan FUI tidaklah pada tempatnya.

“Sikap pemerintah sudah tertuang dalam SKB tiga menteri (Menag, Mendagri, dan Jaksa Agung) soal Ahmadiyah. Dalam poin keenam, yaitu soal pengawasan dan penyadaran, kan memang belum dilaksanakan sepenuhnya, artinya masih berlangsung sampai saat ini. Jadi, tidak tepat jika kemudian minta dibubarkan karena SKB itu belum sepenuhnya dilaksanakan,” ujarnya.

Maftuh mengibaratkan SKB dengan keppres pembubaran Ahmadiyah seperti wudu dengan shalat. “Jadi jika wudu-nya belum dilakukan semuanya, tentunya belum bisa melaksanakan shalat. Ibaratnya seperti itu. Justru saya mengharapkan semua pihak untuk ikut mengawasi pelaksanaan SKB tersebut di lapangan,” ujarnya.

32 thoughts on “SBY & Menag Menolak Pembubaran Ahmadiyah

    asep s said:
    2 April 2009 pukul 09:51

    Masalah aqidah itu hubungan dengan Gusti Allah SWT. sekarang mari kita sama -sama menangis kepada Nya tunjukan mana yang benar mana yang salah karena hanya Gusti Allah yang maha mengetahui , dan menurut saya kalaulah mereka ( orang yng benci sama Ahmadiyah) masih mengakui Allah sebagai Tuhannya. ok mas

    dmrhtirto said:
    2 April 2009 pukul 11:50

    Kata orang, prestasi itu sebuah tolok ukur kesungguhan berbuat atas keyakinan seseorang atau sekelompok orang. Jadi kalau ada sekelompok orang (berjuta apa lagi) senang membuat mesjid di mana-mana (hampir disemua negara di DUNIA), menterjemahkan al Quran dalam berbagai bahasa (hampir 100 bahasa), koq masih diragukan cintanya kepada Allah SWT dan Rasul Muhammad SAW. Saya jadi malah meragukan terhadap yang ragu. Pak Presiden yth, biarkan saja Ahmadiyah bertabligh ke ujung-ujung dunia, dan…..biarkan saja yang nggak setuju…..asal jangan main bakar. Ini kan NKRI ya to mas?

    alenmarlissmpn1gresik said:
    2 April 2009 pukul 11:58

    Menurut pandangan saya,yang menyimpang dari ALQUR’AN dan Hadist ya dibina secara bertahap,dan sampai tidak ada perubahan ya dibinasakan saja dari bumi ,gitu aja kok repot, karena tahun ini banyak manusia pandai berbicara tapi tidak tahu isi dan makna AlQur’an

    bagus sugandul said:
    2 April 2009 pukul 16:54

    … untuk pegangan islam sudah jelas. ALQUR’AN & HADIS. …

    izzat08 said:
    2 April 2009 pukul 22:48

    Weh… ahmadiyah lageee…..

    Kalo saran ane sih bosss, ahmadiyah gak usah repot – repot di urusin, yang penting sekarang gimana kita berpegang aja….

    Al-Qur’an dan Hadis

    di luar itu yang pasti sesat…….. jadi mari kita jaga keluarga kita untuk selalu berpegang kepada Al-Qur’an dan Hadis.

    Untuk ahmadiyah gak usah dipusingin, nanti bikin pusing.

    untuk lebih jelas tentang ahmadiya lihat di sini >>> anakjakarte.wordpress.com

    wiro said:
    2 April 2009 pukul 23:15

    tapi yang penting jangan menganggap ”mirza ghulam ahmad” itu nabi setelahnya nabi Muhammad s.a.w !!

