Konsultasi: Gara-gara SMS Porno

Posted on Updated on

Begini pak saya telah menjalin hubungan dengan seorang wanita baik2, terhitung sejak januari kmrn, saya sudah datang ke rumah orang tuanya, omong baik2 bahwa ada niatan untuk menikah, keluarga saya sendiri juga semua sudah tahu meskipun baru lewat foto yg saya tunjukan, yang jelas kami berdua saling mencintai, kami sering sms dan telpon dengan nada mesra, misal kangen, sayang dll. masalah timbul waktu habis telpon, kemudian di lanjutkan dengan sms, sms kami sangat vulgar dan gak pantes, maaf, begitu porno. hingga kami berdua kebablasan tapi hanya lewat sms. abis itu tidur. paginya kami nyadar itu perbuatan nista kami sangat sedih dan malu apalagi dia merasa sangat malu dan merasa bersalah, saya sudah minta maaf berualang kali ke dia saya khilaf dan gak nyadar bisa seprti itu, sedih dan perasaan bersalah mengahntuiku sampai saat ini, dia akhirnya memutuskan untuk tidak menghubungi dia dulu baik lewat sms ataupun telpon, saya bingung harus berbuat apa lagi untuk memperbaiki hubungn ini kembali, saya sempet menangis juga.. :(…
dalam diri saya sebeanrnya sudah ada tekat untuk segera menikah tapi semua itu butuh waktu, dana, saya sendiri baru bekerja statusnya masih Honorer, cpns, tolong pak ustadz solusi terbaik seperti apa yg harus saya lakukan
saya sudah berniat tobat dan tidak akan mengulangi hal tersebut lagi walau kami belum pernah bersentuhan secara seksual tapi dampak dari sms sudah terasa kami melakukan hubngan nyata.. apakah kami jangan bertemu dulu sampai kami siap untuk menikah, dia bales sms bahwa memafkan diriku tapi dia belum bisa memaafkan dirinya sendiri ini yg makin berat. dia sedih aku sendiri juga sangat sedih batin terasa tersiksa. mungkin ini hukuman yg Allah berikan pada kami .. mohon kasih solusi yang terbaik pak ustadz..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Kunci solusinya adalah “pengawasan”. Seperti yang sudah sering disebut di situs ini, syarat bolehnya berduaan adalah “bila terawasi”. Maksudnya, bolehnya berduaan itu adalah dalam keadaan yang manakala terlihat tanda-tanda zina, yang ‘kecil’ sekalipun, akan ada orang lain yang menaruh perhatian dan cenderung mencegah terjadinya zina. (Lihat “Shahihnya Hadits Yang Membolehkan Berduaan” dan “Syarat Bolehnya Berduaan“.)

Dalam kasusmu, tampaknya kalian ber-SMS-an berdua dalam keadaan yang tidak terawasi sama sekali, sehingga bisa dengan leluasa menuliskan kata-kata porno. Keadaan seperti inilah yang perlu dihindari.

Bila kalian saling ber-SMS berdua, khususnya bila sudah menjurus yang mesra-mesra, sebaiknya kalian melakukannya dalam keadaan terawasi, sehingga isinya terpantau oleh orang lain. Mungkin ini sulit dijalani. Sebab, tulisan SMS itu kecil-kecil. Kalau pun ada orang-orang lain di sekitar kalian ketika ber-SMS berdua, pandangan mata mereka akan sulit menangkap kata-kata yang kalian tuliskan.

Yang lebih mudah untuk berada dalam keadaan terawasi adalah komunikasi melalui telepon atau pun tatap muka langsung. Saat bertelepon, orang-orang di lingkungan (sekitar) kita akan lebih mudah menangkap kata-kata kita dan juga bahasa tubuh kita. Bahkan pada tatap-muka langsung, kita lebih mudah terawasi. Secara demikian, dorongan untuk mengucap kata-kata porno akan berkurang drastis. (Tentu saja, lingkungan yang aku maksudkan di sini adalah lingkungan yang normal/beradab, bukan yang mesum. Andaikan lingkungan kita mesum, mungkin mereka justru mendorong kita untuk ikut-ikutan mesum.)

Bahwa dia belum bisa memaafkan dirinya sendiri, maklumilah. Perempuan itu biasanya memiliki rasa malu yang lebih tinggi daripada laki-laki. Berilah dia waktu secukupnya untuk menenangkan diri.

Demikian saranku. Wallaahu a’lam. (Untuk artikel terkait, lihat “Konsultasi: Mencium & memeluk lewat telepon” dan “Konsultasi: Pernah ciuman dalam pacaran“.)

Iklan

5 thoughts on “Konsultasi: Gara-gara SMS Porno

    adiwinarno said:
    14 April 2009 pukul 14:48

    Apakah peristiwa yang dialami itu termasuk dalam perbuatan mendekati ZINA terus kalau sampai keluar air mani apakah sudah dikatakan telah melakukan ZINA???? mohon penjelasan?

      M Shodiq Mustika responded:
      14 April 2009 pukul 15:23

      @ adiwinarno
      Itu tergolong mendekati zina, tetapi belum tergolong zina. Yang tergolong zina (hingga diancam dengan hukuman rajam) adalah memasukkan alat kelamin pria ke alat kelamin wanita.

        adiwinarno said:
        17 April 2009 pukul 23:19

        Terus bagaimana hukumnya bila sudah keluar air mani pada saat melakukan perbuatan tersebut?

          M Shodiq Mustika responded:
          17 April 2009 pukul 23:47

          @ adiwinarno
          Hukum perbuatan itu didasarkan pada perbuatannya, bukan pada hasilnya. Apakah sampai keluar air mani ataukah tidak, mendekati zina itu tetaplah terlarang.

    anida said:
    15 April 2009 pukul 10:44

    saya mau tanya kalo ada wanita pezina tp keluarganya tidak tahu truz dia selalu menuruti keinginan laki2 pezina itu sampai kemudian dia menikah dengan laki2 yang berzina dgn dia karna untuk menjaga nama baik keluarganya tanpa rasa cinta sedangkan dia mencintai orang lain itu hukumnya gmn?dan apa yang harus dilakukannya??

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s