    asep said:
    3 April 2009 pukul 08:46

    ass.memang setiap kebenaran pasti banyak yang menentang , ada satu doa yang biasa dibaca oleh Sayidina Umar Bin Khotob, yang berbunyi ” Allahumajalni Minal Koliil” Ya Allah Jadikanlah kami dari dari Golongan yang sedikit , para sahabat lain bertanya ” Kenapa Khalifah berdoa seperti itu ? jawab Umar karena yang benar itu sedikit, yang masuk surga itu juga sedikit. jadi walaupun Ahmadiyyah itu sedikit mereka tetap yakin bahwa Ahmadiyyah itu benar ! tapi Ahmadiyyah tidak pernah memvonis yang lain itu salah Allah lah yang paling tahu mana yang benar mana yang sesat Ok . Jazzakumullahu Khairon Katsiro. Amin

      ade said:
      3 April 2009 pukul 22:04

      apakah setiap yang sedikit itu benar karena akhir-akhir ini banyak sekali nabi-nabi palsu
      yu mesti ingat awal keberadaan ahmadiyah yang merupakan produk inggris untuk menghapuskan perlawanan ummat islam terhadap penjajah inggris jadi mirja gulam adalah antek inggris.

    gadis said:
    3 April 2009 pukul 20:41

    kita harus cermat aja dalam memilih pemimpin klo pemimpinya mengizinkan ajaran yang tidak menganut alqur an dan hadis tidak dibubarkan maka perlu dipertanyakan jangan – jangan si pemimpin sendiri juga ikut – ikutan wekekekeke……….kita lihat aja sama – sama seperti apa kedepanya nanti, Semoga Indonesia lebih maju dan mendapatkan pemimpin yang lebih baik…..Aminnnnnnn

    yasa said:
    4 April 2009 pukul 11:05
    ke2 said:
    7 April 2009 pukul 13:51

    wah …. seru, ahmadiyah ya ???
    agama maupun Allah adalah hubungan vertikal antara umatnya dengan Tuhannya (habluminallah) jadi sebaiknya tidak diatur oleh siapapun (termasuk negara, sepanjang tidak melakukan tindakan yang anarkis), kecuali oleh dirinya sendiri dengan Tuhan.

    kalau mau ikut peduli … silakan, monggo, tapi jangan dengan pemaksaan kehendak, … tapi bila tidak diterima idenya … jangan nggondok, jangan marah …. karena beragama adalah hak individu yang paling hakiki, tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

    bila mengenai jangan menggunakan nama islam …. yah anggap saja mereka bukan kelompok islam (walaupun mereka mengaku islam), yah cuekin aja … kata Oom Izzat08, hanya bikin pusing.

    perlakukan aja bahwa mereka bukan islam …. seperti halnya golongan syiah yang katanya (sesuai MUI) mereka juga bukan islam (tidak sesuai islam) …. tapi ya itu tadi … jangan diganggu, toh diapun enggak ngganggu kita, …. toh mereka juga saudara2 kita, yang perlu disayangi dan dihormati haknya juga ….

    saya setuju ajah kalau pemerintah tidak mengikuti permintaan segelintir orang untuk membubarkannya …., inilah demokrasi.
    hehehe gitu ajah kok repot ya ???😀

    salam,

      digbie said:
      9 April 2009 pukul 13:02

      Hahahaaaaaa
      Asyik…

    dd said:
    8 April 2009 pukul 17:08

    banyak sekali penganut slogan “gitchu aza koq REPOT”
    —————————————————————–
    perumpamaan, seorang ahli ibadah beribadah siang malam didalam mesjid tanpa henti sampai menangis bersyukur…dan disebelahnya 2org yg sedang asyik ber-ZINA tanpa henti pula.
    ketika ditanya mengenai hal tsb…jawab ahli ibadah “yg dosa-kan mrk, saya tetap berpegang teguh AL-QURAN & HADIST…ngapain diurusin…gitchu aza koq REPOT”

    inilah contoh iman bangsa 200jt yg bagai buih dilautan, 1000milyar pun bangsa seperti ini tidak akan mampu menegakkan syar’i Allah barang sejengkal pun.

    semoga sadar dan berpikir lebih baik sebagai mukmin

    eskrim said:
    8 April 2009 pukul 17:28

    @dd
    wah … perumpamaan yang gak nyambung dengan konteks … cape deh ….

    kalau anda mau menegakkan syar’i … caba datangi aja itu negara syiah (yang kuat, tidak seperti ahmadiyah di indonesia), coba berani ga kamu bilang mereka sesat ???

    ayo kalau berani … masih sama2 di jalan Allah kok gitu sih ???

      digbie said:
      9 April 2009 pukul 13:00

      hahahaaaaa……
      Yang kelihatannya salah belum tentu salah
      Yang kelihatannya benarbelum tentu benar
      Yang benar adalah Istiqomah…

    zeinkalaami said:
    8 April 2009 pukul 19:23

    Begini saja, Islam mengajarkan toleransi bahkan kepada non muslim sekalipun. Tapi, Islampun tidak mengajarkan umatnya untuk membiarkan penyimpangan dalam ajaran Islam, sebab umat Islam berkewajiban menyadarkan saudaranya yang keliru aqidahnya dengan cara yang bijak dan terukur.

    digbie said:
    9 April 2009 pukul 12:58

    Haaaaaaaaa
    Lha hanya untuk menyembah Gusti Allah saja gegeran…piye jal.
    Seperti di Sila pancasila….
    Musyawarah….
    Lha wong kita di karuniai mulut ini salah satu fungsinya adalah untuk
    musyawarah kok…..
    sering kali kita tidak gunakan…mulut itu untuk yg benar..
    Hahahahahahaa…..
    Kata God bless….Setan Tertawa….
    Hahahahahaaa
    Salut dengan web ini.

    looteks said:
    10 April 2009 pukul 10:29

    Menurut saya..kalo dari dasar hukum memang Agama yang diakui di negara kita itu ada 5, Islam salah satunya..jelas klo ada agama diluar itu, tidak dibenarkan..

    Ada dalam Al-quran dan Hadist yg saya tau dari ulama, tapi maaf jika salah..yg secara garis besarnya mengatakan ” sebaik – baiknya muslim adalah jika ada kemungkaran di depan mata mereka, cegahlah dengan sesuai dengan kemampuan mereka. “..nah klo adanya Ahmadiyah itu membawa kemungkaran di bumi ini. di negara kita ini, kita sebagi muslim harus mencegahnya sesuai dengan kemampuan kita masing – masing.

    Hikmah yang kita dapat dari bermunculannya aliran agama yg menyimpang..membuat kita harus merenung sejenak, intropeksi, apakah sudah kiamat sudah dekat ??? apa yang bisa kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak ??

    looteks mengajak diri sendiri dan temen – temen smua untuk memulai hal yg baik dengan ikhlas dan dari hal yg kecil dulu..
    karena semua yang kita tanam hari ini akan kita panen hasilnya diakhirat kemudian..mudah2 semuanya mendapatkan panen pahala yang melimpah dan di ridho Allah SWT. dan kita di pertemukan di surga kelak..Amin🙂 8)

      M Shodiq Mustika responded:
      10 April 2009 pukul 10:41

      @ looteks
      Tolong sebutkan undang-undang manakah yang menyebutkan bahwa agama yang di luar lima agama besar itu terlarang.

        looteks said:
        10 April 2009 pukul 16:03

        Upz..maaf ada 2 kalimat yg harus di revisi

        revisinya
        1. “..jelas klo ada agama diluar itu, dan melakukan penodaan terhadap suatu agama yang di anut di Indonesia, tidak di benarkan..”

        2. Agama yang dianut Di Indonesia itu ada 6 bukan 5 lagi..

        Untuk itu kang shodiq looteks meluruskan saja bahwa tidak ada larangan pembatasan agama selain yg di anut di Indonesia seperti yang kang shodiq tuliskan..

        Dasar hukumnya yg looteks tau yaitu

        1. UUD pasal 29 ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

        2. UU No. 1/PNPS/1965, jo. UU No. 5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/ atau Penodaan Agama, pada penjelasan Pasal 1 berbunyi, „Agama-agama yang dipeluk oleh penduduk Indonesia ialah Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Khonghucu (Confucius). Hal ini dapat dibuktikan dalam sejarah perkembangan Agama-agama di Indonesia. Karena 6 macam Agama ini adalah agama-agama yang dipeluk hampir seluruh penduduk Indonesia, maka kecuali mereka mendapat jaminan seperti yang diberikan oleh pasal 29 ayat 2 UUD juga mereka mendapat bantuan-bantuan dan perlindungan seperti yang diberikan oleh pasal ini. Namun perlu dicatat bahwa penyebutan ke-6 agama tersebut tidaklah bersifat pembatasan yang membawa implikasi pembedaan status hukum tentang agama yang diakui dan tidak diakui melainkan bersifat konstatasi tentang agama-agama yang banyak dianut di Indonesia.

        3. KUHP :

        Pasal 156a

        Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau perbuatan:

        a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

        mudah – mudahan bermanfaat. sumber yg looteks ambil bisa kang shodiq lihat di http://www.icrp-online.org/wmprint.php?ArtID=240🙂

    d1cx said:
    10 April 2009 pukul 11:25

    Aslmalkm…..sebenarnya….cukup jelas permasalahannya….sebagai umat islam,pedoman kita adalah AL QUR’AN dan teknis pelaksanaanya,kita lihat hadist dan sirah rosulullah…Mengenai fenomena perbedaan yang ada,juga sudah tergambarkan ketika di zaman rosulullah,marilah kita kembali melihat apa yang di lakukan rosulullah menyikapi perbedaan yang ada di kaumnya!!!!!!dan sebagai manusia….tidak sepantasnya kita menyombongkan diri mengambil keputusan,dengan meletakan logika,sosiologi masyarakat,hati nurani…di atas perintah allah swt yang di wahyukan kepada rosulullah swt………

    Ari Subandono said:
    12 April 2009 pukul 13:04

    Assalamu’alaikum wr wb

    Kang Shodiq postingnya cukup bagus dan up to date.. Mengenai Ahmadiyah saya kira perlu juga moderasinya untuk promote para komentator untuk aktif mengenal ahmadiyah secara langsung, baik yang ada di dalam negeri maupun komentator yang sedang di luar negeri, karena ahmadiyah juga exist di hampir seluruh negara di dunia dengan banyak cabang di tiap negaranya. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua semakin arif dan bertindak benar menyikapi perbedaan sesuai teladan Rasulullah Muhammad saw sehingga menyampaikan kita kepada makrifat hubungan sejati antara Manusia dengan Allah SWT. Amiin.

    Apip Hadi Susanto said:
    14 April 2009 pukul 09:27

    Pendapat saya, kalau Ahmadiyah benar-benar mengakui Mirja gulam Bin Ahmad sebagai Nabi akhir, saya berani berdebat dengan siapapun termasuk yang selama ini membela Ahmadiyah. Kesesatan akan ajaran Islam tidak bisa dibiarkan merajalela di bumi Indonesia, harus dilakukan diskusi secara seksama dan masing-masing pihak melepaskan kepentingan duniawi, kepentingan hanya satu yaitu menyelamatkan akidah saudara kita dan Lillahi ta`ala.

    sartika bandung said:
    16 April 2009 pukul 13:22

    saya salut dengan presiden SBY yang tidak membubarkan ahmadiyah walau tekanan dari ulama ulama begitu gencar, dan mengancam untuk tdk memilih beliau, tp dengan gencarnya ulama malah partainya sby mencuat 3x lipat, berarti ulama saat ini sudah tdk bergigi, karena mereka berebut dg kekuasaan, kasian deh lu, boleh kita saksikan sby pasti menang, ayo demo lagi dong sampai sorban kalian lusuh kepanasan.
    hai orang orang yang benci ahmadiyah, sebenarnya kalian belum pernah tanya langsung atau bertemu dengan sumbernya , tp hanya berdasarkan katanya atau dari tv, coba kalian tanya langsung, apa sih sebenarnya ahmadiyah itu ? andai ahmadiyah itu benar, apa kalian tidak merasa dosa? sayang belum ada orang kembali dari akhirat, bagaimana keadaan2 orang yang menentang suatu kebenaran ? ingat kematian itu begitu mudahnya seperti anda membalikan telapak tangan, makanya selidiki dulu segala sesuatu dengan seksama dan berdoa untuk mendapatkan kurniaNya. jangan langsung memvonis kafir sesat murtad dan lain lain, tanpa anda tdk mengetahuinya apa yang anda katakan. hatur nuhun

    mas kalbu said:
    16 April 2009 pukul 13:34

    cep apip gimana khabarnya ?
    anda percayakan nabi Isa akan datang ? andai dia datang, apakah kenabiannya akan tdk dipakai lagi ? apa diganti dengan Kiyai Isa atau ustad Isa, ah kamu mah aya aya wae.

      honey_bee said:
      7 Oktober 2009 pukul 12:58

      Nabi isa itu akan datang, dan nabi isa yang akan datang itu adalah nabi isa yang datang sebelum nabi muhammad

    igo said:
    7 Mei 2009 pukul 02:52

    mungkin Bpk. Menag udah tau, mana yang baik dan mana yang tidak..
    mana yang ekstrim dan mana yg non ekstrim..
    kita juga semua tau dengan mata telanjang, FPI cs selalu di kategorikan ormas keras dan ekstrim (jangan di punkiri), ini nyata dan fakta..
    Ahmadiyah, ormas dengan kedamaian tanpa kekerasan…sudah ada sejak sebelum NKRI merdeka…
    ibarat motor, Ahmadiyah itu udah punya plat seri dari Pemerintah ( legal) , tapi FPI cs belom (ilegal)…
    pilih mana, LEGAL or ILEGAL????

    abadi said:
    18 Mei 2009 pukul 16:46

    ass.wr.wb.
    sy setuju dengan ari subandono bahwa kalau memang ingin
    mengetahui tentang ahmadiyah secara luas tlg tanyakan sama kepada sumbernya langsung dan selama ini kita hanya lihat Tv atau pihak ketiga saja”

    mahmud said:
    12 Juni 2009 pukul 16:31

    Bt Sdr Abadi,
    Silakan anda tanyakan langsung ke sumber Ahmadi, dan bandingkan dengan kenyataan yang dibeberkan oleh mantan pengikut Ahmadi, seperti Bpk Ahmad Hariyadi (buku, vcd sudah beredar).
    Jika sudah dipelajari semua, pertanyaan apakah Ahmadiyah itu Islam atau bukan, akan segera terjawab.
    Wassalam,

      unah said:
      29 Desember 2009 pukul 11:02

      Berikut merupakan kutipan Klarifikasi tentang sosok Ahmad Hariadi, yang selama ini menjadi salah satu sosok penentang keras ajaran Islam Ahmadiyah. Perlu dimengerti siapa sebenarnya sosok Ahmad Haryadi sebelum menjadi penentang Ahmadiyah, karena sebelumnya dia sendiri merupakan pengikut Ahmadiyah bahkan sebagai salah seorang mubalighnya. Kutipan selengkapnya:

      KLARIFIKASI DARI AHMADIYAH
      Sriwijaya Post – Sabtu, 21 Maret 2009 09:48 WIB

      BERKENAAN dengan pemberitaan Sriwijaya Post pada tanggal 14 Maret 2009, tentang Ahmad Hariadi yang mengaku sebagai Ketua II Ahmadiyah, berikut ini kami sampaikan latar belakang Ahmad Hariadi dikeluarkan dari Korps Mualimin Ahmadiyah dan selanjutnya menjadi seorang penyebar fitnah terhadap Ahmadiyah. Mohon Tulisan ini dimuat sebagai Hak Jawab dari Ahmadiyah Indonesia.
      Ahmad Hariadi adalah seorang mantan mubaligh Ahmadiyah. Selama ini Hariadi telah berdusta seputar peristiwa keluarnya Hariadi dari Ahmadiyah.
      Dalam catatan dokumentasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Hariadi diberhentikan dari Korsp Mualimin Jemaat Ahmadiyah Indonesia tanggal 16 Agustus 1985 (Surat No. 1503 dan Surat No. 125/SK/85). Latarbelakang diberhentikannya Hariadi adalah karena datangnya surat laporan dari pengurus Jemaat Ahmadiyah Madiun yang melaporkan ke Ketua Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia perihal peristiwa yang mengakibatkan terjadinya perkawinan Hariadi dengan seorang janda muda bernama Sundari pada tanggal 4 Agustus 1984.
      Perkawinan ini terjadi karena Hariadi tertangkap tangan bersama Sundari di rumah dinasnya di Rumah Missi Jemaat Ahmadiyah Madiun. Setelah mendapat desakan akhirnya Hariadi bersedia menikahi Sundari, setelah sebelumnya mendapat izin dari istrinya tanggal 29 Juni 1984.
      Bukannya sadar terhadap apa yang dilakukan, Hariadi berlaku dusta lagi dengan mengaku pada KUA Kecamatan Geger bahwa dirinya masih perjaka dan menggunakan nama Harsono berprofesi sebagai pedagang. Namun dalam fotokopian surat nikah yang dikirimkan kepada Kantor Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia nama Harsono diganti menjadi Ahmad Hariadi dengan sebelumnya diberi tip x. Sementara itu status nya sebagai perjaka diberi tip X dan diganti menikah dan pekerjaan dagang diganti mubaligh.
      Adapun latar belakang Hariadi dipindahtugaskan dari Lombok ke Madiun karena telah melakukan mubahalah dengan seorang ulama bernama Haji Irfan, memang benar.
      Namun dalam pengakuannya yang dimuat dan disebarkan lewat bukunya dan ceramah-ceramahnya, Hariadi banyak menutup fakta yang sebenarnya.
      Fakta yang ditutupi adalah seputar proses mubahalah yang Hariadi lakukan. Waktu itu, Ahmad Hariadi di Pancor pada tahun 1981, telah membuat selebaran berjudul Istihkam. Selebaran ini berisi tantangan mubahalah kepada siapa saja yang tidak percaya pada Ahmadiyah.
      Peristiwa ini telah dilaporkan oleh pengurus Jemaat Lombok dan hasilnya Ahmad Hariadi ditegur secara keras agar tidak berbuat hal demikian. Teguran itu dilakukan karena apa yang dilakukan oleh Ahmad Hariadi tidak ada perintah atau izin dari Khalifah Ahmadiyah. Selain itu isi mubahalah itu pun tidak sesuai dengan ajaran Al Qur’an Surat Ali Imron ayat 61 dan Sunnah Rasulullah SAW. Bahkan yang lebih salah lagi, Hariadi telah bersedia dipotong leher jika dalam waktu 3 bulan pihak yang dia tantang untuk bermubahalah tidak mengalami apa-apa.
      Pada tanggal 14 Juli 1983, tanpa menghiraukan teguran dari Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia Ahmad Hariadi melakukan mubahalah dengan haji Irfan dari Kampung Sawing, Pancor-Lombok, Nusa Tenggara Barat. Perbuatannya ini telah dilaporkan pula kepada Ketua Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia saat itu.
      Bukannya nurut, Ahmad Hariadi malah dengan sombongnya mengatakan bahwa dirinya sudah sangat yakin pada Ahmadiyah, jadi tanpa mengikuti Al Qur’an pun dirinya sanggup mengalahkan do’a Haji Irfan.
      Lima hari sebelum waktu mubahalah yang dia tentukan berakhir, Ahmad Hariadi sudah diamankan oleh petugas, karena dia akan diserang massa. Untuk selanjutnya Hariadi diungsikan ke Denpasar Bali dan dibebastugaskan untuk sementara.
      Pada tanggal 17 Nopember 1983 dengan surat No. 05/Mlm/Ps/11/83 dari Denpasar, Ahmad Hariadi menulis surat permohonan maaf pada Raisuttabligh Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Isi suratnya adalah sebagi berikut : “Saya Ahmad Hariadi mohon maaf atas kekeliruan/kesalahan saya dalam teknis menyampaikan tabligh Jemaat kepada ghair, terutama yang menyangkut masalah mubahalah. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan saya berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut di atas”.
      Sebagai jawabannya Ahmad Hariadi dimaafkan atas segala kesalahan yang dia lakukan dan jika dia mengulangi perbuatan buruknya lagi maka Jemaat akan memberikan sanksi tegas yaitu Hariadi dikeluarkan dari Korps Mu’alim. Pernyataan ini tercantum dalam surat No. 4579/24-12-1983 dan selanjutnya Ahmad Hariadi ditugaskan di Madiun Jawa Timur.
      Di Madiun inilah Hariadi mengalami kemunduran akhlak yang membuat dirinya dipecat dari Korps Mu’alim Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Dan di kemudian hari hingga sekarang Hariadi telah memilih profesi sebagai penyebar fitnah terhadap Ahmadiyah.
      Bagi pengurus Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia, apa yang telah dilakukan Ahmad Hariadi tidak ada hubungannya dengan Ahmadiyah. Dan semenjak hal itu terjadi segala komunikasi yang berhubungan dengan Ahmad Hariadi telah terputus dan sengaja diputus.
      Sampai saat ini, apa yang disebarkan dan diklaim oleh Ahmad Hariadi hanya dusta dan dusta. Selama Ahmad Hariadi masih menjaga rahasia kehidupannya dimasa dia menjadi Mualim Ahmadiyah, maka selama itu pula dia berdusta.
      Data dan dokumentasi yang ada di kantor Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia tentang Ahmad Hariadi hingga saat ini tersimpan rapi.

    sep said:
    11 Juli 2009 pukul 21:07

    gw seeh ga peduli ama ahmadiyah,,,mau gaimana pun juga ,,,yang gw risi kalo mereka menganggap diri mereka islam.
    .
    .
    .
    inget atuh syahadat ituh gimana

    Allah is my God
    Muhammad is Rasulullah

    Ahmadiyah jangan ngaku islam,,,coz Islam is not ahmadiyah,,,and ahmadiyah is not Islam




    jadi cek aza di kartu pengenal mereka agamana apa

    nama:____
    tempat/tanggal lahir: ____/_____
    alamat : ____
    Agama : Ahmadiyah

    jiah….wakakakaka,,,di indonesia kan ga ada agama ahmadiyah,,,jadi merreka warga negara mana,,,,,wakakakka,,,,

    kacian amat secara di dunia ga di akui,,,di akhirat,,,yah gimana kumaha atuh,,,,,,

    zeinelrazade said:
    13 Juli 2009 pukul 22:04

    ala ahmadiyah plus wahabi,saya tantang berargument .di facebookiyah. cari saya.yg pasti,SBY MENANG,WAHABI JUGA NENANG TERMASUK AHMADIYAH.mampir di wail facebook saya.tak tunggu kedatangan mu.HAHAHAHAHAHA.”ORANG SOMBONG BOLEH DI SOMBONGNGI”

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s